Imam Muda Keuskupan Agung Kupang, RD Aldy Wungo, Tutup Usia di Jakarta

Kupang, nwartapedia.com , — Kabar duka kembali menyelimuti umat Katolik di wilayah Keuskupan Agung Kupang. Imam muda yang juga menjabat sebagai Prefek Umum SMA Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang, RD Aldy Wungo, meninggal dunia setelah menjalani perawatan di Rumah Sakit Sint Carolus Borromeus, Jakarta, Jumat (13/3/2026) malam.

Berdasarkan informasi dari pihak Keuskupan Agung Kupang, almarhum mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 21.00 WIB setelah beberapa hari dirawat akibat sakit yang dideritanya.

Kepergian RD Aldy Wungo membawa duka mendalam bagi keluarga, para imam, seminaris, serta umat Katolik di Keuskupan Agung Kupang, khususnya komunitas besar Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang tempat almarhum mengabdikan diri sebagai pembina para calon imam.

Pihak Keuskupan juga menyampaikan bahwa proses pemulangan jenazah dari Jakarta ke Kupang mengalami penyesuaian jadwal.

Pengurusan dokumen karantina serta izin pengangkutan jenazah tidak dapat diselesaikan pada Jumat malam maupun Sabtu oleh pihak bandara, sehingga jenazah baru dijadwalkan diberangkatkan pada Minggu (15/3/2026) dini hari pukul 02.00 WIB menggunakan penerbangan Batik Air.

Jenazah diperkirakan tiba di Bandara El Tari Kupang sekitar pukul 06.00 WITA dan selanjutnya akan disemayamkan di Kapela Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang.

Sebagai bentuk penghormatan terakhir, Misa Requiem akan dilaksanakan pada Sabtu (14/3/2026) pukul 17.00 WITA di Kapela Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang. Para imam yang hadir diminta mengenakan kasula ungu sebagai tanda liturgi masa perkabungan.

Keuskupan Agung Kupang menyatakan bahwa informasi mengenai jadwal pemakaman dan rangkaian penghormatan terakhir bagi almarhum akan diumumkan lebih lanjut.

Semasa hidupnya, RD Aldy Wungo dikenal sebagai imam yang penuh dedikasi dalam mendampingi para seminaris. Pelayanannya dalam pembinaan calon imam membuatnya dikenal dekat dengan para siswa maupun sesama imam.

Kepergiannya menjadi kehilangan besar bagi Gereja Katolik di Nusa Tenggara Timur, khususnya bagi keluarga besar Seminari Menengah Santo Rafael Oepoi Kupang. Umat diajak untuk mendoakan almarhum agar memperoleh kedamaian abadi di sisi Tuhan.

Requiescat in Pace. (goe)




Pemkot Kupang Siap Dukung Festival Paskah Pemuda GMIT 2026

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyatakan dukungan penuh Pemerintah Kota Kupang terhadap pelaksanaan Festival Paskah Pemuda GMIT Tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi panitia festival di Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Rabu (11/3/2026).

Pertemuan tersebut dihadiri Ketua Pemuda Sinode GMIT Erenst Blegur, Pdt. Hery Herewilla, serta panitia Festival Paskah GMIT 2026. Turut mendampingi Wali Kota, Kepala DPMPTSP Kota Kupang Wildrian Ronald Otta dan Kabag Kesra Setda Kota Kupang Djoni Bire.

Wali Kota menyampaikan bahwa pemerintah kota siap berkolaborasi agar rangkaian kegiatan Paskah tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga berpotensi berkembang sebagai agenda wisata rohani di Kota Kupang.

Festival Paskah Pemuda GMIT 2026 dijadwalkan berlangsung pada 28 Maret hingga 10 April 2026 dengan sejumlah kegiatan utama seperti prosesi damai, pawai Paskah, Paskah Galilea, serta expo pemuda dan UMKM yang melibatkan ratusan pelaku usaha.

Pemerintah Kota Kupang juga menyatakan kesiapan memberikan dukungan fasilitas dan koordinasi lintas sektor guna menyukseskan kegiatan tersebut sekaligus mendorong dampak ekonomi bagi masyarakat. *




Wali Kota Kupang Hadiri Dialog Percepatan Sertifikasi Higiene Sanitasi untuk Dukung Program Makan Bergizi Gratis

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menghadiri dialog bersama para Kepala Dinas Kesehatan kabupaten/kota se-Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) terkait percepatan penerbitan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Kegiatan tersebut berlangsung di Hotel Aston Kupang, Kamis (12/3/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota menegaskan bahwa aspek keamanan dan kebersihan makanan menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).

Menurutnya, makanan yang bergizi harus disertai dengan standar higiene dan sanitasi yang terjamin agar aman dikonsumsi masyarakat, khususnya anak-anak.

Ia juga memaparkan capaian Kota Kupang dalam penerbitan SLHS bagi dapur SPPG. Hingga 11 Maret 2026, dari total 36 SPPG yang ada, sebanyak 34 telah memperoleh sertifikat, sementara dua lainnya masih dalam tahap proses administrasi dan pemeriksaan.

Sementara itu, Direktur Penyediaan dan Penyaluran Wilayah 3 Badan Gizi Nasional, Ranto, menjelaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis merupakan program strategis pemerintah untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat serta mendukung pengembangan sumber daya manusia.

Menurutnya, penerapan standar higiene sanitasi menjadi syarat utama dalam operasional setiap SPPG guna memastikan keamanan pangan bagi masyarakat penerima manfaat.

Melalui dialog tersebut, pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat memperkuat koordinasi serta mempercepat penerbitan SLHS di seluruh SPPG di Provinsi NTT sehingga pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan lebih optimal, aman, dan berkualitas. *




Pemkot Kupang Evaluasi Program Stunting, Tekankan Sinergi dan Penguatan Data

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang menggelar kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Stunting Tahun 2025 serta Analisis Situasi (Ansit) Aksi Konvergensi Tahun 2026 di Ballroom Hotel Kristal Kupang, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan yang dibuka Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, S.H, ini dihadiri kepala perangkat daerah terkait, para camat, kepala Puskesmas, operator PLKB, serta operator kecamatan dan Puskesmas.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa percepatan penurunan stunting harus dilakukan secara terintegrasi dan berbasis data yang akurat.

Ia juga menekankan pentingnya program dan anggaran yang tepat sasaran bagi ibu hamil, balita, serta keluarga berisiko stunting.

Selain itu, Sekda mendorong peran aktif OPD dalam memberikan edukasi kepada masyarakat terkait gizi, pola asuh anak, sanitasi lingkungan, serta perilaku hidup bersih dan sehat.

Kegiatan tersebut juga diisi dengan pemaparan hasil Monev Stunting Tahun 2025 oleh Plt. Sekretaris Bappeda Kota Kupang Imelda Fonyke Nange, ST., MT, serta pemaparan skor konvergensi stunting oleh Perencana Ahli Muda Mixon Tamonob, SE.

Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Kupang menegaskan komitmennya memperkuat sinergi lintas sektor serta pemanfaatan data dalam upaya mempercepat penurunan stunting di daerah. *




Kerja Sama PT Klinik Olahraga Kupang dengan STKIP Citra Bakti Ngada Perkuat Pengembangan SDM Olahraga

Kupang, nwartapedia.com – Direktur PT Klinik Olahraga Kupang, Dr. Frans Sales, M.Pd., M.M, menilai kerja sama antara STKIP Citra Bakti Ngada dan PT Klinik Olahraga Kupang sebagai langkah strategis dalam mendorong kemajuan pendidikan serta pengembangan sumber daya manusia di bidang keolahragaan.

Kepada media ini, Frans Sales menyampaikan bahwa kolaborasi tersebut merupakan momentum penting yang dapat memberikan dampak positif bagi perkembangan STKIP Citra Bakti Ngada di masa depan.

“Ini merupakan langkah berani dan sangat strategis demi kemajuan masa depan STKIP. Semangat kolaborasi yang dibangun melalui PKS ini menjadi momentum strategis, sekaligus inovasi dan investasi bagi kemajuan STKIP Citra Bakti Ngada,” ujar Frans Sales.

Penandatanganan perjanjian kerja sama (PKS) tersebut berlangsung di kantor PT Klinik Olahraga Kupang pada Kamis, 12 Maret 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan lembaga profesional dalam pengembangan ilmu keolahragaan.

Menurut Frans Sales, kerja sama tersebut juga menjadi spirit bagi PT Klinik Olahraga Kupang untuk terus memperluas jaringan kemitraan dengan berbagai pihak dalam rangka meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga.

“Kerja sama ini juga menjadi semangat bagi kami di PT Klinik Olahraga Kupang untuk terus melakukan ekspansi dan menjalin kolaborasi dengan berbagai institusi guna menciptakan SDM tenaga keolahragaan yang berkualitas, profesional, dan berdaya saing global,” tambahnya.

Dari pihak STKIP Citra Bakti Ngada, penandatanganan kerja sama mendapat dukungan dari pimpinan kampus dan yayasan.

Dalam kegiatan tersebut, pihak kampus diwakili oleh dosen Prodi PJKR Obet Kleden, S.Pd., M.Or yang juga sebagai Kepala Pusat Jaminan Mutu dan Akreditasi STKIP Citra Bakti Ngada

Melalui kolaborasi ini, kedua pihak berharap dapat memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pelatihan, serta pengembangan kompetensi sumber daya manusia di bidang keolahragaan. (MI)




FPK NTT Gelar Buka Puasa Kebangsaan di Monumen Flobamora

Kupang, nwartapedia.com – Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT menggelar kegiatan buka puasa bersama di kawasan Monumen Flobamora Rumah Pancasila, Desa Nitneo, Kabupaten Kupang, Selasa (10/3).

Kegiatan ini menjadi simbol kebersamaan lintas agama sekaligus momentum memperkuat nilai persatuan dan kebangsaan.

Ketua FPK NTT, Ir. Theodorus Widodo, mengatakan kegiatan buka puasa bersama tersebut sengaja dilaksanakan di lokasi monumen sebagai bentuk persaudaraan dengan umat Muslim yang tengah menjalankan ibadah Ramadan, sekaligus memanjatkan doa agar pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila dapat segera dilanjutkan dan diselesaikan.

Acara diawali dengan pengantar dari Ketua FPK NTT, kemudian dipandu oleh Ustaz Mu’alim Chaniago sebagai pembawa acara.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan lantunan salawat, tauziah oleh Kiai Pono Musariyokerto , serta dialog kebangsaan sambil menunggu waktu berbuka puasa.

Dalam dialog tersebut, Theo Widodo sapaan akrabnya menceritakan sejarah lahirnya gagasan pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila. 

Ia menjelaskan bahwa ide pembangunan monumen muncul dari diskusi para pengurus FPK NTT yang ingin menghadirkan simbol nyata penguatan nilai-nilai Pancasila di tengah tantangan ideologi yang dapat mengancam persatuan bangsa.

“Pancasila adalah dasar negara dan perekat bangsa. Karena itu kami di FPK NTT merasa perlu menghadirkan simbol yang mengingatkan bangsa akan pentingnya menjaga nilai-nilai Pancasila,” ujarnya.

Menurut Theo Widodo, gagasan pembangunan monumen tersebut bermula dari diskusi para pengurus FPK yang menilai bahwa penguatan wawasan kebangsaan tidak cukup hanya dilakukan melalui diskusi, tetapi harus diwujudkan melalui langkah nyata.

Bersama sejumlah tokoh FPK seperti Raymundus Lema dan Pius Rengka, mereka kemudian berupaya mencari lokasi yang tepat untuk pembangunan monumen tersebut. 

Namun upaya mencari lahan tidaklah mudah. Akhirnya, Theo Widodo bersama keluarganya memutuskan untuk menghibahkan sebagian lahan miliknya seluas sekitar 5.000 meter persegi yang berada di puncak Desa Nitneo, Kabupaten Kupang, yang berbatasan langsung dengan wilayah Kota Kupang.

Theo Widodo mengungkapkan, keputusan tersebut juga melalui diskusi bersama keluarga di rumah. Dalam perbincangan tersebut, putranya, dr. Christian Widodo yang saat ini menjabat sebagai Wali Kota Kupang turut memberikan dukungan.

“Dalam diskusi keluarga itu, putra saya dr.Christian Widodo yang saat itu mengatakan bahwa kalau untuk negara, kita harus memberikan yang terbaik,” ungkap Theo Widodo.

Dukungan keluarga tersebut semakin menguatkan keputusannya untuk menghibahkan lahan tersebut demi pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila.

Rencana pembangunan monumen kemudian disampaikan kepada Gubernur Frans Lebu Raya dan ketua DPRD NTT Anwar Pua Geno. 

Setelah melalui proses pembahasan dan persetujuan, pembangunan monumen dimulai dengan peletakan batu pertama pada tahun 2018.

Namun pembangunan monumen tersebut belum sepenuhnya rampung setelah berakhirnya masa jabatan kepala daerah saat itu.

Aloysius Dando dari Ikatan Keluarga Besar Nagekeo (Ikebana) selanjutnya menambahkan, harapan untuk melanjutkan pembangunan kembali muncul setelah Gubernur NTT Melkiades Laka Lena bersama Bupati Kupang dan Wali Kota Kupang mengunjungi langsung lokasi pembangunan monumen tersebut.

Menurutnya, ketiga kepala daerah tersebut memiliki komitmen untuk melanjutkan dan menyelesaikan pembangunan monumen yang diharapkan menjadi ikon baru bagi Kota dan Kabupaten Kupang.

Selain sebagai simbol kebangsaan, Monumen Flobamora Rumah Pancasila juga diyakini memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi baru di kawasan tersebut.

“Selama ini, pertumbuhan ekonomi Kota Kupang dinilai lebih berkembang ke arah timur. Kehadiran monumen di kawasan Nitneo diharapkan mampu membuka pusat aktivitas ekonomi baru di wilayah perbatasan Kota Kupang dan Kabupaten Kupang.” Imbuh ketua Banjar Darma Agung Bali Gede Aribawa.

Monumen Flobamora Rumah Pancasila dirancang memiliki tinggi sekitar 40 meter dan berdiri di atas bukit dengan ketinggian sekitar 101 meter di atas permukaan laut, sehingga puncaknya mencapai sekitar 141 meter di atas permukaan laut.

Bangunan ini terdiri dari empat lantai yang dilengkapi berbagai fasilitas seperti teater, diorama sejarah, perpustakaan, hall, aula pertemuan, ruang rapat, serta fasilitas edukasi kebangsaan lainnya.

Dari puncak monumen yang nantinya dapat diakses menggunakan lift, pengunjung akan dapat menikmati panorama kawasan perairan selatan Kupang hingga gugusan pulau-pulau di sekitarnya.

Bahkan monumen tersebut dapat terlihat dari kejauhan oleh kapal yang melintas di perairan selatan pulau Timor maupun pesawat yang terbang di atas wilayah Kupang.

FPK NTT berharap pembangunan Monumen Flobamora Rumah Pancasila dapat segera diselesaikan sehingga tidak hanya menjadi simbol persatuan bangsa, tetapi juga menjadi destinasi wisata dan pusat pertumbuhan ekonomi baru di Nusa Tenggara Timur. (MI)




Pemkot Kupang Bahas Usulan Pembangunan dalam Forum Perangkat Daerah RKPD 2027

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang menggelar Forum Perangkat Daerah untuk penyusunan Rancangan Awal Rencana Kerja Pemerintah Daerah (Ranwal RKPD) Tahun 2027 di Ballroom Hotel Aston Kupang, Selasa (10/3).

Forum yang dibuka Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jefry Edward Pelt, ini bertujuan menyelaraskan berbagai usulan pembangunan dari Musrenbang, pokok pikiran DPRD, serta rencana program perangkat daerah agar lebih tepat sasaran.

Sekda menegaskan seluruh perangkat daerah harus serius menyusun perencanaan pembangunan yang benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat, meski di tengah keterbatasan anggaran.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Kupang, Wildrian R. Otta, menjelaskan forum ini merupakan tahapan akhir proses perencanaan partisipatif sebelum dokumen RKPD disusun lebih lanjut.

Tercatat lebih dari seribu usulan pembangunan dari Musrenbang serta 190 pokok pikiran DPRD yang akan dipertajam sesuai prioritas pembangunan di Kupang, termasuk sektor ekonomi, sosial budaya, infrastruktur, serta penanganan stunting dan kemiskinan ekstrem. *




Pemkot Kupang Perkuat Dukungan Layanan Haji, Wali Kota Terima Audiensi Kemenhaj

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo menerima audiensi jajaran Kementerian Haji dan Umrah Kota Kupang di ruang kerjanya, Selasa (11/3).

Pertemuan tersebut membahas koordinasi pelayanan ibadah haji serta dukungan Pemerintah Kota Kupang bagi calon jamaah.

Plt. Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kupang, Marhaban Adhang, menjelaskan bahwa pelayanan administrasi haji dipusatkan di Kupang dan juga melayani jamaah dari sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Timur seperti Kabupaten Sabu Raijua dan Kabupaten Rote Ndao.

Saat ini kantor tersebut memiliki sekitar 16 pegawai dengan keterbatasan ruang kerja.

Untuk tahun 2026, jumlah calon jamaah haji asal Kota Kupang tercatat sekitar 151 orang, sementara total jamaah dari wilayah layanan mencapai lebih dari 170 orang.

Para jamaah dijadwalkan berangkat menuju embarkasi pada 10 Mei 2026 sebelum melanjutkan perjalanan ke Arab Saudi.

Menanggapi hal itu, Wali Kota Christian Widodo menegaskan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam mendukung penyelenggaraan haji. Pada tahun 2026, Pemkot Kupang telah mengalokasikan bantuan transportasi sebesar Rp500 juta bagi calon jamaah.

Ia juga menyarankan pemeriksaan kesehatan jamaah dilakukan melalui layanan terpadu di rumah sakit agar prosesnya lebih mudah.

Selain itu, pemerintah daerah siap membantu menyediakan aset atau lahan untuk pembangunan kantor Kementerian Haji dan Umrah Kota Kupang di masa depan.

Wali Kota berharap sinergi antara pemerintah daerah dan pihak Kementerian Haji dan Umrah terus diperkuat guna meningkatkan pelayanan bagi masyarakat, khususnya calon jamaah haji Kota Kupang. *




BMKG Kupang: Kemarau 2026 di NTT Berpotensi Datang Lebih Awal, Warga Diminta Waspada Kekeringan

Kupang, nwartapedia.com — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kupang memprediksi musim kemarau di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada tahun 2026 akan datang lebih cepat dibandingkan pola normal tahunan.

Kepala Stasiun Klimatologi Kelas II Lasiana BMKG Kupang, Rahmatullah Adji, menyampaikan bahwa berdasarkan hasil analisis klimatologi terbaru, sebagian besar wilayah NTT diperkirakan mulai memasuki periode kemarau sekitar bulan April 2026.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui di ruang kerjanya pada Selasa (10/3/2026).

“Berdasarkan prediksi kami, awal musim kemarau di wilayah NTT kemungkinan sudah mulai terjadi sekitar bulan April, yang berarti datang lebih cepat dari kondisi normal,” jelas Adji.

Ia mengungkapkan bahwa karakteristik musim kemarau tahun ini diprediksi juga berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya. Pada 2026, musim kemarau di NTT diperkirakan memiliki sifat yang relatif lebih kering.

Menurutnya, kondisi ini dipengaruhi oleh dinamika atmosfer dan pola angin yang berkembang di wilayah NTT dan sekitarnya.

Selain itu, BMKG juga memantau potensi munculnya fenomena iklim global El Niño pada paruh kedua tahun ini yang berpotensi memperkuat kondisi kering di sejumlah wilayah.

“Pada semester kedua tahun ini terdapat peluang terjadinya fenomena El Niño dengan probabilitas sekitar 50 hingga 60 persen, terutama mulai bulan Juli ke atas,” ungkapnya.

Sementara itu, meskipun musim kemarau diprediksi datang lebih awal, Adji menjelaskan bahwa masih terdapat sebagian kecil wilayah di NTT yang berpotensi mengalami puncak hujan hingga sekitar bulan Juli.

Namun kondisi tersebut diperkirakan hanya terjadi di sekitar dua Zona Musim (ZOM) atau sekitar tujuh persen dari total wilayah NTT.

Dengan adanya prediksi tersebut, BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk mulai melakukan langkah antisipasi, terutama terhadap kemungkinan terjadinya kekeringan pada musim kemarau tahun ini.

Ia menambahkan, informasi prakiraan musim ini diharapkan dapat menjadi acuan bagi berbagai sektor, khususnya pertanian dan pengelolaan sumber daya air, agar dapat menyesuaikan perencanaan kegiatan menghadapi kondisi iklim yang diperkirakan lebih kering dari biasanya. (MI)




Persatuan Cricket Kota Kupang Matangkan Persiapan Pelantikan Pengurus Periode 2026–2030

Kupang, nwartapedia.com — Pengurus Persatuan Cricket Kota Kupang menggelar rapat pemantapan persiapan pelantikan kepengurusan periode 2026–2030 yang berlangsung di Aula Inspektorat Kota Kupang lantai 1, Selasa (10/3/2026).

Rapat tersebut dipimpin oleh Frengky Amalo dan dihadiri oleh seluruh perwakilan divisi dalam struktur organisasi Persatuan Cricket Kota Kupang.

Pertemuan ini bertujuan memastikan seluruh rangkaian persiapan pelantikan dapat berjalan terkoordinasi dan sesuai rencana.

Dalam arahannya, Frengky Amalo menegaskan pentingnya peran aktif setiap pengurus dalam menyukseskan agenda pengukuhan kepengurusan yang dijadwalkan berlangsung pada awal April 2026.

Menurutnya, kegiatan pelantikan nantinya akan melibatkan sekitar 100 undangan dari berbagai unsur di luar jajaran pengurus, sehingga diperlukan kesiapan yang matang dari seluruh panitia dan pengurus.

“Seluruh pengurus diharapkan dapat berperan aktif sesuai dengan tugas dan tanggung jawab masing-masing agar pelaksanaan pelantikan dapat berjalan lancar dan sukses,” ujar Frengky dalam rapat tersebut.

Selain membahas mekanisme pelaksanaan acara, rapat juga menyepakati berbagai kebutuhan teknis yang perlu dipersiapkan, antara lain penyediaan seragam panitia, konsumsi bagi peserta dan tamu undangan, serta kebutuhan publikasi seperti pencetakan spanduk kegiatan.

Sementara itu, Wakil Ketua II Persatuan Cricket Kota Kupang, Eri Laylena, mengingatkan seluruh panitia agar setiap keputusan yang telah disepakati dalam rapat benar-benar dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Ia menekankan bahwa koordinasi yang baik dan kesiapan yang matang akan menjadi faktor penting dalam menentukan keberhasilan kegiatan pelantikan.

“Kita berharap semua kesepakatan yang telah dibangun bersama dalam rapat ini dapat dijalankan dengan baik. Persiapan harus dilakukan secara serius dan mantap agar pelantikan nanti berlangsung sukses,” ujarnya.

Rencananya, pelantikan pengurus Persatuan Cricket Kota Kupang periode 2026–2030 akan dilaksanakan di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang pada awal April 2026.

Melalui momentum tersebut, kepengurusan baru diharapkan mampu memperkuat pembinaan dan pengembangan olahraga cricket di Kota Kupang, sekaligus mendorong peningkatan prestasi atlet daerah pada berbagai ajang kompetisi di tingkat provinsi maupun nasional. (Goe)