BPS NTT Catat Nilai Tukar Petani Juli 2026 Tembus 100,19

Kupang, nwartapedia.com  –  Kondisi nilai tukar petani di Nusa Tenggara Timur menunjukkan perkembangan positif pada Juli 2026.

Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTT mencatat Nilai Tukar Petani (NTP) sebesar 100,19, meningkat 0,18 persen dibandingkan Juni 2026.

Data tersebut disampaikan BPS NTT melalui rilis resmi pada Senin (3/8/2026). Penghitungan NTP menggunakan tahun dasar 2018 atau 2018=100.

NTP NTT dihitung berdasarkan lima subsektor, yakni tanaman pangan, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, dan perikanan.
Pada Juli 2026, subsektor tanaman pangan mencatat NTP sebesar 102,09. Sementara itu, NTP subsektor hortikultura berada pada angka 96,94.

Selanjutnya, subsektor tanaman perkebunan rakyat mencatat NTP sebesar 94,32, sedangkan subsektor peternakan menjadi yang tertinggi dengan angka 105,04. Untuk subsektor perikanan, NTP tercatat sebesar 98,81.

Secara keseluruhan, kenaikan NTP NTT pada Juli 2026 sebesar 0,18 persen dibandingkan bulan sebelumnya dipengaruhi oleh perkembangan indeks harga yang diterima petani yang lebih cepat dibandingkan indeks harga yang dibayar petani.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya perubahan positif pada nilai tukar yang diterima petani dibandingkan pengeluaran yang harus mereka keluarkan untuk kebutuhan konsumsi maupun biaya produksi.

Selain perkembangan NTP, BPS NTT juga mencatat adanya perubahan pada indeks konsumsi rumah tangga di daerah perdesaan sebesar 0,12 persen pada Juli 2026.

Perkembangan NTP dan indeks konsumsi rumah tangga menjadi salah satu indikator penting dalam melihat dinamika kondisi ekonomi masyarakat perdesaan, khususnya rumah tangga yang menggantungkan pendapatan dari sektor pertanian.

Dengan capaian NTP sebesar 100,19, perkembangan pada Juli 2026 menunjukkan bahwa nilai tukar petani di NTT mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya, meskipun capaian masing-masing subsektor masih berbeda. ***




Ahmad Atang: Jokowi Diterima sebagai Keluarga Raja di Timor, Bentuk Penghormatan dan Legitimasi Sosial

Kupang,nwartapedia.com  –  Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, menilai penerimaan mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), sebagai bagian dari keluarga raja-raja di Timor merupakan bentuk penghormatan adat sekaligus legitimasi sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Atang kepada media ini, Minggu (2/8/2026), menanggapi prosesi pemberian gelar kehormatan kepada Jokowi dalam rangkaian kunjungannya di Kota Kupang.

Menurut Ahmad Atang, penghormatan yang diberikan para raja dan tokoh adat kepada Jokowi tidak semata-mata harus dipahami dari aspek gelar atau status kebangsawanan. Lebih dari itu, terdapat pesan sosial bahwa Jokowi diterima sebagai saudara dan bagian dari keluarga.

“Kalau orang Timor, ini bisa disebut sebagai penerimaan. Jokowi kemudian diterima sebagai saudara, sebagai bagian dari keluarga. Jadi bukan semata-mata soal keturunan, tetapi ada penghormatan karena kapasitas dan jasa seseorang,” ujar Ahmad Atang.

Ahmad Atang menjelaskan bahwa dalam tradisi masyarakat adat, penghormatan kepada seseorang dapat diberikan berdasarkan beberapa pertimbangan.

Ada seseorang yang memperoleh kedudukan adat karena faktor keturunan, baik dari garis keluarga maupun hubungan darah. Namun, terdapat pula penghormatan yang diberikan karena seseorang dianggap memiliki jasa, kontribusi atau hubungan yang baik dengan masyarakat adat.

Dalam konteks Jokowi, menurut Ahmad Atang, penerimaan sebagai keluarga raja di Timor lebih tepat dilihat dalam konteks penghormatan tersebut.

“Penobatan atau pemberian kehormatan itu tidak selalu berbicara tentang darah dan keturunan. Ada juga penghormatan kepada orang yang dianggap berjasa. Saya kira Jokowi ada dalam kapasitas itu,” jelasnya.

Ahmad Atang menilai penerimaan terhadap Jokowi juga tidak terlepas dari berbagai pembangunan yang dilakukan selama dirinya menjabat sebagai Presiden RI.

Menurutnya, masyarakat NTT, termasuk masyarakat di Pulau Timor, memiliki pengalaman langsung terhadap berbagai program pembangunan pemerintah selama satu dekade kepemimpinan Jokowi.

Karena itu, ketika Jokowi kemudian mendapatkan penghormatan dan diterima sebagai saudara atau bagian dari keluarga oleh para raja dan tokoh adat, hal tersebut dapat dilihat sebagai bentuk apresiasi atas hubungan yang telah terbentuk.

“Dalam kapasitas Jokowi, saya kira masyarakat Timor melihat beliau sebagai orang yang memang punya kepedulian terhadap NTT dan Timor khususnya,” katanya.

Lebih lanjut, Ahmad Atang menyebut penerimaan Jokowi sebagai bagian dari keluarga raja-raja di Timor sebagai legitimasi sosiologis.

Legitimasi tersebut, menurutnya, menunjukkan adanya penerimaan masyarakat terhadap seorang tokoh berdasarkan hubungan sosial, budaya dan pengalaman yang mereka rasakan.

“Bagi saya ini sebuah legitimasi sosiologis. Jadi wajar saja ketika orang Timor memberikan penghormatan kepada tokoh yang mereka anggap berjasa,” ungkapnya.

Menurut Ahmad Atang, gelar kehormatan yang diberikan kepada Jokowi juga menunjukkan bahwa hubungan antara seorang tokoh dengan masyarakat tidak selalu berakhir ketika jabatan formalnya selesai.

Ahmad Atang juga mengingatkan agar pemberian penghormatan kepada Jokowi tidak langsung dimaknai sebagai bagian dari kepentingan politik.

Menurutnya, masyarakat adat memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan penghormatan kepada seseorang yang dianggap memiliki jasa atau hubungan khusus dengan komunitas mereka.

“Kalau kita melihat gelar ini sebagai penghormatan, maka simbolnya adalah penerimaan. Tetapi kalau kemudian ditarik terlalu jauh sebagai instrumen politik, tentu harus dilihat dalam konteks yang berbeda,” ujarnya.

Ia menilai makna utama dari prosesi tersebut adalah adanya hubungan emosional dan sosial antara Jokowi dengan masyarakat yang memberikan penghormatan.

Ahmad Atang juga menyoroti antusiasme masyarakat saat menyambut kedatangan Jokowi di Kota Kupang.

Menurutnya, sambutan masyarakat bersama penghormatan dari para raja dan tokoh adat menunjukkan bahwa Jokowi masih memiliki tempat di hati sebagian masyarakat NTT.

“Jokowi sudah selesai menjadi Presiden, tetapi ketika datang ke NTT masih mendapatkan sambutan dan penghormatan. Itu menunjukkan bahwa secara psikologis masih ada hubungan yang kuat antara beliau dengan masyarakat,” katanya.

Ahmad Atang menegaskan, penerimaan Jokowi sebagai keluarga raja di Timor tidak harus dilihat semata-mata dari gelar yang disematkan, tetapi dari makna sosial di balik penghormatan tersebut.

“Yang penting bukan hanya gelarnya. Ada pesan bahwa orang tersebut diterima, dihormati dan dianggap sebagai bagian dari keluarga,” pungkasnya. (MI)




DPD IMM NTT Bantah Terlibat Flyer Penolakan Gelar Raja Timor untuk Jokowi

Kupang,nwartapedia.com  – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Nusa Tenggara Timur (NTT) angkat bicara terkait beredarnya flyer digital yang memuat penolakan terhadap penyematan gelar “Raja Timor” kepada mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

DPD IMM NTT secara tegas membantah keterlibatan organisasi dalam pembuatan maupun penyebaran flyer tersebut.

Organisasi menyatakan materi digital yang beredar bukan merupakan pernyataan resmi DPD IMM NTT.

Ketua Umum DPD IMM NTT, Chakti, mengatakan logo IMM yang tercantum dalam flyer tersebut digunakan tanpa sepengetahuan dan izin organisasi.

“Flyer digital yang beredar luas mengenai penolakan penyematan gelar ‘Raja Timor’ kepada mantan Presiden H. Ir. Joko Widodo bukanlah publikasi resmi DPD IMM NTT,” tegas Chakti, Minggu (2/8/2026) sore.

Chakti menjelaskan, DPD IMM NTT tidak pernah terlibat dalam proses penyusunan, pembahasan, persetujuan maupun penyebaran flyer yang beredar di media sosial tersebut.

Menurutnya, setiap sikap resmi organisasi harus melalui mekanisme internal dan disampaikan menggunakan saluran komunikasi resmi.

“Kami tidak terlibat dalam penyusunan, persetujuan maupun penyebaran flyer tersebut. Setiap sikap resmi organisasi selalu disampaikan melalui saluran komunikasi yang sah dan terkoordinasi,” jelasnya.

Dengan demikian, Chakti meminta masyarakat tidak mengaitkan isi flyer tersebut dengan sikap resmi DPD IMM NTT.

DPD IMM NTT juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di media sosial, terutama materi yang menggunakan nama atau identitas organisasi.

Menurut Chakti, verifikasi menjadi penting agar informasi yang belum jelas sumbernya tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun polemik di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi dan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi DPD IMM NTT,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa DPD IMM NTT memiliki mekanisme tersendiri dalam menyampaikan sikap organisasi kepada publik.

Karena itu, setiap pernyataan yang mengatasnamakan DPD IMM NTT perlu dipastikan terlebih dahulu sumber dan keabsahannya melalui kanal komunikasi resmi organisasi.

Klarifikasi ini disampaikan DPD IMM NTT untuk meluruskan informasi yang beredar sekaligus mencegah publik menganggap flyer tersebut sebagai sikap resmi organisasi.

DPD IMM NTT menegaskan bahwa penggunaan logo organisasi tanpa izin tidak serta-merta menjadikan sebuah materi sebagai produk atau pernyataan resmi IMM.

Organisasi mengajak seluruh pihak untuk menjaga ruang publik tetap kondusif dengan mengedepankan verifikasi informasi dan tidak menyebarkan materi yang belum diketahui sumber maupun keabsahannya.

Dengan klarifikasi tersebut, DPD IMM NTT menegaskan bahwa flyer penolakan gelar “Raja Timor” kepada Jokowi yang menggunakan logo IMM bukan merupakorganisasi.ppi resmi organisasi. ***




Sembilan Kerajaan Adat Sambut Jokowi di Kupang, Festival Gajah Penuh Kemeriahan

Kupang,nwartapedia.com  –  Kunjungan mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026), berlangsung dalam suasana penuh penghormatan dan nuansa budaya.

Sembilan kerajaan adat di Pulau Timor memberikan penghormatan kepada Jokowi dalam sebuah prosesi yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungannya di Kota Kupang.

Kerajaan yang hadir dalam prosesi tersebut yakni Kerajaan Amanatun, Malaka, Amanuban, Mollo, Biboki, Bikomi Nilulat, Amfoang, Kupang dan Amarasi.

Para raja dan tokoh adat menyampaikan penghargaan terhadap Jokowi atas berbagai pembangunan yang dinilai telah memberikan manfaat bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur selama masa kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Salah seorang tokoh adat bahkan menyampaikan bahwa Jokowi secara simbolis dianggap sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat di Pulau Timor.

“Kami menganggap beliau sebagai saudara keluarga karena selama memimpin, banyak pembangunan yang sudah kami rasakan di daerah ini,” ungkapnya.

Suasana semakin meriah ketika Jokowi tiba di lokasi acara. Warga yang telah menunggu sejak siang langsung menyambut kedatangan Jokowi dengan teriakan dan tepuk tangan. Nama Jokowi berkali-kali terdengar dari tengah kerumunan masyarakat.

Antusiasme warga terlihat dari padatnya lokasi acara. Masyarakat dari berbagai kalangan datang untuk melihat langsung mantan Presiden tersebut.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga terlihat ikut bersama orang tua mereka. Sebagian warga bahkan rela berdesak-desakan untuk dapat melihat Jokowi dari dekat dan mengabadikan momen tersebut.

Setelah prosesi penghormatan dari kerajaan dan tokoh adat, kegiatan dilanjutkan dengan Festival dan Karnaval Gajah di Lapangan Lai Lai Bissi Kopan (LLBK), Kota Kupang.

Festival tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Nusa Tenggara Timur.

Sejumlah tarian daerah ditampilkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya Tarian Caci dari Manggarai, tarian khas Rote Ndao, serta berbagai pertunjukan budaya lainnya.

Penampilan tersebut membuat suasana semakin semarak sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan keberagaman budaya NTT kepada para pengunjung.

Antusiasme masyarakat semakin terlihat ketika Jokowi membagikan kaos kepada warga.

Masyarakat yang telah menunggu sejak sekitar pukul 15.00 WITA langsung berebut mendekat ketika Jokowi membagikan kaos tersebut.

Momen itu disambut dengan sorak-sorai warga dan menambah kemeriahan kegiatan di kawasan LLBK.

Bagi masyarakat yang hadir, kesempatan melihat langsung dan berinteraksi dengan Jokowi menjadi salah satu momen yang dinantikan dalam rangkaian kunjungannya ke Kota Kupang.

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi hadir bersama sejumlah jajaran Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Jokowi didampingi Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni, serta jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI.

Turut mendampingi Ketua DPW PSI NTT yang juga Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.

Rangkaian kunjungan Jokowi di Kota Kupang berlangsung dalam suasana budaya dan kebersamaan. Penghormatan dari sembilan kerajaan adat, penampilan seni tradisional hingga antusiasme ribuan masyarakat memperlihatkan meriahnya penyambutan terhadap mantan Presiden RI tersebut.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum pertemuan antara tokoh nasional, masyarakat dan para pemangku adat dalam balutan budaya Nusa Tenggara Timur. **




Ribuan Pramuka Ramaikan Kota Kupang, Karnaval Jamda NTT 2026 Penuh Warna Budaya

Kupang,nwartapedia.com  –  Kota Kupang berubah semarak ketika ribuan anggota Pramuka turun ke jalan mengikuti Karnaval Budaya Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026.

Dengan mengenakan pakaian adat dan menampilkan beragam kesenian daerah, sekitar 5.000 peserta menyuguhkan parade budaya yang menjadi salah satu kegiatan menarik dalam rangkaian Jamda NTT 2026.

Karnaval berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) mulai pukul 15.00 hingga 19.00 WITA, dengan mengambil titik awal dari Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT dan berakhir di Saboak Taman Nostalgia Kota Kupang.

Peserta terdiri dari kontingen Jambore Daerah yang mewakili 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-NTT, serta ribuan Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega dari berbagai Gugus Depan (Gudep) di Kota Kupang.

Sepanjang rute karnaval, masyarakat disuguhkan berbagai penampilan budaya dari kabupaten dan kota se-NTT.

Pakaian adat, tarian tradisional, atribut daerah dan berbagai kreativitas peserta tampil menghiasi barisan karnaval.

Keberagaman yang ditampilkan masing-masing kontingen menjadi gambaran kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karnaval tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Antusiasme masyarakat turut menambah kemeriahan. Warga memadati sejumlah titik sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya yang melibatkan ribuan anggota Pramuka.

Kehadiran ribuan peserta dan penonton tidak hanya menciptakan suasana meriah, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Area Saboak Taman Nostalgia yang menjadi titik akhir karnaval berubah menjadi salah satu pusat keramaian. Puluhan pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut dengan menjajakan makanan, minuman, jajanan lokal hingga berbagai produk kerajinan.

Tingginya jumlah pengunjung memberikan peluang bagi pedagang untuk meningkatkan transaksi dibandingkan hari biasa.

Dampak ekonomi juga dirasakan penyedia jasa transportasi dan usaha perparkiran di sekitar jalur karnaval akibat meningkatnya mobilitas masyarakat. **

Ketua Kwarda NTT menilai kegiatan tersebut membuktikan bahwa gerakan Pramuka tidak hanya berkaitan dengan pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Selain menampilkan budaya, para peserta juga membawa berbagai pesan sosial melalui kreativitas masing-masing kontingen.

Sejumlah isu yang disampaikan meliputi pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, perlindungan anak dan ketahanan pangan.

Dalam bidang lingkungan, peserta mengangkat pentingnya penanganan sampah, menjaga kebersihan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim.

Pada bidang kesehatan, pesan yang disampaikan antara lain pencegahan stunting dan perlindungan anak. Sementara dalam bidang pangan, peserta mendorong pemanfaatan potensi lokal NTT untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Pesan tentang persatuan dalam keberagaman juga menjadi bagian penting dalam karnaval. Perbedaan budaya yang ditampilkan justru menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat NTT.

Karnaval Budaya Jamda NTT 2026 menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka tidak hanya menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan dan kepemimpinan.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda juga diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan dan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan mereka.

Dengan memadukan budaya, kreativitas dan pesan sosial, para peserta menegaskan peran Pramuka sebagai generasi muda yang dapat menjadi agen perubahan bagi masyarakat dan daerah.

Jambore Daerah NTT 2026 menjadi momentum penting bagi pembinaan generasi muda Pramuka di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan tersebut memadukan semangat kemandirian, kebudayaan, kepedulian sosial dan pembentukan karakter.

Karnaval yang berlangsung di jalanan Kota Kupang akhirnya bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi panggung keberagaman budaya NTT sekaligus ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan sosial dan menunjukkan kepedulian terhadap daerahnya.

Melalui semangat kebersamaan dan keberagaman, Karnaval Jamda NTT 2026 diharapkan semakin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya NTT serta memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman. **




Yuven Tukung: Kehadiran Jokowi Beri Energi Baru bagi PSI NTT

Kupang,nwartapedia.com  – Kehadiran Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang di Hotel Harper, Sabtu (1/8/2026), dinilai memberikan energi baru bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kader PSI Kota Kupang, Yuven Tukung, mengatakan kunjungan Jokowi menjadi momentum penting bagi kader untuk semakin memperkuat konsolidasi, membangun kedekatan dengan masyarakat, serta mempersiapkan diri menghadapi agenda politik ke depan, termasuk Pemilu 2029.

Menurut Yuven, kehadiran Jokowi di tengah kader PSI sekaligus menunjukkan adanya perhatian dan kedekatan yang masih kuat antara mantan Presiden tersebut dengan masyarakat NTT.

“Bagi kami, kehadiran Pak Jokowi memberikan energi baru bagi seluruh kader PSI. Ini menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Yuven.

Yuven yang juga pernah menjadi Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai NasDem menilai antusiasme masyarakat menyambut kedatangan Jokowi menjadi salah satu hal yang menarik dalam rangkaian kunjungan tersebut.

Menurutnya, sambutan masyarakat terlihat sejak kedatangan Jokowi di Bandara El Tari, pelaksanaan Rakorda DPD PSI Kota Kupang di Hotel Harper, kunjungan ke sejumlah wilayah, hingga kehadiran masyarakat dalam Carnaval Gajah di kawasan Lai Lai Bissi Kopan (LLBK) Kota Kupang.

Ia mengatakan antusiasme tersebut menunjukkan bahwa sosok Jokowi masih mendapatkan tempat tersendiri di hati sebagian masyarakat NTT.

“Respon masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa hubungan emosional masyarakat dengan Pak Jokowi masih terasa. Bagi kami di PSI, momentum seperti ini harus menjadi dorongan untuk semakin aktif bekerja di tengah masyarakat,” katanya.

Yuven menegaskan bahwa PSI perlu menjadikan momentum kehadiran Jokowi sebagai energi untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kerja-kerja politik di tingkat masyarakat.

Menurutnya, dukungan terhadap partai tidak cukup hanya mengandalkan popularitas figur, tetapi harus dibarengi dengan kerja nyata para kader.

“Kehadiran Pak Jokowi jangan hanya dilihat sebagai sebuah kegiatan seremonial. Ini harus menjadi energi bagi kader untuk turun ke masyarakat, mendengarkan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegasnya.

Yuven optimistis PSI NTT dapat terus berkembang dan meningkatkan kekuatan politiknya menjelang Pemilu 2029.

Ia berharap PSI mampu memperbesar keterwakilan politik di berbagai tingkatan, termasuk membuka peluang untuk memperoleh kursi DPR RI dari daerah pemilihan NTT I dan NTT II.

“Target kita tentu bagaimana PSI bisa semakin besar dan mendapatkan kepercayaan masyarakat. Pemilu 2029 masih menjadi perjalanan panjang, sehingga dari sekarang kader harus bekerja dan membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yuven menyebut generasi muda sebagai salah satu kekuatan penting PSI dalam menghadapi masa depan politik Indonesia.

Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam politik harus terus diperluas karena generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa.

“PSI harus terus memberikan ruang kepada generasi muda. Anak-anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam politik, tetapi harus berani mengambil bagian dan memberikan gagasan untuk pembangunan,” katanya.

Yuven berharap energi baru yang muncul setelah kunjungan Jokowi dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata oleh seluruh kader PSI di NTT.

Ia mengajak kader untuk tidak berhenti pada momentum kunjungan, tetapi melanjutkannya dengan memperkuat struktur partai dan membangun komunikasi yang lebih intensif dengan masyarakat.

“Energi baru ini harus kita jaga. Kader harus semakin solid, semakin dekat dengan rakyat dan menunjukkan bahwa kehadiran PSI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Yuven juga mengajak masyarakat NTT, khususnya generasi muda, untuk ikut mengambil bagian dalam kehidupan politik dan pembangunan daerah melalui ruang-ruang partisipasi yang tersedia di PSI. **




Rakorda PSI di Kupang, Joko Widodo Sebut Tugas Besar Kader PSI Dekati Rakyat dan Perkuat Struktur

Kupang,nwartapedia.com  —  Mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), memberikan sejumlah arahan kepada kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI) dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) PSI Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Harper Kupang, Sabtu (1/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Jokowi menekankan dua pekerjaan penting yang harus menjadi perhatian kader PSI, yakni meningkatkan pengenalan partai di tengah masyarakat serta memperkuat struktur organisasi hingga tingkat paling bawah.

Jokowi menilai pengenalan masyarakat terhadap PSI masih perlu ditingkatkan.

Ia menyebut berdasarkan laporan yang diterimanya, sekitar 78 persen masyarakat Indonesia telah mengenal PSI.

Namun, tingkat pengenalan terhadap identitas partai, khususnya logo gajah yang menjadi identitas PSI, masih berada di angka 48 persen.

“PSI ini baru dikenal oleh 78 persen rakyat kita, belum 100 persen. Dan rakyat kita yang tahu bahwa PSI logonya gajah itu baru 48 persen,” ujar Jokowi di hadapan peserta Rakorda.

Menurut Jokowi, kondisi tersebut menjadi tantangan bagi kader untuk lebih aktif memperkenalkan PSI kepada masyarakat.

Ia meminta kader tidak hanya bekerja dari balik struktur organisasi, tetapi harus hadir langsung di tengah masyarakat, membangun komunikasi dan memperkenalkan identitas partai.

Ajakan tersebut langsung mendapat respons dari para peserta Rakorda yang serempak menyatakan siap bekerja lebih keras.

Selain meminta kader mendekati masyarakat, Jokowi juga menyoroti perkembangan struktur organisasi PSI secara nasional.

Ia menyampaikan bahwa struktur PSI di tingkat Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) telah terbentuk 100 persen.

Sementara itu, struktur Dewan Pimpinan Daerah (DPD) telah mencapai sekitar 97 persen.

Menurut Jokowi, sisa pembentukan tersebut sebagian besar berkaitan dengan persoalan internal di sejumlah daerah.

“Sisanya sekitar tiga persen itu sebenarnya hanya persoalan internal di beberapa daerah, tetapi secara keseluruhan sudah hampir rampung,” jelasnya.

Untuk struktur Dewan Pimpinan Cabang (DPC), pembentukannya telah mencapai 84 persen.

Namun, Jokowi mengatakan tantangan terbesar berada pada struktur organisasi di tingkat desa yang baru mencapai sekitar 28 persen.

Karena itu, ia mendorong seluruh kader untuk mempercepat pembentukan struktur hingga tingkat desa dan tempat pemungutan suara (TPS).

Jokowi optimistis seluruh struktur organisasi PSI dapat diselesaikan hingga 100 persen sebelum akhir tahun 2026.

Menurutnya, struktur yang kuat hingga tingkat bawah akan menjadi modal penting bagi PSI dalam menghadapi Pemilu 2029.

Ia menilai keberadaan struktur organisasi yang lengkap akan membuat kerja politik partai menjadi lebih terarah dan memiliki jangkauan yang lebih luas.

“Kalau ini selesai, kita akan punya mesin politik besar. Mesin dengan CC besar yang akan membawa PSI menuju kemenangan besar di Pemilu 2029,” pungkas Jokowi.

Arahan Jokowi dalam Rakorda PSI Kota Kupang tersebut sekaligus menjadi dorongan bagi kader untuk meningkatkan kerja nyata di tengah masyarakat.

Penguatan struktur organisasi dinilai perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kedekatan kader dengan masyarakat.

Dengan struktur yang semakin solid dan kader yang aktif turun ke lapangan, PSI diharapkan mampu meningkatkan pengenalan publik sekaligus memperkuat basis dukungan menjelang Pemilu 2029. *




Christian Widodo Optimistis PSI NTT Makin Berkembang Usai Kunjungan Jokowi ke Kupang

Kupang,nwartapedia.com   —  Ketua DPW Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT), dr. Christian Widodo, optimistis perkembangan PSI di NTT akan semakin pesat menyusul kehadiran Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo, di Kota Kupang.

Hal tersebut disampaikan Christian Widodo saat diwawancarai awak media di lobi Hotel Harper Kupang, Sabtu (1/8/2026).

Menurut Christian, kehadiran Joko Widodo di Kupang diharapkan memberikan energi positif bagi perkembangan PSI, termasuk mendorong semakin banyak masyarakat bergabung dengan partai tersebut.

“Tentu harapannya besar. Dengan hadirnya Bapak Joko Widodo, mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia di Kupang ini, dan beliau pulang, pasti diikuti dengan banyak yang bergabung di PSI,” ujar Christian.

Ia mengatakan, dari sisi struktur organisasi, PSI NTT terus melakukan pembenahan di berbagai tingkatan.

Untuk struktur DPD, menurut Christian, telah mencapai 100 persen, sementara struktur DPC hampir rampung 100 persen. Adapun struktur tingkat ranting atau PRD masih terus dalam proses penyelesaian.

Christian menyebut ada tiga hal utama yang menjadi fokus PSI NTT dalam memperkuat organisasi.

“Kalau saya boleh bagi dalam tiga bagian besar, pertama pembenahan struktur, kedua mencari caleg-caleg yang potensial, dan terakhir hadir dan kerja untuk rakyat,” jelasnya.

Menurutnya, ketiga langkah tersebut menjadi kunci untuk memperkuat PSI sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap partai.

Christian juga menyampaikan optimismenya terhadap peluang peningkatan perolehan kursi PSI di NTT pada pemilu mendatang.

Ia mengatakan, PSI NTT saat ini memiliki sejumlah capaian politik yang menjadi modal untuk terus berkembang.

Christian menyebut PSI NTT memiliki total 34 kursi serta empat kepala daerah, termasuk kepala daerah yang diusung maupun didukung PSI.

“Kita sangat optimis dengan perkembangan PSI di NTT. Partai yakin nanti ke depan kursinya akan bertambah,” katanya.

Ia menegaskan, target tersebut harus diikuti dengan kerja nyata di setiap daerah pemilihan.

Sebagai contoh, untuk DPRD Provinsi NTT yang memiliki delapan daerah pemilihan, PSI menargetkan adanya keterwakilan kursi di setiap dapil.

“Kalau DPRD provinsi ada delapan dapil, maka harus minimal delapan kursi,” ujarnya.

Lebih lanjut, Christian mengatakan penguatan struktur organisasi menjadi salah satu pekerjaan utama PSI NTT.

Untuk wilayah Kota Kupang, struktur organisasi PSI disebut telah rampung hingga tingkat kelurahan.

Namun, penyelesaian struktur di seluruh wilayah NTT masih menghadapi tantangan geografis karena NTT terdiri dari banyak pulau dan wilayah dengan akses yang tidak selalu mudah.

“Untuk PSI NTT, dari tingkat Kota Kupang sudah rampung hingga tingkat kelurahan. Di sini kita ada 22 kabupaten/kota dan kita terpisah pulau. Ada pulau-pulau kita yang agak jauh sehingga belum rampung sampai di tingkat ranting,” jelasnya.

Karena itu, Christian mengajak seluruh jajaran PSI untuk bekerja bersama menyelesaikan pembentukan struktur hingga ke tingkat paling bawah.

Ia optimistis target penyelesaian struktur organisasi PSI di seluruh NTT dapat tercapai.

“Kita harus bekerja bersama untuk melihat masyarakat dan saya yakin itu akan 100 persen,” tegasnya.

Christian menambahkan, penguatan struktur partai tidak boleh hanya berorientasi pada kepentingan politik, tetapi harus diikuti dengan kehadiran dan kerja nyata di tengah masyarakat.

Dengan tiga fokus utama, yakni pembenahan struktur, penjaringan calon legislatif potensial, serta kerja nyata untuk rakyat, PSI NTT optimistis dapat memperluas dukungan masyarakat dan meningkatkan perolehan kursi pada pemilu mendatang. (MI)




Diundang Khusus FMIPA UGM, SMA Katolik Giovanni Kupang Buka Peluang Kolaborasi Pendidikan

Kupang,nwartapedia.com  —  SMA Katolik Giovanni Kupang mendapat undangan khusus dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk mengikuti International Workshop Penguatan Kemitraan Pendidikan yang berlangsung di Yogyakarta, 29–31 Juli 2026.

Kepala SMA Katolik Giovanni Kupang, RD. Drs. Stefanus Mau, Pr., atau yang akrab disapa Romo Stef, hadir langsung dalam kegiatan tersebut sebagai perwakilan sekolah.

Undangan khusus tersebut menjadi momentum penting bagi SMA Katolik Giovanni Kupang untuk memperluas jaringan kerja sama sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan perguruan tinggi dalam pengembangan kualitas pendidikan.

Workshop internasional tersebut mengangkat tema “Strengthening Teachers’ Science and Technology Literacy Through Coaching Program” dan mempertemukan unsur perguruan tinggi, kepala sekolah serta tenaga pendidik dari berbagai daerah.

Kegiatan diarahkan untuk memperkuat hubungan antara pendidikan menengah dan perguruan tinggi, khususnya dalam meningkatkan literasi sains dan teknologi bagi para pendidik.

Dalam kegiatan tersebut, empat sekolah dari Nusa Tenggara Timur mendapat kesempatan untuk hadir.

Keempatnya yakni SMA Katolik Giovanni Kupang, SMA Arnoldus Janssen Kupang, SMA Katolik Regina Pacis Bajawa, dan SMA Negeri 1 Kota Kupang.

Kehadiran sekolah-sekolah tersebut menjadi kesempatan bagi lembaga pendidikan di NTT untuk memperluas wawasan sekaligus membangun jejaring dengan institusi pendidikan tinggi.

Bagi SMA Katolik Giovanni Kupang, kesempatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan dan mempersiapkan peserta didik menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mendapatkan berbagai materi mengenai penguatan literasi sains dan teknologi bagi guru.

Selain itu, peserta diperkenalkan dengan konsep coaching program sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik.

FMIPA UGM juga memperkenalkan sejumlah program akademik dan pengembangan sumber daya manusia, termasuk International Undergraduate Program (IUP), program Magister, penelitian, inovasi, serta peluang pengembangan kerja sama antara sekolah dan perguruan tinggi.

Informasi tersebut membuka ruang bagi sekolah untuk mengenal lebih jauh berbagai peluang pendidikan lanjutan dan pengembangan kompetensi bagi guru maupun siswa.

International Workshop tersebut menghadirkan sejumlah pembicara dari dalam dan luar negeri.

Di antaranya Prof. Dr. Wening Udasmoro, S.S., M.Hum., DEA., Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM; Prof. Lee Hon-man, Ph.D. dari National Changhua University of Education, Taiwan; Dr.-Ing. Hutomo Suryo Wasisto, M.Eng. dari Infineon Technologies AG, Jerman; serta Prof. Dr. Eng. Kuwat Triyana, M.Si., Dekan FMIPA UGM.

Selain pemaparan materi, kegiatan juga diisi dengan diskusi mengenai berbagai tantangan pendidikan, penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), serta penjajakan peluang kemitraan dan inovasi pendidikan.

Keikutsertaan SMA Katolik Giovanni Kupang dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah untuk terus meningkatkan mutu pendidikan melalui kolaborasi dan inovasi.

Penguatan literasi sains dan teknologi menjadi salah satu aspek penting dalam mempersiapkan guru dan siswa menghadapi perubahan serta tantangan pendidikan di masa depan.

Melalui jejaring kemitraan yang semakin luas, SMA Katolik Giovanni Kupang berupaya menghadirkan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga membangun karakter, kompetensi, kreativitas, dan kesiapan siswa menghadapi persaingan global.

Dari Nusa Tenggara Timur, GIVANS terus mendorong langkah-langkah strategis untuk membangun pendidikan yang lebih maju dan berkualitas.

Semangat tersebut sejalan dengan nilai yang terus dihidupi SMA Katolik Giovanni Kupang:

Love • Service • Obedience

Cinta • Pelayanan • Ketaatan. ***




Rektor Undana Pastikan Jessica Pulih dan Lulus, Kampus Siapkan Pengawalan Akademik

Kupang,nwartapedia.com  — Rektor Universitas Nusa Cendana (Undana), Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., memastikan pihak kampus memberikan perhatian penuh terhadap kondisi Jessica Sofia Tunardjo, mahasiswi semester X Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Undana.

Hal tersebut disampaikan Prof. Jefri saat membesuk Jessica yang tengah menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Wirasakti Kupang, Sabtu (1/8/2026) pagi.

Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan langsung jajaran pimpinan Undana menyusul persoalan akademik yang dialami Jessica terkait pembatalan ujian skripsi yang disebut terjadi secara mendadak.

Dalam kunjungan tersebut, Prof. Jefri didampingi Wakil Rektor I Prof. Dr. dr. Annytha I. R. Detha, M.Si., Wakil Rektor III Dr. Rudi Rohi, M.Si., Wakil Rektor IV Prof. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., M.Sc., Ph.D., Dekan FKM Prof. Dr. Apris A. Adu, M.Kes., serta sejumlah dosen dan pegawai.

Prof. Jefri mengatakan, prioritas utama saat ini adalah memastikan Jessica mendapatkan pemulihan kesehatan secara maksimal.

“Saya sudah bertemu keluarga dan adik Jessica. Kami sampaikan agar fokus dulu pada pemulihan kesehatannya. Soal kelanjutan studi dan hak akademiknya, kampus menjamin akan dipenuhi sepenuhnya,” ujar Prof. Jefri.

Menurut Rektor, kondisi Jessica menunjukkan perkembangan positif setelah menjalani perawatan intensif dan beristirahat selama beberapa hari.

“Kami tentu bukan ahli kesehatan, namun dari penuturan adik Jessica sendiri, kondisinya terasa jauh lebih baik dibanding hari-hari sebelumnya. Walau masih butuh perawatan medis lanjutan, kabar perkembangan ini menjadi penyemangat bagi kita semua,” jelasnya.

Prof. Jefri menegaskan, setelah kondisi Jessica pulih, pihak rektorat bersama fakultas dan program studi akan mengawal proses penyelesaian studi, mulai dari proposal hingga skripsi.

Pengawalan tersebut dilakukan agar hak akademik Jessica tetap terpenuhi dan proses penyelesaian studinya dapat berjalan dengan baik hingga meraih gelar sarjana.

Prosedur Akademik Akan Dievaluasi

Selain memastikan kelanjutan studi Jessica, Undana juga akan melakukan evaluasi terhadap prosedur bimbingan dan pelaksanaan proses akademik.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bahan perbaikan agar persoalan serupa tidak kembali terjadi di lingkungan akademik Undana.

Rektor juga mengungkapkan bahwa persoalan Jessica telah mendapat perhatian dari tingkat kementerian.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Prof. Brian Yuliarto, ST., M.Eng., Ph.D., disebut sempat berkomunikasi langsung dengan Jessica melalui sambungan video call.

“Tadi Pak Menteri berkomunikasi langsung via video call dengan adik Jessica untuk menanyakan kondisi kesehatannya. Pihak kementerian mendukung penuh agar Jessica bisa pulih dan menyelesaikan studinya sampai meraih gelar sarjana,” terang Prof. Jefri.

Menurutnya, keluarga Jessica menyambut baik perhatian dan dukungan yang diberikan pihak kampus maupun kementerian.

Undana Tegaskan Tidak Toleransi Pelanggaran Etika

Sebelumnya, Wakil Rektor IV Undana, Prof. Philiphi de Rozari, menegaskan bahwa kampus tidak memberikan toleransi terhadap pelanggaran etika di lingkungan akademik.

“Prinsipnya Undana zero tolerance. Tidak ada toleransi untuk kekerasan atau pelanggaran dalam bentuk apa pun di kampus. Kami sedang mendalami seluruh fakta agar informasi yang keluar benar-benar akurat,” tegas Philiphi.

Ia meminta masyarakat memberikan waktu kepada tim internal Undana untuk melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

Menurutnya, proses pemeriksaan harus dilakukan secara objektif sehingga penyelesaian persoalan dapat memberikan rasa keadilan bagi semua pihak.

Pendampingan Psikologis Disiapkan

Sementara itu, Dekan FKM Undana, Prof. Apris Adu, mengatakan pihak fakultas terus memberikan perhatian terhadap kondisi Jessica.

Pendampingan psikologis dari Program Studi Psikologi Undana juga disiapkan setelah kondisi medis Jessica dinyatakan membaik.

Terkait informasi mengenai pembatalan ujian skripsi yang beredar, Prof. Apris mengatakan proses klarifikasi masih berlangsung.

Ia menjelaskan, proses tersebut perlu dilakukan secara hati-hati karena salah satu dosen penguji tengah berduka, sedangkan dosen pembimbing Jessica berada di luar daerah.

Karena itu, pihak kampus mengimbau masyarakat agar tidak terburu-buru mengambil kesimpulan berdasarkan informasi yang belum terverifikasi.

Undana memastikan seluruh fakta akan didalami dan hasil pemeriksaan menjadi dasar dalam mengambil langkah selanjutnya.

Fokus pada Pemulihan dan Masa Depan Akademik

Kunjungan Rektor Undana bersama jajaran pimpinan ke RS Wirasakti menjadi bentuk perhatian kampus terhadap kondisi Jessica.

Undana memastikan pemulihan kesehatan Jessica menjadi prioritas sebelum kembali melanjutkan proses akademiknya.

Setelah dinyatakan pulih, pihak rektorat, fakultas, dan program studi akan mengawal proses penyelesaian proposal hingga skripsi.

Langkah tersebut diharapkan memberikan kepastian bagi Jessica untuk melanjutkan studi dengan baik dan menyelesaikan pendidikan hingga memperoleh gelar sarjana. **