Pemerintah Kota Kupang Dukung Penuh Perayaan Misa Penerimaan Pallium Uskup Agung Kupang

 

Kupang,nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Perayaan Misa Penerimaan Pallium Uskup Agung Kupang, Mgr. Hironimus Pakaenoni, yang akan digelar pada Rabu, 19 Maret 2025.

Dukungan ini disampaikan langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, saat menerima audiensi Panitia Pelaksana Perayaan di ruang kerjanya, Rabu (12/03).

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota didampingi oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, S.H., Camat Kota Lama, Mohamad Adriyanto Abdul Jalil, S.H., M.M., serta Lurah Bonipoi, Warisno Daeng Matutu, S.Pt.

Sementara itu, dari pihak panitia hadir Sekretaris Jenderal Keuskupan Agung Kupang, RD. Eric Fkun, Pr., Romo Paroki Katedral, RD. Dus Duka, Pr., Ketua Panitia, Frans Kia Duan, dan Sekretaris Panitia, Dhesy Kase.

RD. Eric Fkun menjelaskan bahwa kunjungan mereka bertujuan untuk bersilaturahmi serta menyampaikan informasi terkait rangkaian acara perayaan.

Dalam kesempatan tersebut, panitia juga mengundang Wali Kota untuk menghadiri berbagai kegiatan yang akan berlangsung, termasuk penyambutan Duta Besar Vatikan untuk Republik Indonesia, Mgr. Piero Pioppo, di Bandara El Tari Kupang, perayaan Misa Penerimaan Pallium di Gereja Kristus Raja Katedral Kupang, serta jamuan makan malam di Keuskupan Agung Kupang.

Selain itu, panitia juga mengajukan permohonan dukungan logistik, khususnya penyediaan kendaraan operasional guna kelancaran seluruh rangkaian acara.

“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah daerah demi kelancaran seluruh rangkaian acara,” ujar RD. Eric Fkun.

Menanggapi permohonan tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyambut baik rencana kegiatan ini yang dinilainya sebagai momen penting bagi umat Katolik di Kota Kupang dan sekitarnya.

Wali Kota menegaskan kesiapan Pemerintah Kota Kupang untuk berpartisipasi aktif dalam mendukung pelaksanaan acara tersebut.

“Di mana ada keselarasan, di situ ada kemenangan. Ubi Concordia, ibi Victoria,” ujar Wali Kota. Ia juga memastikan kehadirannya dalam seluruh rangkaian acara dan akan memberikan sambutan dalam perayaan misa.

Terkait permintaan dukungan transportasi, Wali Kota menyatakan kesiapan pihaknya untuk membantu, termasuk penyediaan perlengkapan lainnya.

Ia menambahkan bahwa bantuan dana akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran pemerintah.

Namun, jika belum tersedia alokasi khusus, dirinya siap memberikan bantuan secara pribadi demi kelancaran kegiatan tersebut.

“Ini adalah kegiatan iman yang besar, dan Pemerintah Kota Kupang tentu memberikan dukungan sepenuhnya,” tandas Wali Kota.

Perayaan Misa Penerimaan Pallium ini diharapkan menjadi momen bersejarah dan penuh makna bagi umat Katolik di wilayah Kupang dan sekitarnya. ***




Gunakan Dana Pribadi, Wali Kota Kupang Dukung PWI NTT Gelar Diskusi Publik dan UKW

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Wido, memberikan bantuan dana pribadi untuk mendukung pembiayaan terhadap rencana Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam menggelar diskusi publik dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2025.

Dukungan ini disampaikan saat menerima audiensi Ketua PWI NTT, Hilarius F. Jahang, beserta jajaran pengurus dan panitia HPN di Ruang Kerja Wali Kota, Senin (10/3).

Dalam pertemuan tersebut, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang siap memfasilitasi agar penyelenggaraan diskusi publik yang digagas PWI dapat berjalan dengan baik.

Lebih lanjut, Wali Kota juga menerima tawaran panitia untuk menjadi narasumber dalam diskusi publik bersama Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Lakalena.

Menurutnya, sektor ekonomi perlu mendapatkan perhatian serius dari para kepala daerah guna mendorong pembangunan yang lebih baik di NTT.

Selain itu, dr. Christian Widodo juga menyampaikan dukungannya terhadap rencana PWI NTT dalam mengadakan uji kompetensi wartawan.

Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di bidang jurnalistik sangat penting agar media di Kota Kupang semakin profesional dan menjadi mitra strategis pemerintah.

Oleh karena itu, ia berkomitmen meminta dinas terkait untuk mengalokasikan anggaran guna mendukung pelaksanaan uji kompetensi tersebut pada tahun anggaran mendatang.

Ketua PWI NTT, Hilarius F. Jahang, mengapresiasi dukungan yang diberikan oleh Wali Kota Kupang.

Ia menjelaskan bahwa diskusi publik yang akan digelar bertujuan membedah visi ekonomi dua kepala daerah, yakni Gubernur NTT dan Wali Kota Kupang.

Menurutnya, program-program kepala daerah selama ini dinilai kurang efektif dalam meningkatkan perekonomian dan pembangunan karena sering kali lebih bernuansa politis.

Oleh karena itu, melalui diskusi ini, PWI NTT ingin mengupas lebih dalam strategi ekonomi yang akan diterapkan oleh para pemimpin daerah.

Dalam kesempatan yang sama, Hilarius juga menyoroti kualitas SDM wartawan di Kota Kupang yang masih perlu ditingkatkan.

Ia berharap dukungan dari Pemkot Kupang dapat membantu terlaksananya uji kompetensi bagi wartawan, terutama karena proses ini memerlukan kehadiran penguji dari luar daerah.

Sementara itu, Ketua Panitia HPN PWI NTT, Erasmus Nagi Noi, menambahkan bahwa dalam rangka peringatan Hari Pers Nasional 2025, pihaknya telah mengagendakan dua kegiatan utama.

Aksi pertama adalah kegiatan bersih pantai yang telah berlangsung pada Sabtu, 15 Februari 2025, dengan melibatkan perangkat daerah Pemkot Kupang serta para mitra.

Kegiatan kedua adalah diskusi publik yang saat ini masih dalam tahap penyesuaian jadwal.

Erasmus berharap, dengan adanya dukungan penuh dari Wali Kota dan jajaran Pemkot Kupang, seluruh rangkaian kegiatan dapat berjalan sukses dan memberikan manfaat bagi masyarakat serta dunia pers di NTT. ***




Wakil Wali Kota Kupang Buka Perayaan HUT ke-28 Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa

 

Kupang,nwartapedia.com  – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menghadiri dan secara resmi membuka perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-28 Sekolah Komunitas Kristen Tunas Bangsa (SKKTB) Kupang.

Acara yang berlangsung di kompleks sekolah, Kelurahan Oesapa Barat, ini dihadiri oleh berbagai tokoh pendidikan dan yayasan, termasuk Pembina Yayasan Harapan Bangsa, Pdt. Jhon P. Fanggidae, Penasehat Yayasan, Melsiana Pelokila, Ketua Yayasan Harapan Bangsa, Sthephany Fanggidae, Ketua Komite Sekolah, Emy Bire, serta para kepala sekolah, guru, siswa, dan orang tua murid.

Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi atas dedikasi SKK Tunas Bangsa yang selama 28 tahun terus berkomitmen membentuk generasi yang cerdas, beriman, dan berkarakter.

“Semoga SKK Tunas Bangsa terus menjadi pilar pendidikan berkualitas di Kota Kupang. 28 tahun bukan waktu yang singkat, tetapi bukti nyata dedikasi, konsistensi, dan cinta para pendidik, orang tua, dan anak-anak untuk terus belajar dan bertumbuh,” ujarnya.

Serena menekankan pentingnya pendidikan holistik di era modern, yang tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada pembentukan mental, karakter, keterampilan komunikasi, serta kreativitas siswa.

Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan inklusif bagi anak-anak penyandang disabilitas agar mereka mendapatkan akses pendidikan yang setara di sekolah umum dengan fasilitas yang mendukung.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota Kupang menjelaskan bahwa dalam visi pembangunan Kota Kupang 2025–2030, pemerintah berkomitmen menjadikan Kota Kupang sebagai Rumah Bersama yang maju, mandiri, sejahtera, dan berkelanjutan.

Salah satu misi utama dalam visi tersebut adalah membangun sumber daya manusia yang berkualitas, berkarakter, dan inklusif melalui sistem pendidikan yang berkeadilan.

Serena juga menekankan bahwa hal ini sejalan dengan arah pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045, yang menitikberatkan pada penguatan pendidikan, kesehatan, sains, teknologi, kesetaraan, serta pengembangan bakat dan budaya.

Sebagai Wakil Wali Kota perempuan pertama dan termuda di Kota Kupang, Serena memberikan motivasi kepada para siswa agar terus bermimpi dan berkarya.

“Saya percaya usia dan gender bukanlah batasan untuk meraih mimpi. Saya sendiri memulai dengan kerja keras karena saya yakin, jika kita setia pada hal-hal kecil, kita akan dipercayakan untuk hal-hal yang lebih besar. Teruslah belajar, jangan takut salah, dan beranilah bertanya. Itu yang akan membentuk karakter pemberani,”pesannya.

Ia juga mengingatkan pihak sekolah agar tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membantu siswa menemukan bakat mereka di berbagai bidang seperti seni, olahraga, maupun teknologi.

“Bisa saja kelak ada alumni Tunas Bangsa yang menjadi penyanyi internasional atau atlet peraih medali emas. Semua dimulai dari lingkungan belajar yang mendukung dan penuh kasih,” tambahnya.

Di akhir sambutannya, Serena menegaskan prinsip kepemimpinannya bersama Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, yakni to govern is to serve—memerintah adalah melayani. Prinsip ini, menurutnya, juga relevan dalam dunia pendidikan.

“Guru tidak hanya mengajar, tetapi juga memimpin dengan teladan, menuntun dengan kesabaran, dan melayani demi masa depan anak-anak,” tutupnya.

Acara perayaan HUT ke-28 SKK Tunas Bangsa berlangsung meriah dengan berbagai kegiatan, termasuk pentas seni, pameran karya siswa, serta sesi refleksi perjalanan sekolah dalam mendidik generasi muda selama hampir tiga dekade. ***




Wali Kota Kupang Temui Tenaga Honorer TMS Seleksi P3K, Janji Perjuangkan Solusi Terbaik

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menemui perwakilan tenaga honorer yang dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) dalam seleksi administrasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) tenaga teknis tahap II.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Garuda Kantor Wali Kota Kupang ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE., M.Si, Asisten Administrasi Umum Sekda Kota Kupang, Yanuar Dally, SH., M.Si, serta Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Kota Kupang, A.D.E. Manafe, S.IP., M.Si beserta jajaran. Para tenaga honorer juga didampingi oleh perwakilan Konfederasi Buruh Sejahtera Provinsi NTT, David Mbuik.

Dalam pertemuan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh menghindari permasalahan, terutama yang berkaitan dengan kesejahteraan tenaga honorer.

“Kalau ada masalah jangan lari, jangan antipati kalau ada yang protes. Mereka hanya butuh penjelasan, sebaiknya diterima, dirangkul, dan dijelaskan dengan baik,” ujar dr. Christian Widodo pada Senin (10/03/2025).

Ia juga menginstruksikan Sekda dan BKPPD agar informasi penting terkait rekrutmen P3K disosialisasikan secara luas melalui berbagai platform, termasuk WhatsApp, media cetak, radio, dan media sosial.

Terkait peluang bagi 330 tenaga honorer yang tidak lolos seleksi tahap II, Wali Kota Kupang menyatakan kesiapannya untuk mengoptimalkan anggaran daerah guna mencari solusi terbaik.

“Kalau saya tidak perlu pengadaan mobil dinas, kita pakai saja semua untuk teman-teman. Saya akan berdiri paling depan, supaya teman-teman tidak dikorbankan. Kita usahakan yang terbaik,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala BKPPD Kota Kupang, A.D.E. Manafe, menjelaskan bahwa berdasarkan hasil komunikasi dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB), tenaga honorer yang sudah terdaftar di pangkalan data BKN masih memiliki peluang untuk mengikuti seleksi Calon ASN P3K melalui formasi tampungan yang saat ini menunggu regulasi.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa tenaga honorer yang lolos dari formasi tampungan akan diangkat sebagai P3K paruh waktu, dengan pengangkatan yang bergantung pada kebijakan kepala daerah serta kemampuan keuangan daerah.

Perwakilan Konfederasi Buruh Sejahtera Provinsi NTT, David Mbuik, mengapresiasi sikap Wali Kota Kupang yang mau berdialog langsung dengan tenaga honorer.

“Kami berterima kasih kepada Pak Wali Kota yang sudah bersedia menerima dan memberikan penjelasan terkait rekrutmen P3K ini. Kami berharap Pemkot Kupang bisa menemukan jalan terbaik sebagai solusi dari persoalan ini,”ujar David. ***




Wali Kota Kupang Ajak Generasi Muda Angkat Musik Tradisional NTT ke Panggung Dunia

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengingatkan agar generasi muda tidak melupakan musik tradisional Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurutnya, di era globalisasi ini, perpaduan antara musik tradisional dan modern bisa menjadi kekuatan besar yang mampu mengangkat budaya NTT ke panggung dunia.

“Musik tradisional kita begitu kaya dan unik. Kita harus berani mengembangkannya, menggabungkannya dengan unsur modern agar bisa bersaing di tingkat internasional. Jika dilakukan dengan baik, musik NTT bisa menjadi kebanggaan dunia,” ujar Wali Kota dalam perayaan Hari Musik Nasional yang berlangsung meriah di pelataran Lippo Plaza Kupang, Minggu (9/3).

Acara ini dihadiri oleh berbagai tokoh penting, termasuk Ketua DPRD Kota Kupang Richard Elvis Odja, Ketua DPD PAPPRI NTT Adriana B. Kalla, Rohaniwan Katolik Pater Cons, OCD., perwakilan BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT, serta para seniman dan tokoh masyarakat.

Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa musik bukan sekadar hiburan, melainkan bagian dari identitas dan kehidupan masyarakat NTT.

Dalam sambutannya, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa musik telah menjadi bagian dari perjalanan sejarah bangsa.

Ia mengingatkan bahwa lagu-lagu perjuangan seperti Maju Tak Gentar, Indonesia Raya, dan Halo-Halo Bandung bukan hanya sekadar untaian lirik, tetapi juga simbol perlawanan, semangat, dan persatuan bangsa.

“Musik adalah nafas dari kebudayaan kita. Ia mengingatkan kita pada sejarah, membangkitkan semangat nasionalisme, dan menjadi suara bagi mereka yang ingin menyampaikan pesan perubahan. Lebih dari itu, musik adalah warisan yang harus kita jaga dan kembangkan,” tegasnya.

Lebih dari sekadar hiburan, musik juga berperan dalam meningkatkan kebahagiaan masyarakat.

Menurut Wali Kota, kota dengan kehidupan seni yang berkembang cenderung memiliki warga yang lebih sejahtera dan harmonis.

Untuk itu, ia bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, telah menyiapkan berbagai program untuk menghidupkan seni dan musik di Kota Kupang.

“Kami ingin menghadirkan pentas seni, pesta rakyat, dan pasar seni mingguan yang menampilkan pagelaran musik serta karya seni lokal. Ini bukan hanya soal hiburan, tetapi juga ruang bagi seniman dan masyarakat untuk berekspresi serta merayakan budaya mereka sendiri,” ujarnya.

Ketua DPD PAPPRI NTT, Adriana B. Kalla atau yang akrab disapa Aki Kala, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Pemerintah Kota Kupang terhadap dunia seni.

Namun, ia juga menegaskan bahwa seniman lokal membutuhkan lebih banyak dukungan untuk bisa berkembang.

“Kami bertahan bukan karena banyaknya dana, tetapi karena semangat, doa, dan tekad untuk terus berkarya. Namun, kami tidak bisa berjalan sendiri. Dukungan dari pemerintah sangat kami butuhkan agar seniman NTT bisa mendapatkan panggung yang lebih luas,” ungkapnya.

Ia menekankan bahwa musisi daerah harus diberi ruang yang lebih besar, bukan sekadar menjadi pengisi acara pembuka dalam berbagai ajang nasional.

Selain itu, Aki Kala juga mengumumkan bahwa pada 13 Oktober 2025, DPD PAPPRI NTT akan menggelar Musyawarah Daerah (Musda) untuk memilih kepengurusan baru.

Ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan dukungan penuh agar organisasi ini semakin kuat dan mampu membawa nama NTT bersinar lebih terang.

Selain perayaan musik, acara ini juga menjadi momen bagi BPJS Ketenagakerjaan Provinsi NTT untuk menyerahkan santunan kematian, santunan hari tua, dan santunan pensiun kepada ahli waris dari berbagai profesi di Kota Kupang.

Santunan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap jasa-jasa para pekerja, baik dari sektor informal maupun formal, yang telah mengabdikan diri dalam berbagai bidang pekerjaan.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Kupang mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama dalam memajukan seni dan budaya di NTT.

“Jika ingin bergerak cepat, kita bisa bergerak sendiri. Tetapi jika ingin bergerak jauh, kita harus bergerak bersama. Musik adalah bagian dari jati diri kita. Mari kita rawat, kembangkan, dan bawa musik NTT ke tingkat yang lebih tinggi,” tutupnya.

Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku seni, dan masyarakat, Kota Kupang diharapkan bisa menjadi pusat kreativitas yang membanggakan tempat di mana musik dan budaya tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi juga masa depan yang gemilang. ***




Kupang Menuju Kota Inklusif, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tegaskan Komitmen untuk Perempuan dan Disabilitas

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan Wakil Wali Kota, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., menegaskan komitmen mereka dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, kesetaraan gender, serta pemberdayaan perempuan dan kelompok disabilitas.

Hal ini disampaikan dalam Aksi Kolektif Hari Perempuan Internasional 2025, yang diselenggarakan oleh Gerakan Advokasi Transformasi Disabilitas untuk Inklusi (Garamin) bekerja sama dengan RRI Kupang, di Arena Car Free Day, Jalan El Tari, Kupang, Sabtu (8/3).

Acara ini menghadirkan tokoh-tokoh penting, termasuk Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn). Drs. Johanis Asadoma, S.I.K., M.Hum, Ketua DPRD Provinsi NTT, Ir. Emelia Julia Nomleni, serta perwakilan organisasi perempuan dan disabilitas.

Dalam pidatonya, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa kesetaraan gender dan hak disabilitas bukan sekadar isu sosial, tetapi bagian dari agenda pembangunan daerah.

“Jika kita bicara tentang perempuan dan disabilitas, jangan lupakan anak-anak sebagai bagian yang tak terpisahkan. Kami ingin Kupang menjadi kota yang aman, modern, berbudaya, tangguh, dan sejahtera bagi semua,” ujarnya.

Sebagai langkah awal, Pemkot Kupang telah mengajukan Rancangan Peraturan Daerah tentang Kota Layak Anak, yang kini dalam tahap pembahasan di DPRD Kota Kupang.

“Regulasi sudah ada, tetapi yang lebih penting adalah bagaimana kita mengeksekusinya. Karena visi tanpa implementasi hanyalah wacana,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, menyoroti pentingnya pendidikan yang inklusif bagi penyandang disabilitas.

“Anak-anak disabilitas berhak mendapat pendidikan di sekolah umum dengan fasilitas yang memadai. Kita harus memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan akses,” katanya.

Ia juga menekankan perlunya infrastruktur publik yang ramah bagi penyandang disabilitas, seperti jalur khusus pengguna kursi roda, toilet inklusif, serta akses pekerjaan bagi kaum disabilitas dan perempuan kepala keluarga.

“Kami sudah berdiskusi dengan Kementerian UMKM untuk merancang program pelatihan dan bantuan bagi perempuan serta penyandang disabilitas agar mereka lebih mandiri secara ekonomi,” tambahnya.

Ketua DPRD Provinsi NTT, Ir. Emelia Julia Nomleni, menegaskan bahwa regulasi terkait kesetaraan gender dan disabilitas sudah ada, seperti Perda No. 5 tentang Pengarusutamaan Gender dan Perda No. 6 tentang Pemenuhan Hak Penyandang Disabilitas.

“Kami di DPRD sudah mengesahkan regulasi ini, tapi sayangnya implementasinya masih lemah. Pemda di seluruh NTT harus memastikan regulasi ini berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Irjen Pol (Purn). Drs. Johanis Asadoma, menyoroti pentingnya keterlibatan perempuan dalam kepemimpinan.

“Saat ini, semakin banyak perempuan NTT yang menduduki posisi strategis, termasuk Wakil Wali Kota Kupang dan Wakil Bupati Kupang. Ini bukti bahwa perempuan mampu berkontribusi dalam pembangunan,” ujarnya.

Ketua Garamin NTT, Yafas Aguson Lay, menjelaskan bahwa tema Hari Perempuan Internasional 2025, yaitu “Accelerate Action” atau “Percepat Aksi”, menekankan pentingnya tindakan nyata untuk menghilangkan hambatan terhadap kesetaraan gender dan disabilitas.

“Perubahan tidak akan terjadi jika hanya berhenti pada diskusi. Kita harus segera bertindak untuk menjadikan GEDSI (Gender Equality, Disability, and Social Inclusion) sebagai kenyataan di NTT,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen, para narasumber dan peserta menandatangani deklarasi “Percepat Aksi GEDSI dari NTT untuk Indonesia”, yang berisi komitmen bersama untuk memperjuangkan kesetaraan gender dan hak-hak disabilitas di NTT.

Dengan berbagai langkah konkret yang telah dicanangkan, Kota Kupang semakin dekat untuk menjadi kota yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh warganya. ***




Wakil Wali Kota Kupang Temui Warga Liliba: Dengarkan Aspirasi, Wujudkan Perubahan

 

Kupang,nwartapedia.com – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc., bertatap muka langsung dengan warga Kelurahan Liliba dalam pertemuan yang berlangsung di rumah Ketua RT 39, Amros Awanai.

Dialog ini menjadi ajang bagi masyarakat untuk menyampaikan berbagai aspirasi terkait infrastruktur, pelayanan publik, hingga pemberdayaan pemuda.

Kehadiran Wakil Wali Kota disambut hangat oleh warga yang antusias menyampaikan berbagai keluhan dan harapan.

Sebelumnya, ia juga diajak berkeliling lingkungan RT 39 untuk melihat langsung kondisi jalan dan fasilitas umum yang membutuhkan perhatian.

Turut hadir dalam kegiatan ini Anggota DPRD Kota Kupang Maria Rosalinda Uta Teku, Sekretaris Lurah Liliba Johanis Dubu, serta sejumlah Ketua RT dan RW se-Kelurahan Liliba.

Ketua RT 39, Amros Awanai, dalam sambutannya mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian Wakil Wali Kota kepada warganya.

“Kami bangga dan merasa dihargai dengan kehadiran Ibu Wakil Wali Kota di sini. Kami berharap ada solusi nyata dari pemerintah untuk perbaikan jalan dan dukungan terhadap program-program masyarakat,” ujarnya.

Dalam tanggapannya, Wakil Wali Kota menegaskan bahwa perbaikan infrastruktur akan menjadi perhatian pemerintah.

“Kami sudah melihat sendiri kondisi jalan yang perlu diperbaiki. Kami akan mengevaluasi anggaran dan mencari solusi terbaik agar pembangunan bisa berjalan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Wali Kota memaparkan tiga fokus utama yang menjadi prioritas Pemerintah Kota Kupang dalam 100 hari pertama kepemimpinan, yakni pengelolaan sampah, pemberdayaan UMKM, dan reformasi birokrasi.

“Masalah sampah memang menjadi tantangan besar, dan kami sedang merancang solusi yang efektif. Kami juga ingin memberdayakan pemuda yang kreatif agar dapat berkontribusi dalam pengembangan UMKM. Selain itu, reformasi birokrasi akan kami dorong agar pelayanan publik menjadi lebih cepat dan responsif,” jelasnya.

Serena juga mengajak masyarakat untuk bersatu dalam membangun Kota Kupang, tanpa terhambat oleh perbedaan politik pasca-pilkada.

“Mari kita tinggalkan sekat-sekat yang ada dan fokus pada pembangunan. Kota ini milik kita semua, dan kita hanya bisa maju jika bekerja sama,” tegasnya.

Dalam sesi dialog, warga menyampaikan berbagai keluhan, mulai dari minimnya anggaran untuk Posyandu, genangan air yang tak kunjung diatasi, hingga akses jalan yang terhambat.

Warga juga meminta perhatian lebih terhadap pengelolaan sampah dan dukungan bagi kegiatan kepemudaan melalui Karang Taruna.

Menanggapi hal itu, Wakil Wali Kota menegaskan komitmennya untuk mencari solusi yang cepat dan tepat, termasuk meningkatkan perhatian terhadap kader Posyandu, memperbaiki infrastruktur, dan mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan kota.

Menutup pertemuan, Wakil Wali Kota kembali menegaskan bahwa membangun Kota Kupang bukan hanya tugas pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi aktif seluruh masyarakat.

“Kami akan terus membuka ruang komunikasi dengan warga. Dengan kolaborasi dan kerja sama, kita bisa mewujudkan Kota Kupang yang lebih bersih, maju, dan sejahtera,” pungkasnya.

Dialog ini menjadi bukti nyata komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendengarkan dan merespons kebutuhan masyarakat.

Diharapkan, pertemuan seperti ini terus berlanjut agar setiap langkah pembangunan benar-benar sesuai dengan harapan warga. ***




Wali Kota Kupang Ajak Pemuda Rock Liliba Berlayar Bersama Menuju Perubahan

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri acara Berbagi Kasih Bersama Pemuda Rock Liliba di PAUD Akasia, Kelurahan Liliba, pada Sabtu (8/3).

Kedatangannya disambut antusias oleh masyarakat setempat dalam acara yang mengusung tema “Susah Senang Ketong Sama-sama”.

Tema ini mencerminkan semangat kebersamaan dan solidaritas sosial yang terus dipupuk di tengah masyarakat.

Turut hadir dalam acara ini Anggota DPRD Sumba Barat Daya Stefanus Come Rihi, Pendeta Jemaat Emaus Liliba Pdt. Jeni Tameno, Lurah Liliba Victor Makoni, S.Sos, Ketua Pemuda Gang Rock Liliba Bili Nope, Ketua LPM Kelurahan Liliba Drs. Apolo Markus, Ketua Karang Taruna Simin Sede, Bhabinkamtibmas Kelurahan Liliba Bripka Andri Non, Babinsa Kelurahan Liliba Serda Eko, serta para Ketua RT se-Kelurahan Liliba.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada Pemuda Gang Rock Liliba yang telah menginisiasi acara ini.

Ia mengibaratkan generasi muda sebagai kapal yang harus berani berlayar menghadapi tantangan di lautan luas, bukan sekadar berdiam di dermaga.

“Kalian anak muda harus mampu berkarya dan memberi manfaat bagi orang lain, dimulai dari lingkungan keluarga dan sekitar. Kita semua yang hadir di sini bukan untuk berdiam diri, tetapi untuk berlayar bersama menghadapi tantangan. Bersama Wali Kota dan Wakil Wali Kota, kita akan membawa Kota Kupang ke arah yang lebih baik,” ujarnya dengan semangat.

Lebih lanjut, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa keberhasilan tidak hanya bergantung pada niat baik, tetapi juga pada komitmen dan konsistensi dalam menjalankan setiap tugas.

“Tanpa komitmen, pekerjaan tidak bisa dimulai. Tanpa konsistensi, pekerjaan tidak akan selesai dengan baik. Saya berharap Pemuda Gang Rock Liliba terus menjalankan program-program mereka dengan penuh dedikasi,” katanya.

Ia juga menekankan pentingnya birokrasi yang responsif dan komunikatif. Dalam lima tahun ke depan, ia berjanji Pemerintah Kota Kupang akan lebih tanggap dalam menangani keluhan masyarakat.

“Jika ada pelayanan publik yang berbelit-belit, jangan ragu untuk melapor. Memerintah adalah melayani—to govern is to serve—itulah yang harus menjadi pegangan kita semua,” tegasnya.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota juga mengajak masyarakat Kelurahan Liliba untuk bersama-sama menangani persoalan sampah. Ia mengungkapkan rencana Pemkot Kupang untuk menyediakan armada sampah, seperti motor listrik dan truk sampah, guna memastikan lingkungan tetap bersih dan sehat.

“Sampah rumah tangga harus dipilah sesuai jenisnya. Saat ini, sampah bisa ditukar menjadi uang. Jadi, mari kita mulai memilah sampah dari sekarang. Jika ingin bergerak cepat, bergeraklah sendiri. Tetapi jika ingin bergerak jauh, bergeraklah bersama. Saya ingin kita semua bergerak jauh demi Kota Kupang yang lebih baik,” pesannya.

Sebagai bentuk kepedulian, Wali Kota menyerahkan bantuan kasih secara simbolis kepada salah satu perwakilan warga. Ia menegaskan bahwa bantuan ini bukan dinilai dari jumlahnya, tetapi dari ketulusan yang menyertainya.

Acara Berbagi Kasih ini menjadi momentum penting bagi masyarakat Kelurahan Liliba untuk terus menumbuhkan rasa kepedulian dan kebersamaan.

Dengan semangat gotong royong, diharapkan kegiatan seperti ini terus berlanjut demi mempererat solidaritas sosial di Kota Kupang. ***




Wali Kota Kupang Hadiri Rapat Paripurna DPRD, Bahas RPJPD dan Kota Layak Anak

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Wali Kota Kupang, Serena Cosgrova Francis, S.Sos., M.Sc, menghadiri Rapat Paripurna ke-4 Masa Persidangan II Tahun 2024/2025 yang digelar oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Kupang di Ruang Sidang Utama Sasando, Lantai II Gedung DPRD Kota Kupang, Jumat (7/3).

Rapat ini dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Kota Kupang, Richard Elvis Odja, didampingi Wakil Ketua I, Jabir Marola, dan Wakil Ketua II, Yeskiel Loudoe, S.Sos. Selain dihadiri para anggota DPRD dari delapan fraksi, sejumlah pejabat penting turut hadir, di antaranya Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Kupang, Fahrensy P. Funay, SE., M.Si, para asisten Sekda, staf ahli Wali Kota, kepala perangkat daerah, serta camat se-Kota Kupang.

Agenda utama dalam rapat ini adalah tanggapan Wali Kota Kupang terhadap pemandangan umum anggota DPRD melalui fraksi-fraksi atas pengajuan dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usul inisiatif Pemerintah Kota Kupang, yakni

1. Rancangan Peraturan Daerah tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Kupang 2025-2045.

2. Rancangan Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Kota Layak Anak.

Dalam kesempatan ini, Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang secara bergantian membacakan dokumen setebal 44 halaman yang berisi tanggapan terhadap berbagai masukan dari DPRD.

Mengawali tanggapannya, Wali Kota Kupang mengapresiasi kerja sama dan dukungan DPRD Kota Kupang dalam mencermati serta menerima pengajuan dua Ranperda ini untuk dibahas lebih lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh fraksi di DPRD Kota Kupang atas perhatian dan dukungan terhadap upaya pemerintah dalam membangun Kota Kupang yang lebih maju, modern, dan sejahtera. RPJPD dan Ranperda Kota Layak Anak ini adalah langkah konkret untuk memastikan pembangunan yang berkelanjutan dan inklusif bagi semua lapisan masyarakat,” ujar Wali Kota.

Sejumlah fraksi DPRD menyampaikan pandangan dan masukan terhadap dua Ranperda tersebut, yang kemudian ditanggapi secara langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang.

Fraksi Gerindra menyoroti pentingnya keselarasan RPJPD dengan kebijakan nasional dan provinsi. Menanggapi hal ini, Pemerintah Kota Kupang menegaskan bahwa penyusunan RPJPD telah disesuaikan dengan visi pembangunan nasional serta menetapkan arah pembangunan Kota Kupang dengan visi baru
“Kota Kupang Menjadi Rumah Bersama yang Modern, Bersih, Aman, Berbudaya, Tangguh, dan Sejahtera.”

Fraksi PDI Perjuangan menekankan pentingnya implementasi nyata RPJPD serta efisiensi tata kelola birokrasi. Pemerintah menanggapi dengan menegaskan bahwa RPJPD tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi juga pedoman dalam menjalankan pembangunan yang efektif dan efisien.

Fraksi Partai NasDem mendorong RPJPD yang berbasis pada pembangunan berkelanjutan dan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah menegaskan bahwa dokumen perencanaan telah mempertimbangkan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) serta memastikan partisipasi aktif masyarakat dalam perumusan kebijakan.

Fraksi PKB menyoroti penyesuaian batas wilayah, mitigasi bencana, dan peningkatan ruang terbuka hijau. Pemerintah menyampaikan bahwa telah dilakukan penegasan batas wilayah di 51 kelurahan, serta meningkatkan infrastruktur air bersih dan sistem mitigasi bencana yang lebih terintegrasi.

Fraksi Golkar menggarisbawahi pentingnya regulasi yang kuat dalam mendukung pembangunan jangka panjang. Pemerintah menjelaskan bahwa RPJPD disusun dengan landasan ilmiah yang kuat serta analisis mendalam terhadap kebutuhan masyarakat.

Fraksi PAN menekankan reformasi birokrasi dan efektivitas anggaran. Pemerintah memastikan bahwa reformasi birokrasi menjadi prioritas utama, termasuk dalam meningkatkan akuntabilitas keuangan dan transparansi pengelolaan anggaran.

Fraksi Demokrat menegaskan bahwa RPJPD harus berdampak nyata bagi masyarakat dan bukan sekadar dokumen formalitas. Pemerintah menegaskan bahwa penyusunan RPJPD telah melalui proses sinkronisasi dengan kebijakan pembangunan nasional dan provinsi serta berbasis kebutuhan riil masyarakat Kota Kupang.

Fraksi Gabungan Hanura, Perindo, PSI Bersatu memberikan dukungan penuh terhadap program Kota Layak Anak. Pemerintah menyampaikan terima kasih atas dukungan ini dan menegaskan komitmennya untuk mewujudkan kebijakan yang berpihak pada anak serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.

Menutup tanggapannya, Wali Kota Kupang menegaskan bahwa RPJPD 2025-2045 akan menjadi landasan utama dalam membangun Kota Kupang yang lebih maju, modern, dan inklusif.

Selain itu, Ranperda Kota Layak Anak diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak-anak di Kota Kupang.

“Melalui sinergi yang kuat antara Pemerintah dan DPRD, kita optimistis dapat menghadirkan perubahan nyata bagi masyarakat Kota Kupang. Pembangunan yang berkelanjutan, tata kelola pemerintahan yang baik, serta perlindungan terhadap anak akan menjadi fokus utama ke depan,” ujar Wali Kota.

Rapat Paripurna ini menegaskan bahwa kerja sama antara eksekutif dan legislatif menjadi kunci utama dalam merumuskan kebijakan strategis yang berdampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat Kota Kupang. ***




Wali Kota Kupang Terima Audiensi HIMAPALA UMK, Dukung Lomba Lintas Alam dan Program Peduli Sampah

 

Kupang,nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menerima audiensi dari Himpunan Mahasiswa Pecinta Alam (HIMAPALA) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMK) di ruang kerjanya pada Jumat (7/3).

Pertemuan ini dihadiri oleh Dewan Pembina HIMAPALA, Cakti Flobamorrinci A. Kirie, S.Pi., Ketua HIMAPALA, Muhammad Ikram Balaga, Ketua Bidang Organisasi, Krispinus Kevin Rumbung, serta anggota HIMAPALA, Sulaiman Baharudin.

Dalam pertemuan tersebut, HIMAPALA UMK mengundang Wali Kota untuk membuka serta memfasilitasi kegiatan Lomba Lintas Alam yang akan digelar pada 22 April 2025.

Kompetisi ini akan melibatkan pelajar SMP, SMA, dan mahasiswa dengan tujuan meningkatkan kesadaran lingkungan serta kecintaan terhadap alam.

Selain itu, HIMAPALA juga mengajukan kerja sama dengan Pemerintah Kota Kupang dalam menangani masalah sampah di kota.

Menanggapi usulan tersebut, Wali Kota Kupang menyambut baik inisiatif HIMAPALA dan menyatakan dukungan penuh terhadap kegiatan ini.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang akan menyediakan konsumsi bagi peserta lomba serta berkoordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan untuk menyiapkan armada pengangkut sampah plastik yang dihasilkan selama acara berlangsung.

“Kegiatan seperti ini sangat positif dan perlu terus dikembangkan. Semoga melalui lomba ini, semakin banyak masyarakat, khususnya generasi muda, yang peduli terhadap kebersihan lingkungan dan aktif dalam aksi pelestarian alam,” ujar Wali Kota. ***