Pemberdayaan Guru Prasekolah Menjadi ‘Kak Gigi’ untuk Deteksi Dini Karies di TK Kristen Baumata

Kupang, nwartapedia.com  –  Tim dosen dan mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang memberdayakan guru prasekolah menjadi kader kesehatan gigi atau “Kak Gigi” untuk mendukung deteksi dini karies pada anak di TK Kristen Baumata, Kecamatan Taebenu pada Kamis (24/9/2026).

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (Pengabmas) ini dipimpin oleh drg. Emma Krisyudhanti, MDSc, bersama anggota tim drg. Ratih Variani, M.Kes, dan drg. Shri Ayu Purnami Mahastuti, MKM, serta melibatkan tiga mahasiswa Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Kemenkes Kupang.

Program tersebut bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru, orang tua, serta siswa dalam menjaga kesehatan gigi dan mulut, sekaligus mendorong deteksi lebih awal terhadap masalah gigi pada anak.

Karies gigi masih menjadi persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian sejak usia dini. Berdasarkan laporan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi masalah kesehatan gigi pada penduduk Indonesia tertinggi ditemukan pada kelompok usia 5–9 tahun, yakni sebesar 49,9 persen.

Karies dapat menyebabkan nyeri yang mengganggu pola makan, tidur, aktivitas belajar, hingga kehidupan sosial anak. Karena itu, edukasi dan pencegahan perlu dilakukan melalui keterlibatan keluarga, sekolah, dan tenaga kesehatan.

Dalam kegiatan tersebut, siswa mendapatkan edukasi tentang gigi berlubang, cara menjaga kesehatan gigi, serta teknik menyikat gigi yang benar.

Orang tua diberikan pemahaman mengenai makanan yang baik dan buruk bagi kesehatan gigi serta cara menjaga kebersihan gigi anak.

Sementara itu, guru memperoleh materi tentang nomenklatur gigi, pemeriksaan gigi sederhana, dan penggunaan Kartu Menuju Gigi Sehat (KMGS).

Edukasi menggunakan media poster dan alat peraga berupa phantom gigi agar materi lebih mudah dipahami.

Tim juga mendemonstrasikan cara menyikat gigi yang benar. Setelah edukasi, siswa mengikuti kegiatan sikat gigi bersama, kemudian guru melakukan pemeriksaan gigi sederhana sebagai penerapan langsung dari pelatihan yang diberikan.

Kegiatan ini diikuti 10 siswa, lima orang tua, dan dua guru. Hasil pemeriksaan sederhana yang dilakukan guru menunjukkan bahwa 40 persen siswa yang diperiksa mengalami karies gigi.

Selain itu, belum ada siswa dalam kelompok tersebut yang pernah mendapatkan perawatan gigi.

Temuan ini menjadi pengingat pentingnya pemeriksaan kesehatan gigi sejak dini. Melalui deteksi awal, orang tua diharapkan dapat mengetahui kondisi gigi anak dan mengambil langkah tindak lanjut dengan berkonsultasi kepada tenaga kesehatan gigi apabila ditemukan masalah.

Sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan program, tim Pengabmas menyerahkan poster edukasi kesehatan gigi, phantom gigi, dan satu set alat diagnostik untuk pemeriksaan gigi kepada pihak sekolah. Setiap siswa juga menerima pasta gigi dan sikat gigi.

Melalui program Kak Gigi, guru prasekolah diharapkan dapat menjadi perpanjangan tangan tenaga kesehatan dalam memberikan edukasi dan melakukan pemeriksaan awal secara sederhana di lingkungan sekolah.

Pemeriksaan tersebut bukan pengganti diagnosis dokter gigi, tetapi menjadi langkah awal untuk mengenali masalah dan mendorong pemeriksaan lebih lanjut.

Bagi dosen, kegiatan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu kesehatan gigi secara langsung sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi, kerja sama tim, dan kolaborasi dengan masyarakat.

Melalui keterlibatan guru, orang tua, siswa, dosen, dan mahasiswa, program ini diharapkan dapat memperkuat kebiasaan menjaga kesehatan gigi serta meningkatkan perhatian terhadap pencegahan karies sejak usia dini. (MI)




Kempo Kota Kupang Raih 2 Emas dan 4 Perak di Badung Cup 2026

Kupang, nwartapedia.com  – Kontingen Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), meraih dua medali emas dan empat medali perak pada Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Shorinji Kempo Bupati Badung Cup 2026 di Bali.

Hingga Sabtu, 10 Oktober 2026, enam medali tersebut menjadi hasil sementara kontingen Kota Kupang yang diperkuat 31 atlet, terdiri dari 17 putra dan 14 putri.

Kejuaraan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026 di GOR Purna Krida, Kerobokan, Kabupaten Badung.

Medali emas diraih pasangan putra I Dan, Aristo Naben dan Mario Gaudens Herin. Sementara itu, medali perak diraih Reselow Fernando Totomone dan Keiza A. Toh pada nomor embu pasangan campuran remaja Kyu II.

Medali perak lainnya diraih Reselow Fernando Totomone dan Sincio Karel Putra Yunus pada nomor embu pasangan putra remaja, Bethania Toh dan Keiza Toh pada nomor embu pasangan putri remaja, serta Kristian Ratuarat pada nomor embu solo putra remaja.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Perkemi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, mengaku bangga atas pencapaian para atlet yang telah membawa nama daerah di tingkat nasional.

Menurut Julie, hasil tersebut merupakan kabar menggembirakan sekaligus bukti bahwa atlet-atlet Kempo NTT memiliki potensi untuk terus berkembang dan dipersiapkan menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi.

Ia meminta para atlet tetap menjaga disiplin, keberanian, kerendahan hati, dan mental bertanding selama mengikuti kompetisi.

Julie juga menegaskan komitmennya untuk terus mendukung pembinaan atlet Kempo NTT, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 dan Kejuaraan Dunia 2027.

Selain itu, ia mengharapkan dukungan pengurus, pelatih, dan orang tua agar para atlet memperoleh perhatian yang memadai selama menjalani latihan dan persiapan pertandingan.

Pertandingan hari kedua pada Sabtu, 10 Oktober 2026, masih berlangsung hingga pukul 18.00 WITA. Kontingen NTT pun diharapkan dapat menambah perolehan medali sebelum kejuaraan berakhir pada 11 Oktober 2026.

Julie berharap prestasi yang diraih para atlet menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas latihan dan mengharumkan nama NTT di tingkat nasional maupun internasional. ***




Atlet Kempo Kota Kupang Tampil di Badung Cup 2026, Raih Sejumlah Kemenangan di Laga Awal

Kupang, nwartapedia.com  –  Atlet Kempo Kota Kupang mencatat sejumlah hasil positif pada pertandingan awal Kejuaraan Nasional Shorinji Kempo antarkabupaten/kota Piala Bupati Badung Cup 2026 di GOR Purna Krida, Kerobokan, Kabupaten Badung, Bali.

Kontingen Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Perkemi) Kota Kupang menurunkan 31 atlet, terdiri atas 17 putra dan 14 putri, dengan dukungan empat pelatih, manajer, dan ofisial. Kejuaraan berlangsung pada 8–11 Oktober 2026.

Pada pertandingan Jumat (9/10/2026), atlet NTT berinisial NYY meraih kemenangan atas atlet Jakarta Utara di nomor randori putra kelas 55 kilogram. Kemenangan juga diraih atlet NTT pada nomor randori putra kelas 60 kilogram saat menghadapi atlet Kota Depok.

Di nomor embu pasangan dewasa putra I Dan, Aristo Gaudens dari Kota Kupang menempati posisi pertama bersama atlet Kalimantan Timur pada penyisihan pertama. Sementara itu, Bethania berada di urutan kedua nomor tandoku remaja putri dan Kristian menempati urutan pertama nomor tandoku remaja putra.

Atlet Gustafo yang bertanding pada nomor randori putra kelas 70 kilogram ke atas harus mengakui keunggulan atlet Papua Barat. Namun, ia masih memiliki kesempatan mengikuti satu pertandingan berikutnya.

Ketua Umum Pengurus Provinsi Perkemi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, mengapresiasi kerja keras pengurus, pelatih, dan atlet yang telah mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan tersebut.

Menurut Julie, Shorinji Kempo di NTT terus mengembangkan pembinaan atlet secara rutin dan berjenjang, mulai dari usia dini hingga dewasa. Penyebaran kepengurusan Perkemi di kabupaten/kota juga mendukung keberlanjutan regenerasi atlet di daerah.

Ia berharap seluruh atlet Kota Kupang dapat bertanding dengan baik, menjaga kesehatan dan keselamatan, serta memberikan hasil terbaik bagi NTT. Para atlet juga didorong untuk terus meningkatkan latihan, kesiapan fisik, dan mental menghadapi setiap pertandingan.

Julie turut menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang dan Pemerintah Provinsi NTT atas dukungan terhadap keikutsertaan kontingen dalam Badung Cup 2026.

Dukungan terhadap pembinaan atlet Kempo, lanjutnya, akan terus diperkuat sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 di NTT, NTB, dan DKI Jakarta.

Keikutsertaan dalam Badung Cup 2026 menjadi kesempatan bagi atlet Perkemi Kota Kupang untuk menambah pengalaman bertanding, mengukur kemampuan, dan meningkatkan prestasi di tingkat nasional. ***

 




Perumda Air Minum Kota Kupang dan Kejari Perkuat Kerja Sama Penanganan Masalah Hukum

Kupang, nwartapedia.com  – Perumda Air Minum Kota Kupang memperkuat kerja sama hukum dengan Kejaksaan Negeri Kota Kupang melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Penanganan Masalah Hukum Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara.

Penandatanganan dilakukan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., bersama Kejaksaan Negeri Kota Kupang di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Selasa (6/10/2026).

Kerja sama tersebut merupakan bagian dari sinergi Kejaksaan Negeri Kota Kupang bersama Pemerintah Kota Kupang, DPRD Kota Kupang, Perumda Air Minum Kota Kupang, Perumda Pasar Kota Kupang dan RSUD S.K. Lerik Kota Kupang.

Kegiatan dihadiri Kepala Kejaksaan Negeri Kota Kupang Shirley Manutede, S.H., M.Hum., Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo bersama jajaran, Ketua DPRD Kota Kupang Richard Elvis Odja, Direktur RSUD S.K. Lerik dr. Maria Veronica Ivonny Dondao Ray, M.Kes., serta Direktur Perumda Pasar Kota Kupang Ganda Raymon Tadjo Tallo, SP.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dalam sambutannya mengatakan, kerja sama tersebut penting untuk memastikan seluruh pihak menjalankan tugas secara akuntabel, transparan, hati-hati dan sesuai ketentuan hukum.

“Hal ini sangat penting agar kita semua bekerja secara akuntabel, transparan, lebih berakar pada aturan, penuh kehati-hatian, taat pada hukum, sehingga nanti semua bisa bebas dari masalah,” ujar Christian.

Ia menegaskan, kepatuhan terhadap aturan diperlukan dalam setiap pelaksanaan tugas pemerintahan maupun pengelolaan lembaga, sehingga berbagai kegiatan dapat dipertanggungjawabkan dan meminimalkan potensi persoalan hukum.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Isidorus Lilijawa mengapresiasi kerja sama yang diinisiasi Pemerintah Kota Kupang bersama Kejaksaan Negeri Kota Kupang.

Menurut Isidorus, PKS tersebut memberikan dukungan hukum bagi Perumda Air Minum Kota Kupang, khususnya dalam advokasi, konsultasi serta penanganan masalah hukum melalui jalur litigasi maupun nonlitigasi dengan pendampingan Jaksa Pengacara Negara.

“Pada prinsipnya, kami mengapresiasi penandatanganan PKS ini karena memberikan dukungan hukum bagi Perumda Air Minum Kota Kupang, baik dalam advokasi, konsultasi, maupun penanganan masalah hukum melalui jalur litigasi dan nonlitigasi,” katanya.

Ia menilai pendampingan hukum tersebut penting untuk membantu perusahaan memastikan setiap kebijakan dan kegiatan operasional berjalan sesuai aturan serta standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Selain sebagai dukungan dalam menghadapi persoalan hukum, kerja sama ini diharapkan menjadi langkah preventif dalam memperkuat tata kelola perusahaan. Dengan demikian, setiap pelaksanaan tugas dapat dilakukan secara lebih tertib, hati-hati dan sesuai dengan tujuan perusahaan.

Isidorus berharap kerja sama tersebut dapat mendukung Perumda Air Minum Kota Kupang dalam meningkatkan kualitas pengelolaan perusahaan sekaligus pelayanan kepada masyarakat.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Kejaksaan Negeri Kota Kupang atas dukungan dan pendampingan yang diberikan, serta kepada Pemerintah Kota Kupang yang terus mendorong penguatan tata kelola Perumda.

Melalui PKS ini, Perumda Air Minum Kota Kupang diharapkan semakin kuat dalam menjalankan tugas secara profesional, akuntabel dan taat hukum, sehingga dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan air minum bagi masyarakat Kota Kupang. (MI)




Jaga Kebersihan Kota Kupang, Warga Lasiana Kelola 600 Kg Sampah Lewat Bank Sampah

Kupang, nwartapedia.com – Upaya menjaga kebersihan Kota Kupang terus dilakukan melalui gerakan masyarakat di tingkat kelurahan. Di Kelurahan Lasiana, warga mulai mengelola sampah secara mandiri melalui Bank Sampah Lasiana Ekoro.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Lasiana, Ebet Robinson Sonlay, saat menyampaikan laporan panitia Festival Budaya Lasiana di Panggung Sasando, Pantai Lasiana, Rabu (7/10/2026).

Ebet mengatakan, Bank Sampah Lasiana Ekoro telah berjalan sekitar dua pekan dan berhasil mengumpulkan sekitar 600 kilogram sampah yang tidak lagi dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

“Kurang lebih 600 kilogram sampah sudah tidak lagi kami kirim ke TPA, dengan omzet kurang lebih Rp900 ribu,” kata Ebet.

Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat ditangani mulai dari tingkat kelurahan jika masyarakat diberikan ruang untuk terlibat secara langsung. Sampah juga dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara bersama-sama.

Gerakan tersebut menjadi bagian dari semangat Festival Budaya Lasiana yang mengusung tema “Harmoni Budaya di Ujung Sunset Pantai Lasiana”. Festival tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan budaya lokal, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan, pariwisata dan ekonomi masyarakat.

Ebet mengatakan, konsep pengelolaan sampah juga akan dikembangkan melalui rencana wisata Lasiana Eco Pay. Pengunjung nantinya dapat berkontribusi dengan membawa sampah yang memiliki nilai daur ulang untuk ditimbang dan dihargai.

“Kalau tidak ada uang, bisa bawa botol plastik, bisa bawa kardus bekas di rumah. Datang, langsung ditimbang sesuai harga,” ujarnya.

Konsep tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan untuk menjaga kebersihan kawasan pantai sekaligus memberikan nilai ekonomi dari sampah.

Festival Budaya Lasiana juga diisi berbagai kegiatan, seperti tarian kebalai massal, lomba fashion show dan lomba tarian kebalai. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi Pantai Lasiana sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku UMKM.

Ebet menegaskan, gerakan yang dibangun warga Lasiana tidak hanya berorientasi pada budaya dan pariwisata, tetapi juga ingin menyatukan kebersihan lingkungan dan ekonomi masyarakat dalam satu gerakan bersama.

“Kami ingin budaya, wisata, lingkungan dan ekonomi masyarakat bisa berjalan bersama.” (MI)




Kelurahan Nunleu Dorong Bank Sampah Berbasis Masyarakat untuk Jaga Kebersihan Lingkungan

Kupang, nwartapedia.com  – Kelurahan Nunleu, Kota Kupang, mulai mendorong pembentukan bank sampah berbasis masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran warga dalam menjaga kebersihan lingkungan.

Program tersebut akan dimulai dari lingkungan terkecil sebelum dikembangkan menjadi gerakan bersama di tingkat kelurahan.

Lurah Nunleu mengatakan, pembentukan bank sampah tidak langsung dilakukan dalam skala besar, tetapi dimulai dari masyarakat agar lebih mudah dijalankan dan mendapat dukungan warga.

“Kalau langsung membuat bank sampah kelurahan, cakupannya terlalu besar. Kita mulai dari bawah, dari masyarakat,” katanya.

Bank sampah yang sedang dipersiapkan berada di wilayah RT 1/RW 1 dan telah disosialisasikan kepada RT dan RW. Dalam waktu dekat, program tersebut ditargetkan mulai beroperasi.

Selain mendorong pengelolaan sampah dari masyarakat, Kelurahan Nunleu juga menilai edukasi kepada anak-anak penting dilakukan sejak dini untuk membangun kesadaran menjaga kebersihan lingkungan.

Menurutnya, edukasi dapat dilakukan melalui pendekatan sederhana dalam kehidupan sehari-hari sehingga anak-anak terbiasa menjaga kebersihan dan mengelola sampah dengan baik.

“Kalau orang dewasa kadang sudah sulit diubah. Karena itu, pendekatan kepada anak-anak harus dimulai sejak dini,” ujarnya. (MI)




Christian Widodo Buka Ruang Anak Muda untuk Bangun Kota Kupang, IMM Beri Apresiasi

Kupang,nwartapedia.com  — Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menegaskan pentingnya keterlibatan mahasiswa dan generasi muda dalam pembangunan Kota Kupang.

Hal tersebut disampaikan Christian Widodo dalam diskusi publik yang digelar Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Nusa Tenggara Timur (DPD IMM NTT).

Dalam kesempatan tersebut, Christian Widodo menyampaikan bahwa mahasiswa dan generasi muda tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi perlu diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan dan menawarkan solusi terhadap berbagai persoalan di Kota Kupang.

Ketua DPD IMM NTT, Cakti Flobamorrinci A. Kirie, mengatakan diskusi tersebut digelar untuk membahas perkembangan pembangunan Kota Kupang di bawah kepemimpinan Christian Widodo sekaligus membuka ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat.

“Kami ingin masyarakat mengetahui bahwa Kota Kupang telah menunjukkan berbagai kemajuan. Hal-hal baik yang sudah dilakukan tentu patut diapresiasi dan dapat menjadi pembelajaran bagi daerah lain serta pemimpin-pemimpin masa depan,” ujar Cakti.

Namun, Cakti menegaskan IMM tidak ingin diskusi tersebut hanya menjadi ruang apresiasi.

Menurutnya, berbagai tantangan pembangunan juga perlu dibahas secara terbuka untuk menghasilkan gagasan dan rekomendasi bagi pembangunan Kota Kupang ke depan.

Ia berharap Pemerintah Kota Kupang terus membuka ruang partisipasi bagi masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa, pemuda dan berbagai elemen lainnya.

Diskusi publik tersebut diikuti 167 peserta. Cakti mengatakan kegiatan itu dibiayai melalui swadaya internal pengurus DPD IMM NTT sebagai bentuk komitmen menghadirkan ruang intelektual dan dialog publik.

Cakti juga berharap berbagai capaian Pemerintah Kota Kupang menjadi dorongan bagi Christian Widodo untuk terus meningkatkan pelayanan dan pembangunan.

“Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Pemerintah, masyarakat sipil, akademisi, mahasiswa, pemuda, dunia usaha, dan seluruh elemen masyarakat harus berada dalam satu ekosistem kolaborasi. IMM ingin menjadi bagian dari ekosistem itu,” pungkasnya. ***




Setelah Dua Tahun Terhenti, Perumda Kota Kupang Bersiap Uji Aliran Air di TDM dan Kayu Putih

Kupang, nwartapedia.com — Perumda Air Minum Kota Kupang bersama UPTD Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menyiapkan uji coba pengaliran air minum di sejumlah wilayah Kota Kupang.

Persiapan tersebut dibahas dalam pertemuan antara Perumda Air Minum Kota Kupang dan UPTD SPAM Provinsi NTT yang berlangsung di Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, Jumat, 2 Oktober 2026.

Uji coba pengaliran menjadi langkah awal untuk memastikan kesiapan jaringan dan infrastruktur air minum yang sebelumnya telah berhenti digunakan selama kurang lebih dua tahun.

Wilayah yang menjadi sasaran awal uji coba yakni Kelurahan Tuak Daun Merah (TDM) dan Kelurahan Kayu Putih. Sementara Kelurahan Oebobo masih dalam tahap penjajakan.

Pertemuan tersebut dihadiri Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., Kepala Bagian Teknik Elsy Evelyn Bengu, ST., M.Eng., Kepala UPTD SPAM Provinsi NTT Erasmus Jogo, SE., MM., bersama tim.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, mengatakan pengujian perlu dilakukan terlebih dahulu untuk mengetahui kondisi jaringan dan infrastruktur yang akan digunakan kembali.

“Kita berterima kasih kepada Kepala UPTD SPAM Provinsi NTT, Pak Erasmus Jogo bersama tim yang pada pagi hari ini sudah datang di Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, untuk membahas lanjutan dari PKS sebelumnya,” kata Isidorus.

Ia menjelaskan, pertemuan tersebut membahas rencana uji coba pengaliran yang sebelumnya telah berhenti selama sekitar dua tahun.

“Kita memang membutuhkan uji coba pengaliran untuk memastikan apakah infrastruktur air bersih kita ini sudah siap dan masih berfungsi dengan baik atau tidak,” ujarnya.

Hasil uji coba nantinya akan menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kesiapan jaringan sebelum kerja sama jual beli air antara UPTD SPAM Provinsi NTT dan Perumda Air Minum Kota Kupang dilanjutkan ke tahap pelayanan.

Kepala UPTD SPAM Provinsi NTT, Erasmus Jogo, mengatakan kerja sama tersebut pada prinsipnya diarahkan untuk membantu memenuhi kebutuhan air minum masyarakat Kota Kupang.

Menurut Erasmus, air merupakan kebutuhan dasar sehingga pelayanan kepada masyarakat perlu terus diupayakan.

“Karena air itu sangat dibutuhkan dan merupakan kewajiban yang harus dipenuhi oleh pemerintah, masyarakat harus terlayani dengan baik. Jadi kita tidak boleh membiarkan masyarakat terlalu lama untuk tidak mendapatkan air bersih,” ujarnya.

Sebelum uji coba pengaliran dilakukan, Perumda Air Minum Kota Kupang juga akan melakukan sejumlah persiapan teknis di lapangan.

Kepala Bagian Teknik Perumda Air Minum Kota Kupang, Elsy Evelyn Bengu, mengatakan pihaknya akan melakukan sosialisasi kepada masyarakat dengan melibatkan RT, kelurahan dan forum pelanggan.

Sosialisasi tersebut bertujuan mendapatkan informasi dari masyarakat sekaligus mengetahui minat pelanggan untuk kembali berlangganan layanan Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Sosialisasi ke masyarakat ini bertujuan untuk memperoleh informasi dari pelanggan serta mengetahui minat masyarakat untuk berlanggan kembali ke Perumdam,” kata Elsy.

Selain sosialisasi, petugas baca meter akan melakukan pengecekan terhadap meter pelanggan di wilayah yang masuk dalam rencana uji coba.

Pengecekan dilakukan untuk memastikan meter pelanggan masih dalam kondisi baik dan dapat digunakan apabila pelayanan air minum kembali berjalan.

Melalui tahapan tersebut, Perumda Air Minum Kota Kupang bersama UPTD SPAM Provinsi NTT berupaya memastikan kesiapan teknis sebelum pengaliran dilakukan.

Uji coba ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendukung kembali pelayanan air minum di wilayah yang menjadi sasaran serta memperluas akses masyarakat terhadap kebutuhan air bersih di Kota Kupang. (MI)




SPI Ungkap Kinerja Perumda Air Minum Kota Kupang Meningkat, Nilai Kesehatan Capai 2,90

Kupang, nwartapedia.com  –  Satuan Pengawas Intern (SPI) Perumda Air Minum Kota Kupang mengungkap adanya peningkatan kinerja perusahaan dalam satu tahun terakhir.

Hasil evaluasi menunjukkan Perumda Air Minum Kota Kupang tetap berada dalam kategori sehat dengan nilai kinerja yang meningkat dari 2,88 pada 2025 menjadi 2,90 pada semester pertama 2026.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI) Perumda Air Minum Kota Kupang, Marius Robert Seran, SE, MM, dalam konferensi pers bertajuk “Setahun di Jalan, Kolaborasi Kinerja Nyata Perumda Air Minum Kota Kupang” yang berlangsung di Aula Tirta, Selasa, 28 September 2026.

Marius menjelaskan, evaluasi tingkat kesehatan perusahaan dilakukan berdasarkan sejumlah parameter yang mencakup empat aspek utama, yakni keuangan, pelayanan, operasional, serta sumber daya manusia.

Penilaian tersebut mengacu pada standar tingkat kesehatan berdasarkan Keputusan Ketua BPPSPAM Nomor 002/KPTS/K-6/IV/2010.

Dalam standar tersebut, perusahaan dengan nilai di bawah 2,2 masuk kategori sakit, nilai 2,2 hingga 2,8 masuk kategori kurang sehat, sedangkan nilai di atas 2,8 masuk kategori sehat.

“Pada tahun 2025 berdasarkan hasil evaluasi kinerja yang sudah divalidasi, Perumda Air Minum Kota Kupang berada pada kategori sehat dengan nilai 2,88. Untuk semester pertama 2026, berdasarkan capaian yang sudah diperoleh, kita melakukan penilaian kinerja mandiri dan masih berada dalam kategori sehat dengan peningkatan nilai menjadi 2,90,” jelas Marius.

Menurut Marius, salah satu perkembangan yang terlihat dalam evaluasi adalah dari sisi keuangan.

Pada 2025, Perumda Air Minum Kota Kupang masih mencatat kerugian sekitar Rp25 juta. Namun, hingga tahun berjalan 2026, perusahaan telah mencatat laba sekitar Rp137 juta.

Perubahan tersebut turut berpengaruh terhadap kemampuan operasional perusahaan.

Marius menyebut kemampuan operasional perusahaan yang sebelumnya sekitar Rp788 juta pada 2025, meningkat menjadi sekitar Rp1 miliar 58 juta pada 2026.

Menurutnya, peningkatan kemampuan keuangan menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat kapasitas perusahaan dalam menjalankan operasional dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Pada aspek pelayanan, SPI juga mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Data evaluasi menunjukkan jumlah sambungan rumah (SR) pada 2025 sebanyak sekitar 17.991 SR. Sementara sampai dengan Agustus 2026 jumlah tersebut telah mencapai sekitar 19.995 SR.

Dengan demikian, terjadi peningkatan lebih dari 1.000 sambungan rumah.

Marius mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator positif dalam perkembangan pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Penambahannya cukup signifikan, di atas 1.000 SR. Selama ini penambahan pelanggan paling sekitar 300 sampai 900, tetapi sampai Agustus sudah ada peningkatan yang cukup besar,” katanya.

Selain pertumbuhan pelanggan, SPI juga mencatat adanya peningkatan jam pelayanan air.

Pada 2025, jam pelayanan tercatat sekitar 11 jam. Sementara pada 2026 meningkat menjadi sekitar 16 jam.

Peningkatan jam pelayanan tersebut berkaitan dengan upaya perusahaan untuk memperbaiki kuantitas dan kontinuitas setra kualitas pengaliran air.

Marius menjelaskan, indikator pelayanan masih dapat berubah karena penilaian tahun 2026 belum mencakup keseluruhan tahun.

Begitu pula dengan aspek operasional, termasuk jumlah air yang didistribusikan, yang masih akan dihitung secara keseluruhan setelah memasuki akhir tahun.

Karena itu, hasil evaluasi semester pertama 2026 belum menjadi hasil akhir kinerja tahunan perusahaan.

Marius menegaskan, SPI memiliki peran melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan di lingkungan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Berbagai program dan aktivitas yang dilaksanakan masing-masing bagian dievaluasi secara kelembagaan untuk melihat kesesuaiannya dengan kebijakan serta target perusahaan.

“Semua capaian dari setiap bagian akan kita evaluasi secara kelembagaan berdasarkan ketentuan dan parameter yang ada,” ujarnya.

Menurut Marius, capaian yang diperoleh perusahaan selama satu tahun merupakan hasil dari pelaksanaan kebijakan direktur yang diterjemahkan oleh masing-masing bagian sesuai tugas dan fungsi.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, dalam sambutannya mengatakan berbagai capaian yang disampaikan SPI merupakan bagian dari perjalanan perusahaan selama satu tahun kepemimpinannya.

Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Memang satu tahun saya sebagai Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang. Perjalanan ini kita jalani bersama. Karena itu saya selalu mengajak teman-teman untuk sama-sama berada di jalan kolaborasi,” kata Isidorus.

Menurutnya, SPI memiliki posisi penting dalam memastikan setiap pelaksanaan program dan kegiatan perusahaan dapat diawasi serta dievaluasi secara internal.

Ia berharap hasil evaluasi SPI dapat menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kinerja perusahaan pada tahun berikutnya.

Isidorus juga mengajak seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang untuk terus menjaga kerja sama dan memperkuat rasa memiliki terhadap perusahaan.

“Teman-teman di sini adalah bagian penting dari perusahaan ini. Karena itu kita harus bersama-sama melakukan yang terbaik agar apa yang kita kerjakan bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap berbagai capaian selama tahun pertama dapat menjadi dasar untuk melakukan pembenahan dan peningkatan pelayanan pada tahun kedua dan seterusnya.

Dengan evaluasi yang dilakukan SPI serta kerja bersama seluruh bagian, Perumda Air Minum Kota Kupang diharapkan dapat terus memperkuat kinerja keuangan, pelayanan, operasional dan sumber daya manusia demi peningkatan pelayanan air minum kepada masyarakat. (MI)




Hari Jantung Sedunia, BPJS Kesehatan Catat 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung

Jakarta, nwartapedia.com – Peringatan Hari Jantung Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung dan melakukan deteksi dini penyakit kronis.

BPJS Kesehatan mencatat sebanyak 172,3 juta kasus penyakit jantung telah dijamin sepanjang 2015 hingga 2025 dengan total biaya lebih dari Rp100 triliun.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengatakan penyakit jantung mengalami peningkatan jumlah kasus dan biaya pelayanan yang signifikan dalam satu dekade terakhir.

“Seiring dengan bertumbuhnya jumlah peserta, pemanfaatan Program JKN untuk membiayai penyakit jantung juga ikut bertambah,” kata Rizzky, Selasa (29/9/2026).

Pada 2015, BPJS Kesehatan mencatat sekitar 4,6 juta kasus penyakit jantung dengan biaya pelayanan mencapai Rp4,4 triliun.

Angka tersebut meningkat menjadi 29,8 juta kasus pada 2025 dengan biaya mencapai Rp17,4 triliun.

Dibandingkan sejumlah penyakit kronis lainnya, seperti gagal ginjal, stroke, dan kanker, penyakit jantung menjadi penyakit yang menyerap biaya terbesar BPJS Kesehatan dalam periode 2015-2025.

Untuk gagal ginjal, BPJS Kesehatan mengeluarkan total Rp83,8 triliun untuk membiayai 81,2 juta kasus. Sementara kanker menghabiskan sekitar Rp66 triliun untuk menjamin sekitar 45 juta kasus.

Pada 2025 saja, BPJS Kesehatan mengeluarkan Rp50,3 triliun untuk membiayai 59,9 juta kasus penyakit katastropik, termasuk penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, dan penyakit lainnya.

Jumlah tersebut mencapai 26,42 persen dari total biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan BPJS Kesehatan.

Dalam memperingati Hari Jantung Sedunia, BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Rizzky mengatakan penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya kini tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia, tetapi juga semakin banyak ditemukan pada masyarakat usia produktif.

Karena itu, BPJS Kesehatan menggagas Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda untuk mendorong pencegahan penyakit kronis pada masyarakat berusia di bawah 45 tahun.

Melalui Prolanis Muda, BPJS Kesehatan melibatkan komunitas masyarakat, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan Program JKN dalam memperkuat upaya promotif dan preventif.

“Mengadopsi pola hidup sehat dan aktif berolahraga adalah investasi terbaik untuk masa depan kesehatan kita lima atau sepuluh tahun mendatang,” ujar Rizzky.

Ia menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi masyarakat dalam menjaga kesehatan, termasuk memanfaatkan layanan Skrining Riwayat Kesehatan yang disediakan BPJS Kesehatan.

Skrining Riwayat Kesehatan dapat dilakukan satu kali dalam setahun bagi peserta JKN berusia 15 tahun ke atas.

Layanan tersebut dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN, WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, situs resmi BPJS Kesehatan, maupun dengan mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar.

Dalam skrining tersebut, peserta akan menjawab sejumlah pertanyaan mengenai pola hidup, riwayat penyakit pribadi, dan riwayat kesehatan keluarga.

Proses skrining berlangsung sekitar 5 hingga 10 menit.

“Makin cepat terdeteksi, makin cepat diantisipasi dan ditangani,” kata Rizzky.

Momentum Hari Jantung Sedunia diharapkan dapat mendorong masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan jantung melalui pola hidup sehat, olahraga teratur, deteksi dini, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. ***