Hadiri Rapat Tingkat Menteri, Pj. Gubernur: Pemerintah Fokus Percepatan Penanganan Erupsi Gunung Lewotobi dan Konflik Sosial Flores Timur

Kupang,nwartapedia.com – Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, menghadiri Rapat Tingkat Menteri (RTM) guna membahas Percepatan Penanganan Pasca Bencana Erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki dan Konflik Sosial di Kab. Flores Timur, di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK), pada Rabu (20/11/2024).

RTM tersebut dipimpin langsung oleh Menko PMK Pratikno dan dihadiri oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Nusron Wahid, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait, Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Kepala BNPB Suharyanto, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati, Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti, Wakil Menko Polkam Lodewijk Freidrich Paulus, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priono, Pj. Bupati Flores Timur Sulastri Rasyid (secara daring), Kepala Badan Geologi, Dirjen Anggaran Kemenkeu, dan Direktur Rencana dan Penggunaan Kawasan Hutan Kementerian Kehutanan.

Menko PMK menerangkan, aktivitas Gunung Lewotobi Laki-Laki saat ini masih berlangsung, tetapi tanpa indikasi peningkatan. Berdasarkan keterangan yang didapat dari BNPB, radius daerah berbahaya telah dikurangi, dan layanan pengungsian akan terus diupayakan semaksimal mungkin.

“Jumlah pengungsi terpusat sudah mengalami penurunan, sedangkan yang lebih banyak adalah pengungsi mandiri yang bergabung ke sanak keluarga di sekitar,” jelas Pratikno.

Untuk mengantisipasi musim hujan, Pratikno menyampaikan pemerintah telah memutuskan untuk segera membangun hunian sementara bagi pengungsi. Hunian sementara dibangun bersamaan dengan mempersiapkan proses relokasi dan pembangunan hunian tetap.

“Kami memastikan bahwa semua rencana, mulai dari renovasi rumah hingga pembangunan hunian tetap berjalan secara bersamaan, dengan cara itu kita akan bisa memberikan layanan yang baik bagi masyarakat terdampak,” ujar Pratikno.

Mengingat akan adanya proses pemungutan suara dalam Pilkada 2024, Pratikno menjelaskan bahwa proses tersebut akan tetap berlangsung melalui penyediaan TPS Khusus di sekitar pengungsian yang disiapkan oleh KPU.

Lebih lanjut Pratikno turut menerangkan, upaya penanganan konflik sosial yang terjadi di Adonara Barat telah dirumuskan dengan melibatkan semua pihak terkait. Perencanaan pembangunan rumah yang rusak akibat konflik telah disiapkan dengan melibatkan pihak-pihak yang bersengketa.

“Kami sudah merencanakan untuk pembangunan rumah kembali, proses administrasi sedang diupayakan, termasuk membicarakan dengan masyarakat yang bersengketa agar konflik sosial ini tidak terulang kembali,” jelas Pratikno.

Secara lebih terperinci, Kepala BNPB Letjen TNI Dr. Suharyanto menyampaikan bahwa sebanyak 2.209 kepala keluarga (KK) akan direlokasi akibat bencana erupsi tersebut.

“Pemerintah telah menyiapkan dua opsi skema relokasi untuk mempermudah masyarakat terdampak dalam memulai kembali kehidupan mereka. Opsi pertama adalah relokasi terpusat, di mana pemerintah menyediakan lahan dan rumah yang sudah siap huni bagi warga yang membutuhkan tempat tinggal baru. Sementara itu, opsi kedua adalah relokasi mandiri, di mana pemerintah akan membangunkan rumah bagi warga di tanah mereka sendiri, dengan dukungan fasilitas dan infrastruktur yang disiapkan oleh pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut Kepala BNPB menerangkan nantinya ada tiga lokasi potensial untuk relokasi warga terdampak erupsi Gunung Lewotobi yang telah diajukan oleh pemerintah daerah. Lokasi pertama adalah Botongkarang/Noboleto, yang dapat diakses dengan kendaraan roda dua, dan cocok untuk relokasi warga dari Desa Dulipali (223 KK), Desa Nobo (415 KK), dan Klatanlo (346 KK). Lokasi ini berada di luar Kawasan Rawan Bencana (KRB) Lewotobi, sehingga dinilai aman.

Lokasi kedua adalah Wukoh Lewoloroh, yang terletak di perbatasan Flores Timur dan Sikka. Relokasi di kawasan hutan lindung ini akan mencakup Desa Boru (369 KK) dan Hokeng Jaya (457 KK). Lokasi ini berada di pinggir jalan raya dan memiliki lahan yang biasa digunakan untuk berkebun. Namun, relokasi di lahan ini masih menunggu persetujuan dari Kementerian Kehutanan karena termasuk kawasan hutan.

Lokasi ketiga adalah Kojarobet di Desa Hewa, yang diusulkan untuk relokasi warga Desa Nawokote (399 KK). Ketiga lokasi ini telah dipertimbangkan dengan matang untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan warga yang akan direlokasi.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait menyatakan pemerintah akan menyiapkan sekitar 2.700 rumah bagi para penyintas erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki. Maruarar menjelaskan pembangunan hunian tetap itu akan dilakukan apabila sejumlah aspek seperti izin kehutanan, infrastruktur, keamanan, serta aspek geologi tuntas dibahas dan dipetakan.

“Kami akan siapkan sampai 2.700 rumah. Bahkan penyiapan dan pembuatan bahan baku pembangunan akan memaksimalkan sumber daya yang ada di sekitar masyarakat di Flores Timur. Dengan demikian, sekaligus akan menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar/penyintas.” Jelas Maruarar.

Sementara itu, Pj. Gubernur NTT yang ditemui usai rapat tersebut mengatakan upaya-upaya penanganan dampak erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan konflik sosial di Flores Timur sebagai bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

“Hari ini kita melaksanakan rapat yang dipimpin langsung oleh Pak Menko PMK dan dihadiri oleh para Menteri terkait serta Instansi terkait lainnya. Ini merupakan upaya-upaya kita, kerja keras kita semua dan bentuk tanggung jawab dan respon cepat pemerintah, baik pusat dan daerah untuk fokus dalam percepatan penanganan erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki dan juga konflik sosial yang terjadi di Flores Timur,” ujar Andriko.

“Kita terus berusaha semaksimal mungkin memberikan pelayanan dan penanganan yang terbaik bagi para korban erupsi Gunung Lewotobi dan juga konflik sosial di Adonara, sehingga semuanya berangsur pulih. Saya juga sangat mengapresiasi segala macam bentuk dukungan, kepedulian dan kerja keras dari kita semua terhadap penanganan musibah ini. Dan bersama pemerintah pusat, kami juga bekerja dan mengupayakan serta memastikan agar hak pilih para pengungsi dapat terfasilitasi dengan baik, sehingga mereka dapat menyalurkan suaranya pada Pilkada yang akan datang.” Terang Pj. Gubernur NTT. ***




RDP Bersama Komisi II DPR RI dan Mendagri, Pj. Gubernur Pastikan NTT Siap Gelar Pilkada Serentak 

Kupang,nwartapedia.com – Penjabat Gubernur Nusa Tenggara Timur, Dr. Andriko Noto Susanto, S.P, M.P, mengikuti Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas Persiapan dan Kesiapan Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2024 dengan Komisi II DPR RI, bertempat ruang Rapat Komisi II (KK.III) Gedung Nusantara DPR RI, Jl. Jendral Gatot Subroto, Senayan-Jakarta Pusat pada Rabu (20/11).

Rapat Kerja dan RDP yang juga diikuti oleh Pj. Gubernur Bali dan Pj. Gubernur NTB serta Pj. Bupati / Wali Kota se Provinsi NTT, Bali dan NTB tersebut dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi II DPR RI, Bahtra Banong, yang didampingi oleh Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda serta para Anggota Komisi II DPR RI lainnya yang hadir. Hadir juga mewakili Mendagri pada kesempatan tersebut, Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri), Bima Arya Sugiarto.

Rapat Kerja dan RDP tersebut diawali dengan penyampaian perkembangan dinamika terkait proses tahapan Pilkada serentak yang sedang berlangsung di tiga provinsi yakni NTT, NTB dan Bali oleh Wamendagri, Bima Arya Sugiarto.

Secara khusus Wamen Bima juga menyampaikan seputar penanganan tanggap darurat bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Kabupaten Flores Timur, dimana Ia beserta jajarannya telah mengambil langkah antisipasi agar semua warga khususnya pengungsi yang terdampak bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki bisa menggunakan hak mereka untuk memilih.

“Kami intens melakukan rapat koordinasi dengan Bawaslu, KPU, temen-temen Forkompinda di NTT Flores Timur dan juga Sikka, dimana kita sudah lakukan langkah-langkah antisipasi agar semuanya bisa memilih. Dukcapil juga telah kami instruksikan untuk mendata dan akan mencetak surat keterangan identitas supaya para pengungsi dapat menyalurkan hak untuk memilih. Secara keseluruhan semua berjalan lancar persiapan-persiapan itu. ” Jelas Bima.

Sementara itu, dalam paparannya di forum tersebut, Pj. Gubernur NTT memaparkan keseluruhan kesiapan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2024 di NTT.

Dalam penjelasannya, Pj. Andriko menjelaskan secara terperinci terkait Daftar Pemilih Tetap (DPT), percepatan perekaman E-KTP bagi masyarakat NTT yang memiliki hak pilih namun terkendala kartu identitas, anggaran dan logistik Pilkada, dukungan personel keamanan, Desk Pilkada, tingkat kerawanan Pilkada di NTT, serta yang paling aktual adalah kondisi khusus proses Pilkada di daerah bencana.

“Kami memiliki total jumlah penduduk NTT sebanyak 5.646.00 jiwa dengan DPT sebanyak 3.988.372 jiwa. Dimana jumlah pemilih laki-laki sebanyak 1.958.444 jiwa sementara pemilih perempuan 2.029.928 jiwa. Kemudian jumlah pemilih disabilitas tercatat sebanyak 54.858 jiwa. Jumlah pemilih tersebut tersebar di 22 Kabupaten/Kota dengan 315 Kecamatan, 3.442 desa dan 9.893 Tempat Pemungutan Suara (TPS),” papar Andriko.

“Terkait erupsi Gunung Lewotobi Laki-Laki di Flores Timur, terdapat 37 TPS yang terdampak, dengan total 17.044 pemilih. Kami telah menetapkan TPS khusus di lokasi posko bencana yang telah disepakati. Data pemilih terdampak akan dikelola paling lambat 20 November 2024. Kami juga telah mensosialisasikan kepada masyarakat untuk melaporkan jika ada pengungsi- pengungsi baru yang belum terdata untuk segera kita fasilitasi terkait hak pilihnya.” Jelas Andriko.

Wakil Ketua Komisi II DPR RI Bahtra Banong menegaskan bahwa pelaksanaan Pilkada 2024 merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah dan lembaga atau instansi terkait lainnya. Sehingga, ia berharap Pemda bertanggung jawab penuh dalam menjaga kondusifitas dan mengawal kelancaran pelaksanaan tahapan Pilkada 2024.

“Penyelenggaraan Pilkada ini baru pertama kalinya berlangsung serentak di seluruh Indonesia. Sehingga, tugas pemda tidak hanya memberikan dana hibah kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), TNI, dan Polri, melainkan ikut mengawal secara ketat pelaksanaan tahapan dalam Pilkada 2024 yang puncak pencoblosannya tinggal menghitung hari lagi.” Jelas Bahtra.

Ia juga mengingatkan Pj. Kepala Daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota untuk dapat menjaga netralitas bersama seluruh jajaran ASN selama tahapan Pilkada 2024 berlangsung.

“Sebagian besar Pj. ini adalah pejabat karier. Sayang sekali kalau mengorbankan karier dan integritas hanya untuk berpihak kepada salah satu calon. Juga netralitas ASN harus selalu ditegakkan.” Ujarnya.

Salah satu Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi Gerindra, Esthon Foenay yang hadir pada kesempatan tersebut juga memberi perhatian dan menyoroti pentingnya memastikan hak politik masyarakat terdampak bencana tetap dapat tersalurkan dengan baik.

“Bagaimana situasi dan kondisi yang ada di wilayah-wilayah yang terkena bencana harus juga menjadi perhatian utama kita. Kiranya dapat teridentifikasi dengan baik semua pengungsi dan masyarakat yang terdampak sehingga hak-hak politiknya dapat tersalur dengan baik.” kata Esthon.

Ketua Komisi II DPR RI Muhammad Rifqinizamy Karsayuda juga mengingatkan pemerintah untuk mengantisipasi kepentingan politik terkait dengan bantuan sosial (bansos) di daerah bencana selama tahapan Pilkada 2024 berjalan.

“Peristiwa bencana tetap membutuhkan upaya saling gotong royong sebagai bangsa karena hal ini menyangkut kemanusiaan. Namun pengelolaan bantuan bagi para korban bencana tidak boleh disusupi oleh kepentingan politik kandidat tertentu. Pemerintah harus jeli dan pandai mengawasi potensi pelanggaran tersebut.” Ujarnya.

Rapat Kerja dan RDP yang diadakan di Komisi II DPR RI ini merupakan bagian dari rangkaian persiapan untuk menyukseskan Pilkada Serentak di seluruh Indonesia, termasuk di seluruh wilayah provinsi NTT. Diharapkan dengan adanya laporan dari berbagai daerah serta penanganan yang cepat, efektif dan efisien, Pilkada dapat berjalan dengan lancar dan aman, serta menghasilkan pemimpin yang dapat membawa perubahan positif dan kemajuan bagi daerah masing-masing. (***)




Mama Karolina Menangis Pilu Saat Anaknya Terima Kursi Roda Dari Christian-Serena

 

Kupang,nwartapedia.com – Mama Karolina warga Bantaran Kali Sembunyi, Kelurahan Nunleu Kecamatan Kota Raja menangis pilu saat anaknya Dede Arson mendapat bantuan kursi roda dari pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang nomor urut 5, Dokter Christian dan Serena Francis.

Bantuan ini diserahkan secara langsung oleh pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo-Serena Francis untuk Dede Arson  bocah (9 tahun)  penyendang disabilitas sudah sekitar 8 tahun lumpuh dan tidak bisa berjalan, pada Kamis (21/11/2024)

Mama Karolina mengucapkan terima kasih kepada Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis yang sudah meringankan beban keluarganya.

“Terima kasih banyak kepada Pak Dokter Christian dan Ibu Serena yang sudah datang memberikan bantuan kepada anak saya yang lumpuh sudah 8 tahun. Juga untuk Om Robin tetangga saya yang sudah menyampaikan kondisi anak saya ke Pak Dokter,”ungkap mama Karolina sambil menangis terisak.

Menjalani aktivitas sebagai ibu rumah tangga yang juga seharian bekerja sebagai penjual bunga di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Mapoli dengan kondisi Dede Arson yang mengalami disabilitas membuat mama Karolina sangat mengalami kesulitan.

“Sebagai penjual bunga di kuburan, saya sangat kesulitan karena setiap hari harus menggendong anak Dede sehingga bantuan kursi roda ini sangat membantu dan saya tidak akan pernah lupa kebaikan dan ketulusan dari pasangan calon ini,”ujar Mama Karolina pilu.

Calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo dalam kesempatan tersebut menyampaikan, sebelumnya ia mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada warga penderita disabilitas yang tidak bisa berjalan dan belum memiliki kursi roda.

“Jadi hari ini saya dan Kakak Serena kami bawa kursi roda untuk anak Dede yang sakit sejak umur satu tahun jadi sudah delapan tahun anak Dede digendong oleh mama Karolina,”ungkapnya.

Dokter Christian Widodo menjelaskan, melihat kondisi Dede Arson maka bantuan kursi roda yang diberikan sesuai dengan kebutuhannya sehingga dapat mempermudah Mama Karolina untuk beraktivitas.

“Kami bawa kursi roda khusus untuk kaum disabilitas sehingga Mama Karolina juga bisa beraktivitas, kasihan kalau digendong terus,”kata Ketua DPW PSI NTT.

Sementara itu, Robin Blegur tetangga Mama Karolina menuturkan, melihat kondisi keluarga Mama Karolina dirinya merasa prihatin sehingga menyampaikan kepada Paslon Christian-Serena untuk meringankan  keluarga ini.

“Saya prihatin dan kasihan melihat Mama Karolina sudah lama menggendong anaknya kemana-mana dan susah untuk beraktivitas sehingga saya sampaikan kepada Pak Dokter minta untuk membantu kursi roda yang bagus untuk kaum disabilitas,”tutur Robin.

Ia juga mengucapkan terima kasih kepada Paslon Christian-Serena yang turun langsung ke lokasi yang terjal di bantaran kali.

“Saya ucapkan terima kasih kepada Pak Dokter Christian yang sudah berulang kali memberikan perhatian dan bantuan dengan tulus kepada anak Dede,”ujarnya.

Bagi Robin, sejak kenal Dokter Christian Widodo dirinya merasa memiliki seorang pemimpin yang selalu memperhatikan nasib orang yang kurang beruntung di Kota kupang.

“Selama ini tidak pernah ada orang yang memberikan bantuan seperti yang dilakukan oleh Pak Dokter yang datang lihat orang-orang kecil apalagi sampai turun ke kali yang curam dan Medan yang begitu ekstrim,”pungkasnya. (MI)




Pasangan Ansy-Jane Nyatakan Siap Ikuti Debat Terakhir

Kupang,nwartapeeia.com – Debat ketiga atau debat terakhir antar pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam pemilihan tahun 2024 akan berlangsung Rabu  (20/11/22024).

Pasangan nomor urut satu Yohanis Fransiskus Lema dan Jane Natalia Suryanto (Ansy-Jane) menyatakan kesiapannya untuk mengikuti debat mendatang.

“Kita sudah menyiapkan diri untuk debat terakhir. Saya dan Jane mempelajari berbagai hal tentang tema debat, yaitu meningkatkan daya saing daerah bersperspektif Gender Equality Disability and Social Inclusion (GEDSI), Resiliensi, dan Berkelanjutan,” ujar Ansy Lema, Senin (18/11/24).

Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tersebut mengatakan daya saing daerah (local competitiveness) menggambarkan kemampuan suatu daerah untuk mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki melalui peningkatan produktivitas, nilai tambah, dan persaingan demi kesejahteraan masyarakat yang tinggi dan berkelanjutan. Di sini, berbagai aspek daya saing daerah seperti perangkat kebijakan, kemampuan ekonomi daerah, infrastruktur, dan sumber daya manusia (SDM) menjadi alat ukur.

Dalam konteks ini, kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTT dalam kondisi yang minim, terutama Pendapatan Asli Daerah (PAD). Realisasi PAD NTT sejak lima tahun terakhir hanya berkisar antara Rp 1,1 triliun – Rp 1,4 triliun.

Cagub NTT, Ansy Lema Sudah Berikan Bukti untuk Ribuan Petani di Pulau Sumba! Ini Faktanya
Karena itu, dibutuhkan berbagai upaya untuk meningkatkan PAD, mulai dari menyisir atau merapikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) NTT untuk memangkas inefisiensi anggaran, melakukan digitalisasi pajak dan retribusi daerah untuk mencegah kebocoran penerimaan daerah, serta mengaktifkan aset-aset tidur pemerintah daerah.

“Kemampuan ekonomi NTT memang rendah. Sehingga perlu upaya ekstra untuk meningkatkan daya saing. Kalau kita bisa pelan-pelan berupaya secara mandiri dalam membiayai pembangunan, akan sangat baik untuk peningkatan laju pertumbuhan ekonomi NTT,” terang Ansy Lema.

Menurut Politisi Alumni Pascasarjana Universitas Indonesia (UI) tersebut, hal terpenting yang perlu diperhatikan ketika ekonomi NTT hendak ditingkatkan adalah pemerataan dan keadilan. Kelompok-kelompok minoritas seperti kaum perempuan dan anak, serta disabilitas tidak boleh dipinggirkan dan ditinggal.

Hal ini yang menyebabkan, pria berdarah Ende-Belu ini, beberapa waktu lalu pernah melakukan dialog dengan Komunitas Teman Tuli Kota Kupang. Komunitas ini membutuhkan pemerintah yang sadar dan peduli terhadap penyandang disabilitas. Harapannya, setiap instasi pemerintah mulai dari rumah sakit dan sekolah harus memiliki Juru Bahasa Isyarat (JBI).

“Mereka (kelompok rentan) adalah bagian dari NTT. Mereka harus kita rangkul. Perlindungan, pemberdayaan dan pelayanan publik dengan berbagai kebijakan yang mendukung kesejahteraan mereka harus dilakukan,” tegas pria dengan tagline “Manyala Kaka” itu.

Di sisi lain, kaum perempuan adalah kelompok yang memang sedari awal mendapat perhatian dari satu-satunya Calon Gubernur NTT yang berpasangan dengan perempuan ini. Ansy-Jane mengusung program Desa Manyala, yang di dalamnya berisikan gerakan 1.000 Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) untuk perempuan per tahun. Setiap UMKM mendapatkan modal dana sebesar Rp 5 juta.

“Perempuan adalah penjaga gawang kesejahteraan keluarga. Saya dan Jane adalah pasangan yang sangat memperhatikan perempuan. Tagline kita adalah mama bantu mama, perempuan tolong perempuan,” tutup Ansy.* (***)




Dortia Abineno Sebut Mendapat Kasih Sayang Seutuhnya Dari Keluarga Dokter Christian Widodoa

Kupang,nwartapedia.comDortia Abineno karyawan yang sudah mengabdi selama 30 tahun merasa mendapatkan kasih sayang tulus dan seutuhnya dari keluarga Dokter Christian Widodo.

“Saya masih ingat ketika ayah dari Dokter Christian Widodo, Ir. Theo Widodo merayakan ulang tahunnya yang ke 50 saya ucapkan terima kasih bapa, saya dapatkan kasih sayang seorang ayah itu dari Pak Theo,”ungkapnya kepada media ini di Alun-alun Kota kupang, Sabtu (18/11/2024).

Menjadi anak kelima dari 10 bersaudara membuat Dortia Abineno kurang mendapatkan kasih sayang keluarganya.

“Setelah saya kerja dengan Pak Theo, saya merasa mendapatkan kasih sayang seutuhnya dari seorang ayah. Tahun 2022 saya menjalani operasi tiroid Pak Theo menangis dan tidak bisa tidur,”ungkapnya.

Dortia menambahkan, kasih sayang yang sama juga dirasakan dari ibunda Dokter Christian Widodo.

“Ibu juga memberikan kasih sayang yang sama kepada kami karyawan sehingga semua karyawan merasa kami satu keluarga,”tambahnya. 

Dortia mengatakan, begitu juga dengan Dokter Christian Widodo yang sudah memperlakukan dirinya seperti seorang kakak yang selalu ada untuknya.

“Koko Christian ketika mau minta material untuk renovasi rumahnya pasti akan telepon Kak Tia, Koko minta bahan. Bahkan mobil pikc up milik ayahnya saja Koko akan minta di saya. Semua Koko akan minta ijin melalui saya,”ungkapnya.

Merawat Dokter Christian Widodo sejak berusia 8 tahun hingga sekarang menjadi calon Walikota Kupang membuat Dortia Abineno merasa terharu.

“Beta sampai terharu menangis karena urus dari kecil sampai sekarang menjadi calon walikota,”tuturnya sambil meneteskan air mata.

Dortia menceritakan, pada tahun 2023 dirinya bersama asisten rumah tangga keluarga Dokter Christian Widodo, Martelda Ba’un mendapat wisata lokal dan internasional dari keluarga ini.

“Kami berdua mendapat wisata gratis ke China selama 6 hari, Jakarta 5 hari dan Bandung 3 hari sebagai ucapan terima kasih karena kami sudah mengabdi selama 29 tahun di Keluarga Dokter Christian Widodo,”kata Dortia bangga.

Dortia selalu membawa keluarga yang baik ini dalam setiap doa dan pergumulan hidupnya.

“Saya selalu berdoa semoga Tuhan Yesus selalu menyertai keluarga ini dan selalu mendapatkan berkat yang melimpah,”pungkasnya. (MI)




Pengamat Ferdy Hasiman Nilai Antusiasme Warga Kota Kupang Cukup Tinggi Untuk Paket CS’an

Kupang,nwartapedia.com – Pengamat Ekonomi dan Politik, Ferdy Hasiman menilai antusiasme warga Kota Kupang untuk pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang nomor urut 5, Dokter Christian Widodo-Serena Francis (CS’an) cukup tinggi jelang Pilkada Kota Kupang.

Ferdy Hasiman menyebut, hal ini dilihat dari masa pendukung yang membanjiri kampanye akbar yang digelar oleh paket CS-an di Alun-alun Kota Kupang pada Senin tanggal 18 November 2024.

“Antusiasme warga tumpah ruah pada kampanya akbar menunjukan bahwa warga ingin Dokter Chris dan Kakak Serena menjadi pemimpin Kota Kupang,”sebut Ferdy Hasiman ketika dihubungi media ini pada Selasa (19/11/2024).

Menurutnya, pasangan Dokter Christian Widodo dan Serena Francis sangat peduli dengan kepentingan masyarakat Kota Kupang 

“Paket CS’an juga mempunyai kepedulian yang tinggi sehingga menaruh hati pada rakyat,”ucapnya.

Selain paham dengan masalah yang ada di Kota Kupang, baginya, Paket CS’an juga adalah anak muda yang sangat cerdas.

“Paket CS’an adalah anak muda yang cerdas dan rendah hati sehingga warga menaruh harapan kepada Dokter Chris dan Kakak Serena terpilih pada 27 November mendatang,”kata Ferdy Hasiman.

Ferdy Hasiman menegaskan, hanya pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang nomor urut 5 yang sangat mengerti dan paham dengan perkembangan teknologi jaman sekarang.

“Memilih pemimpin yang muda, energik, cerdas dan punya hati untuk rakyat akan menentukan perubahan Kota Kupang lima tahun kedepan,”pungkasnya. (MI)




Pemkot Kupang Kembali Raih Predikat Informasi Dalam Peningkatan Keterbukaan Informasi Publik 

 

Kupang,nwartapedia.com – Untuk kedua kalinya secara berturut-turut, Pemerintah Kota Kupang berhasil meraih penghargaan sebagai badan publik yang informatif.

Penghargaan ini diberikan oleh Komisi Informasi Provinsi NTT dalam ajang Pemeringkatan Indeks keterbukaan Informasi Publik Tahun 2024, yang berlangsung pada Jumat, 15 November 2024.

Keterbukaan informasi merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh setiap institusi pemerintah, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik. Hak Masyarakat untuk memperoleh informasi adalah salah satu prasyarat fundamental dalam mewujudkan pemerintahan yang baik, transparan dan akuntabel.

Pemerintah Kota kupang telah menunjukkan komitmen kuat dalam menyediakan akses informasi publik yang terbuka bagi masyarakat terbukti dengan diraihnya predikat informatif ini. Akses informasi yang mudah dan bebas tidak hanya meningkatkan transparansi, tetapi juga mendorong keterlibatan aktif masyarakat (citizen-centered engagement) di Kota Kupang dalam proses pengambilan keputusan.

Dengan adanya keterbukaan informasi ini, diiringi partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan tata kelola pemerintahan akan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan kepercayaan (trust) publik.

Peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah dengan sendirinya akan memperkuat legitimasi pemerintahan, mengingat legitimasi merupakan fondasi utama dalam keberlanjutan eksistensi sektor publik. 

Di era digital yang dipenuhi arus informasi, pemerintah juga dituntut untuk responsif dalam memenuhi kebutuhan publik akan informasi yang cepat, tepat dan akurat. Untuk itu,

Pemerintah Kota Kupang telah memanfaatkan teknologi dengan menyediakan berbagai platform digital, seperti situs resmi pemerintah di www.kupangkota.go.id dan www.ppid.kupangkota.go.id, serta akun media sosial resmi pemerintah Kota Kupang di Instagram dan Facebook. 

Tidak hanya di tingkat pemerintah kota, setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD), unit kerja dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) di bawah naungan Pemerintah Kota Kupang juga telah memanfaatkan website dan media sosial sebagai saranan untuk mempercepat penyampaian informasi sekaligus menjangkau masyarakat secara lebih luas.

Penghargaan ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Kupang untuk terus meningkatkan pelayanan informasi publik, guna memberikan yang terbaik bagi seluruh masyarakat Kota Kupang di masa mendatang. (***)




Ribuan Pendukung Tumpah Ruah Hadiri Kampanye Akbar Christian-Serena

 

Kupang,nwartapedia.com – Ribuan pendukung Pasangan Calon (Paslon)  Walikota dan Wakil Walikota Kupang Nomor Urut 5, Dokter  Christian Widodo dan Serena Francis, tumpah ruah memenuhi Alun-alun Kota Kupang guna mengikuti  kampanye akbar dan Pesta Rakyat Festival Kelapa Muda pada Senin (18/11/2024).

Kampanye akbar ini tak sekadar ajang politik, tetapi menjadi wadah bagi masyarakat untuk merasakan Festival UMKM yang diikuti oleh puluhan pelaku usaha ekonomi kreatif. Berbagai produk unggulan, makanan, dan minuman ditampilkan bagi pengunjung.

Calon Wakil Walikota Kupang, Serena Francis dalam orasinya mengatakan, kehadiran Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Kaesang Pangarep dan rombongan merupakan bukti dukungan dari partai pengusung paket CS’an. 

“Kehadiran Mas Kaesang dan rombongan di kota Kupang bersama kami menunjukkan bahwa orang muda mendukung orang muda untuk maju sebagai Walikota dan Wakil Walikota,”ungkapnya.

Serena Francis menjelaskan, paslon Christian-Serena adalah pasangan muda yang sangat mengerti dan memahami kebutuhan masyarakat dan anak muda Kota Kupang.

“Kami tahu dan kami yakin bahwa semua merindukan adanya festival pameran pesta rakyat dan juga wadah untuk anak-anak muda memberikan ekspresi dan mengeluarkan talentanya,”jelasnya.

“:Oleh karena itu, hari ini kami mengadakan Pesta Rakyat Festival Kelapa Muda sehingga UMKM bisa berkumpul dan kani juga memberikan wadah kepada anak muda untuk menyalurkan minat dan bakatnya,”tambahnya.

Serena Francis mengungkapkan, jika pasangan ini terpilih maka festival seperti ini akan terus dilaksanakan.

“Bapak Mama jika kami dipercayakan oleh masyarakat untuk memimpin Kota Kupang lima tahun ke depan maka festival seperti inilah yang akan terus kami lakukan,”ungkapnya.

Serena Francis juga mohon dukungan dan doa dari masyarakat Kota Kupang agar pasangan calon ini menjadi pemimpin lima tahun ke depan.

“Berikanlah kesempatan bagi anak-anak muda Dokter Chris dan Serena untuk memimpin Kota Kupang dan kami juga memohon untuk menjaga TPS pada tanggal 27 mendatang,”tutupnya.

Sementara itu, Calon Walikota Kupang, Dokter Christian Widodo dalam orasinya menyampaikan, pilihan masyarakat pada 27 November akan menentukan arah Kota Kupang lima tahun ke depan.

“Bapak dan mama ketika memegang paku untuk mencoblos akan menentukan nasib 475.000 warga Kota Kupang,”ujarnya.

Ia mengatakan, memilih paslon nomor urut 5 akan membawa masyarakat Kota Kupang pada kesejahteraan.

“Coblos nomor urut 5 maka Kota Kupang akan menjadi lebih baik, kebutuhan akan terpenuhi dan anak-anak punya lapangan pekerjaan. Jika ingin lihat Kota Kupang berubah hanya ada pada paslon Christian-Serena,”kata Ketua DPW PSI NTT ini.

Kampanye akbar ini dilanjutkan dengan simulasi pencoblosan oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep. Ini menggambarkan harapan besar mereka untuk memimpin Kota Kupang ke arah yang lebih maju.

Sebelumnya, peserta kampanye dihibur musisi lokal seperti Isak Waangsir semakin memanaskan suasana. Kolaborasi Hasta Hanzo & Fashion Show by Srikandi CS’an diiringi musik DJ Dimas sukses membuat penonton terhibur sepanjang acara. (MI)




Kaesang Pangarep Ajak Warga Kota Kupang Pilih Paslon Christian-Serena

Kupang, nwartapedia.com – Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep mengajak warga Kota Kupang untuk memilih pasangan Calon Walikota dan Wakil Walikota nomor urut 5, Dokter Christian Widodo dan Serena Francis pada pemilihan Kepala Daerah Kota Kupang 2024.

“Jangan lupa nanti pada tanggal 27 November datang ke TPS untuk mencoblos pasangan calon nomor 5, Christian-Serena” kata Kaesang saat orasi pada kampanye akbar Christian-Serena di Alun-alun Kota Kupang pada Senin (18/11/2024).

Putra bungsu Presiden Ketujuh RI Joko Widodo alias Jokowi itu mengatakan pasangan calon Dokter Christian Widodo dan Serena Francis mendapat dukungan penuh dari dua tokoh ternama di negeri ini.

“Dokter Chris dan Serena itu mendapatkan dukungan langsung dari Presiden Prabowo Subianto dan Pak Jokowi. Nga (tidak,Red) ada calon-calon lain di Kota Kupang mendapatkan itu,”ungkapnya.

Ia menyebut, pasangan Dokter Christian Widodo dan Serena Francis bisa berdiri menjadi calon Walikota dan Wakil Walikota Kupang karena mendapat tandatangan langsung dari Presiden Prabowo Subianto.

“Itulah kenapa wajah Presiden Prabowo Subianto ada di baliho,”sebutnya. 

Kaesang juga menekankan, Mantan Presiden RI, Joko Widodo sebulan yang lalu mengundang Paslon ini ke Solo guna mendapatkan nasehat untuk membangun Kota Kupang lima tahun kedepan. 

“Kurang apa coba, Dokter Chris dan Serena didukung langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Pak Jokowi, kurang apa? Calon lain nga ada. Makanya yang paling benar coblos nomor 5,”tegasnya.

Ia juga menjelaskan, banyak orang bilang Christian-Serena adalah pasangan boci, tetapi baginya tidak ada masalah karena pasangan ini sudah mempunyai segudang pengalaman.

“Bocil nga masalah tetapi pengalaman itu yang paling penting,”jelas Ketun PSI.

Kaesang juga menegaskan, jika pasangan ini kalah dalam Pilkada Kota Kupang maka akan menjadi suatu pembelajaran menjadi lebih baik kedepannya.

“Kalaupun bocil kalah sama yang senior nga masalah, karena bocil akan bisa belajar lagi kedepannya, nah kalau senior kalah sama bocil apa nga malu?,”tegasnya.

Ia mengajak warga Kota Kupang yang hadir dalam acara kampanye akbar ini menggunakan waktu Pilkada yang tersisa  tinggal beberapa hari ini untuk mengajak masyarakat menentukan pilihan pada Paslon nomor urut 5.

“Mulai besok dan seterusnya saya mengajak kita semua untuk sampaikan kepada keluarga, tetangga dan saudara kita untuk coblos Paslon Christian-Serena,”ajaknya.

Dalam kesempatan tersebut, Kaesang Pangarep juga memberikan contoh tata cara coblos nomor urut 5 yang benar dalam surat suara pada Pilkada mendatang.

“Saya kenal Dokter Chris sudah lama jadi nga tega nyoblos diwajahnya sehingga saya nyoblos di wajah Serena saja supaya suara menjadi sah,”pungkasnya. (MI)




Cagub NTT, Ansy Lema Kunjungi Seminari Santo Petrus Ritapiret 

Maumere,nwartapedia.com –  – Calon Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Nomor Urut Satu Yohanis Fransiskus Lema atau Ansy Lema mengunjungi Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret di Desa Nita Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka.

Seminari tersebut merupakan salah satu tempat bersejarah bagi umat Katolik di Indonesia, khususnya masyarakat NTT.

Kunjungan Ansy Lema ke Seminari Ritapiret berlangsung pada Rabu, 13 November 24, disambut oleh tiga pimpinan Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret yakni Rektor Seminari RD. Guidelbertus Tanga, Drs., M. Th, Spiritual TOR DR. Yohanes Hans Monteiro, dan Ekonom RD. Julius Cesar Reda.

“Saya ingin mengunjungi Situs Rohani “Vatikan Semalam” ke Kamar Paus Yohanes Paulus II. Sebagai seorang Katolik, saya sangat ingin memanjatkan doa di sini. Meminta dan memohon doa atas perjalanan hidup saya dan keluarga saya, serta provinsi dan bangsa ini,” ujar Mantan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI tersebut.

Kamar Paus Yohanes Paulus II disebut sebagai “Vatikan Semalam,” kata Ansy, karena Paus Yohanes Paulus II pernah menginap semalam di seminari tersebut, di kamar tersebut saat melakukan perjalanan keagamaannya ke Indonesia pada tanggal 9 – 14 Oktober 1989.

Menurut Ansy Lema, itu adalah kali pertama dirinya menginjakkan kaki di Seminari Tinggi Interdiosesan Santo Petrus Ritapiret.

Padahal, sudah sejak dulu ia ingin menelusuri jejak sejarah perjalanan apostolik Paus Yohanes Paulus II di Kabupaten Sikka.

Kedatangan pemimpin Paus Yohanes Paulus II ke Ritapiret pada 1989 silam, tidak hanya mewariskan wisata rohani bagi masyarakat Flores, tetapi juga meninggalkan pesan persatuan, nilai-nilai persaudaraan dan kerukunan bagi seluruh umat beragama di Indonesia.

Mantan Juru Bicara Ahok itu menyampaikan kekagumannya dan menjelaskan ada begitu banyak nilai kehidupan yang dipetik olehnya dari tokoh besar Gereja Katolik tersebut.

Paus yang memiliki nama asli Karol Jozef Wojtyla ini dikenal sebagai sosok yang menentang keras segala tindakan penyimpangan agama, pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), dan menentang kediktatoran.

“Ada begitu banyak nilai kehidupan yang saya petik dari perjalanan hidup Paus Yohanes Paulus II. Ia adalah sosok yang mengajarkan kita untuk memupuk rasa kebangsaan yang besar pada negara. Ketika datang ke Indonesia waktu itu, ia juga kagum pada falsafah Pancasila yang disebut sebagai perekat toleransi antar suku bangsa dan antar umat beragama. Beliau adalah seorang tokoh yang sangat hebat,” tutur Ansy.

Ansy Lema mengakui ketika masuk ke Kabupaten Sikka, dirinya menyempatkan diri untuk datang ke Seminari Tinggi Ritapiret.

Kekuatan untuk membangun Tanah Flobamora harus berasal dari spiritualitas iman melalui berkat dan tuntunan orang-orang suci seperti Paus Yohanes Paulus II.

Paus Yohanes Paulus II dilantik menjadi Bapak Suci Umat Katolik pada Oktober 1978 menggantikan Paus Paulus Yohanes I yang meninggal akibat serangan jantung saat baru menjadi Paus selama 33 hari.

Ia adalah Paus non-Italia pertama dalam kurun waktu lebih dari 400 tahun.
Pria kelahiran Polandia ini dikenal sebagai tokoh besar gereja yang menentang kediktatoran dan komunisme.

Selama menjadi pemimpin tertinggi umat Katolik, Paus Yohanes Paulus II pernah mengunjungi 129 negara dan salah satunya adalah Indonesia. Pada 9 Oktober 1989,

Stadion Utama Senayan (sekarang menjadi Stadion Gelora Bung Karno) menjadi saksi khotbah Paus Yohanes Paulus II dihadapan 100.000 umat Katolik.

Di hadapan ratusan ribu umat Katolik Indonesia kala itu, Paus Yohanes Paulus II melantunkan khotbah yang mengajak dan menghimbau masyarakat segala umat di Indonesia untuk tetap menjaga persatuan, kesatuan, dan persaudaraan antar umat beragama.

Paus Yohanes Paulus II adalah tokoh yang melintas batas (passing over) dan merangkul perbedaan dalam solidaritas kemanusiaan.

“Saya juga datang sebagai seorang sahabat setiap orang Indonesia di dalam kemanusiaan kita bersama dan perhatian kita bersama terhadap pembangunan serta perdamaian dunia, tempat kita hidup bersama. Dan kepada saudara dan saudari kita yang beragama Islam, yang amat besar di negeri ini, saya mengulurkan tangan persahabatan yang tulus dan separuh hati dalam kepercayaan kita bersama akan Allah yang Esa, Pencipta dan Tuhan kita bersama yang maha rahim,” demikian penggalan khotbah Paus Yohanes Paulus II (baca di: https://jeo.kompas.com/mengenang-paus-yohanes-paulus-ii-kisah-hidup-dan-kiprah-26-tahun-menjadi-paus)***