Komunitas Beta Bersih dan Pemkot Kupang Gelar Aksi Massal “Kupang Bersinar”

Kupang,nwartapedia.com  – Komunitas Beta Bersih bersama Pemerintah Kota Kupang akan menggelar aksi kerja bakti massal bertajuk “Kupang Bersih, Indah dan Asri (Kupang Bersinar)” pada Jumat, 9 Januari 2026.

Kegiatan ini melibatkan seluruh komponen masyarakat dan didukung penuh oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang.

Hal tersebut disampaikan Ketua Komunitas Beta Bersih, Paulus Irsan Dardana, dalam konferensi pers didampingi oleh Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Kupang, Achmad Likur, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK, Hijayas Uthan Mode dan Kepala Seksi Bidang Tata Lingkungan DLHK, Nofdy Pono yang berlangsung di Kantor Balai Lelang Flobamora jalan Timor Raya km.6, Kelapa Lima, Kota Kupang, Selasa (6/1/2026).

Irsan Dardana menjelaskan bahwa kegiatan Kupang Bersinar merupakan agenda kolaboratif antara komunitas dan Pemerintah Kota Kupang yang bertujuan meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan lingkungan, khususnya pengelolaan sampah rumah tangga.

“Kegiatan ini adalah kerja bakti bersama yang melibatkan ASN, pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum. Kita ingin menumbuhkan rasa memiliki bahwa Kota Kupang adalah tanggung jawab kita bersama untuk dijaga kebersihannya,” ujar Irsan.

Ia merinci, kerja bakti akan dilaksanakan dalam dua sesi. Sesi pertama dimulai pukul 06.30 WITA, melibatkan ASN, BUMN, BUMD, mahasiswa, dan anak sekolah. Sesi kedua mulai pukul 15.30 WITA, dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat di wilayah masing-masing.

Dalam kegiatan tersebut, Komunitas Beta Bersih juga berkontribusi menyediakan 30 unit armada truk pengangkut sampah untuk melengkapi armada milik DLHK.

Armada-armada tersebut akan dikumpulkan di Taman Alun-Alun Kota Kupang dan secara resmi dilepas oleh Wali Kota Kupang menuju titik-titik kerja bakti, sebelum sampah diangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Dengan keterlibatan aktif warga, kami berharap tumbuh kesadaran bahwa menjaga kebersihan kota adalah tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah,” tambah Irsan.

Sementara itu, Achmad Likur, Kepala Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Kupang, mengapresiasi inisiatif Komunitas Beta Bersih.

Menurutnya, kegiatan ini merupakan contoh kolaborasi positif yang memberikan dampak besar bagi kesehatan dan kebersihan lingkungan.

“Tidak semua komunitas mampu menggerakkan kegiatan besar seperti ini. Persoalan kebersihan di Kota Kupang masih menjadi tantangan karena kesadaran masyarakat belum sepenuhnya maksimal. Kehadiran Komunitas Beta Bersih sangat membantu pemerintah menjawab persoalan ini,” jelas Achmad.

Ia menambahkan, dua sesi kerja bakti dilakukan agar pembersihan dapat berjalan tuntas. Pada sesi sore, masyarakat akan fokus membersihkan area yang belum terjangkau pada pagi hari, termasuk selokan dan lingkungan permukiman.

DLHK sendiri akan menurunkan 27 unit armada, sehingga total armada yang dikerahkan mencapai 57 unit.

“Kami berharap dengan dukungan 57 unit armada ini, wajah Kota Kupang akan terlihat jauh lebih bersih dari sebelumnya,” katanya.

Senada dengan itu, Hijayas Uthan Mode, Kepala Bidang Tata Lingkungan DLHK Kota Kupang, menyampaikan bahwa pihaknya telah menyiapkan surat koordinasi untuk sekolah, universitas, RT/RW, BUMN, BUMD, puskesmas, serta instansi terkait lainnya guna memastikan keterlibatan maksimal.

Ia juga menyebut bahwa kegiatan ini merupakan Kupang Bersinar Jilid II, setelah sebelumnya diluncurkan bersamaan dengan lomba kebersihan tingkat Kota Kupang.

Menurutnya, momentum pasca Natal dan Tahun Baru membuat aksi kerja bakti ini sangat relevan, mengingat meningkatnya volume sampah di berbagai titik kota.

“Kami berterima kasih kepada Komunitas Beta Bersih atas kontribusinya yang luar biasa. Bahkan mereka juga siap membantu penataan TPA dalam rangka persiapan pembangunan IPLT dan TPSP,” ungkap Hijayas.

Melalui kegiatan Kupang Bersinar, Pemerintah Kota Kupang berharap seluruh warga semakin sadar bahwa kebersihan kota bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama demi mewujudkan Kota Kupang yang bersih, sehat, dan asri. (MI)




BPS NTT Rilis NTP Desember 2025, Turun 0,09 Persen Dibanding November

Kupang, nwartapedia.com  — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) secara resmi merilis data Nilai Tukar Petani (NTP) Bulan Desember 2025.

Rilis tersebut disampaikan melalui kegiatan livestreaming pada Senin (5/1/2026).

NTP Bulan Desember 2025 dihitung menggunakan tahun dasar 2018 (2018=100) dan mencakup lima subsektor pertanian, yakni subsektor padi dan palawija, hortikultura, tanaman perkebunan rakyat, peternakan, serta perikanan.

Berdasarkan rilis BPS NTT, NTP Provinsi Nusa Tenggara Timur pada Desember 2025 tercatat sebesar 101,46.

Angka ini menunjukkan bahwa secara umum petani masih berada pada posisi surplus, meskipun mengalami penurunan dibandingkan bulan sebelumnya.

Secara rinci, NTP masing-masing subsektor tercatat sebesar 103,67 untuk subsektor tanaman padi dan palawija (NTP-P), 92,71 untuk subsektor hortikultura (NTP-H), 96,77 untuk subsektor tanaman perkebunan rakyat (NTP-TPR), 105,74 untuk subsektor peternakan (NTP-Pt), dan 96,18 untuk subsektor perikanan (NTP-Pi).

BPS NTT mencatat, NTP Desember 2025 mengalami penurunan sebesar 0,09 persen dibandingkan NTP November 2025.

Penurunan ini disebabkan oleh laju perkembangan indeks harga yang diterima petani lebih lambat dibandingkan dengan indeks harga yang dibayarkan petani.

Selain itu, di wilayah perdesaan juga terjadi perubahan indeks konsumsi rumah tangga sebesar 0,60 persen selama periode Desember 2025.

Kondisi tersebut turut memengaruhi daya beli petani di Nusa Tenggara Timur.

Rilis ini menjadi salah satu indikator penting dalam menggambarkan kondisi kesejahteraan petani serta perkembangan ekonomi sektor pertanian di NTT menjelang akhir tahun 2025. (MI)




Ratusan Kepala Sekolah Dilibatkan pada Apel Perdana ASN Pemkot Kupang Awal 2026

Kupang, nwartapedia.com
Suasana apel perdana Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Kupang pada awal tahun 2026 tampak berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Apel yang digelar pada Senin (5/1/2026) di halaman Kantor Wali Kota Kupang ini turut dihadiri ratusan kepala sekolah dan wakil kepala sekolah SD serta SMP negeri se-Kota Kupang.

Apel perdana tersebut dipimpin langsung oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan diikuti ratusan ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang.

Kehadiran para kepala sekolah menjadi perhatian tersendiri karena baru pertama kalinya mereka secara resmi dilibatkan dalam apel awal tahun bersama seluruh ASN Pemkot Kupang.

Koordinator Pengawas Sekolah SD pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Johnny Eduard Rihi, membenarkan hal tersebut.

Ia mengatakan, partisipasi kepala sekolah dan wakil kepala sekolah dalam apel perdana awal tahun anggaran 2026 memang merupakan yang pertama kali dilakukan.

“Benar, ini baru pertama kali kepala sekolah dan wakil kepala sekolah mengikuti apel perdana awal tahun bersama seluruh ASN Pemkot Kupang,” ujar Johnny.

Menurutnya, keikutsertaan para kepala sekolah tidak bertentangan dengan ketentuan yang berlaku.

Justru, apel tersebut dimanfaatkan sebagai momentum penyamaan persepsi sekaligus penyampaian informasi terkait arah kebijakan serta capaian Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena selama kurang lebih delapan bulan terakhir.

“Dalam kesempatan ini juga disampaikan berbagai capaian kinerja pemerintahan selama delapan bulan terakhir, khususnya terkait kinerja ASN, agar dapat dipahami secara menyeluruh,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SD Negeri Fontein 2, Lita Wunga, mengaku senang dapat mengikuti apel perdana bersama ASN lainnya.

Ia menilai kegiatan tersebut menjadi kesempatan berharga untuk mendengar langsung arahan pimpinan daerah.

“Sesekali ikut apel bersama ASN lainnya itu baik. Kami bisa mendengar langsung arahan dan penekanan dari Pak Wali Kota sebagai pimpinan daerah,” ujarnya.

Dalam arahannya, Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menekankan tiga kunci utama yang harus menjadi pegangan seluruh ASN dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sepanjang tahun 2026.

“Kunci pertama adalah fokus. Kunci kedua adalah kemampuan beradaptasi. Dan kunci ketiga, jangan mudah tersinggung atau terbawa perasaan dengan sesama rekan kerja maupun lingkungan sekitar,” tegasnya.

Ia menjelaskan, dinamika perubahan zaman menuntut ASN untuk terus beradaptasi, termasuk dalam pemanfaatan teknologi dan media sosial sebagai sarana komunikasi publik.

Menurutnya, berbagai program dan kerja keras pemerintah perlu disampaikan secara terbuka agar masyarakat memperoleh informasi yang utuh dan tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Kalau kita tidak menyampaikan apa yang kita kerjakan, orang bisa menilai dari sudut pandang yang berbeda. Karena itu, media sosial harus dimanfaatkan secara bijak sebagai alat komunikasi pelayanan publik,” tambahnya.

Apel perdana ini sekaligus menjadi penanda dimulainya aktivitas pemerintahan Kota Kupang di tahun 2026, serta menjadi momentum konsolidasi seluruh elemen ASN dan insan pendidikan untuk menyatukan langkah dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
(goe)




Wali Kota Kupang Tekankan Fokus, Adaptasi, dan Profesionalisme ASN di Awal 2026

Kupang,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan pentingnya fokus kerja, kemampuan beradaptasi, serta profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikannya saat memimpin apel perdana bersama ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang, Senin (5/1/2025), di lapangan apel Kantor Wali Kota Kupang.

Memasuki tahun kerja 2026, Christian Widodo mengingatkan seluruh ASN agar tidak kehilangan fokus di tengah berbagai distraksi, terutama perkembangan teknologi dan penggunaan gawai.

Menurutnya, fokus merupakan kunci utama dalam meningkatkan kinerja birokrasi dan kualitas pelayanan publik.

“Kunci pertama adalah fokus. Kunci kedua adalah adaptasi. Dan kunci ketiga, jangan mudah tersinggung atau terbawa perasaan dengan sesama rekan kerja maupun orang di sekitar kita,” tegasnya di hadapan peserta apel.

Wali Kota menjelaskan, perubahan zaman menuntut ASN untuk mampu beradaptasi, termasuk dalam memanfaatkan media sosial sebagai sarana komunikasi publik.

Ia menilai, kerja keras pemerintah perlu diketahui masyarakat agar tidak menimbulkan persepsi keliru.

“Sekarang ini, kalau kita bekerja dengan baik tetapi publik tidak tahu, orang bisa mengira kita tidak bekerja. Padahal program sudah berjalan dengan sangat baik,” ujarnya.

Karena itu, mulai tahun 2026, Christian Widodo mewajibkan setiap bidang dan perangkat daerah di lingkup Pemkot Kupang memiliki minimal satu akun media sosial resmi yang aktif dan dikelola secara serius.

Akun tersebut diharapkan menjadi media penyampai informasi kinerja dan program pemerintah kepada masyarakat.

“Setiap bidang harus menunjuk satu orang yang relatif muda dan paham teknologi untuk mengelola media sosial, baik Facebook, Instagram, TikTok, maupun kanal lainnya,” jelasnya.

Ia menekankan, kinerja yang baik harus diiringi dengan penyampaian informasi yang tepat agar mudah dipahami publik.

Menurutnya, narasi yang baik akan membuat masyarakat mengetahui dan merasakan kehadiran pemerintah.

“Kerja bagus saja tidak cukup. Kerja bagus harus disampaikan dengan narasi yang baik,” katanya.

Selain fokus dan adaptasi, Wali Kota Kupang juga menyoroti pentingnya kedewasaan emosional dalam lingkungan kerja.

Ia mengingatkan ASN agar tidak mudah sensitif atau baper dalam menghadapi perbedaan pendapat, kritik, maupun teguran.

“Saat bekerja, jangan sensi, jangan baper dengan sesama teman kerja. Kita ini satu tim, dengan tujuan yang sama, yaitu melayani masyarakat,” tegasnya.

Christian Widodo mengungkapkan, dalam beberapa bulan terakhir dirinya menerima sejumlah laporan melalui pesan WhatsApp terkait dinamika kerja di berbagai organisasi perangkat daerah (OPD).

Laporan tersebut umumnya berkaitan dengan persoalan komunikasi internal dan hubungan antarpegawai.

“Banyak hal sebenarnya bisa diselesaikan dengan komunikasi yang baik, tanpa harus dibawa ke perasaan,” ujarnya.

Ia menambahkan, jika setiap persoalan disikapi secara emosional, maka kinerja organisasi akan terganggu dan pada akhirnya masyarakat yang dirugikan.

“Kalau semua baper, pekerjaan tidak akan jalan. Yang dirugikan bukan hanya kita, tetapi masyarakat Kota Kupang,” tandasnya.

Apel perdana ASN ini menjadi momentum awal bagi Pemerintah Kota Kupang untuk menegaskan komitmen membangun birokrasi yang fokus, adaptif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik di sepanjang tahun 2026.
(goe)




Ketua YJI NTT Theo Widodo Ajak Masyarakat Awali 2026 dengan Senam Jantung Sehat

Kupang,nwartapedia.com  – Mengawali tahun baru 2026, Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Utama Provinsi Nusa Tenggara Timur periode 2024–2029 yang baru dilantik, Ir. Theo Widodo, mengajak masyarakat untuk menjadikan hidup sehat sebagai komitmen bersama melalui kegiatan Senam Jantung Sehat yang digelar di halaman depan Kantor BPR Christa Jaya, Sabtu (3/1/2026) pagi.

Dalam sambutannya, Ir. Theo Widodo menekankan pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak dini serta mengajak masyarakat untuk rutin mengikuti senam yang dilaksanakan pada Sabtu pertama dan ketiga setiap bulan, pukul 06.00 WITA.

“Mengawali tahun baru 2026 ini adalah momen yang tepat untuk kita semua hidup lebih sehat. Saya mengajak Bapak Ibu semua untuk datang, ajak basudara, teman, sahabat, dan keluarga. Jantung adalah pusat tubuh kita, kalau jantung sehat maka tubuh kita juga sehat,” ujar Theo Widodo.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan senam jantung sehat ini memiliki keistimewaan karena tidak hanya berolahraga bersama, tetapi juga mendapatkan edukasi langsung dari para dokter spesialis jantung dan pembuluh darah.

Selain itu, peserta juga disediakan snack dan door prize pada kesempatan tertentu.

Theo Widodo juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Christofel Liyanto selaku pimpinan BPR Christa Jaya sekaligus Wakil Ketua l YJI Cabang Utama Provinsi NTT yang telah menyediakan tempat dan perlengkapan, serta kepada seluruh pengurus dan relawan YJI yang mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Kegiatan senam jantung sehat kali ini turut dihadiri sejumlah dokter, antara lain dr. Leonora Johana Tiluata, Sp.JP, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah yang merupakan dokter jantung senior di NTT, dr. Muhamad Bayu Aji, Sp.JP, dokter spesialis jantung yang bertugas di RS TNI AL dan RS Bhayangkara, serta dr. Dewa Ayu Made Dwi Suswati, dokter spesialis penyakit dalam yang juga aktif membina Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis).

Dalam sambutannya, dr. Leonora menjelaskan bahwa Yayasan Jantung Indonesia berperan sebagai garda terdepan dalam edukasi dan pencegahan penyakit jantung di masyarakat, sementara para dokter yang tergabung dalam Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia (PERKI) Cabang Utama NTT akan secara bergantian hadir mendampingi setiap kegiatan senam.

“Setiap senam jantung sehat, kami akan hadir untuk memberikan edukasi, pendampingan, dan menjawab pertanyaan dari Bapak Ibu semua. Ke depan, kami juga berharap akan ada pemeriksaan kesehatan sederhana seperti cek tekanan darah, gula darah, dan kolesterol,” jelas dr. Leonora.

Sementara itu, dr. Muhamad Bayu Aji, Sp.JP dalam edukasinya mengingatkan pentingnya menerapkan prinsip CERDIK untuk menjaga kesehatan jantung, yakni Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin berolahraga, Diet sehat seimbang, Istirahat cukup, dan Kelola stres.

“Olahraga itu penting, tapi harus disesuaikan dengan kondisi tubuh masing-masing. Tidak perlu mengikuti tren olahraga berat. Senam seperti ini sudah sangat baik bila dilakukan rutin. Yang terpenting adalah konsistensi dan mengenali batas kemampuan diri,” tegas dr. Bayu.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan pemeriksaan kesehatan, terutama bagi usia di atas 40 tahun, karena banyak penyakit jantung yang tidak menimbulkan gejala namun berisiko fatal.

Di tempat yang sama, dr. Dewa Ayu Made Dwi Suswati menambahkan bahwa olahraga dan pemeriksaan rutin sangat penting terutama bagi penderita hipertensi dan diabetes yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung dan stroke.

“Jangan tunggu merasa sakit baru periksa. Tekanan darah tinggi dan gula darah tinggi sering tidak bergejala, tapi risikonya sangat besar. Jadikan olahraga sebagai budaya hidup, lakukan setiap hari meskipun hanya di rumah,” pesannya.

Kegiatan senam jantung sehat ini disambut antusias oleh peserta dari berbagai kalangan, termasuk komunitas Prolanis.

Yayasan Jantung Indonesia Cabang Utama NTT berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kebersamaan sekaligus sarana edukasi kesehatan jantung bagi masyarakat Kota Kupang dan sekitarnya. (MI)