Setahun Kepemimpinan Isidorus Lilijawa, Kolaborasi Perumda Air Minum Kota Kupang Jangkau 21 Desa di NTT

Kupang, nwartapedia.com – Kiprah Perumda Air Minum Kota Kupang di bawah kepemimpinan Direktur Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., tidak hanya berfokus pada peningkatan pelayanan pelanggan dan kinerja perusahaan.

Melalui kolaborasi dengan Yayasan Solar Chapter, perusahaan daerah ini turut berbagi keahlian untuk mendukung keberlanjutan layanan air bersih di 21 desa di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kolaborasi tersebut mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi pengurus komite air di lima desa di Kabupaten Malaka dan 16 desa di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Program kemitraan ini terungkap dalam konferensi pers bertajuk Setahun di Jalan Kolaborasi, Kinerja Nyata Perumda Air Minum Kota Kupang, yang berlangsung di Aula Tirta, Selasa (29/9/2026).

Dalam pemaparan capaian kemitraan selama setahun terakhir, Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdy Jermias, S.H, MH menjelaskan bahwa kerja sama yang dibangun perusahaan juga diarahkan untuk memberikan manfaat sosial bagi masyarakat di luar wilayah pelayanannya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penyediaan air bersih di daerah terpencil, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menugaskan Ferdy Jermias menjadi narasumber dalam kegiatan Kolaborasi Pelatihan Air Minum untuk Masyarakat Desa melalui program Solar Champions bersama Yayasan Solar Chapter.

Dalam kegiatan tersebut, Ferdy membagikan pengetahuan dan pengalaman praktis mengenai pengelolaan serta pemeliharaan infrastruktur air minum kepada para pengurus komite air.

Pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan pengurus agar fasilitas air bersih yang telah dibangun dapat beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Yayasan Solar Chapter, yang dikoordinasikan oleh Mustika Wijaya, merupakan organisasi nirlaba yang membantu masyarakat di daerah terpencil memperoleh akses air bersih melalui pemanfaatan energi tenaga surya.

Melalui kemitraan ini, Perumda Air Minum Kota Kupang berkontribusi dalam penguatan kapasitas pengelola, sementara Solar Chapter berperan dalam pembangunan infrastruktur air bersih.

Isidorus Lilijawa menekankan pentingnya semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.

Saat menugaskan Ferdy Jermias menjadi narasumber, Isidorus berpesan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh besarnya pencapaian untuk diri sendiri, tetapi juga oleh manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Baginya, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki harus dapat dibagikan untuk membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Prinsip tersebut menjadi salah satu dasar Perumda Air Minum Kota Kupang dalam membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

Perusahaan berharap setiap kolaborasi mampu memberikan dampak positif, baik bagi peningkatan kinerja perusahaan maupun bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Ferdy Jermias menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk terlibat dalam program tersebut.

Ia mengaku bangga dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan air bersih yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat di daerah terpencil.

Keterlibatannya sebagai narasumber juga menjadi kesempatan untuk membagikan pengalaman pengelolaan air minum kepada para pengurus komite air desa.

Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pengurus, fasilitas air bersih yang telah dibangun diharapkan dapat terus beroperasi dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Ferdy juga menyampaikan kebanggaannya karena Perumda Air Minum Kota Kupang turut memberikan kontribusi dalam mendukung akses air bersih bagi masyarakat di pelosok NTT.

Kolaborasi dengan Yayasan Solar Chapter menjadi salah satu wujud komitmen Perumda Air Minum Kota Kupang untuk menghadirkan kinerja nyata yang manfaatnya melampaui kepentingan perusahaan.

Memasuki tahun berikutnya, perusahaan berkomitmen untuk terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak, baik dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kinerja internal maupun mendukung kegiatan sosial.

Melalui penguatan kapasitas komite air di 21 desa, Perumda Air Minum Kota Kupang berharap pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan dapat membantu masyarakat menjaga keberlanjutan infrastruktur air bersih.

Semangat kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi perusahaan daerah tidak harus terbatas pada wilayah pelayanannya, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat di pelosok NTT yang membutuhkan dukungan pengelolaan air bersih. (MI)




Warga Penfui Raup Rp600 Ribu dari Bank Sampah, Lurah Dorong Pemilahan dari Rumah

Kupang, nwartapedia.com  – Program bank sampah di Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, mulai memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu warga berhasil mengumpulkan Rp600 ribu dari empat kali penimbangan sampah rumah tangga.

Lurah Penfui, Fransisco Dugis, mengatakan pihaknya terus mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah guna mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS).

Menurutnya, Pemerintah Kelurahan Penfui telah bekerja sama dengan Mutiara Bank Sampah di Sikumana selama dua tahun.

Kerja sama tersebut juga didukung Pertamina Patra Niaga dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Warga silakan melakukan pemilahan sampah dari rumah. Setiap dua minggu sekali kami berkoordinasi dengan Mutiara Bank Sampah untuk melakukan pengangkutan dan penimbangan,” ujar Fransisco pada Selasa (29/9/2026).

Ia menjelaskan, sampah yang telah dipilah akan diangkut dan ditimbang oleh petugas bank sampah. Hasil penimbangan kemudian dicatat sebagai saldo dalam buku rekening masing-masing nasabah.

Pemerintah kelurahan juga mengajak RT dan RW yang belum memiliki unit bank sampah untuk segera membentuk kelompok dan menentukan ketua.

Selanjutnya, pihak kelurahan akan memfasilitasi pertemuan dengan Mutiara Bank Sampah.

Selain pemilahan sampah, pemerintah kelurahan bersama RT dan RW telah menyepakati kegiatan pembersihan lingkungan secara rutin, minimal satu kali setiap bulan.

Sementara itu, Morgan Seran, salah satu warga Penfui yang menjadi nasabah bank sampah, mengaku telah merasakan manfaat ekonomi dari program tersebut.

Morgan mengumpulkan berbagai jenis sampah rumah tangga, seperti kardus, botol plastik, kursi plastik, dan ember rusak untuk dijual melalui bank sampah.

“Biasanya setiap bulan datang timbang. Akhir-akhir ini disepakati tergantung volume sampah. Nanti ketua kelompok koordinasi untuk timbang. Setelah ditimbang, mereka catat,” jelas Morgan.

Ia mengungkapkan, dari empat kali penimbangan sampah, dirinya telah memperoleh Rp600 ribu.

Penghasilan tambahan tersebut membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Fransisco berharap semakin banyak masyarakat bergabung menjadi nasabah bank sampah sehingga persoalan sampah dapat ditangani bersama sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga. (MI)




Setahun Dipimpin Isidorus Lilijawa, Perumda Air Minum Kota Kupang Bukukan Laba Rp461,97 Juta

Kupang, nwartapedia.com – Perumda Air Minum Kota Kupang mencatat perkembangan positif dalam kinerja keuangan selama satu tahun kepemimpinan Direktur Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM. Perusahaan berhasil membukukan laba sebesar Rp461.971.402,84 dari total pendapatan Rp15.840.985.731,26.

Capaian tersebut disampaikan dalam konferensi pers bertajuk “Setahun di Jalan Kolaborasi, Kinerja Nyata” yang berlangsung di Aula Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, Selasa (29/9/2026).

Konferensi pers ini menjadi momentum bagi jajaran manajemen untuk memaparkan berbagai capaian perusahaan, mulai dari perbaikan keuangan, peningkatan penerimaan, penguatan pelayanan pelanggan hingga pengembangan sumber daya manusia.

Dalam kegiatan tersebut, Isidorus didampingi Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kupang, Eurike F. Daniela Adoe, S.E., S.ST., serta jajaran manajemen Perumda Air Minum Kota Kupang.

Turut hadir Kepala Bagian Teknik Elsy Evelyn Bengu, ST., M.Eng., Kepala Bagian Hubungan Langganan Ferdi Jermias, S.H., M.H., Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Desy Setiawati, SE., MM., serta Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI) Marius Robert Seran, SE., MM.

Dalam sambutannya, Isidorus menegaskan bahwa berbagai capaian perusahaan selama satu tahun terakhir merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang.

Menurutnya, perjalanan memimpin perusahaan daerah tidak dapat dilakukan seorang diri. Dibutuhkan kolaborasi, komitmen dan rasa tanggung jawab seluruh pegawai untuk mencapai tujuan bersama.

Ia mengibaratkan Perumda Air Minum sebagai rumah kedua yang harus dijaga dan dicintai oleh seluruh pegawai.

Dengan membangun budaya kerja yang solid, Isidorus berharap perusahaan terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa masa penugasannya selama lima tahun merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kerja sama seluruh jajaran.

Karena itu, berbagai capaian selama tahun pertama diharapkan menjadi fondasi untuk memperkuat kinerja perusahaan pada tahun kedua dan tahun-tahun berikutnya.

Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Perumda Air Minum Kota Kupang, Desy Setiawati, menjelaskan bahwa kondisi keuangan perusahaan mengalami perbaikan selama satu tahun terakhir.

Perusahaan berhasil membukukan laba sebesar Rp461.971.402,84 dari total pendapatan Rp15.840.985.731,26 dan total biaya atau pengeluaran sebesar Rp15.379.014.328,42.

Desy menjelaskan bahwa perbaikan tersebut menunjukkan perkembangan yang signifikan dibandingkan kondisi perusahaan pada September 2025 yang masih mencatat kerugian.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan manajemen adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penagihan untuk mengoptimalkan penagihan piutang pelanggan.

Sebelum Satgas Penagihan dibentuk, penerimaan perusahaan setiap bulan berada pada kisaran Rp1,1 miliar hingga Rp1,2 miliar. Setelah pembentukan Satgas, penerimaan bulanan meningkat menjadi sekitar Rp1,4 miliar hingga Rp1,5 miliar.

Peningkatan penerimaan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung perbaikan kondisi keuangan perusahaan.

Selain meningkatkan penerimaan, Perumda Air Minum Kota Kupang terus melakukan berbagai inovasi untuk memperkuat pengelolaan perusahaan dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Kupang, Eurike F. Daniela Adoe, menyampaikan apresiasi kepada Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang beserta seluruh jajaran atas berbagai capaian selama satu tahun terakhir.

Menurut Eurike, berbagai perkembangan positif yang dipaparkan menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan perusahaan daerah.

Ia menjelaskan bahwa Bagian Perekonomian Setda Kota Kupang menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap badan usaha milik daerah (BUMD).

Dalam menjalankan fungsi tersebut, pihaknya melihat adanya perkembangan positif dalam pengelolaan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Eurike secara khusus mengapresiasi koordinasi yang terus dilakukan perusahaan dengan pemerintah daerah serta kedisiplinan dalam menyampaikan laporan untuk kepentingan evaluasi Dewan Pengawas.

Selain itu, ia menyoroti pertumbuhan pelanggan dan berbagai inovasi yang dikembangkan selama satu tahun kepemimpinan Isidorus Lilijawa.

Pemerintah Kota Kupang terus mendorong Perumda Air Minum untuk mempertahankan berbagai capaian tersebut sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan Isidorus Lilijawa, Perumda Air Minum Kota Kupang menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mempertahankan perkembangan positif perusahaan.

Strategi tersebut mencakup upaya mempertahankan profitabilitas, mengoptimalkan penagihan piutang pelanggan, memperluas integrasi kanal pembayaran serta meningkatkan kompetensi pegawai.

Konferensi pers bertajuk “Setahun di Jalan Kolaborasi, Kinerja Nyata” sekaligus menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang. (MI




Perpamsi Salurkan Rp214 Juta untuk Lima Perumda Terdampak Gempa Flores, Isidorus: Bukti Nyata Kepedulian

Kupang, nwartapedia.com – Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (Perpamsi) menyalurkan bantuan sebesar Rp214 juta kepada lima Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum yang terdampak gempa bumi di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Biara Camilian, Maumere, Kabupaten Sikka, Jumat (25/9/2026) petang.

Ketua Pengurus Daerah (PD) Perpamsi NTT, Jony Benny Sulaiman, didampingi Sekretaris PD Perpamsi NTT, Isidorus Lilijawa, S.Fil., M.M., menyerahkan bantuan secara simbolis kepada perwakilan lima Perumda Air Minum.

Kelima penerima bantuan tersebut adalah Perumda Air Minum Kabupaten Manggarai Barat, Manggarai, Ngada, Ende, dan Sikka. Masing-masing perusahaan memperoleh bantuan sebesar Rp42,8 juta.

Jony Benny Sulaiman menjelaskan, bantuan tersebut berasal dari penggalangan dana secara spontan oleh lebih dari 300 anggota Perpamsi di seluruh Indonesia setelah terjadinya gempa bumi di Flores.

“Puji Tuhan, dana terkumpul Rp214 juta. Kami sepakati untuk dibagi rata kepada lima perusahaan terdampak. Sekecil apa pun, itu adalah bentuk perhatian untuk kita semua,” ungkap Jony yang juga menjabat sebagai Direktur Perumda Air Minum Kabupaten Kupang.

Sekretaris PD Perpamsi NTT sekaligus Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, mengatakan bantuan tersebut merupakan wujud solidaritas seluruh anggota Perpamsi di Indonesia terhadap perusahaan air minum yang terdampak gempa Flores.

Menurut Isidorus, pengurus Perpamsi NTT hadir di Maumere sebagai perpanjangan tangan pengurus pusat untuk menyalurkan donasi yang telah dihimpun dari berbagai perusahaan air minum di Indonesia.

Ia menegaskan bahwa nilai bantuan bukanlah hal utama. Kepedulian dan kebersamaan seluruh anggota Perpamsi menjadi pesan penting dalam penyaluran bantuan tersebut.

“Ini bukan soal nilai bantuan, tetapi merupakan bukti nyata keberpihakan dan kepedulian seluruh anggota Perpamsi terhadap perusahaan air minum yang terdampak gempa Flores,” ujar Isidorus.

Ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan semangat baru bagi lima Perumda penerima untuk memperbaiki jaringan distribusi air bersih dan berbagai fasilitas pelayanan yang mengalami kerusakan akibat gempa.

Bantuan tersebut juga diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan pelayanan air bersih kepada masyarakat di wilayah terdampak.

“Kami berharap bantuan ini menjadi semangat dan motivasi baru bagi Perumda yang terdampak untuk memperbaiki jaringan yang ada sehingga semakin siap melayani pelanggan,” katanya.

Isidorus turut menyampaikan terima kasih kepada pengurus pusat dan seluruh anggota Perpamsi di Indonesia yang telah berpartisipasi dalam penggalangan dana tersebut.

Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Langganan (Kabag Hublang) Perumda Air Minum Kabupaten Ngada, Charles Wago, mengungkapkan bahwa pihaknya belum dapat memastikan pemanfaatan dana bantuan yang diterima dari Perpamsi.

Menurut Charles, sejumlah kerusakan pada sumber air akibat gempa bumi hingga saat ini masih dapat ditangani melalui anggaran pemerintah daerah.

Namun, ia mengungkapkan bahwa cukup banyak karyawan Perumda Air Minum Ngada yang juga terdampak gempa bumi.

Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian manajemen dalam mempertimbangkan pemanfaatan bantuan yang telah diterima.

“Soal pemanfaatan bantuan ini, nanti kami diskusikan,” ujar Charles.

Penyaluran bantuan Rp214 juta ini diharapkan dapat membantu lima Perumda Air Minum di Flores dalam memulihkan fasilitas yang terdampak gempa, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam menjaga keberlanjutan pelayanan air bersih kepada masyarakat. (MI)




Jaga Kebersihan Kota Kupang, Kantor Pertanahan Bersihkan Pantai Warna

KUPANG, nwartapedia.com – Upaya menjaga kebersihan Kota Kupang terus didorong melalui keterlibatan berbagai pihak. Salah satunya dilakukan Kantor Pertanahan Kota Kupang dengan menggelar aksi bersih-bersih di Pantai Warna, Kelurahan Oesapa, Jumat (25/9/2026).

Kegiatan tersebut digelar dalam rangka memperingati Hari Agraria dan Tata Ruang (HANTARU) ke-66 Tahun 2026 dan dipimpin Kepala Kantor Pertanahan Kota Kupang, Ni Wayan Juliati, S.ST.

Aksi bersih pantai diikuti seluruh jajaran Kantor Pertanahan Kota Kupang, termasuk PNS, PPPK, siswa dan mahasiswa praktik serta peserta Program Magang Nasional.

Dengan semangat gotong royong, para peserta membersihkan kawasan Pantai Warna sebagai bentuk kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dan kawasan pesisir Kota Kupang.

Kegiatan ini juga menjadi momentum untuk membangun kebersamaan sekaligus meningkatkan kesadaran bahwa menjaga kebersihan Kota Kupang membutuhkan partisipasi bersama.

Peringatan HANTARU ke-66 mengusung tema “Transformasi, Melayani Lebih Pasti”. Melalui aksi tersebut, Kantor Pertanahan Kota Kupang menunjukkan bahwa semangat pelayanan kepada masyarakat juga dapat diwujudkan melalui kepedulian terhadap lingkungan.

Kantor Pertanahan Kota Kupang mengajak seluruh jajaran dan masyarakat untuk terus menjaga kebersihan, memperkuat semangat gotong royong serta bersama-sama menciptakan lingkungan Kota Kupang yang bersih dan nyaman.




Andre Otta: Lomba Kebersihan Kota Kupang Jadi Stimulasi Penanganan Sampah

Kupang, nwartapedia.com – Lomba Kebersihan Kota Kupang 2026–2027 yang telah resmi dibuka oleh Komunitas Beta Bersih (KBB) beberapa waktu lalu mendapat dukungan dari Satgas Sampah Kota Kupang.

Sekretaris Satgas Sampah Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, yang akrab disapa Andre Otta, mengatakan lomba kebersihan dapat menjadi salah satu bentuk stimulasi untuk mendorong kelurahan meningkatkan kinerja dalam menangani sampah.

Hal tersebut disampaikan Andre Otta kepada media ini, Jumat (25/9/2026), usai membuka kegiatan Rapat Koordinasi Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim Kota Kupang di Hotel Neo Aston.

Menurut Andre, kompetisi kebersihan bukan sekadar mencari kelurahan yang menjadi juara. Lebih dari itu, lomba diharapkan mampu menciptakan persaingan positif sehingga setiap kelurahan termotivasi untuk memperbaiki pengelolaan sampah dan kebersihan lingkungannya.

“Lomba ini bagian daripada stimulasi yang mendongkrak kinerja masing-masing. Kemudian ada persaingan dalam hal-hal yang sifatnya positif,” ujar Andre.

Ia menjelaskan, kelurahan yang mampu menunjukkan kinerja terbaik nantinya dapat diberikan penghargaan maupun hadiah tertentu. Bentuk apresiasi tersebut dinilai penting sebagai motivasi agar kelurahan terus meningkatkan pelayanan dan kebersihan lingkungan.

Andre mencontohkan, sejumlah dukungan yang diberikan kepada kelurahan berprestasi sebelumnya dapat berupa fasilitas yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Karena itu, menurutnya, prestasi dalam lomba kebersihan dapat menjadi salah satu pintu bagi kelurahan untuk memperoleh dukungan program sesuai dengan kemampuan dan kebijakan pemerintah.

Dorong Kolaborasi dengan Komunitas

Andre juga mengapresiasi keterlibatan Komunitas Beta Bersih yang secara konsisten mendorong gerakan kebersihan di Kota Kupang.

Ia berharap komunitas-komunitas lainnya juga dapat ikut berkolaborasi dengan pemerintah dalam menciptakan berbagai bentuk stimulasi positif bagi masyarakat.

“Ajakan dari kami untuk komunitas-komunitas selain Beta Bersih mungkin bisa bersama pemerintah, di luar daripada yang dilaksanakan Beta Bersih, ataupun mungkin mengolaborasikan untuk menambahkan jumlah hadiah dan stimulasi sosial yang lain,” katanya.

Menurut Andre, keterlibatan masyarakat sangat penting karena persoalan sampah merupakan tanggung jawab bersama.

“Kita yang tinggal di kota, kita yang lihat sampahnya. Kemudian kalau kita tidak bergerak dan kita berharap sampah itu hilang sendiri, kita tidak mempunyai apa-apa,” ujarnya.

Ia mengajak masyarakat untuk mengambil bagian dalam menjaga kebersihan Kota Kupang, baik melalui kegiatan sosial, kompetisi kebersihan maupun gerakan lingkungan lainnya.

Bank Sampah Terus Didorong

Selain lomba kebersihan, Satgas Sampah Kota Kupang juga terus mendorong pembentukan dan pengembangan Bank Sampah di setiap kelurahan.

Andre mengatakan, pengembangan Bank Sampah menjadi salah satu upaya untuk mendorong masyarakat agar mulai memilah dan mengelola sampah dari sumbernya.

“Kalau Bank Sampah itu didorong dari setiap kelurahan,” katanya.

Ia menambahkan, pemerintah juga dapat memperkuat gerakan tersebut melalui berbagai kebijakan, termasuk kebijakan fiskal dan pelayanan publik.

Dengan adanya Lomba Kebersihan Kota Kupang 2026–2027 yang resmi dibuka Komunitas Beta Bersih, Satgas Sampah berharap muncul semangat persaingan positif antarkelurahan sehingga upaya menjaga kebersihan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama masyarakat Kota Kupang. (MI)




Perubahan Iklim di Kota Kupang, Norman Riwu Kaho Tekankan Pentingnya Adaptasi dan Mitigasi

Kupang, nwartapedia.com  – Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan pembangunan Kota Kupang yang membutuhkan langkah penanganan secara terpadu.

Ancaman kekeringan, berkurangnya kemampuan lingkungan menyimpan air, serta tingginya emisi gas rumah kaca menjadi sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian dalam perencanaan pembangunan daerah.

Hal tersebut disampaikan Norman Riwu Kaho, Tim Penulis Climate Action Plan (CAP) sekaligus anggota Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim Kota Kupang, saat membawakan materi Rencana Aksi Adaptasi Perubahan Iklim dalam Rapat Kerja Pokja Perubahan Iklim melalui Program CAPACities di Hotel Neo Aston Kupang, Jumat (25/9/2026).

Dalam pemaparannya, Norman menekankan pentingnya memperkuat strategi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim berdasarkan kondisi lingkungan serta data yang telah dihimpun Pemerintah Kota Kupang.

Menurutnya, dokumen rencana aksi perubahan iklim harus menjadi dasar dalam merumuskan program pembangunan yang mampu menjawab persoalan lingkungan dan meningkatkan ketahanan masyarakat.

Norman menjelaskan bahwa salah satu tantangan adaptasi perubahan iklim di Kota Kupang adalah menjaga ketersediaan sumber daya air.

Berdasarkan analisis yang dipaparkannya, sejumlah aliran sungai mengalami perbedaan debit yang signifikan antara musim hujan dan musim kemarau.

Bahkan, terdapat aliran sungai yang hanya terisi ketika hujan berlangsung dan kembali mengering setelah hujan berhenti.

Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya meningkatkan kemampuan daerah aliran sungai dalam menyerap dan menyimpan air.

Selain persoalan air, Norman menyoroti tingginya emisi gas rumah kaca dari aktivitas penggunaan energi.

Berdasarkan data inventarisasi yang disampaikan dalam rapat kerja, sektor energi menyumbang sekitar 82 persen emisi gas rumah kaca di Kota Kupang.

Kontribusi tersebut menunjukkan bahwa strategi mitigasi perubahan iklim perlu memberikan perhatian besar pada penggunaan energi, khususnya dalam sektor transportasi, industri, konstruksi, dan rumah tangga.

Norman mencontohkan meningkatnya kebutuhan kendaraan pribadi yang turut mendorong konsumsi energi.

Menurutnya, pengembangan transportasi umum, peningkatan konektivitas antarkawasan, serta penyediaan fasilitas bagi pejalan kaki dan pesepeda dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Ia juga mengingatkan bahwa pengelolaan sampah tetap menjadi persoalan lingkungan yang harus ditangani secara berkelanjutan, termasuk dengan mengurangi praktik pembakaran sampah.

Norman menegaskan pentingnya mengevaluasi kembali target penurunan emisi dan program adaptasi yang telah tercantum dalam dokumen rencana aksi perubahan iklim Kota Kupang.

Menurutnya, perkembangan data dan hasil inventarisasi emisi perlu menjadi dasar untuk menyesuaikan target serta menentukan program prioritas.

Evaluasi tersebut diharapkan menghasilkan rencana aksi yang lebih terukur, baik dari sisi pelaksanaan kegiatan maupun dampaknya terhadap lingkungan.

Ia juga mendorong agar hasil inventarisasi emisi dimanfaatkan dalam penyusunan kebijakan dan pengalokasian anggaran pembangunan daerah.

Dengan demikian, setiap program yang dilaksanakan memiliki sasaran yang jelas dalam mengurangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan kemampuan masyarakat menghadapi dampak perubahan iklim.

Rapat Kerja Pokja Perubahan Iklim Kota Kupang melalui Program CAPACities menjadi forum untuk mengevaluasi pelaksanaan rencana aksi sekaligus merumuskan langkah penanganan berbagai persoalan lingkungan.

Melalui kegiatan tersebut, pemerintah daerah bersama akademisi, organisasi masyarakat sipil, lembaga keagamaan, dan mitra pembangunan diharapkan dapat memperkuat koordinasi dalam pelaksanaan program adaptasi dan mitigasi.

Norman menekankan bahwa perencanaan perubahan iklim harus didukung data yang akurat serta diterjemahkan menjadi program nyata sesuai kebutuhan daerah.

Hasil pembahasan dalam rapat kerja ini diharapkan menjadi masukan bagi penyempurnaan Rencana Aksi Perubahan Iklim Kota Kupang, terutama dalam memperkuat ketahanan air, mengendalikan emisi gas rumah kaca, dan menjaga keberlanjutan lingkungan bagi masyarakat. (MI)

 




Andre Ota: Aksi Perubahan Iklim Kota Kupang Harus Masuk Program Pembangunan 2027

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang mendorong agar berbagai program adaptasi dan mitigasi perubahan iklim tidak hanya menjadi dokumen perencanaan, tetapi diwujudkan melalui kegiatan nyata yang terintegrasi dalam pembangunan daerah.

Penegasan tersebut disampaikan Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Bappeda Kota Kupang sekaligus Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Perubahan Iklim, Andre Ota, saat membuka Rapat Kerja Pokja Perubahan Iklim Kota Kupang melalui Program CAPACities yang diselenggarakan Catholic Relief Services (CRS) di Hotel Neo Aston Kupang, Jumat (25/9/2026).

Andre mengatakan, kegiatan tersebut berlangsung pada momentum yang tepat karena Pemerintah Kota Kupang sedang mempersiapkan penyusunan anggaran tahun 2027.

Menurutnya, berbagai rekomendasi yang dihasilkan dalam rapat kerja dapat menjadi bahan pertimbangan untuk memperkuat program prioritas pembangunan, khususnya dalam menghadapi dampak perubahan iklim.

“Atas nama Pemerintah Kota Kupang, saya menyampaikan terima kasih kepada CRS yang telah menyelenggarakan kegiatan ini. Waktunya sangat tepat karena kita sementara menyusun anggaran murni 2027,” ungkap Andre.

Ia menjelaskan bahwa keterbatasan anggaran menjadi tantangan dalam pelaksanaan berbagai program pembangunan. Karena itu, setiap usulan kegiatan harus disusun berdasarkan kebutuhan prioritas dan diselaraskan dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Andre menegaskan, rekomendasi Pokja Perubahan Iklim harus dapat diterjemahkan menjadi program dan kegiatan pada organisasi perangkat daerah (OPD) terkait agar memiliki dasar perencanaan serta peluang memperoleh dukungan anggaran.

Ia juga mengungkapkan bahwa Pemerintah Kota Kupang telah menetapkan sejumlah prioritas pembangunan, termasuk alokasi anggaran Rp500 juta bagi setiap kelurahan.

Dengan adanya alokasi tersebut, berbagai usulan kegiatan lingkungan hidup diharapkan dapat diselaraskan dengan kebutuhan masyarakat dan program pembangunan yang telah direncanakan.

Ia menilai pengelolaan sumber daya air perlu mendapat perhatian serius, mengingat ketersediaan air merupakan kebutuhan mendasar masyarakat.

Upaya konservasi sumber air, pemanfaatan air hujan, serta peningkatan daya serap tanah menjadi bagian dari langkah adaptasi yang perlu dikembangkan secara berkelanjutan.

Selain persoalan air, pengelolaan sampah, sanitasi, dan perlindungan lingkungan juga perlu diintegrasikan ke dalam program pembangunan.

Andre menekankan bahwa keterbatasan anggaran tidak boleh menghambat upaya penanganan perubahan iklim. Sebaliknya, kondisi tersebut harus mendorong pemerintah memperkuat kerja sama dengan berbagai pihak.

Melalui kolaborasi, sumber daya yang dimiliki pemerintah, masyarakat, akademisi, dan lembaga mitra dapat dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program secara bersama-sama.

Sementara itu, Program Manager CAPACities Indonesia, Fransiska Falentina Sugi, mengatakan bahwa pelaksanaan rencana aksi perubahan iklim membutuhkan koordinasi yang kuat serta mekanisme pemantauan yang jelas.

Menurutnya, dokumen rencana aksi yang telah disusun bersama harus dilengkapi dengan langkah pelaksanaan, jadwal kegiatan, dan pembagian tanggung jawab.

Fransiska mencontohkan persoalan kekeringan yang saat ini membutuhkan respons terkoordinasi, mulai dari pemanfaatan data kondisi sumber air hingga penentuan langkah penanganan bagi masyarakat terdampak.

Ia berharap Pokja Perubahan Iklim mampu menghubungkan berbagai informasi yang tersedia menjadi program nyata yang dapat dilaksanakan oleh masing-masing instansi.

Fransiska juga mendorong agar informasi iklim dan kebencanaan dapat disampaikan secara lebih luas kepada masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi perubahan iklim.

Fransiska menjelaskan bahwa rapat kerja Pokja Perubahan Iklim dilaksanakan secara rutin setiap tiga bulan untuk mengevaluasi kemajuan rencana aksi, membahas persoalan yang muncul, serta merumuskan langkah penanganan berikutnya.

Melalui Program CAPACities, CRS mendukung penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas masyarakat, serta pengembangan kemitraan dan peluang pendanaan untuk pelaksanaan aksi iklim.

Hasil evaluasi tersebut diharapkan menjadi masukan dalam penyempurnaan rencana aksi perubahan iklim sekaligus mendukung penyesuaian dokumen perencanaan pembangunan Kota Kupang.

Fransiska menekankan bahwa setiap rekomendasi perlu disertai kejelasan mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan, waktu pelaksanaan, dan pihak yang bertanggung jawab.

Dengan demikian, perkembangan pelaksanaan program dapat dievaluasi dalam pertemuan Pokja berikutnya.

Rapat kerja ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari perangkat daerah Pemerintah Kota Kupang, akademisi, organisasi masyarakat sipil, lembaga gereja, hingga perwakilan masyarakat.

Melalui forum tersebut, Pemerintah Kota Kupang bersama CRS berupaya memperkuat sinergi multipihak agar program ketahanan iklim dapat terintegrasi dalam kebijakan pembangunan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. (MI)




22 Anak NTT Raih Beasiswa Kuliah di Tiongkok, INTI Dorong Generasi Muda Kembali Bangun Daerah

Kupang, nwartapedia.com — Sebanyak 22 anak asal Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat kesempatan melanjutkan pendidikan tinggi di Tiongkok melalui program beasiswa penuh yang difasilitasi Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT.

Ke-22 siswa tersebut akan menempuh pendidikan tinggi di Nantong College of Science and Technology (NTCST), Kota Nantong, Provinsi Jiangsu, Tiongkok.

Pelepasan 22 calon mahasiswa ini berlangsung di Shoto Kai Resto and Cafe, Kota Kupang, Rabu (23/9/2026) sore. 

Kegiatan tersebut juga diikuti secara daring oleh Gubernur NTT Melki Laka Lena dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Stella Christie, A.B., Ph.D.

Ketua Umum INTI NTT Ir. Theo Widodo yang juga ayah dari Walikota Kupang dr.Christian Widodo mengatakan, keberangkatan 22 siswa tersebut merupakan bagian dari komitmen INTI NTT dalam membuka akses pendidikan bagi generasi muda di NTT.

Program ini menjadi keberangkatan ketiga yang difasilitasi INTI NTT. Sebelumnya, tiga siswa diberangkatkan pada 2024 dan 12 siswa pada 2025.

“Program ini merupakan bentuk komitmen kami untuk membangun daerah melalui pendidikan,” ujar Theo.

Menurut Theo, para penerima beasiswa memperoleh sejumlah fasilitas, termasuk pembebasan biaya kuliah, tempat tinggal di asrama serta uang saku selama menjalani pendidikan.

Ia menjelaskan, calon mahasiswa tidak diwajibkan menguasai Bahasa Mandarin sejak awal. 

Seleksi dilakukan dengan menggunakan Bahasa Inggris melalui proses wawancara jarak jauh bersama konsultan pendidikan dan pihak kampus.

“Tidak ada tes tertulis dan persyaratan TOEFL. Nanti tahun pertama di Tiongkok, mereka akan belajar Bahasa Mandarin,” jelasnya.

Theo menyebut para mahasiswa akan menempuh pendidikan pada sejumlah bidang yang berkaitan dengan teknologi dan kebutuhan industri.

Empat jurusan tersebut yakni Food Intelligence Technology, Mekatronika, Software Technology dan Horticultural Technology.

Para mahasiswa akan menempuh pendidikan Diploma III.

Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka dapat mengembangkan pengalaman dan kompetensi yang diperoleh sebagai modal untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku.

Theo yang juga adalah ketua Forum Pembauran Kebangsaan disingkat FPK NTT mengatakan, kesempatan belajar di Tiongkok diharapkan dapat memperluas wawasan dan kemampuan anak-anak NTT, terutama dalam memahami perkembangan teknologi, etos kerja dan kemanpuan bahasa Mandarin bukan hanya bidang study yg dipelajari.

Ia berharap para mahasiswa dapat menyelesaikan pendidikan sesuai target dan nantinya kembali ke NTT.

“Kami berharap mereka menyelesaikan pendidikan tepat waktu dan kembali membangun NTT,” katanya.

Agen Pendidikan INTI di Jakarta, Yovandra, mengatakan sebanyak 26 peserta mengikuti proses seleksi untuk program tahun ketiga tersebut.

Setelah melalui tahapan seleksi, 22 peserta dinyatakan memenuhi persyaratan untuk melanjutkan pendidikan di Nantong.

Menurut Yovandra, proses seleksi dilakukan melalui dua tahap wawancara. Tahap pertama dilakukan bersama dirinya, sedangkan tahap berikutnya dilakukan bersama pihak kampus secara daring.

Ia menegaskan bahwa program tersebut tidak mensyaratkan test tertulis maupun nilai TOEFL tertentu.

Para peserta yang dinyatakan lolos kemudian harus menyiapkan sejumlah dokumen, seperti paspor, rapor, pemeriksaan kesehatan dll.

Secara nasional, terdapat 108 peserta yang dinyatakan lolos tahun ini. Dari jumlah tersebut, 22 orang berasal dari NTT.

Yovandra mengatakan para mahasiswa dijadwalkan berangkat ke Jakarta untuk pengurusan visa tgl 24 September sebelum kemudian melanjutkan perjalanan ke Tiongkok dibantu oleh Konsultan Pendidikan .

Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak anak NTT memperoleh kesempatan menempuh pendidikan di luar negeri, terutama dinegri maju Tiongkok.

Gubernur NTT Melki Laka Lena dalam arahannya memberikan apresiasi terhadap program yang dilakukan INTI NTT.

Melki mengatakan kesempatan belajar di Tiongkok dapat menjadi pengalaman penting bagi para siswa untuk mengenal perkembangan teknologi, pendidikan dan berbagai sektor industri dan terutama bahasa serta etos kerja.

Ia berharap pengetahuan yang diperoleh selama berada di Nantong nantinya dapat diterapkan untuk mendukung pembangunan di NTT.

“Pulang kembali ke NTT bawa proposal ide. Kami siap memfasilitasi,” kata Melki.

Ia juga berpesan agar para mahasiswa menjadi bagian dari generasi yang membawa perubahan bagi daerah setelah menyelesaikan pendidikan.

Menurut Gubernur yang pernah mengunjungi kampus tsb, kebutuhan NTT terhadap sumber daya manusia dengan kemampuan teknologi akan semakin besar seiring perkembangan pembangunan dan hilirisasi berbagai sektor.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi Prof. Stella Christie PhD turut memberikan motivasi kepada 22 calon mahasiswa tersebut.

Ia meminta para siswa tidak hanya fokus menyelesaikan pendidikan, tetapi juga memanfaatkan kesempatan berada di Tiongkok untuk mempelajari berbagai perkembangan baru.

“Jangan sia-siakan kesempatan ini. Perubahan di Tiongkok ini sangat besar. Buka telinga dan mata untuk mempelajari sesuatu yang baru,” pesannya.

Prof. Stella juga mengingatkan para mahasiswa untuk tetap memiliki komitmen terhadap pendidikan dan kembali memberikan manfaat bagi masyarakat setelah menyelesaikan studi.

Salah satu penerima beasiswa, Malesia Seanaz Aurolia, lulusan SMA Kristen Citra Bangsa, memilih jurusan Mekatronika.

Seanaz mengetahui program tersebut setelah INTI NTT melakukan sosialisasi di sekolahnya.

Ia mengatakan proses seleksi yang dijalani tidak terlalu sulit karena wawancara menggunakan Bahasa Inggris dengan pertanyaan-pertanyaan mudah.

Bagi Seanaz, kesempatan kuliah di Tiongkok merupakan pengalaman berharga yang harus dimanfaatkan dengan sungguh-sungguh.

“Saya berkomitmen untuk tidak mengecewakan orangtua dan INTI NTT yang sudah memfasilitasi saya dan teman-teman,” ujarnya.

Ketua Bidang Pendidikan INTI NTT Ir. Mariana Nenobais, M.Si., menilai anak-anak NTT memiliki kemampuan untuk bersaing dengan siswa dari berbagai daerah maupun negara lain.

Menurutnya, keberhasilan 22 siswa lolos seleksi menjadi salah satu bukti bahwa anak-anak NTT memiliki potensi besar apabila diberikan akses dan kesempatan.

Ia berharap semakin banyak orang tua memberikan dukungan kepada anak-anak mereka untuk mengikuti berbagai pendidikan, termasuk belajar di luar negeri.

Program beasiswa tersebut diharapkan tidak hanya menjadi jalan bagi 22 siswa untuk memperoleh pendidikan, tetapi juga menjadi investasi sumber daya manusia bagi NTT.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Tiongkok, para mahasiswa diharapkan membawa pulang ilmu, pengalaman dan keterampilan untuk kemudian berkontribusi dalam pembangunan daerah. (MI)




Charlie Paulus Ajak KADIN NTT Bangkitkan UMKM dan Buka Akses Pasar ke Timor-Leste

Kupang, nwartapedia.com – Direktur Utama Bank NTT, Charlie Paulus, mengajak Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur memperkuat kolaborasi dalam mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sekaligus membuka peluang perdagangan dengan negara tetangga.

Ajakan tersebut disampaikan Charlie dalam kegiatan coffee morning KADIN NTT yang digelar di Hotel Harper Kupang, Kamis (24/9/2026).

Dalam kesempatan itu, Charlie memberikan apresiasi atas langkah KADIN NTT membangun jejaring kerja sama ekonomi dengan Timor-Leste dan Australia.

Menurutnya, peluang tersebut perlu dimanfaatkan untuk mendorong pertumbuhan usaha masyarakat NTT.

“Bank NTT membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, khususnya KADIN NTT, untuk menghidupkan UMKM masyarakat NTT. Apalagi dengan adanya peluang kerja sama dengan Timor-Leste,” ujar Charlie.

Ia berharap pengusaha yang tergabung dalam KADIN NTT turut memberikan perhatian kepada pelaku UMKM agar mampu meningkatkan kapasitas produksi, mengembangkan usaha, dan menjangkau pasar internasional.

Bank NTT Berharap Hadir di Negara Tetangga

Charlie juga menyampaikan harapannya agar Bank NTT suatu saat dapat memperluas layanan perbankan hingga ke negara tetangga.

Kehadiran layanan tersebut diharapkan mampu mempermudah aktivitas transaksi serta mendukung pelaku usaha NTT yang menjalankan kegiatan perdagangan lintas negara.

Menurutnya, peluang kerja sama dengan Timor-Leste bukan hanya membuka pasar baru bagi produk lokal, tetapi juga dapat menciptakan kesempatan ekonomi bagi masyarakat NTT.

Karena itu, dukungan dunia usaha melalui KADIN dinilai penting untuk mempertemukan pelaku UMKM dengan peluang bisnis yang lebih luas.

Evaluasi Kredit, KUR Harus Tepat Sasaran

Di sisi lain, Charlie menegaskan Bank NTT terus melakukan pembenahan terhadap sistem pembiayaan, termasuk penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Ia mengakui pengalaman masa lalu menjadi pelajaran penting bagi manajemen Bank NTT untuk memperkuat tata kelola dan meningkatkan kualitas penyaluran kredit.

“Kita tidak bisa lagi seperti pengalaman masa lalu. Pengalaman masa lalu memberikan pelajaran yang berarti bagi kami,” katanya.

Menurut Charlie, pembenahan dilakukan agar kredit yang disalurkan benar-benar membantu pengembangan usaha masyarakat tanpa mengabaikan prinsip kehati-hatian perbankan.

“Akibat masa lalu yang menimbulkan beban bagi Bank NTT saat ini, kami terus membenahi sistem kerja dan pembiayaan. KUR harus benar-benar memberikan manfaat bagi pelaku usaha dan UMKM,” jelasnya.

Setiap pengajuan pembiayaan, lanjutnya, harus melalui proses seleksi dan analisis sesuai ketentuan bank.

Bank NTT juga menyediakan fasilitas pembiayaan bagi kelompok masyarakat tertentu, termasuk imigran, dengan tetap memperhatikan persyaratan dan kriteria yang berlaku.

Kolaborasi untuk Memperkuat Ekonomi NTT

Charlie berharap kerja sama Bank NTT dan KADIN tidak berhenti pada pembukaan peluang perdagangan internasional, tetapi juga menyentuh kebutuhan pelaku usaha kecil di daerah.

Ia mendorong keterlibatan pengusaha, pemerintah, dan perbankan untuk bersama-sama memperkuat UMKM agar memiliki kemampuan bersaing di pasar yang lebih luas.

Melalui sinergi tersebut, Bank NTT berharap semakin banyak pelaku UMKM memperoleh akses pembiayaan dan kesempatan mengembangkan usaha, sekaligus memanfaatkan potensi perdagangan dengan Timor-Leste dan Australia. (MI)