BPS Canangkan Sensus Ekonomi 2026 di Kupang, Ajak Seluruh Masyarakat Wujudkan Data Akurat untuk Pembangunan

Kupang, nwartapedia.com  –  Badan Pusat Statistik (BPS) Republik Indonesia secara resmi mencanangkan Sensus Ekonomi 2026 yang digelar di arena Car Free Day Kota Kupang, Sabtu (27/6/2026).

Pencanangan ini menjadi langkah awal pelaksanaan pendataan ekonomi nasional yang akan menjangkau seluruh pelaku usaha di Indonesia sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS RI, Pudji Ismartini, M.App.Stat, mengatakan keberhasilan Sensus Ekonomi 2026 sangat bergantung pada dukungan pemerintah daerah, pelaku usaha, dan seluruh masyarakat.

Karena itu, ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, pemerintah kabupaten/kota, serta seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pelaksanaan agenda nasional tersebut.

Menurut Pudji, Sensus Ekonomi bukan sekadar kegiatan pendataan, melainkan sebuah upaya besar bangsa untuk memperoleh gambaran nyata mengenai kondisi perekonomian Indonesia secara menyeluruh.

“Melalui sensus ini kita ingin melihat secara utuh seluruh aktivitas ekonomi yang ada di Indonesia, mulai dari usaha yang dijalankan di rumah tangga, usaha mikro, pedagang kecil, hingga perusahaan berskala besar. Semua memiliki peran penting dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa tidak ada usaha yang terlalu kecil untuk diperhitungkan dan tidak ada usaha yang terlalu besar untuk diabaikan. Seluruh pelaku usaha akan didata agar pemerintah memiliki informasi yang lengkap dalam menyusun kebijakan pembangunan.

Pudji menjelaskan, data hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi acuan pemerintah dalam merancang berbagai program pembangunan, mulai dari pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan UMKM, hingga pengembangan sektor ekonomi yang memiliki potensi besar di masing-masing daerah.

Selain bermanfaat bagi pemerintah, hasil sensus juga memberikan manfaat langsung bagi pelaku usaha. Data tersebut menjadi bukti bahwa usaha mereka tercatat sebagai bagian dari perekonomian nasional sehingga dapat menjadi dasar dalam penyusunan berbagai program pembinaan dan pengembangan usaha.

Bagi masyarakat, lanjutnya, hasil sensus akan memberikan gambaran mengenai perkembangan dunia usaha, potensi investasi, hingga peluang kerja yang dapat mendorong peningkatan kesejahteraan.

Salah satu pembaruan penting dalam Sensus Ekonomi 2026 adalah masuknya sektor pertanian ke dalam cakupan pendataan. Berbeda dengan sensus sebelumnya, seluruh aktivitas ekonomi di sektor pertanian kini akan didata sehingga menghasilkan gambaran ekonomi nasional yang lebih lengkap dan komprehensif.

“Data yang akurat menjadi fondasi utama dalam pembangunan. Tanpa data yang benar, kebijakan bisa salah sasaran. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap,” kata Pudji.

Ia juga memastikan seluruh data yang diberikan masyarakat akan dijaga kerahasiaannya sesuai Undang-Undang Statistik. Informasi yang dikumpulkan hanya digunakan untuk kepentingan penyusunan statistik dan tidak berkaitan dengan kewajiban perpajakan maupun kepentingan lainnya.

Dalam kesempatan tersebut, Pudji mengajak masyarakat menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 melalui gerakan PIR, yakni P menerima petugas sensus dengan baik, I memberikan informasi secara jujur dan benar, serta R yakin bahwa seluruh data yang diberikan dijamin kerahasiaannya.

“Sensus Ekonomi 2026 adalah milik kita bersama. Setiap data yang diberikan masyarakat merupakan kontribusi nyata dalam mendukung pembangunan ekonomi Indonesia yang lebih maju, inklusif, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Sementara itu, mewakili Gubernur Nusa Tenggara Timur, Staf Ahli Bidang Politik dan Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Drs. Petrus Seran Tahuk, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 sebagai agenda strategis nasional yang memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan daerah maupun nasional.

Menurutnya, pemerintah sangat membutuhkan data statistik yang akurat dalam merumuskan kebijakan pembangunan di berbagai sektor, seperti pertanian, peternakan, perikanan, pariwisata, ekonomi kreatif, perdagangan, hingga sektor jasa.

“Data yang dihasilkan melalui Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi fondasi penting dalam penyusunan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran, baik di tingkat nasional maupun di Provinsi Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada seluruh jajaran BPS, pemerintah daerah, pelaku usaha, tokoh masyarakat, media massa, serta seluruh elemen masyarakat yang mendukung pelaksanaan sensus tersebut.

Pemerintah Provinsi NTT berharap seluruh masyarakat dapat berpartisipasi aktif dengan menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar.

Dengan demikian, hasil Sensus Ekonomi 2026 benar-benar mampu menjadi dasar penyusunan kebijakan yang berkualitas, memperkuat daya saing ekonomi daerah, serta mendukung terwujudnya pembangunan yang berkelanjutan menuju Indonesia Emas. (MI)




Bandara El Tari Kembali Berstatus Internasional, KADIN NTT dan CCI Dili Dorong Penerbangan Langsung Kupang–Dili

Kupang, nwartapedia.com  – Kembalinya status internasional Bandara El Tari menjadi momentum penting bagi penguatan konektivitas antara Indonesia dan Timor Leste. Menyikapi hal tersebut, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, Dr.cand., M.M., MBA, bersama Presiden CCI Dili, Helder Viera, terus mendorong pembukaan rute penerbangan langsung Kupang–Dili–Kupang.

Komitmen tersebut mengemuka dalam pertemuan yang turut dihadiri General Manager Lion Group, Rinus Zebua, di Ghaura Chocolatier & Cafe, Kupang.

Dalam pertemuan itu, Bobby Lianto menegaskan bahwa KADIN NTT bersama CCI Dili terus menjajaki peluang kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk maskapai penerbangan, agar rute internasional Kupang–Dili dapat segera direalisasikan.

Menurut Bobby, potensi kerja sama ekonomi antara Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste sangat besar. Selama ini, tingginya mobilitas masyarakat kedua wilayah masih bergantung pada jalur darat yang memerlukan waktu perjalanan sekitar delapan hingga sepuluh jam, bahkan kendaraan menuju Dili sering kali penuh.

“Karena itu, kehadiran penerbangan langsung akan menjadi solusi yang lebih cepat, nyaman, dan efisien bagi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi di kedua wilayah,” ujarnya.

Ia menambahkan, masih banyak masyarakat Kota Kupang maupun daerah lain di NTT yang belum pernah mengunjungi Dili. Begitu pula masyarakat Timor Leste yang belum menjadikan NTT sebagai tujuan utama perjalanan. Salah satu penyebabnya adalah lamanya waktu tempuh melalui jalur darat.

Dengan adanya penerbangan langsung, Bobby optimistis arus wisatawan, pelaku usaha, investor, hingga masyarakat umum akan meningkat secara signifikan. Kondisi tersebut diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor perdagangan, pariwisata, investasi, dan hubungan ekonomi kedua negara.

Dalam kesempatan tersebut, Bobby Lianto dan Helder Viera juga membahas dukungan dari Lion Group terhadap rencana pembukaan rute internasional tersebut. Lion Group yang membawahi sejumlah maskapai seperti Batik Air, Super Air Jet, Wings Air, dan Lion Air dinilai memiliki kapasitas untuk melayani penerbangan Kupang–Dili.

Bobby menegaskan bahwa perjuangan menghadirkan penerbangan langsung Kupang–Dili bukanlah hal baru. Upaya tersebut telah dilakukan selama bertahun-tahun dan kini semakin terbuka setelah Bandara El Tari kembali menyandang status sebagai bandara internasional.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur, khususnya Gubernur dan Wakil Gubernur NTT, atas dukungan penuh hingga Bandara El Tari kembali berstatus internasional.

“Terima kasih kepada Bapak Gubernur dan Wakil Gubernur NTT yang telah mendukung penuh sehingga Bandara El Tari kembali berstatus internasional. Sekarang saatnya bersama-sama mengundang maskapai agar membuka layanan penerbangan internasional dari Kupang,” kata Bobby.

Bobby menegaskan KADIN NTT akan terus memperjuangkan pembukaan rute Kupang–Dili karena diyakini memiliki prospek yang sangat besar bagi kemajuan ekonomi kawasan.

“Kami tidak akan pernah menyerah karena kami yakin rute ini memiliki potensi yang sangat besar dan akan memberikan manfaat terbaik bagi kedua negara, khususnya bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur dan Timor Leste,” tutup Bobby Lianto.




Ketum KADIN NTT Lantik Pengurus KADIN Nagekeo dan Hadiri Pembukaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTT

Kupang, nwartapedia.com  –  Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT), Bobby Lianto, melantik Pengurus KADIN Kabupaten Nagekeo periode 2026–2031 sekaligus menghadiri pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi NTT yang berlangsung di Kabupaten Nagekeo.

Pelantikan tersebut merupakan rangkaian dari Musyawarah Kabupaten (Mukab) KADIN Nagekeo yang digelar pada Selasa, 23 Juni 2026, dengan tema “Bersinergi Bangun Nagekeo, KADIN, UMKM, dan Pemerintah Satu Tujuan.”

Tema tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan sektor perbankan dalam mempercepat pembangunan ekonomi daerah.

Dalam forum Mukab tersebut, peserta secara aklamasi kembali mempercayakan Sambu Aurelius Ignatius sebagai Ketua KADIN Kabupaten Nagekeo untuk masa bakti 2026–2031.

Prosesi pengukuhan dan pelantikan pengurus dilaksanakan pada Rabu, 24 Juni 2026, dipimpin langsung oleh Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto.

Acara tersebut dihadiri Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Nagekeo, Silvester Teda Sada, S.Fil., yang mewakili Bupati Nagekeo.

Dalam sambutan tertulis Bupati Nagekeo yang dibacakan pada acara tersebut, ditegaskan bahwa KADIN memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda perekonomian daerah melalui kemitraan dengan pemerintah, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan.

Pemerintah Kabupaten Nagekeo berharap kepengurusan baru mampu memperkuat sinergi dalam mengembangkan dunia usaha, mendorong investasi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan dilantiknya Pengurus KADIN Nagekeo periode 2026–2031, diharapkan organisasi ini mampu membawa perubahan dan menjadi motor kebangkitan ekonomi, khususnya di Kabupaten Nagekeo,” demikian isi sambutan Bupati.

Sementara itu, Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto menegaskan komitmennya untuk terus mendukung KADIN Nagekeo dalam memperkuat iklim investasi dan mengembangkan potensi ekonomi daerah.

Menurut Bobby, Kabupaten Nagekeo memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan apabila didukung oleh kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, serta sektor keuangan.

Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua KADIN Kabupaten Ende, Herry Jufry, serta Direktur Eksekutif KADIN NTT, Mercy Siubelan.

Selain menghadiri agenda pelantikan, Bobby Lianto juga memenuhi undangan pembukaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-XXXI Tingkat Provinsi NTT yang tahun ini dipusatkan di Kabupaten Nagekeo.

Kehadiran Ketua Umum KADIN NTT dalam dua agenda penting tersebut menunjukkan komitmen KADIN NTT untuk tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi melalui penguatan dunia usaha, tetapi juga mendukung terciptanya kerukunan, toleransi, dan persatuan di tengah keberagaman masyarakat Nusa Tenggara Timur. **




Ivone Sarmento dan 8 Siswa Wakili NTT Ikut Olimpiade Aritmatika Nasional

Kupang, nwartapedia.com – Sebanyak sembilan siswa Sekolah Dasar (SD) asal Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), akan mewakili daerahnya pada Olimpiade Aritmatika Tingkat Nasional 2026 yang digelar di Hotel Four Points Makassar pada 28 Juni 2026.

Kesembilan peserta merupakan siswa binaan UMC Kupang yang berhasil lolos seleksi dan akan bersaing bersama lebih dari 800 peserta dari berbagai provinsi di Indonesia.

Adapun sembilan peserta yang mewakili NTT yakni Ivone Debora Masae Patrocinio Sarmento (SD NTO National Plus Kupang), Made Airlangga Ariaputra (SD Dian Harapan Kupang), Krisna Lucky Jonathan Toy (SD Dian Harapan Kupang), Vania Arifin (SD NTO National Plus Kupang), Ayana Arifin (SD NTO National Plus Kupang), Edward S. Helmyanto Mahodim (SDK St. Yoseph Noelbaki Kupang), Made Harsa Pradhirsta (SD Negeri Naikoten 1 Kupang), Alica Nataniela Fema Zakarias (SD Negeri Oetona Kupang), serta Sona Wasalinda Molina (SD Lentera Harapan Kupang).

Guru pendamping yang mewakili pimpinan UMC Kupang, Yanti Jonatan, mengatakan seluruh peserta telah dipersiapkan secara maksimal untuk mengikuti kompetisi nasional tersebut.

“Peserta Olimpiade Aritmatika Nasional tahun ini sebanyak lebih dari 800 orang yang dikirim oleh UMC-UCMAS Indonesia dari seluruh Indonesia, termasuk Kupang. Kali ini kami mengirim sembilan peserta,” ujar Yanti.

Menurutnya, peserta yang meraih hasil terbaik di tingkat nasional akan memperoleh kesempatan mengikuti Olimpiade Aritmatika tingkat internasional. Karena itu, kesiapan mental maupun kemampuan akademik menjadi fokus utama pembinaan.

“Akan ada lomba internasional setelah kompetisi nasional ini. UMC Kupang berharap anak-anak NTT mampu bersaing di tingkat nasional maupun internasional sebagai bagian dari upaya melatih mental dan menggali potensi mereka,” katanya.

Yanti menjelaskan, Olimpiade Aritmatika Nasional merupakan agenda tahunan UCMAS Indonesia. Menariknya, pada tahun 2027 mendatang, UMC Kupang direncanakan menjadi tuan rumah penyelenggaraan kompetisi tingkat nasional tersebut.

“Menjadi tuan rumah diharapkan dapat membuka kesempatan lebih luas bagi anak-anak NTT untuk mengikuti kompetisi nasional dan meraih prestasi bersama UMC Kupang,” tambahnya.

Dalam mengikuti kompetisi di Makassar, para peserta akan didampingi dua guru, yakni Yanti Jonatan dan Cornelia Darius.

Sebelumnya, UMC Kupang juga rutin bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dalam menggelar Lomba Berhitung Cepat. Selama dua tahun terakhir, UMC Kupang secara mandiri menyelenggarakan Lomba Sempoa Aritmatika dan Tes IGE UMC Kupang (LASIGE) 2026 yang terakhir digelar di Harper Hotel Kupang pada 17 Mei 2026 dengan melibatkan 375 peserta dari berbagai sekolah di Kota Kupang.

“Kami melihat anak-anak kita memiliki potensi besar asalkan diberikan ruang untuk dilatih dan dipersiapkan secara baik,” jelas Yanti.

Sementara itu, salah seorang orang tua peserta, Ipi Masae, mengaku bangga atas prestasi putrinya, Ivone Debora Masae Patrocinio Sarmento, yang berhasil lolos mewakili NTT di ajang nasional tersebut.

Ia juga mengapresiasi UMC Kupang yang telah membuka kesempatan bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan dan berkompetisi secara sehat.

Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari kerja sama yang baik antara siswa, guru, dan orang tua dalam mendukung proses pembelajaran. Ia berharap kegiatan serupa terus dilaksanakan sebagai wadah bagi anak-anak Indonesia untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki.

“Setiap anak memiliki potensi luar biasa. Jika berada di lingkungan yang tepat dan mendapat pendampingan yang baik, mereka akan mampu menunjukkan prestasi terbaiknya,” tutupnya. (***)




Akademisi Undana Nilai Kepemimpinan Chris-Serena Harmonis, Saling Dukung Bangun Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com  – Akademisi Universitas Nusa Cendana (Undana), Diana San Tabun, menilai pasangan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena Cosgrova Francis mampu menunjukkan pola kepemimpinan yang harmonis dan saling mendukung dalam menjalankan roda pemerintahan di Kota Kupang.

Penilaian tersebut disampaikan Diana kepada wartawan di Kupang, Rabu (24/6/2026). Menurut dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Undana itu, salah satu indikator keberhasilan kepemimpinan pasangan Chris-Serena terlihat dari pembagian tugas dan fungsi yang berjalan dengan baik sejak awal masa pemerintahan.

“Yang saya amati di Kota Kupang, dalam pendistribusian tugas, Pak Wali Kota mampu membagi tugas pokok dan fungsi dengan baik kepada Ibu Serena sebagai Wakil Wali Kota. Beliau tidak mengambil semua peran sendiri dan itu sangat baik dalam sebuah kepemimpinan,” ujar Diana.

Ia menjelaskan, dalam banyak kasus pemerintahan daerah, perbedaan pandangan antara kepala daerah dan wakil kepala daerah kerap muncul akibat pembagian tugas yang tidak jelas. Namun kondisi tersebut belum terlihat dalam kepemimpinan Chris-Serena.

Menurutnya, sebagai pasangan yang dipilih rakyat dan didukung koalisi partai politik yang kuat, keduanya harus terus menjaga sinergi dalam menjalankan tanggung jawab pemerintahan.

“Karena mereka adalah satu tim, maka harus saling mendukung. Secara politik mereka hadir dengan dukungan yang besar, sehingga tanggung jawab antara Wali Kota dan Wakil Wali Kota harus berjalan selaras,” katanya.

Diana mengakui pada awal masa kepemimpinan, pasangan Chris-Serena masih mencari pola kerja yang paling efektif. Namun seiring berjalannya waktu, keduanya dinilai mampu beradaptasi dan menunjukkan kinerja yang semakin baik.

“Secara jujur, mereka berdua masih meraba-raba di awal kepemimpinan, tetapi mereka belajar dan terus berusaha sehingga saat ini sudah menunjukkan perkembangan yang baik,” ungkapnya.

Selain menyoroti peran Wali Kota, Diana juga memberikan apresiasi terhadap kinerja Serena Francis sebagai Wakil Wali Kota Kupang. Ia menilai Serena mampu memahami batas kewenangan serta melaksanakan tugas yang diberikan dengan baik tanpa melampaui peran kepala daerah.

“Ibu Serena memainkan perannya dengan baik sebagai seorang wakil. Sebagai politisi muda, dia mau belajar, membuka diri, dan fokus menjalankan tugas yang menjadi porsinya,” ujarnya.

Diana juga menilai kemampuan komunikasi politik Serena menjadi salah satu kekuatan yang mendukung keberhasilan kepemimpinan saat ini. Menurutnya, Serena mampu menyampaikan pesan-pesan pemerintah dengan bahasa yang sederhana dan mudah dipahami oleh berbagai lapisan masyarakat.

“Pilihan kata yang digunakan mudah dimengerti masyarakat. Baik kalangan perempuan, pemuda maupun tokoh senior dapat menerima komunikasi yang dibangunnya. Serena mampu menempatkan diri dengan baik di tengah publik,” jelasnya.

Lebih lanjut, Diana menyebut pasangan Chris-Serena kini semakin terbuka dalam membangun komunikasi dengan masyarakat. Gaya kepemimpinan yang cair dan dekat dengan warga menjadi modal penting dalam mewujudkan pelayanan publik yang lebih baik.

“Gaya komunikasi politik mereka sudah bagus, ruang interaksi dengan masyarakat semakin terbuka dan sangat cair. Keduanya memiliki kharisma kepemimpinan yang terlihat dari kemampuan berkomunikasi maupun mengambil keputusan,” katanya.

Meski demikian, Diana mengingatkan agar berbagai capaian yang telah diraih terus ditingkatkan. Ia menilai masih terdapat sejumlah janji politik yang harus diwujudkan demi memenuhi harapan masyarakat Kota Kupang.

Ia juga mendorong Pemerintah Kota Kupang untuk terus melibatkan masyarakat dalam proses pengambilan keputusan, sehingga kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan publik.

“Yang terpenting adalah mempertahankan sinergi yang sudah terbangun serta terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Keterlibatan publik dalam pengambilan keputusan juga perlu diperkuat agar pembangunan berjalan lebih partisipatif,” pungkasnya. (***)




Ketum KADIN NTT Apresiasi Sukses MTQ XXXI Nagekeo, Toleransi Antarumat Beragama Jadi Sorotan

Nagekeo, Nwartapedia.com  –  Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur, Bobby Lianto, memberikan apresiasi tinggi kepada panitia dan seluruh masyarakat yang telah menyukseskan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi NTT di Kabupaten Nagekeo.

Bobby Lianto menghadiri langsung pembukaan MTQ yang berlangsung di Masjid Agung Mbay, Kabupaten Nagekeo, Selasa (23/6/2026) malam.

Dalam kesempatan tersebut, ia didampingi Ketua KADIN Nagekeo, Sambu Aurelius Ignatius, Ketua KADIN Kabupaten Ende Haji Herry Jufry, serta Direktur Eksekutif KADIN NTT, Mercy Siubelan.

Kegiatan pembukaan MTQ XXXI secara resmi dibuka oleh Gubernur NTT melalui sambungan virtual dan dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, serta pimpinan daerah dari berbagai kabupaten di Nusa Tenggara Timur.

Turut hadir Ketua DPRD Provinsi NTT Emi Nomleni, Kepala Kejaksaan Tinggi NTT Roch Adi Wibowo, Bupati Nagekeo Simplisius Donatus, Wakil Bupati Nagekeo Gonzalo Gratianus Muga Sada, serta sejumlah pejabat daerah lainnya.

Menurut Bobby Lianto, salah satu hal yang paling mengesankan dari pelaksanaan MTQ tahun ini adalah kuatnya semangat kebersamaan dan toleransi yang ditunjukkan oleh masyarakat Kabupaten Nagekeo dan seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

Ia menilai keberhasilan pelaksanaan MTQ di daerah yang mayoritas penduduknya non-Muslim menjadi bukti nyata bahwa masyarakat NTT mampu menjaga kerukunan dan menghormati keberagaman yang ada.

“Kegiatan ini sangat menggugah hati dan menunjukkan bahwa toleransi di NTT bukan hanya slogan, tetapi benar-benar hidup dalam kehidupan masyarakat sehari-hari. Semangat seperti ini harus terus dijaga, dipelihara, dan semakin dipererat,” ujar Bobby Lianto.

Menurutnya, suasana persaudaraan yang terlihat selama pembukaan MTQ menjadi contoh nyata harmoni sosial yang selama ini menjadi kekuatan utama masyarakat Nusa Tenggara Timur.

Sementara itu, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Provinsi NTT, Mohamad Ansor, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Nagekeo, masyarakat, dan seluruh panitia yang telah bekerja keras menyukseskan pelaksanaan MTQ XXXI.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan MTQ tidak hanya menjadi kebanggaan umat Islam, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat NTT yang dikenal memiliki tingkat toleransi dan kerukunan antarumat beragama yang tinggi.

Nilai-nilai kebersamaan tersebut semakin terlihat dengan hadirnya para pemuka agama Katolik dan Kristen yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan MTQ. Kehadiran para tokoh lintas agama tersebut menjadi simbol kuatnya semangat persaudaraan dalam keberagaman yang tumbuh di NTT.

Selain menjadi ajang syiar Islam dan pengembangan kemampuan membaca Al-Qur’an, MTQ XXXI juga menjadi momentum untuk memperkuat persatuan, mempererat hubungan antarmasyarakat, serta membangun semangat kebangsaan di tengah keberagaman budaya dan agama.

Bobby Lianto berharap pelaksanaan MTQ XXXI Tingkat Provinsi NTT dapat berjalan lancar hingga penutupan serta melahirkan qari dan qariah terbaik yang mampu mengharumkan nama daerah di tingkat yang lebih tinggi.

“Semoga MTQ ini sukses hingga penutupan dan menghasilkan capaian yang luar biasa, baik dalam prestasi peserta maupun dalam memperkuat persatuan, persaudaraan, dan kerukunan masyarakat Nusa Tenggara Timur,” pungkasnya.

Pelaksanaan MTQ XXXI di Kabupaten Nagekeo pun menjadi bukti bahwa semangat toleransi, gotong royong, dan persaudaraan tetap menjadi fondasi kuat dalam kehidupan masyarakat NTT, sekaligus memperlihatkan wajah daerah yang harmonis di tengah keberagaman. *




DLHK Kota Kupang Intensifkan Pengangkutan Sampah di Naikolan, Warga Apresiasi Layanan Jemput Sampah hingga Depan Rumah

Kupang, nwartapedia.com  – Komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam menjaga kebersihan lingkungan terus diwujudkan melalui pelayanan pengangkutan sampah secara rutin di berbagai wilayah.

Salah satu kawasan yang mendapat pelayanan tersebut adalah Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, yang setiap pekan menjadi jalur operasional armada pengangkut sampah milik Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang.

Petugas kebersihan DLHK Kota Kupang, Maria Billy, saat ditemui media ini di lokasi pengangkutan sampah di Jalan Kenangan, Kelurahan Naikolan, Kamis (25/6/2026), menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dilakukan secara rutin setiap hari Kamis dengan melibatkan sembilan personel dan satu unit mobil pengangkut sampah.

Menurut Maria, tim kebersihan menyusuri jalur-jalur permukiman warga untuk mengangkut sampah yang telah disiapkan masyarakat di depan rumah masing-masing.

Pola pelayanan ini dinilai efektif karena memudahkan warga sekaligus mempercepat proses pengumpulan sampah.

“Warga sudah mengetahui jadwal pengangkutan sehingga ketika mobil sampah melintas, sampah mereka sudah tersedia dan siap diangkut oleh petugas,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebagian besar warga Naikolan saat ini sudah mulai sadar akan pentingnya pengelolaan sampah.

Hal itu terlihat dari kondisi sampah yang diangkut, di mana banyak yang sudah dipilah dan ditempatkan dalam karung maupun kantong plastik.

“Kami sangat terbantu karena banyak sampah yang sudah dalam kondisi kering dan dipisahkan. Selain lebih mudah diangkut, kondisi ini juga mengurangi bau yang biasanya muncul dari sampah yang tercampur,” katanya.

Maria berharap masyarakat terus mempertahankan kebiasaan tersebut agar lingkungan tetap bersih dan proses pengangkutan sampah dapat berjalan lebih efektif.

Sementara itu, salah seorang warga Kelurahan Naikolan mengaku sangat merasakan manfaat dari program jemput sampah yang dilakukan DLHK Kota Kupang.

Menurutnya, pelayanan tersebut telah mengubah kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga.

“Dulu masih ada warga yang membuang sampah sembarangan karena tidak tahu harus dibuang ke mana. Sekarang kami cukup menyiapkan sampah di depan rumah sesuai jadwal dan petugas yang datang mengangkutnya,” ungkapnya.

Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Kupang yang dinilai serius dalam menangani persoalan sampah di lingkungan permukiman warga.

“Ini bentuk kepedulian yang luar biasa dari pemerintah. Kami tidak perlu lagi repot membawa sampah ke tempat lain karena petugas datang langsung ke depan rumah,” tambahnya.

Warga juga mengaku telah memahami jadwal pengangkutan sampah yang dilakukan setiap hari Kamis sekitar pukul 10.00 WITA. Karena itu, mereka selalu menyiapkan sampah sebelum armada DLHK melintas di wilayah tersebut.

Di tempat terpisah, Sekretaris DLHK Kota Kupang, Achmad Likur, S.Sos., MM, menjelaskan bahwa peningkatan pelayanan kebersihan merupakan salah satu program prioritas Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota.

Menurutnya, berbagai upaya penanganan sampah telah menunjukkan hasil yang cukup signifikan.

Sejumlah titik yang sebelumnya menjadi lokasi penumpukan sampah kini telah dibersihkan secara rutin sesuai jadwal yang telah ditetapkan.

“Program kebersihan menjadi salah satu fokus utama pemerintah saat ini. Kalau kita melihat kondisi kota sekarang, perubahan sudah mulai terlihat. Banyak lokasi yang sebelumnya dipenuhi sampah kini jauh lebih bersih,” jelasnya.

Meski demikian, Achmad mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi jadwal pembuangan sampah yang telah ditentukan.

Ia menilai masih ada sebagian warga yang membuang sampah di luar waktu yang diperbolehkan sehingga menyebabkan sampah kembali menumpuk di sejumlah titik.

Selain meningkatkan pelayanan pengangkutan sampah, DLHK Kota Kupang juga terus mendorong masyarakat untuk melakukan pemilahan sampah dari rumah tangga.

Langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sekaligus meningkatkan nilai ekonomi dari sampah yang masih dapat dimanfaatkan.

“Banyak jenis sampah yang sebenarnya memiliki nilai ekonomis jika dipilah dengan baik. Sampah seperti botol plastik, kardus, dan bahan daur ulang lainnya dapat ditabung melalui bank sampah dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Achmad mengungkapkan bahwa saat ini program bank sampah telah berkembang di berbagai wilayah Kota Kupang dan mendapat dukungan dari sekolah, gereja, komunitas, serta pemerintah kelurahan.

Ia menegaskan bahwa edukasi mengenai pemilahan sampah terus dilakukan melalui sosialisasi di tingkat kelurahan dan masyarakat. Tujuannya agar kesadaran warga terhadap pengelolaan sampah semakin meningkat.

“Kami berharap masyarakat tidak lagi memandang sampah sebagai barang yang harus dibuang begitu saja. Jika dikelola dengan baik, sampah bisa menjadi sumber nilai ekonomi sekaligus membantu menjaga kebersihan lingkungan,” pungkasnya.

Melalui kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, DLHK Kota Kupang optimistis upaya menciptakan kota yang bersih, sehat, dan nyaman akan terus mengalami kemajuan serta memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga Kota Kupang. (MI)




DLHK Kota Kupang Gelar Lomba Kebersihan Antar Kelurahan, Dorong Partisipasi Warga Jaga Lingkungan

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggelar lomba kebersihan antar kelurahan yang bekerja sama dengan komunitas pemerhati lingkungan yakni Komunitas Bersih Bersih (KBB).

Hal tersebut disampaikan Kepala DLHK Kota Kupang yang diwakili Sekretaris DLHK, Achmad Likur, S.Sos., MM, kepada media ini di ruang kerjanya, Kamis (25/6/2026).

Menurut Achmad Likur, lomba kebersihan antar kelurahan digelar untuk merangsang partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di wilayah masing-masing.

“Kelurahan merupakan wilayah yang langsung bersentuhan dengan masyarakat. Karena itu, melalui lomba ini kami ingin mendorong warga untuk ikut terlibat secara aktif menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal mereka,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program tersebut menjadi langkah awal dalam membangun budaya hidup bersih di Kota Kupang sekaligus mewujudkan kota yang nyaman, sehat, serta menjunjung tinggi nilai etika dan estetika lingkungan.

Saat ini, proses penilaian telah memasuki tahap 10 besar kelurahan terbaik. Dari 10 kelurahan tersebut nantinya akan dipilih enam pemenang yang menempati peringkat satu hingga enam.

Achmad yang juga sebagai ketua tim lomba kebersihan mengatakan, kriteria penilaian dibuat sederhana dan mudah diterapkan. Fokus utama penilaian berada pada kondisi kebersihan kantor kelurahan dan lingkungan sekitarnya.

“Kami memangkas banyak indikator agar lebih sederhana. Yang kami lihat adalah apakah kantor lurah dan lingkungan sekitarnya bersih atau tidak. Jika hal-hal mendasar seperti itu tidak bisa dijaga, maka akan sulit berbicara mengenai kebersihan secara lebih luas,” jelasnya.

Selain itu, partisipasi masyarakat dalam mengelola sampah juga menjadi perhatian penting. Warga diimbau untuk tidak membuang sampah sembarangan, terutama ketika tempat sampah telah penuh.

“Kalau tempat sampah sudah penuh, jangan langsung membuang sampah di luar tempatnya. Simpan terlebih dahulu karena setiap hari petugas kami melakukan pengangkutan. Jika sampah ditumpuk sembarangan, tentu akan menimbulkan kesan kumuh dan tidak nyaman,” katanya.

Achmad mengingatkan bahwa Kota Kupang pernah masuk dalam daftar lima kota terkotor di Indonesia pada tahun 2019. Karena itu, pemerintah berkomitmen menghapus citra negatif tersebut melalui berbagai program kebersihan yang melibatkan masyarakat.

“Kita ingin keluar dari citra negatif itu. Tidak harus menjadi kota paling bersih, tetapi setidaknya tidak lagi dikenal sebagai kota yang kotor. Ini merupakan komitmen moral dari Bapak Wali Kota dan Ibu Wakil Wali Kota Kupang yang harus diterjemahkan dalam berbagai program nyata,” tegasnya.

DLHK juga menggandeng berbagai pihak dalam upaya menjaga kebersihan kota. Salah satu mitra yang aktif mendukung gerakan tersebut adalah Komunitas Bersih Bersih (KBB) yang selama ini konsisten mengajak masyarakat untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan.

Terkait penilaian lomba tahun ini, Achmad menjelaskan bahwa proses penjurian lebih banyak melibatkan unsur internal DLHK berdasarkan pengalaman pelaksanaan lomba sebelumnya. Tim penilai telah dibentuk dan bekerja melakukan evaluasi terhadap seluruh peserta.

Meski hasil penilaian sementara telah menghasilkan 10 besar kelurahan terbaik, namun daftar tersebut masih dirahasiakan hingga penetapan pemenang resmi dilakukan.

Lebih lanjut, Achmad menegaskan bahwa lomba kebersihan ini bukan sekadar kompetisi, melainkan sarana untuk membangun rasa tanggung jawab masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggal mereka.

“Lomba ini hanya pemantik. Sehebat apa pun program pemerintah, jika tidak didukung masyarakat maka hasilnya tidak akan maksimal. Kota Kupang memiliki lebih dari 450 ribu penduduk, sementara pemerintah memiliki keterbatasan personel. Karena itu partisipasi masyarakat menjadi kunci utama keberhasilan program kebersihan,” ujarnya.

Ia berharap seluruh warga Kota Kupang dapat menjadikan kebersihan sebagai budaya bersama sehingga tercipta lingkungan yang sehat, nyaman, dan layak huni bagi seluruh masyarakat.

“Kalau setiap warga menjaga kebersihan di lingkungan masing-masing, maka pemerintah akan lebih mudah menjalankan tugasnya. Pemerintah hadir sebagai regulator, sementara keberhasilan menjaga kebersihan kota sangat bergantung pada keterlibatan seluruh masyarakat,” pungkasnya. (MI)




Wali Kota Kupang Ajak Warga Berikan Data Jujur dan Lengkap pada Sensus Ekonomi 2026

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kupang resmi mencanangkan pelaksanaan Sensus Ekonomi Tahun 2026 dalam sebuah kegiatan yang berlangsung di Lapangan Upacara Kantor Wali Kota Kupang, Rabu (24/6/2026).

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya data yang akurat sebagai dasar penyusunan kebijakan dan program pembangunan yang tepat sasaran.

Ia mengajak seluruh masyarakat Kota Kupang untuk mendukung pelaksanaan sensus dengan memberikan informasi yang benar, jujur, dan lengkap kepada petugas lapangan.

Menurutnya, kualitas kebijakan pemerintah sangat bergantung pada kualitas data yang diperoleh dari masyarakat.

Data yang akurat akan membantu pemerintah mengetahui kebutuhan warga secara nyata, mulai dari lokasi keluarga miskin, kelompok rentan, hingga sektor usaha yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

“Data yang baik adalah fondasi utama dalam merumuskan kebijakan, menentukan prioritas pembangunan, dan menyusun program yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat. Karena itu saya mengimbau seluruh warga Kota Kupang untuk menerima petugas sensus dan memberikan data yang benar, jujur, serta lengkap,” ujar Christian Widodo.

Wali Kota juga memberikan apresiasi kepada seluruh petugas Sensus Ekonomi 2026 yang disebutnya sebagai ujung tombak pembangunan berbasis data.

Ia menilai para petugas bukan sekadar pendata, melainkan jembatan yang menghubungkan kondisi riil masyarakat dengan kebijakan pemerintah di masa mendatang.

“Dalam setiap data yang dicatat secara akurat, terdapat harapan masyarakat, masa depan anak-anak, dan peluang bagi pemerintah untuk menghadirkan program yang lebih tepat sasaran. Karena itu tugas para petugas sensus sangat mulia,” katanya.

Christian mengakui tugas petugas sensus di lapangan tidak selalu mudah.

Namun ia meminta seluruh petugas tetap sabar, profesional, ramah, dan berintegritas dalam menjalankan tugasnya.

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan sensus ekonomi melalui koordinasi dengan camat, lurah, RT, RW, hingga pelaku usaha.

Bahkan, Pemerintah Kota Kupang telah menerbitkan surat instruksi dan surat edaran yang meminta seluruh elemen masyarakat untuk mendukung pelaksanaan sensus ekonomi serta menerima kedatangan petugas pendataan.

“Tanpa data kita hanya berasumsi. Masa depan bangsa tidak bisa dibangun berdasarkan perkiraan, tetapi harus didasarkan pada data yang akurat dan kondisi nyata di lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BPS Kota Kupang, Ivadia Elmina Patola, S.ST., M.T., menyampaikan bahwa Sensus Ekonomi merupakan kegiatan statistik terbesar di bidang ekonomi yang dilaksanakan setiap sepuluh tahun sekali oleh BPS di seluruh Indonesia.

Menurutnya, Sensus Ekonomi 2026 menjadi momentum penting untuk memotret kondisi perekonomian nasional dan daerah secara menyeluruh, termasuk perkembangan ekonomi digital, ekonomi lingkungan, perubahan struktur usaha, serta dinamika tenaga kerja.

“Sensus Ekonomi 2026 bertujuan menyediakan informasi mengenai struktur ekonomi, karakteristik usaha, ekonomi digital, dan ekonomi lingkungan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berbasis data,” jelas Ivadia.

Ia mengungkapkan, pelaksanaan sensus di Kota Kupang melibatkan 289 petugas yang terdiri dari 255 petugas pendata lapangan dan 34 petugas pemeriksa lapangan.

Seluruh petugas telah mengikuti pelatihan pada 30 Mei hingga 9 Juni 2026 untuk memastikan kesiapan dan kompetensi dalam melaksanakan tugas.

Pendataan lapangan sendiri telah dimulai sejak 15 Juni 2026 dan akan berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Kegiatan ini mencakup enam kecamatan, 51 kelurahan, dan 144 satuan lingkungan setempat (SLS) di seluruh wilayah Kota Kupang.

Selama periode pendataan, petugas akan mendatangi rumah tangga dan bangunan usaha untuk mengumpulkan informasi terkait berbagai sektor ekonomi, mulai dari pertanian, perdagangan, industri, konstruksi, transportasi, hingga jasa.

Karena itu, BPS Kota Kupang mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi aktif dengan menerima kedatangan petugas serta memberikan informasi yang akurat demi menghasilkan data berkualitas bagi pembangunan daerah.

“Data yang dikumpulkan melalui Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi dasar perencanaan dan evaluasi pembangunan di Kota Kupang. Dukungan masyarakat sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan sensus ini,” pungkas Ivadia. (MI)




Saboak Catat Perputaran Ekonomi Rp6,3 Miliar, Wali Kota Kupang Siapkan Ekspansi dan Penambahan Hari Operasional

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-1 Sunday Market Buat Orang Kupang (Saboak) yang berlangsung meriah di Taman Nostalgia, Minggu (21/6/2026).

Perayaan tersebut menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen untuk menjadikan Saboak sebagai pusat pertumbuhan ekonomi kerakyatan, kreativitas, dan ruang interaksi masyarakat Kota Kupang.

Acara tersebut dihadiri Wakil Wali Kota Kupang, Serena C. Francis, Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry E. Pelt, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum Bawono Ika Sutomo, jajaran pimpinan perangkat daerah, sponsor, pelaku UMKM, komunitas, serta masyarakat Kota Kupang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung keberlangsungan Saboak sejak pertama kali diluncurkan hingga mampu berkembang menjadi salah satu ruang publik favorit warga.

Menurutnya, lahirnya Saboak berawal dari gagasan sederhana untuk menghidupkan kawasan Taman Nostalgia agar tidak hanya berfungsi sebagai ruang terbuka hijau, tetapi juga menjadi pusat aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Saya mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang sudah berkolaborasi sehingga Saboak bisa bertahan dan berkembang sampai hari ini,” ujar Christian.

Ia menjelaskan, keterbatasan anggaran daerah saat awal masa kepemimpinannya tidak menjadi penghalang untuk menghadirkan program inovatif bagi masyarakat. Pemerintah Kota Kupang memilih mengedepankan kolaborasi dengan berbagai pihak dibanding bergantung sepenuhnya pada anggaran pemerintah.

“Kami melakukan efisiensi dan membangun kerja sama dengan berbagai mitra, termasuk Bank Mandiri, Taspen, sponsor, komunitas, dan berbagai pihak lainnya. Dari kolaborasi itulah Saboak lahir dan berkembang,” jelasnya.

Christian mengungkapkan bahwa selama satu tahun berjalan, Saboak berhasil mencatat perputaran ekonomi mencapai sekitar Rp6,3 miliar dengan rata-rata transaksi sekitar Rp80 juta setiap pekan.

Capaian tersebut dinilai sebagai bukti nyata bahwa program berbasis kolaborasi mampu memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.

“Uang yang berputar di Saboak adalah uang masyarakat. Pemerintah Kota tidak mengambil retribusi dari para pelaku UMKM. Semua ini benar-benar hadir untuk masyarakat,” tegasnya.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Kota Kupang kini tengah mengkaji perluasan operasional Saboak dari satu hari menjadi tiga hari setiap pekan, yakni Jumat, Sabtu, dan Minggu.

Selain itu, pemerintah juga merencanakan penambahan jumlah lapak UMKM, pembangunan pos Satpol PP, peningkatan penerangan kawasan, serta penguatan sistem keamanan dan fasilitas pendukung lainnya di Taman Nostalgia.

Wali Kota juga mengajak masyarakat untuk menjaga kebersihan dan fasilitas yang telah tersedia agar keberlangsungan program dapat terus terjaga.

“Ini milik kita bersama. Dari kita, oleh kita, dan untuk kita. Karena itu mari kita jaga bersama-sama,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Christian juga menyoroti pentingnya perlindungan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

Ia mengajak para pelaku UMKM untuk segera mendaftarkan merek dan produk inovatif yang dimiliki agar memperoleh perlindungan hukum.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis menilai keberhasilan Saboak merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, komunitas, sponsor, dan masyarakat.

Menurutnya, perjalanan Saboak selama satu tahun tidak selalu berjalan mulus. Berbagai tantangan, termasuk kondisi cuaca saat musim hujan, menjadi pengalaman berharga yang mendorong pemerintah terus melakukan pembenahan.

Ke depan, Pemerintah Kota Kupang juga berencana menghadirkan platform digital guna membantu pelaku UMKM memperluas pemasaran produk mereka sehingga tidak hanya bergantung pada transaksi langsung di lokasi pasar.

“Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan semua pihak agar Saboak semakin berkembang dan memberi manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Kota Kupang,” ujar Serena.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Divisi Pelayanan Hukum Kantor Wilayah Kementerian Hukum, Bawono Ika Sutomo, memberikan edukasi mengenai pentingnya pendaftaran merek dan perlindungan kekayaan intelektual bagi pelaku UMKM.

Ia menjelaskan bahwa pendaftaran merek memberikan kepastian hukum, meningkatkan reputasi usaha, memperkuat identitas produk, serta melindungi pelaku usaha dari potensi sengketa atau pengambilalihan merek oleh pihak lain.

Bawono juga mengungkapkan rencana pembentukan Sentra Kekayaan Intelektual di daerah guna mempermudah masyarakat dalam mengakses layanan pendaftaran HAKI tanpa harus datang langsung ke kantor Kementerian Hukum.

Perayaan satu tahun Saboak menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat mampu menciptakan ruang ekonomi baru yang berdampak nyata bagi kesejahteraan warga Kota Kupang.

Dengan berbagai rencana pengembangan yang telah disiapkan, Saboak diharapkan semakin menjadi motor penggerak ekonomi kreatif dan UMKM di Kota Kupang. **