Perpamsi Salurkan Rp214 Juta untuk Lima Perumda Terdampak Gempa Flores, Isidorus: Bukti Nyata Kepedulian

Kupang, nwartapedia.com – Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) menyalurkan bantuan sebesar Rp214 juta kepada lima Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Biara Camilian, Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat (25/9/2026) petang.

Ketua Pengurus Daerah (PD) Perpamsi NTT, Jony Benny Sulaiman, didampingi Sekretaris PD Perpamsi NTT, Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M., menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan lima Perumda Air Minum.

Kelima penerima bantuan tersebut adalah Perumda Air Minum Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Ende, dan Sikka. Masing-masing perusahaan memperoleh bantuan sebesar Rp42,8 juta.

Jony Benny Sulaiman menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari penggalangan dana secara spontan oleh lebih dari 300 anggota Perpamsi di seluruh Indonesia setelah terjadinya gempa bumi di Flores.

“Puji Tuhan, dana terkumpul Rp214 juta. Kami sepakati untuk dibagi rata kepada lima perusahaan terdampak. Sekecil apa pun, itu adalah bentuk perhatian untuk kita semua,” ungkap Jony yang juga menjabat sebagai Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang.

Sekretaris PD Perpamsi NTT sekaligus Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas seluruh anggota Perpamsi di Indonesia terhadap perusahaan air minum yang terdampak gempa Flores.

Menurut Isidorus, pengurus Perpamsi NTT hadir di Maumere sebagai perpanjangan tangan pengurus pusat untuk menyalurkan donasi yang telah dihimpun dari berbagai perusahaan air minum di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa nilai bantuan bukanlah hal utama. Kepedulian dan kebersamaan seluruh anggota Perpamsi menjadi pesan penting dalam penyaluran bantuan tersebut.

“Ini bukan soal nilai bantuan, tetapi merupakan bukti nyata keberpihakan dan kepedulian seluruh anggota Perpamsi terhadap perusahaan air minum yang terdampak gempa Flores,” ujar Isidorus.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan semangat baru bagi lima Perumda penerima untuk memperbaiki jaringan distribusi air bersih dan berbagai fasilitas pelayanan yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Bantuan tersebut juga diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan pelayanan air bersih kepada masyarakat di wilayah terdampak.

“Kami berharap bantuan ini menjadi semangat dan motivasi baru bagi Perumda yang terdampak untuk memperbaiki jaringan yang ada sehingga semakin siap melayani pelanggan,” katanya.

Isidorus turut menyampaikan terima kasih kepada pengurus pusat dan seluruh anggota Perpamsi di Indonesia yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut.

Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Langganan (Kabag Hublang) Perumda Air Minum Kabupaten Ngada, Charles Wago, mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan pemanfaatan dana bantuan yang diterima dari Perpamsi.

Menurut Charles, sejumlah kerusakan pada sumber air akibat gempa bumi hingga saat ini masih dapat ditangani melalui anggaran pemerintah daerah.

Namun, ia mengungkapkan bahwa cukup banyak karyawan Perumda Air Minum Ngada yang juga terdampak gempa bumi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian manajemen dalam mempertimbangkan pemanfaatan bantuan yang telah diterima.

“Soal pemanfaatan bantuan ini, nanti kami diskusikan,” ujar Charles.

Penyaluran bantuan Rp214 juta ini diharapkan dapat membantu lima Perumda Air Minum di Flores dalam memulihkan fasilitas yang terdampak gempa, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih kepada masyarakat. (MI)




Jaga Kebersihan Kota Kupang, Kantor Pertanahan Bersihkan Pantai Warna

KUPANG, nwartapedia.com – Upaya menjaga kebersihan Kota Kupang terus didorong melalui keterlibatan berbagai pihak. Salah satunya dilakukan Kantor Pertanahan Kota Kupang dengan menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Warna, Kelurahan Oesapa, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) ke-66 Tahun 2026 dan dipimpin Kepala Kantor Pertanahan Kota Kupang, Ni Wayan Juliati, S.ST.

Aksi bersih pantai diikuti seluruh jajaran Kantor Pertanahan Kota Kupang, termasuk PNS, PPPK, siswa dan mahasiswa praktik serta peserta Program Magang Nasional.

Dengan semangat gotong royong, para peserta membersihkan kawasan Pantai Warna sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kawasan pesisir Kota Kupang.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun kebersamaan sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan Kota Kupang membutuhkan partisipasi bersama.

Peringatan HANTARU ke-66 mengusung tema “Transformasi, Melayani Lebih Pasti”. Melalui aksi tersebut, Kantor Pertanahan Kota Kupang menunjukkan bahwa semangat pelayanan kepada masyarakat juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan.

Kantor Pertanahan Kota Kupang mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk terus menjaga kebersihan, memperkuat semangat gotong royong serta bersama-sama menciptakan lingkungan Kota Kupang yang bersih dan nyaman.




Andre Otta: Lomba Kebersihan Kota Kupang Jadi Stimulasi Penanganan Sampah

Kupang, nwartapedia.com – Lomba Kebersihan Kota Kupang 2026–2027 yang telah resmi dibuka oleh Komunitas Beta Bersih (KBB) beberapa waktu lalu mendapat dukungan dari Satgas Sampah Kota Kupang.

Sekretaris Satgas Sampah Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, yang akrab disapa Andre Otta, mengatakan lomba kebersihan dapat menjadi salah satu bentuk stimulasi untuk mendorong kelurahan meningkatkan kinerja dalam menangani sampah.

Hal tersebut disampaikan Andre Otta kepada media ini, Jumat (25/9/2026), usai membuka kegiatan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim Kota Kupang di Hotel Neo Aston.

Menurut Andre, kompetisi kebersihan bukan sekadar mencari kelurahan yang menjadi juara. Lebih dari itu, lomba diharapkan mampu menciptakan persaingan positif sehingga setiap kelurahan termotivasi untuk memperbaiki pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungannya.

“Lomba ini bagian daripada stimulasi yang mendongkrak kinerja masing-masing. Kemudian ada persaingan dalam hal-hal yang sifatnya positif,” ujar Andre.

Ia menjelaskan, kelurahan yang mampu menunjukkan kinerja terbaik nantinya dapat diberikan penghargaan maupun hadiah tertentu. Bentuk apresiasi tersebut dinilai penting sebagai motivasi agar kelurahan terus meningkatkan pelayanan dan kebersihan lingkungan.

Andre mencontohkan, sejumlah dukungan yang diberikan kepada kelurahan berprestasi sebelumnya dapat berupa fasilitas yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Karena itu, menurutnya, prestasi dalam lomba kebersihan dapat menjadi salah satu pintu bagi kelurahan untuk memperoleh dukungan program sesuai dengan kemampuan dan kebijakan pemerintah.

Dorong Kolaborasi dengan Komunitas

Andre juga mengapresiasi keterlibatan Komunitas Beta Bersih yang secara konsisten mendorong gerakan kebersihan di Kota Kupang.

Ia berharap komunitas-komunitas lainnya juga dapat ikut berkolaborasi dengan pemerintah dalam menciptakan berbagai bentuk stimulasi positif bagi masyarakat.

“Ajakan dari kami untuk komunitas-komunitas selain Beta Bersih mungkin bisa bersama pemerintah, di luar daripada yang dilaksanakan Beta Bersih, ataupun mungkin mengolaborasikan untuk menambahkan jumlah hadiah dan stimulasi sosial yang lain,” katanya.

Menurut Andre, keterlibatan masyarakat sangat penting karena persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

“Kita yang tinggal di kota, kita yang lihat sampahnya. Kemudian kalau kita tidak bergerak dan kita berharap sampah itu hilang sendiri, kita tidak mempunyai apa-apa,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga kebersihan Kota Kupang, baik melalui kegiatan sosial, kompetisi kebersihan maupun gerakan lingkungan lainnya.

Bank Sampah Terus Didorong

Selain lomba kebersihan, Satgas Sampah Kota Kupang juga terus mendorong pembentukan dan pengembangan Bank Sampah di setiap kelurahan.

Andre mengatakan, pengembangan Bank Sampah menjadi salah satu upaya untuk mendorong masyarakat agar mulai memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.

“Kalau Bank Sampah itu didorong dari setiap kelurahan,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga dapat memperkuat gerakan tersebut melalui berbagai kebijakan, termasuk kebijakan fiskal dan pelayanan publik.

Dengan adanya Lomba Kebersihan Kota Kupang 2026–2027 yang resmi dibuka Komunitas Beta Bersih, Satgas Sampah berharap muncul semangat persaingan positif antarkelurahan sehingga upaya menjaga kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat Kota Kupang. (MI)




Perubahan Iklim di Kota Kupang, Norman Riwu Kaho Tekankan Pentingnya Adaptasi dan Mitigasi

Kupang, nwartapedia.com  – Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan pembangunan Kota Kupang yang membutuhkan langkah penanganan secara terpadu.

Ancaman kekeringan, berkurangnya kemampuan lingkungan menyimpan air, serta tingginya emisi gas rumah kaca menjadi sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Norman Riwu Kaho, Tim Penulis Climate Action Plan (CAP) sekaligus anggota Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim Kota Kupang, saat membawakan materi Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim dalam Rapat Kerja Pokja Perubahan Iklim melalui Program CAPACities di Hotel Neo Aston Kupang, Jumat (25/9/2026).

Dalam pemaparannya, Norman menekankan pentingnya memperkuat strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berdasarkan kondisi lingkungan serta data yang telah dihimpun Pemerintah Kota Kupang.

Menurutnya, dokumen rencana aksi perubahan iklim harus menjadi dasar dalam merumuskan program pembangunan yang mampu menjawab persoalan lingkungan dan meningkatkan ketahanan masyarakat.

Norman menjelaskan bahwa salah satu tantangan adaptasi perubahan iklim di Kota Kupang adalah menjaga ketersediaan sumber daya air.

Berdasarkan analisis yang dipaparkannya, sejumlah aliran sungai mengalami perbedaan debit yang signifikan antara musim hujan dan musim kemarau.

Bahkan, terdapat aliran sungai yang hanya terisi ketika hujan berlangsung dan kembali mengering setelah hujan berhenti.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya meningkatkan kemampuan daerah aliran sungai dalam menyerap dan menyimpan air.

Selain persoalan air, Norman menyoroti tingginya emisi gas rumah kaca dari aktivitas penggunaan energi.

Berdasarkan data inventarisasi yang disampaikan dalam rapat kerja, sektor energi menyumbang sekitar 82 persen emisi gas rumah kaca di Kota Kupang.

Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa strategi mitigasi perubahan iklim perlu memberikan perhatian besar pada penggunaan energi, khususnya dalam sektor transportasi, industri, konstruksi, dan rumah tangga.

Norman mencontohkan meningkatnya kebutuhan kendaraan pribadi yang turut mendorong konsumsi energi.

Menurutnya, pengembangan transportasi umum, peningkatan konektivitas antarkawasan, serta penyediaan fasilitas bagi pejalan kaki dan pesepeda dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan sampah tetap menjadi persoalan lingkungan yang harus ditangani secara berkelanjutan, termasuk dengan mengurangi praktik pembakaran sampah.

Norman menegaskan pentingnya mengevaluasi kembali target penurunan emisi dan program adaptasi yang telah tercantum dalam dokumen rencana aksi perubahan iklim Kota Kupang.

Menurutnya, perkembangan data dan hasil inventarisasi emisi perlu menjadi dasar untuk menyesuaikan target serta menentukan program prioritas.

Evaluasi tersebut diharapkan menghasilkan rencana aksi yang lebih terukur, baik dari sisi pelaksanaan kegiatan maupun dampaknya terhadap lingkungan.

Ia juga mendorong agar hasil inventarisasi emisi dimanfaatkan dalam penyusunan kebijakan dan pengalokasian anggaran pembangunan daerah.

Dengan demikian, setiap program yang dilaksanakan memiliki sasaran yang jelas dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.

Rapat Kerja Pokja Perubahan Iklim Kota Kupang melalui Program CAPACities menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan rencana aksi sekaligus merumuskan langkah penanganan berbagai persoalan lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah bersama akademisi, organisasi masyarakat sipil, lembaga keagamaan, dan mitra pembangunan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program adaptasi dan mitigasi.

Norman menekankan bahwa perencanaan perubahan iklim harus didukung data yang akurat serta diterjemahkan menjadi program nyata sesuai kebutuhan daerah.

Hasil pembahasan dalam rapat kerja ini diharapkan menjadi masukan bagi penyempurnaan Rencana Aksi Perubahan Iklim Kota Kupang, terutama dalam memperkuat ketahanan air, mengendalikan emisi gas rumah kaca, dan menjaga keberlanjutan lingkungan bagi masyarakat. (MI)

 




Andre Ota: Aksi Perubahan Iklim Kota Kupang Harus Masuk Program Pembangunan 2027

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang mendorong agar berbagai program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi diwujudkan melalui kegiatan nyata yang terintegrasi dalam pembangunan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bappeda Kota Kupang sekaligus Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim, Andre Ota, saat membuka Rapat Kerja Pokja Perubahan Iklim Kota Kupang melalui Program CAPACities yang diselenggarakan Catholic Relief Services (CRS) di Hotel Neo Aston Kupang, Jumat (25/9/2026).

Andre mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung pada momentum yang tepat karena Pemerintah Kota Kupang sedang mempersiapkan penyusunan anggaran tahun 2027.

Menurutnya, berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam rapat kerja dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memperkuat program prioritas pembangunan, khususnya dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih kepada CRS yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Waktunya sangat tepat karena kita sementara menyusun anggaran murni 2027,” ungkap Andre.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan. Karena itu, setiap usulan kegiatan harus disusun berdasarkan kebutuhan prioritas dan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Andre menegaskan, rekomendasi Pokja Perubahan Iklim harus dapat diterjemahkan menjadi program dan kegiatan pada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar memiliki dasar perencanaan serta peluang memperoleh dukungan anggaran.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang telah menetapkan sejumlah prioritas pembangunan, termasuk alokasi anggaran Rp500 juta bagi setiap kelurahan.

Dengan adanya alokasi tersebut, berbagai usulan kegiatan lingkungan hidup diharapkan dapat diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat dan program pembangunan yang telah direncanakan.

Ia menilai pengelolaan sumber daya air perlu mendapat perhatian serius, mengingat ketersediaan air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat.

Upaya konservasi sumber air, pemanfaatan air hujan, serta peningkatan daya serap tanah menjadi bagian dari langkah adaptasi yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan.

Selain persoalan air, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perlindungan lingkungan juga perlu diintegrasikan ke dalam program pembangunan.

Andre menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat upaya penanganan perubahan iklim. Sebaliknya, kondisi tersebut harus mendorong pemerintah memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak.

Melalui kolaborasi, sumber daya yang dimiliki pemerintah, masyarakat, akademisi, dan lembaga mitra dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program secara bersama-sama.

Sementara itu, Program Manager CAPACities Indonesia, Fransiska Falentina Sugi, mengatakan bahwa pelaksanaan rencana aksi perubahan iklim membutuhkan koordinasi yang kuat serta mekanisme pemantauan yang jelas.

Menurutnya, dokumen rencana aksi yang telah disusun bersama harus dilengkapi dengan langkah pelaksanaan, jadwal kegiatan, dan pembagian tanggung jawab.

Fransiska mencontohkan persoalan kekeringan yang saat ini membutuhkan respons terkoordinasi, mulai dari pemanfaatan data kondisi sumber air hingga penentuan langkah penanganan bagi masyarakat terdampak.

Ia berharap Pokja Perubahan Iklim mampu menghubungkan berbagai informasi yang tersedia menjadi program nyata yang dapat dilaksanakan oleh masing-masing instansi.

Fransiska juga mendorong agar informasi iklim dan kebencanaan dapat disampaikan secara lebih luas kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim.

Fransiska menjelaskan bahwa rapat kerja Pokja Perubahan Iklim dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan untuk mengevaluasi kemajuan rencana aksi, membahas persoalan yang muncul, serta merumuskan langkah penanganan berikutnya.

Melalui Program CAPACities, CRS mendukung penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan kemitraan dan peluang pendanaan untuk pelaksanaan aksi iklim.

Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi masukan dalam penyempurnaan rencana aksi perubahan iklim sekaligus mendukung penyesuaian dokumen perencanaan pembangunan Kota Kupang.

Fransiska menekankan bahwa setiap rekomendasi perlu disertai kejelasan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan, waktu pelaksanaan, dan pihak yang bertanggung jawab.

Dengan demikian, perkembangan pelaksanaan program dapat dievaluasi dalam pertemuan Pokja berikutnya.

Rapat kerja ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah Pemerintah Kota Kupang, akademisi, organisasi masyarakat sipil, lembaga gereja, hingga perwakilan masyarakat.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Kupang bersama CRS berupaya memperkuat sinergi multipihak agar program ketahanan iklim dapat terintegrasi dalam kebijakan pembangunan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (MI)




22 Anak NTT Raih Beasiswa Kuliah di Tiongkok, INTI Dorong Generasi Muda Kembali Bangun Daerah

Kupang, nwartapedia.com — Sebanyak 22 anak asal Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di Tiongkok melalui program beasiswa penuh yang difasilitasi Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT.

Ke-22 siswa tersebut akan menempuh pendidikan tinggi di Nantong College of Science and Technology (NTCST), Kota Nantong, Provinsi Jiangsu, Tiongkok.

Pelepasan 22 calon mahasiswa ini berlangsung di Shoto Kai Resto and Cafe, Kota Kupang, Rabu (23/9/2026) sore. 

Kegiatan tersebut juga diikuti secara daring oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Stella Christie, A.B., Ph.D.

Ketua Umum INTI NTT Ir. Theo Widodo yang juga ayah dari Walikota Kupang dr.Christian Widodo mengatakan, keberangkatan 22 siswa tersebut merupakan bagian dari komitmen INTI NTT dalam membuka akses pendidikan bagi generasi muda di NTT.

Program ini menjadi keberangkatan ketiga yang difasilitasi INTI NTT. Sebelumnya, tiga siswa diberangkatkan pada 2024 dan 12 siswa pada 2025.

“Program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk membangun daerah melalui pendidikan,” ujar Theo.

Menurut Theo, para penerima beasiswa memperoleh sejumlah fasilitas, termasuk pembebasan biaya kuliah, tempat tinggal di asrama serta uang saku selama menjalani pendidikan.

Ia menjelaskan, calon mahasiswa tidak diwajibkan menguasai Bahasa Mandarin sejak awal. 

Seleksi dilakukan dengan menggunakan Bahasa Inggris melalui proses wawancara jarak jauh bersama konsultan pendidikan dan pihak kampus.

“Tidak ada tes tertulis dan persyaratan TOEFL. Nanti tahun pertama di Tiongkok, mereka akan belajar Bahasa Mandarin,” jelasnya.

Theo menyebut para mahasiswa akan menempuh pendidikan pada sejumlah bidang yang berkaitan dengan teknologi dan kebutuhan industri.

Empat jurusan tersebut yakni Food Intelligence Technology, Mekatronika, Software Technology dan Horticultural Technology.

Para mahasiswa akan menempuh pendidikan Diploma III.

Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka dapat mengembangkan pengalaman dan kompetensi yang diperoleh sebagai modal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Theo yang juga adalah ketua Forum Pembauran Kebangsaan disingkat FPK NTT mengatakan, kesempatan belajar di Tiongkok diharapkan dapat memperluas wawasan dan kemampuan anak-anak NTT, terutama dalam memahami perkembangan teknologi, etos kerja dan kemanpuan bahasa Mandarin bukan hanya bidang study yg dipelajari.

Ia berharap para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target dan nantinya kembali ke NTT.

“Kami berharap mereka menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan kembali membangun NTT,” katanya.

Agen Pendidikan INTI di Jakarta, Yovandra, mengatakan sebanyak 26 peserta mengikuti proses seleksi untuk program tahun ketiga tersebut.

Setelah melalui tahapan seleksi, 22 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pendidikan di Nantong.

Menurut Yovandra, proses seleksi dilakukan melalui dua tahap wawancara. Tahap pertama dilakukan bersama dirinya, sedangkan tahap berikutnya dilakukan bersama pihak kampus secara daring.

Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak mensyaratkan test tertulis maupun nilai TOEFL tertentu.

Para peserta yang dinyatakan lolos kemudian harus menyiapkan sejumlah dokumen, seperti paspor, rapor, pemeriksaan kesehatan dll.

Secara nasional, terdapat 108 peserta yang dinyatakan lolos tahun ini. Dari jumlah tersebut, 22 orang berasal dari NTT.

Yovandra mengatakan para mahasiswa dijadwalkan berangkat ke Jakarta untuk pengurusan visa tgl 24 September sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Tiongkok dibantu oleh Konsultan Pendidikan .

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak anak NTT memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri, terutama dinegri maju Tiongkok.

Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam arahannya memberikan apresiasi terhadap program yang dilakukan INTI NTT.

Melki mengatakan kesempatan belajar di Tiongkok dapat menjadi pengalaman penting bagi para siswa untuk mengenal perkembangan teknologi, pendidikan dan berbagai sektor industri dan terutama bahasa serta etos kerja.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama berada di Nantong nantinya dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan di NTT.

“Pulang kembali ke NTT bawa proposal ide. Kami siap memfasilitasi,” kata Melki.

Ia juga berpesan agar para mahasiswa menjadi bagian dari generasi yang membawa perubahan bagi daerah setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurut Gubernur yang pernah mengunjungi kampus tsb, kebutuhan NTT terhadap sumber daya manusia dengan kemampuan teknologi akan semakin besar seiring perkembangan pembangunan dan hilirisasi berbagai sektor.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Stella Christie PhD turut memberikan motivasi kepada 22 calon mahasiswa tersebut.

Ia meminta para siswa tidak hanya fokus menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan berada di Tiongkok untuk mempelajari berbagai perkembangan baru.

“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Perubahan di Tiongkok ini sangat besar. Buka telinga dan mata untuk mempelajari sesuatu yang baru,” pesannya.

Prof. Stella juga mengingatkan para mahasiswa untuk tetap memiliki komitmen terhadap pendidikan dan kembali memberikan manfaat bagi masyarakat setelah menyelesaikan studi.

Salah satu penerima beasiswa, Malesia Seanaz Aurolia, lulusan SMA Kristen Citra Bangsa, memilih jurusan Mekatronika.

Seanaz mengetahui program tersebut setelah INTI NTT melakukan sosialisasi di sekolahnya.

Ia mengatakan proses seleksi yang dijalani tidak terlalu sulit karena wawancara menggunakan Bahasa Inggris dengan pertanyaan-pertanyaan mudah.

Bagi Seanaz, kesempatan kuliah di Tiongkok merupakan pengalaman berharga yang harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.

“Saya berkomitmen untuk tidak mengecewakan orangtua dan INTI NTT yang sudah memfasilitasi saya dan teman-teman,” ujarnya.

Ketua Bidang Pendidikan INTI NTT Ir. Mariana Nenobais, M.Si., menilai anak-anak NTT memiliki kemampuan untuk bersaing dengan siswa dari berbagai daerah maupun negara lain.

Menurutnya, keberhasilan 22 siswa lolos seleksi menjadi salah satu bukti bahwa anak-anak NTT memiliki potensi besar apabila diberikan akses dan kesempatan.

Ia berharap semakin banyak orang tua memberikan dukungan kepada anak-anak mereka untuk mengikuti berbagai pendidikan, termasuk belajar di luar negeri.

Program beasiswa tersebut diharapkan tidak hanya menjadi jalan bagi 22 siswa untuk memperoleh pendidikan, tetapi juga menjadi investasi sumber daya manusia bagi NTT.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Tiongkok, para mahasiswa diharapkan membawa pulang ilmu, pengalaman dan keterampilan untuk kemudian berkontribusi dalam pembangunan daerah. (MI)




Charlie Paulus Ajak KADIN NTT Bangkitkan UMKM dan Buka Akses Pasar ke Timor-Leste

Kupang, nwartapedia.com – Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengajak Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus membuka peluang perdagangan dengan negara tetangga.

Ajakan tersebut disampaikan Charlie dalam kegiatan coffee morning KADIN NTT yang digelar di Hotel Harper Kupang, Kamis (24/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Charlie memberikan apresiasi atas langkah KADIN NTT membangun jejaring kerja sama ekonomi dengan Timor-Leste dan Australia.

Menurutnya, peluang tersebut perlu dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan usaha masyarakat NTT.

“Bank NTT membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya KADIN NTT, untuk menghidupkan UMKM masyarakat NTT. Apalagi dengan adanya peluang kerja sama dengan Timor-Leste,” ujar Charlie.

Ia berharap pengusaha yang tergabung dalam KADIN NTT turut memberikan perhatian kepada pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan usaha, dan menjangkau pasar internasional.

Bank NTT Berharap Hadir di Negara Tetangga

Charlie juga menyampaikan harapannya agar Bank NTT suatu saat dapat memperluas layanan perbankan hingga ke negara tetangga.

Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu mempermudah aktivitas transaksi serta mendukung pelaku usaha NTT yang menjalankan kegiatan perdagangan lintas negara.

Menurutnya, peluang kerja sama dengan Timor-Leste bukan hanya membuka pasar baru bagi produk lokal, tetapi juga dapat menciptakan kesempatan ekonomi bagi masyarakat NTT.

Karena itu, dukungan dunia usaha melalui KADIN dinilai penting untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan peluang bisnis yang lebih luas.

Evaluasi Kredit, KUR Harus Tepat Sasaran

Di sisi lain, Charlie menegaskan Bank NTT terus melakukan pembenahan terhadap sistem pembiayaan, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia mengakui pengalaman masa lalu menjadi pelajaran penting bagi manajemen Bank NTT untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas penyaluran kredit.

“Kita tidak bisa lagi seperti pengalaman masa lalu. Pengalaman masa lalu memberikan pelajaran yang berarti bagi kami,” katanya.

Menurut Charlie, pembenahan dilakukan agar kredit yang disalurkan benar-benar membantu pengembangan usaha masyarakat tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian perbankan.

“Akibat masa lalu yang menimbulkan beban bagi Bank NTT saat ini, kami terus membenahi sistem kerja dan pembiayaan. KUR harus benar-benar memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan UMKM,” jelasnya.

Setiap pengajuan pembiayaan, lanjutnya, harus melalui proses seleksi dan analisis sesuai ketentuan bank.

Bank NTT juga menyediakan fasilitas pembiayaan bagi kelompok masyarakat tertentu, termasuk imigran, dengan tetap memperhatikan persyaratan dan kriteria yang berlaku.

Kolaborasi untuk Memperkuat Ekonomi NTT

Charlie berharap kerja sama Bank NTT dan KADIN tidak berhenti pada pembukaan peluang perdagangan internasional, tetapi juga menyentuh kebutuhan pelaku usaha kecil di daerah.

Ia mendorong keterlibatan pengusaha, pemerintah, dan perbankan untuk bersama-sama memperkuat UMKM agar memiliki kemampuan bersaing di pasar yang lebih luas.

Melalui sinergi tersebut, Bank NTT berharap semakin banyak pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan dan kesempatan mengembangkan usaha, sekaligus memanfaatkan potensi perdagangan dengan Timor-Leste dan Australia. (MI)

 




KADIN NTT Dorong Kerja Sama Kupang-Timor Leste, Peluang Ekonomi Perbatasan Jadi Sorotan

Kupang, nwartapedia.com — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) mendorong penguatan kerja sama antara Kupang dan Timor Leste untuk membuka peluang ekonomi baru di kawasan perbatasan.

Hal tersebut mengemuka dalam diskusi menjelang Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) VIII KADIN NTT yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Kamis (24/9/2026).

Ketua KADIN NTT, Bobby Lianto, mengatakan komunikasi dan kerja sama dengan berbagai pihak di Timor Leste mulai dibangun dalam sejumlah bidang, tidak hanya perdagangan, tetapi juga pendidikan, kesehatan, olahraga dan pariwisata.

Bobby mengatakan, di bidang pendidikan telah terdapat komunikasi antara sejumlah sekolah di Kupang dengan sekolah di Timor Leste melalui kegiatan join class.

Sementara di bidang kesehatan, peluang kerja sama juga dapat dikembangkan antara klinik dan rumah sakit.

“Pendidikan kita sudah ada komunikasi, bahkan beberapa sekolah sudah langsung join class dengan sekolah lain. Di bidang kesehatan juga sudah ada komunikasi antara klinik dengan rumah sakit,” ujar Bobby.

Ia menambahkan, peluang kerja sama juga terbuka di sektor olahraga dan pariwisata. Berbagai bentuk hubungan tersebut dinilai perlu terus diperkuat agar memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat NTT.

Dalam diskusi tersebut, Ketua Dewan Kehormatan KADIN NTT sekaligus Senator DPD RI, Paul Lianto, menekankan pentingnya membangun hubungan yang kuat dengan negara-negara yang secara geografis dekat dengan NTT, khususnya Timor Leste dan Australia.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan NTT, Zet Sony Libing, mengatakan pemerintah daerah bersama KADIN perlu memperkuat kajian dan komunikasi terkait peluang kerja sama dengan Timor Leste.

Ia menyebut, pembahasan juga mencakup konektivitas transportasi, termasuk peluang pengembangan penerbangan serta hubungan laut antara Kupang dan Timor Leste.

“Dengan KADIN, kita akan pikirkan lagi bagaimana kajian dengan Timor Leste bersama pemerintah maupun teman-teman KADIN,” katanya.

Kepala Dinas Koperasi NTT, Linus Lusi, menilai kawasan perbatasan memiliki potensi pasar yang besar. Karena itu, pelaku usaha, khususnya UMKM, perlu dipersiapkan agar mampu mengambil bagian dalam peluang pasar tersebut.

Menurutnya, penguatan komunikasi dan negosiasi dengan mitra di Timor Leste menjadi salah satu kunci agar pelaku usaha NTT tidak hanya menjadi penonton ketika peluang ekonomi kawasan perbatasan semakin terbuka.

Sementara itu, Tim Percepatan KADIN NTT, Christofel Samara, menyoroti peluang yang muncul menjelang penyelenggaraan ASEAN Summit di Timor Leste pada 2029.

Ia mengatakan pembangunan infrastruktur di Timor Leste saat ini dapat menjadi momentum bagi pelaku usaha NTT untuk mulai mempersiapkan diri dan membaca peluang sejak dini.

“Masih ada waktu untuk kita mempersiapkan diri. Kita harus bisa menangkap peluang ini dan berinteraksi lebih kuat sehingga NTT tidak hanya menjadi penonton,” ujarnya.

Christofel menilai momentum tersebut dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan potensi NTT sekaligus membuka peluang investasi dan kerja sama ekonomi lintas batas.

KADIN NTT berharap sinergi antara pemerintah, dunia usaha dan berbagai organisasi ekonomi terus diperkuat sehingga posisi strategis NTT sebagai wilayah yang berbatasan langsung dengan Timor Leste dapat memberikan manfaat nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (MI)




KADIN NTT Dorong Free Trade Zone, Gubernur Melki Bidik Tiga Pasar Strategis

Kupang, nwartapedia.com — Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur menggelar Coffee Morning bersama Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menjelang Rapat Pimpinan Provinsi (Rapimprov) VIII KADIN NTT yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Kamis (24/9/2026).

Pertemuan tersebut membahas strategi penguatan ekonomi NTT, termasuk pengembangan kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ), investasi, serta perluasan pasar internasional.

Gubernur Melki Laka Lena yang hadir secara daring dari Jakarta mendorong KADIN dan pemerintah untuk mengoptimalkan tiga pasar, yakni pasar internasional, nasional, dan lokal.

Menurut Melki, posisi NTT yang berbatasan langsung dengan Timor-Leste dan berdekatan dengan Australia menjadi peluang untuk memperkuat perdagangan lintas negara.

“Pada aras internasional kita harus mengoptimalkan rencana dan desain Free Trade Zone yang mau kita bangun di NTT,” ujar Melki.

Ia juga mendorong penguatan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif untuk memperbesar kontribusi NTT terhadap perekonomian nasional.

Di sisi lain, pasar lokal juga perlu diperkuat agar pelaku usaha NTT mampu menjadi tuan rumah di daerah sendiri.

Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, mengatakan KADIN siap mendukung pemerintah dalam mempercepat rencana Free Trade Zone.

KADIN NTT sebelumnya telah melakukan pertemuan dengan BP Batam dan KADIN Kepulauan Riau untuk mempelajari pengembangan kawasan perdagangan bebas, khususnya terkait kemudahan perizinan dan investasi.

Bobby menyebut penyusunan studi kelayakan awal Free Trade Zone NTT ditargetkan dapat diselesaikan tahun ini. KADIN juga siap membantu menjajaki calon investor.

Selain itu, KADIN NTT tengah membangun komunikasi dengan pelaku usaha dari Northern Territory, Australia.

Sekitar 15–20 pengusaha direncanakan berkunjung ke NTT untuk menjajaki peluang kerja sama.
Bobby juga mendorong terbentuknya konektivitas ekonomi Kupang–Dili–Darwin.

KADIN bahkan tengah menjajaki peluang penerbangan langsung Kupang–Dili menggunakan pesawat ATR.

Rapimprov VIII KADIN NTT sendiri dilaksanakan secara serentak bersama KADIN di seluruh Indonesia, baik secara tatap muka maupun daring.

Forum tersebut menjadi momentum konsolidasi dunia usaha untuk merumuskan program dan strategi penguatan ekonomi NTT. (MI)




Wali Kota Kupang Kembali Raih Penghargaan Nasional, Terbaik I TP2DD 2026 Wilayah Nusampua

Jakarta, nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, kembali menerima penghargaan nasional. Tepat sepekan setelah menerima penghargaan sebelumnya, kali ini Kota Kupang meraih predikat Kota Terbaik I dalam Championship Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) 2026 wilayah Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua (Nusampua).

Penghargaan tersebut diterima langsung oleh Christian Widodo dalam rangkaian Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang dirangkaikan dengan Rakornas TP2DD serta Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026, Kamis (24/9/2026), di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.

FEKDI x IFSE 2026 berlangsung pada 24–26 September 2026. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kolaborasi lintas otoritas dalam mendorong inovasi sistem pembayaran serta pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Indonesia.

Predikat Terbaik I TP2DD wilayah Nusampua menjadi bagian dari capaian Pemerintah Kota Kupang dalam mempercepat transformasi digital, khususnya pada elektronifikasi transaksi dan pengelolaan keuangan daerah.

Dalam pelaksanaan P2DD 2026, Pemerintah Kota Kupang mengikuti berbagai tahapan evaluasi dan pendampingan pengisian Championship TP2DD.

Proses tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah meningkatkan transparansi, efisiensi, dan akuntabilitas pengelolaan keuangan.

Digitalisasi pendapatan daerah menjadi salah satu fokus dalam transformasi tersebut. Pemkot Kupang terus memperluas penggunaan kanal pembayaran digital, seperti QRIS, layanan perbankan digital, dan kanal elektronik lainnya untuk mendukung pembayaran pajak daerah dan retribusi.

Selain sisi pendapatan, elektronisasi transaksi pemerintah daerah (ETPD) juga diterapkan untuk mendorong transaksi belanja dan pengeluaran pemerintah secara non-tunai.

Pemanfaatan Kartu Kredit Indonesia (KKI) turut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kota Kupang dalam memperluas digitalisasi transaksi pemerintah daerah.

Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang yang telah bekerja menjaga pertumbuhan ekonomi dan pengendalian inflasi sekaligus mempercepat digitalisasi keuangan daerah.

“Terima kasih kepada seluruh jajaran Pemerintah Kota Kupang yang sudah berupaya dan bekerja secara baik untuk menjaga pertumbuhan ekonomi serta inflasi di Kota Kupang serta percepatan digitalisasi daerah dalam hal keuangan,” ujar Christian.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bank Indonesia dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang terus memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota Kupang dan masyarakat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi digital.

“Terima kasih juga kepada BI dan OJK yang terus memberikan stimulasi kepada Pemkot Kupang dan seluruh masyarakat dalam pelaksanaan pertumbuhan ekonomi digital di Kota Kupang,” katanya.

Capaian tersebut tidak terlepas dari sinergi Pemerintah Kota Kupang bersama Bank Indonesia, Bank NTT, OJK, pelaku usaha, serta masyarakat dalam memperkuat ekosistem transaksi digital di daerah.

Penghargaan tersebut diserahkan dalam agenda nasional yang turut dihadiri sejumlah pejabat dan pimpinan lembaga, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian,

Menteri Dalam Negeri, Gubernur Bank Indonesia, serta pimpinan OJK.
Digitalisasi daerah menjadi salah satu agenda penting dalam penguatan tata kelola pemerintahan dan perekonomian.

Dalam rangkaian FEKDI x IFSE 2026 juga terdapat sesi yang membahas penguatan inovasi digitalisasi sistem pembayaran pemerintah daerah untuk mendukung optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Bagi Pemerintah Kota Kupang, penghargaan sebagai Terbaik I TP2DD 2026 wilayah Nusampua menjadi bagian dari perjalanan transformasi digital yang terus dikembangkan.

Capaian tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi Pemkot Kupang untuk memperluas pemanfaatan teknologi digital dalam pelayanan publik dan pengelolaan keuangan daerah. (*)