Tim Transisi Siap Amankan Agenda Pemerintahan Baru di Kota Kupang

 

Kupang, nwartapedia.com – Untuk memastikan transisi pemerintahan berjalan mulus, tim transisi yang terdiri dari enam anggota resmi dibentuk.

Tim ini mencakup perwakilan dari Partai Gerindra, PSI, dan tim pemenangan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang terpilih, dr. Christian Widodo dan Serena Francis.

“Tim transisi bertugas memastikan sinkronisasi antara pemerintahan lama dan baru, sehingga semua program prioritas bisa segera dijalankan begitu pelantikan selesai,” kata Isodorus Lilijawa, salah satu anggota tim transisi dalam konferensi pers yang berlangsung di Klinik Kupang Graha Medika pada Sabtu (18/1/2025).

Sementara itu, Wali Kota terpilih, dr. Christian Widodo memberikan apresiasi kepada tim transisi yang telah menjembatani komunikasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“Dengan adanya tim ini, kami sudah bisa merancang berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Salah satu program utama yang telah dirancang dalam Anggaran Tahun 2025 adalah penanganan sampah, yang menjadi isu prioritas di Kota Kupang.

Christian Widodo berharap program ini dapat berjalan optimal pada akhir 2025 dan memberikan dampak signifikan pada tahun berikutnya.

“Kami ingin saat pelantikan nanti, pemerintahan ini bisa langsung berlari kencang untuk melayani masyarakat,” tegas Christian.

Christian juga memberikan pesan tegas kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk tidak merasa khawatir tentang stabilitas posisi mereka selama lima tahun ke depan.

“Selama kinerja baik, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Kami akan fokus pada peningkatan pelayanan dan memaksimalkan potensi ASN yang ada,” ujarnya, menegaskan pentingnya dedikasi dalam melayani masyarakat.

Menurutnya, tim ini memiliki peran strategis untuk memastikan kelancaran proses transisi dan mengawal realisasi program-program prioritas pemerintahan baru.

“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen dr. Christian Widodo dan Serena Francis untuk memulai kepemimpinan mereka dengan efisiensi dan fokus pada kebutuhan masyarakat,”ungkapnya..

Wali Kota Terpilih ini berharap sinergi antara tim transisi, OPD, dan para ASN mampu mempercepat pencapaian target pembangunan di Kota Kupang.

Adapun enam anggota tim transisi yang ditunjuk adalah Isodorus Lilijawa, Merry Salouw, Kanisius To, Muhamad Ramli, Ahmad Talib dan Kenny Sau. (MI)




Pimpin dengan Efisiensi, Wali Kota Kupang Terpilih Alihkan Anggaran Mobil Dinas ke Program Rakyat

 

Kupang,nwartapedi.com – Wali Kota dan Wakil Wali Kota kupang terpilih, dr. Christian Widodo-Serena Francis akan memulai masa kepemimpinan mereka dengan langkah berani dan tegas.

Mereka menolak pengadaan mobil dinas baru dan memilih mengalihkan anggarannya untuk mendukung program-program yang langsung berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

“Kami akan tetap menggunakan mobil dinas yang lama. Anggaran yang cukup besar untuk pengadaan mobil baru itu lebih baik dialihkan ke program prioritas,” ujar Christian Widodo saat konferensi pers yang digelar di Klinik Kupang Graha Medika pada Sabtu (18/1/2025).

Keputusan ini, menurut Christian Widodo diambil setelah melalui diskusi dengan DPRD Kota Kupang.

“Kami berdua menolak mobil dinas dan didukung oleh DPRD Kota Kupang. Oleh karena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada pimpinan dan anggota DPRD yang telah mendukung kami,” tambahnya.

Langkah ini tidak hanya menjadi simbol efisiensi anggaran, tetapi juga mencerminkan komitmen transparansi dalam mengelola dana publik.

Christian Widodo menekankan bahwa kebijakan ini merupakan bagian dari visi mereka untuk menciptakan perubahan yang nyata di Kota Kupang.

“Menolak fasilitas baru dan memprioritaskan efisiensi anggaran adalah bukti komitmen kami untuk membangun Kota Kupang yang lebih baik dan berdaya saing,” jelasnya.

Keputusan ini mendapat respons positif dari masyarakat, yang mengapresiasi kebijakan tersebut sebagai bukti keberpihakan pada kebutuhan rakyat.

Anggaran yang sebelumnya dialokasikan untuk pengadaan mobil dinas akan difokuskan pada program-program prioritas, seperti peningkatan layanan pendidikan, kesehatan, dan pembangunan infrastruktur dasar.

Kebijakan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi pemimpin daerah lain untuk mengutamakan efisiensi dan kebermanfaatan anggaran, demi terciptanya pemerintahan yang lebih berpihak pada rakyat. (MI)




Bela Kebenaran, Yen Oni Berikan Pesan

 

Kupang,nwartapedia.com  –  Kebenaran adalah keadaan yang sesuai dengan kenyataan, atau persesuaian antara pengetahuan, penalaran, dan objek.

Dengan senyum, Yen oni siap terima panggilan dari polda NTT terkait laporan Rudi Soik (RS). Selasa 7/1/24.

Menurut yen oni, laporan saudara RS salah kaprah Semestinya laporan tersebut dialamatkan kepada Aliansi Peduli Kemanusiaan, bukan terhadap perseorangan.

“Mengingat segala apapun reaksi dan orasi yang tercipta dalam aksi kami adalah oleh dan atas nama Aliansi Peduli Kemanusiaan”. Ungkapnya.

“Aksi kami bukan aksi liar, kami punya ijin dari Kepolisian sehingga segala orasi kami dijamin dan dilindungi hukum tetapi bagaimanapun itu sebagai Warga Negara Indonesia yang sadar hukum saya akan tetap kooperatif menghadapi ini”. Jelasnya.

Apa yang disampaikan di muka publik adalah bagian dari memberikan pendapat dan ketidakpuasan atas memberikan pendapat.

Hak memberikan pendapat merupakan hak asasi manusia yang dijamin dalam Undang-Undang Dasar 1945.

Hak ini diartikan sebagai hak untuk mengemukakan pendapat atau pemikiran secara bebas tanpa takut akan pembatasan atau hukuman dari pihak lain.

“Tidak ada kebimbangan atau kecemasan sedikitpun, saya justru melihat ini sebagai momentum istimewa dimana kebenaran itu diberi jalan dan ruang untuk memperlihatkan keberadaan-nya”. Tegas Oni.

Yang berikut saya melihat hal ini juga merupakan pembuktian bahwa aksi kami, Tambah oni, (Aliansi Peduli Kemanusiaan) bukanlah aksi orderan POLDA NTT. Ini jelas mematahkan anggapan segelintir orang bahwa saya/kami adalah massa bayaran POLDA NTT.

“SEYAKIN APAKAH ANDA BISA MEMPERTANGGUNG JAWABKAN ORASI ANDA YANG MENYINGGUNG NAMA SAUDARA RUDY SOIK”Tegasnya.

“Saya sangat yakin dan optimis, se’optimis suara teriakan saya! Dan semoga saya bisa menjadi contoh untuk kemudian diikuti oleh milenial Jangan diam saja ketika melihat fenomena ketidak benarJan Jangan jadi penonJang Jangan pernah takut terhadap resiko apapun jika Anda tau yang benar Lantangkan suaramu, bersuaralah”. Tegas Oni.

Masyarakat membutuhkan Anda untuk mendapatkan keadilan, Semua orang juga pasti akan mati, tapi saya ingin pastikan bahwa saya tidak mati sia-sia!

Setidaknya saya menebar benih-benih keberanian kepada masyarakat agar tidak takut bersuara.

“saya berharap perjuangan Aliansi Peduli Kemanusiaan NTT ini menjadi perhatian dan atensi KAPOLRI bahkan Presiden RI Bapak Jenderal TNI Purn. Prabowo Subianto, Setidaknya buatlah kami percaya bahwa keadilan itu masih ada. Saya rasa itu……” tutupnya. (MN)




HPN 2025 Siap Digelar di Banjarmasin, Ketum PWI Pusat Minta Persiapan Teknis Dimulai Pekan Depan

 

Jakarta,nwartapedia.com  –  Persiapan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 terus dipercepat setelah mendapat dukungan penuh dari Gubernur Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhidin. Ketua Umum Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Hendry Ch Bangun, meminta Panitia Pelaksana (Panpel) HPN 2025 segera bergerak melakukan persiapan teknis di lapangan mulai pekan depan. HPN 2025 dijadwalkan berlangsung di Banjarmasin, Kalsel.

“Mulai pekan depan, Tim HPN Pusat harus terjun langsung ke lapangan untuk mempersiapkan teknis acara. Koordinasi intensif dengan PWI Kalsel dan Pemprov Kalsel sangat penting mengingat waktu yang tersisa hanya sekitar satu bulan,” ujar Hendry saat memimpin rapat Panpel HPN 2025 di Jakarta, Jumat (3/1/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh Ketua PWI Kalsel H. Zainal Hilmie, Sekretaris PWI Kalsel Toto Fachrudin, dan Kepala Dinas Kominfo Kalsel Muhamad Muslim. Ketua Panpel HPN 2025, Raja Pane, memimpin rapat yang membahas persiapan akhir menuju perhelatan akbar tahunan insan pers ini.

Dalam rapat, Ketua PWI Kalsel Zainal Hilmie melaporkan hasil audiensinya dengan Gubernur Kalsel Muhidin sehari sebelumnya. Menurut Hilmie, Gubernur memberikan dukungan penuh terhadap penyelenggaraan HPN 2025 dan berkomitmen menyukseskan seluruh rangkaian acara.

“Gubernur Kalsel sangat mendukung dan berharap HPN 2025 bisa membawa dampak positif bagi daerah, terutama untuk sektor pertanian, UMKM, dan iklim pers yang sehat di Kalsel,” ungkap Zainal Hilmie. Pernyataan tersebut diperkuat oleh Kadis Kominfo Kalsel Muhamad Muslim, yang menambahkan bahwa gubernur menginginkan HPN 2025 turut memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kalsel.

Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun menyambut baik komitmen Pemprov Kalsel. Ia optimis HPN 2025 akan berjalan sukses, bahkan berharap kehadiran Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka pada puncak acara.

“Saya merasa optimis dengan persiapan ini. Teruslah bekerja keras, koordinasikan semua hal dengan baik, dan jangan lupa berdoa. Semoga Presiden dan Wakil Presiden bisa hadir di HPN 2025,” ujar Hendry.

Panpel HPN 2025 telah menyusun berbagai kegiatan unggulan, di antaranya penganugerahan Adinegoro, pameran pers nasional, seminar pemanfaatan kecerdasan buatan (AI), Rakernas Siwo, dan konvensi media. Selain itu, akan digelar seminar bertajuk Prabowonomics, aksi wartawan menanam pohon di atas lahan lima hektare, hingga gerakan makan bergizi gratis bersama Presiden dan Wapres.

Ketua Panpel HPN 2025, Raja Pane, menegaskan bahwa tim akan turun langsung ke Banjarmasin untuk memastikan kesiapan lapangan dan menyelaraskan program dengan panitia lokal. Salah satu fokus utama adalah persiapan 15 panggung yang akan memeriahkan acara puncak, pelantikan kepala daerah se-Kalsel, serta pameran UMKM.

“Kita ingin semua kegiatan berjalan lancar dan maksimal. Oleh karena itu, seluruh tim akan bekerja sama erat dengan panitia lokal untuk menyesuaikan program dengan kondisi di lapangan,” ujar Raja Pane.

Acara puncak HPN 2025 ditargetkan berlangsung pada 9 Februari 2025. Meski demikian, tanggal tersebut masih tentatif karena menyesuaikan dengan agenda nasional.

Raja Pane berharap HPN 2025 menjadi ajang berkumpulnya insan pers dari seluruh Indonesia, sekaligus mempererat silaturahmi dan meningkatkan profesionalisme dunia pers tanah air.

“Kami optimis, dengan kerja keras dan dukungan semua pihak, HPN 2025 di Banjarmasin akan menjadi momentum bersejarah bagi dunia pers Indonesia,”pungkasnya. *

 




BPS NTT: Indeks Pembangunan Manusia Provinsi NTT Tahun 2024 Mencapai 69,14

 

Kupang,nwartapedia.com  – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mengumumkan bahwa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) NTT pada tahun 2024 mencapai angka 69,14. Angka ini mengalami peningkatan sebesar 0,74 poin atau 1,08 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 68,40.

Kepala BPS NTT, Matamira B. Kale, S.Si, M.Si, menyampaikan bahwa kenaikan ini menunjukkan perbaikan signifikan dalam berbagai aspek pembangunan manusia di provinsi tersebut.

“IPM merupakan indikator penting yang mengukur capaian pembangunan manusia dari tiga dimensi utama, yakni umur panjang dan sehat, pengetahuan, serta standar hidup layak,” ujar Matamira dalam konferensi pers, Kamis (2/1/2025).

Pada dimensi kesehatan, harapan hidup di NTT pada tahun 2024 mencapai 71,83 tahun, meningkat 0,26 tahun dibandingkan dengan mereka yang lahir pada tahun sebelumnya. Data ini diperoleh berdasarkan hasil Long Form Sensus Penduduk 2020 (SP2020-LF).

Sementara itu, pada dimensi pengetahuan, terdapat peningkatan pada dua indikator utama yakni Harapan Lama Sekolah (HLS) penduduk umur 7 tahun meningkat dari 13,22 tahun menjadi 13,23 tahun, naik 0,01 tahun dibandingkan tahun sebelumnya.

Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) penduduk usia 25 tahun ke atas mengalami peningkatan sebesar 0,20 tahun, dari 7,82 tahun pada 2023 menjadi 8,02 tahun di tahun 2024.

“Kenaikan indikator pendidikan ini mengindikasikan bahwa penduduk NTT memiliki akses pendidikan yang semakin baik dan terus mengalami perbaikan,” jelas Matamira.

Data mengenai HLS dan RLS diambil dari hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional (Susenas) Maret 2024.

Pada dimensi standar hidup layak, BPS mencatat adanya peningkatan rata-rata pengeluaran riil per kapita per tahun sebesar Rp286 ribu atau 3,47 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini menunjukkan adanya perbaikan daya beli masyarakat yang turut mendorong peningkatan kualitas hidup penduduk di NTT.

“Peningkatan ini merupakan sinyal positif bagi perekonomian daerah dan kualitas hidup masyarakat. Sumber data pengeluaran riil ini berasal dari hasil Susenas Maret 2024,” tambah Matamira.

Harapan Peningkatan Berkelanjutan
Matamira B. Kale menegaskan bahwa meskipun IPM NTT terus menunjukkan peningkatan, tantangan pembangunan manusia di wilayah tersebut masih memerlukan perhatian serius. Pemerintah diharapkan terus memperkuat program-program di bidang kesehatan, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat guna mencapai target pembangunan berkelanjutan.

“Kami optimis, dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat, IPM NTT akan terus meningkat di masa mendatang,” tutupnya.

Peningkatan IPM NTT ini menjadi pencapaian penting yang diharapkan dapat mendorong pembangunan sosial dan ekonomi di provinsi tersebut serta memperbaiki kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh. (MI)

 




Kenaikan PPN Jadi 12 Persen, Pj. Gubernur NTT: Hanya Berlaku untuk Barang dan Jasa Mewah

 

Kupang,nwartapedia.com  – Penjabat (Pj.) Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. Andriko Noto Susanto, memastikan bahwa kenaikan tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN) menjadi 12 persen hanya diterapkan untuk barang dan jasa mewah. Kebijakan ini, tegas Andriko, tidak akan memengaruhi kebutuhan pokok masyarakat.

“Kebijakan ini mengikuti arahan Bapak Presiden Prabowo Subianto. PPN 12 persen hanya berlaku untuk barang dan jasa mewah, bukan untuk kebutuhan pokok yang digunakan sehari-hari oleh masyarakat,” ujar Andriko dalam keterangannya pada Kamis (2/1/2025).

Barang mewah yang dimaksud mencakup hunian dengan harga di atas Rp30 miliar, seperti apartemen eksklusif, kondominium, dan town house. Selain itu, tarif PPN ini juga berlaku untuk barang tertentu seperti pesawat pribadi, kapal pesiar, senjata api, serta peluru.

Sebaliknya, kebutuhan dasar seperti beras, daging, sayuran, ikan, susu, jasa pendidikan, kesehatan, dan transportasi umum tetap dikenakan PPN 0 persen. “Arahan Presiden jelas. Kebijakan ini dirancang untuk melindungi masyarakat kecil dan menjaga daya beli mereka,” tegasnya.

Kebijakan tersebut diumumkan oleh Presiden Prabowo Subianto dalam konferensi pers di Jakarta pada Selasa (31/12/2024). Presiden menegaskan bahwa kenaikan tarif PPN didasarkan pada Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP).

“Langkah ini diambil untuk menciptakan keadilan sosial dan pemerataan ekonomi. Barang mewah dikenakan tarif lebih tinggi agar tidak membebani masyarakat kecil,” ujar Presiden Prabowo.

Sebagai bentuk komitmen melindungi masyarakat, pemerintah juga menyediakan paket stimulus senilai Rp38,6 triliun. Stimulus tersebut mencakup bantuan beras 10 kilogram per bulan untuk 16 juta penerima, diskon 50 persen tarif listrik bagi pelanggan dengan daya maksimal 2.200 volt, insentif PPh Pasal 21 bagi pekerja dengan gaji di bawah Rp10 juta per bulan, serta pembebasan pajak bagi UMKM dengan omzet di bawah Rp500 juta per tahun.

“Komitmen pemerintah adalah berpihak kepada rakyat kecil, melindungi daya beli mereka, dan mendorong pemerataan ekonomi,” ujar Presiden Prabowo.

Menutup keterangannya, Pj. Gubernur Andriko berharap masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh isu yang tidak berdasar.

“Kenaikan PPN ini tidak akan berdampak pada kebutuhan pokok. Mari kita fokus membangun ekonomi daerah sesuai arahan Presiden,” katanya.

Kebijakan ini diharapkan dapat memberikan kejelasan kepada masyarakat serta mendukung upaya pemerintah dalam mewujudkan pemerataan kesejahteraan di seluruh wilayah Indonesia. ***

 




Capaian Kerja BNNP NTT Tingkatkan Upaya Penanggulangan Narkotika di Tahun 2024

 

Kupang,nwartapedia.com  – Badan Narkotika Nasional Provinsi Nusa Tenggara Timur (BNNP NTT) mencatat berbagai pencapaian signifikan dalam upaya pemberantasan, rehabilitasi, dan pencegahan penyalahgunaan narkotika sepanjang tahun 2024.

Berikut adalah rangkuman laporan kinerja BNNP NTT yang disampaikan oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Brigjen Pol. Totok Lisdiarto S, S.I.K., S.H., M.H., pada konferensi pers didampingi oleh Kepala Bidang Pemberantasan dan intelijen BNNP NTT, Sonny W. Siregar yang berlangsung di Lantai 2 Kantor BNN Provinsi NTT pada Senin (23/12/2024).

Pada bidang Pemberantasan, Brigjen Pol Totok menjelaskan, pada tahun 2024,  BNNP NTT berhasil mengungkap empat kasus narkotika dengan barang bukti berupa 1,8106 gram methamphetamine (shabu) dan 531,2067 gram THC (ganja) yang telah dimusnahkan sesuai prosedur.

“Selain itu, 32 tersangka menjalani proses Asesmen Terpadu melalui Tim Asesmen Terpadu (TAT) yang melibatkan tim medis dan hukum,”Ungkapnya.

Pada bidang rehabilitasi, Brigjen Pol Totok menjelaskan, sebanyak 50 pecandu/penyalahguna narkotika menjalani layanan rehabilitasi di tahun ini. Untuk meningkatkan kualitas layanan, dua petugas rehabilitasi berhasil meraih sertifikasi kompetensi sebagai konselor adiksi.

“Guna mengatasi kesenjangan layanan, BNNP NTT membentuk 2 unit Intervensi Berbasis Masyarakat (IBM) dengan melibatkan 10 agen pemulihan, yang telah membantu rehabilitasi 7 klien,”jelasnya.

Dalam bidang Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kepala BNNP NTT mengungkapkan, Program Desa Bersinar (Bersih dari Narkoba) diterapkan di 8 desa/kelurahan termasuk Desa Bolok dan Desa Tesabela. BNNP NTT juga melibatkan:

“40 keluarga dalam Intervensi Ketahanan Keluarga. 30 remaja dalam pelatihan Anti Narkoba. 130 relawan Anti Narkoba serta memberikan edukasi kepada 17.154 pelajar dan mahasiswa,”ujarnya.

Selain itu, BNNP NTT juga melakukan tes urine kepada 1.752 orang di instansi pemerintah, pendidikan, swasta, dan masyarakat untuk deteksi dini penyalahgunaan narkotika.

Ditambahkan, Brigjen Pol. Totok, BNNP NTT juga melakukan Kolaborasi Strategis dengan menandatangani 6 dokumen kerja sama, termasuk dengan Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat, UPBU Komodo, KSOP Labuan Bajo, dan Balai Taman Nasional Komodo.

“Sinergi juga dilakukan dengan TP PKK Provinsi NTT dalam program Ketahanan Keluarga Anti Narkoba serta berbagai komunitas pemuda,”tambahnya.

Sementara itu BNNP NTT melakukan sosialisasi ke Media Sosial dan berbagai Inovasi 

“BNNP NTT memanfaatkan media sosial untuk edukasi, seperti melalui konten Santun, Warung Mince Series, dan Si Pena. Masyarakat dapat mengikuti perkembangan BNNP NTT melalui Facebook: BNN Provinsi NTT, Instagram: infobnn_prov_ntt, Twitter: @bnnpntt, YouTube: BNN Provinsi NTT, TikTok: bnnpntt dan Website: ntt.bnn.go.id,”ungkapnya.

Kepala BNNP NTT, Brigjen Pol. Totok Lisdiarto S, S.I.K., S.H., M.H., dalam kesempatan tersebut  menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk mewujudkan Indonesia Bersinar.

“Sinergi dan dukungan dari semua pihak adalah kunci utama dalam memerangi penyalahgunaan narkotika,” ujarnya.

BNNP NTT terus berkomitmen melindungi generasi muda NTT dari ancaman narkotika demi masa depan yang lebih cerah. (MI).




Membedah Cerita Film “Pesantren Kung Fu” Garapan Roy Wijaya

 

Jakarta,nwartapedia.com  – Sebuah karya film yang unik dan memadukan dua budaya besar, Pesantren Kung Fu, menjadi perbincangan hangat.

Film ini merupakan hasil gagasan produser Julizar Idris yang dikembangkan oleh penulis sekaligus sutradaranya, Roy Wijaya.

Film ini mencoba menggabungkan kisah sejarah, budaya, dan aksi seni bela diri dalam balutan cerita yang menarik.

Roy Wijaya, melalui riset literasi budaya yang mendalam, merujuk pada catatan sejarah Islam di China.

Ia menggambarkan bagaimana agama Islam pertama kali masuk ke China pada abad ke-7, di bawah pemerintahan Dinasti Tang. Peran penting Khalifah Utsman yang mengutus Sa’ad bin Abi Waqqas bersama rombongan menjadi bagian penting dari narasi ini.

Hubungan erat antara Islam dan budaya China mulai terbangun sejak Kaisar Yung Wei menerima utusan tersebut dan memberikan izin untuk mendirikan Masjid Huaisheng di Canton, masjid pertama di China.

Film ini tidak hanya berkisah tentang seni bela diri Kung Fu, tetapi juga menyajikan perpaduan budaya yang kental antara Indonesia dan China. Kedekatan budaya ini, yang terlihat dari pengaruh seni, agama, dan perdagangan, menjadi landasan utama cerita film.

Perkembangan Islam di China, yang membawa etnis Hui Chi sebagai pemeluk pertama, serta peran pedagang muslim pada masa Dinasti Song, menjadi referensi penting dalam cerita.

Meski Islam menjadi minoritas di China, film ini menyoroti bagaimana umat Islam tetap mampu menjalankan ibadah dengan leluasa, bahkan di tengah kebijakan negara komunis.

Fakta bahwa terdapat lebih dari 45.000 masjid di China hingga tahun 2012 menjadi salah satu bukti kuat perkembangan Islam di sana.

Dalam Pesantren Kung Fu, Roy Wijaya mencoba menghadirkan sisi menarik dari Kung Fu yang kental dengan budaya China, namun diadaptasi dalam format pesantren.

Kombinasi seni bela diri dan ajaran Islam ini menjadi daya tarik utama film, sekaligus memperkuat pesan persaudaraan antarbudaya.

“Film ini dirancang tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga sebagai media literasi budaya. Kami ingin mengangkat nilai-nilai persaudaraan, sejarah, dan keluhuran budaya antara Indonesia dan China,” ungkap Roy Wijaya.

Saat ini, tim produksi terus menyempurnakan cerita dan adegan dalam film agar lebih menarik untuk ditonton tanpa meninggalkan esensi sejarah dan budaya.

Dengan mengangkat tema unik dan inspiratif, Pesantren Kung Fu diharapkan menjadi film yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mendidik dan mempererat hubungan antara budaya Indonesia dan China. (***)




Grace Duasaru Perempuan Muda Kabupaten Sikka Wujudkan Mimpi Jadi Polwan Berprestasi

 

Kupang,nwartapedia.com  – Dari pelosok Lekeba’i, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), lahir sebuah kisah inspiratif dari seorang perempuan muda bernama Agri Fina Servio Duasaru, atau yang akrab disapa Grace. Lahir pada 6 Mei 2004, putri pasangan Yohanes Adventinus Mitak dan almarhum Marta Zero ini telah membuktikan bahwa kerja keras dan kegigihan mampu mengatasi segala keterbatasan.

Ayah Grace, Yohanes Adventinus Mitak kepada media ini pada Minggu tanggal 22 Desember 2024 menuturkan keinginan Grace untuk menjadi Polwan sejak kecil telah berhaail diraihnya.

Yohanes menuturkan, Grace berhasil mewujudkan impiannya menjadi Polisi Wanita (Polwan) Republik Indonesia, sekaligus mengharumkan nama NTT dengan prestasi luar biasa di tingkat nasional.

“Sejak kecil, Grace sudah memimpikan menjadi seorang Polwan. Pendidikan dasarnya dimulai di SD Imprese Tanangalu, berlanjut ke SMP Pancasila Lekeba’i, hingga menamatkan SMA di Frater Maumere. Namun, meraih cita-citanya bukan perkara mudah,”ungkapnya.

Ia mengatakan, Setelah lulus SMA, Grace memutuskan untuk tidak melanjutkan kuliah demi fokus pada cita-citanya.

“Ia mencoba mengikuti tes masuk Polwan, namun gagal. Tidak menyerah, Grace juga mencoba seleksi di Angkatan Laut, tetapi lagi-lagi hasilnya belum memihak,”kata Yohanes.

Bagi Yohanes, kegagalan demi kegagalan itu justru menjadi batu loncatan bagi Grace untuk terus bangkit.

“Grace menguatkan diri dan menggali potensi lain melalui olahraga pencak silat Perisai Diri, sebuah langkah yang kelak menjadi pembuka jalan baginya,”ujar Yohanes.

Yohanes menuturkan, dengan memiliki bakat luar biasa di bidang pencak silat. Ia berhasil menyabet juara kedua pada kejuaraan tingkat provinsi di Larantuka.

“Dengan modal prestasi ini, ia memberanikan diri mendaftar jalur Bakomsus (keahlian khusus) Polri di saat-saat terakhir menjelang penutupan pendaftaran,”tuturnya.

Dengan bangga dan terhatu, Yohanes menyebut, usaha keras puttinya terbayar lunas. Grace sukses menorehkan sejarah dengan meraih peringkat pertama di Polda NTT untuk jalur Bakomsus, membuktikan dirinya layak bersaing di tingkat nasional.

“Setelah lolos seleksi Polda NTT, Grace mengikuti pendidikan intensif di Sepolwan, Jakarta Selatan. Selama lima bulan, ia menempa diri bersama ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Semangatnya yang pantang menyerah membawa Grace masuk ke jajaran 100 siswa terbaik secara nasional, dengan menempati peringkat ke-78 dari 806 siswa,”sebut ayah yang seharian bekerja sebagai seorang petani.

Pada 18 Desember 2024, Grace resmi dilantik menjadi anggota Polwan Republik Indonesia.

Hari itu menjadi momen bersejarah, tidak hanya bagi dirinya dan keluarga, tetapi juga bagi masyarakat NTT yang bangga atas pencapaian anak daerah mereka.

Bripka Grace Duasaru kini menjadi simbol kebanggaan dan inspirasi.

“Saya bersyukur kepada Tuhan dan berterima kasih kepada keluarga serta semua pihak yang telah mendukung saya. Saya akan menjalankan tugas ini dengan sebaik-baiknya demi mengharumkan nama NTT,” ujar Grace dengan penuh semangat.

Kisah Grace adalah bukti bahwa mimpi besar dapat diraih melalui kerja keras, keteguhan, dan doa.

Sebagai Polwan muda, ia bertekad untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat, sekaligus menjadi teladan bagi generasi muda NTT untuk tidak takut bermimpi dan berjuang.

Dengan semangat juangnya, Grace membawa harapan baru bagi tanah kelahirannya.

Ia tidak hanya menjadi Polwan, tetapi juga pelopor perubahan, bukti bahwa seorang anak daerah mampu bersaing dan berprestasi di kancah nasional. *




Sambut HUT NTT ke-66, Ketua Dekranasda NTT Gelar Parade Tenun dan Hari NTT Bertenun

 

Kupang,nwartapedia.com  – Ketua Dekranasda dan Ketua Tim Prnggerak PKK provinsi Nusa Tenggara Timur, Nyonya Santi Ambarwati, SE, menggelar konferensi pers terkait rangkaian kegiatan dalam rangka HUT ke-66 Nusa Tenggara Timur (NTT)  yang berlangsung di Lantai 1 Kantor Gubernur NTT pada Kamis (19/22/2024).

Salah satu agenda utama adalah Parade Tenun yang akan memperagakan berbagai motif tenun dari seluruh kabupaten/kota di NTT.

Nyonya Santi menjelaskan bahwa setiap kabupaten akan menggunakan tenun khas daerah masing-masing untuk menunjukkan keunikan budaya lokal.

Sementara itu, di tingkat provinsi, tenun dari seluruh daerah akan diperagakan, termasuk motif khas Kota Kupang.

“Motif tenun ini bukan hanya identitas budaya, tetapi juga usaha untuk mempromosikan karya NTT ke seluruh Indonesia dan dunia,” ujar Nyonya Santi.

Salah satu motif unggulan, Motif Sepe, kini sedang dalam proses pengurusan hak paten sebagai upaya pelestarian budaya.

Selain Parade Tenun, Nyonya Santi juga mengumumkan pencanangan 20 Desember sebagai Hari NTT Bertenun yang bertepatan dengan Hari Ulang Tahun NTT.

“Hari ini akan menjadi momentum bagi seluruh masyarakat NTT untuk menggunakan tenun, baik pemerintah, swasta, hingga pelajar,” tambahnya.

Rangkaian acara juga mencakup aksi sosial berupa pemberian bingkisan untuk 1.700 anak stunting dari keluarga kurang mampu di Kota Kupang.

“Konsumsi yang disediakan untuk acara ini berbasis pangan lokal, seperti shotgun jagung rote, agar masyarakat semakin mengenal potensi pangan daerah,” ujarnya.

Acara ini juga melibatkan 51 UMKM yang memamerkan hasil kerajinan dan olahan pangan khas NTT.

Meski banyak UMKM yang berminat ikut serta, keterbatasan tempat menjadi kendala.

Namun, diharapkan partisipasi ini mampu mewakili potensi daerah.

Selain itu, aksi sosial berupa donasi untuk korban terdampak erupsi juga digelar, dengan minimal donasi Rp66 sebagai simbol HUT ke-66 NTT.

Panitia yang terdiri dari Dharma Wanita, PKK, Dekranasda, dan didukung Pemprov NTT berharap acara ini membawa kebahagiaan bagi masyarakat Kupang dan NTT secara umum.

“Kami ingin semua lapisan masyarakat merasakan kebersamaan dan kegembiraan di Hari NTT Bertemu,” tutup Nyonya Santi.

Acara puncak akan diakhiri dengan syukuran dan hiburan yang diharapkan menarik antusiasme masyarakat. (MI)