Rapat Evaluasi dan Koordinasi Lintas Sektor: 108 Keputusan Dihasilkan, Tonggak Baru Kolaborasi Pembangunan Kota Kupan

Kupang, nwartapedia.com  —  Pemerintah Kota Kupang menyelenggarakan Rapat Evaluasi dan Koordinasi Lintas Sektor Lingkup Pemerintah Kota Kupang yang berlangsung di Hotel Kristal pada Rabu (15/04).

Rapat strategis ini dipimpin langsung oleh Walikota Kupang, dr. Christian Widodo, bersama Wakil Walikota Kupang, Serena C. Francis, S.Sos., M.Sc, serta dimoderatori oleh Sekretaris Daerah Kota Kupang, Jeffry Edward Pelt, S.H.

Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi lintas perangkat daerah, dengan menghadirkan seluruh pemangku kepentingan untuk menyatukan arah kebijakan dan percepatan program prioritas pembangunan Kota Kupang.

Dari hasil rapat bersama 42 perangkat daerah se-Kota Kupang termasuk perusahaan daerah, tercatat 108 keputusan yang berhasil dirumuskan, termasuk 12 lingkup kolaborasi yang bersifat strategis dan lintas sektor.

Output tersebut mencakup berbagai inisiatif konkret, antara lain pembentukan kelompok kerja (Pokja), penguatan layanan publik terintegrasi, pengembangan sistem informasi, hingga pelaksanaan program inovatif berbasis kolaborasi antar perangkat daerah.

Beberapa output kunci yang dihasilkan antara lain pembentukan Pokja Penanggulangan Anak Jalanan, Pokja Pengelola Car Free Day (CFD), penyelenggaraan event budaya perdana Kota Kupang, penguatan layanan kesehatan berbasis Posyandu, serta pengembangan sistem informasi harga pasar dan inovasi daerah.

Dalam arahannya, Walikota Kupang menegaskan pentingnya komitmen bersama seluruh perangkat daerah untuk memastikan setiap output yang dihasilkan tidak berhenti pada tataran perencanaan, tetapi diwujudkan secara nyata dan terukur.

Menutup kegiatan tersebut, Walikota Kupang menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan sebuah langkah bersejarah.

“Pertemuan seperti ini baru pertama kali terjadi sepanjang sejarah Kota Kupang. Ini bukan sekadar rapat, tetapi akan menjadi legacy penting bagi perubahan Kota Kupang ke depan,” tegasnya.

Dengan semangat kolaborasi dan integrasi lintas sektor yang kuat, Pemerintah Kota Kupang optimis seluruh output yang dihasilkan dapat menjadi pendorong utama dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lebih efektif, responsif, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

(Pemerintah Kota Kupang)




Pengalaman Siswa SMAN 1 Amarasi Barat Usai Ujian Proyek: Dari Rasa Takut Jadi Percaya Diri

Kupang, nwartapedia.com  — Pelaksanaan ujian sekolah berbasis proyek di SMA Negeri 1 Amarasi Barat tidak hanya menjadi ajang evaluasi akademik, tetapi juga meninggalkan kesan mendalam bagi para siswa yang menjalaninya.

Sejumlah siswa berbagi pengalaman mereka setelah mengikuti ujian tersebut, yang dinilai mampu membentuk karakter sekaligus meningkatkan kepercayaan diri.

Salah satu siswa kelas XII, Isna Nepa Burini, mengaku bahwa ujian berbasis proyek menjadi momen penting dalam perjalanan pendidikannya.

Ia menilai proses yang dijalani bukan sekadar ujian, tetapi bagian dari pembelajaran yang membentuk mental dan kemampuan diri.

“Ini bukan beban, tetapi bagian dari proses pembelajaran. Saya yang dulunya pemalu, sekarang bisa lebih berani tampil dan percaya diri,” ungkap Isna kepada media ini, Jumat (17/4/2026).

Ia menjelaskan, seluruh tahapan ujian telah dipersiapkan sejak lama, mulai dari penentuan topik, penelitian lapangan, hingga penyusunan karya tulis ilmiah.

Menariknya, dalam presentasi, Isna memilih menggunakan bahasa Inggris sebagai bentuk pembuktian kemampuan diri.

“Saya ingin menunjukkan bahwa walaupun kami dari Amarasi Barat, kami juga mampu bersaing dan menggunakan bahasa Inggris dengan baik,” ujarnya.

Isna juga mengungkapkan cita-citanya untuk melanjutkan pendidikan ke Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN). Ia pun berpesan kepada adik-adik kelas agar terus percaya diri dan tidak ragu mengembangkan potensi yang dimiliki.

“Setiap orang punya potensi. Tinggal bagaimana kita berani mengembangkan dan percaya pada diri sendiri,” tambahnya.

Hal senada disampaikan siswa lainnya, Maria Bait Tnunai, yang mengaku awalnya merasa ragu menghadapi ujian. Namun, berkat dukungan dari orang tua, guru, dan teman-teman, ia mampu melewati proses tersebut dengan baik.

“Ujian ini sangat membantu kami untuk belajar seperti menyusun skripsi dan menghadapi tantangan ke depan. Kami juga belajar menyelesaikan masalah secara mandiri,” katanya.

Maria juga menyoroti berbagai tantangan selama proses penelitian lapangan, seperti kesulitan menemukan narasumber.

Namun, dari pengalaman tersebut, ia dan teman-temannya belajar tentang kesabaran dan ketekunan.

Ia mengaku bangga dengan inovasi yang diterapkan sekolah, karena tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga membentuk karakter siswa secara menyeluruh.

“Yang paling berkesan adalah kehadiran orang tua. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi kami,” tuturnya.

Dengan berakhirnya ujian berbasis proyek ini, SMA Negeri 1 Amarasi Barat kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan inovasi pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada hasil, tetapi juga menekankan proses serta pembentukan karakter siswa sebagai bekal menghadapi masa depan. (MI)




Ujian Proyek SMAN 1 Amarasi Barat Berakhir, Kepala Sekolah Soroti Peningkatan Kepercayaan Diri Siswa

Kupang nwartapedia.com  —  Pelaksanaan ujian sekolah berbasis proyek di SMA Negeri 1 Amarasi Barat resmi memasuki hari terakhir, Jumat (17/4/2026).

Kepala sekolah, Thomas Doni, S.Pd., MM, menyampaikan bahwa model ujian ini membawa dampak positif, meski diakui masih terdapat sejumlah tantangan.

Saat ditemui di ruang kerjanya, Thomas mengungkapkan bahwa salah satu kendala utama adalah kesiapan mental siswa, khususnya dalam hal keberanian berbicara di depan umum.

“Awalnya memang ada siswa yang masih minder dan takut tampil. Tapi dengan pendampingan guru pembimbing dan moderator, mereka akhirnya mampu melewati proses ini dengan baik dan percaya diri,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa dalam ujian ini, setiap siswa diuji oleh dua penguji dan didampingi satu moderator. Selain itu, presentasi juga disaksikan oleh teman sekelas dan orang tua yang hadir langsung di dalam ruangan.

“Setiap hari ada enam siswa yang presentasi. Orang tua kami libatkan untuk duduk di belakang anaknya sebagai bentuk dukungan moral. Ini menjadi motivasi besar bagi siswa,” jelasnya.

Salah satu momen yang paling berkesan, menurut Thomas, terjadi ketika seorang siswa menangis haru karena untuk pertama kalinya orang tuanya hadir menyaksikan ujian.

“Ada siswa yang mengatakan selama tiga tahun sekolah, orang tuanya tidak pernah hadir. Tapi saat ujian ini, orang tuanya datang. Itu menjadi kebanggaan tersendiri bagi siswa tersebut,” ungkapnya.

Meski demikian, ia juga mengakui masih ada kendala teknis, seperti keseragaman penulisan karya ilmiah serta keterbatasan fasilitas, di mana sebagian siswa belum memiliki perangkat seperti laptop.

Namun, hal itu tidak menyurutkan semangat siswa untuk tetap mengikuti ujian hingga selesai.

“Semua siswa tetap berpartisipasi penuh. Bahkan yang sudah ujian di hari pertama tetap hadir untuk mendukung teman-temannya. Ini menunjukkan semangat kebersamaan yang luar biasa,” tambahnya.

Thomas juga menegaskan bahwa sekolah akan melakukan evaluasi melalui angket yang dibagikan kepada siswa guna menyempurnakan pelaksanaan di tahun berikutnya.

Ia berharap konsep “rumah belajar” yang selama ini diterapkan di sekolah dapat terus mempererat hubungan antara sekolah, siswa, dan orang tua.

“Kami ingin sekolah ini bukan sekadar tempat belajar, tetapi juga menjadi rumah bagi siswa dan orang tua,” katanya. (MI)




Camat Amarasi Barat Apresiasi Ujian Sekolah Berbasis Proyek di SMAN 1 Amarasi Barat

Kupang nwartapedia.com  –  Camat Amarasi Barat, Desy L. Tupa, S.STP melakukan kunjungan ke SMA Negeri 1 Amarasi Barat pada Jumat (17/4/2026) dan memberikan apresiasi atas pelaksanaan Ujian Sekolah Berbasis Proyek (USBP) yang dinilai inovatif dan berdampak positif bagi siswa.

 

Dalam kunjungannya, Desy menyampaikan penghargaan kepada kepala sekolah, dewan guru, serta orang tua siswa yang telah bekerja sama secara maksimal dalam mendukung proses pembelajaran hingga pelaksanaan ujian berbasis proyek tersebut.

“Sebagai pemerintah kecamatan, kami sangat mengapresiasi kerja keras para guru, kepala sekolah, dan orang tua murid. Ini adalah langkah maju dalam dunia pendidikan, karena siswa tidak hanya diuji secara teori, tetapi juga melalui praktik nyata yang menjadi bekal penting untuk masa depan mereka,” ujarnya.

Ia berharap pengalaman yang diperoleh siswa melalui ujian berbasis proyek ini dapat menjadi fondasi kuat, baik untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi maupun dalam kehidupan bermasyarakat.

Camat Desy juga memberikan motivasi langsung kepada para siswa agar terus membentuk karakter yang baik.

Ia mengingatkan pentingnya kecerdasan, sikap religius, serta penghormatan kepada guru dalam menempuh pendidikan.

“Ingat, harus jadi anak yang pintar, takut akan Tuhan, dan hormat pada guru,” pesannya di hadapan para siswa.

Sementara itu, Kepala SMA Negeri 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, S.Pd., MM, menjelaskan bahwa konsep ujian berbasis proyek ini dirancang menyerupai penulisan semi-skripsi.

Program tersebut telah dipersiapkan sejak Oktober 2025, di mana para siswa mulai melakukan penelitian sederhana di desa-desa.

“Kami memberikan topik kepada siswa melalui sistem undian, kemudian mereka turun langsung ke lapangan untuk mengumpulkan data. Proses ini berlangsung dari Oktober hingga Januari,” jelasnya.

Setelah tahap pengumpulan data, siswa mulai menyusun laporan secara bertahap layaknya skripsi, dimulai dari Bab I hingga proses konsultasi dengan guru pembimbing. Seluruh rangkaian penulisan diselesaikan pada akhir Maret 2026.

“Ujian berbasis proyek ini dilaksanakan pada 13 hingga 17 April, di mana siswa mempresentasikan hasil penelitian mereka di hadapan penguji, teman sekelas, dan juga orang tua,” tambah Thomas.

Menurutnya, inovasi ini bertujuan membekali siswa dengan kemampuan menulis ilmiah dan berpikir kritis sejak dini, sehingga mereka tidak mengalami kesulitan saat menghadapi tugas akhir di perguruan tinggi.

Ia juga menekankan bahwa model pembelajaran ini telah disosialisasikan kepada orang tua siswa sejak dua tahun terakhir, termasuk saat siswa melakukan penelitian lapangan dengan membawa surat resmi dari sekolah.

“Ini bukan sekadar ujian, tetapi juga proses pembelajaran menyeluruh. Kami ingin siswa memiliki kesiapan mental, akademik, dan pengalaman sebelum melangkah ke jenjang berikutnya,” ungkapnya.

Menariknya, pelaksanaan ujian ini melibatkan dua penguji untuk setiap siswa, serta dihadiri oleh teman sekelas dan orang tua, sehingga menciptakan suasana akademik yang terbuka sekaligus mempererat hubungan antara sekolah dan keluarga.

SMAN 1 Amarasi Barat menjadi salah satu sekolah di Kabupaten Kupang yang menerapkan inovasi ujian berbasis proyek, sebagai upaya meningkatkan kualitas lulusan dan menjawab tantangan pendidikan di masa depan. (MI)




Gubernur NTT Dorong Disiplin Pengelolaan Kendaraan Dinas dan Kepatuhan Pajak ASN

Kupang, nwartapedia.com – Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan pentingnya disiplin aparatur sipil negara (ASN) dalam pengelolaan kendaraan dinas, termasuk kepatuhan terhadap kewajiban pajak dan kelengkapan administrasi.

Hal tersebut disampaikannya saat memimpin apel kendaraan dinas lingkup Pemerintah Provinsi NTT yang digelar di halaman rumah jabatan gubernur, Kamis (16/4/2026).

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa kendaraan dinas merupakan aset negara yang harus dikelola secara tertib, baik dari sisi administrasi maupun kondisi fisik.

Ia meminta seluruh perangkat daerah memastikan setiap kendaraan dinas terdata dengan baik dan dalam keadaan layak operasional.

“Setiap kendaraan dinas harus dirawat secara rutin dan diperiksa secara berkala. Jika ada kendala, segera dilaporkan agar dapat ditangani dengan cepat,” ujarnya.

Selain itu, Gubernur juga mengingatkan bahwa kepatuhan pajak harus dimulai dari lingkungan internal pemerintah sebagai bentuk keteladanan kepada masyarakat.

Menurutnya, ASN memiliki peran penting dalam membangun kesadaran publik terkait kewajiban perpajakan, sehingga harus terlebih dahulu menunjukkan kepatuhan dari dalam institusi.

“Kalau kita sudah tertib, kita bisa menjadi contoh dan lebih percaya diri mengajak masyarakat untuk taat pajak,” tegasnya.

Kegiatan apel ini dipimpin oleh Pelaksana Tugas Kepala Badan Pengelola Aset Daerah Provinsi NTT, Johny Ataupah, dengan diikuti sebanyak 120 unit kendaraan dinas yang terdiri dari 45 unit sepeda motor dan 75 unit mobil.

Dalam rangkaian kegiatan, Gubernur bersama jajaran pimpinan perangkat daerah serta perwakilan PT Jasa Raharja turut melakukan peninjauan langsung terhadap kendaraan dinas.

Pemeriksaan meliputi kelengkapan dokumen serta kondisi fisik kendaraan guna memastikan kesiapan operasional di lapangan.

Pemerintah Provinsi NTT berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesadaran ASN dalam pengelolaan aset daerah sekaligus mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui kepatuhan pajak yang lebih optimal.***




HUT ke-17, Perumda Air Minum Kota Kupang Tegaskan Komitmen Tingkatkan Pelayanan

Kupang, nwartapedia.com – Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdy Jeremias, menyampaikan bahwa momentum perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17 menjadi wujud rasa syukur sekaligus refleksi atas perjalanan pelayanan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam puncak perayaan HUT ke-17 Perumda Air Minum Kota Kupang yang berlangsung pada Kamis (16/4/2026).

Menurut Ferdy, selama 17 tahun Perumda Air Minum hadir untuk melayani kebutuhan air bersih masyarakat Kota Kupang, meskipun diakui pelayanan yang diberikan belum sepenuhnya mencapai titik maksimal.

“Puncak perayaan ini adalah ungkapan syukur kami. Tidak terasa 17 tahun kami hadir melayani masyarakat. Walaupun pelayanan belum maksimal, kami tetap optimis dengan dukungan semua pihak, harapan itu akan menjadi kenyataan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam menyukseskan rangkaian kegiatan HUT, baik dari internal maupun eksternal.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah terlibat. Kebersamaan ini memiliki arti penting bagi kami dalam memperkuat semangat pelayanan,” tambahnya.

Lebih lanjut, Ferdy berharap momentum kebersamaan dalam perayaan HUT ini dapat menjadi energi baru bagi Perumda Air Minum untuk terus berbenah dan meningkatkan kualitas layanan ke depan.

“Semoga kebersamaan ini menjadi tambahan semangat bagi kami untuk terus maju dan menjadi harapan bagi masyarakat Kota Kupang,” pungkasnya.

Perayaan HUT ke-17 ini menjadi momentum penting bagi Perumda Air Minum Kota Kupang untuk memperkuat komitmen dalam menghadirkan pelayanan air bersih yang lebih baik, merata, dan berkelanjutan bagi seluruh warga. (MI)




Dukung Fasilitas Kesehatan Warga, Filmon Loasana Bantu Material Posyandu di Penkase Oeleta

Kupang, nwartapedia.com – Anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur dari Fraksi PSI, Filmon Loasana, memberikan bantuan material bangunan untuk mendukung pembangunan Posyandu di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, Kota Kupang, Rabu (15/4/2026).

Bantuan berupa pasir, batu kerikil, dan batako tersebut disalurkan kepada masyarakat RW 06 yang mencakup RT 19, 20, 21, 22, dan 26.

Bantuan ini merupakan inisiatif pribadi sebagai bentuk perhatian terhadap kebutuhan fasilitas kesehatan dasar di lingkungan masyarakat.

Pembangunan Posyandu ini digagas secara swadaya oleh warga melalui semangat solidaritas, guna menghadirkan layanan kesehatan yang lebih dekat dan mudah diakses, khususnya bagi ibu dan anak.

Filmon Loasana menilai bahwa keberadaan Posyandu sangat penting dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Ia berharap bantuan yang diberikan dapat mempercepat proses pembangunan sehingga segera dapat dimanfaatkan.

“Fasilitas seperti Posyandu harus kita dorong bersama karena manfaatnya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterlibatan aktif warga dalam pembangunan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara masyarakat dan pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam memperkuat pembangunan di tingkat lokal.

Warga setempat menyambut positif bantuan tersebut dan berharap pembangunan Posyandu dapat segera selesai serta digunakan untuk menunjang pelayanan kesehatan di lingkungan mereka.

Dukungan ini diharapkan menjadi bagian dari upaya bersama dalam meningkatkan akses layanan kesehatan serta memperkuat semangat gotong royong di tengah masyarakat (MI)




Peningkatan Jalan di GOR Oepoi Segera Dimulai, Pemkot Kupang Utamakan Kualitas dan Akses Publik

Kupang, nwartapedia.com – Pemerintah Kota Kupang melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kupang segera memulai pekerjaan peningkatan ruas jalan di kawasan GOR Flobamora sebagai bagian dari upaya memperbaiki infrastruktur strategis kota.

Ruas Jalan Iman Budiman yang berada di depan GOR Oepoi selama ini dikenal sebagai jalur padat yang menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat menuju pusat kota.

Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mempercepat penanganan guna meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Bidang Bina Marga, Jeck Puu, menyampaikan bahwa proses pengadaan proyek telah rampung dan kini memasuki tahap persiapan pelaksanaan.

Proyek ini akan dikerjakan oleh CV Tiga Putra Agung dengan nilai kontrak sebesar Rp5,579 miliar. Dalam waktu dekat, pihak kontraktor akan menerima penyerahan lapangan sebagai tanda dimulainya pekerjaan.

Tahapan awal meliputi pengecekan kondisi lapangan (MC 0) dan rapat persiapan konstruksi (PCM), sebelum pekerjaan fisik dilaksanakan secara bertahap.

Lingkup pekerjaan mencakup pembangunan badan jalan dengan struktur beton bertulang, perbaikan lapisan dasar, penimbunan agregat, serta pembenahan sistem drainase dan trotoar.

Penanganan ini diharapkan tidak hanya memperkuat konstruksi jalan, tetapi juga meningkatkan fungsi kawasan secara menyeluruh.

Menurut Jeck, penggunaan konstruksi beton bertulang dipilih untuk menjamin daya tahan jalan dalam jangka panjang, terutama mengingat tingginya intensitas lalu lintas di kawasan tersebut.

Pekerjaan ditargetkan selesai dalam waktu 150 hari kalender dengan tetap mengedepankan standar mutu.

Ia juga menegaskan bahwa seluruh proses pengadaan dilakukan secara transparan melalui sistem LPSE, sehingga dapat dipantau publik dan bebas dari intervensi.

Di tengah keterbatasan anggaran, proyek ini tetap diprioritaskan karena dinilai memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas serta efisiensi mobilitas masyarakat Kota Kupang.

Dengan dimulainya pekerjaan dalam waktu dekat, pemerintah berharap kawasan GOR Oepoi dapat memiliki infrastruktur jalan yang lebih layak, aman, dan mendukung aktivitas masyarakat secara optimal.***




Wali Kota Kupang: HUT ke-17 Perumda Air Minum Harus Berdampak Nyata bagi Masyarakat

Kupang, nwartapedia.com – Wali Kota Kupang, Christian Widodo menegaskan bahwa perayaan Hari Ulang Tahun ke-17 Perumda Air Minum Kota Kupang harus memberikan dampak langsung bagi masyarakat.

Hal tersebut disampaikannya dalam sambutan pada puncak perayaan HUT yang digelar di Kota Kupang, Kamis (16/4/2026).

Dalam kesempatan itu, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada jajaran Perumda Air Minum atas dedikasi selama 17 tahun dalam menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat.

Ia juga mengapresiasi berbagai kegiatan sosial yang dilakukan dalam rangkaian HUT, seperti bakti sosial, pengobatan gratis, pasar murah, hingga pemasangan sambungan rumah gratis bagi warga berpenghasilan rendah.

“Perayaan tidak boleh sekadar seremonial, tetapi harus memberi dampak nyata. Apa yang dilakukan hari ini sudah tepat karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Ia mengibaratkan Perumda Air Minum sebagai “kapal” yang tidak hanya berlabuh di dermaga, tetapi harus berani menghadapi gelombang persoalan di tengah masyarakat, khususnya terkait pemenuhan kebutuhan air bersih di Kota Kupang.

Menurutnya, air merupakan sumber kehidupan yang harus dilayani secara adil dan merata tanpa diskriminasi. Oleh karena itu, pelayanan publik di sektor air minum harus terus ditingkatkan, baik dari sisi kualitas, kontinuitas, maupun pemerataan layanan.

“Selama masih ada warga yang belum mendapatkan akses air bersih, maka tugas kita belum selesai. Kita tidak hanya menjadi operator, tetapi penjaga kehidupan masyarakat,” tegasnya.

Sementara itu, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa menyampaikan bahwa selama 17 tahun, pihaknya terus berupaya menghadirkan layanan air sebagai bagian dari harapan dan kehidupan masyarakat.

“Air yang kami alirkan bukan sekadar layanan, tetapi juga harapan bagi warga Kota Kupang,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, berdasarkan survei terbaru, tingkat kepuasan pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang mencapai angka 82 dengan kategori baik.

Meski demikian, pihaknya mengakui masih terdapat sejumlah aspek yang perlu ditingkatkan ke depan.
Dalam momentum HUT ke-17 ini, Perumda Air Minum juga meluncurkan berbagai program, di antaranya pemasangan 17 sambungan rumah gratis, program berbagi air, serta penguatan layanan berbasis digital.

Ketua panitia HUT, Marius R. Seran menjelaskan bahwa rangkaian kegiatan telah berlangsung sejak 2 Maret hingga 16 April 2026, dengan mengusung tema “17 Tahun Perumda Air Minum Mengalirkan Harapan.”

Berbagai kegiatan tersebut meliputi bakti sosial di panti asuhan, donor darah, pelayanan kesehatan gratis, pasar murah, edukasi HIV/AIDS di sekolah, hingga peluncuran program inovatif untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Pemerintah Kota Kupang berharap, momentum ini menjadi penguatan komitmen bersama dalam meningkatkan kualitas layanan air bersih, sekaligus memperluas jangkauan pelayanan bagi seluruh masyarakat Kota Kupang. (MI)




Wali Kota Kupang Tekankan Evaluasi Jujur dan Sinergi Lintas Sektor untuk Perkuat Kinerja Pemerintah

Kupang, nwartapedia.com – Christian Widodo secara resmi membuka Rapat Evaluasi dan Koordinasi Lintas Sektor lingkup Pemerintah Kota Kupang yang digelar di Hotel Kristal Kupang, Rabu (15/4).

Rapat strategis ini dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang Serena C. Francis, Sekretaris Daerah Jeffry E. Pelt, para staf ahli, asisten sekda, pimpinan perangkat daerah, direktur perusahaan daerah, hingga para camat se-Kota Kupang.

Dalam arahannya, Wali Kota menegaskan pentingnya kejujuran, kolaborasi lintas sektor, serta penguatan sistem kerja dalam memastikan keberhasilan program pemerintah daerah.

Menurutnya, forum evaluasi ini menjadi ruang terbuka untuk mengidentifikasi hambatan sekaligus merumuskan solusi bersama.

“Rapat ini bukan untuk mencari kesalahan, tetapi untuk memahami kendala yang ada dan menemukan jalan keluar secara kolektif,” tegasnya.

Ia mencontohkan pengembangan kawasan Saboak di Taman Nostalgia Kupang sebagai program yang membutuhkan keterlibatan banyak pihak, mulai dari penataan kawasan, keamanan, kebersihan, hingga pengelolaan lalu lintas.

Hal tersebut menunjukkan bahwa sinergi antar perangkat daerah menjadi faktor kunci keberhasilan.

Wali Kota juga mendorong seluruh peserta untuk terbuka dalam menyampaikan persoalan di lapangan.

Ia menilai kejujuran menjadi langkah awal dalam memperbaiki kinerja dan meningkatkan efektivitas program.

Selain itu, ia menekankan pentingnya fokus pada program prioritas, baik daerah maupun nasional, seperti penguatan koperasi, UMKM, serta penyaluran beasiswa berbasis data yang akurat dan terintegrasi.

“Kita tidak boleh hanya kuat di laporan, tetapi lemah dalam pelaksanaan. Yang dibutuhkan adalah keberanian menindaklanjuti hasil evaluasi,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya membangun sistem kerja yang berkelanjutan agar program tetap berjalan optimal meskipun terjadi pergantian personel.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Serena C. Francis menegaskan bahwa keterbukaan dan komunikasi yang efektif menjadi kunci dalam menyelesaikan berbagai persoalan.

Ia meminta setiap perangkat daerah menyampaikan kendala secara singkat, padat, dan jelas agar pembahasan lebih fokus pada solusi.

Ia juga mengajak seluruh jajaran untuk terbuka terhadap berbagai perspektif, termasuk masukan dari LSM dan sektor swasta, guna meningkatkan kualitas pelaksanaan program.

“Kita harus terbuka terhadap kritik yang membangun serta peluang kolaborasi agar program pemerintah benar-benar berdampak bagi masyarakat,” ujarnya.

Rapat evaluasi ini direncanakan akan dilaksanakan secara berkala sebagai upaya memperkuat sinergi, meningkatkan efektivitas kinerja, serta memastikan pembangunan di Kota Kupang berjalan optimal dan tepat sasaran. *