CX126 BPJS Kesehatan Jadi Strategi Tingkatkan Pengalaman Peserta JKN di Seluruh Indonesia

Surabaya, nwartapedia.com  –  BPJS Kesehatan terus melakukan pembenahan untuk memastikan peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) mendapatkan pengalaman pelayanan yang semakin baik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui program Customer eXcellence 126 (CX126).

Program CX126 diterapkan untuk melihat kualitas implementasi pelayanan di 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan. Selain melakukan penilaian, program ini juga diarahkan untuk menemukan pola pelayanan terbaik yang bisa diterapkan di kantor cabang lainnya.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujo Waskito, mengatakan perubahan kebutuhan dan harapan masyarakat membuat kualitas pengalaman peserta menjadi perhatian penting bagi BPJS Kesehatan.

Menurut Pujo, pelayanan publik saat ini tidak cukup hanya menyediakan akses. Peserta juga membutuhkan informasi yang jelas, proses yang aman serta solusi yang pasti ketika menghadapi persoalan.

“Peserta tidak hanya membutuhkan layanan yang dapat diakses, tetapi juga kepastian informasi dan kualitas pelayanan yang konsisten,” ujar Pujo, Jumat (4/9/2026).

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, BPJS Kesehatan terus memperkuat pelayanan melalui berbagai kanal, baik layanan tatap muka di kantor cabang maupun kanal digital seperti Mobile JKN, PANDAWA dan Care Center 165.

Melalui CX126, pelayanan diarahkan pada empat prinsip utama, yaitu mudah, cepat, setara dan solutif.

Pujo menjelaskan, program ini bukan sekadar kompetisi untuk menentukan kantor cabang terbaik. Lebih dari itu, CX126 menjadi sarana untuk mempelajari faktor yang membuat sebuah layanan berhasil dan kemudian membagikan praktik tersebut kepada kantor cabang lainnya.

Dengan cara tersebut, kualitas pelayanan diharapkan tidak hanya unggul di satu daerah, tetapi dapat dirasakan peserta JKN secara lebih merata.

Penilaian CX126 mencakup delapan aspek, yakni pengalaman peserta, kinerja operasional, kematangan digital, tata kelola, manajemen risiko, keterlibatan pemangku kepentingan, kualitas sumber daya manusia dan budaya organisasi.

Voice of Customer juga menjadi bagian dari penilaian agar suara dan pengalaman peserta benar-benar menjadi dasar dalam melihat kualitas pelayanan.

Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menilai kualitas pelayanan merupakan bagian penting dari keberhasilan Program JKN karena langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Ia mengatakan kemudahan akses, informasi yang jelas, keamanan proses serta kepastian penyelesaian masalah menjadi hal yang menentukan tingkat kepercayaan peserta.

Stevanus menegaskan, hasil CX126 harus menjadi bahan evaluasi untuk menghasilkan perbaikan pelayanan secara berkelanjutan, bukan hanya sekadar penghargaan bagi kantor cabang dengan nilai terbaik.

Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, mengatakan kualitas pelayanan tidak ditentukan oleh ukuran kantor cabang maupun lokasi pelayanan.

Menurutnya, pelayanan unggul dapat tercipta apabila kepemimpinan, proses kerja, teknologi, sumber daya manusia dan budaya organisasi memiliki arah yang sama.

Melalui CX126, BPJS Kesehatan menargetkan terbentuknya standar pelayanan yang semakin konsisten di seluruh kantor cabang. Dengan demikian, peserta JKN di berbagai daerah dapat merasakan pelayanan yang semakin mudah, cepat, setara dan solutif. *




Road Map dan Satgas Sampah Berhasil Tekan Penumpukan dari Produksi 241,4 Ton per Hari

Kupang, nwartapedia.com  – Produksi sampah di Kota Kupang terus mengalami peningkatan hingga mencapai 241,4 ton per hari pada 2026. Meski demikian, penumpukan sampah di wilayah kota dinilai dapat ditekan melalui berbagai kebijakan yang telah diterapkan Wali Kota Kupang.

Kepala Bidang Pengelolaan Sampah, Limbah B3 (PSLB3) DLHK Kota Kupang, Meksy Pingak, mengatakan salah satu langkah penting yang dilakukan Pemerintah Kota Kupang adalah menetapkan Road Map Pengelolaan Sampah sebagai arah penanganan sampah di daerah. 

Selain Road Map, Wali Kota Kupang juga telah membentuk Satgas Pengelolaan Sampah mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga kota.

Satgas tersebut menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan dan pengawasan pengelolaan sampah di lapangan.

Meksy mengatakan, peningkatan produksi sampah memang terjadi setiap tahun. Pada 2024, timbulan sampah tercatat 233,3 ton per hari, kemudian meningkat menjadi 237,4 ton per hari pada 2025, dan mencapai 241,4 ton per hari pada 2026.

Namun, peningkatan produksi tersebut tidak sepenuhnya berdampak pada penumpukan sampah karena sistem pengelolaan dan pengangkutan terus dibenahi.

“Adanya Satgas Sampah yang dicanangkan oleh Wali Kota Kupang menjadi kunci utama mengapa armada kebersihan tetap mampu melayani masyarakat dengan maksimal dan mengangkut sampah tepat waktu, meskipun volume produksi sampah di kota terus meningkat,” ujar Meksy kepada media ini, Selasa (8/9/2026).

Menurutnya, kerja Satgas bersama petugas kebersihan membuat sistem pengangkutan sampah di Kota Kupang menjadi lebih teratur dan disiplin.

Pemkot Kupang juga melakukan pengaturan kembali shift pengangkutan untuk menyesuaikan pelayanan dengan volume sampah yang dihasilkan masyarakat.

Di sisi lain, pengurangan penumpukan sampah turut didukung semakin meningkatnya kegiatan pendauran ulang. Upaya tersebut melibatkan Bank Sampah Induk Mutiara Timor, TPST/TPS 3R serta para pengepul.

Pemerintah Kota Kupang juga telah membangun dua TPST/TPS 3R, masing-masing di Kecamatan Oebobo dan Kecamatan Kota Lama.

Kehadiran fasilitas ini menjadi bagian dari upaya memperkuat pengelolaan sampah melalui pemilahan dan pengolahan sejak dari sumber.

Meksy menegaskan, kebijakan pemerintah perlu diikuti kesadaran masyarakat untuk mengurangi sampah.

DLHK mengimbau warga, pelaku usaha, pegawai, sekolah hingga perguruan tinggi menerapkan prinsip reduce atau mengurangi sampah sejak dari sumber.

“Langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai, membawa tumbler dan menyediakan dispenser di kantor maupun tempat usaha dinilai dapat membantu menekan jumlah sampah yang dihasilkan,”tambahnya.

Dengan Road Map Pengelolaan Sampah yang ditetapkan Wali Kota Kupang, pembentukan Satgas di berbagai tingkatan, penataan shift pengangkutan, peningkatan daur ulang dan pembangunan TPST/TPS 3R, pemerintah berupaya menjaga pelayanan kebersihan tetap maksimal meskipun produksi sampah telah mencapai 241,4 ton per hari. (MI)




Sekda Kupang Jeffry Pelt: Festival Budaya LLBK Jadi Ruang Rawat Keberagaman

Kupang, nwartapedia.com  – Semangat keberagaman kembali terasa di kawasan Pantai Kopan, Kelurahan Lai-Lai Bisi Kopan (LLBK), Kota Kupang. Melalui Festival Pecinan Event Budaya Multietnis, masyarakat diajak menjadikan budaya sebagai kekuatan untuk mempererat kebersamaan.

Festival bertema “Merajut Budaya dalam Harmoni” itu resmi dibuka Sekretaris Daerah Kota Kupang Jeffry Edward Pelt, S.H., Jumat (4/9/2026).

Selama dua hari, Pantai Kopan dipenuhi berbagai pertunjukan seni, tradisi dan kreativitas masyarakat. Festival ini sekaligus menjadi upaya menghidupkan kembali kawasan Kota Tua sebagai ruang budaya dan interaksi masyarakat.

Jeffry mengatakan keberagaman etnis yang ada di Kota Kupang merupakan kekuatan yang harus terus dirawat.

Perbedaan, menurutnya, bukan alasan untuk terpisah, tetapi dapat menjadi kekuatan ketika dibangun dalam semangat saling menghargai.

“Kita merawat perbedaan agar tetap bisa hidup berdampingan dalam harmoni,” tegasnya.

Ia juga mendorong agar kawasan Kota Tua tidak hanya menjadi ruang bersejarah, tetapi dikembangkan sebagai kawasan yang menggabungkan budaya, pariwisata dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Menurut Jeffry, keterlibatan masyarakat menjadi penting agar pengembangan kawasan tersebut turut memberikan manfaat bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif.

Ketua Panitia Festival, Antoni Niti Susanto, mengatakan LLBK memiliki nilai sejarah dalam perjalanan Kota Kupang. Kawasan tersebut menjadi bagian dari perjumpaan berbagai komunitas dan budaya, termasuk masyarakat Helong, Portugis, Belanda, Tionghoa dan Arab.

“Festival ini diharapkan menjadi ruang untuk melestarikan budaya lokal sekaligus menarik wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat,” ujar Antoni.

Festival juga diwarnai aksi kepedulian terhadap korban gempa Flores. Panitia dan para tamu undangan menggelar hening cipta sebagai bentuk simpati kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Kepedulian tersebut menjadi bagian dari pesan festival bahwa kegembiraan dalam merayakan budaya tetap harus berjalan bersama solidaritas kemanusiaan.

Beragam kegiatan turut memeriahkan festival, mulai dari karnaval budaya multietnis, Natoni, Barongsai, tari tradisional, stand-up comedy, konser musik, fashion show anak-anak, pentas seni, pembacaan puisi hingga tari Tobe bersama.

Festival Pecinan LLBK diharapkan tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi berkembang menjadi ruang yang memperkuat identitas budaya, memperkenalkan sejarah Kota Tua serta membuka peluang ekonomi bagi masyarakat Kota Kupang. *




Bobby Lianto Pimpin Road Trip KADIN NTT, Pelantikan Daerah Dirangkai Aksi Sosial Korban Gempa Flores

Ende nwartapedia.com – Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto memimpin rangkaian road trip ke sejumlah wilayah di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur, untuk menghadiri pelantikan Ketua KADIN Daerah sekaligus menjalankan aksi sosial bagi masyarakat terdampak gempa Flores.

Rangkaian kegiatan dimulai di Kabupaten Ende pada 7 September 2026, kemudian dilanjutkan ke Bajawa pada 8 September, Manggarai Timur pada 9 September, dan Kabupaten Manggarai pada 10 September.

Dalam perjalanan tersebut, Bobby Lianto didampingi Koordinator Wakil Ketua Umum Bidang Ekonomi KADIN NTT Christopher Samara, Dewan Pakar KADIN NTT Stef Tani Temu, Direktur Eksekutif KADIN NTT Jacobis Mercy Siubelan, Staf Ahli Ketua Umum KADIN NTT Ramon Siubelan serta sejumlah tim lainnya.

Bobby mengatakan, di tengah suasana duka akibat gempa yang masih dirasakan masyarakat Flores, KADIN NTT tetap menjalankan agenda pelantikan KADIN daerah yang telah ditetapkan. Namun, pelantikan dilakukan secara sederhana dan langsung dirangkaikan dengan aksi sosial.

“Setiap daerah yang melaksanakan pelantikan akan langsung melakukan aksi kepedulian sosial bagi masyarakat terdampak gempa di wilayah masing-masing,” ujar Bobby.

Menurutnya, sejak hari pertama gempa terjadi, sedikitnya tujuh kepengurusan KADIN kabupaten telah bergerak turun ke lapangan membantu masyarakat.

Bantuan yang disalurkan meliputi sembako, tenda, terpal, selimut dan berbagai kebutuhan dasar lainnya. KADIN juga turut mendukung pembangunan WC komunal serta rumah ibadah yang terdampak bencana.

Bobby menegaskan, KADIN NTT berkomitmen untuk terus hadir bersama masyarakat dalam menghadapi dampak bencana gempa Flores.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada KADIN Indonesia, jajaran KADIN provinsi, serta sejumlah perusahaan di Jakarta yang telah memberikan dukungan terhadap aksi kemanusiaan tersebut.

Aksi sosial ini, lanjut Bobby, merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Darat, Asosiasi Pemuda Tani NTT, Presidium PNI NTT, Persekutuan Doa Zurich, Yayasan Peduli Flores, Beta Peduli NTT dan dunia usaha lainnya.

“Ini bukan kerja KADIN NTT sendiri. Kita bergerak bersama berbagai pihak untuk membantu masyarakat Flores yang terdampak gempa,” tegasnya. ***




Promo Kemerdekaan Perumda Air Minum Kota Kupang Diminati, 104 Warga Daftar Sambungan Baru

Kupang, nwartapedia.com — Program Promo Kemerdekaan Perumda Air Minum Kota Kupang mendapat respons positif dari masyarakat. Sebanyak 104 calon pelanggan tercatat telah mendaftar, membayar biaya RAB dan siap mengikuti proses pemasangan sambungan rumah (SR) baru.

Promo tersebut merupakan program khusus dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebelumnya, biaya pemasangan sambungan baru yang normalnya Rp2,5 juta diberikan potongan menjadi Rp1,5 juta selama masa promo.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut.

Menurut Isidorus, jumlah calon pelanggan yang mendaftar menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan air bersih masih cukup tinggi.

“Dari 104 yang mendaftar, membayar RAB-nya dan siap dipasang. Ini sebuah respons minat yang luar biasa,” ujar Isidorus kepada media ini, Senin (7/9/2026).

Ia menilai respons tersebut menjadi sinyal positif bagi Perumda Air Minum Kota Kupang untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Isidorus mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti proses pemasangan secara teknis sehingga calon pelanggan yang telah memenuhi persyaratan dapat segera mendapatkan layanan sesuai tahapan yang berlaku.

Ia juga mengajak masyarakat yang belum sempat mengikuti program Promo Kemerdekaan untuk terus mengikuti informasi melalui kanal resmi Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Untuk keluarga yang belum mendapatkan kesempatan ini, selalu pantau kanal media kami. Nanti kita akan memunculkan lagi promo-promo seperti ini,” katanya.

Menurutnya, program serupa ke depan diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat melalui skema pemasangan yang lebih ringan dan tidak terlalu membebani calon pelanggan.

Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdy Jermias, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap promo sambungan baru menunjukkan kepercayaan pelanggan terhadap Perumda mulai semakin baik.

“Biaya pemasangan SR yang diberikan diskon pada bulan Agustus menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat kepada Perumda Air Minum Kota Kupang dalam memenuhi kebutuhan air bersih saat ini semakin membaik,” ujar Ferdy.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi Perumda untuk mempertahankan dan terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Ferdy juga berharap dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga swasta, semakin diperkuat sehingga upaya peningkatan kualitas pelayanan air bersih di Kota Kupang dapat berjalan lebih maksimal.

“Dengan tingkat kepercayaan dari masyarakat seperti ini, kami berharap dukungan dari stakeholder eksternal lainnya seperti pemerintah maupun lembaga swasta juga dapat diberikan kepada Perumda Air Minum Kota Kupang,” katanya.

Perumda Air Minum Kota Kupang pun berkomitmen menjadikan respons positif masyarakat tersebut sebagai dorongan untuk terus berbenah, memperluas akses pelayanan, serta menghadirkan program yang memberikan kemudahan bagi masyarakat Kota Kupang. (MI)




Munas VIII PSMTI di Jakarta, Bobby Lianto Bawa Semangat Konsolidasi dari NTT

Jakarta, nwartapedia.com  – Musyawarah Nasional (Munas) VIII Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menjadi momentum konsolidasi organisasi bagi para pengurus dari berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Sekretaris Umum PSMTI Pusat, Bobby Lianto, hadir bersama rombongan PSMTI NTT dalam agenda nasional yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Bobby menilai Munas VIII memiliki arti penting bagi keberlanjutan organisasi, terutama dalam memperkuat hubungan antara pengurus pusat dan daerah.

Menurutnya, PSMTI harus terus berkembang dengan membangun struktur organisasi yang kuat serta memperluas jangkauan pelayanan sosial di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini merupakan momentum yang baik untuk kita bersama-sama memperkuat organisasi dan membangun kebersamaan,” ujar Bobby.

Dalam Munas VIII tersebut, Wilianto Tanta terpilih sebagai Ketua Umum PSMTI periode 2026–2030.

Bobby berharap kepemimpinan baru dapat membawa PSMTI semakin aktif dalam menjalankan berbagai program sosial sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat di daerah.

Kehadiran rombongan NTT dalam Munas VIII menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap konsolidasi PSMTI secara nasional.

Total terdapat sekitar 17 orang dari NTT yang menghadiri kegiatan tersebut. Rombongan dipimpin Ketua PSMTI NTT Hengky Lianto bersama istri.

Sejumlah pengurus PSMTI kabupaten/kota di NTT juga ikut hadir, di antaranya Ketua PSMTI Kota Kupang Deddy Gunawan Tanjung didampingi Sekretaris Ruddy Rikoni.

Turut hadir Ketua PSMTI Sumba Timur Erwin Karwelo, Ketua PSMTI Sumba Barat Teddy Tandoyo, serta Sekretaris PSMTI Rote Bruce K. Nitte.

Jajaran pengurus PSMTI NTT yang hadir antara lain Wakil Ketua Don Putra Gotama, Sekretaris Abimanyu, dan Bendahara Sonny Tamara. Kehadiran Koko Cici asal NTT, Koko Aldo dan Cici Lea, turut menambah semarak rombongan daerah tersebut.

Bobby yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KADIN Provinsi NTT mengatakan, penguatan organisasi di daerah perlu terus dilakukan agar keberadaan PSMTI semakin dirasakan masyarakat.

Ia menyebut, saat ini sudah terdapat delapan kepengurusan PSMTI tingkat kabupaten di NTT. Namun, masih ada sejumlah kabupaten dan kota yang belum memiliki kepengurusan.

“Daerah yang belum memiliki kepengurusan tentu menjadi perhatian kita. Ke depan kita dorong agar organisasi semakin berkembang dan hadir lebih luas,” katanya.

Bobby juga menekankan pentingnya semangat pembauran dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, PSMTI harus menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dan kebersamaan sebagai sesama warga negara Indonesia.

Ia berharap PSMTI tidak hanya berkembang dari sisi organisasi, tetapi juga semakin banyak memberikan manfaat melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Yang utama adalah bagaimana kita terus membangun persatuan, kebersamaan dan kecintaan kepada Tanah Air,” tegas Bobby.

Ia optimistis kepengurusan PSMTI periode 2026–2030 dapat melanjutkan konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kontribusi sosial di berbagai daerah.

Sementara itu, penutupan Munas VIII berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh, di antaranya Hasyim Djojohadikusumo dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Kehadiran pengurus PSMTI NTT dalam Munas VIII diharapkan semakin memperkuat komunikasi antardaerah serta membuka ruang kolaborasi untuk menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. ***




DLHK Kota Kupang Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah, Manfaatkan Bank Sampah

Kupang, nwartapedia.com  – Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Kupang terus mendorong masyarakat untuk mengambil peran dalam mengatasi persoalan sampah, terutama dengan membiasakan memilah sampah dari rumah.

Kepala Bagian Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLHK Kota Kupang, Meksy S. Pingak, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Kupang.

Kepada media ini, Senin (7/9/2026), Meksy menyampaikan bahwa saat ini sampah yang terkelola di Kota Kupang baru mencapai 33,26 persen.

Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumber. Saat ini, baru sekitar 20 persen masyarakat yang secara rutin melakukan pemilahan sampah dari rumah.

Untuk meningkatkan kesadaran warga, DLHK Kota Kupang mendorong penguatan pengawasan oleh Satgas Kelurahan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan melalui pertemuan tatap muka maupun media.

Dorong Pemanfaatan Bank Sampah
Khusus sampah plastik, masyarakat yang menghasilkan sampah tersebut diedukasi agar tidak langsung membuangnya, tetapi membawa ke Bank Sampah untuk dikelola lebih lanjut.

Sementara untuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), pelaku usaha didorong bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan limbah B3.

Meksy mengatakan, target pengelolaan sampah Kota Kupang pada 2026 adalah meningkatkan jumlah sampah yang berhasil dikelola.

Karena itu, masyarakat diharapkan ikut berperan mulai dari lingkungan rumah tangga.

“Pilah sampah dari rumah masing-masing. Sampah yang bisa didaur ulang atau digunakan kembali dibawa ke Bank Sampah, pengepul dan fasilitas pengelolaan sampah lainnya,” imbaunya.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah dari rumah tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga membuka peluang agar sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali. (MI)




Pemkot Kupang Ubah Pola Kelola Sampah, Pemilahan dari Rumah Jadi Prioritas

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang mulai mendorong perubahan besar dalam cara masyarakat menangani sampah.

Jika selama ini persoalan sampah lebih banyak berakhir pada proses pengangkutan dan pembuangan ke tempat pembuangan akhir, kini perhatian mulai digeser ke tingkat rumah tangga.

Melalui Gerakan “Satu Bina Satu”, Pemkot Kupang ingin membangun kebiasaan baru agar masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya.

Gerakan dengan pesan “Sampahmu, Tanggung Jawabmu” tersebut diperkenalkan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Lingkup Kota Kupang yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (3/9/2026).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, mengatakan persoalan sampah tidak bisa lagi hanya dibebankan kepada pemerintah.

Menurutnya, kondisi TPA Alak menjadi salah satu alasan penting mengapa pola pengelolaan sampah harus segera dibenahi. Sampah perlu dikurangi dan dipilah sebelum masuk ke sistem pengangkutan.

“Jangan menunggu sampah menjadi masalah. Pengelolaan sampah harus dimulai sejak dari sumbernya,” kata Ignasius.

Ia mengatakan, Gerakan “Satu Bina Satu” sebelumnya telah diuji coba di Kecamatan Oebobo. Hasil dari pelaksanaan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sebelum gerakan diperluas ke wilayah lain di Kota Kupang.

Pemkot Kupang, kata dia, tidak ingin program tersebut hanya menjadi kegiatan seremonial. Ukuran keberhasilannya harus terlihat dari perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah sehari-hari.

Karena itu, rumah tangga, lingkungan, perkantoran maupun lembaga lainnya didorong mulai memisahkan sampah organik dan anorganik sejak awal.

Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Ni Nyoman Santi, menyebut masih terdapat pekerjaan besar yang harus dilakukan Kota Kupang.

Capaian pengelolaan sampah Kota Kupang saat ini berada di kisaran 33,5 persen, sedangkan target nasional pada 2026 mencapai 63,4 persen.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, penanganan sampah tidak cukup dilakukan di TPA. Pembenahan harus dilakukan mulai dari hulu hingga hilir.

Di tingkat hilir, perhatian diarahkan pada pembenahan TPA Alak, termasuk upaya perubahan sistem dari open dumping menuju controlled landfill.

Pada bagian tengah, sejumlah fasilitas pengelolaan sampah seperti MRF, TPST, TPS3R dan bank sampah perlu kembali dioptimalkan.

Sementara pada bagian hulu, pemilahan dari sumber menjadi kunci melalui Gerakan “Satu Bina Satu.”

Dengan pola tersebut, volume sampah yang masuk ke TPA diharapkan dapat ditekan. Sampah yang masih memiliki nilai guna juga dapat dipisahkan untuk diolah atau dimanfaatkan kembali.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran DLHK Kota Kupang, camat dan lurah se-Kota Kupang, perwakilan lembaga keagamaan, instansi vertikal, UPT kementerian serta pengelola fasilitas pengelolaan sampah.

Kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan alat pelindung diri (APD) dari Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara kepada Bank Sampah Muara Abu, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi mengenai penguatan pengelolaan sampah di Kota Kupang. (MI)




71 Rumah di Bumi Fatukoa Indah Segera Nikmati Layanan Air Perumda Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Sebanyak 71 sambungan rumah di Perumahan Bumi Fatukoa Indah segera mendapatkan pelayanan air bersih melalui jaringan perpipaan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Kesiapan pelayanan tersebut ditandai dengan pemeriksaan teknis yang dilakukan tim Perumda Air Minum Kota Kupang bersama tim teknis PT Gabriel Bangun Jaya pada Jumat, 4 September 2026.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan sumber air, sumur bor, kelistrikan, jaringan distribusi hingga sambungan rumah sebelum pelayanan berjalan secara penuh.

Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdy Jermias, mengatakan hasil pemeriksaan menemukan beberapa hal teknis yang masih perlu dibenahi.

“Masih ada beberapa hal kecil yang perlu dibenahi sebelum operasionalisasi dilakukan secara penuh, sehingga pelayanan nantinya dapat berjalan maksimal,” ujar Ferdy.

Saat ini, kebutuhan air bersih warga masih dipenuhi menggunakan armada tangki. Namun, Perumda menargetkan kendala teknis segera diselesaikan agar pelayanan dapat dialihkan melalui jaringan perpipaan.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil, menyampaikan apresiasi kepada PT Gabriel Bangun Jaya yang telah memberikan kepercayaan kepada Perumda untuk mengelola pelayanan air bersih di kawasan tersebut.

Menurut Isidorus, kepercayaan pengembang menjadi tanggung jawab sekaligus motivasi bagi Perumda untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kepercayaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk melakukan pelayanan yang semakin profesional dan terus berinovasi,” katanya.

Isidorus juga mengajak pengembang perumahan lainnya di Kota Kupang untuk berkolaborasi dengan Perumda dalam menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur PT Gabriel Bangun Jaya, Maya Leonora Wila Tiro, berharap pengelolaan sumber air di Bumi Fatukoa Indah dapat dilakukan secara optimal.

Ia menyebutkan, debit sumber air di kawasan tersebut cukup besar sehingga diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih warga.

Dengan adanya pengelolaan oleh Perumda Air Minum Kota Kupang, pelayanan air bersih di Bumi Fatukoa Indah diharapkan menjadi lebih teratur, profesional dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Perumda dan pihak pengembang. (MI)




Kasbrigif 21/Komodo Ingatkan Prajurit Waspada Kecelakaan dan Kebakaran

Kupang, nwartapedia.com – Kepala Staf Brigade Infanteri (Kasbrigif) 21/Komodo, Letkol Inf. Gunawan Budhi Prasetyo, S.Sos, mengingatkan seluruh prajurit untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kecelakaan lalu lintas dan bahaya kebakaran.

Penekanan tersebut disampaikan dalam kegiatan Jam Komandan sebagai sarana pengendalian, pengawasan sekaligus edukasi bagi seluruh personel Brigif 21/Komodo.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kedisiplinan dan keselamatan prajurit maupun keluarga.

Dalam arahannya, Gunawan mengingatkan prajurit untuk menerapkan 5 Pilar Keselamatan Berkendara, yakni menggunakan helm dan menguncinya dengan benar, berdoa sebelum berkendara, tidak mengebut, menjaga konsentrasi, serta melengkapi surat-surat kendaraan dan memastikan kendaraan dalam kondisi baik.

Ia menegaskan, keselamatan berkendara harus menjadi kebiasaan setiap prajurit. Kedisiplinan di jalan diharapkan dapat menekan risiko kecelakaan lalu lintas yang dapat merugikan diri sendiri maupun keluarga.

Selain keselamatan berkendara, Kasbrigif 21/Komodo memberikan perhatian khusus terhadap pencegahan kebakaran di lingkungan kantor, gudang, barak dan perumahan kesatrian.

Prajurit diminta mematikan aliran listrik serta mencabut perangkat elektronik yang tidak digunakan setelah jam kerja.

Setiap personel juga diminta segera melaporkan apabila menemukan kabel atau instalasi listrik yang terkelupas, rapuh maupun berpotensi menimbulkan korsleting.

Gunawan juga mengingatkan agar puntung rokok tidak dibuang sembarangan, terutama di sekitar gudang amunisi, tangki bahan bakar serta kawasan yang kering dan mudah terbakar.

Sarana pemadam kebakaran (Damkar) harus selalu dipastikan dalam kondisi siap digunakan, termasuk ketersediaan air.

Hal ini penting agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat apabila sewaktu-waktu terjadi kebakaran.

Menghadapi musim kemarau, prajurit juga dilarang melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Jika pembakaran terpaksa dilakukan, lokasi harus aman dan jauh dari benda maupun kawasan yang mudah terbakar.

Pembakaran wajib diawasi hingga api benar-benar padam. Setelah itu, lokasi harus disiram dengan air untuk memastikan tidak ada bara yang tersisa dan berpotensi menimbulkan kebakaran lanjutan.

Kasbrigif 21/Komodo menegaskan bahwa keselamatan dan pencegahan kebakaran merupakan tanggung jawab bersama.

Karena itu, seluruh prajurit diminta terus meningkatkan disiplin, kewaspadaan dan kepedulian terhadap lingkungan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Seksi Logistik Brigif 21/Komodo Mayor Inf. Imam Siregar, Danki Ma Brigif 21/Komodo Kapten Inf. Alimudin Geger, Ws. Pasiminlog Brigif 21/Komodo Letda Inf. Kurniawan, serta para Bintara dan Tamtama Brigif 21/Komodo. **