Bobby Lianto Lantik KADIN TTS, Dorong Sinergi untuk Bangkitkan Ekonomi Daerah

Soe, nwartapedia.com — Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto melantik Dewan Pengurus KADIN Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) di Aula Kantor Bupati TTS, Jumat (21/8/2026).

Dalam pelantikan tersebut, Stephen Tafui resmi dikukuhkan sebagai Ketua KADIN TTS bersama jajaran pengurus lainnya. Prosesi pelantikan disaksikan langsung oleh Bupati TTS Eduard Markus Lioe.

Turut hadir Wakil Ketua KADIN NTT Yes Natonis, Direktur Eksekutif KADIN NTT Mercy Siubelan, serta sejumlah anggota Dewan Pakar KADIN NTT, yakni Stefanus Tani Temu, Adios Asbanu dan Patrick.

Bobby Lianto mengatakan, pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran KADIN dalam mendukung pertumbuhan ekonomi Kabupaten TTS.

Menurutnya, KADIN harus mampu membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan.

Ia menegaskan, KADIN NTT akan terus mengambil bagian dalam mendukung berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, termasuk di wilayah terpencil.

Salah satu bentuk dukungan KADIN NTT diwujudkan melalui pembangunan dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah 3T.

Bobby menjelaskan, KADIN NTT mengambil tanggung jawab untuk mendukung pembangunan 60 titik dapur MBG yang tersebar di desa-desa terpencil dengan kondisi geografis dan akses yang sulit.

“Ini menjadi tanggung jawab bersama. KADIN NTT mengambil peran untuk mendukung pembangunan di 60 titik di desa-desa yang sangat terpencil. Saat ini sudah banyak yang selesai 100 persen dan siap beroperasi,” kata Bobby.

Usai pelantikan KADIN TTS, Bobby bersama rombongan langsung meninjau salah satu dapur MBG yang telah selesai dibangun di Desa Bikekneno, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten TTS.

Sejumlah dapur yang telah selesai dibangun kini menunggu proses dari Badan Gizi Nasional (BGN) sebelum mulai beroperasi dan melayani masyarakat.

Selain meninjau dapur MBG, Bobby Lianto juga melihat potensi wisata alam di wilayah Bikekneno. Kawasan pegunungan tersebut dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata, termasuk wisata camping.

Bobby menilai TTS memiliki beragam potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, mulai dari pariwisata, pertanian, kelautan hingga budaya.

“Potensi TTS sangat luar biasa. Tidak hanya pariwisata, tetapi juga pertanian, budaya dan berbagai potensi lainnya yang dapat menjadi kekuatan ekonomi masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati TTS Eduard Markus Lioe menyampaikan apresiasi kepada KADIN NTT dan pengurus KADIN TTS yang baru dilantik.

Ia berharap KADIN dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam mendukung program pembangunan, membuka peluang usaha dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Sebagai bentuk dukungan, Pemerintah Kabupaten TTS menyiapkan kantor KADIN TTS untuk menunjang kegiatan operasional organisasi.

Bupati juga menyampaikan bahwa Kabupaten TTS mendapatkan bantuan bibit kakao dan kelapa. Ia berharap KADIN NTT dapat ikut mendukung pengembangan sektor perkebunan tersebut sehingga mampu meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat.

Pelantikan pengurus KADIN TTS diharapkan menjadi awal penguatan sinergi antara dunia usaha dan pemerintah dalam mengembangkan potensi daerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat TTS. **




Perumda Air Minum Kota Kupang Siap Aktifkan Kembali Sumur Bor dan Reservoir di Bello

Kupang, nwartapedia.com  — Perumda Air Minum Kota Kupang menyatakan kesiapannya untuk mengaktifkan kembali fasilitas sumur bor dan reservoir di kawasan Bello, Kota Kupang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pelayanan air bersih bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Kesiapan itu disampaikan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Terminal Bello, Jumat (21/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, pihak Perumda melihat langsung kondisi sumur bor dan empat unit reservoir yang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) melalui Satuan Kerja Pengeboran Air Tanah (PAT).

Fasilitas tersebut sebenarnya telah dibangun sejak 2015. Namun, operasional pompa terakhir berlangsung sekitar 2018 sebelum mengalami kerusakan teknis. Akibatnya, fasilitas sumur bor dan reservoir tidak lagi dimanfaatkan secara optimal selama beberapa tahun.

Padahal, keberadaan sumber air tersebut dinilai masih berpotensi membantu memenuhi kebutuhan warga di sekitar kawasan Bello yang selama ini membutuhkan akses air bersih.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang berdiskusi langsung dengan sejumlah warga yang sebelumnya pernah mendapatkan manfaat dari fasilitas sumur bor tersebut.

Dari pertemuan itu, warga dan Perumda membahas rencana pengaktifan kembali fasilitas agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Salah seorang tokoh masyarakat, Yoris, menjelaskan bahwa sistem pelayanan sebelumnya menggunakan pola komunal.

Air dari sumur bor dialirkan menuju beberapa reservoir kecil yang dilengkapi kran umum dan kemudian digunakan oleh sejumlah keluarga.

Saat ini, sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) di kawasan tersebut dinilai siap mendapatkan pelayanan air bersih apabila fasilitas kembali dioperasikan.

Warga berharap proses pengaktifan kembali sumur bor dapat segera direalisasikan sehingga sumber air yang tersedia tidak lagi terbengkalai dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan BBWS NT II mengenai status fasilitas tersebut.

Berdasarkan hasil komunikasi, infrastruktur yang dibangun sebelumnya telah diserahkan kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri.

Namun, karena pengelolaan tidak lagi berjalan, Perumda dapat mengambil peran dalam pengelolaan dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari kelompok masyarakat.

BBWS NT II juga disebut siap membantu melakukan pembenahan terhadap fasilitas sebelum nantinya dikelola oleh Perumda Air Minum Kota Kupang.

Saat ini, pengurus warga meminta waktu sekitar satu minggu untuk melakukan koordinasi internal.

Setelah persetujuan warga diperoleh, komunikasi dengan pihak PAT dan BBWS NT II akan dilanjutkan untuk membahas proses perbaikan serta pengelolaan fasilitas.

Perumda Air Minum Kota Kupang tidak hanya menargetkan pengoperasian kembali sumur bor, tetapi juga berencana mengubah sistem pelayanan air bersih di kawasan tersebut.

Jika fasilitas sudah dapat beroperasi, distribusi air tidak lagi mengandalkan sistem komunal seperti sebelumnya.

Perumda berencana membangun jaringan perpipaan dan menyalurkan air langsung ke rumah-rumah warga melalui pemasangan Sambungan Rumah (SR).

Dengan pola tersebut, sekitar 200 KK yang telah menyatakan kesiapan untuk dilayani diharapkan dapat memperoleh akses air bersih secara lebih mudah dan teratur.

Pengaktifan kembali sumur bor dan reservoir di Bello diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan sumber air yang tersedia sekaligus memperluas cakupan pelayanan air bersih Perumda Air Minum Kota Kupang. (MI)




Warga Naikoten 1 Apresiasi DLHK Kota Kupang Pangkas Pohon di Jalan Suharto

Kupang, nwartapedia.com — Warga Kelurahan Naikoten 1, Kota Kupang, mengapresiasi langkah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang yang melakukan pemangkasan pohon di sepanjang Jalan Suharto, tepat di depan Kampus Undana Lama, Jumat (21/8/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan Rachel, salah seorang warga Naikoten 1, kepada media ini mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang melalui DLHK yang telah merespons kondisi pohon di sepanjang jalan tersebut.

Menurut Rachel, pemangkasan pohon penting dilakukan mengingat kondisi cuaca yang sering disertai angin kencang.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan dahan maupun pohon tumbang dan membahayakan pengendara yang melintas.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya DLHK, yang sudah memperhatikan kondisi pohon di sepanjang jalan ini. Apalagi saat angin kencang, tentu dapat membahayakan pengendara,” ujar Rachel.

Pantauan media ini di lokasi, terlihat sejumlah kendaraan operasional DLHK Kota Kupang dikerahkan untuk mendukung kegiatan tersebut.

Petugas juga tampak mengangkut ranting dan daun hasil pemangkasan untuk dibawa ke tempat pembuangan.

Salah seorang petugas DLHK, Linda, mengatakan pemangkasan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

Ia menjelaskan, petugas DLHK turun langsung membersihkan dan memangkas pohon di sepanjang Jalan Suharto, depan Kampus Undana Lama, Naikoten 1.

Kegiatan tersebut berlangsung sejak siang hingga sekitar pukul 16.30 WITA.

Sementara itu, Sekretaris DLHK Kota Kupang, Ahmad Likur, mengatakan pemangkasan pohon tidak hanya bertujuan untuk penataan kota, tetapi juga untuk menjaga keselamatan para pengguna jalan.

“Selain untuk penataan kota, pemotongan pohon ini juga untuk menjaga keselamatan pengendara karena saat ini sering terjadi angin kencang,” katanya.

Ahmad mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di lokasi yang banyak terdapat pepohonan, terutama saat cuaca buruk dan angin kencang.

“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati menghadapi ancaman pohon tumbang atau bahaya lainnya. Masyarakat harus selalu waspada,” pungkasnya. (MI)




BRI Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores, Layanan Perbankan Tetap Berjalan

Ruteng, nwartapedia.com – Gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan duka bagi masyarakat terdampak.

Di tengah situasi tersebut, BRI menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan sekaligus memastikan layanan perbankan tetap dapat diakses masyarakat.

Direktur Operation BRI Hakim Putratama dan Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya, didampingi Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya, hadir langsung di sejumlah wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan melalui program BRI Peduli.

Bantuan yang diberikan meliputi makanan siap saji, sembako, air bersih, selimut, tikar, masker, serta berbagai kebutuhan lainnya sesuai kondisi masyarakat di lapangan.

Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo. BRI memastikan bantuan akan terus dipantau dan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Selain membantu masyarakat, jajaran manajemen BRI juga memastikan kondisi Insan BRILiaN yang terdampak gempa.

Dukungan diberikan agar para pekerja tetap dapat menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Di tengah kondisi pascagempa, BRI juga memantau kesiapan unit kerja, jaringan layanan, serta AgenBRILink. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap transaksi dan layanan keuangan yang dibutuhkan.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, kehadiran BRI merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

“Kami turut berduka atas musibah yang terjadi dan memahami bahwa gempa ini memberikan dampak yang tidak ringan bagi masyarakat. Karena itu, BRI hadir secara langsung untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak,” ujar Hery.

Menurut Hery, bantuan akan terus disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak.

“Kami juga memastikan kondisi Insan BRILiaN yang terdampak serta kesiapan layanan BRI, termasuk AgenBRILink. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan perbankan meskipun berada dalam situasi yang penuh tantangan,” tambahnya.

Hery menegaskan, penanganan pascabencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, BRI akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait serta memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak.

“BRI akan terus hadir dan bergerak bersama masyarakat. Penyaluran bantuan akan kami lanjutkan sesuai kondisi serta kebutuhan yang ditemukan di lapangan,” pungkasnya. *




Isidorus Lilijawa Soroti Ancaman Lunturnya Tenun Ngada, Generasi Muda Diminta Bergerak

Kupang, nwartapedia.com — Tradisi tenun ikat Ngada menghadapi tantangan di tengah perubahan zaman. Aktivitas menenun yang dahulu menjadi bagian dari kehidupan masyarakat kini mulai semakin jarang ditemukan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang sekaligus Ketua Paguyuban IKADA Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., saat menjadi narasumber dalam Sosialisasi Kain Tenun Ngada di Museum NTT, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan bertajuk “Melestarikan Warisan Budaya, Memperkuat Identitas dan Jati Diri Masyarakat NTT” itu turut dihadiri Dr. Drs. Watu Yohanes Vianey, M.Hum., Dr. Maria Bernadetha Ringga, S.E., M.M., serta masyarakat dan mahasiswa.

Membawakan materi “Tenun Ikat Ngada dalam Perspektif Simbol”, Isidorus menegaskan tenun tidak boleh dipandang hanya sebagai kain atau produk kerajinan.

Menurutnya, setiap motif, warna, dan jalinan benang menyimpan nilai serta menggambarkan cara berpikir dan kehidupan masyarakat Ngada.

“Tenun ikat Ngada adalah simbol dari cara berada, cara berpikir dan cara hidup masyarakat Ngada. Setiap benang yang membentuk motif, setiap jalinan kain yang mewujud warna adalah simbol tentang nilai,” jelasnya.

Isidorus juga mengenang masa kecilnya di Lengkosambi, Riung. Sekitar 30 tahun lalu, masyarakat masih menanam kapas, mengolahnya menjadi benang, dan menenun kain sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Menurut Isidorus, perubahan zaman dan masuknya budaya baru dapat membuat generasi muda semakin jauh dari tradisi lokal.

Jika tidak dilakukan upaya nyata, simbol budaya seperti tenun berisiko hanya menjadi benda peninggalan masa lalu tanpa lagi dipahami maknanya.

Karena itu, ia mendorong revitalisasi budaya melalui empat pendekatan, yaitu pelestarian, pementasan, modifikasi, dan reinvensi tradisi.

“Tradisi kita bukan kita ubah, tapi kita modifikasi dan diversifikasi sesuai dengan kebutuhan kita, dengan tetap melakukan upaya-upaya pelestarian dan menjaga tradisi,” ungkapnya.

Pengembangan tersebut dapat dilakukan melalui museum, sanggar budaya, lembaga adat, pertunjukan budaya, hingga inovasi desain tenun yang tetap mempertahankan akar tradisinya.

Isidorus menilai generasi muda memiliki posisi penting dalam menentukan apakah tradisi tenun Ngada akan terus hidup atau justru semakin ditinggalkan.

Karena itu, generasi muda perlu memahami bukan hanya bentuk dan motif tenun, tetapi juga proses pembuatan, filosofi, nilai, dan sejarah yang ada di baliknya.

Ia berharap tenun Ngada dapat terus digunakan, dikembangkan, dan memiliki tempat dalam kehidupan masyarakat modern.

“Tenun harus tetap hidup,” menjadi semangat yang ditekankan Isidorus agar warisan budaya Ngada tidak berhenti sebagai simbol masa lalu, tetapi tetap menjadi bagian dari identitas masyarakat NTT dan diwariskan kepada generasi berikutnya. ***




Gempa Flores, Undana Kerahkan 75 Relawan dan Siapkan Bantuan UKT bagi Mahasiswa Terdampak

Kupang, nwartapedia.com — Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah konkret menghadapi dampak gempa bumi di Flores. Sebanyak 75 relawan disiapkan untuk turun ke wilayah terdampak, sementara mahasiswa yang menjadi korban bencana mendapat skema relaksasi akademik dan bantuan UKT.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat Undana Disaster Relief Task Force (Satgas Penanganan Bencana) yang dipimpin langsung Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., di Aula Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana, Senin (17/8/2026).

Langkah Undana menyasar lima kabupaten terdampak, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Respons tersebut tidak hanya difokuskan pada pengiriman bantuan logistik, tetapi juga mencakup asesmen lapangan, layanan kesehatan, dukungan kemanusiaan, hingga perlindungan keberlanjutan pendidikan mahasiswa yang terdampak bencana.

Undana membagi mobilisasi relawan dalam dua gelombang utama. Gelombang pertama dijadwalkan berangkat Rabu (19/8/2026) menggunakan kapal feri DLU melalui Ende menuju wilayah Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

Tim respon awal dan asesmen cepat ini berjumlah 20 personel, terdiri dari 10 anggota Mapala, lima anggota Menwa, empat dosen pendamping lapangan, dan satu pengemudi. Tim membawa satu kendaraan logistik.

Selanjutnya, gelombang kedua dijadwalkan berangkat Sabtu (22/8/2026) melalui program KKN Tematik Proyek Kemanusiaan.

Sebanyak 55 personel akan dilibatkan, terdiri dari Tim Medis FKKH, dosen, dan mahasiswa relawan dengan perwakilan lima hingga tujuh orang dari setiap fakultas.

Dengan dua gelombang tersebut, total 75 personel Undana disiapkan untuk memperkuat respons kemanusiaan di wilayah terdampak.

Tidak hanya turun ke masyarakat, Undana juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang terdampak langsung bencana.

Undana menetapkan relaksasi akademik berupa kompensasi dan fleksibilitas jadwal perkuliahan hingga awal September 2026 bagi mahasiswa asal Flores yang terdampak gempa.

Bagi mahasiswa aktif yang rumah atau kediamannya mengalami kerusakan total, Undana menyiapkan skema Beasiswa Bencana atau bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Kebijakan ini menjadi bentuk perlindungan terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa agar bencana tidak memaksa mereka menghentikan proses perkuliahan.

Rektor Undana menetapkan kebijakan pemotongan remunerasi jajaran pimpinan, mulai dari Rektor hingga Koordinator Program Studi dan Sub Koordinator.

Dana tersebut diarahkan untuk mendukung operasional Posko Undana dan kegiatan tim relawan di daerah terdampak.

Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., menjelaskan bahwa Undana telah mencairkan Dana Taktis Pengabdian Masyarakat sebesar Rp100 juta.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai lima proposal pengabdian KKN berdampak dan proyek kemanusiaan.

Selain dana universitas, gerakan solidaritas juga dihimpun melalui rekening resmi UndanaPeduli.

Per 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA, dana yang telah terkumpul mencapai Rp53,5 juta.

Posko Utama Undana juga menerima bantuan fisik berupa 125 kilogram beras, 15 dus mi instan, 10 dus air mineral gelas, susu, ikan kaleng, biskuit, paket pampers, dan minyak tolak angin.

Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., Ph.D., mengatakan Undana menerapkan kebijakan local sourcing dalam pengadaan bantuan.

Pasokan sembako akan dibeli langsung dari distributor di Flores. Strategi ini ditujukan untuk menekan biaya logistik sekaligus menjaga agar perputaran ekonomi tetap terjadi di wilayah terdampak.

Sesuai rekomendasi BNPB, Undana menetapkan dua pusat distribusi utama.

Posko Maumere melayani Sikka, Nagekeo, dan Ngada, sedangkan Posko Labuan Bajo melayani Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Undana memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah di Flores, BNPB, TNI/Polri, tenaga medis, dan Menwa.

Koordinasi tersebut mencakup distribusi logistik, asesmen kebutuhan masyarakat, layanan kesehatan fisik dan mental, serta dukungan bagi warga di lokasi terdampak.

Melalui langkah ini, Undana menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat bergerak langsung ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

Respons tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda Kemdiktisaintek Berdampak, serta apresiasi Undana terhadap perguruan tinggi negeri di wilayah timur Indonesia yang turut mengirimkan relawan dan bantuan untuk masyarakat Flores. **




Renstra UNWIRA, Isidorus Lilijawa Tegaskan Perumda Air Minum Siap Jadi Ruang Belajar Mahasiswa

Kupang, nwartapedia.com  — Penyusunan Rencana Strategis (Renstra) Universitas Katolik Widya Mandira (UNWIRA) 2026-2030 menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antara perguruan tinggi dan dunia kerja.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, menegaskan bahwa Perumda Air Minum Kota Kupang siap menjadi ruang belajar bagi mahasiswa melalui kegiatan magang dan pengalaman kerja di lapangan.

Hal tersebut disampaikan Isidorus saat menjadi narasumber dalam kegiatan penyusunan Renstra UNWIRA Tahun 2026-2030 pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Kegiatan bertema “Transformasi Menuju UNWIRA yang Unggul, Beridentitas, dan Berdampak” itu diselenggarakan oleh Lembaga Penjamin Mutu (LPM) UNWIRA dan diikuti 36 peserta dari unsur pimpinan universitas, fakultas, lembaga, unit kerja, alumni, mitra, stakeholder, pengguna lulusan, serta narasumber.

Dalam pemaparannya mengenai kontribusi UNWIRA, karakter lulusan, dan kebutuhan masyarakat, Isidorus menekankan bahwa perguruan tinggi perlu membangun hubungan yang lebih kuat dengan dunia kerja.

Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mendapatkan pembelajaran di ruang kelas. Mereka juga membutuhkan pengalaman langsung agar mampu memahami persoalan, budaya kerja, serta tuntutan profesional.

Karena itu, Perumda Air Minum Kota Kupang membuka kesempatan bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi untuk belajar melalui program magang.

“Di Perumda kami terbuka pada berbagai anak magang dari berbagai universitas. Seperti dari ITS Surabaya kami terima untuk belajar, begitu juga dengan UNWIRA,” ungkap Isidorus.

Kesiapan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga mahasiswa memiliki pengalaman praktis sebelum memasuki dunia profesional.

Isidorus juga menegaskan bahwa penyusunan Renstra UNWIRA harus mampu memastikan lulusan yang dihasilkan benar-benar relevan dengan kebutuhan NTT.

“Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa UNWIRA relevan dengan kebutuhan NTT. Karena UNWIRA hadir di NTT, maka harus relevan dengan kebutuhan NTT, untuk memperkuat eksistensi di dunia kerja dan mencetak lulusan yang sesuai dengan kebutuhan daerah 3T,” ujarnya.

Menurutnya, lulusan masa kini harus memiliki kompetensi, kemampuan beradaptasi, literasi digital, kemampuan memecahkan masalah, mampu bekerja dalam tim, menguasai bahasa asing, memiliki jiwa kewirausahaan, serta berkarakter dan beretika.

Selain menyiapkan lulusan, Isidorus mendorong UNWIRA memperkuat riset dan inovasi yang berbasis pada persoalan serta potensi lokal.

Ia menyebut bidang lingkungan, air, pertanian, pariwisata, dan ekonomi masyarakat sebagai sejumlah sektor yang membutuhkan kontribusi perguruan tinggi.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki posisi strategis untuk menghasilkan kajian dan inovasi yang tidak hanya bermanfaat secara akademik, tetapi juga dapat menjadi solusi terhadap persoalan masyarakat.

Menutup pemaparannya, Isidorus memberikan tiga kata kunci sebagai bahan refleksi dalam penyusunan Renstra UNWIRA 2026-2030, yakni menoleh, menatap, dan menunduk.

Menoleh berarti mengevaluasi capaian yang telah dilakukan. Menatap berarti mempersiapkan masa depan, sedangkan menunduk berarti melakukan refleksi dan introspeksi untuk membangun kekuatan dari dalam.

Dengan arah tersebut, Renstra UNWIRA 2026-2030 diharapkan mampu memperkuat hubungan kampus dengan dunia kerja, membuka lebih banyak ruang belajar bagi mahasiswa, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan NTT. *




Warga Fatululi Apresiasi Aksi Mahasiswa KKN UMKOE Percantik Lingkungan

Kupang, nwartapedia.com – Kepedulian terhadap kebersihan dan keindahan lingkungan di Kelurahan Fatululi, Kota Kupang, mendapat perhatian dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Kupang (UMKOE) pada Kamis (20/8/2026).

Melalui kegiatan pengecatan pagar, mahasiswa KKN UMKOE bersama pihak kelurahan ikut memperindah lingkungan sekaligus mendorong masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan kawasan tempat tinggal.

Sebelum pengecatan, mahasiswa terlebih dahulu melakukan observasi dan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Fatululi terkait lokasi serta pelaksanaan kegiatan.

Pagar yang menjadi sasaran juga dibersihkan dan diamplas agar hasil pengecatan lebih rapi.

Kegiatan berlangsung dengan semangat gotong royong. Mahasiswa mengecat pagar secara bertahap hingga tampak lebih bersih, rapi, dan menarik.

Ketua Kelompok KKN Kelurahan Fatululi, Resti J. Eki, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian mahasiswa terhadap lingkungan sekaligus bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Ia berharap kegiatan sederhana tersebut dapat memberikan manfaat bagi warga serta menjadi motivasi untuk terus menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan Fatululi.

Masyarakat Kelurahan Fatululi turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada mahasiswa KKN UMKOE yang telah ikut membantu mempercantik lingkungan.

Warga menilai kegiatan tersebut memberikan dampak positif karena lingkungan terlihat lebih bersih dan rapi. Kehadiran mahasiswa juga dinilai memperkuat semangat kebersamaan antara masyarakat, pemerintah kelurahan, dan peserta KKN.

Setelah pengecatan selesai, mahasiswa membersihkan kembali area sekitar lokasi. Kegiatan kemudian ditutup dengan dokumentasi bersama.

Melalui aksi tersebut, mahasiswa KKN UMKOE berharap masyarakat Fatululi semakin termotivasi untuk menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan.

Bagi mahasiswa, kegiatan ini bukan hanya tentang mengecat pagar, tetapi juga menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap lingkungan Fatululi serta upaya membangun kebersamaan dengan masyarakat.




Perumda Air Minum Kota Kupang Siap Kelola Air Bersih Perumahan Bello Sejahtera

Kupang, nwartapedia.com — Perumda Air Minum Kota Kupang siap memperluas pelayanan air bersih ke kawasan Perumahan Bello Sejahtera melalui rencana kerja sama dengan PT Pembangunan Sehat Sejahtera atau Sejahtera Grup.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara Perumda Air Minum Kota Kupang dan Sejahtera Grup di Kota Kupang, Rabu (19/8/2026).

Pertemuan dihadiri Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, didampingi Kepala Bagian Hubungan Langganan Ferdi Jermias, SH., MH., dan Kepala Bagian Teknik Elsy Evelyn Bengu, ST., M.Eng.

Sementara dari Sejahtera Grup hadir CEO PT Pembangunan Sehat Sejahtera, Bobby Lianto, MM., MBA.

Dalam pembahasan tersebut, Sejahtera Grup membuka peluang agar pengelolaan air bersih di kawasan Perumahan Bello Sejahtera dapat diserahkan kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Bobby Lianto menilai kerja sama tersebut dapat menjadi pilihan yang lebih efektif dibandingkan membangun sistem pengelolaan secara mandiri.

Hal ini mempertimbangkan jumlah penghuni perumahan yang saat ini belum terlalu banyak.

Ia juga meminta penjelasan Perumda mengenai mekanisme pengelolaan apabila kerja sama tersebut direalisasikan.

Menanggapi hal itu, Isidorus Lilijawa menjelaskan bahwa Perumda tidak mengambil alih kepemilikan aset yang dimiliki pengembang. Perumda hanya mengambil tanggung jawab terhadap pengelolaan dan pelayanan air bersih di kawasan perumahan.

“Prinsipnya memang kerja sama pengelolaan air bersih di Kota Kupang. Kita tidak mengambil alih kepemilikan, tetapi urusan air bersih di dalam rumah itu diserahkan kepada kita,” jelas Isidorus.

Apabila kerja sama disepakati, Perumda akan mengelola sumber air yang telah tersedia di kawasan Bello Sejahtera, termasuk sumur bor, reservoir, serta jaringan perpipaan yang sudah terpasang.

Perumda juga akan menangani pemasangan Sambungan Rumah (SR) bagi rumah yang belum mendapatkan sambungan air bersih.

Selain itu, pemeliharaan jaringan menjadi bagian dari pelayanan Perumda. Jika terjadi gangguan seperti kerusakan pompa atau kebocoran jaringan, Perumda akan melakukan penanganan dan perbaikan.

Isidorus menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak menggunakan sistem bagi hasil. Seluruh ketentuan mengenai pengelolaan, tanggung jawab, hak dan kewajiban kedua pihak akan diatur dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“Nantinya ada PKS, di mana hak dan kewajiban akan diatur. Kalau sudah disepakati, akan ada draf yang disampaikan kepada pihak grup untuk dipelajari,” katanya.

Menurut Isidorus, rencana pengelolaan air bersih di Perumahan Bello Sejahtera juga sejalan dengan harapan Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) secara lebih jelas dan terarah.
Ia menyambut positif kepercayaan Sejahtera Grup kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Menurutnya, jika kerja sama tersebut terealisasi, Perumda tidak hanya mendapatkan tambahan wilayah pelayanan, tetapi juga berpotensi meningkatkan jumlah Sambungan Rumah dan cakupan pelayanan air bersih di Kota Kupang.

“Kami sangat senang jika Pak Bobby memberikan kepercayaan kepada Perumda Kota Kupang untuk mengelola air bersih. Tentunya kami sangat bersyukur, baik dari sisi cakupan kita bertambah maupun jumlah SR, dan tentunya berdampak pada persentase cakupan yang meningkat. Itu sangat penting bagi kami,” ungkap Isidorus.

Pembahasan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama pengelolaan air bersih di Perumahan Bello Sejahtera. Selanjutnya, kedua pihak akan menyusun dan mempelajari draf PKS sebelum menentukan kesepakatan kerja sama.

Jika terealisasi, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pelayanan air bersih bagi penghuni Perumahan Bello Sejahtera sekaligus mendukung perluasan cakupan layanan Perumda Air Minum Kota Kupang. *




BPS NTT Perkuat Kolaborasi dengan Media, Dorong Penyebaran Data Statistik yang Akurat

Kupang, nwartapedia.com  — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat kolaborasi dengan media massa untuk meningkatkan penyebarluasan informasi statistik yang akurat, objektif, berkualitas, dan mudah dipahami masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan diskusi BPS NTT bersama insan media dalam rangka meningkatkan pemahaman publik terhadap informasi statistik sekaligus mendukung terwujudnya Zona Integritas menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.

Kegiatan berlangsung di Kantor BPS NTT, Rabu (19/8/2026), dan dihadiri sejumlah insan media.

Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Pembina Statistik Sektoral dan Diseminasi BPS NTT, Indra Achmad Souri, S.Si., M.Si., mengatakan media memiliki posisi strategis sebagai mitra BPS dalam menyampaikan informasi statistik kepada masyarakat.

Menurutnya, data yang benar perlu disampaikan dengan cara yang sederhana agar dapat dipahami masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Media adalah mitra literasi. Mari kita mencatat dengan benar, memberitakan dengan benar, dan membangun kebijakan berdasarkan keadaan yang benar,” ujar Indra dalam diskusi tersebut.

Informasi Keliru Bisa Menyebar Lebih Cepat

Indra mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Kondisi tersebut menjadi tantangan apabila informasi yang beredar tidak berdasarkan data dan fakta.

Satu informasi yang keliru, kata dia, dapat menyebar lebih cepat dibandingkan proses klarifikasinya.

Karena itu, media diharapkan melakukan verifikasi terhadap informasi sebelum disampaikan kepada masyarakat, khususnya informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan sosial.

BPS juga membuka ruang kolaborasi dengan media agar informasi statistik tidak hanya dipublikasikan dalam bentuk angka, tetapi dapat diolah menjadi informasi yang menarik sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Perhatian

Salah satu agenda penting yang dibahas dalam diskusi adalah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Indra menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan nasional yang bertujuan memotret kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Pendataan tersebut mencakup berbagai kegiatan usaha, termasuk usaha kecil, usaha rumah tangga, usaha mandiri, hingga aktivitas ekonomi yang berkembang seiring kemajuan teknologi digital.

Menurutnya, pemetaan aktivitas ekonomi sangat penting karena banyak kegiatan usaha masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya tergambarkan dalam data statistik.

“Kalau aktivitas ekonomi masyarakat tidak kita petakan, kita tidak bisa memperoleh gambaran ekonomi secara lengkap,” katanya.

Pelaku Usaha Diminta Tidak Takut Memberikan Data

BPS NTT juga mengajak pelaku usaha untuk tidak khawatir ketika didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026.

Masyarakat diminta memastikan identitas dan perlengkapan petugas sebelum memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses pendataan.

Indra menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan.

Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk menggambarkan struktur ekonomi dan karakteristik usaha masyarakat sehingga pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat dalam merancang berbagai program dan kebijakan.

“Jangan takut ketika petugas datang. Silakan tanyakan perlengkapan dan identitas tugasnya. Kalau sudah benar, tolong jawab semua pertanyaan dengan benar,” jelasnya.

Data Menentukan Arah Kebijakan

Lebih lanjut, Indra menjelaskan bahwa statistik tidak hanya berbicara mengenai angka, tetapi menjadi instrumen penting untuk memahami kondisi masyarakat.

Data mengenai usaha masyarakat, misalnya, dapat membantu pemerintah mengetahui sektor yang berkembang, sektor yang membutuhkan dukungan, hingga kebutuhan permodalan dan pengembangan usaha.

Dengan data yang lengkap, kebijakan pemerintah diharapkan dapat lebih tepat sasaran.

“Data ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk memahami kondisi ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Tiga Pilar Ekonomi Jadi Perhatian

Dalam pemaparan tersebut, BPS NTT juga menyinggung sejumlah sektor yang memiliki peranan penting dalam perekonomian, di antaranya pertanian, aktivitas usaha dan sektor pemerintahan.

Kondisi ekonomi masyarakat di daerah, menurut Indra, perlu dipahami berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah.

NTT memiliki potensi ekonomi yang beragam sehingga membutuhkan data yang mampu menggambarkan kondisi setiap wilayah secara objektif.

Data tersebut penting agar berbagai potensi ekonomi dapat dikembangkan sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan.

BPS NTT Komitmen Berikan Pelayanan Andal

Selain meningkatkan kualitas data, BPS NTT menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang andal.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya BPS mewujudkan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

BPS NTT berharap keterlibatan media dan masyarakat dapat semakin memperkuat budaya penggunaan data dalam kehidupan publik.

Indra menutup dengan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem informasi yang sehat.

“Dengan data yang benar, pemberitaan yang benar, dan kebijakan yang berdasarkan keadaan yang sebenarnya, kita bisa membangun ekonomi dan masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya