Undana Raih Pendanaan Riset Nasional 2026, Perkuat Inovasi dan Pemberdayaan Berbasis Lokal

Kupang, nwartapedia.com  – Universitas Nusa Cendana (Undana) kembali mencatatkan capaian strategis di tingkat nasional dengan lolosnya sejumlah proposal dosen dalam program pendanaan tahun anggaran 2026 yang diselenggarakan oleh Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM).

Pendanaan tersebut mencakup skema penelitian, Pengabdian kepada Masyarakat (PkM), serta Riset Konsorsium Unggulan Berdampak (RIKUB).

Capaian ini menegaskan konsistensi Undana dalam mendorong pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus memperkuat kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya di Nusa Tenggara Timur.

Pada skema PkM, program yang didanai berfokus pada hilirisasi inovasi dan penguatan ekonomi lokal.

Di antaranya pengolahan limbah biji alpukat menjadi teh herbal di Desa Oelbubuk oleh Maria Prudensiana Leda Muga, pemanfaatan limbah kemiri menjadi briket di Kabupaten Kupang oleh Ni Putu Nursiani, serta pengembangan akuakultur berbasis pemasaran digital oleh Immaria Fransira.

Selain itu, program ketahanan pangan terintegrasi di Rote Ndao yang dipimpin Verdy Ariyanto Koehuan turut memperkuat sektor peternakan dan pertanian.

Di bidang penelitian, tema yang diangkat mencakup isu-isu strategis, seperti konservasi sapi lokal oleh Ni Made Paramita Setyani, manajemen risiko komunikasi bencana oleh Petrus Ana Andung, inovasi teknologi pengolahan air oleh Remigildus Cornelis, serta kajian ekonomi berkelanjutan UMKM rumput laut oleh Emilia Gie.

Kepala LP2M Undana, Yosep Seran Mau, menyatakan bahwa capaian ini mencerminkan semakin meratanya budaya riset di lingkungan kampus lintas disiplin ilmu.

Menurutnya, penguatan bidang pertanian dan peternakan tetap menjadi prioritas, sejalan dengan karakteristik wilayah, namun kini didukung oleh kontribusi sektor teknik, kesehatan, dan ekonomi.

Sementara itu, pada skema RIKUB, proposal yang dipimpin Antonius R B Ola berhasil memperoleh pendanaan sebesar Rp551,56 juta.

Riset tersebut mengembangkan bio-preservatif berbasis mikroorganisme lokal untuk mendukung industri krustasea nasional.

Capaian ini diharapkan semakin memperkuat peran Undana sebagai pusat pengembangan riset terapan yang adaptif, inovatif, dan berdampak langsung bagi pembangunan daerah maupun nasional. (Ing)




Akun Palsu Catut Nama Wali Kota Kupang, Masyarakat Diminta Tingkatkan Kewaspadaan

Kupang, nwartapedia.com  — Masyarakat Kota Kupang diminta untuk lebih waspada terhadap beredarnya akun palsu di media sosial yang mengatasnamakan Wali Kota Kupang, Christian Widodo.

Akun Facebook tersebut diketahui menggunakan nama dan foto profil Wali Kota untuk menarik perhatian publik.

Akun dimaksud juga mencantumkan nomor kontak +62851-8221-2811 dan aktif menghubungi warga melalui pesan Messenger dengan berbagai pendekatan yang menyesatkan.

Berdasarkan hasil penelusuran bersama Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Sekretariat Daerah Kota Kupang, dipastikan bahwa akun media sosial dan nomor telepon tersebut bukan milik Wali Kota Kupang.

Pelaku memanfaatkan identitas pejabat publik untuk membangun kepercayaan, dengan modus menawarkan bantuan atau sedekah untuk pembangunan rumah ibadah di wilayah Kota Kupang.

Praktik ini dinilai berpotensi merugikan masyarakat jika tidak diantisipasi dengan baik.

Pemerintah Kota Kupang menegaskan bahwa seluruh informasi yang disampaikan melalui akun tersebut tidak benar dan tidak memiliki kaitan dengan Wali Kota Kupang.

“Kami tegaskan bahwa akun tersebut adalah palsu dan segala bentuk komunikasi yang mengatasnamakan Wali Kota melalui akun tersebut merupakan tindakan penipuan,” demikian pernyataan resmi yang disampaikan.

Masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap informasi yang diterima, terutama yang berasal dari akun tidak resmi.

Warga juga diharapkan lebih bijak dalam menyikapi pesan yang beredar di media sosial serta segera melaporkan kepada pihak berwenang apabila menemukan aktivitas mencurigakan.

Pemerintah Kota Kupang kembali mengingatkan bahwa informasi resmi hanya disampaikan melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi. (MI)




Cricket Kota Kupang Pacu Pembinaan Atlet, Siap Hadapi PON 2028

Kupang, nwartapedia.com — Pengurus Cricket Kota Kupang mulai memantapkan arah pembinaan atlet dengan menyiapkan sejumlah strategi jangka panjang guna menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.

Komitmen ini ditegaskan dalam rapat pengurus yang berlangsung pada Selasa (14/4).

Ketua Cricket Kota Kupang, Serena Francis, menekankan bahwa fokus organisasi ke depan tidak hanya sebatas pelantikan kepengurusan, tetapi lebih pada penguatan sistem pembinaan atlet yang terstruktur dan berkelanjutan.

Menurutnya, langkah ini penting untuk menciptakan atlet yang mampu bersaing di level nasional.

Ia menjelaskan, pembinaan sejak usia dini menjadi prioritas utama. Melalui pendekatan tersebut, potensi atlet muda dapat dikembangkan secara maksimal dengan dukungan program yang jelas dan terarah.

“Ke depan, kita ingin memastikan proses pembinaan berjalan konsisten sejak dini agar atlet yang dihasilkan benar-benar siap menghadapi PON 2028,” ungkap Serena.

Selain itu, Cricket Kota Kupang juga mendorong pengembangan olahraga kriket melalui jalur pendidikan. Sekolah-sekolah, khususnya tingkat SD dan SMP, akan dijadikan sebagai basis utama dalam menjaring dan membina talenta muda.

Upaya lain yang tak kalah penting adalah penyelenggaraan kompetisi secara rutin.

Kegiatan ini dinilai mampu meningkatkan pengalaman bertanding atlet sekaligus memperluas minat masyarakat terhadap olahraga kriket di Kota Kupang.

“Dengan kompetisi yang berkelanjutan, atlet akan semakin terasah kemampuannya. Ini juga menjadi cara efektif untuk memperkenalkan kriket kepada masyarakat luas,” tambahnya.

Serena juga menyoroti komposisi pengurus yang beragam sebagai kekuatan organisasi.

Kolaborasi antara pemuda, pelajar, atlet, dan tokoh berpengalaman diyakini dapat memperkuat pelaksanaan program pembinaan ke depan.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelantikan, Frengky Amalo, memastikan bahwa persiapan pelantikan pengurus yang direncanakan berlangsung pada Mei 2026 terus berjalan optimal.

Berbagai aspek teknis telah dipersiapkan guna mendukung kelancaran kegiatan tersebut.

“Seluruh persiapan pelantikan terus kami matangkan. Kami berharap momentum ini menjadi titik awal penguatan pembinaan atlet Cricket Kota Kupang,” ujarnya.

Dengan strategi yang telah disusun, Cricket Kota Kupang optimistis mampu meningkatkan prestasi serta melahirkan atlet-atlet potensial yang siap bersaing di ajang nasional pada PON 2028. (goe)




Undana dan Yayasan Maringgi Malala Rintis Kampus Pariwisata di Sumba Barat Daya

Kupang, nwartapedia.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) membuka peluang kolaborasi strategis bersama Yayasan Maringgi Malala dalam upaya menghadirkan perguruan tinggi berbasis pariwisata di Sumba Barat Daya.

Inisiatif ini menjadi langkah konkret untuk menjawab kebutuhan tenaga kerja profesional di sektor pariwisata sekaligus mengangkat potensi unggulan Pulau Sumba.

Audiensi yang berlangsung di Kupang pada Selasa (14/4/2026) tersebut mempertemukan jajaran pimpinan Undana yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik, Prof. Dr. drh. Annytha I. R. Detha, bersama tim Biro Perencanaan dan Kerja Sama. Dari pihak yayasan hadir langsung Ketua Yayasan Maringgi Malala, Yonatan B. Agu Ate.

Dalam pertemuan itu, pihak Undana menegaskan kesiapan mereka untuk terlibat aktif dalam proses pengembangan institusi, mulai dari pendampingan akademik hingga penguatan sistem pembelajaran.

Dukungan tersebut diharapkan mampu memastikan kualitas pendidikan yang selaras dengan kebutuhan industri pariwisata.

Prof. Annytha menyampaikan bahwa potensi pariwisata di Sumba Barat Daya sangat besar, namun perlu didukung oleh sumber daya manusia yang terampil dan terdidik. Karena itu,

Undana siap mengambil peran dalam memperkuat fondasi akademik, termasuk mendorong pembentukan tim khusus guna mempercepat realisasi program setelah kesepakatan formal ditetapkan.

Di sisi lain, Yonatan B. Agu Ate menyoroti masih rendahnya angka partisipasi pendidikan tinggi di wilayah Sumba Barat Daya.

Ia mengungkapkan bahwa sebagian besar lulusan sekolah kejuruan pariwisata belum melanjutkan ke jenjang universitas, sehingga berdampak pada minimnya tenaga lokal yang mampu bersaing di sektor tersebut.

Menurutnya, kehadiran kampus pariwisata akan membuka akses pendidikan yang lebih dekat dan relevan bagi masyarakat setempat.

Hal ini diharapkan dapat mendorong lahirnya tenaga kerja profesional dari putra daerah yang mampu mengisi peran strategis dalam industri pariwisata.

Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari komitmen Undana sebagai kampus yang berorientasi pada dampak nyata bagi masyarakat.

Dengan pengembangan pendidikan tinggi di bidang pariwisata, diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas SDM, tetapi juga memperkuat ekonomi lokal melalui pengelolaan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis potensi daerah.*




KADIN NTT dan KPP Pratama Kupang Perkuat Sinergi, Dorong Kepatuhan Pajak Pelaku Usaha

Kupang, nwartapedia.com — Upaya memperkuat kepatuhan pajak di kalangan pelaku usaha di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus digalakkan melalui kolaborasi lintas lembaga.

Hal ini tercermin dalam kunjungan Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Kupang, Jehuda Bil Jonas Zacharias, ke Kantor Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NTT, Selasa (14/4/2026).

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Ketua Umum KADIN NTT, Bobby Lianto, didampingi Wakil Ketua Umum Bidang Perpajakan Ferry Vincentsius serta Direktur Eksekutif Mercy Siubelan. Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaboratif.

Dalam kesempatan itu, Jehuda yang merupakan putra daerah asal Rote menyampaikan komitmennya untuk membangun kemitraan strategis dengan KADIN NTT.

Ia menilai peran KADIN sangat penting dalam menjangkau pelaku usaha di berbagai sektor guna meningkatkan kesadaran dan kepatuhan pajak.

Menurutnya, transformasi sistem perpajakan yang semakin modern, termasuk penerapan Coretax, menuntut para pelaku usaha untuk terus memperbarui pemahaman mereka terhadap regulasi yang berlaku.

“Kami ingin KADIN menjadi mitra dalam menyosialisasikan kebijakan perpajakan. Perubahan sistem yang semakin maju harus diimbangi dengan pemahaman yang baik dari para wajib pajak,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bobby Lianto menyatakan kesiapan KADIN NTT untuk berperan aktif dalam meningkatkan literasi perpajakan di kalangan pengusaha.

Ia menegaskan bahwa KADIN memiliki jaringan luas yang dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi dan edukasi secara efektif.

“Kami siap menjadi jembatan antara pemerintah dan pelaku usaha. Edukasi perpajakan sangat penting agar para pengusaha dapat menjalankan kewajibannya dengan benar,” ungkap Bobby.

Lebih lanjut, Bobby juga mengundang jajaran KPP Pratama Kupang untuk berpartisipasi dalam kegiatan Musyawarah Kabupaten (Mukab) KADIN yang akan digelar pada 24 April 2026 di Rote.

Kegiatan tersebut dinilai sebagai momentum strategis untuk memberikan sosialisasi langsung kepada pelaku usaha di daerah.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komunikasi yang berkelanjutan antara otoritas pajak dan dunia usaha.

Menurutnya, masih terdapat sejumlah pelaku usaha yang belum sepenuhnya memahami aturan perpajakan, sehingga membutuhkan pendampingan yang intensif.

“Kami berharap ada pembinaan yang konsisten. Dengan pemahaman yang baik, para pengusaha tidak hanya terhindar dari sanksi, tetapi juga dapat berkontribusi lebih optimal bagi pembangunan daerah,” tegasnya.

Melalui sinergi yang terjalin antara KADIN NTT dan KPP Pratama Kupang, diharapkan tingkat kesadaran serta kepatuhan pajak pelaku usaha di NTT terus meningkat, seiring dengan penguatan edukasi dan komunikasi yang berkelanjutan. *




Raih Doktor di Undana, Frans Likadja Tawarkan Solusi Energi untuk Wilayah Kepulauan

Kupang, nwartapedia.com – Program Studi Doktor Ilmu Administrasi FISIP Universitas Nusa Cendana kembali melahirkan doktor baru. Frans J. Likadja resmi dikukuhkan sebagai doktor ke-45 setelah berhasil mempertahankan disertasinya dalam sidang terbuka promosi doktor yang digelar di Aula FISIP Undana, Senin (13/4/2026).

Dalam disertasinya, Frans mengangkat isu strategis mengenai ketahanan energi di wilayah kepulauan kecil, dengan fokus pada kondisi di Nusa Tenggara Timur yang hingga kini masih menghadapi ketimpangan akses listrik. Ia secara khusus menyoroti Pulau Semau, di mana sebagian masyarakat masih bergantung pada Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) yang berbiaya tinggi dan berdampak besar terhadap lingkungan.

Sebagai solusi, Frans menawarkan penerapan sistem smart hybrid microgrid berbasis energi surya yang dioperasikan secara paralel dengan PLTD. Sistem ini mampu memproduksi rata-rata 1.800 kWh energi per hari, menghemat penggunaan bahan bakar hingga 540 liter solar, serta berkontribusi dalam menekan emisi gas rumah kaca (GRK).

Menurutnya, inovasi teknologi tersebut tidak hanya berdampak pada efisiensi energi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penyediaan listrik yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.

Namun demikian, Frans menekankan bahwa keberhasilan transisi energi tidak cukup hanya mengandalkan teknologi. Diperlukan kebijakan yang inklusif, tata kelola yang efektif, serta keterlibatan aktif masyarakat dalam setiap tahap implementasi.

“Transisi energi di wilayah kepulauan harus berbasis pada kebutuhan lokal dan didukung oleh kebijakan yang tepat, agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Nusa Cendana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng, memberikan apresiasi atas capaian akademik tersebut.

Ia mengingatkan bahwa gelar doktor bukan sekadar pencapaian akademis, melainkan amanah untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

“Ilmu yang dimiliki harus memberi manfaat sebesar-besarnya, khususnya bagi masyarakat NTT. Utamakan empati dan pengabdian dalam setiap langkah,” pesannya.

Dengan pengukuhan ini, hasil penelitian Dr. Frans J. Likadja diharapkan dapat menjadi rujukan strategis bagi pemerintah daerah dalam merumuskan kebijakan energi terbarukan, terutama di wilayah kepulauan yang sulit dijangkau jaringan listrik konvensional, demi mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. *




SMAN 1 Amarasi Barat Jadi Contoh, USBP Dorong Siswa Berpikir Kritis dan Siap Hadapi Masa Depan

Kupang, nwartapedia.com – SMA Negeri 1 Amarasi Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan dengan melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Proyek (USBP) bagi siswa kelas XII tahun pelajaran 2025/2026.

Kegiatan ini resmi dibuka pada Senin (13/4/2026) dan mendapat apresiasi dari pihak pengawas pendidikan sebagai model yang patut dicontoh oleh sekolah lain.

Pembukaan USBP dilakukan oleh Koordinator Pengawas SMA/SMK/SLB Kabupaten Kupang dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT, Simon Gasang, S.Pd., MBA, yang juga bertindak sebagai pengawas pembina.

Dalam arahannya, Simon Gasang menilai SMAN 1 Amarasi Barat telah melangkah lebih maju dengan berani menerapkan sistem evaluasi berbasis proyek yang tidak hanya mengukur pengetahuan, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analisis, dan keterampilan komunikasi siswa.

“Sekolah ini sudah dikenal berani memulai sesuatu yang berbeda. USBP adalah pilihan yang tepat karena memberikan makna lebih dalam proses evaluasi. Siswa tidak hanya menjawab soal, tetapi dituntut untuk meneliti, menganalisis, dan menyampaikan hasil pemikirannya secara ilmiah,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pendekatan ini akan sangat membantu siswa ketika melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

Menurutnya, pengalaman menyusun karya tulis dan mempresentasikannya akan menjadi bekal penting dalam menghadapi tugas akademik seperti skripsi.

“Kalau sejak SMA sudah terbiasa dengan proyek seperti ini, maka saat kuliah nanti mereka tidak akan kesulitan lagi. Ini adalah latihan nyata untuk kehidupan akademik dan juga saat kembali ke masyarakat,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia juga mengingatkan pentingnya keberanian dalam menyampaikan pendapat.

“Jangan takut saat presentasi. Tunjukkan kemampuan dan gaya kalian. Argumentasi yang kuat dan berbasis data justru menjadi nilai tambah,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, S.Pd., MM, menjelaskan bahwa USBP merupakan bagian penting dari proses pendidikan yang mencakup perencanaan, pelaksanaan, hingga penilaian sebagai satu kesatuan yang utuh.

“Assessment ini menjadi tolok ukur untuk melihat sejauh mana keberhasilan proses pendidikan, mulai dari input, proses, hingga output. USBP menjadi tahap akhir yang sangat menentukan dalam mengukur capaian belajar siswa secara menyeluruh,” jelasnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sebanyak 136 siswa kelas XII mengikuti USBP tahun ini.

Pelaksanaan ujian dilakukan secara bertahap, di mana setiap harinya sejumlah siswa akan mempresentasikan karya tulis mereka di hadapan penguji, baik dari internal sekolah maupun eksternal.

Menariknya, pihak sekolah juga melibatkan orang tua siswa untuk hadir menyaksikan langsung proses ujian.

Hal ini menjadi bentuk transparansi sekaligus upaya memperkuat kolaborasi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung keberhasilan pendidikan anak.

USBP di SMAN 1 Amarasi Barat dijadwalkan berlangsung dari 13 hingga 17 April 2026.

Melalui metode ini, siswa diuji tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga kemampuan berpikir kritis, analisis berbasis data, serta kepercayaan diri dalam menyampaikan gagasan.

Dengan pelaksanaan USBP ini, SMAN 1 Amarasi Barat semakin menegaskan posisinya sebagai sekolah yang inovatif dan inspiratif, sekaligus menjadi contoh dalam mendorong lahirnya generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Turut hadir dalam kegiatan pembukaan sekaligus sebagai penguji eksternal, yakni Mesak Kaseh, S.Pd., MM sebagai Pengawas dan Penguji, Budiyana, S.Pd., MBA sebagai Pengawas dan Penguji dan Nonciana M. Nakmofa, S.Pd., M.Pd sebagai Pengawas dan Penguji. (MI)




Terpisah Tiga Dekade, Alumni SMAN 1 Wolowaru Dipertemukan Kembali Lewat WhatsApp

Ende, nwartapedia.com – Setelah terpisah selama kurang lebih 30 tahun, para alumni SMAN 1 Wolowaru akhirnya kembali terhubung dan berkumpul melalui sebuah grup WhatsApp yang menjadi jembatan silaturahmi lintas waktu.

Momen reuni ini menjadi peristiwa penuh haru dan nostalgia, di mana kenangan masa putih abu-abu kembali hidup di tengah percakapan hangat para alumni.

Grup WhatsApp tersebut menjadi wadah utama untuk menyatukan kembali teman-teman lama yang sempat terputus komunikasi selama puluhan tahun.

Inisiatif ini digagas oleh salah satu alumni, Hadija Remo, yang akrab disapa Isha.

Ia berperan sebagai admin grup yang berhasil mengumpulkan kembali rekan-rekannya dari berbagai daerah untuk saling terhubung dan merencanakan reuni.

Kepada media ini, Isha mengungkapkan bahwa terbentuknya grup tersebut berawal dari rasa rindu yang mendalam terhadap masa-masa SMA.

“Rasa kangen itu muncul begitu saja. Kenangan waktu SMA terasa begitu indah, dan rasanya ingin kembali ke masa itu. Dari situ saya mulai menghubungi teman-teman satu per satu,” ujarnya Senin (13/4/2016).

Menariknya, para alumni yang kini telah tersebar dan tinggal berjauhan di berbagai daerah menunjukkan antusiasme yang tinggi untuk bisa bertemu kembali.

Kerinduan yang selama ini terpendam akhirnya menemukan ruang untuk terwujud melalui rencana reuni yang tengah dipersiapkan.

Isha juga menambahkan bahwa hingga saat ini masih ada sejumlah teman yang belum bergabung dalam grup WhatsApp tersebut. Namun, pihaknya terus berupaya untuk mencari dan menghubungi mereka agar seluruh alumni dapat kembali terhubung.

“Masih ada teman-teman yang belum masuk grup, tapi kami akan terus mencari dan mengajak mereka agar semuanya bisa bergabung,” jelasnya.

Seiring berjalannya waktu, grup tersebut semakin aktif dengan berbagai interaksi yang membangkitkan kenangan lama.

Para anggota saling berbagi cerita kehidupan, kabar terbaru, hingga mengirimkan foto-foto lama sebagai bentuk nostalgia.

Foto-foto kenangan tersebut menjadi pemantik cerita yang mempererat kembali hubungan emosional antar alumni.

Tawa dan kisah masa lalu pun kembali mengalir, seolah menghapus jarak waktu yang telah memisahkan mereka selama puluhan tahun.

Tak hanya sekadar wacana, persiapan reuni pun mulai dimatangkan. Mulai dari penentuan konsep kostum yang akan dikenakan saat reuni, hingga rencana pembuatan lagu mars reuni sebagai simbol kebersamaan, semuanya telah mulai direncanakan oleh para alumni.

Rencana pertemuan ini diharapkan menjadi puncak dari kebersamaan yang kembali terjalin, sekaligus menjadi ajang untuk mempererat tali persaudaraan serta mengenang perjalanan hidup yang telah dilalui masing-masing.

Reuni 30 tahun ini bukan sekadar ajang temu kangen, tetapi juga menjadi bukti bahwa persahabatan sejati mampu bertahan melampaui waktu, jarak, dan kesibukan hidup. (MI)




Wagub Johni Asadoma Dorong SMK Jadi Motor SDM Pariwisata di Alor

Alor, nwartapedia.com – Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Johni Asadoma, menegaskan pentingnya penguatan sumber daya manusia (SDM) melalui pendidikan vokasi sebagai fondasi utama dalam mengembangkan sektor pariwisata di Kabupaten Alor.

Hal tersebut disampaikan saat kunjungan kerja ke SMK Negeri Kokar yang berlokasi di Desa Adang, Kecamatan Alor Barat Laut, pada Senin (13/4).

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah provinsi dalam memastikan kesiapan generasi muda menghadapi dunia kerja, khususnya di sektor pariwisata.

Dalam kunjungan tersebut, Wagub didampingi sejumlah pejabat, di antaranya Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Vera Christina Sirait Asadoma, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi NTT Alfonsus Theodorus, Plt. Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan sekaligus Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Provinsi NTT Alexon Lumba, serta Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT Ambrosius Kodo.

Rombongan disambut hangat oleh pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah, dewan guru, hingga para siswa.

Wagub kemudian meninjau berbagai fasilitas penunjang pembelajaran seperti ruang praktik,

laboratorium komputer, ruang praktik perhotelan, hingga lokasi yang direncanakan untuk pembangunan asrama siswa.

Selain peninjauan, Johni Asadoma juga berdialog langsung dengan para siswa, termasuk memberikan motivasi kepada siswa kelas XII yang tengah mengikuti ujian.

Ia mendorong seluruh siswa untuk mempersiapkan diri secara matang dalam menghadapi tantangan dunia kerja yang semakin kompetitif.

Menurutnya, potensi pariwisata di Kabupaten Alor sangat besar, namun harus diimbangi dengan kualitas SDM yang profesional, terampil, dan memiliki karakter kuat.

“Kita punya kekayaan alam yang luar biasa, tetapi tanpa SDM yang berkualitas, potensi itu tidak akan berkembang maksimal. Pendidikan menjadi kunci agar kalian bisa mandiri, bekerja, dan berkontribusi bagi daerah,” tegasnya.

Dalam arahannya, ia juga membagikan pengalaman hidupnya sebagai inspirasi bagi para siswa, mulai dari perjalanan pendidikan hingga karier di kepolisian dan dunia politik.

Ia menekankan bahwa kesuksesan hanya dapat diraih melalui kerja keras, disiplin, serta rasa percaya diri.

Wagub juga mengingatkan pentingnya membangun jaringan, kemampuan berkolaborasi, serta sikap kreatif dan inovatif.

Khusus bagi siswa jurusan perhotelan, kemampuan komunikasi dinilai menjadi hal yang sangat penting dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan.

Di akhir arahannya, ia berpesan agar para siswa tetap menjaga kesehatan, menghormati orang tua dan guru, serta selalu mengandalkan Tuhan dalam setiap langkah meraih cita-cita.

Sementara itu, Kepala SMK Negeri Kokar menyampaikan apresiasi atas perhatian dan kunjungan pemerintah provinsi.

Ia mengungkapkan bahwa tantangan yang masih dihadapi adalah meningkatkan kesadaran orang tua terhadap pentingnya pendidikan bagi anak-anak.

Kunjungan ini diharapkan menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi, sehingga mampu melahirkan lulusan yang siap kerja dan berdaya saing, khususnya dalam mendukung kemajuan pariwisata di Kabupaten Alor.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat daerah dan anggota legislatif, termasuk Anggota DPRD Provinsi NTT Muhammad Ansor, Plt. Asisten II Kabupaten Alor Anderias Blegur, serta jajaran pemerintah daerah dan tenaga pendidik. *




Perumda Air Minum Kota Kupang Go To School, Edukasi HIV/AIDS dan Tanamkan Harapan bagi Generasi Muda

Kupang, nwartapedia.com – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17, Perumda Air Minum Kota Kupang menghadirkan program “Go To School” sebagai wujud kepedulian terhadap generasi muda melalui edukasi pencegahan dan penanganan HIV/AIDS di lingkungan sekolah.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menegaskan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari langkah nyata perusahaan untuk lebih dekat dengan masyarakat, khususnya pelajar sebagai generasi penerus.

“Melalui kegiatan ini, kami tidak hanya memperkenalkan Perumda Air Minum kepada siswa, tetapi juga menghadirkan edukasi penting terkait bahaya HIV dan AIDS. Kami ingin sekolah menjadi ruang harapan, tempat di mana siswa dibekali pengetahuan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” ujarnya pada Senin (13/6/2026).

Ia menambahkan, kolaborasi bersama Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang menjadi kekuatan utama dalam memberikan pemahaman yang tepat kepada pelajar tentang risiko pergaulan bebas serta pentingnya menjaga perilaku hidup sehat.

“Selama 17 tahun, Perumda Air Minum telah mengalirkan harapan. Kini, melalui program Go To School, kami ingin menanamkan harapan itu kepada para pelajar agar mereka mampu menjauhi perilaku berisiko dan tetap fokus pada pendidikan,” jelasnya.

Sekretaris KPAD Kota Kupang, Julius Tanggu Bore, menyampaikan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan kondisi saat ini, di mana angka penularan HIV/AIDS di kalangan usia muda masih menjadi perhatian serius.

“Kolaborasi ini menjadi momentum penting untuk memberikan edukasi langsung kepada siswa. Kami berharap mereka dapat memahami risiko yang ada dan mampu mengambil keputusan yang tepat dalam pergaulan sehari-hari,” katanya.

Ia juga mengajak para orang tua untuk lebih aktif dalam mengawasi dan membimbing anak-anak agar terhindar dari pergaulan yang tidak sehat.

Ketua Panitia HUT ke-17 Perumda Air Minum Kota Kupang, Marius R. Seran, menjelaskan bahwa kegiatan edukasi ini telah dilaksanakan di dua sekolah, yakni SMA Katolik Santo Arnoldus Yansen pada Sabtu, 11 April 2026, dan SMP Negeri 11 Kota Kupang pada Senin, 13 April 2026.

“Materi yang diberikan mencakup pemahaman tentang HIV/AIDS serta pola perilaku remaja yang rentan terhadap penularan. Kegiatan ini sejalan dengan tema HUT kami, ‘17 Tahun Perumda Air Minum Mengalirkan Harapan,’ yang menekankan pentingnya membangun masa depan generasi muda,” ungkapnya.

Menurutnya, melalui kegiatan ini diharapkan para pelajar dapat memiliki kesadaran yang lebih tinggi terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan menjauhi perilaku berisiko.

“Harapan kami, kolaborasi ini tidak hanya berhenti di sini, tetapi terus berlanjut demi menciptakan generasi muda yang sehat, cerdas, dan penuh harapan,” tutupnya. (MI)