Lurah Kuanino Rehabilitasi TPS dan Pasang Imbauan Jam Pembuangan Sampah

Kupang, nwartapedia.com – Kelurahan Kuanino terus memperkuat penanganan sampah dan kebersihan lingkungan melalui rehabilitasi Tempat Pembuangan Sampah (TPS) yang sudah tidak layak serta pemasangan papan imbauan mengenai jam pembuangan sampah.

Lurah Kuanino, Sem Tse, S.Pi, mengatakan langkah tersebut merupakan bagian dari komitmen Kelurahan Kuanino dalam menangani persoalan sampah sekaligus menciptakan lingkungan yang tetap bersih dan tertata.

“Agenda kami di dalamnya menghimbau warga terkait jam buang sampah juga merehab TPS yang sudah tidak layak sebagaimana tindak lanjut dari komitmen kami menjaga kebersihan di Kelurahan Kuanino,” ujar Sem Tse kepada media ini pada Jumat (28/8/2026).

Sem Tse menjelaskan, salah satu langkah utama yang dilakukan Kelurahan Kuanino adalah merehabilitasi kembali TPS yang kondisinya sudah tidak layak.

Rehabilitasi tersebut dilakukan agar fasilitas pembuangan sampah dapat kembali berfungsi dengan baik dan mendukung upaya penataan kebersihan lingkungan.

Menurutnya, keberadaan TPS yang layak menjadi salah satu bagian penting dalam pengelolaan sampah, terutama di wilayah Kuanino yang berada di kawasan dengan aktivitas masyarakat cukup tinggi.

Selain merehabilitasi TPS, Kelurahan Kuanino juga memasang papan imbauan mengenai jam pembuangan sampah pada enam titik TPS.

Pemasangan papan imbauan tersebut bertujuan mengingatkan masyarakat agar membuang sampah sesuai waktu yang telah ditentukan sehingga tidak terjadi penumpukan sampah di TPS maupun lingkungan sekitarnya.

“Sebagai komitmen saya terhadap prioritas penanganan sampah yang merupakan prioritas utama, maka kami telah melakukan langkah sebagai berikut, di antaranya memasang papan imbauan jam membuang sampah di enam titik TPS di Kelurahan Kuanino,” jelasnya.

Sem Tse menegaskan, upaya menjaga kebersihan lingkungan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Karena itu, program tersebut dilaksanakan bersama aparat kelurahan, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), ketua RW, ketua RT dan masyarakat.

“Hal ini kami lakukan sebagai langkah maju bersama semua aparat Kelurahan, LPM, Ketua RW/RT dan warga masyarakat dalam memerangi sampah dan menjaga lingkungan yang tetap bersih,” katanya.

Ia menyadari bahwa sebagai kawasan yang berada di pusat keramaian, aktivitas masyarakat di Kelurahan Kuanino tidak terlepas dari persoalan sampah.

Karena itu, menurutnya, selain menyediakan dan memperbaiki fasilitas TPS, kesadaran masyarakat dalam mematuhi waktu pembuangan sampah juga menjadi bagian penting dalam menjaga kebersihan.

“Walaupun di tengah pusat keramaian sudah tentu tidak terluputkan dari aktivitas warga yang pasti tidak terlepas dari yang namanya sampah,” pungkas Sem Tse. (MI)




Pengurus INTI Kembali Salurkan Bantuan bagi Korban Gempa Flores

Borong,nwartapedia.com – Pengurus Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) kembali menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat yang terdampak gempa di Pulau Flores.

Kali ini, bantuan disalurkan kepada warga Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur, pada Selasa, 25 Agustus 2026.

Aksi kemanusiaan tersebut dilakukan oleh relawan INTI yang berdomisili di kota Ruteng, ibukota kabupaten Manggarai.

Tim relawan yang terdiri dari Bonafantura Teobaldus Erwin sebagai ketua bersama Florianus Panding, Hohanes Sardin dan Thomas Aquino sebagai anggota turun langsung menyerahkan bantuan kepada masyarakat.

Kedatangan tim relawan diterima oleh masyarakat Desa Golo Lero yang dipimpin langsung oleh Camat Lamba Leda Timur, Rikardus Rivaldo Yasman.

Sebanyak 100 paket bantuan disalurkan dalam aksi tersebut. Bantuan terdiri dari kebutuhan pokok berupa beras, mi instan, telur dan minyak goreng. Total bantuan yang disalurkan memiliki nilai sekitar Rp15 juta.

Penyaluran bantuan ini merupakan bentuk kepedulian Pengurus INTI terhadap masyarakat yang terdampak bencana gempa.

Bantuan kebutuhan pokok tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari dan meringankan beban warga.

Kepedulian Pengurus INTI terhadap korban gempa Flores akan terus berlanjut.

Tim relawan merencanakan kembali melanjutkan penyaluran bantuan pada Minggu, 30 Agustus 2026.

Untuk lokasi penyaluran bantuan berikutnya masih disurvei dan dibahas oleh tim relawan bersama pengurus INTI.

Penyaluran bantuan secara langsung ke wilayah terdampak menjadi wujud solidaritas Pengurus INTI untuk hadir bersama masyarakat dalam menghadapi dampak bencana gempa di Flores. (MI)




Solidaritas Gempa Flores, 38 BEM Nusantara NTT Alihkan Gerakan ke Aksi Kemanusiaan

Kupang, nwartapedia.com – Tragedi gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores mendorong mahasiswa di Nusa Tenggara Timur untuk mengutamakan gerakan kemanusiaan.

Sebanyak 38 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tergabung dalam BEM Nusantara NTT memutuskan mengalihkan fokus gerakan mereka untuk membantu masyarakat Flores yang terdampak bencana.

Keputusan tersebut sekaligus membuat 38 BEM untuk sementara tidak mengambil bagian dalam berbagai aksi di daerah masing-masing.

Seluruh perhatian diarahkan pada upaya membangun solidaritas dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi dampak gempa.

Koordinator Daerah BEM Nusantara NTT, Andhy Umbu Sanjaya, mengatakan keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa ketika masyarakat sedang berada dalam situasi darurat.

“Ketika saudara-saudara kita di Flores sedang kehilangan rumah, kehilangan keluarga dan hidup dalam ketidakpastian akibat gempa, maka kemanusiaan harus menjadi prioritas,” kata Andhy.

Ia menegaskan, pilihan untuk fokus pada persoalan kemanusiaan tidak berarti mahasiswa berhenti bersikap kritis terhadap persoalan bangsa maupun daerah.

Menurutnya, gerakan mahasiswa memiliki ruang yang luas, termasuk menghadirkan kepedulian ketika masyarakat sedang mengalami bencana.

“Gerakan mahasiswa bukan hanya soal turun ke jalan dan menyuarakan kritik. Ketika rakyat sedang tertimpa bencana, mahasiswa juga harus hadir untuk mengulurkan tangan, menguatkan korban, dan memastikan mereka tidak menghadapi penderitaan sendirian,” ujarnya.

BEM Nusantara NTT kini mendorong 38 BEM yang tergabung di dalamnya untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan melalui penggalangan bantuan serta dukungan bagi masyarakat terdampak gempa.

Selain itu, mahasiswa juga mengajak berbagai elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan pihak terkait untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat Flores.

Andhy menilai, situasi yang dihadapi para korban membutuhkan keterlibatan nyata dari berbagai pihak.

“Flores sedang berduka. Saat ini yang dibutuhkan bukan hanya kata-kata simpati, tetapi tindakan nyata. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” tegasnya.

Ia berharap solidaritas tersebut dapat terus berkembang sehingga masyarakat terdampak tidak merasa menghadapi bencana seorang diri.

BEM Nusantara NTT memastikan gerakan 38 BEM untuk sementara dipusatkan pada aksi kemanusiaan bagi korban gempa Flores.

“Hari ini, hati dan gerakan kami ada di Flores. Kami memilih untuk menunda keterlibatan dalam berbagai aksi, karena bagi kami, ketika rakyat sedang menderita akibat bencana, kemanusiaan harus berada di atas kepentingan apa pun,” pungkas Andhy. **




Peduli Korban Gempa Flores, INTI Ende Distribusikan Bantuan ke Warga Terdampak

Ende, nwartapedia.com – Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Pulau Flores terus ditunjukkan berbagai pihak.

Salah satunya Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) melalui Pengurus Cabang INTI Ende yang menyalurkan bantuan kebutuhan pokok kepada warga terdampak.

Penyaluran bantuan dilakukan pada Selasa, 25 Agustus 2026, di Desa Rukuramba dan Desa Nemboramba, Kecamatan Ende, Kabupaten Ende.

Pengurus Cabang INTI Ende yang dipimpin Ketua Robby Tjieputra turun langsung bersama Wakil ketua Br.Kristianus Riberu dan dr.Robby Wahyudi dan jajaran pengurus lain mendistribusikan bantuan kepada masyarakat.

Sebanyak 100 paket bantuan disiapkan untuk warga terdampak.

Setiap paket bantuan berisi sejumlah kebutuhan pokok, yakni beras, minyak goreng dan gula pasir.

Bantuan disalurkan secara langsung kepada masyarakat, baik di tenda-tenda pengungsian maupun ke rumah-rumah warga.

Pola penyaluran tersebut dilakukan agar bantuan dapat diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Dalam penanganan dampak gempa di Flores, Pengurus Cabang INTI Ende berperan sebagai koordinator lapangan (korlap).

Peran tersebut tidak terlepas dari posisi Ende yang juga termasuk wilayah terdampak serta letaknya yang relatif dekat dengan wilayah bagian barat Flores yang mengalami dampak bencana cukup parah.

Saat ini, kepengurusan INTI di wilayah Flores telah terbentuk di beberapa kabupaten, yakni Lembata, Flores Timur, Sikka dan Ende.

Keberadaan kepengurusan tersebut turut memperkuat koordinasi dalam membantu masyarakat yang terdampak bencana di sejumlah wilayah Flores.

Aksi sosial INTI tidak berhenti di Kabupaten Ende. Pada hari yang sama, bantuan juga disalurkan kepada masyarakat terdampak di Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kabupaten Manggarai Timur.

Penyaluran bantuan di dua wilayah tersebut menjadi wujud solidaritas INTI bagi masyarakat Flores yang tengah menghadapi dampak bencana.

Melalui bantuan kebutuhan pokok tersebut, INTI berharap dapat membantu meringankan beban masyarakat, terutama warga yang masih berada di pengungsian maupun mereka yang terdampak langsung akibat gempa.

Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya kolaborasi dan kepedulian berbagai elemen masyarakat dalam membantu warga yang sedang menghadapi situasi darurat akibat bencana. **




Tingkatkan Kemampuan Pegawai, Perumdam Kota Kupang Gelar Pelatihan Water Meter Tester Portable

Kupang, nwartapedia.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Kota Kupang terus meningkatkan kemampuan pegawai melalui pelatihan penggunaan water meter tester portable.

Pelatihan yang berlangsung di Kantor Perumdam Kota Kupang, Rabu (26/8/2026), tersebut diikuti pegawai yang memiliki tugas dan fungsi berkaitan dengan pemeriksaan serta pelayanan meter air pelanggan.

Peserta berasal dari Bagian Teknik, Bagian Hubungan Langganan, dan Satuan Pengawasan Intern (SPI).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada pegawai agar mampu menggunakan water meter tester portable secara tepat dalam melakukan pemeriksaan meter pelanggan.

Direktur Perumdam Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., mengatakan pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi pegawai untuk mendapatkan tambahan pengetahuan dan pengalaman, terlebih perangkat water meter tester portable merupakan alat baru yang mulai digunakan di lingkungan Perumdam Kota Kupang.

“Pelatihan ini sangat penting. Saya minta semua peserta untuk mengikutinya dengan baik, sehingga alat ini bisa digunakan dan berdampak untuk meningkatkan pelayanan Perumdam Kota Kupang,” ujar Isidorus.

Menurutnya, peningkatan kemampuan pegawai dalam mengoperasikan perangkat tersebut diharapkan dapat mendukung pemeriksaan meter secara lebih akurat dan presisi.

Selain meningkatkan kompetensi pegawai, penggunaan alat ini juga diharapkan membantu Perumdam Kota Kupang dalam memperoleh hasil pembacaan meter pelanggan yang lebih tepat serta mendukung upaya mengurangi Non-Revenue Water (NRW).

Pelatihan menghadirkan Saefudin dari PT Widya Makmur Bandung sebagai pemateri. Ia menjelaskan bahwa water meter tester portable dapat membantu petugas mengetahui tingkat akurasi meter sekaligus mempermudah proses pemeriksaan di lapangan.

“Alat ini pada dasarnya sangat berguna untuk Perumdam. Semoga selama masa pemakaian alat ini, kinerja perusahaan semakin baik dan tingkat akurasi pembacaan meter semakin optimal,” jelas Saefudin.

Ia mengatakan, perangkat tersebut telah tersertifikasi dan memiliki masa berlaku selama lima tahun. Karena bersifat portable, alat tersebut dapat dibawa dengan mudah oleh petugas untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi.

Dalam pelatihan, pegawai mendapatkan materi mengenai cara penggunaan alat, termasuk pemeriksaan kecepatan aliran air, volume, dan tekanan.

Setelah menerima materi, peserta langsung mengikuti praktik penggunaan water meter tester portable di lapangan. Pada hari pertama, simulasi dilakukan di Zona Pelayanan Penfui, Liliba, dan Kelapa Lima.

Pelatihan berlangsung selama dua hari, mulai 26 hingga 27 Agustus 2026. Melalui kegiatan ini, Perumdam Kota Kupang berharap kemampuan pegawai dalam menggunakan perangkat pemeriksaan meter semakin meningkat sehingga dapat menunjang pelayanan kepada pelanggan secara lebih efektif, akurat, dan profesional. **




Genap Dua Tahun Jadi Wakil Rakyat, Ahmad Talib Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Genap dua tahun menjalankan amanah sebagai wakil rakyat dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Talib menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Kupang, khususnya warga di daerah pemilihan Kota Raja dan Kota Lama.

Ahmad Talib mengungkapkan apresiasi tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepadanya selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Atas nama pribadi, saya menyampaikan banyak limpah terima kasih kepada Bapak, Ibu, basodara, keluarga, seluruh sahabat dan teman-teman,” ujar Ahmad Talib kepada media ini pada Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, menjadi wakil rakyat merupakan sebuah amanah dari masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Karena itu, dirinya berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat serta mengawal berbagai program pemerintah yang berdampak langsung bagi warga.

Ia juga mengakui masih terdapat harapan dan kebutuhan masyarakat yang belum seluruhnya dapat direalisasikan selama dua tahun masa pengabdiannya.

“Jika masih ada yang belum bisa terealisasi atau harapan masyarakat yang belum bisa terpenuhi, saya mohon dimaafkan. Semoga dalam sisa tiga tahun ini saya bisa terus berjuang mengawal program-program pemerintah untuk masyarakat Kota Kupang,” katanya.

Ahmad Talib menegaskan, dirinya terbuka terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat. Menurut dia, kritik merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Saya sebagai wakil rakyat sangat siap untuk dikritik atau menerima masukan dari masyarakat terkait hal-hal yang menjadi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterbukaan dan kejujuran menjadi prinsip penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan informasi secara terbuka mengenai hal-hal yang dapat maupun belum dapat diperjuangkan.

“Kritikan adalah sebuah masukan yang harus kita terima sebagai wakil rakyat. Apa yang bisa kita lakukan, kita harus berkata jujur, dan apa yang tidak bisa kita lakukan, kita juga harus terbuka kepada masyarakat,” pungkas Ahmad Talib.

Memasuki tiga tahun sisa masa pengabdiannya, Ahmad Talib berharap dapat terus membangun komunikasi dengan masyarakat serta memperjuangkan aspirasi warga Kota Kupang, khususnya masyarakat di wilayah Kota Raja dan Kota Lama. **




Wali Kota Kupang Christian Widodo Antar Langsung Bantuan Rp635 Juta untuk Korban Gempa Flores

Labuan Bajo, nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menunjukkan kepedulian langsung kepada masyarakat terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Kota Kupang pada Selasa (25/8/2026).

Christian menempuh perjalanan dari Kupang menuju Flores untuk memastikan bantuan tersebut diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sekitar pukul 15.00 WITA, Christian tiba di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Di lokasi tersebut, ia langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak gempa.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai. Setelah menempuh perjalanan darat sekitar empat jam melalui jalur berliku, Christian tiba sekitar pukul 21.00 WITA.

Meski perjalanan berlangsung hingga malam, Christian kembali mendatangi posko dan menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak gempa di Ruteng.

Dalam satu hari, dua wilayah menjadi tujuan kunjungan kemanusiaan Wali Kota Kupang, yakni Labuan Bajo pada sore hari dan Ruteng pada malam hari.

Total bantuan yang disiapkan Pemerintah Kota Kupang mencapai Rp635 juta. Dana tersebut terdiri dari Rp500 juta melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) serta sekitar Rp135 juta dari donasi aksi sosial dan kontribusi ASN Pemerintah Kota Kupang.

Bantuan tersebut diarahkan untuk masyarakat terdampak gempa di enam kabupaten di Flores, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Christian mengatakan, bantuan tersebut bukan hanya soal nilai anggaran, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas dan persaudaraan masyarakat Kota Kupang dengan warga Flores yang sedang menghadapi bencana.

“Kita ingin membangkitkan semangat kepedulian dan kemanusiaan agar kita bergotong royong. Walaupun kita tidak ikut merasakan saat bumi mengguncang, kita ingin menyampaikan bahwa basodara dong tidak sendiri. Ketong selalu ada bersama,” kata Christian.

Menurutnya, bencana tidak boleh membuat masyarakat merasa berjalan sendiri. Solidaritas dan kepedulian harus terus dibangun tanpa melihat batas wilayah administratif.

“Sebuah wilayah mungkin memiliki batas, bencana mungkin memiliki titik lokasi, tetapi rasa kemanusiaan tidak pernah mengenal batas wilayah,” ujar Christian.

Kehadiran langsung Wali Kota Kupang di Labuan Bajo dan Ruteng menjadi pesan bahwa Pemerintah Kota Kupang bersama masyarakatnya ikut merasakan duka yang dialami saudara-saudara mereka di Flores.

Dari Labuan Bajo hingga Ruteng, perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Kupang memastikan bantuan kemanusiaan hadir langsung bagi masyarakat terdampak gempa Flores. **




INTI NTT Sosialisasikan Beasiswa Kuliah Gratis ke Tiongkok bagi Siswa SMAN 9 Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) NTT melakukan sosialisasi program beasiswa kuliah ke Tiongkok kepada siswa SMAN 9 Kupang, Kelurahan Lasiana, Kota Kupang, Senin (24/8/2026).

Sosialisasi tersebut menjadi kesempatan bagi para siswa untuk mengetahui peluang melanjutkan pendidikan ke Nantong College of Science and Technology, Kota Nantong, Provinsi Jiangsu, Tiongkok.

Ketua INTI NTT, Ir. Theodorus Widodo, bersama Penasehat INTI NTT, Ir. Betty Khuana Lay, hadir dalam kegiatan tersebut. 

Tim sosialisasi didampingi Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 9 Kupang, Matias Nenometa, S.Pd., M.Hum.

Program beasiswa yang ditawarkan merupakan beasiswa penuh, meliputi pembebasan uang kuliah, asrama gratis, serta uang saku bagi mahasiswa penerima beasiswa.

Nantong College of Science and Technology sendiri telah berusia 81 tahun dan berada di pusat Kota Nantong. 

Kampus tersebut memiliki area yang luas serta dilengkapi berbagai fasilitas olahraga, seperti lapangan sepak bola, badminton, voli, dan basket.

Menariknya, proses seleksi beasiswa tidak menggunakan ujian tertulis. Calon penerima hanya mengikuti dua kali wawancara secara daring, yakni wawancara pertama bersama konsultan Yovandra pada Februari dan wawancara kedua dengan tim dari universitas pada Juli.

Wawancara dilakukan menggunakan bahasa Inggris dengan durasi tidak lebih dari lima menit. Calon mahasiswa juga tidak diwajibkan memiliki kemampuan bahasa Mandarin sebelum berangkat.

Pada tahun pertama, mahasiswa akan fokus mempelajari bahasa Mandarin. Memasuki tahun kedua dan seterusnya, mahasiswa melanjutkan pembelajaran sesuai bidang studi yang dipilih.

Terdapat sejumlah pilihan bidang studi, di antaranya Software Technology, Mechatronic Technology yang menggabungkan teknik mesin dan teknik elektro, Food Intelligent Processing Technology serta Horticultural Technology.

Program beasiswa ini telah memasuki tahun ketiga. Pada 2025, sebanyak 12 siswa mengikuti program tersebut. 

Sementara pada 2026, sebanyak 22 siswa dinyatakan lolos dan dijadwalkan berangkat ke Nantong, Tiongkok, pada 8 Oktober 2026.

Dalam kegiatan sosialisasi di SMAN 9 Kupang, enam siswa angkatan 2026 turut mendampingi tim INTI NTT, yakni Seanaz Aurolia Malesi, Candy Prasetyo, Sisilia Haobenu Panggalewu, Keisha Leneng, Graysan Dyendri Jomarthin Luan, dan Frederico Darren Elim.

Salah satu penerima beasiswa tersebut, Sisilia Haobenu Panggalewu, merupakan siswi SMAN 9 Kupang. 

Kehadiran para penerima beasiswa diharapkan dapat memberikan gambaran langsung kepada siswa mengenai kesempatan melanjutkan pendidikan ke Tiongkok melalui program beasiswa tersebut.

Kepala SMAN 9 Kupang, Adelgina Nortintje Liu, S.Pd, menyambut baik kegiatan sosialisasi yang memberikan informasi mengenai peluang pendidikan internasional bagi para siswa.

Melalui sosialisasi ini, INTI NTT berharap semakin banyak siswa di Kota Kupang dan NTT yang mengetahui serta memanfaatkan peluang beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri. (MI)




Yuventus Tukung: Nakes Korban Gempa Flores Butuh Dukungan dan Penambahan Tenaga Medis

Nagekeo, nwartapedia.com – Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuventus Tukung, meminta perhatian serius terhadap kondisi tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi korban gempa Flores tetapi tetap harus memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Yuventus saat Relawan Kemanusiaan Gempa Flores dari Pemuda Katolik Komda NTT memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Nagekeo, Senin (24/8/2026).

Yuventus mengatakan, para nakes di wilayah terdampak berada dalam situasi sulit. Mereka tidak hanya menghadapi dampak langsung bencana, tetapi juga harus tetap bekerja merawat masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.

“Kita tahu teman-teman nakes di wilayah terdampak mengalami tingkat stres tinggi. Di satu sisi sebagai korban terdampak langsung, di sisi lain mereka juga harus tetap menjalankan kewajiban profesinya untuk merawat para korban,” ujarnya.

Menurutnya, tekanan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat memengaruhi efektivitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.

Yuventus pun mendorong pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat mengambil langkah cepat dengan memberikan kebijakan yang dapat meringankan beban para nakes korban gempa.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memberikan kelonggaran jam kerja serta menambah tenaga kesehatan dari luar daerah untuk memperkuat pelayanan di puskesmas dan titik-titik terdampak.

“Harus ada intervensi pemerintah daerah, provinsi sampai pusat untuk dapat mengambil kebijakan taktis strategis, berupa memberikan kelonggaran jam kerja para nakes yang menjadi korban bencana,” jelasnya.

Ia menambahkan, penambahan tenaga kesehatan sangat diperlukan agar nakes yang terdampak tidak bekerja dalam tekanan berlebihan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 19 nakes dari RS Jiwa Naimata Kupang, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi NTT, serta Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Puskesmas Kapan, Timor Tengah Selatan, turut memberikan pendampingan kesehatan jiwa dan psikososial.

Ketua Tim Dukungan Kesehatan Jiwa Psikososial (DKJPS), Imakulata Bete, S.Kep., Ns., mengatakan nakes yang terlibat langsung dalam penanganan bencana rentan mengalami kelelahan emosional.

Karena itu, para nakes diberikan sejumlah teknik manajemen stres, di antaranya latihan napas dalam, relaksasi otot progresif, imagery, grounding, dan butterfly hug.

Selain pendampingan kepada tenaga kesehatan, relawan Pemuda Katolik Komda NTT juga diterjunkan ke sejumlah posko pengungsian dan membantu aktivitas dapur umum.

Yuventus mengatakan pihaknya membagi relawan dalam empat tim yang ditempatkan di beberapa lokasi untuk membantu kebutuhan masyarakat terdampak.

Pemuda Katolik Komda NTT juga membuka kesempatan bagi relawan lain yang ingin bergabung dalam aksi kemanusiaan membantu korban gempa Flores. **




Lurah Kuanino Fokus Benahi Sampah, TPS Rusak dan Sampah Berserakan Jadi Perhatian

Kupang, nwartapedia.com – Persoalan sampah menjadi salah satu perhatian utama Lurah Kuanino, Sem Tse, S.Pi, dalam menjalankan program kerja 90 hari sejak dilantik pada 10 Agustus 2026.

Sem Tse mengatakan, pembenahan kebersihan lingkungan menjadi bagian penting dari upaya mendukung program strategis Pemerintah Kota Kupang.

Salah satu fokusnya adalah memastikan tempat pembuangan sementara (TPS) dapat berfungsi dengan baik dan masyarakat memiliki tempat membuang sampah yang layak.

Hal itu disampaikan Sem Tse saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, di Kelurahan Kuanino terdapat sejumlah TPS yang selama ini dimanfaatkan masyarakat. Namun, beberapa TPS mengalami kerusakan sehingga perlu mendapat perhatian dan pembenahan.

“Yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana TPS yang ada bisa dimaksimalkan. Ada beberapa tempat yang kondisinya sudah rusak dan tidak layak, sehingga perlu kami benahi kembali,” ujar Sem Tse.

Ia menambahkan, pihak kelurahan terus memberikan imbauan kepada masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan. Sosialisasi dilakukan melalui pertemuan dengan RT dan RW maupun ketika aparat kelurahan turun langsung ke masyarakat.

Namun, persoalan tidak berhenti pada ketersediaan TPS. Sem Tse mengakui masih ditemukan sampah yang kembali berserakan setelah dibuang di TPS.

Menurutnya, terdapat sampah yang sebelumnya telah dipilah, tetapi kemudian dibongkar kembali sehingga kondisi di sekitar TPS menjadi tidak tertata.

Karena itu, Kelurahan Kuanino akan berupaya menata kembali sistem pengelolaan sampah, termasuk mendorong pemilahan sampah sejak dari sumbernya.

“Ke depan kami ingin ada penataan yang lebih baik. Kalau sampah sudah dipilah, nantinya bisa diatur sehingga sampah yang masih bisa dimanfaatkan dapat diambil oleh kelompok atau masyarakat yang bergerak di bidang pengelolaan sampah,” jelasnya.

Sem Tse menegaskan, pembenahan pengelolaan sampah membutuhkan kerja sama antara pemerintah kelurahan, RT/RW, dan masyarakat.

Dengan dukungan semua pihak, ia berharap program 90 hari kerja dapat memberikan perubahan nyata terhadap kebersihan lingkungan di Kelurahan Kuanino. 

Sementara itu, Kepala Seksi Pemberdayaan Kesejahteraan Masyarakat Kelurahan Kuanino, J.E. Djaha Tang, mengatakan pihaknya telah menerima bantuan 14 kontainer sampah untuk mendukung pengelolaan sampah di wilayah tersebut.

Sebanyak 6 kontainer berasal dari kecamatan, sedangkan 8 kontainer lainnya merupakan bantuan dari DLHK.

Kontainer tersebut telah disebarkan ke sejumlah titik berdasarkan hasil kesepakatan bersama RT dan RW.

“Kontainernya sudah kami sebarkan ke titik-titik yang sudah disepakati bersama para RT dan RW,” ungkapnya.

Selain menempatkan kontainer, pihak kelurahan bersama RT dan RW juga berencana melakukan rehabilitasi TPS di RT 16 melalui swadaya masyarakat.

Rehabilitasi tersebut diharapkan dapat mengembalikan fungsi TPS sekaligus membuat kawasan di sekitarnya lebih tertata.

Setelah TPS diperbaiki, sejumlah kontainer yang berada di bagian belakang lokasi juga akan ditata kembali.

Langkah tersebut diharapkan dapat mengurangi sampah yang berserakan dan membuat masyarakat lebih nyaman saat membuang sampah. (MI)