Kupang Menuju Kota Percontohan Pengelolaan Sampah Nasional, Pemerintah Pusat Beri Dukungan Penuh

Kupang, nwartapedia.com – Langkah serius Pemerintah Kota Kupang dalam membenahi sistem pengelolaan sampah mendapat penguatan dari pemerintah pusat.

Hal ini mengemuka dalam audiensi antara Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Haruki Agustina, serta jajaran Pusdal Lingkungan Hidup Bali Nusra di ruang kerja Wali Kota Kupang, Rabu (8/4).

Turut hadir mendampingi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH, Kepala DPMTSP Kota Kupang, Wildrian Ronald Otta, S.STP, MM, serta Kabid Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 DLHK Kota Kupang, Achmad Likur.

Dalam pertemuan tersebut, pemerintah pusat menyampaikan apresiasi atas progres nyata yang telah dicapai Kota Kupang. Direktur Mitigasi Perubahan Iklim, Haruki Agustina, menilai komitmen yang ditunjukkan menjadi modal penting untuk mendorong Kupang tampil sebagai daerah percontohan di Nusa Tenggara Timur, bahkan di tingkat nasional.

“Sebagai ibu kota provinsi, Kupang memiliki peran strategis. Apa yang dilakukan di sini bisa menjadi acuan bagi daerah lain. Kami melihat keseriusan yang patut diapresiasi dan didorong lebih jauh,” ujarnya.

Data terbaru menunjukkan peningkatan capaian pengelolaan sampah Kota Kupang dari 41,93 menjadi 50,8. Meski masih dalam kategori pembinaan, tren ini dinilai sebagai fondasi kuat untuk akselerasi ke depan.

Pemerintah pusat pun mendorong peningkatan yang lebih ambisius agar Kupang mampu melampaui target nasional.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Kementerian Lingkungan Hidup akan memberikan pendampingan menyeluruh, mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia, intensifikasi edukasi publik, hingga pengembangan kemitraan dengan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR).

Salah satu langkah strategis yang akan dijalankan adalah pengembangan proyek percontohan pengelolaan sampah terpadu berbasis kecamatan dengan pendekatan zero waste.

Program ini dirancang melibatkan berbagai pihak, termasuk BUMN seperti Pertamina dan PLN, untuk mengoptimalkan pengolahan sampah menjadi energi alternatif dan produk bernilai ekonomi.

Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, menegaskan bahwa pemerintah daerah siap menjalankan transformasi secara bertahap namun konsisten.

Ia menyebut pembenahan sistem pengelolaan sampah menjadi salah satu prioritas utama pembangunan kota.

“Kami tidak ingin lagi hanya memindahkan sampah. Yang kami bangun adalah sistem pengelolaan yang menyeluruh, dari hulu hingga hilir. Ini proses besar, tapi kami siap menjalaninya,” tegasnya.

Saat ini, produksi sampah di Kota Kupang mencapai sekitar 267 ton per hari. Untuk mengatasinya, Pemkot telah menyiapkan skema pengelolaan berbasis wilayah dengan target setiap kecamatan memiliki Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST), sehingga hanya sebagian kecil residu yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Target kami jelas, hanya sekitar 15 persen residu yang masuk ke TPA. Sisanya harus diolah dan dimanfaatkan secara optimal,” jelasnya.

Berbagai inovasi juga telah diimplementasikan, seperti pembentukan Satgas Penanganan Sampah, pengaturan waktu pembuangan, penyediaan kontainer sampah, hingga program kompetisi kebersihan antar kelurahan dengan insentif mencapai Rp1 miliar.

Meski demikian, tantangan utama masih terletak pada perubahan perilaku masyarakat. Pemerintah terus menggencarkan edukasi melalui berbagai pendekatan, mulai dari lingkungan pendidikan, tempat ibadah, hingga komunitas warga.
Haruki menekankan bahwa keberhasilan program pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh kolaborasi antara sistem yang baik dan partisipasi aktif masyarakat.

Oleh karena itu, pemerintah pusat juga mendorong pelibatan tenaga penyuluh lintas sektor guna memperkuat edukasi pemilahan sampah sejak dari sumber.

Audiensi ini menghasilkan komitmen bersama untuk memperkuat koordinasi dan pendampingan berkelanjutan, termasuk pemantauan progres secara rutin.

Dengan sinergi yang semakin solid antara pemerintah pusat dan daerah, Kota Kupang kini berada di jalur strategis menuju kota percontohan pengelolaan sampah tidak hanya di NTT, tetapi juga berpotensi menjadi inspirasi di tingkat nasional. *




“Asa dan Rasa” Diluncurkan, Potret Satu Tahun Kepemimpinan NTT Diuji Publik

Kupang, nwartapedia.com  – Peluncuran buku “Asa dan Rasa: Refleksi Setahun Ayo Bangun NTT” yang digelar di Aula El Tari, Kamis (9/4/2026), menjadi panggung refleksi terbuka atas perjalanan satu tahun awal kepemimpinan Melkiades Laka Lena bersama Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma.

Editorial Rudi Rihi dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa lebih dari sekadar seremoni, kehadiran buku ini, menjadi ruang evaluasi publik terhadap arah pembangunan yang dijanjikan dalam gerakan “Ayo Bangun NTT”.

Buku Asa dan Rasa merangkum berbagai pandangan dari beragam kalangan dan menghadirkan potret jujur tentang sejauh mana janji politik mulai terwujud dalam realitas.

Buku ini menempatkan refleksi sebagai instrumen utama untuk mengukur jarak antara harapan dan kenyataan.

Dari berbagai testimoni dan data yang dihimpun, tergambar bahwa arah pembangunan mulai bergerak ke jalur yang tepat, meski diakui masih menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Narasi yang dibangun juga menegaskan bahwa langkah awal pemerintahan Melki–Johni telah menapakkan fondasi penting. Rute menuju perubahan dinilai sudah terbentuk, walaupun masih membutuhkan konsistensi, keberanian, serta kerja kolaboratif lintas sektor.

Dalam sambutannya, Gubernur NTT, Melkiades Laka Lena, menyampaikan bahwa buku ini merupakan bentuk pertanggungjawaban moral kepada masyarakat.

“Buku ini adalah catatan perjalanan sekaligus refleksi atas apa yang telah kami kerjakan dalam satu tahun. Ini bukan akhir, melainkan pijakan awal untuk memastikan bahwa pembangunan NTT berjalan ke arah yang inklusif dan berkeadilan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa membangun NTT bukan sekadar urusan administratif, tetapi juga upaya merawat keberagaman dan menghadirkan keadilan sosial.

Dengan kekayaan sumber daya alam, budaya, serta kearifan lokal, NTT memiliki potensi besar yang harus dikelola secara bersama.

Gubernur juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, DPRD, akademisi, dunia usaha, tokoh masyarakat, hingga diaspora sebagai bagian dari kekuatan pembangunan yang inklusif.

“Capaian yang ada hari ini adalah hasil kerja kolektif. Perbedaan bukan menjadi penghalang, tetapi menjadi kekuatan untuk melahirkan kebijakan yang lebih bijaksana,” tambahnya.

Meski demikian, ia mengakui masih terdapat berbagai keterbatasan dalam pelaksanaan pembangunan selama satu tahun terakhir. Karena itu, refleksi yang dituangkan dalam buku ini diharapkan menjadi bahan evaluasi yang jujur sekaligus kompas untuk langkah ke depan.

Sementara itu, Wakil Gubernur NTT, Jhoni Asadoma, menegaskan bahwa peluncuran buku ini harus dimaknai sebagai ruang diskusi dan refleksi bersama, bukan sekadar laporan kinerja pemerintah.

“Kita hadir dalam ruang ini sebagai ruang diskusi dan refleksi. Buku ini bukan hanya dokumentasi, tetapi upaya membaca diri dan perjalanan awal pemerintahan dalam bingkai harapan dan kenyataan,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa pembangunan tidak hanya diukur dari capaian program, tetapi juga dari bagaimana kebijakan tersebut dirasakan dan dimaknai oleh masyarakat.

Menurutnya, konsep asa dan rasa menjadi kunci penting dalam memahami arah pembangunan. Asa mencerminkan harapan besar yang dititipkan rakyat, sementara rasa menggambarkan realitas yang dialami masyarakat sehari-hari.

“Diskusi ini penting karena pembangunan tidak boleh berhenti pada narasi pemerintah saja, tetapi harus membuka ruang berbagai perspektif. Ada optimisme, ada kritik, dan di situlah kekuatan kita untuk berbenah dan melangkah lebih baik,” tegasnya.

Wakil Gubernur juga menyebut bahwa berbagai capaian awal sudah mulai terlihat, mulai dari penguatan ekonomi rakyat, pembangunan berbasis desa, peningkatan layanan kesehatan dan pendidikan, hingga reformasi birokrasi agar lebih dekat dengan masyarakat.

Namun demikian, ia menegaskan bahwa capaian tersebut masih merupakan fondasi awal yang membutuhkan konsistensi, keberlanjutan, dan peningkatan kualitas ke depan.

Kegiatan ini turut dihadiri Ketua DPRD Provinsi NTT, jajaran pemerintah provinsi, serta seluruh pimpinan OPD, sebagai bentuk komitmen bersama dalam mendorong transparansi dan akuntabilitas pembangunan daerah.

Melalui buku Asa dan Rasa, pemerintah berharap masyarakat tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga bagian aktif dalam proses pembangunan.

Buku ini diharapkan menjadi jembatan antara harapan dan kenyataan, sekaligus penguat semangat bersama menuju NTT yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera. (MI)




Undana Kukuhkan Tiga Guru Besar Baru, Perkuat Benteng Akademik di Tengah Tantangan AI

Kupang, nwartapedia.com — Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mempertegas komitmennya dalam penguatan kualitas akademik dengan mengukuhkan tiga guru besar baru dalam Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Grha Cendana, Kupang, Rabu (8/4/2026).

Pengukuhan ini menambah jumlah profesor di Undana menjadi 79 orang. Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., menyebut capaian tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkokoh “benteng akademik” kampus di tengah dinamika perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tiga akademisi yang resmi dikukuhkan sebagai guru besar yakni Prof. Dr. Linda W. Fanggidae, S.T., M.T. sebagai pakar Arsitektur dan Perilaku, Prof. Dr. Drs. Wiliam Djani, M.Si. sebagai pakar Reformasi Kebijakan Pembangunan Kesehatan, serta Prof. Zakaria Seba Ngara, Ph.D. sebagai pakar Fisika Material.

Dalam sambutannya, Rektor Undana menyoroti fenomena meningkatnya penggunaan Artificial Intelligence (AI) di kalangan mahasiswa. Ia mengingatkan bahwa meskipun AI mampu mengolah data secara cepat, peran manusia—khususnya guru besar—tetap tidak tergantikan.

“AI mungkin unggul dalam mengolah data, tetapi guru besar memiliki dimensi yang tidak dimiliki teknologi, yakni hati nurani, emosi, dan kepekaan terhadap konteks lokal. Di sinilah peran penting guru besar dalam membimbing mahasiswa menjadi pemikir yang kritis dan bermakna,” tegasnya.

Hal senada juga disampaikan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, S.Si., Apt., yang menyambut baik bertambahnya guru besar di Undana. Ia menilai kepakaran para profesor sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan daerah, mulai dari sektor infrastruktur, kesehatan, hingga pengembangan energi baru.

Prosesi pengukuhan turut diwarnai dengan orasi ilmiah dari masing-masing profesor yang mengangkat isu-isu strategis berbasis kebutuhan lokal.

Di bidang arsitektur, Prof. Linda W. Fanggidae menyoroti pentingnya pendekatan desain berbasis perilaku manusia. Ia mengkritisi kegagalan sejumlah desain modern yang mengabaikan aspek sosial, serta mencontohkan bagaimana ruang-ruang sederhana di NTT justru mampu menjadi pusat interaksi sosial karena selaras dengan kebutuhan masyarakat.

Sementara itu, Prof. Wiliam Djani mengulas persoalan stunting dari perspektif kebijakan publik. Ia menegaskan bahwa tantangan utama bukan hanya keterbatasan anggaran, tetapi lemahnya koordinasi antar lembaga. Ia pun mendorong pendekatan baru yang menempatkan masyarakat sebagai subjek utama pembangunan, dengan pemerintah berperan sebagai fasilitator.

Di bidang sains, Prof. Zakaria Seba Ngara memperkenalkan inovasi karbon nanodots (K-dots) yang dikembangkan dari bahan organik lokal seperti kulit buah naga dan lengkuas. Teknologi ini dinilai potensial untuk meningkatkan produktivitas pertanian, khususnya pada tanaman kacang-kacangan, sekaligus menjadi solusi alternatif dalam menghadapi tantangan energi dan pangan.

Bagi Prof. Zakaria, momen pengukuhan ini memiliki makna personal yang mendalam. Ia mengungkapkan bahwa di tengah perjuangannya menghadapi kondisi kesehatan, capaian ini menjadi motivasi untuk terus berkarya dan memberikan kontribusi bagi kemanusiaan.

Melalui pengukuhan tiga guru besar ini, Undana menegaskan bahwa pengembangan ilmu pengetahuan harus tetap berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan dan relevansi terhadap kebutuhan masyarakat lokal.

“Ilmu pengetahuan tidak boleh menjauhkan kita dari nilai kemanusiaan. Justru sebaliknya, harus menjadi alat untuk menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat,” menjadi pesan kuat yang mengemuka dalam momentum akademik tersebut. *




Transformasi Penilaian Akhir, Thomas Doni Ungkap SMAN 1 Amarasi Barat Gunakan Ujian Berbasis Karya Ilmiah

Kupang, nwartapedia.com — SMAN 1 Amarasi Barat terus menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kualitas pendidikan melalui inovasi sistem evaluasi pembelajaran. Sekolah ini kini menerapkan Ujian Sekolah berbasis proyek bagi siswa kelas XII sebagai bagian dari transformasi penilaian akhir yang lebih komprehensif.

Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun kompetensi akademik sekaligus membentuk karakter peserta didik secara menyeluruh.

Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, S.Pd., MM, mengungkapkan bahwa penerapan sistem ini telah berjalan selama dua tahun terakhir dan memberikan dampak positif terhadap proses belajar siswa.

“Selama ini kita tidak lagi menggunakan pola ujian konvensional berbasis soal. Sebagai gantinya, siswa diwajibkan menyusun karya tulis ilmiah sebagai bentuk penilaian akhir,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (9/4/2026).

Menurutnya, pendekatan ini dirancang untuk mendorong siswa lebih aktif dalam proses pembelajaran, tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga pada proses berpikir dan pemahaman.

“Melalui metode ini, siswa dilatih untuk berpikir kritis, menganalisis persoalan, serta meningkatkan kemampuan literasi melalui penelitian sederhana yang kontekstual dengan kehidupan mereka,” ujarnya.

Sebanyak 136 siswa kelas XII terlibat dalam program ini dan dibagi dalam kelompok bimbingan kecil. Setiap guru membimbing antara tiga hingga enam siswa guna memastikan proses penelitian dan penulisan berjalan efektif.

Proses penyusunan karya tulis dimulai sejak Oktober 2025 dan rampung pada akhir Maret 2026. Setiap siswa diwajibkan menyerahkan karya tulis dalam tiga rangkap sebagai bagian dari kelengkapan ujian.

Tahapan selanjutnya adalah presentasi karya ilmiah yang dijadwalkan berlangsung pada 13 hingga 18 April 2026. Sistem ini mengadopsi pola sidang ilmiah, di mana siswa memaparkan serta mempertanggungjawabkan hasil penelitiannya di hadapan tim penguji.

“Dari presentasi itu, kami dapat menilai sejauh mana pemahaman siswa terhadap karya yang mereka susun, sekaligus mengukur kesiapan mental mereka dalam menyampaikan gagasan,” terang Thomas.

Nilai dari presentasi tersebut kemudian akan diintegrasikan dengan hasil ujian teori yang telah dilaksanakan sebelumnya, sehingga menghasilkan penilaian akhir yang lebih komprehensif dan terukur.

Dalam pelaksanaannya, sekolah turut melibatkan empat pengawas dari Dinas Pendidikan Provinsi NTT sebagai penguji eksternal, sementara 22 guru internal berperan sebagai pembimbing. Secara keseluruhan, sekolah ini didukung oleh 35 tenaga pendidik dan lima tenaga kependidikan.

Thomas menegaskan bahwa penelitian yang dilakukan siswa dirancang sederhana dan berbasis lingkungan sekitar, sehingga tidak membebani siswa secara finansial.

“Kami arahkan agar topik penelitian tetap dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa, sehingga tidak membutuhkan biaya besar. Umumnya hanya untuk pengetikan dan pencetakan karya tulis,” ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa sistem ini tidak hanya berorientasi pada nilai akhir, tetapi juga pada pembentukan karakter dan kesiapan siswa menghadapi jenjang pendidikan berikutnya.

“Kami ingin memastikan siswa siap secara akademik maupun mental. Pengalaman ini diharapkan menjadi bekal penting saat mereka melanjutkan ke perguruan tinggi,” tambahnya.

Di sisi lain, sekolah juga mengakui masih terdapat sejumlah kendala, terutama terkait keterbatasan sarana pendukung seperti komputer dan akses layanan percetakan, mengingat lokasi sekolah yang relatif jauh dari pusat kota.

Sebagai solusi, pihak sekolah menyediakan fasilitas laboratorium komputer yang dapat dimanfaatkan siswa secara bergantian di luar jam pembelajaran.

Ke depan, evaluasi rutin akan terus dilakukan guna menyempurnakan pelaksanaan ujian berbasis proyek ini.

“Ini merupakan upaya berkelanjutan kami dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kami akan terus melakukan pembenahan agar sistem ini semakin efektif dan memberikan manfaat nyata bagi siswa,” tutup Thomas Doni. (MI)




Ferdy Jeremias: HUT ke-17 Jadi Momentum Perumda Air Minum Kota Kupang Hadir Lebih Dekat untuk Masyarakat

Kupang, nwartapedia.com  – Memasuki usia ke-17, Perumda Air Minum Kota Kupang terus menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan sekaligus menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial yang digelar pada Rabu (8/4/2026).

Kepala Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdy Jeremias, menyampaikan bahwa tema “17 Tahun Mengalirkan Harapan” bukan sekadar slogan, melainkan cerminan dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam menjangkau kebutuhan masyarakat secara lebih luas.

“Momentum ulang tahun ini kami maknai sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan masyarakat. Tidak hanya melalui pelayanan air bersih, tetapi juga melalui kegiatan sosial yang memberi dampak langsung,” ujarnya.

Berbagai kegiatan digelar dalam rangkaian HUT tersebut, mulai dari pemeriksaan kesehatan gratis, donor darah, hingga talkshow interaktif di sejumlah radio lokal. Namun, perhatian terbesar masyarakat tertuju pada pasar murah yang dipusatkan di halaman kantor Perumda Air Minum Kota Kupang.

Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi dengan Perum BULOG NTT, Bank Indonesia, serta sejumlah mitra lainnya yang menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.

Menurut Ferdy, tingginya antusiasme masyarakat, khususnya pada program pembayaran menggunakan QRIS dari Bank Indonesia dengan harga Rp1, menjadi bukti bahwa kegiatan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan warga.

“Kami melihat sendiri bagaimana masyarakat sangat antusias. Ini menjadi evaluasi bagi kami ke depan agar kegiatan seperti ini bisa dilakukan dengan skala yang lebih besar dan menjangkau lebih banyak warga,” jelasnya.

Ia juga mengapresiasi inovasi digital yang dihadirkan oleh Bank Indonesia dalam mendukung kemudahan transaksi bagi masyarakat.

“Kami berharap pola seperti ini bisa terus dikembangkan, tidak hanya di kegiatan kami, tetapi juga di berbagai pasar murah lainnya. Ini sangat membantu masyarakat, apalagi dengan harga yang sangat terjangkau,” tambahnya.

Meski demikian, Ferdy tidak menampik adanya warga yang belum sempat mendapatkan bahan pokok karena tingginya minat. Hal tersebut, menurutnya, menjadi catatan penting untuk pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat yang belum kebagian. Ke depan, kami akan berupaya meningkatkan ketersediaan stok agar manfaatnya bisa dirasakan lebih merata,” ungkapnya.

Menutup pernyataannya, Ferdy menegaskan bahwa Perumda Air Minum Kota Kupang akan terus berkomitmen menghadirkan pelayanan terbaik sekaligus memberikan kontribusi sosial yang berkelanjutan.

“Semoga harapan yang kami alirkan tidak hanya melalui air bersih, tetapi juga melalui setiap kegiatan yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat,” pungkasnya. (MI)




Rangkaian HUT Perumda Air Minum Kota Kupang Diisi Donor Darah, Layanan Kesehatan hingga Pasar Murah

Kupang, nwartapedia.com — Perumda Air Minum Kota Kupang terus menunjukkan komitmennya dalam pelayanan publik melalui berbagai kegiatan sosial yang digelar dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 tahun yang jatuh pada tanggal 3 April.

Sejumlah agenda kemanusiaan dan pemberdayaan masyarakat dilaksanakan secara terpadu dan mendapat antusiasme tinggi dari warga.

Ketua Panitia HUT, Marius R. Seran yang juga menjabat sebagai Kepala SPI Perumda Air Minum Kota Kupang, menjelaskan bahwa pada hari Rabu tersebut difokuskan pada tiga kegiatan utama, yakni donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, serta pasar murah.

“Pada hari ini, kami melaksanakan donor darah bekerja sama dengan PMI, kemudian pemeriksaan kesehatan gratis bersama Puskesmas Oesapa, dan juga pasar murah yang melibatkan berbagai pihak seperti Bulog, Bank Indonesia, Hypermart, serta UMKM lokal,” ungkapnya pada Rabu (8/4/2026).

Ia menambahkan, kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis dan donor darah hanya berlangsung pada Rabu (8/4/2026), sementara pasar murah akan terus dibuka hingga tanggal 10 April 2026 agar masyarakat memiliki waktu lebih luas untuk berpartisipasi.

“Pasar murah ini berlangsung selama tiga hari ke depan. Kami ingin memastikan masyarakat bisa merasakan langsung manfaatnya, khususnya dalam mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” jelas Mario.

Selain kegiatan pada hari puncak tersebut, rangkaian HUT Perumda Air Minum Kota Kupang juga telah diisi dengan berbagai kegiatan sosial lainnya, seperti kunjungan dan penyaluran bantuan ke panti asuhan, pembagian air bersih gratis kepada masyarakat, hingga program pemasangan sambungan rumah (SR) gratis bagi warga.

Menurut Mario, seluruh rangkaian kegiatan telah dipersiapkan sejak satu bulan sebelumnya melalui koordinasi intensif dengan berbagai pihak, termasuk dukungan sponsor dari sektor perbankan seperti BRI, BNI, dan Mandiri, serta kolaborasi dengan sejumlah vendor.

“Harapan kami, momentum HUT ini tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga mampu membangkitkan semangat pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang agar semakin optimal. Kami juga ingin membangun partisipasi masyarakat untuk bersama-sama mendukung pelayanan air minum yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, dr. Alvin Soehendry Wijaya dari Unit Donor Darah PMI Provinsi NTT menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan donor darah tersebut.

“Kami sangat berterima kasih kepada Perumda Air Minum Kota Kupang atas inisiatif kegiatan ini. Mudah-mudahan darah yang terkumpul hari ini dapat membantu pasien-pasien di rumah sakit yang membutuhkan,” katanya.

Ia juga menekankan bahwa kebutuhan darah terus meningkat seiring pertumbuhan jumlah penduduk dan pasien, sehingga kegiatan donor darah seperti ini sangat penting untuk terus digalakkan.

Dengan rangkaian kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, HUT Perumda Air Minum Kota Kupang tahun ini tidak hanya menjadi ajang perayaan, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial dan penguatan pelayanan publik di Kota Kupang. (MI)




Haru dan Syukur, Pengasuh Panti GMIT 221 Oeba Apresiasi Bantuan Perumda Air Minum Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com  — Suasana penuh haru dan syukur mewarnai kunjungan Perumda Air Minum Kota Kupang ke Panti Asuhan GMIT 221 Oeba, Kelurahan Fatubesi, dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-17, Kamis (7/4/2026).

Kehadiran rombongan yang dipimpin langsung Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, disambut hangat oleh pengasuh panti, Ibu Bonya Rambu Leba, bersama 26 anak asuh.

Dalam kesempatan tersebut, Ibu Bonya menyampaikan rasa terima kasih yang tulus atas bantuan sembako dan perhatian yang diberikan. Ia mengaku sangat bersyukur karena bantuan tersebut menjadi berkat bagi anak-anak panti, terlebih karena direktur hadir secara langsung.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada keluarga besar Perumda Air Minum Kota Kupang yang sudah berbagi berkat bagi kami di sini. Kami juga merasa bangga dan terharu karena Bapak Direktur datang langsung mengunjungi kami. Ini menjadi perhatian yang sangat berarti bagi kami,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan ucapan selamat ulang tahun ke-17 kepada Perumda Air Minum Kota Kupang, seraya mendoakan agar perusahaan tersebut terus diberkati dalam melayani masyarakat.

Panti Asuhan GMIT 221 Oeba sendiri telah berdiri sejak 17 Juli 1962. Ibu Bonya telah mengabdikan dirinya selama kurang lebih 42 tahun sebagai pengasuh, dengan penuh ketulusan melayani anak-anak yang memiliki latar belakang dan karakter yang berbeda-beda.

Menurutnya, merawat anak-anak di panti bukan hanya soal memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga menghadirkan kasih sayang layaknya orang tua, terutama bagi anak-anak yang merindukan kehadiran keluarga.

“Kami melayani dengan kasih. Anak-anak ini membutuhkan perhatian dan cinta, apalagi saat mereka sakit. Kami selalu mengandalkan Tuhan dalam menjalani tugas ini,” ungkapnya.

Ia juga menuturkan bahwa kehidupan panti selama ini bergantung pada bantuan dari para donatur. Namun, ia percaya bahwa selalu ada tangan-tangan Tuhan yang hadir melalui orang-orang yang peduli.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menjelaskan bahwa bantuan yang diberikan merupakan bentuk kepedulian perusahaan dalam memenuhi kebutuhan dasar anak-anak panti, khususnya terkait gizi dan kebutuhan sehari-hari.

“Bantuan sembako ini kami harapkan dapat membantu pemenuhan kebutuhan gizi anak-anak. Hal ini juga sejalan dengan pentingnya asupan gizi yang baik untuk pertumbuhan,” jelasnya.

Ia menambahkan, kegiatan berbagi ini merupakan bagian dari rasa syukur Perumda di usia ke-17, sekaligus komitmen untuk terus hadir membantu masyarakat.

Selain itu, Isidorus kembali menegaskan pentingnya air sebagai sumber kehidupan. Oleh karena itu, Perumda akan terus berupaya meningkatkan pelayanan serta membuka peluang bantuan air bersih bagi masyarakat yang membutuhkan.

Dalam kesempatan tersebut, ia juga memberikan motivasi kepada anak-anak panti agar tetap semangat dalam belajar dan tidak menyerah pada keadaan.

“Teruslah belajar dan berjuang. Masa depan kalian ditentukan oleh usaha dan semangat kalian sendiri,” pesannya.

Kegiatan ini menjadi wujud nyata kepedulian sosial Perumda Air Minum Kota Kupang, sekaligus mempererat hubungan dengan masyarakat, khususnya anak-anak panti asuhan yang membutuhkan perhatian dan kasih sayang. (MI)




Di Balik HUT ke-17, Perumda Air Minum Kota Kupang Hadirkan Harapan bagi Anak Panti Aisyiyah

Kupang, wartapedia.com – Perayaan hari ulang tahun ke-17 Perumda Air Minum Kota Kupang tidak hanya menjadi ajang refleksi internal, tetapi juga momentum berbagi kasih kepada masyarakat.

Hal ini diwujudkan melalui kunjungan sosial ke Panti Asuhan Aisyiyah Kota Kupang, dengan membawa bantuan sembako dan dukungan dana, Kamis (7/4/2026).

Kedatangan rombongan yang dipimpin Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, disambut penuh kehangatan oleh Kepala Panti, Ustadz Syarif Idris, bersama puluhan anak asuh.

Dalam suasana penuh kekeluargaan, Ustadz Syarif Idris menyampaikan apresiasi mendalam atas perhatian yang diberikan.

Menurutnya, kehadiran Perumda bukan hanya memberi bantuan materi, tetapi juga menghadirkan semangat baru bagi anak-anak panti.

“Kami sangat bersyukur dan berterima kasih. Kehadiran ini menjadi bukti bahwa kami tidak sendiri. Semoga Perumda Air Minum Kota Kupang terus berkembang dan semakin besar manfaatnya bagi masyarakat,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, Panti Asuhan Aisyiyah yang berdiri sejak 1984 kini membina sekitar 50 anak dari berbagai daerah di Nusa Tenggara Timur.

Seluruh anak tinggal di asrama dan mengenyam pendidikan formal di sekolah Muhammadiyah, dengan kebutuhan operasional yang cukup besar setiap tahunnya.

Di tengah keterbatasan, dukungan dari berbagai pihak menjadi harapan utama untuk menjaga keberlangsungan pembinaan anak-anak tersebut, termasuk dalam pemenuhan kebutuhan dasar seperti air bersih.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan sekaligus wujud syukur atas perjalanan 17 tahun pelayanan kepada masyarakat.

“Ulang tahun ini kami maknai dengan berbagi. Kami ingin hadir lebih dekat dengan masyarakat, khususnya adik-adik di panti asuhan. Semoga bantuan ini bisa sedikit meringankan kebutuhan mereka,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya air sebagai sumber kehidupan, terutama di Kota Kupang yang memiliki tantangan tersendiri dalam ketersediaan air.

Oleh karena itu, Perumda berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan sekaligus memperluas jangkauan distribusi air bersih.

Ke depan, pihaknya membuka peluang untuk memberikan dukungan berkelanjutan, termasuk penyediaan air bersih secara rutin bagi panti asuhan.

Dalam kesempatan tersebut, Isidorus turut memberikan motivasi kepada anak-anak panti agar tetap optimis dan tekun dalam meraih masa depan.

“Jangan pernah merasa terbatas. Masa depan ditentukan oleh usaha dan semangat. Terus belajar dan percaya diri,” pesannya.

Kegiatan ini menjadi gambaran nyata bahwa perayaan hari jadi tidak hanya dirayakan secara seremonial, tetapi juga dapat menjadi sarana berbagi dan memperkuat kepedulian sosial di tengah masyarakat Kota Kupang. (MI)




Perumda Air Minum Kota Kupang Salurkan Bantuan ke Panti Asuhan Bakti Luhur Baumata

Kupang, wartapedia.com – Dalam rangka memperingati hari ulang tahun ke-17, Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Kupang menyalurkan bantuan sosial kepada anak-anak di Panti Asuhan Bakti Luhur Baumata, Selasa (7/4/2026).

Kegiatan ini menjadi wujud kepedulian sosial perusahaan terhadap sesama, khususnya anak-anak yang membutuhkan perhatian dan dukungan.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menyampaikan bahwa bantuan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk terus hadir di tengah masyarakat.

“Dalam rangka merayakan ulang tahun ke-17, kami dari Perumda memberikan bantuan untuk adik-adik di sini. Kami berharap mereka selalu sehat dan tetap semangat. Kegiatan ini bukan yang pertama, dan ke depan kami akan kembali berkunjung,” ujarnya.

Panti Asuhan Bakti Luhur Baumata yang dipimpin oleh Suster Regina Ambu saat ini menampung sebanyak 21 anak, terdiri dari 12 perempuan dan 9 laki-laki.

Selain memberikan pengasuhan, panti ini juga mengelola layanan pendidikan seperti PAUD dan Sekolah Luar Biasa (SLB) bagi anak-anak yang membutuhkan perhatian khusus.

Tenaga pengajar di panti tersebut berasal dari para suster serta dibantu oleh tenaga pengajar dari luar yang bekerja secara honorer, demi memastikan proses pendidikan tetap berjalan dengan baik.

Dalam kesempatan yang sama, Suster Regina Ambu menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas perhatian yang diberikan oleh Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas kunjungan dan perhatian yang diberikan hari ini. Ini menjadi penguatan bagi kami bahwa kami tidak sendiri, masih banyak pihak yang peduli dan memperhatikan kami,” ungkapnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat mempererat hubungan antara lembaga pelayanan publik dengan masyarakat, serta menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk turut berbagi dan peduli terhadap sesama, khususnya anak-anak di panti asuhan. (MI)




Wapres Gibran Buka Festival Paskah Pemuda GMIT di Kupang, Tegaskan Peran NTT sebagai Pusat Wisata Rohani

Kupang, nwartapedia.com — Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, secara resmi membuka Festival Paskah Pemuda Sinode Gereja Masehi Injili di Timor yang digelar di Bundaran Tirosa, Kota Kupang, Senin (6/4/2026).

Perayaan akbar ini diikuti sekitar 5.000 peserta dan menjadi momentum penting dalam memperkuat nilai iman, persatuan, dan toleransi di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Wapres memberikan apresiasi kepada Wali Kota Kupang, Christian Widodo, atas gagasannya menjadikan Festival Paskah Pemuda GMIT sebagai agenda wisata rohani unggulan di Nusa Tenggara Timur.

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya memperkuat identitas spiritual daerah, tetapi juga membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi lokal melalui sektor pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif.

“Ini bukan sekadar perayaan keagamaan, tetapi juga investasi sosial dan ekonomi. Jika dikembangkan secara berkelanjutan, festival ini bisa menjadi magnet wisata rohani yang berdampak luas bagi masyarakat,” ujar Gibran.

Prosesi pembukaan ditandai dengan penyerahan obor perdamaian kepada perwakilan pemuda GMIT, sebagai simbol komitmen bersama dalam menjaga kerukunan dan harmoni di tengah keberagaman.

Festival ini menghadirkan tiga rangkaian utama, yakni Prosesi Galilea, Prosesi Paskah, dan Prosesi Obor yang sarat nilai spiritual dan budaya.

Lebih lanjut, Wapres menyoroti besarnya potensi Nusa Tenggara Timur sebagai destinasi wisata rohani nasional.

Selain Festival Paskah di Kupang, terdapat pula Semana Santa Larantuka serta Patung Bunda Maria Bukit Segala Bangsa yang telah dikenal hingga mancanegara.

Ia optimistis, dengan pengelolaan yang baik dan dukungan berbagai pihak, sektor ini dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat citra daerah di kancah nasional.

Dalam kesempatan tersebut, Gibran juga mengingatkan masyarakat untuk terus menjaga persatuan di tengah tantangan global.

Ia menekankan pentingnya sikap bijak dalam menyikapi informasi, terutama di era digital yang rentan terhadap penyebaran hoaks.

“Jangan mudah terprovokasi. Kedepankan klarifikasi dan dialog jika terjadi perbedaan. Persatuan adalah kunci kekuatan bangsa,” tegasnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Gubernur NTT Melki Laka Lena, Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma, jajaran Forkopimda, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan pemuda GMIT dari berbagai wilayah.

Menutup sambutannya, Wapres menyampaikan apresiasi kepada GMIT atas kontribusinya dalam menjaga kerukunan dan mendukung pembangunan daerah.

Ia berharap sinergi antara pemerintah, gereja, dan masyarakat terus diperkuat demi kemajuan Nusa Tenggara Timur dan Indonesia secara keseluruhan. (MI)