Klinik Olahraga Kupang Luncurkan Tiga Buku Karya Dr. Fransiskus Sales dan Gelar Seminar Pengembangan Olahraga di NTT

Kupang,nwartapedia.com  –  PT Klinik Olahraga Kupang akan menggelar Launching Buku dan Seminar Olahraga sebagai bagian dari upaya penguatan literasi dan pengembangan olahraga di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi Klinik Olahraga Kupang bersama Dispora NTT, KONI NTT, dan IGORNAS NTT, yang dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 28 Februari 2026, bertempat di GOR Flobamoraya, Oepoi, Kupang.

Dalam kegiatan tersebut, akan diluncurkan tiga buku olahraga karya Dr. Fransiskus Sales, S.Pd, MM, yang selama ini dikenal sebagai akademisi, praktisi, sekaligus penggiat olahraga di NTT.

Adapun ketiga buku yang akan di-launching yakni “Strategi Pembelajaran Atletik”, “Strategi Pembelajaran Bola Voli”, dan “Strategi Kepelatihan Menuju Prestasi Olahraga”.

Ketiga buku tersebut diterbitkan melalui Penerbit Deepublish, Yogyakarta, hasil kolaborasi yang baik dengan Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.

Buku-buku ini telah memiliki dasar hukum berupa ISBN dan Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dengan masa perlindungan selama 70 tahun, serta memberikan royalti tahunan kepada penulis.

 

Dr. Fransiskus Sales kepada media ini menjelaskan, penulisan buku-buku tersebut merupakan bentuk transfer pengetahuan dan pengalaman empiris yang ia peroleh sejak aktif sebagai atlet atletik pada tahun 1989–1990 di tingkat daerah, provinsi, hingga nasional.

Pengalaman tersebut berlanjut saat dirinya berkiprah sebagai guru olahraga, dosen luar biasa di berbagai perguruan tinggi di Kupang, pelatih dan asisten pelatih atletik, hingga pengurus berbagai organisasi olahraga seperti PASI NTT, KONI Kota dan Provinsi NTT, Tarung Derajat, Wushu, TBIN, serta Asprov NTT.

“Pengalaman empiris harus dituangkan dalam bentuk tulisan agar menjadi legacy dan warisan berharga bagi generasi muda bangsa, khususnya di NTT,” ungkapnya.

Kegiatan launching buku ini akan diintegrasikan dengan Seminar Olahraga bertema “Strategi Pengembangan Olahraga di NTT”.

Seminar ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya olahraga bagi kesehatan, kebugaran, kualitas hidup, serta prestasi. Selain itu,

kegiatan ini juga diharapkan dapat membangun budaya olahraga sebagai gaya hidup (lifestyle) masyarakat NTT sekaligus mencegah penyakit akibat kurang gerak (hipokinetik).

Peserta seminar berasal dari unsur Dispora dan Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota se-NTT, KONI Provinsi dan Kabupaten/Kota, pengurus cabang olahraga, IGORNAS NTT, dosen dan mahasiswa PJKR, ASN, serta masyarakat umum. Seluruh peserta akan memperoleh sertifikat elektronik dari PT Klinik Olahraga Kupang, Dispora NTT, KONI NTT, dan IGORNAS NTT.

Panitia menetapkan kontribusi pendaftaran sebesar Rp50.000 per orang untuk mendukung operasional kegiatan dan pengadaan sertifikat.

Selain itu, panitia juga menyediakan penjualan buku karya Dr. Fransiskus Sales dengan harga bervariasi, yakni Strategi Pembelajaran Atletik seharga Rp120.000, Strategi Pembelajaran Bola Voli Rp110.000, dan Strategi Kepelatihan Menuju Prestasi Olahraga Rp185.000.

Panitia mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya insan olahraga dan pendidikan, untuk hadir dan memanfaatkan momentum ini. Kegiatan akan dimulai pukul 16.00 WITA hingga selesai, dengan berbagai door prize menarik bagi peserta.

“Salam olahraga, jaya NTT, NTT emas, NTT juara. Ayo bangun NTT melalui olahraga,” pungkas Dr. Fransiskus Sales selaku Owner PT Klinik Olahraga Kupang. (MI)




BPS NTT Catat Lonjakan Angkutan Udara di Akhir 2025, Penumpang Laut Anjlok

Kupang, nwartapedia.com — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencatat perkembangan transportasi NTT Desember 2025, Senin (2/2/2026).

Data tersebut menunjukkan kinerja angkutan udara mengalami lonjakan signifikan, sementara angkutan laut justru mencatat penurunan tajam sepanjang Desember 2025.

Pada periode tersebut, jumlah penerbangan angkutan udara tercatat sebanyak 3.611 penerbangan.

Angka ini meningkat 5,15 persen dibandingkan November 2025 dan melonjak 17,39 persen dibandingkan Desember 2024.

Dari total penerbangan itu, 1.809 penerbangan merupakan keberangkatan dan 1.802 penerbangan merupakan kedatangan.

Bandara El Tari Kupang masih menjadi bandara dengan kontribusi penerbangan terbesar, yakni 37,75 persen dari total penerbangan di NTT.

Selanjutnya, Bandara Komodo Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, menyumbang 23,68 persen, seiring meningkatnya arus wisata dan mobilitas masyarakat di wilayah barat NTT.

Sejalan dengan meningkatnya frekuensi penerbangan, jumlah penumpang angkutan udara pada Desember 2025 mencapai 247.348 orang.

Jumlah tersebut tumbuh 10,05 persen dibandingkan November 2025 dan meningkat 9,46 persen dibandingkan Desember 2024, mencerminkan tingginya pergerakan masyarakat menjelang tutup tahun.

Sebaliknya, sektor angkutan laut mengalami perlambatan. BPS NTT mencatat jumlah pelayaran angkutan laut pada Desember 2025 sebanyak 5.170 pelayaran, turun 6,90 persen dibandingkan bulan sebelumnya dan menurun 4,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Tak hanya itu, jumlah penumpang angkutan laut juga tercatat sebanyak 429.391 orang, turun 0,65 persen dibandingkan November 2025 dan merosot tajam hingga 57,29 persen dibandingkan Desember 2024.

Penurunan signifikan ini diduga dipengaruhi oleh peralihan masyarakat ke transportasi udara serta kondisi cuaca pada akhir tahun.

Dari total penumpang angkutan laut tersebut, 219.485 orang tercatat sebagai penumpang turun, sementara 209.906 orang merupakan penumpang naik.

BPS NTT menegaskan, dinamika sektor transportasi ini menjadi cerminan perubahan pola mobilitas masyarakat serta perkembangan aktivitas ekonomi dan pariwisata di Nusa Tenggara Timur. (MI)




NTP NTT Januari 2026 Masih Bertahan di Atas 100 Meski Alami Penurunan Tipis

Kupang, nwartapedia.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali merilis perkembangan Nilai Tukar Petani (NTP) Bulan Januari 2026 pada Senin (2/2/2026).

NTP Januari 2026 dihitung menggunakan tahun dasar 2018 (2018=100) dan mencerminkan perbandingan antara indeks harga yang diterima petani dengan indeks harga yang dibayar petani.

Dalam rilis tersebut, NTP NTT Januari 2026 tercatat sebesar 101,11, atau mengalami penurunan tipis sebesar 0,034 persen dibandingkan dengan NTP Desember 2025.

Penurunan ini disebabkan oleh kenaikan indeks harga yang diterima petani yang lebih lambat dibandingkan dengan kenaikan indeks harga yang dibayar, terutama untuk kebutuhan konsumsi dan biaya produksi.

Penghitungan NTP mencakup lima subsektor utama pertanian. Pada Januari 2026, subsektor peternakan menjadi penyumbang NTP tertinggi dengan capaian 105,65, disusul subsektor padi dan palawija sebesar 103,55.

Kedua subsektor ini masih berada di atas angka 100, yang menandakan kondisi tukar petani relatif menguntungkan.

Sementara itu, subsektor hortikultura tercatat sebesar 94,08, tanaman perkebunan rakyat sebesar 95,15, dan subsektor perikanan sebesar 97,81.

Angka tersebut menunjukkan bahwa pendapatan petani di subsektor-sektor tersebut belum sepenuhnya mampu mengimbangi pengeluaran yang harus ditanggung.

Selain perkembangan NTP, BPS juga mencatat adanya kenaikan indeks konsumsi rumah tangga di daerah perdesaan sebesar 0,59 persen pada Januari 2026.

Kenaikan ini turut memberikan tekanan terhadap daya beli petani dan memengaruhi pergerakan NTP secara bulanan.

BPS Provinsi NTT menegaskan bahwa NTP merupakan indikator strategis untuk mengukur tingkat kesejahteraan petani.

Data ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi dan perumusan kebijakan pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian serta menjaga daya beli petani di Nusa Tenggara Timur. (MI)




Gubernur NTT: Berkhmawan Simponi Bukti Kualitas dan Kontribusi Seminari Mataloko Jelang Seabad

Kupang, nwartapedia.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur memberikan apresiasi tinggi terhadap pentas seni Berkhmawan Simponi yang dibawakan para siswa Seminari Santo Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana), Sabtu (31/1/2026).

Saat membuka kegiatan tersebut, Gubernur NTT menegaskan bahwa apa yang ditampilkan para seminaris merupakan wujud nyata konsep One School One Product (OSOP), di mana sekolah mampu melahirkan karya unggulan yang bernilai edukatif, artistik, dan inspiratif.

Menurutnya, kreativitas yang dituangkan dalam bentuk lagu, seni, dan teater menunjukkan kualitas pembinaan seminari yang terus berkembang seiring tuntutan zaman.

Gubernur yang juga merupakan mantan seminaris Kisol, Manggarai, menyebut bahwa Seminari Mataloko sebagai seminari tertua di NTT telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang dan memberi kontribusi besar bagi gereja, bangsa, serta pembangunan daerah.

Ia pun mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung keberlangsungan dan kemajuan seminari tersebut yang pada tahun 2029 akan memasuki usia satu abad.

Lebih lanjut, Gubernur NTT menyoroti peran penting para alumni seminari yang turut mewarnai lanskap pembangunan di NTT dan nasional.

Ia menegaskan bahwa tidak semua seminaris akan menjadi imam, namun mereka yang menempuh pendidikan di seminari akan tumbuh menjadi awam yang berkarakter, berintegritas, dan berkualitas.

Dukungan orang tua dan masyarakat, menurutnya, menjadi kunci penting dalam proses pembinaan tersebut.

Sementara itu, Kepala SMA Seminari Mataloko sekaligus Wakil Praeses Seminari, RD Tinyo Sera, Pr, menjelaskan bahwa Berkhmawan Simponi merupakan aksi nyata jelang perayaan satu abad Seminari Mataloko sekaligus sarana promosi panggilan.

Ia mengungkapkan bahwa kegiatan serupa sebelumnya telah digelar di sejumlah wilayah Flores, seperti Bajawa, Ende, dan Mbay, dan untuk pertama kalinya dipentaskan di luar Flores.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 131 orang yang terdiri dari 117 siswa dan 14 pendamping ambil bagian, menampilkan teater Misteri di Balik Jubah Putih, marching band, paduan suara, serta parade obor yang memukau ribuan penonton.

Kesuksesan Berkhmawan Simponi juga ditopang oleh kolaborasi kuat antara berbagai pihak.

Ketua Panitia, Rosalinda Uta Teku, menjelaskan bahwa panitia merupakan gabungan Perhimpunan Orang Tua Siswa Seminari Mataloko Regio Timor dan Alumni Seminari Mataloko Regio Timor.

Ia menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan pihak seminari serta kerja keras seluruh panitia dan relawan.

Dukungan kolaboratif juga datang dari SMA Giovanni Kupang, SMA Santo Arnoldus Janssen, dan SMA Seminari Santo Rafael Kupang, para donatur, serta sponsor.

Ketua Alsemat Regio Timor, Isidorus Lilijawa, menilai kehadiran Gubernur NTT dan dukungan Pemerintah Kota Kupang sebagai wujud nyata kemitraan strategis antara pemerintah dan lembaga pendidikan gerejawi.

Acara yang berlangsung sejak pukul 17.00 Wita hingga 22.00 Wita tersebut dipadati ribuan penonton dari berbagai kalangan yang memenuhi lantai utama hingga balkon Auditorium Undana, menjadi bukti kuat kecintaan dan dukungan masyarakat terhadap keberlanjutan dan kemajuan Seminari Mataloko.(MI)




Ketua Alsemat Apresiasi Konser Berkmawan Simponi: Momentum Kebanggaan dan Dukungan bagi Seminari Tertua di NTT

Kupang, nwartapedia.com — Ketua Alumni Seminari Mataloko (Alsemat) Regio Timor, Isidorus Lilijawa, menyampaikan apresiasi tinggi atas suksesnya konser seni yang diselenggarakan oleh para siswa Seminari Mataloko. Kepada media ini pada Minggu (1/2/2026),

Isidorus mengungkapkan kekagumannya terhadap penampilan para seminaris yang dinilainya luar biasa dan spektakuler, terutama karena konser tersebut merupakan konser perdana yang dipersiapkan secara matang.

Ia menuturkan bahwa antusiasme penonton terlihat sangat tinggi, dengan ribuan orang memadati lokasi sejak pukul 17.00 Wita hingga acara berakhir sekitar pukul 22.00 Wita.

“Ini sungguh memuaskan penonton dan menjadi kebanggaan kita semua,” ujarnya.

Menurut Isidorus, konser ini mencerminkan perkembangan positif Seminari Mataloko yang semakin adaptif terhadap perkembangan zaman, tanpa meninggalkan jati diri sebagai lembaga pendidikan dan pembinaan calon imam.

Ia menilai berbagai pembaruan yang dilakukan seminari menjadi bagian penting dalam menunjang proses pembelajaran dan pembinaan para siswa.

Kehadiran Gubernur Nusa Tenggara Timur yang membuka secara langsung konser Berkhmawan Simphoni juga dinilai sebagai bentuk nyata kemitraan antara pemerintah dan lembaga pendidikan gerejawi.

“Ini bukti bahwa pemerintah mendukung eksistensi Seminari Mataloko sebagai seminari tertua di NTT, yang telah melahirkan banyak alumni yang berkiprah di berbagai bidang dan turut berkontribusi bagi pembangunan daerah maupun nasional,” katanya.

Lebih lanjut, Isidorus berharap momentum konser ini semakin menguatkan kepercayaan masyarakat dan para orang tua untuk mempercayakan pendidikan putra-putra mereka di Seminari Mataloko.

Menurutnya, seminari bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembinaan karakter dan penyemaian benih-benih panggilan, baik untuk menjadi imam maupun awam yang berkualitas dan berintegritas.

“Ini momentum yang luar biasa. Kita patut berbangga dan sebagai alumni, kami sangat mendukung keberlanjutan dan kemajuan Seminari Mataloko,” pungkasnya. (MI)




Konser Berkhmawan Simponi Tuai Apresiasi, Lebih dari 3.000 Penonton Padati Auditorium Undana

Kupang, nwartapedia.com — Konser Berkmawan Simphoni bertema “Misteri di Balik Jubah Putih” yang digelar oleh Seminari Menengah Santo Yohanes Berchmans Todabelu Mataloko di Auditorium Universitas Nusa Cendana (Undana), Sabtu (31/1/2026), menuai apresiasi luas dari masyarakat dan dinilai berlangsung sangat sukses.

Ketua Panitia Konser, sekaligus Ketua Perhimpunan Orang Tua Siswa Seminari Mataloko Regio Timur dan  juga Anggota DPRD Kota Kupang, Maria Rosalinda Uta Teku kepada media ini pada Minggu (1/2/2026) menyampaikan bahwa hampir seluruh penonton mengaku sangat puas dan menilai penampilan para seminaris sebagai pertunjukan yang luar biasa dan berkualitas.

Ia mengungkapkan, kesuksesan tersebut menjadi kebahagiaan tersendiri bagi panitia, terutama karena kekhawatiran akan sepinya penonton di gedung berkapasitas besar tidak terbukti.

“Puji Tuhan, antusiasme masyarakat sangat tinggi. Tiket yang terjual mencapai lebih dari 3.000 lembar. Dari target awal 3.500 tiket, panitia bahkan harus mencetak tambahan 750 tiket karena permintaan yang tinggi,” jelasnya.

Rosalinda menambahkan, keberhasilan konser ini juga didukung oleh kolaborasi lintas sekolah, di antaranya SMA Giovanni, St. Arnoldus Janssen, dan Seminari St. Rafael Oepoi, yang bersama-sama menampilkan paduan suara, teater, band, serta marching band dalam empat babak pentas.

Menariknya, penonton tetap bertahan di dalam auditorium sejak acara dimulai pukul 19.30 Wita hingga berakhir sekitar pukul 22.00 Wita.

Selain pertunjukan seni, panitia juga menggelar lelang lukisan karya seminari Mataloko yang mendapat dukungan besar dari Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena.

Gubernur NTT yang hadir langsung pada konser tersebut membeli seluruh 15 lukisan besar yang tersisa sebagai bentuk dukungan nyata terhadap pendidikan dan pembinaan para seminaris.

Ia menegaskan bahwa suksesnya kegiatan ini tidak terlepas dari kerja keras dan kekompakan Perhimpunan Orang Tua Seminari Mataloko Regio Timur yang beranggotakan sekitar 60 orang dari berbagai daerah seperti Sabu, Atambua, Sumba dan Kefamenanu.

Sementara itu, Kepala Sekolah Seminari Menengah Santo Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko, RD Tinyo Sera, mengatakan bahwa konser ini merupakan bagian dari proses pembelajaran dan pembinaan karakter para seminaris, mulai dari tingkat SMP hingga SMA.

Menurutnya, kegiatan seni seperti konser menjadi wadah bagi para siswa untuk belajar bekerja sama, mengembangkan talenta, serta membangun kepekaan sosial dan semangat misioner.

Ia menilai kegiatan tersebut berjalan sangat baik, produktif, dan mendapat perhatian besar dari orang tua, alumni, serta masyarakat luas.

RD Tinyo Sera berharap sinergi antara seminari, orang tua, dan alumni dapat terus terjalin, sehingga panggilan imamat semakin dikenal luas dan mampu menyentuh umat di berbagai tempat.

Ke depan, pihak seminari juga berencana untuk terus mengembangkan konsep serupa, karena kegiatan seperti ini merupakan agenda rutin dan bagian penting dari pembelajaran integral di Seminari Mataloko. (MI)




Alumni Seminari Mataloko Kupang Resmi Dikukuhkan, Perkuat Persatuan Menuju Satu Abad Mataloko

Kupang, nwartapedia.com — Alumni Seminari Mataloko (Alsemat) Kupang secara resmi dikukuhkan dalam kegiatan pengukuhan pengurus dan temu alumni yang berlangsung di Aula Gereja St. Petrus Rasul TDM, Minggu (1/2/2026).

Kegiatan ini mengusung tema “Bersatu, Bersaudara, dan Berkontribusi bagi Gereja dan Bangsa.”

Ketua Alsemat Regio Timor terpilih, Isidorus Lilijawa, kepada media menyampaikan bahwa pengukuhan ini menjadi momentum penting untuk menyatukan para alumni Seminari Mataloko yang selama ini tersebar dan belum terhimpun secara formal di Kota Kupang.

“Selama ini sebenarnya banyak alumni Seminari Mataloko di Kupang, namun belum terwadahi dalam satu perhimpunan yang lebih formal. Setelah melalui proses, hari ini kita secara resmi mengukuhkan pengurus sekaligus menggelar temu alumni,” ujar Isidorus.

Ia menjelaskan, kehadiran para pembina dari Seminari St. Yohanes Berkhmans serta para pastor menjadi bukti dukungan penuh terhadap terbentuknya Alsemat Kupang.

Isidorus menegaskan, dirinya dipercaya memimpin alumni bukan sekadar jabatan, melainkan amanah untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas alumni.

“Kami berharap ini menjadi momentum untuk kembali bersatu dan memperkuat semangat kebersamaan sebagai alumni Seminari Mataloko, agar ke depan dapat melakukan berbagai aksi nyata dalam menyongsong satu abad Seminari Mataloko,” jelasnya.

Lebih lanjut, Isidorus menegaskan bahwa Alsemat Kupang tidak berjalan sendiri. Pihaknya berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan Perhimpunan Orang Tua Siswa Seminari asal Timor, yang diketuai oleh Maria Rosalinda Uta Teku.

Kolaborasi tersebut telah terwujud melalui suksesnya kegiatan pentas seni bertajuk Mataloko Symphony yang digelar sehari sebelumnya di Aula Auditorium Undana.

“Kegiatan semalam adalah bentuk nyata kolaborasi antara panitia alumni dan orang tua siswa. Ini menjadi awal yang baik agar ke depan kita terus berjalan bersama dalam merancang agenda-agenda menuju 100 tahun Seminari Mataloko,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pembina Alsemat Regio Timor, Kunibertus Ganti Gai, menilai seluruh rangkaian kegiatan sebagai narasi kuat tentang proses pendidikan calon imam yang selama ini jarang disadari umat.

“Melalui pentas seni semalam, umat diajak tidak hanya melihat hasil akhir berupa imam, tetapi juga memahami proses panjang yang dijalani para seminaris—suka, duka, kebersamaan, tawa, air mata, dan dinamika hidup selama berada di lembaga pendidikan,” ungkap Kunibertus.

Menurutnya, keterlibatan umat dalam proses pendidikan calon imam merupakan hal penting yang perlu terus ditumbuhkan. Ia juga menegaskan bahwa temu alumni ini merupakan langkah awal untuk menghimpun kekuatan alumni secara lebih terarah.

“Status sebagai alumni tidak pernah pensiun. Selama hayat masih dikandung badan, kita tetap alumni. Karena itu, kebersamaan hari ini adalah upaya menyatukan langkah dan pikiran untuk memikirkan apa yang bisa kita kontribusikan bagi almamater, rumah besar yang telah membesarkan dan mendidik kita,” tegasnya.

Kunibertus yang telah menjadi alumni Seminari Mataloko selama lebih dari 40 tahun itu berharap, Alsemat Kupang ke depan tetap solid dan kompak dalam memberikan gagasan, dukungan moral, maupun kontribusi nyata bagi pengembangan Seminari Mataloko serta Gereja dan bangsa.

Kegiatan pengukuhan dan temu alumni ini berlangsung penuh kekeluargaan dan menjadi tonggak awal penguatan peran alumni Seminari Mataloko di Kota Kupang menuju perayaan satu abad lembaga pendidikan tersebut.

Pengurus secara resmi dikukuhkan oleh Wakil Praeses Seminari St. Yohanes Berchmans Todabelu Mataloko, RD Tinyo Sera. Penandatanganan berita acara pengukuhan dilakukan oleh Penasehat RP Edu Dosi, SVD, Pembina Kunibertus Ganti Gai, Ketua Alsemat Regio Timor Isidorus Lilijawa, serta disaksikan oleh Ketua POT Regio Timor, Linda Uta Teku.

Dalam kepengurusan yang dikukuhkan, Isidorus Lilijawa dipercaya sebagai Ketua dan Ardian Aman sebagai Sekretaris.

Kegiatan ini turut dihadiri para imam dari Seminari Mataloko, yakni RD John dan RD Armand, sebagai wujud dukungan terhadap peran alumni dalam mempererat persaudaraan serta memberi kontribusi nyata bagi Gereja dan bangsa. (MI)




Srikandi Christian Serena Dukung Donor Darah PWI NTT, Dorong Kepedulian Kemanusiaan

Kupang, nwartapedia.com — Ketua Srikandi Christian Serena, Petronela Riberu, menyatakan dukungannya terhadap kegiatan donor darah yang diselenggarakan oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kegiatan kemanusiaan tersebut berlangsung di Kantor PWI Kupang, Sabtu (31/1/2026).

Petronela menegaskan, partisipasi Srikandi Christian Serena dalam kegiatan donor darah merupakan bentuk nyata kepedulian sosial dan kemanusiaan, sekaligus upaya membantu memenuhi kebutuhan stok darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Provinsi NTT.

“Donor darah ini sangat penting untuk membantu memenuhi kebutuhan stok darah di PMI Provinsi. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah sebagai aksi kemanusiaan,” ujar Petronela.

 

Ia menjelaskan, kegiatan donor darah juga bertujuan mengajak berbagai komunitas dan relawan untuk lebih peduli terhadap sesama, serta mendorong agar donor darah tidak hanya dilakukan secara insidental, tetapi dapat menjadi kegiatan rutin dan berkelanjutan.

“Harapan kami, donor darah bisa menjadi kebiasaan baik yang terus dilakukan, bukan hanya saat ada kegiatan tertentu saja,” tambahnya.

Sementara itu, Sekretaris Srikandi Christian Serena, Jein Lakimodu, menyampaikan harapan agar kegiatan donor darah yang difasilitasi PMI Provinsi NTT dapat memberikan dampak jangka panjang bagi ketersediaan darah di daerah.
Menurut Jein, melalui kegiatan donor darah seperti ini diharapkan stok darah PMI selalu tersedia dan mencukupi, serta terjadi peningkatan jumlah pendonor darah sukarela di Nusa Tenggara Timur.

“Selain membantu sesama, kegiatan ini juga membangun budaya tolong-menolong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Kami berharap kegiatan donor darah dapat terus berlanjut di masa mendatang,” ungkap Jein.

Kegiatan donor darah yang digelar PWI NTT ini menjadi bagian dari komitmen bersama berbagai elemen masyarakat dalam mendukung aksi-aksi kemanusiaan serta memperkuat solidaritas sosial di Kota Kupang dan sekitarnya. (MI)




Srikandi CS Kota Kupang Dukung Aksi Bersih Pantai PWI NTT Sambut HPN ke-80

Kupang, nwartapedia.com — Ketua Srikandi CS Kota Kupang, Petronela Riberu, menyampaikan apresiasi atas aksi bersih pantai yang digelar Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Nusa Tenggara Timur dalam rangka menyambut Hari Pers Nasional (HPN) ke-80. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Pantai Warna Oesapa, Jumat (30/1/2026).

Petronela menilai, aksi Jumat Bersih yang melibatkan insan pers ini merupakan bentuk kepedulian nyata terhadap kelestarian lingkungan sekaligus menjadi sarana edukasi langsung kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan kawasan pesisir.

“Pantai adalah wajah kota. Ketika pantai bersih, maka citra Kota Kupang juga ikut terangkat. Apa yang dilakukan PWI NTT ini sangat positif dan patut mendapat dukungan dari semua pihak,” ujar Petronela.

 

Ia berharap kegiatan Jumat Bersih tidak hanya bersifat seremonial, tetapi dapat dilakukan secara rutin dan berkelanjutan. Menurutnya, keberlanjutan program akan memberikan dampak yang lebih signifikan bagi lingkungan dan kesadaran masyarakat.

Selain itu, Petronela mendorong agar ke depan semakin banyak kolaborasi lintas komunitas, mulai dari organisasi perempuan, pemuda, komunitas peduli lingkungan, hingga pelaku usaha, sehingga gerakan menjaga kebersihan lingkungan dapat meluas dan mengakar.

“Lingkungan bersih harus menjadi budaya hidup masyarakat, bukan sekadar kegiatan sesaat. Jika semua pihak terlibat, dampaknya akan jauh lebih besar dan berkelanjutan,” tegasnya.

Lebih lanjut, Petronela menyebut aksi bersih pantai tersebut memberikan berbagai dampak positif, di antaranya lingkungan menjadi lebih bersih dan sehat, tumbuhnya rasa memiliki terhadap lingkungan, serta meningkatnya kesadaran bahwa kebersihan merupakan tanggung jawab bersama.

“Perubahan besar selalu dimulai dari langkah kecil. Dari kegiatan sederhana seperti ini, kesadaran kolektif bisa tumbuh. Kebersihan bukan hanya tugas satu kelompok, tetapi tanggung jawab kita semua,” tambahnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor sebagai kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan, khususnya wilayah pesisir Kota Kupang yang memiliki potensi besar dalam pengembangan sektor pariwisata.

Aksi bersih pantai yang digelar PWI NTT ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi berbagai elemen masyarakat untuk terus bergerak bersama menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan. (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang Luncurkan Program “Bergetar”, Dorong Gerakan Tanam Air untuk Jaga Sumber Air Tanah

Kupang, nwartapedia.com – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang resmi meluncurkan Program Perumda Bergetar (Bergerak Tanam Air) sebagai langkah nyata menjaga kelestarian sumber air tanah, Jumat (30/1/2026).

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menjelaskan bahwa program Bergetar merupakan konsep konservasi air yang sederhana namun berdampak besar, khususnya dalam mengelola air hujan agar tidak terbuang sia-sia.

“Ini konsep sederhana tentang bagaimana kita melakukan konservasi air secara mudah dan bisa dilakukan siapa saja,” ujar Isidorus yang akrab disapa Iso.

Ia mengungkapkan, sebelum program ini diluncurkan ke publik, pihaknya telah terlebih dahulu mewajibkan seluruh pegawai Perumda Air Minum Kota Kupang untuk melakukan aksi tanam air dengan membangun sumur resapan di rumah masing-masing.

“Saya sudah instruksikan kepada seluruh pegawai untuk segera melakukan aksi tanam air. Kurang lebih sudah tiga minggu ini kami mulai bergerak, dan dari 81 pegawai, semuanya sudah membuat sumur resapan,” jelasnya.

Tak hanya di rumah pegawai, gerakan tanam air juga telah dilakukan di sejumlah aset dan lokasi milik Perumda Air Minum Kota Kupang. Hingga kini, lebih dari 100 titik sumur resapan telah dibangun.

“Beberapa spot milik Perumda juga sudah kita manfaatkan. Kurang lebih sudah lebih dari 100 sumur resapan yang kita buat,” tambah Iso.

Menurutnya, program Bergetar bertujuan agar air hujan, terutama saat musim penghujan, tidak langsung mengalir ke laut, tetapi dapat diserap kembali ke dalam tanah untuk menambah cadangan air bawah tanah.

“Air hujan yang melimpah ini jangan dibiarkan begitu saja mengalir ke laut. Kita masukkan ke dalam sumur resapan agar bisa membantu cadangan air tanah,” katanya.

Selain menambah cadangan air, sumur resapan juga berfungsi menjaga stabilitas debit air tanah di Kota Kupang yang selama ini mengalami tekanan akibat tingginya eksploitasi air melalui sumur bor.

“Di Kota Kupang ini banyak eksplorasi air tanah. Kita mengambil air, mengolah, lalu menjualnya. Tapi sering lupa bagaimana cara menjaga dan menanam air agar persediaan di dalam perut bumi tetap ada,” jelas Iso.

Ia berharap Program Perumda Bergetar dapat menginspirasi masyarakat luas serta berbagai institusi untuk melakukan gerakan serupa demi keberlanjutan sumber air di Kota Kupang.

“Ini mungkin upaya kecil, tapi mudah-mudahan bisa berdampak besar dan menggetarkan hati banyak orang. Siapa tahu ke depan ada Kupang Bergetar, gereja bergetar, dan komunitas lain ikut bergerak. Air yang Tuhan berikan lewat hujan jangan kita sia-siakan,” pungkasnya. *