Jalan Samping GOR Kupang Segera Dikerjakan, DPRD: Anggaran Sudah Disiapkan

Kupang , nwartapedia.com  — DPRD Kota Kupang memastikan perbaikan jalan di samping GOR Kota Kupang akan segera direalisasikan dalam waktu dekat tahun ini, setelah sebelumnya anggaran sebesar Rp5,7 miliar telah disetujui dalam pembahasan Badan Anggaran (Banggar) tahun 2025.

Seorang anggota DPRD Kota Kupang menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang telah berinisiatif melakukan perbaikan sementara pada ruas jalan tersebut.

Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah telah merencanakan penanganan secara menyeluruh melalui mekanisme resmi.

“Kami sangat berterima kasih kepada masyarakat yang sudah membantu memperbaiki jalan di samping GOR. Namun perlu diketahui, jalan tersebut sudah masuk dalam program pemerintah dan akan dikerjakan tahun ini,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses pengerjaan infrastruktur dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, mulai dari tahap perencanaan, proses lelang, hingga administrasi, guna memastikan pelaksanaan proyek berjalan baik dan tidak menimbulkan persoalan hukum di kemudian hari.

Selain itu, DPRD juga menegaskan bahwa Pemerintah Kota Kupang secara rutin melakukan perbaikan jalan di berbagai kelurahan setiap tahunnya sebagai bagian dari upaya pemerataan pembangunan.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang tidak benar terkait isu penanganan jalan di sekitar GOR.

“Kami harap masyarakat tidak terprovokasi oleh berita hoaks yang menyebutkan jalan di GOR tidak diperhatikan. Pemerintah tetap bekerja dan memperhatikan kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi dari pemerintah pusat, DPRD bersama pemerintah kota tetap berupaya memprioritaskan pembangunan yang menyentuh kepentingan masyarakat luas.

Sebagai contoh, perbaikan Jalan Taebenu di Kelurahan Naimata yang sebelumnya mengalami kerusakan parah, kini telah ditangani dengan anggaran sekitar Rp13 miliar pada masa kepemimpinan Wali Kota Kupang, Christian Widodo.

DPRD memastikan, pekerjaan jalan di samping GOR akan segera dimulai dalam satu hingga dua bulan ke depan. Proyek tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat yang telah diajukan kepada Pemerintah Kota Kupang sejak tahun 2025.

Dengan langkah ini, diharapkan akses jalan di kawasan tersebut dapat kembali optimal dan mendukung aktivitas masyarakat secara lebih aman dan nyaman. (MI)




Percepat KUR, Gubernur NTT Tekankan Sinergi dan Akses UMKM

Kupang, nwartapedia.com  — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memimpin rapat percepatan implementasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bersama perbankan di Ruang Rapat Gubernur, Jumat (27/3/2026).

Dalam rapat tersebut, Gubernur menegaskan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses permodalan, khususnya bagi pelaku UMKM.

Menurutnya, KUR menjadi instrumen strategis untuk mendorong pertumbuhan usaha dan menjaga stabilitas ekonomi daerah.

“Permintaan KUR terus meningkat. Ini harus direspons cepat agar pelaku UMKM bisa terus berkembang,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan perbankan dalam penyaluran KUR, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian guna menghindari risiko kredit macet.

Selain itu, Gubernur juga mendorong peningkatan edukasi kepada masyarakat agar pemahaman terhadap mekanisme dan manfaat KUR semakin luas.

Melalui langkah ini, Pemprov NTT berharap penyaluran KUR semakin tepat sasaran serta mampu memperkuat ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. *




Wagub NTT Tinjau Jembatan Asam Tiga Ambruk, Penanganan Darurat Dipercepat

Kupang, nwartapedia.com — Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Johni Asadoma, melakukan peninjauan langsung ke lokasi ambruknya Jembatan Asam Tiga di Kilometer 38 Oelamasi, Kabupaten Kupang, Kamis (26/3/2026).

Kerusakan jembatan tersebut menyebabkan terputusnya jalur utama Trans Timor yang menjadi akses vital mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Dalam kunjungan tersebut, Wakil Gubernur didampingi Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi NTT, Benyamin Nahak, serta Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTT, Janto.

Hasil peninjauan menunjukkan bahwa struktur jembatan mengalami kerusakan berat dan tidak lagi layak dilalui kendaraan.

Wakil Gubernur menegaskan pentingnya percepatan penanganan mengingat ruas Trans Timor merupakan jalur strategis yang menghubungkan sejumlah wilayah di Pulau Timor, termasuk Kupang, Soe, Kefamenanu, Atambua, Malaka hingga perbatasan Timor Leste.

“Dalam kondisi seperti ini, kehadiran negara harus nyata melalui langkah cepat dan terukur untuk memastikan akses transportasi masyarakat segera pulih,” ujarnya.

Pemerintah Provinsi NTT bersama instansi terkait saat ini tengah mengintensifkan langkah penanganan darurat.

Upaya yang dilakukan meliputi pembukaan jalur alternatif serta pembangunan jembatan sementara guna menjaga kelancaran arus transportasi.

Kepala BPJN NTT, Janto, menjelaskan bahwa kerusakan jembatan diduga disebabkan oleh pergeseran struktur pondasi. Untuk itu, pihaknya telah mengerahkan alat berat guna mendukung percepatan penanganan di lapangan.

“Saat ini kami tengah menyiapkan jalur alternatif dengan metode cross way di sisi jembatan, serta membangun jembatan darurat di bagian hilir. Kondisi lahan cukup mendukung sehingga diharapkan dalam waktu dekat dapat difungsikan,” jelasnya.

Wakil Gubernur menargetkan akses darurat tersebut dapat digunakan dalam kurun waktu tiga hingga lima hari ke depan, sebagai solusi sementara sebelum pembangunan permanen dilakukan.

Selain kerusakan jembatan, ditemukan pula pipa distribusi air yang mengalami kerusakan di lokasi kejadian. Kondisi ini berpotensi mengganggu pasokan air bersih bagi masyarakat sekitar dan saat ini tengah dalam penanganan oleh pihak terkait.

Berdasarkan keterangan warga dan aparat di lapangan, retakan pada struktur jembatan mulai terlihat sejak Rabu (25/3/2026) sore dan terus membesar hingga akhirnya terjadi keruntuhan pada Kamis dini hari. Sebelum kondisi memburuk, warga bersama aparat sempat melakukan evakuasi kendaraan roda dua secara manual.

Wakil Gubernur juga meninjau jalur alternatif sementara melalui Desa Nunkurus, Kabupaten Kupang. Jalur tersebut masih dapat difungsikan secara terbatas, khususnya untuk kendaraan roda dua dan kendaraan kecil, karena harus melintasi jembatan kayu yang kondisinya sudah cukup tua.

Ia turut mengapresiasi respons cepat aparat kepolisian dan TNI, khususnya Polres Kabupaten Kupang dan Brigif 21 Komodo, dalam pengamanan lokasi serta pengaturan lalu lintas.

Untuk penanganan jangka panjang, pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan melakukan perencanaan ulang pembangunan jembatan, mengingat ruas tersebut merupakan bagian dari jaringan jalan nasional.

Pemerintah menegaskan bahwa prioritas utama saat ini adalah membuka kembali akses darurat secepat mungkin guna memastikan aktivitas masyarakat dan distribusi logistik dapat kembali berjalan lancar. *




Gubernur Melki Paparkan LKPJ 2025, Indikator Makro NTT Tunjukkan Tren Positif

Kupang, nwartapedia.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, memaparkan sejumlah capaian positif indikator makro pembangunan daerah dalam penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025.

LKPJ tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna DPRD NTT yang berlangsung di Ruang Sidang Utama Kantor DPRD Provinsi NTT, Kamis (26/3/2026).

Dalam laporannya, Gubernur Melki mengungkapkan bahwa berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren yang menggembirakan.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, sejumlah sektor mengalami peningkatan signifikan, mulai dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM), pertumbuhan ekonomi, hingga penurunan angka kemiskinan dan pengangguran.

“IPM Provinsi NTT Tahun 2025 mencapai 69,89 poin atau meningkat 0,75 poin (1,08 persen) dibandingkan tahun 2024. Peningkatan ini terjadi pada seluruh dimensi, baik umur panjang dan hidup sehat, pengetahuan, maupun standar hidup layak,” jelasnya.

Di sektor kesejahteraan, persentase penduduk miskin pada September 2025 tercatat sebesar 17,50 persen. Angka ini menurun 1,10 persen poin dibandingkan Maret 2025, serta turun 1,52 persen poin dibandingkan September 2024. Secara jumlah, penduduk miskin tercatat sebanyak 1,03 juta orang atau berkurang puluhan ribu jiwa dalam periode tersebut.

Sementara itu, tingkat pengangguran terbuka pada November 2025 juga mengalami penurunan sebesar 0,21 persen poin dibanding Agustus 2025, serta turun 0,7 persen poin dibanding Februari 2024.

Dari sisi ekonomi, pertumbuhan ekonomi NTT pada triwulan IV tahun 2025 mencapai 5,34 persen secara tahunan (year-on-year). Sektor industri pengolahan menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan capaian 20,35 persen. Selain itu, komponen ekspor barang dan jasa juga mengalami pertumbuhan signifikan sebesar 26,92 persen.

Gubernur Melki mengakui bahwa pelaksanaan pembangunan sepanjang tahun 2025 tidak terlepas dari berbagai tantangan, termasuk dampak kebijakan penyesuaian fiskal nasional dan pengendalian defisit APBN yang berdampak pada ruang fiskal daerah.

“Kondisi ini harus menjadi momentum untuk memperbaiki tata kelola keuangan serta memperkuat kemandirian fiskal daerah,” tegasnya.

Sebagai langkah strategis, Pemerintah Provinsi NTT telah melakukan berbagai inovasi, di antaranya digitalisasi pembayaran dan retribusi daerah serta pemberian keringanan pajak kendaraan bermotor.

Kebijakan tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi layanan sekaligus meminimalisir potensi kebocoran pendapatan daerah.

Selain itu, penguatan ekonomi masyarakat juga terus didorong melalui pengembangan UMKM.

Melalui program One Village One Product (OVOP), tercatat sebanyak 190 UMKM binaan dengan 44 produk unggulan telah dikembangkan.

Pemerintah Provinsi NTT juga memperluas akses pasar dengan menghadirkan NTT Mart di 22 kabupaten/kota.

Gubernur berharap berbagai capaian dan terobosan tersebut dapat menjadi fondasi kuat dalam mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. *




Jagung Hibrida Bersinar di Maulafa, Panen Perdana Poktan Mansuma Tembus 4 Ton/Ha

Kupang, nwartapedia.com — Upaya pengembangan pertanian di Kota Kupang kembali menunjukkan hasil positif. Kelompok Tani (Poktan) Mansuma di Kelurahan Bello, Kecamatan Maulafa, sukses melaksanakan panen perdana jagung hibrida dengan capaian produksi sekitar 4 ton pipilan kering per hektare.

Capaian ini dinilai cukup menjanjikan, terutama karena berasal dari kebun percontohan yang dikelola secara intensif oleh para petani setempat dengan pendampingan penyuluh pertanian.

Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kementerian Pertanian dan Dinas Pertanian Kota Kupang, Maria I. Nau Longo, SP., menjelaskan bahwa hasil produksi tersebut diperoleh melalui metode ubinan yang dilakukan sebelum panen.

“Hasil ubinan menunjukkan produksi mencapai sekitar 4 ton pipilan kering per hektare. Ini menjadi indikator bahwa pola budidaya yang diterapkan sudah berjalan dengan baik,” ungkapnya, Kamis (26/3/2026).

Ia menambahkan, keberhasilan ini tidak hanya menjadi capaian sesaat, tetapi juga membuka peluang pengembangan lebih luas.

Saat ini, Poktan Mansuma telah memperluas areal tanam hingga sekitar 5.000 meter persegi dan berencana mengembangkan ke kelompok tani lain di wilayah Kecamatan Maulafa.

Panen perdana tersebut merupakan buah dari kolaborasi antara petani, penyuluh pertanian, serta aparat kepolisian.

Kebun percontohan awalnya dikembangkan di lahan sekitar 500 meter persegi sebagai sarana pembelajaran dan uji coba teknik budidaya jagung hibrida.

Empat anggota kelompok, yakni Yunus Takene, Anton Lopo, Melkias Manus, dan Bernat Takene, terlibat langsung dalam pengelolaan lahan tersebut dari total 26 anggota Poktan Mansuma.

Ketua Poktan Mansuma, Yunus Takene, mengatakan kebun percontohan ini menjadi media pembelajaran praktis bagi anggota kelompok dalam menerapkan teknik budidaya yang tepat.

“Kami mendapat pendampingan dari PPL, Polsek, dan Dinas Pertanian Kota Kupang. Bahkan benih jagung hibrida sebanyak 7,5 kilogram merupakan bantuan dari Polres Kupang Kota melalui Polsek Maulafa,” jelasnya.

Ia menyebut total produksi dari lahan percontohan mencapai sekitar 4,4 ton, sebuah capaian yang cukup baik untuk skala lahan terbatas. Keberhasilan ini diharapkan mampu memotivasi petani lain untuk meningkatkan produktivitas pertanian.

Dengan sinergi antara petani, pemerintah, dan aparat keamanan, pengembangan jagung hibrida di Kota Kupang diyakini dapat menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ketahanan pangan daerah. (MI)




Idul Fitri dalam Kearifan Lokal NTT: Harmoni Iman dan Persaudaraan

Oleh: Heryon Bernard Mbuik

Kupang, nwartapedia.com  — Idul Fitri tidak hanya dimaknai sebagai perayaan keagamaan umat Islam setelah menjalani ibadah Ramadan, tetapi juga sebagai momentum kemanusiaan yang sarat nilai sosial. Dalam konteks masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang plural, Idul Fitri menghadirkan makna yang lebih luas: mempertemukan nilai-nilai iman dengan kearifan lokal yang menjunjung tinggi persaudaraan, solidaritas, dan hidup damai.

Di NTT, semangat “katong basudara” menjadi fondasi kuat dalam kehidupan bersama. Nilai ini membuat Idul Fitri tidak hanya dirasakan oleh umat Muslim, tetapi juga menjadi bagian dari pengalaman sosial lintas agama.

Tradisi saling mengunjungi, berbagi hidangan, dan menjaga relasi kekeluargaan menunjukkan bahwa perayaan ini telah melampaui batas ritual dan menjelma sebagai ruang perjumpaan kemanusiaan.

Makna teologis Idul Fitri yang menekankan kembali kepada fitrah melalui saling memaafkan menemukan relevansinya dalam kehidupan masyarakat NTT.

Nilai rekonsiliasi ini sejalan dengan semangat kasih dalam berbagai ajaran agama, dan terwujud nyata dalam praktik hidup sehari-hari.

Kehadiran lintas iman dalam perayaan keagamaan menjadi bukti bahwa toleransi di NTT tidak berhenti pada wacana, tetapi hidup dalam tindakan nyata.

Kearifan lokal di NTT juga memainkan peran penting sebagai ruang hidup bagi nilai-nilai spiritual. Budaya tidak hanya menjadi latar, tetapi juga medium di mana nilai-nilai ilahi dihayati dan diwujudkan.

Dalam konteks ini, Idul Fitri menjadi lebih dari sekadar ritus keagamaan; ia menjadi simbol kebersamaan dan perwujudan kasih yang konkret dalam kehidupan sosial.

Namun, tantangan tetap ada. Arus globalisasi dan menguatnya identitas sempit berbasis agama berpotensi menggerus nilai-nilai kebersamaan yang telah lama terbangun.

Karena itu, diperlukan kesadaran kolektif untuk terus merawat tradisi persaudaraan ini melalui pendidikan, dialog lintas iman, dan keteladanan para pemimpin.

Pada akhirnya, Idul Fitri di NTT adalah cerminan harmoni antara iman dan budaya. Ia mengajarkan bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun kebersamaan.

Di tengah keberagaman, Idul Fitri hadir sebagai pengingat bahwa kita semua terikat dalam satu keluarga besar keluarga kemanusiaan yang menjunjung tinggi kasih, pengampunan, dan persaudaraan. (MI)




Gubernur NTT Lantik 104 Kepala Sekolah, Tekankan Peran Strategis

Kupang, nwartapedia.com – Emanuel Melkiades Laka Lena melantik 104 Kepala SMA/SMK/SLB lingkup Pemerintah Provinsi NTT, Rabu (25/3/2026), di Aula El Tari, Kupang.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa jabatan kepala sekolah merupakan amanah strategis dalam menentukan kualitas pendidikan.

Ia meminta para kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai administrator, tetapi juga menjadi pemimpin pembelajaran yang mampu meningkatkan mutu siswa.

Menurutnya, tantangan pendidikan di NTT masih cukup besar, mulai dari kesenjangan mutu hingga rendahnya literasi dan numerasi.

Karena itu, kinerja kepala sekolah harus terukur melalui peningkatan prestasi siswa, penurunan angka putus sekolah, dan kepercayaan masyarakat.

Gubernur juga mendorong pemanfaatan hasil asesmen seperti TKA, penguatan program One School One Product (OSOP), serta kemitraan SMK dengan dunia usaha agar lulusan lebih siap kerja.

Selain itu, ia menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan anggaran pendidikan dan memastikan seluruh kepala sekolah bekerja secara transparan dan akuntabel.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Johanis Asadoma bersama jajaran Forkopimda dan pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT. *




IKADA Perkuat Sinergi dengan Wali Kota Kupang Jelang Pelantikan Pengurus Baru

Kupang, nwartapedia.com  — Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang terus memperkuat kemitraan dengan Pemerintah Kota Kupang. Hal ini ditandai dengan audiensi pengurus IKADA bersama Christian Widodo pada Rabu (25/3) di rumah jabatan wali kota.

Audiensi tersebut dipimpin langsung oleh Ketua IKADA terpilih periode 2026–2029, Isidorus Lilijawa, yang hadir bersama jajaran pengurus dan tim formatur hasil Musyawarah Besar (Mubes) IKADA. Turut hadir Ketua Tim Formatur Isyak Nuka, anggota dewan pembina Yohanis Tay Ruba, serta sejumlah pengurus lainnya.

Dalam pertemuan tersebut, Isidorus menyampaikan apresiasi atas dukungan Wali Kota Kupang yang mendorong dirinya maju sebagai Ketua IKADA.

Ia menegaskan komitmennya untuk membawa IKADA menjadi organisasi yang kuat melalui kolaborasi dan sinergi dengan pemerintah daerah.

“Dengan dukungan Pak Wali Kota, kami optimistis IKADA ke depan dapat berjalan dalam semangat kolaboratif dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat Kota Kupang,” ujarnya.

Selain itu, audiensi juga bertujuan menyampaikan rencana pelantikan pengurus IKADA periode 2026–2029 yang dijadwalkan berlangsung pada 18 April 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Isidorus secara langsung mengundang Wali Kota Kupang untuk hadir.

“Puji Tuhan, Pak Wali Kota menyatakan dukungan penuh dan kesediaannya untuk hadir dalam acara pelantikan nanti,” tambahnya.

Rencananya, pelantikan akan digelar di aula rumah jabatan Wali Kota Kupang.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Kppang, Christian Widodo menyambut baik kehadiran pengurus IKADA.

Ia menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung berbagai paguyuban di Kota Kupang.

“Kami terbuka untuk membangun kolaborasi dengan semua paguyuban, termasuk IKADA. Dukungan pemerintah tidak hanya untuk satu organisasi, tetapi untuk seluruh elemen masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Tim Formatur, Isyak Nuka, menjelaskan bahwa IKADA saat ini menaungi 47 paguyuban yang tersebar di Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.

Untuk pelantikan mendatang, panitia menargetkan kehadiran sekitar 300 undangan dari berbagai elemen.

Diketahui, IKADA Kupang memiliki sekitar 900 kepala keluarga sebagai anggota. Di bawah kepemimpinan Isidorus Lilijawa, IKADA mengusung visi “IKADA kuat, kompak dan berdampak” dengan fokus pada pembangunan kolaborasi lintas sektor, baik dengan pemerintah, swasta, maupun paguyuban lainnya.

“Kami ingin memastikan IKADA hadir dan memberi dampak nyata bagi masyarakat,” tutup Isidorus. (MI)




dr. Christian Widodo Hadiri Pemberkatan Makam Leluhur di Maumere, Pererat Nilai Keluarga dan Iman

Maumere, nwartapedia.com  —  Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri rangkaian kegiatan keluarga dan keagamaan di Maumere, yang berlangsung sejak Minggu hingga Senin (22–23 Maret 2026).

Perjalanan dimulai pada Minggu (22/3), saat Christian Widodo bersama ayahanda Theo Widodo dan ibunda Theressia Avilla yang lahir di Kelurahan Beru, Kecamatan Alok Timur kota Maumere bertolak dari Kupang menuju Maumere bersama keluarga besar.

Keesokan harinya, Senin (23/3), rombongan memulai agenda dengan kunjungan silaturahmi ke Uskup Maumere, Mgr. Ewaldus Martinus Sedu. Pertemuan tersebut berlangsung hangat dan penuh kekeluargaan.

Usai pertemuan, keluarga melanjutkan kegiatan inti yakni pemberkatan makam leluhur, yakni Opa dan Oma dari Christian Widodo, yang berlokasi di tempat pemakaman Ile Getang, Kelurahan Nangameting, Kecamatan Alok Timur kota Maumere.

Upacara berlangsung khidmat sebagai bentuk penghormatan terhadap leluhur sekaligus penguatan nilai-nilai iman dalam keluarga.

Rangkaian kegiatan kemudian berlanjut ke Institut Filsafat dan Teknologi Kreatif (IFTK) Ledalero, yang sebelumnya dikenal sebagai Sekolah Tinggi Filsafat Katolik (STFK) Ledalero. Rombongan diterima langsung oleh Rektor IFTK, Pater Dr.Otto Gusti Madung SVD.

Dalam kesempatan tersebut, pihak kampus memaparkan perkembangan IFTK di bawah kepemimpinan Pater Dr.Otto Gusti Madung, yang kini tidak hanya berfokus pada bidang filsafat dan teologi, tetapi juga telah mengembangkan program studi teknologi kreatif seperti kewirausahaan, desain komunikasi visual (DKV), dan sistem informatika.
Rombongan juga mengunjungi Museum Bikon Blewut yang berada di lingkungan kampus.

Di sana, mereka disambut oleh pimpinan museum yg juga antropolog Pater Laurensius Woda SFil, M.T.TS MA. Museum tersebut dikenal sebagai salah satu museum terbesar di NTT, dengan koleksi ribuan artefak dan fosil bersejarah, termasuk temuan manusia purba Flores serta karya seni bernilai tinggi.

Agenda berlanjut dengan kunjungan ke asrama mahasiswa di Ritapiret. Rombongan diterima hangat oleh RD Mansur Ito dan berkesempatan berdoa di kamar bersejarah yang pernah ditempati Paus Yohanes Paulus II.

Di tempat tersebut juga tersimpan relikwi berupa tetesan darah Paus Yohanes Paulus II yang berkaitan dengan peristiwa penembakan pada 13 Mei 1981 di Lapangan Basilika Santo Petrus, Roma.

Kegiatan diakhiri dengan diskusi bersama pimpinan IFTK di rektorat, membahas berbagai hal terkait pengembangan pendidikan, nilai kemanusiaan, serta kontribusi generasi muda bagi daerah dan bangsa.

Kunjungan ini tidak hanya menjadi momen penghormatan terhadap leluhur, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga, iman, serta jejaring antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan di Nusa Tenggara Timur. (MI)




Sentuhan Kasih IKBR Kupang Warnai Panti Asuhan dan Pondok pesantren 

Kupang, nwartapedia.com  — Semangat kebersamaan dan kepedulian sosial kembali ditunjukkan Ikatan Keluarga Besar Riung (IKBR) Kupang melalui aksi berbagi kasih yang menyasar dua lembaga pengasuhan anak di Kota dan Kabupaten Kupang, Selasa (24/3).

Kegiatan ini menjadi bagian dari refleksi nilai-nilai kemanusiaan dalam menyambut momentum Idul Fitri dan Paskah 2026, dengan menghadirkan bantuan nyata bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian.

Rombongan IKBR dibagi menjadi dua kelompok. Tim pertama mengunjungi Panti Asuhan St. Louis De Monfort di Kelurahan Sikumana. Di tempat ini, puluhan anak dari berbagai wilayah di Nusa Tenggara Timur dibina dan didampingi oleh para suster dari Kongregasi Putri Reinha Rosari (PRR), mulai dari tingkat pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Kehadiran tim IKBR disambut hangat oleh pimpinan panti, Suster Stanisia, PRR, bersama anak-anak asuh. Bantuan berupa sembako dan kebutuhan harian diserahkan sebagai bentuk dukungan terhadap keberlangsungan pengasuhan.

Perwakilan IKBR, Bruno Paskalis, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan ungkapan kasih sederhana dari keluarga besar Riung di Kupang. Ia berharap kehadiran mereka dapat memberi semangat bagi anak-anak panti.

Di sisi lain, tim kedua IKBR bergerak menuju Pondok Pesantren Hidayatullah di Batakte, Kabupaten Kupang. Lembaga pendidikan ini menampung sekitar 100 santri yang sebagian besar berasal dari keluarga kurang mampu dan berbagai daerah di NTT.

Kedatangan rombongan disambut oleh Nurdin Potok, yang juga memiliki ikatan emosional sebagai bagian dari keluarga Riung.

Ia menilai kunjungan tersebut tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga menghadirkan dukungan moral bagi para pengasuh dan santri.

Dalam kesempatan itu, IKBR menyerahkan bantuan kebutuhan pokok untuk mendukung aktivitas para santri. Selain itu, pertemuan berlangsung hangat sebagai ajang silaturahmi antar sesama warga Riung.

Ketua IKBR Kupang, Dr. Silvester Tena, menegaskan bahwa aksi sosial ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membangun solidaritas dan kepedulian sosial.

Menurutnya, sekecil apa pun kontribusi yang diberikan akan membawa arti besar bagi mereka yang membutuhkan.

Ia juga mengajak seluruh anggota IKBR untuk terus memupuk semangat berbagi dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini turut melibatkan para pembina dan anggota IKBR serta mendapat dukungan dari Koperasi Sa’Nai sebagai bagian dari kontribusi internal organisasi.

Melalui aksi ini, IKBR Kupang berharap nilai-nilai kebersamaan, kepedulian, dan gotong royong terus tumbuh, sekaligus menjadi inspirasi bagi masyarakat luas untuk saling membantu tanpa memandang latar belakang. (IL)