Hoaks Undangan Wali Kota Tel Aviv Dibantah, Pemkot Kupang Minta Publik Tidak Terprovokasi

Kupang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang memberikan klarifikasi tegas terkait beredarnya konten di media sosial yang mengklaim adanya undangan kepada Wali Kota Tel Aviv, Ron Huldai, untuk datang ke Kota Kupang melalui jalur Timor Leste.

Setelah dilakukan penelusuran serta konfirmasi langsung kepada Wali Kota Kupang, Christian Widodo, bersama Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Kota Kupang, dipastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan termasuk kategori hoaks.

Pemkot Kupang menegaskan bahwa tidak pernah ada agenda ataupun komunikasi resmi terkait undangan kepada Wali Kota Tel Aviv.

Narasi yang menyebutkan kedatangan melalui jalur Timor Leste juga dipastikan sebagai informasi yang direkayasa tanpa dasar yang jelas.

Selain itu, konten visual yang beredar turut menjadi sorotan karena merupakan hasil manipulasi digital.

Foto yang digunakan dalam unggahan tersebut diketahui merupakan dokumentasi kegiatan resmi Pemerintah Kota Kupang yang telah diedit dan disalahgunakan konteksnya.

Fakta sebenarnya, dokumentasi asli menunjukkan momen Wali Kota Kupang saat menyerahkan cinderamata kepada pejabat lingkup Pemerintah Kota Kupang yang memasuki masa purna bhakti, bukan pertemuan dengan pihak luar negeri sebagaimana yang diklaim dalam narasi hoaks.

Pemerintah Kota Kupang mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi, terutama yang beredar luas di platform digital seperti TikTok, Facebook, dan Instagram.

Masyarakat diimbau untuk selalu mengedepankan sikap kritis serta memastikan kebenaran informasi melalui sumber resmi pemerintah sebelum membagikannya kembali.

“Bijak bermedia sosial adalah kunci untuk mencegah penyebaran hoaks. Mari bersama menjaga ruang informasi yang sehat dan bertanggung jawab,” demikian imbauan Pemkot Kupang. (MI)




Wali Kota Kupang Desak Ruang Fiskal Lebih Longgar, Isu Belanja Pegawai Mengemuka di Forum Kemendagri

Kupang, nwartapedia.com  — Keterbatasan ruang fiskal dan ketatnya aturan belanja pegawai menjadi sorotan utama dalam rapat koordinasi pengelolaan keuangan daerah yang digelar di Aula Fernandes, Lantai 4 Kantor Gubernur NTT, Selasa (31/3/2026).

Dalam forum yang menghadirkan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Agus Fatoni, Wali Kota Kupang, Christian Widodo, menyampaikan langsung berbagai tantangan yang dihadapi pemerintah daerah, khususnya terkait keterbatasan anggaran di tengah tuntutan peningkatan pelayanan publik.

Menurutnya, kondisi fiskal saat ini membuat daerah berada dalam posisi sulit antara memenuhi kewajiban regulasi dan menjaga kualitas layanan kepada masyarakat.

Ia menegaskan bahwa fleksibilitas kebijakan menjadi kebutuhan mendesak.

“Daerah membutuhkan ruang yang lebih adaptif agar tetap mampu menjalankan fungsi pelayanan secara optimal tanpa mengabaikan aturan yang ada,” ujarnya.

Ia juga menyinggung upaya peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dinilai tidak bisa dilakukan secara instan tanpa dukungan anggaran yang memadai.

Di tengah kebijakan efisiensi, langkah ekspansi pendapatan menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.

Selain itu, Pemerintah Kota Kupang turut menyoroti perlunya perhatian terhadap daerah yang berprestasi, termasuk harapan atas insentif bagi capaian sebagai daerah terbaik TP2DD di wilayah Nusa Tenggara, Bali, dan Papua.

Menanggapi hal tersebut, Agus Fatoni menjelaskan bahwa meskipun regulasi dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2022 memberikan batasan tegas, pemerintah pusat tetap membuka ruang penyesuaian melalui kebijakan tertentu.

Ia menekankan pentingnya penataan ulang struktur belanja daerah serta optimalisasi sumber pendapatan baru, termasuk melalui digitalisasi sistem keuangan.

“Efisiensi dan inovasi menjadi kunci. Pemerintah daerah perlu memperkuat strategi pendapatan dan memanfaatkan teknologi sebagai penggerak utama,” jelasnya.

Fatoni juga mengapresiasi komitmen kepala daerah di NTT dalam mempertahankan tenaga PPPK sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas layanan publik.

Sementara itu, Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, menilai solusi atas persoalan fiskal daerah dapat ditempuh melalui kebijakan strategis tanpa harus melalui proses legislasi yang panjang.

Ia mengusulkan adanya diskresi bersama antara kementerian terkait, yakni Kementerian Dalam Negeri, Kementerian Keuangan, dan Kementerian PAN-RB, sebagai langkah cepat untuk menjawab kebutuhan daerah.

“Pendekatan kebijakan lintas kementerian menjadi kunci agar daerah tidak terjebak dalam keterbatasan fiskal yang berlarut-larut,” tegasnya.

Gubernur juga mendorong penguatan kolaborasi lintas sektor, termasuk optimalisasi potensi pajak kendaraan bermotor yang dinilai masih belum tergarap maksimal.

Forum tersebut menjadi momentum penting dalam menyuarakan kondisi riil daerah, sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam merumuskan solusi atas tantangan pengelolaan keuangan di tengah dinamika regulasi yang terus berkembang. ***




YJI NTT Gelar Senam Jantung Sehat dan Salurkan Bantuan bagi Pasien Anak dengan Kelainan Jantung

Kupang, nwartapedia.com — Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Cabang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kembali menggelar kegiatan Senam Jantung Sehat yang dirangkaikan dengan aksi sosial berupa penyaluran bantuan YJI Pusat kepada keluarga pasien anak dengan kelainan jantung, Keynandra Yanselino Porwata . 

Kegiatan ini berlangsung di halaman BPR Christa Jaya, Sabtu (4/4/2026).

Ketua YJI Cabang NTT, Ir. Theodorus Widodo, menegaskan bahwa senam jantung sehat merupakan program berbasis ilmiah yang dirancang oleh para ahli kardiologi dan telah diterapkan secara konsisten dalam upaya promotif dan preventif kesehatan masyarakat.

“Gerakan dalam senam ini bukan sekadar gerakan fisik senam biasa, tetapi gerakan fisik yang telah melalui kajian medis dan praktik jangka panjang sehingga memberikan manfaat optimal bagi kesehatan jantung,” Ujar Theo Widodo.

Ia menambahkan, kegiatan senam dilaksanakan secara rutin setiap Sabtu pertama dan ketiga, serta selalu disertai dengan edukasi kesehatan guna meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap penyakit kardiovaskular atau jantung dan pembuluh darah.

Dalam kesempatan tersebut, YJI NTT juga menyalurkan bantuan YJI Pusat kepada keluarga bayi Kinandra Yanselino yang telah menjalani tindakan operasi medis di Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita Jakarta yang difasilitasi Yayasan Jantung Indonesia.

Bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian sekaligus dukungan berkelanjutan bagi pasien dan keluarga.

Theo Widodo turut menyampaikan apresiasi kepada para dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah (Kardiologi) Kota Kupang juga pengurus YJI NTT yang telah berperan aktif dalam penanganan pasien jantung di NTT, termasuk memfasilitasi rujukan dan pendampingan medis bagi pasien anak.

Pada sesi edukasi, dr. Lowry Yunita Sp.JP menjelaskan bahwa penyakit jantung pada anak terbagi menjadi dua kategori utama, yakni penyakit jantung bawaan dan penyakit jantung yang didapat.

Ia menekankan pentingnya deteksi dini melalui pengenalan gejala awal.

“Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain perubahan warna kulit menjadi kebiruan, infeksi saluran pernapasan yang berulang, serta gangguan pertumbuhan seperti berat badan yang tidak meningkat,” ungkapnya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk tidak ragu memanfaatkan fasilitas kesehatan jantung yang tersedia di Kota Kupang mengingat akses layanan spesialis jantung kini semakin luas.

Sementara itu, ibu dari Kinandra Yanselino, Dewi Karibera, menyampaikan rasa syukur dan terimakasih atas perhatian dan bantuan yang diberikan.

Ia mengisahkan perjalanan panjang penanganan medis anaknya sejak lahir hingga menjalani tindakan di Jakarta.

“Dengan dukungan Yayasan Jantung Indonesia, para dokter dan berbagai pihak, anak kami yang waktu itu baru berusia 28 hari bisa mendapatkan penanganan yang diperlukan. Saat ini anak kami sudah berusia 6 bulan dan kondisinya semakin membaik dan masih dalam tahap pemantauan lanjutan oleh dr Lowry,” tuturnya.

Kegiatan ini mencerminkan komitmen YJI dalam mengintegrasikan upaya promotif, preventif, dan sosial kemanusiaan, sekaligus memperkuat kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga kesehatan jantung sejak usia dini. (MI)




Umat Katolik di Kupang Rayakan Kamis Putih Khidmat, Ditekankan Iman yang Hidup dan Penuh Kasih

Kupang, nwartapedia.com — Umat Katolik di seluruh dunia merayakan Kamis Putih sebagai bagian dari rangkaian Tri Hari Suci. Di Kota Kupang, perayaan berlangsung khidmat di Kapela Stasi Santo Agustinus Bello, Paroki Santo Fransiskus dari Asisi Kolhua, pada Kamis (2/4/2026) malam.

Ratusan umat mengikuti Misa Kamis Putih yang dipimpin Pastor Paroki, RD Longginus Bone, yang akrab disapa Romo Dus Bone. Misa kedua yang dimulai pukul 19.00 WITA berlangsung penuh penghayatan, setelah sebelumnya misa pertama digelar pada pukul 17.00 WITA dengan partisipasi umat yang juga tinggi.

Kamis Putih merupakan momen penting yang mengenangkan Perjamuan Terakhir Yesus Kristus bersama para murid-Nya.

Dalam peristiwa tersebut, Yesus menetapkan Ekaristi sekaligus memberikan teladan kerendahan hati melalui tindakan membasuh kaki para rasul.

Dalam homilinya, Romo Dus Bone menegaskan bahwa iman tidak boleh berhenti pada keyakinan batin semata, tetapi harus diwujudkan dalam tindakan nyata sehari-hari.

“Iman tidak cukup hanya menjadi keyakinan, tetapi harus tampak dalam tindakan kasih yang tulus,” ungkapnya.

Ia mengajak umat untuk menghadirkan nilai kasih dalam kehidupan, baik di dalam keluarga, komunitas, maupun masyarakat luas. Menurutnya, sikap saling menghargai, melayani, dan mengampuni merupakan cerminan iman yang hidup.

Romo Dus juga menekankan pentingnya kesetiaan dalam iman di tengah berbagai tantangan kehidupan.

Ia mengingatkan bahwa teladan Yesus menunjukkan kekuatan sejati terletak pada kasih yang lembut, penuh belas kasih, dan tanpa kekerasan.

“Dari Yesus kita belajar menjadi pembawa damai, menghadirkan keadilan, dan merawat persaudaraan,” tambahnya.

Perayaan Ekaristi dilanjutkan dengan ritus pembasuhan kaki sebagai simbol kerendahan hati dan pelayanan. Suasana ibadat semakin khusyuk dengan iringan koor dari Kelompok Umat Basis (KUB) Santa Maria Virgo yang membawakan lagu-lagu liturgi secara penuh penghayatan.

Sebagai penutup, dilaksanakan perarakan Sakramen Mahakudus yang diarak mengelilingi umat sebelum ditahtakan di tempat khusus di dalam kapela. Prosesi ini melambangkan kehadiran Kristus yang senantiasa menyertai umat-Nya.

Usai pentahtaan, umat dari berbagai wilayah atau KUB secara bergilir melaksanakan doa berjaga sepanjang malam di hadapan Sakramen Mahakudus. Tradisi ini menjadi bentuk kesetiaan sekaligus permenungan atas sengsara Kristus.

Memasuki Jumat pagi, rangkaian ibadat dilanjutkan dengan adorasi, Jalan Salib, serta ibadat penghormatan Salib Suci sebagai bagian dari peringatan wafat Yesus Kristus.

Dengan partisipasi umat yang tinggi dan suasana yang sarat makna, perayaan Misa Kamis Putih di Kapela Stasi Santo Agustinus Bello menjadi momen refleksi iman yang mendalam, mengantar umat memasuki misteri sengsara, wafat, dan kebangkitan Kristus dalam perayaan Paskah.
(goe)




Kupang Bidik Panggung Nasional, Wali Kota Undang Wapres Hadiri Pawai Paskah GMIT 2026

Kupang, nwartapedia.com   – Pemerintah Kota Kupang terus mendorong Pawai Paskah GMIT menjadi agenda berskala nasional. Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mengungkapkan telah mengundang Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, untuk hadir dan menyaksikan langsung perayaan Paskah tersebut pada tahun 2026.

Undangan kepada Wakil Presiden disampaikan atas permintaan panitia Paskah Pemuda GMIT 2026.

Panitia menilai Wali Kota Kupang memiliki komunikasi yang baik dengan pemerintah pusat, sehingga diharapkan dapat menjembatani penyampaian undangan resmi.

“Kami sudah mengundang Wakil Presiden untuk hadir di Kota Kupang. Ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum besar untuk mengangkat nama daerah,” ujar Christian Widodo.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kepastian kehadiran Wakil Presiden masih bergantung pada agenda kenegaraan.

“Kami tentu berharap beliau dapat hadir, namun kita juga memahami bahwa jadwal beliau sangat padat,” jelasnya.

Kendati belum pasti, sinyal positif telah diterima dari komunikasi awal yang terjalin.

“Dari komunikasi yang ada, beliau memiliki keinginan untuk hadir dalam Pawai Paskah nanti,” tambahnya.

Lebih dari sekadar perayaan keagamaan, Pemerintah Kota Kupang menargetkan Pawai Paskah GMIT sebagai ikon kota yang mampu menembus skala nasional, bahkan internasional.

“Kita ingin Pawai Paskah GMIT ini menjadi identitas Kota Kupang, seperti Semana Santa yang sudah dikenal luas,” tegas Wali Kota.

Ia menilai, potensi Pawai Paskah GMIT sangat besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata religi unggulan di Indonesia Timur.

Selain memperkuat nilai spiritual dan persaudaraan, kegiatan ini juga berpeluang menggerakkan ekonomi masyarakat melalui sektor pariwisata dan UMKM.

Pawai Paskah GMIT sendiri merupakan tradisi tahunan yang diselenggarakan oleh Pemuda Sinode GMIT dan selalu melibatkan ribuan peserta dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.

Antusiasme masyarakat terlihat dari memadatinya ruas jalan utama Kota Kupang setiap pelaksanaan, dengan prosesi yang kaya akan simbol iman, budaya, dan pesan perdamaian.

Untuk tahun 2026, panitia memperkirakan partisipasi akan meningkat signifikan dengan keterlibatan puluhan ribu peserta dalam rangkaian Festival Paskah GMIT, mulai dari prosesi damai, prosesi Galilea, hingga pawai akbar.

Apabila kehadiran Wakil Presiden benar-benar terwujud, hal ini diyakini akan menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan Kota Kupang ke tingkat nasional sekaligus memperkuat posisi Pawai Paskah GMIT sebagai salah satu event keagamaan dan budaya terbesar di kawasan timur Indonesia.

Langkah ini menjadi bagian dari visi Pemerintah Kota Kupang dalam membangun identitas daerah berbasis kekuatan budaya dan tradisi lokal yang hidup di tengah masyarakat. (MI)




Survei Kepuasan Pelanggan Tunjukkan Peningkatan Layanan Perumda Air Minum Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com  —  Kinerja pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang menunjukkan tren positif berdasarkan hasil Survei Kepuasan Pelanggan (SKP) periode Juli–Desember 2025. Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) tercatat sebesar 82,54 atau berada pada kategori baik, meningkat dari periode sebelumnya yang berada di angka 77,27.

Survei yang dilakukan secara berkala setiap enam bulan ini menilai sembilan unsur pelayanan, mulai dari persyaratan, prosedur, kecepatan layanan, kesesuaian tarif, hingga kualitas sarana dan prasarana.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, mengapresiasi kinerja seluruh jajaran yang dinilai berhasil meningkatkan kualitas layanan.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu dibenahi.

“Peningkatan ini patut disyukuri, namun kami tetap berkomitmen memperbaiki kekurangan, khususnya pada aspek yang masih dinilai kurang baik,” ujarnya pada Rabu (1/4/2026).

Dari hasil survei, dua unsur memperoleh predikat sangat baik, empat unsur berada pada kategori baik, sementara tiga unsur lainnya masih perlu peningkatan, terutama dalam penanganan pengaduan dan kualitas sarana pendukung.

Survei ini melibatkan 375 responden dari total 17.991 pelanggan dan dilaksanakan secara online sesuai pedoman Permen PANRB Nomor 14 Tahun 2017.

Manajemen Perumda Air Minum Kota Kupang menegaskan hasil survei ini akan menjadi dasar evaluasi untuk terus meningkatkan kualitas layanan, sekaligus mendorong semangat pembenahan di era baru perusahaan demi kepuasan pelanggan yang lebih optimal. (MI)




Wali Kota Kupang: Bantuan Pangan Bukan Sekadar Seremonial, tetapi Wujud Kehadiran Negara bagi Rakyat

Kupang, nwartapedia.com — Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo menegaskan bahwa penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan memiliki makna mendalam sebagai bentuk nyata kehadiran pemerintah bagi warga yang membutuhkan.

Hal tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan penyaluran bantuan pangan di Kelurahan Nefonaek Rabu (1/4/2016)

Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa pangan tidak hanya berkaitan dengan kebutuhan dasar, tetapi juga menyangkut martabat dan ketahanan keluarga.

“Pangan itu bukan hanya soal kebutuhan dasar, tetapi juga menyangkut martabat. Ketika kebutuhan terpenuhi, keluarga menjadi kuat. Jika keluarga kuat, maka masyarakat kuat, dan pada akhirnya Kota Kupang juga menjadi kuat,” ujarnya.

Menurutnya, pembangunan daerah harus dimulai dari penguatan individu dan keluarga.

Wali Kota menilai program bantuan pangan memiliki peran strategis dalam menciptakan fondasi tersebut, terutama bagi masyarakat yang berada dalam kondisi rentan.

Wali Kota juga menegaskan komitmennya untuk hadir langsung di tengah masyarakat sebagai bentuk kepedulian. Meski memiliki agenda lain bersama Gubernur, ia tetap menyempatkan diri hadir dalam kegiatan tersebut.

“Saya ingin hadir walaupun hanya sebentar. Ini adalah bentuk cinta dan perhatian kepada masyarakat. Tanpa bapak dan mama sekalian, saya tidak bisa berdiri di sini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk kondisi ekonomi global yang tidak menentu.

“Kita tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kita butuh kolaborasi pemerintah, BULOG, tokoh agama, komunitas, hingga seluruh elemen masyarakat. Kalau kita berjalan bersama, kita bisa menghadapi berbagai tantangan,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Perum BULOG Kanwil Nusa Tenggara Timur atas dukungan dalam menjaga stabilitas pangan di Kota Kupang.

Menurutnya, pemerintah daerah justru sangat membutuhkan peran BULOG dalam memastikan ketersediaan dan distribusi bahan pokok.

Data penyaluran bantuan pangan tahun 2026 menunjukkan peningkatan signifikan jumlah penerima. Dari sekitar 21 ribu penerima pada tahun 2025, kini meningkat menjadi hampir 39.809 penerima atau naik lebih dari 80 persen.

Selain itu, cakupan penerima juga diperluas dari desil 1–3 menjadi hingga desil 4.

“Ini peningkatan yang sangat baik. Selain menjaga stabilitas harga, program ini juga membantu meringankan beban masyarakat dan memperkuat ketahanan pangan,” jelasnya.

Wali Kota menambahkan, program bantuan pangan juga berkontribusi dalam menjaga inflasi serta memastikan masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan dasar di tengah berbagai tantangan ekonomi.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus memperkuat kebersamaan dan semangat gotong royong dalam membangun Kota Kupang ke depan.

“Kalau kita mau berjalan cepat, kita bisa berjalan sendiri. Tapi kalau kita ingin berjalan jauh, kita harus berjalan bersama-sama. Dengan kebersamaan, kita bisa membangun Kota Kupang yang lebih kuat dan berkelanjutan,” pungkasnya. (MI)




Wali Kota Kupang Dorong Reformasi Pelayanan Publik Berbasis Sistem

Kupang, nwartapedia.com   — Wali Kota Kupang menegaskan komitmennya untuk mendorong reformasi pelayanan publik melalui perbaikan sistem kerja aparatur sipil negara (ASN).

Penegasan tersebut disampaikan saat memimpin apel kekuatan ASN lingkup Pemerintah Kota Kupang di pelataran Kantor Wali Kota, Senin (30/3/2026).

Apel tersebut diikuti oleh seluruh ASN, mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga perusahaan daerah.

Dalam arahannya, Wali Kota menekankan pentingnya perubahan paradigma kerja ASN dari pola reaktif menjadi sistematis dan berkelanjutan.

Menurutnya, selama ini masih terdapat kecenderungan penyelesaian masalah secara kasuistik atau insidental.

Hal tersebut dinilai tidak efektif untuk jangka panjang dan justru menunjukkan lemahnya sistem pelayanan yang ada.

“Kita tidak bisa terus bekerja seperti pemadam kebakaran. Yang dibutuhkan adalah sistem yang mampu mencegah masalah sejak awal,” tegasnya.

Ia menyoroti sejumlah layanan publik yang masih bergantung pada intervensi pimpinan, seperti pengelolaan sampah, administrasi kependudukan, hingga layanan sosial.

Kondisi ini, lanjutnya, mencerminkan belum optimalnya sistem kerja di masing-masing organisasi perangkat daerah.

“Jika setiap persoalan harus diselesaikan melalui instruksi pimpinan, itu artinya sistem belum berjalan sebagaimana mestinya. Pelayanan yang baik harus mampu berjalan secara otomatis dan terstruktur,” ujarnya.

Wali Kota juga menekankan pentingnya penerapan standar operasional prosedur (SOP) yang jelas, kepastian waktu pelayanan, serta alur layanan yang mudah dipahami masyarakat.

Ia meminta setiap perangkat daerah membangun sistem kerja yang tetap berjalan efektif meskipun tanpa kehadiran pimpinan.

Selain itu, seluruh ASN diingatkan untuk mengubah pola pikir, dari sekadar menyelesaikan pekerjaan harian menjadi perancang sistem pelayanan jangka panjang yang berdampak nyata bagi masyarakat.

“Kota ini tidak membutuhkan ASN yang sekadar sibuk, tetapi ASN yang bekerja secara benar, terukur, dan berdampak,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Wali Kota juga mengingatkan pentingnya disiplin ASN, termasuk dalam penggunaan media sosial saat jam kerja.

Ia mengungkapkan bahwa pemerintah telah membentuk tim khusus untuk memantau aktivitas ASN di media sosial guna menjaga profesionalitas dan integritas.

“ASN adalah wajah pemerintah di mata masyarakat. Setiap tindakan kita akan dinilai publik,” pungkasnya.

Apel ini menjadi momentum evaluasi sekaligus penguatan komitmen ASN untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui sistem yang efektif, profesional, dan berkelanjutan di Kota Kupang. (goe)




Pemkot Kupang Gaungkan Pendidikan Kolaboratif Lewat Belajaraya 2026

Kupang, nwartapedia.com  — Pemerintah Kota Kupang terus mendorong penguatan ekosistem pendidikan yang inklusif dan kolaboratif melalui pelaksanaan Kegiatan Belajaraya Kota Kupang Tahun 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Sabtu (28/3), secara resmi dibuka oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H.

Kegiatan ini menghadirkan berbagai unsur pendidikan, mulai dari jaringan komunitas, guru, siswa, hingga organisasi pendidikan yang tergabung dalam Komunitas dan Organisasi Pendidikan (KOP) Kota Kupang.

Turut hadir pula Sekretaris Jaringan Semua Murid Semua Guru (SMSG), Adelia Anri Fanbela, bersama para narasumber dan moderator diskusi publik.

Dalam arahannya, Sekda menegaskan bahwa kemajuan pendidikan tidak dapat dicapai secara parsial, melainkan membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Ia menilai kolaborasi antara sekolah, keluarga, dan komunitas menjadi kunci dalam menciptakan generasi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga berkarakter kuat.

Menurutnya, tantangan pendidikan saat ini semakin kompleks seiring perkembangan teknologi dan arus informasi yang begitu cepat.

Oleh karena itu, penguatan nilai-nilai karakter dinilai penting agar generasi muda mampu memilah informasi serta tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal negatif.

“Pendidikan hari ini harus mampu menjawab tantangan zaman. Kita tidak hanya berbicara soal prestasi akademik, tetapi juga bagaimana membentuk pribadi yang tangguh, mandiri, dan memiliki kepedulian sosial,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya ruang belajar di luar sekolah sebagai bagian dari proses pembentukan karakter.

Aktivitas sosial, organisasi, serta interaksi di masyarakat disebut memiliki peran besar dalam membentuk kepribadian peserta didik secara utuh.

Sementara itu, Sekretaris Umum SMSG, Adelia Anri Fanbela menjelaskan bahwa Belajaraya merupakan bagian dari gerakan nasional yang bertujuan memperkuat jejaring antar pelaku pendidikan.

Program ini menghadirkan berbagai kegiatan seperti kelas belajar, diskusi publik, hingga forum berbagi praktik baik.

Ia menambahkan bahwa Belajaraya Kupang menjadi salah satu rangkaian kegiatan daerah yang akan bermuara pada puncak perayaan pendidikan nasional pada 2 Mei 2026 di Taman Ismail Marzuki, Jakarta.

Melalui kegiatan ini, seluruh pihak diharapkan dapat terus memperkuat sinergi dan menghadirkan inovasi dalam dunia pendidikan, sehingga mampu menciptakan sistem pendidikan yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan di Kota Kupang. *




Gotong Royong Umat Warnai Persiapan Minggu Palma di Kapela Santo Agustinus Bello

Kupang, nwartapedia.com — Menjelang Minggu Palma, umat Katolik di Kota Kupang menunjukkan semangat kebersamaan dalam mempersiapkan perayaan yang menandai awal Pekan Suci menuju Paskah.

Panitia Paskah Kapela Santo Agustinus Bello menyiapkan sekitar 6.000 batang daun palem untuk kebutuhan liturgi pada perayaan yang akan berlangsung Minggu, 29 Maret 2026. Misa dijadwalkan digelar dalam dua sesi, yakni pukul 06.00 WITA dan 08.00 WITA.

Ketua panitia, Herman Takene, menyampaikan bahwa seluruh persiapan telah dilakukan secara matang dengan melibatkan partisipasi aktif umat.

Prosesi perayaan akan diawali dengan pemberkatan daun palem melalui perarakan imam bersama umat dari salah satu rumah warga menuju kapela.

“Seluruh persiapan sudah kami lakukan bersama umat, termasuk penyediaan daun palem untuk kebutuhan liturgi,” ujarnya.

Diperkirakan lebih dari 3.000 umat akan mengikuti perayaan tersebut, sehingga panitia memastikan seluruh kebutuhan dapat terpenuhi dengan baik.

Anggota panitia, Diki Tuah, menjelaskan bahwa daun palem didatangkan dari wilayah Nekamese dan Baumata, Kabupaten Kupang, sejak dua hari sebelumnya dengan harga sekitar Rp3.000 per batang.

Ia menambahkan, seluruh proses mulai dari pengadaan hingga penataan daun palem dilakukan secara swadaya oleh panitia dan umat sebagai bentuk kebersamaan dalam menyambut perayaan iman.

Minggu Palma sendiri memiliki makna penting bagi umat Katolik, yakni mengenang peristiwa masuknya Yesus Kristus ke Yerusalem yang disambut dengan daun palma sebagai simbol sukacita dan penghormatan.

Perayaan ini sekaligus membuka rangkaian Pekan Suci yang berpuncak pada Hari Raya Paskah. (goe)