Inspektorat Kota Kupang Periksa Dua Mantan Lurah, Proses Dipercepat untuk Hindari Spekulasi Publik

Kupang, nwartapedia.com — Kepala Inspektorat Daerah Kota Kupang, Frengky Amalo, S.Sos., M.Si, menyampaikan bahwa pihaknya tengah melakukan pemeriksaan terhadap dua mantan lurah, yakni mantan Lurah Tode Kisar Richardson Zacharias Therik dan mantan Plt. Lurah Fontein Ledy Amatae, terkait kasus yang tengah menjadi perhatian publik.

Hal tersebut disampaikan kepada media ini di ruang kerjanya pada Senin (20/4/2026), menyusul arahan Wali Kota Kupang melalui Sekretaris Daerah agar Inspektorat segera menindaklanjuti laporan dan melakukan pemeriksaan secara menyeluruh.

“Untuk sementara, kami sudah melakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak terkait, termasuk keluarga dan aparatur di kedua kelurahan yang dinilai mengetahui persoalan ini,” ujar Frengky.

Ia menjelaskan, dalam waktu dekat pihaknya juga akan memanggil kedua mantan lurah tersebut untuk dimintai keterangan secara langsung. Surat panggilan telah disiapkan dan dijadwalkan dalam pekan ini.

“Kami akan memanggil mantan Plt. Lurah Fontein, Ledy Amatae, dan mantan Lurah Tode Kisar, Richardson Zacharias Therik, untuk memberikan klarifikasi. Karena mereka adalah pejabat, maka perlu dimintai keterangan secara resmi,” tegasnya.

Frengky menegaskan bahwa pemeriksaan Inspektorat berfokus pada aspek kedudukan mereka sebagai aparatur pemerintah, khususnya terkait dugaan pelanggaran disiplin dan etika sebagai pejabat publik, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“Jika menyangkut dugaan peristiwa pemukulan, itu merupakan delik aduan dan menjadi ranah pribadi atau keluarga. Sementara kami di Inspektorat fokus pada aspek disiplin dan etika sebagai pejabat,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa proses pemeriksaan akan dipercepat guna menghindari berkembangnya opini liar di tengah masyarakat, sekaligus memastikan roda pemerintahan di tingkat kelurahan tetap berjalan dengan baik.

“Pak Wali Kota sangat mendukung percepatan proses ini agar tidak mengganggu penyelenggaraan pemerintahan, pembangunan, dan pelayanan kepada masyarakat di kelurahan,” katanya.

Sebagai langkah awal, kedua pejabat tersebut telah dibebastugaskan sementara dari jabatan mereka, guna menjaga netralitas dan kelancaran proses pemeriksaan.

Dalam prosesnya, Inspektorat tidak hanya memeriksa dua orang tersebut, tetapi juga akan memanggil sejumlah pihak lain yang dianggap mengetahui permasalahan ini.

Hal ini dilakukan untuk mendapatkan keterangan yang berimbang dan komprehensif.

“Pemeriksaan ini tidak hanya terfokus pada dua orang. Kami akan memanggil pihak-pihak lain yang dinilai memiliki informasi, agar hasilnya objektif dan dapat dianalisis secara menyeluruh,” pungkas Frengky. (MI)




Inspektorat Kota Kupang Dalami Dugaan Penyelewengan Pajak Reklame, Nilai Capai Ratusan Juta Rupiah

Kupang, nwartapedia.com — Kepala Inspektorat Daerah Kota Kupang, Frengky Amalo, S.Sos., M.Si, angkat bicara terkait dugaan penyelewengan pajak reklame yang terjadi dalam kurun waktu 2020 hingga 2025.

Hal tersebut disampaikannya kepada media ini di ruang kerjanya, Senin (20/4/2026).

Frengky menjelaskan bahwa pemeriksaan terhadap kasus tersebut saat ini telah berjalan dan hampir memasuki tahap akhir.

Ia memperkirakan, proses pemeriksaan beserta penyusunan laporan akan rampung dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan.

“Pemeriksaan sementara sudah dilakukan dan hampir selesai. Kami targetkan satu sampai dua minggu ke depan laporan sudah bisa diselesaikan,” ujarnya.

Ia menegaskan, kasus ini menjadi perhatian serius karena berkaitan langsung dengan pendapatan daerah yang bersumber dari pajak masyarakat.

Menurutnya, pajak yang dibayarkan oleh masyarakat harus dikelola secara transparan dan tidak boleh disalahgunakan.

“Ini menyangkut pajak daerah yang dibayar oleh rakyat. Masyarakat tentu tidak ingin pajak mereka disalahgunakan, sehingga harus dikembalikan dalam bentuk pelayanan dan pembangunan,” tegasnya.

Dari hasil pemeriksaan sementara, nilai dugaan penyelewengan pajak reklame tersebut diperkirakan mencapai lebih dari Rp500 juta. Nilai tersebut merupakan akumulasi dari temuan sejak tahun 2020 hingga 2025.

Terkait sanksi, Frengky menyebut bahwa rekomendasi yang akan diberikan kemungkinan bersifat berat, mengingat adanya indikasi penyalahgunaan kewenangan serta pengelolaan keuangan daerah.

“Pada prinsipnya, jika terbukti ada penyalahgunaan kewenangan dalam pendapatan daerah, maka rekomendasi yang diberikan tentu akan berat. Nantinya keputusan akhir berada pada Wali Kota untuk penjatuhan sanksi,” jelasnya.

Dalam proses pemeriksaan, Inspektorat telah memanggil dan meminta keterangan dari berbagai pihak yang terkait.

Jumlahnya diperkirakan lebih dari 30 orang, termasuk pihak internal perangkat daerah maupun pihak eksternal seperti pelaku usaha.

“Kami memanggil semua pihak yang berkaitan, termasuk dari internal dan pihak luar seperti Alfamart. Semua yang terindikasi terkait, termasuk dugaan transaksi fiktif, akan dimintai keterangan karena saling berkaitan,” ungkapnya.

Meski demikian, Frengky belum dapat memastikan apakah kasus ini akan berlanjut ke ranah pidana.

Ia menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin mendahului hasil akhir pemeriksaan.

“Kami tidak bisa menyimpulkan lebih jauh apakah ini masuk tindak pidana atau tidak. Kita tunggu saja hasil pemeriksaan. Jika nanti ada perkembangan dari aparat penegak hukum, tentu akan kita ikuti,” katanya.

Ia juga mengakui bahwa besarnya nilai dugaan penyelewengan membuka kemungkinan adanya potensi pelanggaran hukum yang serius.

“Nilainya cukup besar, sehingga memang ada potensi ke arah pidana. Namun sekali lagi, kita menunggu hasil final pemeriksaan dan rekomendasi resmi,” pungkasnya. (MI)




Ibunda Prada Lucky Angkat Bicara Usai Putusan Banding, Tegaskan Kawal Keadilan hingga Tuntas

Kupang, nwartapedia.com – Ibunda almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo, Sepriana Paulina Mirpey, menyampaikan pernyataan resmi kepada media ini, Senin (20/4/2026), terkait putusan banding yang dikeluarkan Pengadilan Militer Tinggi III dalam kasus yang menewaskan putranya.

Dalam keterangannya, Sepriana mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas selesainya proses banding.

Ia menilai hasil putusan tersebut cukup memberikan rasa keadilan bagi keluarga, karena sebagian besar amar putusan tetap memperkuat putusan sebelumnya dari Pengadilan Militer Kupang.

“Kami bersyukur kepada Tuhan Yesus karena proses banding sudah selesai. Sebagian besar putusan tetap sama seperti sebelumnya,” ujarnya.

Meski demikian, ia mengakui adanya perubahan hukuman terhadap dua perwira, yakni Letda Inf Made Juni Arta Dana dan Letda Inf Achmad Thariq Al Qindi, yang mendapat pengurangan vonis dari sembilan tahun menjadi tujuh tahun penjara.

Pihak keluarga, lanjutnya, tetap menghormati keputusan tersebut sebagai bagian dari kewenangan majelis hakim.

Sepriana menegaskan, hal terpenting bagi keluarga adalah adanya sanksi tambahan berupa pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap para terdakwa.

Menurutnya, hal itu menjadi bentuk ketegasan hukum di lingkungan militer.

“Kami akan terus mengawal kasus ini sampai para pelaku benar-benar diberhentikan secara resmi dari dinas militer,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia berharap peristiwa yang menimpa putranya menjadi pelajaran penting bagi institusi TNI agar ke depan tidak terjadi lagi kekerasan dalam proses pembinaan prajurit.

“Pembinaan harus dilakukan dengan cara yang manusiawi, bukan dengan kekerasan yang bisa menghilangkan nyawa. Jadilah senior yang membina dengan baik,” ungkapnya.

Sepriana juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada berbagai pihak yang telah mendampingi keluarga dalam memperjuangkan keadilan, mulai dari majelis hakim, oditur militer, tim kuasa hukum, LPSK, pemerintah daerah, hingga masyarakat dan media yang terus memberikan dukungan.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang sudah membantu, mendukung, dan mendoakan kami selama proses ini,” tuturnya.

Putusan Banding dan Tahapan Lanjutan

Dalam putusan banding tersebut, mayoritas terdakwa tetap dijatuhi hukuman penjara serta sanksi tambahan berupa pemecatan dari dinas militer.

Selain itu, majelis hakim juga menetapkan kewajiban pembayaran restitusi kepada keluarga korban dengan total mencapai Rp544.625.070.

Namun, putusan ini masih berada pada tingkat banding dan belum berkekuatan hukum tetap.

Para pihak masih memiliki hak untuk menempuh upaya hukum lanjutan berupa kasasi ke Mahkamah Agung.

Sepriana menegaskan, keluarga akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas demi memastikan keadilan bagi almarhum Prada Lucky Chepril Saputra Namo benar-benar terwujud. (MI)




Gubernur NTT Luncurkan NTT Mart dan Dapur Flobamorata di Ende

Ende, nwartapedia.com — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, resmi meluncurkan program NTT Mart berbasis One School One Product (OSOP) di SMK Negeri 2 Ende, Minggu (19/4/2026).

Pada kesempatan terpisah di hari yang sama, ia juga meresmikan Dapur Flobamorata di SMKN 1 Ende sebagai bagian dari penguatan ekosistem ekonomi berbasis sekolah.

Dalam arahannya, Gubernur menegaskan bahwa dunia pendidikan di NTT harus mengalami transformasi, tidak lagi hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga mampu menciptakan produk dan menggerakkan ekonomi daerah.

Hal ini dinilai penting mengingat kondisi defisit perdagangan NTT yang mencapai Rp51 triliun.

Menurutnya, kehadiran NTT Mart dan Dapur Flobamorata menjadi langkah konkret dalam mendorong hilirisasi produk sekolah, mulai dari proses produksi hingga pemasaran.

Ia menekankan bahwa hasil produksi tidak boleh berhenti pada bahan mentah, tetapi harus melalui tahapan pengolahan agar memiliki nilai tambah.

“Semua proses harus terintegrasi, dari tanam, panen, olah, kemas, sampai jual. Di situlah nilai ekonomi tercipta,” tegasnya.

Gubernur juga menyoroti tiga pilar utama pendidikan di NTT yang harus berjalan seimbang, yakni akademik, karakter, dan kewirausahaan.

Ia menegaskan bahwa kemampuan akademik tetap menjadi fondasi utama, namun harus diimbangi dengan pembentukan karakter yang kuat.

Selain itu, kewirausahaan menjadi aspek penting untuk menjawab tantangan ekonomi daerah.

Ia menyebut program OSOP sebagai bagian dari strategi besar bersama konsep One Village One Product (OVOP) dan One Community One Product (OCOP), yang seluruh produknya akan dipasarkan melalui NTT Mart.

“NTT tidak boleh terus bergantung pada produk luar. Kita harus jadi produsen dan membeli produk sendiri,” ujarnya.

Sebagai upaya menciptakan pasar, Pemerintah Provinsi NTT juga merancang kebijakan belanja Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk produk lokal, meski implementasinya masih menunggu kesiapan produksi.

Gubernur turut mendorong sekolah, khususnya SMK, untuk mengembangkan unit usaha berbasis potensi lokal seperti pertanian, peternakan, hingga pariwisata.

Ia menekankan bahwa proses pembelajaran harus berbasis praktik nyata agar siswa memiliki keterampilan dan pengalaman langsung.

“Belajar tidak cukup di kelas. Harus di kebun, di kandang, di lapangan usaha. Anak-anak harus tahu cara produksi sampai menghitung keuntungan,” katanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Ende, Dominikus Minggu Mere, menilai program tersebut sebagai langkah strategis dalam memperkuat kemandirian ekonomi daerah berbasis sekolah dan masyarakat.

Ia menyebut NTT Mart akan menjadi etalase produk unggulan daerah, sedangkan Dapur Flobamorata berperan sebagai pusat inovasi kuliner dan praktik kewirausahaan siswa.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTT, Ambrosius Kodo, menambahkan bahwa Ende menjadi kabupaten kelima yang menjalankan program ini setelah Kota Kupang, Belu, TTU, dan TTS.

Ia menegaskan pentingnya pendidikan vokasi yang terhubung langsung dengan dunia kerja dan pasar, dengan target minimal 50 persen lulusan dapat langsung terserap.

“Sekolah harus menjadi pusat produksi dan pembelajaran yang menghasilkan nilai ekonomi nyata bagi siswa,” ujarnya.

Peluncuran NTT Mart dan Dapur Flobamorata di Ende menandai langkah strategis Pemerintah Provinsi NTT dalam menggeser paradigma pembangunan dari konsumtif ke produktif, dengan sekolah sebagai motor penggerak ekonomi daerah. *




Gubernur NTT Buka Smater Ndao Cup IV, Tekankan Sportivitas dan Pembinaan Atlet Muda

Ende, nwartapedia.com  — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi membuka Smater Ndao Cup IV yang digelar di SMA Katolik Frateran Ndao Ende, Sabtu (18/4/2026).

Ajang ini mempertemukan pelajar tingkat SMP/MTs dari seluruh wilayah NTT dalam berbagai cabang lomba seperti voli putra-putri, futsal, dan e-sport Free Fire.

Sebanyak 29 kontingen ambil bagian dalam turnamen tersebut. Selain menjadi arena kompetisi, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai sarana pengembangan bakat serta pembentukan karakter generasi muda.

Dalam sambutannya, Gubernur mengapresiasi pihak sekolah yang konsisten menghadirkan kegiatan positif bagi pelajar.

Ia juga menyampaikan kebanggaannya dapat kembali ke lingkungan pendidikan yang memiliki nilai historis baginya.

Gubernur mendorong agar Smater Ndao Cup ke depan dapat ditingkatkan menjadi ajang yang lebih besar, bahkan berpotensi menjadi Piala Gubernur melalui sinergi dengan para kepala sekolah di NTT.

Ia juga berharap turnamen ini mampu melahirkan atlet-atlet muda berbakat yang bisa mewakili NTT di ajang nasional seperti Pekan Olahraga Nasional (PON).

Menurutnya, kompetisi sejak usia dini menjadi fondasi penting dalam mencetak prestasi olahraga.

Selain itu, Gubernur menekankan pentingnya menjunjung tinggi sportivitas.

Ia mengingatkan bahwa setiap pertandingan harus dijalani dengan semangat fair play, serta menerima hasil dengan sikap dewasa.

Sementara itu, Kepala SMA Katolik Frateran Ndao, Albertus Sukatno, menyampaikan bahwa Smater Ndao Cup telah menjadi tradisi sekolah dalam membina karakter siswa melalui kegiatan positif.

Ia menegaskan bahwa nilai-nilai seperti disiplin, kerja sama, dan persaudaraan menjadi inti dari penyelenggaraan kegiatan ini. Menurutnya, ajang tersebut juga menjadi ruang bagi pelajar untuk membangun relasi dan mempererat kebersamaan.

Turnamen Smater Ndao Cup IV diikuti oleh peserta dari berbagai kabupaten di daratan Flores dan Timor, dan akan berlangsung hingga 29 April 2026 di Lapangan Mardiwiyata. *




Kupang Jadi Pusat Solidaritas Nasional, Malam Amal Kanker Satukan Harapan dan Aksi Nyata

Kupang, nwartapedia.com  – Semangat kebersamaan dalam menghadapi kanker mengemuka dalam kegiatan Malam Galang Dana atau Charity Night yang digelar dalam rangka peringatan World Cancer Day Indonesia 2026 di Aula Rumah Jabatan Gubernur NTT, Sabtu (18/4) malam.

Wakil Gubernur NTT Johni Asadoma menegaskan bahwa perjuangan melawan kanker membutuhkan keterlibatan semua pihak tanpa memandang latar belakang.

Menurutnya, kegiatan ini bukan sekadar pertemuan seremonial, melainkan simbol kolaborasi yang menyatukan pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, hingga masyarakat luas.

“Perjuangan ini adalah tanggung jawab bersama. Ketika semua elemen bersatu, akan lahir kekuatan besar yang mampu menghadirkan harapan bagi para pasien kanker,” ujarnya.

Acara yang mengangkat tema “United by Unique: Stronger Together, Powered by Hope” ini turut dihadiri Ketua Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang NTT periode 2026–2031, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, bersama jajaran TP PKK, unsur Forkopimda, tenaga medis, komunitas penyintas, serta perwakilan organisasi onkologi nasional dan internasional.

Dalam kesempatan tersebut, Johni menekankan bahwa penunjukan Kupang sebagai tuan rumah peringatan nasional menjadi momentum strategis untuk memperkuat kesadaran masyarakat terkait pencegahan dan deteksi dini kanker.

Ia juga mengakui bahwa tantangan penanganan kanker di NTT masih cukup besar, terutama terkait keterlambatan diagnosis, keterbatasan akses layanan, serta beban ekonomi pasien.

Melalui kegiatan ini, pemerintah daerah mendorong terbentuknya kolaborasi lintas sektor yang lebih kuat, termasuk peningkatan literasi kesehatan, pemberdayaan perempuan sebagai agen kesehatan keluarga, serta penguatan jaringan layanan kanker di wilayah NTT.

Dana yang berhasil dihimpun dalam malam amal tersebut diharapkan dapat mendukung program deteksi dini, akses pengobatan, edukasi masyarakat, hingga pendampingan bagi pasien dan penyintas kanker.

Sementara itu, Mindriyati Astiningsih Laka Lena menegaskan komitmen YKI NTT untuk terus memperluas peran dalam pengendalian kanker melalui sinergi dengan berbagai pihak.

Ia menilai, keterlibatan tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga komunitas menjadi kunci dalam membangun kesadaran dan ketahanan masyarakat menghadapi kanker.

“Kami percaya, dengan kolaborasi yang kuat, masyarakat NTT dapat menjadi lebih sadar, lebih tanggap, dan lebih berdaya dalam menghadapi kanker,” ujarnya.

Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol bahwa perjuangan melawan kanker tidak hanya tentang pengobatan, tetapi juga tentang solidaritas, kepedulian, dan harapan yang terus dijaga bersama. (MI)




Transformasi Layanan JKN Dipercepat, BPJS Kesehatan Luncurkan 8 Program Prioritas

Jakarta, nwartapedia.com  –  Upaya memperkuat kualitas layanan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) terus dipacu. BPJS Kesehatan di bawah kepemimpinan direksi periode 2026–2031 resmi meluncurkan delapan program prioritas (Quick Wins) yang ditargetkan tuntas dalam 100 hari kerja pertama.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujowaskito, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan respons atas kebutuhan peserta akan layanan yang cepat, mudah diakses, dan mampu memberikan solusi nyata di lapangan.

“Harapan masyarakat sederhana, yakni mendapatkan layanan yang cepat dan solutif saat menghadapi kendala. Karena itu, kami merancang program yang langsung menyentuh kebutuhan dasar peserta sekaligus memperkuat kolaborasi lintas sektor,” ujarnya, Rabu (15/4/2026).

Empat program berbasis Customer Centric menjadi fokus utama, meliputi Respons Cepat Solutif, Iuran Kuat, Prolanis Muda, serta Eliminasi Inefisiensi.

Program ini dirancang untuk meningkatkan kualitas interaksi layanan sekaligus memastikan keberlanjutan sistem JKN.

Salah satu inovasi yang menonjol adalah optimalisasi layanan Pelayanan Administrasi melalui WhatsApp (PANDAWA) yang kini hadir selama 24 jam penuh.

Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menyebut layanan ini sebagai standar baru dalam pelayanan publik berbasis digital.

“Dengan PANDAWA 24 jam, peserta tidak lagi dibatasi waktu. Bahkan untuk layanan prioritas, kami menargetkan respons kurang dari lima menit sebagai bentuk komitmen layanan cepat,” jelasnya.

Transformasi digital ini sejalan dengan arah kebijakan nasional. Menteri Komunikasi dan Digital, Meutya Hafid, menilai digitalisasi layanan publik menjadi kunci menuju sistem digital welfare state yang lebih efisien dan responsif.

“Layanan publik harus adaptif dan proaktif. Digitalisasi memungkinkan kita memangkas waktu dan meningkatkan kualitas layanan secara signifikan,” tegasnya.

Dukungan juga datang dari Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN, Ratu Ayu Isyana Bagoes Oka, yang menilai kemudahan akses layanan kesehatan menjadi fondasi penting dalam pembangunan sumber daya manusia.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua BAZNAS RI, Zainul Tauhid Sa’adi, yang mengapresiasi inovasi tersebut sebagai bukti kehadiran negara dalam memberikan pelayanan tanpa batas ruang dan waktu.

Selain fokus pada peserta, BPJS Kesehatan juga memperkuat pendekatan kolaboratif melalui empat program lainnya, yakni P-Care MBG, Siswa Sehat Sekolah Rakyat, Desa Sehat JKN, serta JKN 3T yang menyasar wilayah terpencil melalui kerja sama lintas sektor.

Dengan peluncuran delapan program ini, BPJS Kesehatan menegaskan langkah percepatan transformasi layanan JKN agar semakin inklusif, efisien, dan berdampak nyata bagi seluruh masyarakat Indonesia. *




Undana Pastikan UTBK-SNBT 2026 Berjalan Transparan dan Berkualitas

Kupang, nwartapedia.com – Universitas Nusa Cendana (Undana) menggelar sosialisasi dan pengarahan intensif bagi pengawas Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di Aula Rektorat, Kamis (17/4/2026).

Langkah strategis ini dilakukan untuk memastikan pelaksanaan ujian skala nasional tersebut berjalan optimal, transparan, dan memenuhi standar pelayanan profesional.

Kegiatan ini melibatkan seluruh jajaran pengawas serta pimpinan unit kerja yang bertanggung jawab dalam pendampingan teknis di ruang ujian.

Selain membedah prosedur operasional standar (SOP), para petugas juga dibekali protokol penanganan kendala darurat serta penguatan integritas guna mencegah potensi kecurangan selama ujian berlangsung serentak di seluruh Indonesia.

Rektor Universitas Nusa Cendana, Jefri S. Bale, dalam arahannya secara daring menekankan bahwa UTBK sebagai seleksi tingkat nasional menuntut akuntabilitas tinggi dari setiap personel yang terlibat. Menurutnya, kualitas layanan kepada calon mahasiswa harus menjadi prioritas utama.

“Ini adalah mandat nasional yang menyangkut masa depan calon mahasiswa. Seluruh proses harus berjalan sesuai standar tinggi dengan penuh tanggung jawab. Profesionalisme pengawas menjadi kunci integritas ujian ini,” tegasnya.

Senada dengan itu, Wakil Rektor Bidang Akademik Undana, Annytha I.R. Detha, menyampaikan bahwa kegiatan sosialisasi ini bertujuan menyamakan persepsi antara pengawas dan teknisi di lapangan. Pemahaman yang seragam dinilai penting untuk meminimalisasi risiko kesalahan teknis.

“Koordinasi yang solid dan ketelitian petugas menjadi faktor utama kelancaran UTBK. Kami ingin seluruh pengawas benar-benar memahami peran mereka agar ujian berlangsung tertib sesuai prosedur,” jelasnya.

Selain kesiapan teknis, aspek pengawasan juga menjadi perhatian utama. Para pengawas diingatkan untuk bertindak tegas namun tetap humanis dalam menegakkan tata tertib, demi menciptakan suasana ujian yang adil dan kondusif bagi seluruh peserta.

Dengan persiapan yang semakin matang di tingkat pengawas, Universitas Nusa Cendana menyatakan kesiapan penuh dalam menyelenggarakan UTBK-SNBT 2026 secara akuntabel dan berintegritas.

Sinergi seluruh panitia diharapkan mampu menghadirkan pengalaman ujian yang aman, tertib, dan berkualitas bagi calon intelektual muda Indonesia. *




Isidorus Lilijawa Resmi Pimpin IKADA Kupang, Usung Semangat Kuat, Kompak, dan Berdampak

Kupang, nwartapedia.com – Isidorus Lilijawa resmi dilantik sebagai Ketua Ikatan Keluarga Ngada (IKADA) Kupang periode 2026–2029 pada Sabtu (18/4/2026).

Prosesi pelantikan berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang dan dipimpin Wakil Ketua Dewan Kehormatan IKADA, Yohanis Tay Ruba.

Kegiatan tersebut mengusung tema “Membangun Kebersamaan Warga Asli Ngada di Kota Kupang dalam Semangat Kekeluargaan dan Cinta Kasih” dengan subtema “IKADA Kuat, Kompak, dan Berdampak.”

Acara diawali dengan upacara adat oleh Paguyuban Riung, yang menambah nuansa budaya dalam prosesi pelantikan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wali Kota Kupang, Christian Widodo, bersama sejumlah tokoh masyarakat dan perwakilan organisasi kedaerahan.

Pelantikan ini berpedoman pada Keputusan Dewan Pembina IKADA Kupang Nomor 01/DP IKADA KUPANG/III/2026 tentang Pengangkatan Badan Pengurus IKADA Kupang Periode 2026–2029.

Dalam sambutannya, Christian Widodo menegaskan bahwa IKADA telah memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan Kota Kupang, baik di bidang sosial, ekonomi, maupun budaya.

Ia juga menyinggung momentum usia ke-140 Kota Kupang pada tahun 2026 sebagai perjalanan panjang yang sarat tantangan dan harapan.

Menurutnya, IKADA bukan sekadar wadah kebersamaan, tetapi juga menjadi jembatan nilai yang menghubungkan kearifan lokal masyarakat Ngada dengan dinamika kehidupan perkotaan.

“Nilai budaya, solidaritas, dan semangat kekeluargaan yang dibawa IKADA merupakan kekuatan sosial yang perlu terus dijaga dan dikembangkan,” ujarnya.

Pemerintah Kota Kupang, lanjutnya, juga tengah merencanakan Festival Malam Budaya dalam rangka peringatan HUT ke-140 Kota Kupang, yang akan menjadi ruang ekspresi bagi berbagai komunitas budaya, termasuk IKADA.

Sementara itu, Isidorus Lilijawa menyampaikan bahwa proses pemilihan ketua berlangsung secara demokratis dengan melibatkan empat kandidat.

Ia menekankan pentingnya peran generasi muda dalam kepengurusan, di mana sekitar 85 persen pengurus berasal dari kelompok usia di bawah 50 tahun.

Momentum ini, menurutnya, menjadi fase transisi kepemimpinan menuju generasi muda tanpa meninggalkan nilai-nilai yang telah diwariskan oleh generasi sebelumnya.

“Keberhasilan organisasi tidak hanya ditentukan oleh banyaknya program, tetapi juga kualitas sumber daya manusia yang menjalankannya,” ungkapnya.

Dalam masa kepemimpinannya, IKADA Kupang mengusung visi Kuat, Kompak, dan Berdampak, dengan fokus pada program-program konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Seluruh anggota IKADA juga diajak untuk terus memperkuat kebersamaan, menjaga solidaritas, serta menumbuhkan budaya berbagi dalam kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.

Sebagai organisasi kedaerahan, masa kepengurusan IKADA Kupang berlangsung selama satu periode, yakni tiga tahun, dengan harapan mampu menghadirkan kontribusi berkelanjutan bagi pembangunan Kota Kupang. *




DPW PSI NTT dan DPD PSI Kota Kupang Kolaborasi Perbaiki Atap SMP IT Al Anshar An Nur

Kupang, nwartapedia.com – Komitmen terhadap peningkatan kualitas pendidikan kembali ditunjukkan melalui kolaborasi DPW PSI NTT dan DPD PSI Kota Kupang dalam mendukung perbaikan sarana sekolah.

Salah satunya diwujudkan lewat pembangunan atap SMP IT Al Anshar An Nur di Kelurahan Penkase Oeleta, Kecamatan Alak, yang mulai dikerjakan pada Jumat (17/4/2026).

Kegiatan ini diinisiasi oleh Sekretaris DPW PSI NTT, Junaidin Mahasan, bersama Ketua DPD PSI Kota Kupang, Filmon Loasana.

Bantuan yang diberikan mencakup pengerjaan atap secara menyeluruh, mulai dari penyediaan tenaga kerja hingga material konstruksi, termasuk rangka dan penutup atap hingga tuntas.

Pelaksanaan kegiatan turut dihadiri unsur pemerintah kelurahan, aparat TNI-Polri, tokoh masyarakat, serta warga sekitar.

Dari pihak sekolah, hadir Ketua Yayasan, kepala sekolah, dan para guru yang menyambut baik dimulainya perbaikan tersebut.

Filmon Loasana menegaskan bahwa perbaikan fasilitas sekolah menjadi langkah penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa.

“Sekolah yang layak adalah fondasi penting bagi peningkatan kualitas pendidikan. Kami ingin memastikan siswa dapat belajar tanpa terganggu kondisi bangunan, terutama saat musim hujan,” ujarnya.

Sementara itu, Junaidin Mahasan menekankan bahwa kehadiran partai politik harus memberi dampak nyata bagi masyarakat, tidak hanya dalam momentum politik semata.

“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Dengan fasilitas yang baik, proses belajar mengajar akan berjalan lebih optimal dan memberi manfaat besar bagi generasi muda,” katanya.

Ketua Yayasan Al Anshar An Nur, A. Sagran, menyampaikan apresiasi atas bantuan tersebut yang dinilai sangat membantu menjawab kebutuhan mendesak sekolah.

Pemerintah kelurahan pun mengapresiasi sinergi yang terbangun, sebagai contoh kolaborasi positif antara berbagai elemen dalam mempercepat pembangunan di tingkat lokal.

Pengerjaan atap sekolah ditargetkan rampung dalam waktu dekat, sehingga kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung lebih nyaman dan kondusif, terutama menjelang tahun ajaran baru. *