Kuanino Bangun Gerakan Pilah Sampah, Setoran Warga Dicatat Jadi Tabungan

Kupang, nwartapedia.com — Kelurahan Kuanino, Kota Kupang, mulai membangun gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat dengan mendorong warga memilah sampah sejak dari rumah.

Gerakan tersebut diwujudkan melalui pengembangan Bank Sampah Kuanino yang akan menjadi wadah bagi masyarakat untuk menyetorkan sampah yang telah dipilah sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi.

Lurah Kuanino, Sem Tse, S.Pi, mengatakan pengelolaan sampah menjadi salah satu perhatian utama pemerintah kelurahan dalam beberapa bulan ke depan.

Pernyataan itu disampaikan Sem Tse usai kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar melalui kerja sama Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknik (FST) Universitas Nusa Cendana (Undana) dengan LPM Kelurahan Kuanino di Kantor Lurah Kuanino, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan tersebut mengusung tema “Undana Berdampak untuk Provinsi NTT: Mewujudkan World Class-Locally Relevant University melalui Kolaborasi Menuju Pembangunan Berdampak Berkelanjutan.”

Sem Tse mengatakan, kebersihan Kuanino merupakan tanggung jawab bersama. Pemerintah kelurahan, RT, RW dan masyarakat perlu memiliki kesadaran untuk menjaga lingkungan sebagai rumah bersama.

Menurutnya, Kuanino merupakan bagian dari kawasan penting di Kota Kupang sehingga kondisi lingkungannya turut mencerminkan wajah kota.

“Ini rumah bersama kita. Tanggung jawab untuk merawatnya bukan hanya pemerintah kelurahan, tetapi juga RT, RW dan seluruh masyarakat,” kata Sem Tse.

Sem Tse menjelaskan, pembentukan Bank Sampah Kuanino tidak hanya sebatas kegiatan seremonial. Pihak kelurahan telah membangun kesepakatan agar kegiatan pengelolaan sampah dapat dilakukan secara rutin.

Rencananya, kegiatan penimbangan dan pengumpulan sampah akan dilakukan setiap hari Sabtu.

Dalam kegiatan tersebut, masyarakat akan membawa sampah yang sudah dipilah dari rumah untuk ditimbang. Sampah yang disetorkan kemudian dicatat berdasarkan nilai rupiahnya.

Kelurahan Kuanino juga telah menerima timbangan sampah dari Undana sebagai salah satu dukungan untuk menjalankan kegiatan tersebut.

“Kegiatan ini tidak selesai hari ini. Kami akan terus melanjutkannya. Setiap hari Sabtu akan dilakukan kegiatan pengembangan bank sampah,” ujarnya.

Sem Tse mengajak warga mulai mengubah kebiasaan dalam membuang sampah.

Ia meminta masyarakat tidak membuang sampah di jalan, halaman orang lain maupun lahan kosong.

Sebaliknya, sampah harus dikumpulkan dan dipilah dari rumah. Sampah plastik, misalnya, dapat dipisahkan dan dimasukkan ke dalam karung sebelum disetorkan.

“Jangan membuang sampah sembarangan. Pilah dengan baik, terutama sampah plastik, kemudian disimpan dengan rapi,” tegasnya.

Menurut Sem Tse, sistem Bank Sampah Kuanino nantinya memberikan manfaat ganda. Selain membantu mengurangi sampah yang dibuang sembarangan, masyarakat juga dapat memperoleh nilai ekonomi dari sampah yang mereka kumpulkan.

Setiap setoran akan ditimbang dan dicatat sehingga nasabah mengetahui berapa nilai rupiah yang diperoleh dari sampah tersebut.

Sem Tse menilai perubahan perilaku masyarakat harus dimulai dari lingkungan keluarga.

Karena itu, pihak kelurahan akan terus menyampaikan edukasi kepada warga dalam berbagai kesempatan, termasuk saat kegiatan kemasyarakatan.

Ia berharap masyarakat tidak melihat sampah hanya sebagai sesuatu yang harus dibuang, tetapi sebagai bagian dari persoalan lingkungan yang harus dikelola bersama.

“Kalau kita mulai dari rumah, kemudian dilakukan bersama-sama, saya yakin pengelolaan sampah di Kuanino bisa menjadi lebih baik,” katanya.

Sem Tse juga menyampaikan apresiasi kepada Undana dan LPM Kelurahan Kuanino atas dukungan dalam kegiatan tersebut.

Ia berharap kolaborasi yang telah dibangun dapat terus berlanjut sehingga program Bank Sampah Kuanino benar-benar memberikan dampak bagi kebersihan lingkungan dan masyarakat.

Dengan gerakan tersebut, Kelurahan Kuanino menargetkan kebiasaan memilah sampah dari rumah dapat menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga, sekaligus membuka peluang agar sampah memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat. (MI)




Gusmawati Ajak Warga Kuanino Ubah Sampah Menjadi Tabungan dan Nilai Ekonomi

Kupang, nwartapedia.com — Sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai ternyata dapat menjadi sumber manfaat ekonomi apabila dikelola dengan baik.

Hal tersebut disampaikan pendiri Bank Sampah Muara Abu Oesapa, Ir. Gusmawati, S.T., M.Eng., saat berbagi pengalaman kepada masyarakat di Kelurahan Kuanino, Kota Kupang.

Gusmawati menjadi pemateri dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang digelar melalui kerja sama Program Studi Arsitektur Fakultas Sains dan Teknik Universitas Nusa Cendana (Undana) dengan LPM Kelurahan Kuanino.

Kegiatan tersebut berlangsung di Kantor Lurah Kuanino pada Sabtu (12/9/2026), dengan mengusung tema “Undana Berdampak untuk Provinsi NTT: Mewujudkan World Class-Locally Relevant University melalui Kolaborasi Menuju Pembangunan Berdampak Berkelanjutan.”

Dalam kesempatan tersebut, Gusmawati tidak hanya berbicara mengenai persoalan sampah, tetapi juga menceritakan perjalanan dan pengalaman membangun Bank Sampah Muara Abu.

Ia mengatakan, pengelolaan sampah harus dimulai dari lingkungan terkecil, yakni rumah tangga. Masyarakat perlu membiasakan diri memilah sampah sebelum dibuang sehingga sampah yang masih memiliki nilai dapat dimanfaatkan.

“Saya hadir berbagi bukan karena lebih pintar, tetapi karena memiliki pengalaman. Mudah-mudahan pengalaman ini dapat membantu bapak dan ibu dalam mengelola sampah dari rumah,” kata Gusmawati.

Menurutnya, sampah seperti botol plastik, kertas dan berbagai jenis sampah anorganik lainnya sebenarnya mempunyai nilai ekonomi. Dengan sistem bank sampah, masyarakat dapat mengumpulkan sampah, menimbang dan mencatatnya sebagai tabungan.

Konsep tersebut, kata Gusmawati, menjadi salah satu cara untuk mengubah pandangan masyarakat bahwa sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang.

“Jadi seperti tabungan. Sampah yang kita kumpulkan kemudian dinilai dengan uang,” jelasnya.

Dimulai dari Rumah

Gusmawati menceritakan, gagasan pengelolaan sampah yang dikembangkannya mulai lebih serius sejak 2023. Berbagai upaya dilakukan untuk mengolah sampah rumah tangga menjadi sesuatu yang lebih bermanfaat.

Selanjutnya, pada 2024 dibentuk Bank Sampah Muara Abu yang mulai beroperasi pada 23 November 2024.

Dalam perkembangannya, masyarakat yang menjadi nasabah membawa sampah dari rumah masing-masing. Sampah kemudian dipilah berdasarkan jenisnya, ditimbang dan dicatat dalam buku tabungan.

Menurut Gusmawati, mekanisme tersebut memberikan motivasi tersendiri kepada masyarakat karena sampah yang dikumpulkan dapat menghasilkan uang.

Ia juga mendorong agar bank sampah tidak hanya menjadi tempat menerima sampah dari nasabah, tetapi berkembang menjadi pusat edukasi dan pengolahan sampah.

Pengurus juga didorong memiliki keterampilan untuk mengolah sampah menjadi produk yang memiliki nilai tambah.

Anak-Anak Perlu Dilibatkan

Gusmawati menilai keterlibatan anak-anak sangat penting dalam membangun kebiasaan memilah sampah sejak dini.

Menurutnya, anak-anak dapat diajarkan mengumpulkan sampah dari lingkungan rumah maupun sekolah, kemudian menyetorkannya ke bank sampah.

Cara tersebut sekaligus menjadi pembelajaran sederhana mengenai lingkungan, tanggung jawab dan pengelolaan keuangan.

Ia berharap kebiasaan tersebut dapat terus terbawa hingga anak-anak tumbuh dewasa.

Sampah Harus Dipilah dari Sumber

Dalam pemaparannya, Gusmawati juga menjelaskan pentingnya membedakan sampah organik dan anorganik.

Sampah organik seperti sisa makanan, daun dan rumput dapat dikelola kembali, sedangkan sampah anorganik seperti botol plastik, kertas dan berbagai kemasan dapat dipilah untuk dimanfaatkan atau memiliki nilai jual.

Selain memilah sampah, masyarakat juga diajak mengurangi penggunaan barang sekali pakai dan membiasakan menggunakan barang yang dapat dipakai berulang kali.

Gusmawati mengingatkan bahwa persoalan sampah bukan hanya berkaitan dengan kebersihan lingkungan, tetapi juga memiliki dampak terhadap kehidupan masyarakat apabila tidak dikelola dengan baik.

Karena itu, menurut dia, gerakan pengelolaan sampah harus dilakukan bersama dan dimulai dari kebiasaan sederhana di rumah.

Bank Sampah Berikan Manfaat Ekonomi

Gusmawati memaparkan, sejak Bank Sampah Muara Abu beroperasi pada 23 November 2024 hingga 5 September 2026, nilai tabungan nasabah yang terkumpul telah mencapai sekitar Rp22,7 juta. Jumlah nasabah juga telah mencapai sekitar 1.190 orang.

Capaian tersebut menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah secara terorganisasi dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus membantu menjaga lingkungan.

Ia berharap pengalaman Bank Sampah Muara Abu dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat Kuanino untuk membangun gerakan serupa.

Menurutnya, perubahan tidak harus dimulai dari sesuatu yang besar. Masyarakat dapat memulainya dengan memilah sampah di rumah, mengurangi sampah sekali pakai dan memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai.

“Mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, mulai sekarang dan jangan menunda-nunda,” pungkas Gusmawati. (MI)




Tak Miliki TPS, Kelurahan Naikolan Gandeng Sekolah dan Aktifkan Kembali Bank Sampah

Kupang, nwartapedia.com –  Pemerintah Kelurahan Naikolan, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, terus mencari solusi penanganan sampah meski hingga kini belum memiliki tempat pembuangan sementara (TPS).

Salah satu langkah yang dilakukan adalah menggandeng sejumlah sekolah untuk memilah sampah sekaligus mengaktifkan kembali fasilitas pengelolaan sampah di kawasan Gunung Sinae.

Lurah Naikolan, Redem Hardi, mengatakan selama ini masyarakat memanfaatkan layanan truk pengangkut sampah yang rutin berkeliling setiap minggu hingga masuk ke gang-gang permukiman.

Warga cukup menyiapkan sampah di depan rumah masing-masing untuk kemudian diangkut petugas dengan memberikan kontribusi biaya pengangkutan.

“Karena Naikolan tidak ada tempat pembuangan sampah, masyarakat bekerja sama dengan Dinas Kebersihan. Sampah tetap di depan rumah masing-masing, kemudian mobil yang angkut,” jelas Redem pada Kamis (10/9/2026).

Selain layanan pengangkutan, pemerintah kelurahan berupaya mengaktifkan kembali fasilitas pengelolaan sampah di kawasan Gunung Sinae yang merupakan hasil kerja sama dua gereja.

Menurut Redem, fasilitas tersebut sudah lama tidak beroperasi secara optimal karena belum memiliki kepengurusan resmi.

Ia bersama LPM, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Karang Taruna, pegawai kelurahan, dan mahasiswa KKN telah meninjau lokasi sekaligus berdiskusi mengenai langkah pengaktifannya.

“Saya berinisiatif bahwa di masa saya ini, saya akan buatkan SK pengurus untuk bak sampah Gunung Sinae ini,” ujarnya.

Untuk mendukung pengelolaan sampah, Pemerintah Kelurahan Naikolan juga membangun kerja sama dengan sejumlah sekolah agar melakukan pemilahan sampah plastik sejak dari lingkungan pendidikan.

Sejumlah sekolah yang telah menyatakan kesiapan bekerja sama antara lain SD Oepura 1, SD Oepura 2, SD Naikoten, dan SMP Negeri 3.

“Saya janji untuk keliling di sekolah-sekolah. Saya bangun kerja sama, di mana sekolah memilah sampah plastik, ditampung, nanti yang jemput itu pengurus bak sampah,” kata Redem.

Sampah yang telah dipilah akan dikumpulkan di sekolah. Setelah jumlahnya mencukupi, pihak sekolah dapat menghubungi kelurahan atau pengurus untuk melakukan pengangkutan.

Pemerintah kelurahan juga menyiapkan motor sampah untuk mendukung pengangkutan apabila pengurus belum memiliki kendaraan sendiri.

Selain melibatkan sekolah, pemerintah kelurahan bersama LPM, Karang Taruna, dan masyarakat terus mendorong kegiatan kerja bakti di setiap RW.

Redem berharap kolaborasi tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat sekaligus membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih teratur dan berkelanjutan di Kelurahan Naikolan. (MI)




Junaidin Mahasan Pertanyakan Realisasi Bantuan Rp200 Miliar untuk Korban Gempa Flores

Kupang, nwartapedia.com — Penyaluran bantuan bagi korban gempa Flores menjadi perhatian serius Anggota DPRD Fraksi PSI DPRD Provinsi NTT, Junaidin Mahasan.

Ia mendesak pemerintah daerah memastikan bantuan yang telah dialokasikan benar-benar segera diterima masyarakat terdampak.

Junaidin menyoroti bantuan senilai Rp200 miliar yang disebut telah disalurkan pemerintah pusat untuk penanganan dampak gempa Flores.

Dana tersebut dikabarkan dialokasikan sekitar Rp20 miliar untuk masing-masing kabupaten terdampak.

Namun, menurut Junaidin, kondisi di lapangan masih menunjukkan adanya warga yang membutuhkan bantuan dasar.

Ia mengaku masih menerima laporan dari masyarakat melalui telepon, WhatsApp dan pesan pribadi mengenai kebutuhan terpal, selimut, makanan, air minum serta kebutuhan mendesak lainnya.

“Ini keadaan darurat. Rakyat tidak bisa disuruh menunggu proses administrasi terlalu lama,” kata Junaidin kepada media ini pada Kamis (10/9/2026)

Karena itu, Ketua Fraksi PSI NTT tersebut meminta pemerintah tidak hanya menyampaikan bahwa bantuan telah tersedia atau disalurkan, tetapi juga menunjukkan data secara terbuka.

Junaidin meminta pemerintah menjelaskan secara rinci jumlah dana yang telah diterima setiap daerah, nilai yang sudah direalisasikan, jumlah bantuan yang telah diterima masyarakat serta peruntukan anggaran tersebut.

Selain anggaran, pemerintah juga diminta membuka data persediaan kebutuhan darurat, seperti terpal, tenda, selimut, makanan dan air minum.

“Wilayah mana yang sampai hari ini belum menerima bantuan juga harus dijelaskan,” tegasnya.

Menurut Junaidin, jika masih terdapat hambatan administrasi, proses pengadaan, verifikasi maupun pertanggungjawaban, pemerintah harus segera mencari solusi tanpa menghambat pemenuhan kebutuhan masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa penanganan bencana membutuhkan kecepatan karena masyarakat terdampak tidak dapat menunggu terlalu lama.

“Jangan sampai prosedur birokrasi lebih cepat mengurus dokumen daripada menyelamatkan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.

Sebagai Sekretaris Komisi II DPRD NTT, Junaidin menilai keberhasilan penanganan bencana tidak semata-mata dilihat dari besarnya anggaran yang telah diterima pemerintah.

Menurut dia, indikator terpenting adalah apakah masyarakat terdampak sudah mendapatkan perlindungan dan kebutuhan dasar secara layak.

“Dalam situasi bencana, ukuran keberhasilan pemerintah bukan berapa besar anggaran yang sudah masuk rekening pemerintah, tetapi berapa banyak rakyat yang sudah terlindungi, makan, minum dan tidur dengan layak,” katanya.

Junaidin menegaskan pemerintah harus memastikan setiap rupiah anggaran penanganan bencana bergerak cepat untuk menjawab kebutuhan masyarakat. **




Bobby Lianto Bawa KADIN NTT Peduli Pasien dan Anak Panti di Manggarai

Ruteng, nwartapedia.com — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak bencana ditunjukkan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui aksi sosial di Kabupaten Manggarai, Rabu (9/9/2026).

Aksi tersebut dipimpin langsung Ketua Umum KADIN NTT Bobby Lianto bersama jajaran KADIN setelah menghadiri pelantikan Dewan Pengurus Kabupaten (DPK) KADIN Manggarai di Aula SpringHill Hotel Ruteng.

Dalam agenda pelantikan tersebut, Bony Romas kembali dipercaya memimpin KADIN Kabupaten Manggarai. Kegiatan itu dihadiri Pemerintah Kabupaten Manggarai yang diwakili Kepala DPMPTSP Robertus Syukur dan Ketua DPRD Kabupaten Manggarai Paulus Peos.

Usai pelantikan, Bobby Lianto bersama rombongan langsung mendatangi Rumah Sakit Lapangan Manggarai di sekitar Bandara Frans Sales Lega.

Kunjungan ini menjadi perhatian tersendiri setelah rombongan melihat kondisi pasien yang menjalani perawatan di dalam tenda. Pasien harus menghadapi kondisi panas pada siang hari dan dingin pada malam hari.

Situasi tersebut juga dirasakan anak-anak yang sedang menjalani perawatan. Sejumlah keluarga bahkan harus mengipasi pasien secara manual untuk membantu mengurangi rasa panas.

Merespons kondisi tersebut, KADIN NTT memutuskan memberikan dukungan berupa empat unit AC standing untuk digunakan di ruang perawatan Rumah Sakit Lapangan Manggarai.

Bobby Lianto mengatakan, bantuan tersebut didukung salah satu perusahaan yang berada di Jakarta melalui KADIN NTT.

“Ada perusahaan di Jakarta yang siap mensupport lewat KADIN NTT,” ungkap Bobby.

Ia memastikan pihaknya akan berupaya mempercepat pengiriman bantuan tersebut ke Manggarai.

“Kami usahakan secepatnya dapat dikirim ke sini, semoga dapat membantu para pasien secepatnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Bidang Keperawatan dan Kebidanan RSUD Ruteng, Ns. Jenny, S.Kep, yang mewakili Direktur RSUD Ruteng, menyampaikan terima kasih atas kepedulian KADIN NTT dan KADIN Manggarai.

Ia juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah memberikan dukungan serta membantu menjawab kebutuhan di Rumah Sakit Lapangan Manggarai.

Kepedulian KADIN NTT tidak berhenti di Rumah Sakit Lapangan. Rombongan kemudian melanjutkan kunjungan ke Panti Asuhan Waepeca.

Di lokasi tersebut, KADIN NTT dan KADIN Manggarai menyerahkan bantuan kebutuhan pokok berupa beras, susu, minyak goreng dan sejumlah bahan kebutuhan lainnya.

Bantuan tersebut diterima langsung oleh pimpinan Panti Asuhan Waepeca, Pater Rafael.

Melalui rangkaian aksi tersebut, KADIN NTT menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya bergerak dalam bidang dunia usaha, tetapi juga mengambil bagian dalam membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di tengah kondisi sulit yang dihadapi warga Manggarai.




Lurah Kolhua Dorong Pembentukan Bank Sampah, Warga Mulai Pilah Sampah dari Rumah

Kupang, nwartapedia.com  —  Pemerintah Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, terus mendorong pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui pemilahan sampah dari rumah dan pembentukan unit bank sampah.

Lurah Kolhua, Yanti Marista Benu, S.Th, mengatakan program tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya penataan lingkungan di wilayah Kelurahan Kolhua.

Menurutnya, saat ini pelayanan pengangkutan sampah di Kelurahan Kolhua dilakukan oleh dua petugas menggunakan kendaraan roda tiga pengangkut sampah.

Sampah yang dikumpulkan dari warga kemudian dibawa ke tempat pembuangan sementara (TPS). Selanjutnya, sampah di TPS diangkut menggunakan kontainer dan armada dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang untuk dibawa ke tempat pemrosesan akhir (TPA).

“Biasanya dalam waktu satu atau dua hari sampah sudah diangkut dan dibawa ke TPA,” ujar Yanti kepada media ini, Rabu (9/9/2026).

Ia menjelaskan, sebelum dirinya menjabat sebagai lurah, warga Kelurahan Kolhua telah memiliki kesepakatan terkait iuran sampah sebesar Rp15 ribu.

Selain pelayanan pengangkutan, Kelurahan Kolhua kini mulai memperkuat upaya pengurangan sampah melalui pembentukan unit bank sampah.

Yanti mengatakan, rencana pembentukan bank sampah tersebut telah dibahas dalam musyawarah kelurahan dan akan dilakukan melalui kolaborasi dengan Kelurahan Belo, mengingat salah satu lokasi yang menjadi perhatian berada di wilayah Kelurahan Belo.

“Kami sudah turun ke lokasi sebanyak dua kali. Pada kunjungan kedua, warga sudah melakukan pemilahan sampah dan siap untuk ditimbang,” jelasnya.

Pihak Kelurahan Kolhua juga telah berkoordinasi dengan Bank Sampah Induk Mutiara Timur untuk mendukung proses pemilahan dan pengelolaan sampah di tingkat masyarakat.

Menurut Yanti, selama ini petugas di TPS juga telah melakukan pemilahan terhadap sampah yang masuk. Sampah yang masih memiliki nilai guna dipisahkan dan disimpan, sedangkan sampah yang tidak dapat dimanfaatkan kembali baru dibuang ke dalam kontainer.

“Ketika sampah datang, langsung dipilah dan yang masih bisa dimanfaatkan disimpan. Jadi yang masuk ke kontainer adalah sampah yang sudah tidak bisa digunakan lagi,” katanya.

Yanti menambahkan, terdapat dua lokasi yang akan menjadi bagian dari kolaborasi Kelurahan Kolhua dan Kelurahan Belo, yakni satu lokasi di Kelurahan Belo dan satu lokasi di wilayah Kelurahan Kolhua.

Kelurahan Kolhua juga telah menyampaikan rencana tersebut kepada RT/RW dan akan mengundang Bank Sampah Induk Mutiara Timur untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

“Kami berharap tidak ada halangan sehingga program ini bisa berjalan. Warga yang sudah melakukan pemilahan juga sudah masuk dalam binaan Bank Sampah Induk Mutiara Timur di Maulafa,” ujarnya.

Program tersebut, lanjut Yanti, menjadi bagian dari 90 hari kerja Lurah Kolhua dalam mendorong penataan dan pengelolaan lingkungan.

Untuk fasilitas persampahan, Kelurahan Kolhua saat ini memiliki satu TPS. Selain itu, terdapat TPS di kawasan Perumahan Lopo Indah yang dilengkapi kontainer.

Yanti mengakui, lokasi tersebut tidak hanya dimanfaatkan oleh warga Kelurahan Kolhua, tetapi juga menjadi tempat pembuangan sampah dari wilayah kelurahan lain.

“Kalau sudah menumpuk, kami langsung menghubungi DLHK untuk datang mengangkut,” katanya.

Karena lokasi TPS tersebut berada di wilayah Kelurahan Belo, Yanti menegaskan pentingnya kolaborasi kedua kelurahan dalam menangani persoalan sampah.

Pihaknya juga telah meminta ruang untuk dimanfaatkan sebagai lokasi pemilahan sampah dan telah mendapatkan titik terang terkait lokasi tersebut.

Dengan pembentukan bank sampah dan pemilahan dari sumber, Kelurahan Kolhua berharap volume sampah yang dibuang ke kontainer dan dibawa ke TPA dapat ditekan, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan. (MI)




INTI Kembali Salurkan 200 Paket Sembako untuk Korban Gempa Flores di Nagekeo

Nagekeo, nwartapedia.com — Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat yang terdampak gempa Flores. Sebanyak 200 paket sembako disalurkan kepada warga di Kabupaten Nagekeo, Minggu (30/8/2026).

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian INTI terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa. Penyaluran dikoordinasikan oleh Pengurus Cabang INTI Kabupaten Ende dan menyasar dua wilayah kecamatan.

Lokasi pertama berada di Kecamatan Nangaroro, tepatnya di tiga dusun yang berada di Desa Degalea.

Di wilayah tersebut, sebanyak 100 paket sembako disalurkan dengan nilai keseluruhan mencapai Rp15 juta. 

Paket bantuan terdiri dari beras, gula, mi instan dan minyak goreng.

Bantuan diterima oleh Kepala Desa Degalea, Adrianus Pati. Tim penyaluran di Kecamatan Nangaroro dipimpin oleh Ketua INTI Kabupaten Ende, Robby Tjieputra.

Selanjutnya, bantuan juga disalurkan di Kecamatan Mauponggo, tepatnya di Desa Ua, Kabupaten Nagekeo.

Sebanyak 100 paket sembako kembali diberikan kepada warga dengan total nilai bantuan sebesar Rp15 juta. Isi paket berupa beras, gula, mi instan dan minyak goreng.

Bantuan tersebut diterima oleh Kepala Desa Ua, Benyamin Meo. Tim yang bertugas di wilayah Mauponggo dipimpin oleh dr. Robiyanto Wahyudi dan Bruder Kristianus Riberu.

Kepala desa Ua, Benyamin Meo menyampaikan terimakasih kepada Perhimpunan Indonesia Tionghoa INTI yang berkenan datang dari jauh membantu warga desanya yang sedang terbeban berat akibat gempa 15 Agustus dan yang masih terus berulang.

“Hampir setiap hari kami alami gempa susulan yang membuat kami selalu siaga ketika tidur malam. Untuk itu mewakili warga, saya mengucapkan limpah terima kasih kepada INTI Ende sebagai perpanjangan tangan INTI seluruh Indonesia, datang dari jauh dalam ketulusan hati membantu kami disini.” ujanya.

dr.Robby mewakili team lapangan INTI selanjutnya menyampaikan Penyaluran bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar warga sekaligus meringankan beban masyarakat yang masih berada dalam proses pemulihan pascabencana.

INTI menegaskan kepedulian terhadap korban bencana merupakan bagian dari semangat solidaritas dan gotong royong untuk membantu masyarakat yang membutuhkan, khususnya di wilayah Flores yang terdampak gempa. (MI)




Bobby Lianto Lantik Pengurus KADIN Manggarai Timur, Maximilian Firman Demorin Kembali Memimpin

Borong, nwartapedia.com — Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, melantik Dewan Pengurus KADIN Kabupaten Manggarai Timur untuk periode 2026–2031.

Dalam pelantikan tersebut, Maximilian Firman Demorin kembali dipercaya memimpin KADIN Manggarai Timur untuk periode kedua.

Pelantikan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Bupati Manggarai Timur, Selasa (8/9/2026) sekitar pukul 19.00 WITA dan disaksikan langsung oleh Bupati Manggarai Timur Andreas Agas bersama jajaran pemerintah daerah.

Bobby Lianto hadir bersama sejumlah pengurus KADIN NTT. Turut hadir Wakil Ketua Umum KADIN NTT Bidang Ekonomi Christopher Samara dan Dewan Pakar KADIN NTT Stefanus Tani Temu.

Hadir pula Ketua KADIN Kabupaten Ende Haji Herry Jufry dan Ketua KADIN Kabupaten Nagekeo Sambu Aurelius.

Dalam sambutannya, Bobby Lianto memberikan ucapan selamat kepada Maximilian Firman Demorin dan jajaran pengurus KADIN Manggarai Timur yang kembali dipercaya menjalankan amanah organisasi.

Bobby juga memberikan apresiasi atas respons cepat KADIN Manggarai Timur dalam membantu masyarakat setelah bencana gempa melanda wilayah Flores.

Menurut Bobby, pada hari kedua setelah gempa, KADIN Manggarai Timur telah turun langsung ke lapangan untuk memberikan bantuan sosial berupa sembako serta melibatkan tenaga ahli kesehatan bagi masyarakat yang terdampak.

Bobby menegaskan, KADIN Indonesia melalui KADIN NTT bersama KADIN daerah se-Flores terus mengambil bagian dalam penanganan dampak gempa.

Sejumlah bantuan telah disalurkan kepada masyarakat, mulai dari beras dan bahan kebutuhan pokok lainnya, terpal, selimut hingga material bangunan.

Gerakan kemanusiaan tersebut tidak hanya dilakukan oleh KADIN, tetapi juga melalui kolaborasi dengan berbagai pihak.

Di antaranya Yayasan Peduli Flores, Persekutuan Doa Zurich, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut serta Washeng Travel & Cargo.

Bobby mengatakan kolaborasi tersebut menjadi bagian dari komitmen dunia usaha untuk hadir membantu masyarakat Flores yang terdampak bencana.

Usai prosesi pelantikan, kegiatan langsung dilanjutkan dengan penyerahan bantuan di Posko Komando Tanggap Darurat Bencana Gempa Flores Kabupaten Manggarai Timur.

Penyerahan bantuan tersebut menjadi simbol bahwa pelantikan kepengurusan KADIN Manggarai Timur tidak hanya menjadi agenda organisasi, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian dunia usaha terhadap masyarakat.

Sementara itu, Bupati Manggarai Timur Andreas Agas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada dunia usaha yang telah ikut membantu pemerintah dalam menangani dampak serta pemulihan pascagempa.

Menurutnya, dukungan dunia usaha sangat berarti dalam memperkuat upaya pemerintah membantu masyarakat yang terdampak bencana.

Andreas juga mengapresiasi sinergi yang dibangun KADIN Indonesia melalui KADIN NTT bersama berbagai asosiasi dunia usaha, termasuk Apindo NTT dan REI NTT, dalam mendukung penanganan bencana di Flores.

Dengan kembali dipercayanya Maximilian Firman Demorin memimpin KADIN Manggarai Timur, organisasi dunia usaha tersebut diharapkan semakin aktif mendorong pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat kontribusi sosial bagi masyarakat.

Pelantikan ini sekaligus menjadi momentum memperkuat sinergi antara KADIN, pemerintah daerah dan berbagai elemen dunia usaha dalam menghadapi tantangan ekonomi maupun kondisi kebencanaan di Manggarai Timur dan wilayah Flores secara lebih luas. **




Dari Taman Nostalgia Kupang, PSI NTT Kirim Doa dan Dukungan untuk Korban Bencana Flores

Kupang, nwartapedia.com  — Kepedulian terhadap warga yang masih menghadapi dampak bencana di Flores ditunjukkan Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui doa bersama dan aksi solidaritas.

Kegiatan yang berlangsung di Taman Nostalgia, Kota Kupang, Selasa (8/9/2026) malam, menjadi ruang bagi jajaran PSI NTT untuk menyampaikan dukungan moril kepada masyarakat yang terdampak gempa dan erupsi.

Suasana kegiatan diawali dengan penyalaan lilin. Setelah itu, peserta mengikuti doa lintas agama untuk keselamatan masyarakat serta berharap kondisi di wilayah terdampak segera kembali normal.

Sekretaris DPW PSI NTT sekaligus Ketua Fraksi PSI DPRD Provinsi NTT, Junaidin Mahasan, mengatakan kegiatan ini menjadi bentuk kepedulian PSI terhadap masyarakat Flores yang hingga kini masih merasakan dampak bencana.

Ia mengatakan, seluruh jajaran PSI NTT, mulai dari DPW hingga pengurus di tingkat daerah dan ranting, ikut mengambil bagian dalam kegiatan tersebut.

“Kami berkumpul malam ini untuk mendoakan saudara-saudara kita yang terkena bencana. Semoga mereka yang berada di pengungsian diberikan kekuatan dan bencana yang terjadi segera berakhir,” kata Junaidin.

Junaidin menjelaskan, kepedulian PSI tidak hanya dilakukan melalui doa. Sejak bencana terjadi pada 15 Agustus 2026, pengurus PSI NTT telah turun langsung ke sejumlah wilayah terdampak.

Menurutnya, pengurus DPW mulai bergerak pada 16 Agustus, kemudian pada 17 Agustus mendapat dukungan dari jajaran DPP PSI.

Tim kemudian melakukan kegiatan kemanusiaan di sejumlah wilayah, termasuk Labuan Bajo, Manggarai Barat hingga Maumere.

Selain masyarakat terdampak, PSI juga memberikan perhatian kepada mahasiswa asal daerah bencana yang saat ini berada di Kota Kupang.

“Kami juga memberikan bantuan kepada mahasiswa yang daerah asalnya ikut terdampak. Kami memahami bahwa kondisi orang tua mereka mungkin belum memungkinkan untuk mengirim biaya hidup seperti biasanya,” jelasnya.

Junaidin memastikan pendataan terhadap mahasiswa terdampak masih akan dilakukan sehingga bantuan dapat diberikan sesuai kebutuhan dan kemampuan.

Pengurus DPW PSI NTT, Martha Kolo, mengatakan doa bersama tersebut merupakan bentuk nyata kepedulian sosial sekaligus dukungan psikologis bagi masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit.

Menurut Martha, masyarakat terdampak bencana membutuhkan perhatian dari berbagai pihak, bukan hanya dalam bentuk bantuan kebutuhan dasar, tetapi juga dukungan moral.

“Ketika saudara-saudara kita sedang mengalami musibah, yang paling penting adalah mereka tahu bahwa masih banyak orang yang peduli dan berdiri bersama mereka,” ujar Martha.

Ia mengatakan, kegiatan tersebut juga menjadi momentum untuk mengajak masyarakat Kota Kupang memperkuat rasa kemanusiaan dan kepedulian terhadap sesama.

Martha menambahkan PSI NTT akan terus berupaya mengambil bagian dalam aksi kemanusiaan sesuai kemampuan organisasi.

“Bencana adalah persoalan kemanusiaan. Karena itu, kepedulian juga harus menjadi tanggung jawab bersama. Kami berharap semangat solidaritas ini terus hidup dan tidak berhenti setelah kegiatan malam ini,” katanya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Kupang Aurum Obe Titu Eki, sejumlah anggota DPRD Provinsi NTT dan DPRD Kota Kupang, serta jajaran pengurus PSI NTT, PSI Kabupaten Kupang dan PSI Kota Kupang. (MI)




Undana Perluas Peluang Studi Global, Beasiswa Mesir hingga Irak Dibuka

Kupang, nwartapedia.com — Universitas Nusa Cendana (Undana) membuka akses informasi sejumlah beasiswa internasional bagi sivitas akademika dan masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

Peluang pendidikan tersebut berasal dari tiga negara, yakni Mesir, Belgia dan Irak, dengan pilihan program mulai dari kursus bahasa hingga jenjang Sarjana (S1) dan Master (S2).

Langkah ini menjadi bagian dari upaya Undana memperluas peluang studi global sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan jejaring akademik internasional.

Beasiswa Mesir

Salah satu peluang yang tersedia adalah EGYAID Scholarships untuk studi di berbagai universitas di Mesir di luar Al-Azhar.

Program tersebut juga menyediakan kelas bahasa Arab di Pusat Kebudayaan Mesir bagi penutur non-Arab. Calon peserta perlu menyiapkan CV dan surat rekomendasi sesuai ketentuan program.

Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi Study in Egypt:

https://admission.study-in-egypt.gov.eg/

Beasiswa ARES Belgia

Peluang berikutnya berasal dari ARES Belgia, yang menyediakan beasiswa untuk program pendidikan dan pelatihan internasional. Laman resmi ARES saat ini mencantumkan pembukaan beasiswa untuk tahun akademik 2027–2028 dengan batas pendaftaran 18 September 2026 pukul 12.00 waktu Belgia.

Informasi lengkap persyaratan dan proses pendaftaran dapat diakses melalui:

ARES – International Training Scholarships

Beasiswa Study in Iraq

Sementara itu, program Study in Iraq menawarkan berbagai beasiswa bagi mahasiswa internasional pada sejumlah perguruan tinggi di Irak.

Program tersebut mencakup beasiswa penuh maupun sebagian untuk berbagai jenjang pendidikan.

Calon peserta dapat melihat universitas, program studi, persyaratan dan proses pendaftaran melalui situs resmi:

Study in Iraq – Portal Resmi

Undana berharap penyebaran informasi beasiswa tersebut dapat membantu sivitas akademika memperoleh akses pendidikan internasional yang lebih luas.

Kesempatan kuliah di luar negeri tidak hanya membuka ruang peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga memberikan pengalaman lintas budaya serta peluang membangun jejaring pendidikan dan riset di tingkat internasional. *