Pemprov NTT dan Pemkot Kupang Teken Kerja Sama Pengelolaan Air Bersih

Kupang,nwartapedia.com  – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui UPTD SPAM Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT resmi menandatangani perjanjian kerja sama dengan Perumda Air Minum Kota Kupang. Penandatanganan berlangsung di Ruang Rapat Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Jumat (16/01/2026).

Penandatanganan kerja sama ini dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Wali Kota Kupang, Sekretaris Daerah Provinsi NTT, Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT, Kepala Biro Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setda Provinsi NTT, Kepala Biro Trisetya Provinsi NTT, Kepala Biro Pemerintahan Setda Provinsi NTT, Kepala Badan Keuangan Daerah Provinsi NTT, Kepala BPJS SPAM, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Kepala Dinas PUPR Kota Kupang, Kepala BKD Kota Kupang, Kepala Bagian Perekonomian Kota Kupang, Kepala Bagian Kerja Sama Kota Kupang, serta insan pers dan media massa.

Dalam sambutannya, Wali Kota Kupang, Christian Widodo menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas terjalinnya kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Kota Kupang.

Ia menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah penting untuk menjawab persoalan air bersih yang selama ini menjadi tantangan besar di Kota Kupang.

“Urusan air bukan hal yang sederhana. Permasalahannya kompleks, mulai dari pertumbuhan penduduk yang meningkat, keterbatasan sumber air, hingga kondisi geografis. Namun dengan berjalan bersama, saya yakin hambatan-hambatan ini dapat kita lewati,” ujarnya.

Wali Kota juga menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang saat ini tengah melakukan pembenahan pada sejumlah sumber air dan infrastruktur pendukung, termasuk peningkatan debit air serta pembaruan peralatan agar pelayanan air bersih kepada masyarakat dapat lebih optimal dan berkelanjutan.

“Air bukan hanya soal pipa dan jaringan, tetapi juga soal kesehatan dan kehidupan. Jika air bersih terpenuhi, maka kualitas hidup masyarakat akan meningkat,” tambahnya.

Sementara itu, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah strategis dan sangat penting, mengingat persoalan air minum di Kota Kupang telah lama menjadi isu serius yang belum terselesaikan secara tuntas.

“Kerja sama ini adalah cara yang baik dan tepat. Prinsipnya, jangan sampai ada sumber air yang dikuasai atau ditahan sehingga tidak bisa dialirkan kepada masyarakat. Air harus dikelola untuk kepentingan publik,” tegas Gubernur.

Gubernur juga menekankan pentingnya profesionalisme dan kreativitas pemerintah daerah, terutama di tengah kebijakan pengurangan transfer dana dari pemerintah pusat. Menurutnya, sinergi antara Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota harus terus diperkuat agar pelayanan publik, khususnya air bersih, dapat berjalan dengan baik.

“Jika kerja sama ini ke depan tidak memberikan manfaat bagi kedua belah pihak, maka harus dievaluasi. Semua harus berjalan sesuai prinsip keadilan dan profesionalisme,” ujarnya.

Kerja sama ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam upaya mewujudkan pelayanan air bersih yang adil, berkelanjutan, dan merata bagi seluruh masyarakat Kota Kupang, sekaligus memperkuat wajah pembangunan Provinsi Nusa Tenggara Timur yang berpusat di ibu kota provinsi. (MI)




Naturalisasi Sepak Bola: Jalan Pintas yang Mengancam Regenerasi Pemain Lokal

Oleh: Dr. Frans Sales, S.Pd., MM Pakar Sport Science KONI 

Kupang,nwartapedia.com  –  Sepak bola Indonesia saat ini berada pada persimpangan jalan. Di satu sisi, publik menginginkan prestasi instan di level internasional.

Di sisi lain, sistem pembinaan nasional masih rapuh dan belum sepenuhnya berbasis ilmu pengetahuan olahraga (sport science).

Dalam konteks inilah kebijakan naturalisasi pemain yang dijalankan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) perlu dikritisi secara jujur dan objektif.

Naturalisasi pada prinsipnya bukanlah kebijakan yang keliru. Dalam jangka pendek, pendekatan ini dapat meningkatkan kualitas tim nasional dan daya saing di level internasional.

Namun, ketika naturalisasi dilakukan secara masif dan dijadikan strategi utama, maka yang terjadi adalah jalan pintas prestasi yang justru mengancam keberlanjutan sepak bola nasional.

Pola naturalisasi yang lebih mengandalkan pemain keturunan dibandingkan pemain lokal telah menimbulkan sejumlah persoalan mendasar.

Pertama, biaya yang dikeluarkan sangat besar dan cenderung membebani anggaran negara.

Kedua, prestasi yang dihasilkan bersifat instan dan tidak berlandaskan sistem pembinaan yang kuat, berjenjang, dan berkelanjutan.

Ketiga, kebijakan ini secara perlahan mematikan motivasi serta kesempatan pemain lokal untuk berkembang dan berprestasi di level tertinggi.

Lebih jauh, pendekatan instan ini berdampak pada inefisiensi kebijakan alokasi anggaran pembangunan sumber daya manusia sepak bola Indonesia.

Negara seharusnya berinvestasi pada pembinaan jangka panjang, bukan sekadar mengejar hasil cepat yang tidak berumur panjang.

Jika dibiarkan, kondisi ini berpotensi merusak tatanan manajemen, administrasi, dan ekosistem kompetisi sepak bola nasional.

Sudah saatnya PSSI melakukan refleksi mendalam dan meninjau ulang kebijakan naturalisasi. Pembinaan sepak bola Indonesia semestinya diarahkan pada reformasi sistemik dengan menjadikan olahraga pendidikan sebagai fondasi utama.

Kompetisi pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga menengah harus digelar secara berjenjang dan berkelanjutan, karena di sanalah proses pembentukan teknik dasar, karakter, dan mental atlet dimulai.

Selain itu, sepak bola perlu dikelola sebagai industri yang sehat melalui pendekatan pemasaran olahraga. Keterlibatan masyarakat, media, dan sponsor harus dimaksimalkan agar pembinaan dan kompetisi dapat berjalan secara mandiri dan berkesinambungan.

Kompetisi usia dini dan usia muda juga harus diperbanyak sebagai sarana pemanduan bakat, evaluasi pembinaan, dan pembentukan mental bertanding.

Dalam perspektif sport science, pembinaan prestasi harus mengikuti alur yang jelas: input, proses, output, outcome, hingga income.

Atlet berprestasi tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses panjang yang terencana, terukur, dan berbasis ilmu pengetahuan serta teknologi olahraga.

Dengan sistem pembinaan yang baik, prestasi atlet akan bertahan lama, khususnya pada usia emas (golden age).

Naturalisasi mungkin memberikan harapan sesaat, tetapi harapan sejati sepak bola Indonesia terletak pada kekuatan pembinaan lokal.

Tanpa fondasi yang kuat, prestasi hanya akan menjadi ilusi. Sepak bola Indonesia tidak membutuhkan jalan pintas, melainkan keberanian untuk membangun sistem yang benar dan berkelanjutan.

Salam sepak bola, sepak bola bersahabat. (MI)




Warga Kolhua Inisiasi Pemanfaatan Lahan Tidur untuk Pertanian di Kelurahan Bello

Kupang, nwartapedia.com — Upaya memanfaatkan lahan tidur agar kembali produktif mulai digerakkan warga di Kota Kupang. Kamis pagi (15/1/2026), dua warga Kolhua, Meos Lahera dan Rusmin Fallo, menjajaki sebidang lahan kosong di Kelurahan Bello untuk disurvei dan direncanakan sebagai lahan garapan pertanian.

Peninjauan lapangan tersebut dilakukan sebagai langkah awal untuk melihat potensi lahan yang selama dua tahun terakhir dibiarkan terbengkalai.

Lahan tersebut diketahui merupakan milik seorang warga di luar Kelurahan Bello yang sebelumnya dititipkan kepada Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, untuk dijaga dan ditanami berbagai jenis tanaman pertanian.

Namun, karena kesibukan penjaga lahan, area tersebut tidak sempat diolah dan akhirnya dibiarkan kosong dalam waktu cukup lama.

Kondisi ini mendorong Meos Lahera dan Rusmin Fallo, atas nama Komunitas Vox Paterna sebuah komunitas paduan suara di Gereja Katolik Santo Fransiskus Asisi Kolhua untuk mengambil inisiatif menghidupkan kembali lahan tersebut.

Menurut Meos Lahera, rencana pengelolaan lahan bersifat kolektif dan terbatas, semata-mata untuk mengolah lahan tanpa mengubah status kepemilikan tanah.

“Kami hanya ingin memanfaatkan lahan yang selama ini kosong. Tanah ini tetap milik pemiliknya, kami hanya mengolahnya agar tidak terbengkalai,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Rusmin Fallo. Ia menuturkan bahwa kebun kolektif tersebut nantinya akan ditanami berbagai jenis tanaman hortikultura, seperti jagung, cabai, dan kacang, sebagai bentuk kepedulian komunitas terhadap lingkungan sekaligus upaya sederhana mendukung ketahanan pangan.

Sementara itu, Ketua RW 003 Kelurahan Bello, Goris Takene, mengapresiasi niat baik Komunitas Vox Paterna.

Ia menilai pemanfaatan lahan yang belum digunakan pemiliknya merupakan langkah positif selama dilakukan secara bertanggung jawab dan tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Lokasi ini memang belum dimanfaatkan oleh pemiliknya. Selama hanya digunakan untuk menanam tanaman hortikultura dan bersifat sementara, tentu kami sangat mendukung,” kata Goris.

Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi contoh kolaborasi warga dalam memanfaatkan lahan tidur secara produktif, sekaligus mendorong semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Kupang. (goe)




SDN Oeba 3 Kupang Gelar Syukuran Natal Sekaligus Resmikan Gedung Rehabilitasi

Kupang, nwartapedia.com — Sekolah Dasar Negeri (SDN) Oeba 3 Kota Kupang menggelar ibadat syukuran Natal dan Tahun Baru 2026 yang dirangkaikan dengan peresmian gedung rehabilitasi sekolah, Rabu (14/1/2026).

Kegiatan ini menjadi momentum refleksi iman sekaligus wujud komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas sarana dan prasarana pendidikan.

Acara syukuran berlangsung khidmat dan penuh sukacita. Ibadat dipimpin oleh Pastor Kuasai Santo Petrus Haukoto Paroki Santa Familia Sikumana Kupang, RD Yalo atau yang akrab disapa Romo Yalo.

Dalam ibadat tersebut, Romo Yalo memberkati seluruh ruang belajar yang telah direhabilitasi, termasuk ruang-ruang kelas dan rumah penjaga sekolah.

Kepala SDN Oeba 3, Reynaldo, S.Pd, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas rampungnya program rehabilitasi gedung sekolah.

Menurutnya, rehabilitasi ini merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan layak bagi peserta didik maupun tenaga pendidik.

“Gedung sekolah yang layak merupakan fondasi penting dalam mendukung proses pembelajaran. Syukuran ini menjadi tanda terima kasih kami kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sepanjang tahun yang lalu,” ujarnya.

Pengawas Pembina SDN Oeba 3 dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Johni Eduar Rihi, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, mengapresiasi langkah sekolah yang mampu memadukan nilai iman, kebersamaan, dan peningkatan mutu layanan pendidikan.

Menurut Johni, rehabilitasi gedung sekolah bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan investasi jangka panjang dalam dunia pendidikan.

“Lingkungan sekolah yang bersih, aman, dan layak akan sangat memengaruhi semangat belajar siswa serta kinerja guru. Ini adalah langkah positif yang patut dijaga dan dirawat bersama,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya rasa memiliki terhadap fasilitas sekolah. Seluruh warga sekolah, katanya, bertanggung jawab untuk menjaga dan memanfaatkan sarana yang ada secara optimal demi peningkatan mutu pendidikan di Kota Kupang.

Sementara itu, dalam refleksinya, Romo Yalo mengajak seluruh warga sekolah untuk menjadikan momentum Natal dan Tahun Baru sebagai ajakan memperbarui semangat pelayanan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam dunia pendidikan.

“Gedung boleh baru dan indah, tetapi yang paling penting adalah semangat cinta, disiplin, dan kepedulian yang terus tumbuh di dalamnya,” pesan Romo Yalo saat memberkati setiap ruangan sekolah.

Kegiatan syukuran ini dihadiri oleh guru, tenaga kependidikan, komite sekolah, orang tua siswa, serta sejumlah undangan. Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah sebagai wujud kebersamaan keluarga besar SDN Oeba 3 Kota Kupang.

Dengan peresmian gedung rehabilitasi tersebut, SDN Oeba 3 diharapkan semakin siap memberikan pelayanan pendidikan yang berkualitas serta menjadi lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang karakter dan prestasi peserta didik. (goe)




Perayaan Natal MK3S SD/MI Kota Kupang Teguhkan Semangat Kekeluargaan dan Pelayanan Pendidikan

Kupang, nwartapedia.com — Di tengah dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang, semangat kebersamaan dan nilai kekeluargaan kembali diteguhkan melalui Perayaan Syukur Natal dan Tahun Baru yang digelar Musyawarah Kelompok Kerja Kepala Sekolah (MK3S) SD/MI Kota Kupang.

Perayaan yang berlangsung khidmat pada Kamis pagi, 15 Januari 2025, di Gereja Katolik Paroki Santa Maria Assumpta Kupang ini dihadiri ribuan guru SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) se-Kota Kupang.

Perayaan syukur yang dimulai pukul 09.00 WITA tersebut menjadi ruang refleksi iman sekaligus penguatan komitmen pelayanan pendidikan dasar. Mengusung tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga”.

Kegiatan ini menegaskan pentingnya peran keluarga baik di rumah maupun di lingkungan kerja sebagai fondasi utama dalam membangun pendidikan yang humanis dan bermakna.

Dalam homilinya, Romo Rudi Djung Lake mengajak para pendidik untuk memaknai keluarga dan lingkungan kerja sebagai satu kesatuan yang saling menguatkan.

Menurutnya, rumah tangga dan sekolah merupakan ruang pembentukan nilai, tempat keteladanan ditanamkan melalui sikap hidup, perilaku baik, serta pelayanan yang tulus.

“Menjadi guru adalah panggilan hidup. Ketika seorang guru melayani dengan hati, ia akan dikenang dan dihormati seumur hidup. Dari sanalah damai sejahtera itu lahir dan dirasakan banyak orang,” ungkap Romo Rudi.

Ia juga menegaskan bahwa kehadiran Yesus dalam perayaan Natal merupakan tanda keselamatan bagi keluarga yang harus diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua MK3S SD/MI Kota Kupang, Jhoni A. Higa Huki, dalam sambutannya menyampaikan bahwa perayaan Natal yang rutin digelar setiap tahun bukan sekadar seremoni, melainkan momentum penting untuk mempererat tali persaudaraan di lingkungan pendidikan dasar Kota Kupang.

Ia menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh kepala sekolah, guru, serta jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang atas kolaborasi dan sinergi yang terus terjalin dengan baik.

“Melalui kebersamaan ini, kita diajak untuk terus bergandengan tangan membangun dunia pendidikan dasar bersama K3S demi masa depan anak-anak Kota Kupang,” ujarnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, atas nama Wali Kota Kupang, menekankan pentingnya menjadikan pesan-pesan Natal sebagai pegangan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab sebagai pendidik.

Ia mengingatkan bahwa sekolah semestinya menjadi “taman keluarga” yang aman, nyaman, dan mendidik, baik bagi peserta didik maupun para guru.

Menurutnya, guru SD dan MI memiliki tanggung jawab yang sama dalam melayani anak bangsa tanpa sekat.

Ia juga mengingatkan agar pemanfaatan teknologi, khususnya telepon genggam, dikelola secara bijak agar tidak berdampak negatif terhadap kehidupan keluarga maupun kinerja pelayanan pendidikan.

“Kita dituntut bekerja secara fokus, bertanggung jawab, dan adaptif. Semua orang hebat lahir dari tangan seorang guru, tetapi tidak semua orang hebat mampu melahirkan seorang guru,” tandasnya.

Ia menegaskan bahwa K3S merupakan wadah independen yang strategis untuk merapatkan barisan dan menjaga mutu pendidikan, meskipun di tengah tantangan pemangkasan anggaran.

Perayaan syukur ini menjadi lebih dari sekadar peringatan Natal dan Tahun Baru. Kegiatan ini menjelma sebagai ruang perjumpaan iman, refleksi, serta penguatan solidaritas antar kepala sekolah dan insan pendidikan dasar SD dan MI di Kota Kupang. Suasana kehangatan yang tercipta mencerminkan semangat persatuan dalam melayani pendidikan dengan hati.

Melalui perayaan ini, keluarga besar MK3S SD/MI Kota Kupang berharap nilai-nilai Natal terus dihidupi dalam setiap praktik pendidikan sepanjang tahun, sehingga mampu melahirkan generasi yang beriman, berkarakter, dan berdaya saing, sejalan dengan semangat pengabdian bagi masyarakat dan dunia pendidikan. (goe)




Rapat Perdana Ernest Ludji Tekankan Penguatan Konsolidasi dan Mutu Pendidikan di Tengah Keterbatasan Anggaran

Kupang, nwatapedia.com
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (P dan K) Kota Kupang, Ernest Ludji, memimpin rapat kerja perdana awal tahun 2026 yang berlangsung pada Rabu (14/1/2026).

Rapat tersebut menjadi momentum strategis untuk melakukan evaluasi kinerja sekaligus memperkuat konsolidasi internal guna memastikan pelayanan pendidikan di Kota Kupang tetap berjalan optimal.

Rapat diawali dengan pemaparan progres kerja serta berbagai kendala yang dihadapi oleh masing-masing bidang, subbagian, hingga jajaran pengawas sekolah. Forum berlangsung dinamis dan terbuka, tidak hanya berisi laporan teknis, tetapi juga menjadi ruang penyampaian aspirasi serta realitas pelayanan pendidikan di lapangan.

Seluruh masukan tersebut diarahkan untuk menyelaraskan langkah dan kebijakan kerja dengan visi dan misi Wali Kota Kupang di sektor pendidikan.

Salah satu isu krusial yang mengemuka dalam rapat tersebut adalah keterbatasan jumlah pengawas sekolah, khususnya pengawas TK/PAUD.

Saat ini, hanya terdapat dua orang pengawas TK/PAUD dan keduanya dijadwalkan memasuki masa pensiun pada Juli 2026.

Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan kekosongan pengawasan yang dapat berdampak pada kendali mutu pendidikan jika tidak segera diantisipasi.

“Situasi ini perlu mendapat perhatian serius agar fungsi koordinasi dan pengawasan mutu pendidikan tetap berjalan secara efektif,” ungkap salah satu pengawas TKK dalam forum rapat.

Menanggapi berbagai laporan dan masukan tersebut, Ernest Ludji menyampaikan apresiasi atas keterbukaan, komitmen, serta semangat kerja seluruh jajaran Dinas P dan K Kota Kupang.

Ia menegaskan bahwa peran kepemimpinan dalam dunia pendidikan tidak dapat dipisahkan dari kontribusi para guru sebagai fondasi utama pembangunan sumber daya manusia.

“Guru pasti melahirkan orang-orang hebat, tetapi belum tentu orang hebat mampu melahirkan seorang guru. Karena itu, setiap peran harus ditempatkan sesuai dengan porsinya,” ujar Ernest.

Ia juga menekankan pentingnya profesionalisme dan disiplin aparatur sipil negara (ASN) dalam menjalankan tugas.

Menurutnya, waktu kerja harus dimanfaatkan secara maksimal untuk menyelesaikan pekerjaan secara tuntas, sementara waktu istirahat digunakan secara proporsional.

“Bekerjalah secara profesional. Hindari membuang waktu untuk hal-hal yang tidak produktif, apalagi membicarakan keburukan orang lain,” tegasnya.

Lebih lanjut, Ernest menyampaikan terima kasih atas terbangunnya komunikasi dan kolaborasi yang baik di lingkungan Dinas P dan K Kota Kupang.

Ia berharap berbagai capaian yang telah diraih dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan pada tahun 2026, meskipun dihadapkan pada kebijakan pemangkasan anggaran.

“Di tengah keterbatasan anggaran, kualitas pelayanan dan kinerja tidak boleh menurun. Kendali mutu pendidikan harus tetap menjadi prioritas utama,” katanya.

Dalam rapat tersebut juga dibahas sejumlah agenda strategis pendidikan tahun 2026, di antaranya pelaksanaan Tes Kompetensi Peserta Didik pada April 2026, termasuk bagi peserta Paket A, B, dan C. Selain itu, ujian sekolah tingkat SD dan SMP dijadwalkan berlangsung pada April hingga Mei 2026, serta pelaksanaan Asesmen Nasional pada September 2026 yang membutuhkan persiapan matang dan terukur.

Menutup arahannya, Ernest kembali menekankan pentingnya disiplin yang dimulai dari diri sendiri, termasuk disiplin dalam berpakaian sebagai aparatur sipil negara.

Ia pun mengakhiri sambutannya dengan menyampaikan ucapan Selamat Natal dan Tahun Baru kepada seluruh jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang. (goe)




Plt Kadis P dan K Kota Kupang: Teladan dan Kebersamaan Jadi Warisan Dua Pejabat Purna Tugas

Kupang, nwartapedia.com
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Kupang menggelar acara lepas pisah bagi dua pejabat yang resmi mengakhiri masa tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Rabu (14/1/2026).

Keduanya yakni Drs. Ambo, mantan Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, serta Siti Ratna Maro, mantan Kepala Subbagian Perencanaan dan Evaluasi.

Acara berlangsung penuh kehangatan dan haru sebagai penanda berakhirnya masa pengabdian sekaligus bentuk penghargaan atas dedikasi dan loyalitas keduanya selama bertahun-tahun mengabdi di lingkungan Disdikbud Kota Kupang.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Kupang, Ernest Ludji, dalam sambutannya menyebut Drs. Ambo sebagai sosok abang sekaligus guru yang banyak memberi teladan dalam dinamika organisasi.

Menurutnya, masa purna tugas merupakan bagian dari perjalanan karier ASN yang tidak terelakkan.

“Hari ini kita memang kehilangan dua orang karena pensiun. Itu sudah menjadi kebiasaan dalam birokrasi. Namun yang terpenting adalah teladan, dedikasi, dan kebersamaan yang telah diwariskan oleh Pak Ambo dan Ibu Ratna,” kata Ernest.

Ia menegaskan bahwa meskipun secara tugas terjadi perpisahan, nilai persaudaraan dan kekerabatan yang telah terbangun selama ini harus tetap terjaga.

“Secara tugas kita boleh berpisah, tetapi hubungan persaudaraan yang telah terjalin jangan pernah putus,” pungkasnya.

Sementara itu, Drs. Ambo dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kebersamaan selama menjalankan tugas.

Ia mengaku tidak pernah menghadapi kendala berarti karena kuatnya dukungan dari para senior, rekan sejawat, serta seluruh jajaran pegawai.

“Selama saya melaksanakan tugas di dinas ini, saya merasa tidak berjalan sendiri. Selalu ada diskusi, solusi, saling memberi masukan, serta komunikasi yang baik. Itulah yang paling berkesan bagi saya,” ungkapnya.

Ia juga menitipkan pesan agar semangat kebersamaan dan solidaritas tetap dijaga dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat Kota Kupang.

“Teruslah solid dalam menjalankan tugas pelayanan, jangan kasih kendor. Dan dari hati yang paling dalam, saya mohon maaf apabila selama kebersamaan ada hal-hal yang kurang berkenan,” tuturnya.

Di kesempatan yang sama, Siti Ratna Maro yang kini menyandang gelar Hajah usai menunaikan ibadah haji pada akhir 2025, menyampaikan refleksi pengabdiannya dengan penuh makna.

Ia menegaskan bahwa setiap tanggung jawab yang diemban selalu dijalankan dengan sepenuh hati karena kepercayaan merupakan amanah sekaligus ibadah.

“Setiap tugas yang diberikan selalu saya lakukan sebaik-baiknya. Kepercayaan itu adalah ibadah. Karena itu, teman-teman yang masih muda, bekerjalah sesuai kemampuan dan tanggung jawab, sebab pemerintah telah memberikan upah yang setimpal,” pesannya.

Ia juga menekankan bahwa masa depan anak bangsa sangat bergantung pada kerja keras dan dedikasi lembaga pendidikan.

Di akhir sambutan, Siti Ratna Maro menyampaikan permohonan maaf atas segala kekhilafan serta berharap tali silaturahmi yang telah terbangun tetap terjaga.

“Semoga silaturahmi yang telah terjalin membuat kita semua tetap kuat dan bersatu dalam pelayanan,” ujarnya.

Acara lepas pisah tersebut menjadi momen refleksi sekaligus motivasi bagi seluruh jajaran Disdikbud Kota Kupang untuk terus melanjutkan pelayanan pendidikan dengan semangat kebersamaan dan pengabdian. (Goe)




Pelayanan Publik Kota Kupang Raih Predikat Sangat Baik, Terbaik se-NTT Versi KemenPANRB

Kupang,nwartapedia.com –  Pemerintah Kota Kupang kembali menorehkan prestasi membanggakan dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Berdasarkan hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggaraan Pelayanan Publik (PEK PPP) Tahun 2025 oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), Kota Kupang berhasil meraih Indeks Pelayanan Publik sebesar 4,02 dengan kategori Sangat Baik (A-).

Capaian tersebut menempatkan Kota Kupang sebagai pemerintah kabupaten/kota terbaik di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) dalam evaluasi pelayanan publik tahun 2025. Bahkan secara nasional, Kota Kupang berhasil menduduki peringkat ke-62 dari 93 kota di seluruh Indonesia.

Menanggapi prestasi tersebut, Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi kepada seluruh jajaran aparatur sipil negara (ASN) yang telah bekerja keras meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

“Saya senang dan bangga karena kinerja yang kita bangun bersama akhirnya diapresiasi oleh Pemerintah Pusat, dalam hal ini KemenPANRB. Saya dan Wakil Wali Kota menyampaikan terima kasih atas kerja keras seluruh ASN yang telah memberikan hasil terbaik bagi Kota Kupang,” ujar Wali Kota.

Ia menambahkan, capaian ini sejalan dengan hasil survei independen tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Kota Kupang.

Berdasarkan survei yang dilakukan oleh tim peneliti Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Nusa Cendana (Undana), tingkat kepuasan publik terhadap pelayanan Pemerintah Kota Kupang mencapai 80,1 persen.

“Hasil ini linear dengan survei Undana yang menunjukkan tingkat kepuasan publik mencapai 80,1 persen. Ini menegaskan bahwa upaya perbaikan pelayanan publik yang kita lakukan benar-benar dirasakan oleh masyarakat,” lanjutnya.

Wali Kota menegaskan bahwa prestasi ini bukan sekadar angka atau peringkat, melainkan cerminan dari perubahan nyata dalam budaya kerja birokrasi yang semakin profesional, responsif, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

“Capaian ini menjadi motivasi bagi Pemerintah Kota Kupang untuk terus berbenah dan memberikan pelayanan terbaik, agar seluruh masyarakat Kota Kupang dapat merasakan pelayanan publik yang semakin berkualitas, merata, dan berkeadilan,” tegasnya.

Sebagai informasi, PEK PPP merupakan instrumen strategis dalam reformasi birokrasi nasional yang menilai berbagai aspek pelayanan publik, mulai dari kebijakan pelayanan, profesionalisme sumber daya manusia, ketersediaan sarana dan prasarana, sistem informasi pelayanan, hingga pengelolaan pengaduan masyarakat.

Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk terus melakukan peningkatan berkelanjutan guna membangun kepercayaan publik serta menghadirkan tata kelola pemerintahan yang efektif, akuntabel, dan pro-masyarakat. (MI)




Raker Jasa Konstruksi Digelar, Gubernur NTT Tegaskan Infrastruktur Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah

Kupang,nwartapedia.com  –  Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) menggelar Rapat Kerja (Raker) Jasa Konstruksi dalam Mendukung Mutu Penyelenggaraan dan Pertumbuhan Ekonomi Pelaku Jasa Konstruksi, Selasa (13/01/2026), bertempat di Aula Fernandes, Kantor Gubernur NTT.

Kegiatan ini menjadi forum strategis untuk memperkuat kualitas penyelenggaraan jasa konstruksi sekaligus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur yang berkelanjutan di NTT.

Rapat kerja diikuti oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari unsur pemerintah provinsi, balai-balai teknis kementerian yang beroperasi di NTT, pejabat pembuat komitmen (PPK), kontraktor, konsultan, asosiasi jasa konstruksi, akademisi, aparat penegak hukum, hingga Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP).

Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, saat membuka raker menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur merupakan motor utama penggerak pertumbuhan ekonomi daerah, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pemerataan pembangunan antarwilayah di Provinsi NTT.

“Pembangunan infrastruktur tidak boleh hanya mengejar target fisik, tetapi harus menjamin mutu, keselamatan, kepatuhan terhadap regulasi, dan prinsip keberlanjutan,” tegas Gubernur.

Ia menjelaskan bahwa komitmen tersebut tertuang dalam RPJMD Provinsi NTT Tahun 2025–2029, yang menempatkan pembangunan infrastruktur berkelanjutan sebagai salah satu prioritas utama pembangunan daerah.

Menurut Gubernur, sepanjang Tahun Anggaran 2025 Pemprov NTT telah melaksanakan berbagai program strategis di sektor jalan, sumber daya air, permukiman, serta pelayanan dasar lainnya.

Oleh karena itu, diperlukan evaluasi menyeluruh guna menilai capaian pembangunan, mengidentifikasi berbagai kendala, serta merumuskan langkah perbaikan yang lebih efektif ke depan.

“Rapat kerja ini menjadi ruang evaluasi sekaligus refleksi bersama agar pelaksanaan pembangunan infrastruktur ke depan semakin berkualitas, tepat sasaran, dan memberi dampak nyata bagi pertumbuhan ekonomi daerah,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur menilai raker ini sebagai wujud keterbukaan informasi publik melalui penyampaian capaian pembangunan secara transparan dan akuntabel kepada masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Provinsi NTT, Beny Nahak, dalam laporan panitia menyampaikan bahwa raker ini bertujuan mengevaluasi hasil pembangunan infrastruktur Tahun 2025 serta meningkatkan mutu penyelenggaraan jasa konstruksi di Provinsi NTT.

Ia menjelaskan, kegiatan ini juga mendorong partisipasi aktif seluruh pemangku kepentingan dalam merumuskan rekomendasi perbaikan, sekaligus memperkuat peran sektor jasa konstruksi sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah.

“Melalui rapat kerja ini, kami juga menyampaikan informasi secara terbuka kepada publik mengenai capaian pembangunan infrastruktur Provinsi NTT Tahun 2025 sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan,” ungkap Beny.

Raker Jasa Konstruksi ini diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang menjadi dasar penyusunan kebijakan, perencanaan program pembangunan, serta pembinaan sektor jasa konstruksi yang berkelanjutan dan berkualitas di Nusa Tenggara Timur. (MI)




Promosi Sambungan Perumda Air Minum Kota Kupang Sukses Jaring 183 Pelanggan Baru

Kupang,nwartapedia.com – Program promosi sambungan rumah yang dilaksanakan Perumda Air Minum Kota Kupang berhasil menjaring 183 pelanggan baru. Capaian tersebut dinilai sebagai hasil yang sangat positif dalam upaya memperluas akses air bersih bagi masyarakat Kota Kupang.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyampaikan hal tersebut kepada nwartapedia.com pada Sabtu (10/01/2026).

Ia menjelaskan bahwa program promosi sambungan rumah telah dilaksanakan sejak 13 Oktober 2025 dan resmi ditutup pada 31 Desember 2025.

“Dari hasil rekapitulasi yang kami peroleh, jumlah identifikasi sambungan rumah sebanyak 651. Dari jumlah tersebut, pendaftaran sambungan baru mencapai 248, dan yang melakukan pembayaran RAB sebanyak 183 pelanggan,” ungkap Isidorus.

Ia menambahkan, dengan demikian Perumda Air Minum Kota Kupang memperoleh 183 sambungan rumah baru, atau sekitar 64 persen dari total pendaftar selama periode promosi berlangsung.

“Ini merupakan sebuah pencapaian yang luar biasa berkaitan dengan program promosi sambungan rumah yang kami laksanakan selama periode 13 Oktober hingga 31 Desember 2025,” ujarnya.

Isidorus juga menjelaskan bahwa mulai 1 Januari 2026, Perumda Air Minum Kota Kupang kembali memberlakukan tarif normal untuk sambungan rumah baru sebesar Rp2.500.000.

Meski demikian, pihaknya akan terus melihat peluang untuk menghadirkan kembali program promosi di masa mendatang.

“Kami akan melihat peluang-peluang ke depan untuk kembali memberikan promosi sambungan rumah, sehingga dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat dan calon pelanggan dalam mengakses air bersih dari Perumda Air Minum Kota Kupang,” jelasnya.

Selain program sambungan rumah, Perumda Air Minum Kota Kupang juga melaksanakan program buka segel yang berlangsung sejak 17 November 2025 hingga 31 Desember 2025.

Dari program tersebut, tercatat lima pelanggan nonaktif kembali menjadi pelanggan aktif setelah mengikuti program buka segel.

Ke depan, Perumda Air Minum Kota Kupang juga berencana menjalin koordinasi dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) terkait pembahasan skema amnesti piutang maupun pemutihan piutang bagi pelanggan yang saat ini masih berstatus nonaktif akibat tunggakan.

“Dalam waktu dekat ini kami akan berkomunikasi dan berkoordinasi dengan BPKP untuk mendiskusikan skema amnesti piutang. Harapannya, melalui program ini kami dapat memberikan kemudahan bagi pelanggan nonaktif agar dapat kembali menjadi pelanggan aktif dengan skema yang lebih membantu,” pungkas Isidorus. (MI)