Produk La Moringa Unjuk Potensi NTT di China, Bobby Lianto: Ini Kebanggaan Daerah

Kupang, nwartapedia.com  — Produk unggulan Nusa Tenggara Timur (NTT) mendapat kesempatan memperluas jangkauan promosi hingga ke pasar internasional melalui keikutsertaan La Moringa dalam China International Import Expo (CIIE) 2026 di Shanghai, China, pada 5–10 November 2026.

Partisipasi tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi NTT, Dr. (Cand) Bobby Lianto, M.M., MBA.

Ia menyampaikan ucapan selamat kepada La Moringa atas upayanya memperkenalkan produk unggulan daerah dalam pameran perdagangan internasional tersebut.

Bobby menilai, kehadiran La Moringa di Shanghai merupakan kesempatan berharga bagi produk asal NTT untuk semakin dikenal masyarakat internasional.

Menurutnya, langkah ini sekaligus membawa nama daerah dan Indonesia ke panggung perdagangan dunia.

Ia menyebut, keikutsertaan tersebut mencerminkan semangat “From NTT to the World”, yakni mendorong potensi dan produk lokal agar mampu menjangkau pasar yang lebih luas.

Bobby juga mengapresiasi dr. Andre dan dr. Hera yang turut mengawal serta menghadiri langsung kegiatan La Moringa di Shanghai, China.

Ia berharap, kehadiran La Moringa dalam CIIE 2026 dapat memberikan dampak positif bagi pengembangan usaha, terutama dalam memperkenalkan kualitas dan potensi produk unggulan NTT kepada calon mitra bisnis dari berbagai negara.

Selain meningkatkan promosi, Bobby berharap momentum tersebut dapat membuka peluang kerja sama perdagangan dan memperluas akses pemasaran produk lokal ke pasar internasional.

Menurutnya, kesempatan seperti ini perlu dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku usaha daerah agar produk unggulan NTT semakin kompetitif dan memiliki tempat di pasar global.

Keikutsertaan La Moringa di Shanghai diharapkan menjadi salah satu langkah nyata dalam memperkenalkan potensi ekonomi NTT kepada dunia sekaligus mendorong semakin banyak produk lokal menembus pasar internasional. ***




REI NTT Mulai Gerakan Satu Juta Pohon, Dukung Lingkungan Hijau dan Pembangunan Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com  –  Dewan Pengurus Daerah Real Estate Indonesia (DPD REI) Nusa Tenggara Timur (NTT) memulai gerakan penanaman satu juta pohon melalui kegiatan simbolis penanaman pohon di Petuk II, Kelurahan Kolhua, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, Kamis (5/11/2026).

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Rapat Kerja Daerah (Rakerda) REI NTT Tahun 2026 sekaligus bentuk kepedulian para pengembang perumahan terhadap pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur.

Ketua DPD REI NTT, Chandra Sentosa, mengatakan gerakan penanaman pohon tersebut merupakan bagian dari komitmen REI untuk menjadikan penghijauan sebagai agenda penting dalam setiap kegiatan organisasi.

Menurutnya, gerakan satu juta pohon juga menjadi bentuk dukungan terhadap program pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menjelaskan, sektor properti memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi karena berkaitan dengan sekitar 170 sektor usaha turunan. Karena itu, perkembangan industri properti turut memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk tenaga kerja lokal dan pelaku usaha konstruksi.

Chandra berharap pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan terus memberikan dukungan kepada sektor properti agar pembangunan di NTT semakin berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Wakil Ketua Umum DPP REI Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat, Ir. Conny Lolyta Rumondor, MS, yang hadir mewakili DPP REI, menyampaikan bahwa penanaman pohon bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bentuk tanggung jawab bersama dalam menjaga lingkungan untuk generasi mendatang.

Ia menegaskan, kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi bagian dari setiap kegiatan REI, baik di tingkat pusat maupun daerah.

Conny juga mengajak seluruh anggota REI untuk tidak hanya menanam pohon, tetapi turut merawatnya agar dapat tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Jangan lupa dirawat tanaman yang kita tanam hari ini. Kita berharap pohon-pohon ini dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat bagi anak cucu kita,” pesannya.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Kupang, Max Maahury, mengapresiasi inisiatif DPD REI NTT yang memasukkan kegiatan penanaman pohon dalam agenda Rakerda 2026.

Menurutnya, pembangunan perumahan dan permukiman harus berjalan beriringan dengan pelestarian lingkungan. Terlebih, Kota Kupang memiliki karakteristik iklim kering dengan curah hujan terbatas sehingga keberadaan pohon sangat penting untuk menjaga kualitas udara, menyerap air, mengurangi suhu lingkungan, serta mencegah erosi.

Max mengajak para pengembang perumahan menyediakan dan memelihara ruang terbuka hijau di setiap kawasan perumahan yang dibangun.

Ia juga meminta masyarakat ikut menjaga dan merawat pohon yang telah ditanam serta menjaga kebersihan lingkungan, termasuk tidak membuang sampah sembarangan di sekitar jembatan dan aliran air.

“Menanam pohon adalah investasi jangka panjang. Mungkin kita tidak langsung melihat hasilnya hari ini, tetapi manfaatnya akan dirasakan oleh anak cucu kita,” ungkap Max.

Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan yang juga Bendahara DPD REI NTT, George Rudi Berelaku, menjelaskan bahwa lokasi penanaman merupakan bagian dari kawasan yang disiapkan untuk mendukung kegiatan penghijauan.

Ia berharap pohon-pohon yang ditanam dapat tumbuh besar dan ke depannya memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Kawasan tersebut juga diharapkan dapat dikembangkan menjadi ruang terbuka yang mendukung aktivitas olahraga dan rekreasi warga.

Rudi menyampaikan apresiasi kepada DPP REI, para anggota REI, serta pihak-pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

Melalui gerakan penanaman satu juta pohon ini, REI NTT diharapkan dapat memperkuat kontribusi dunia usaha dalam menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pembangunan perumahan yang lebih hijau, sehat, dan berkelanjutan di Nusa Tenggara Timur. (MI)




BPS NTT Catat Pengangguran Naik Jadi 3,42 Persen, Sektor Pertanian Serap 1,44 Juta Pekerja

Kupang, nwartapedia.com — Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah angkatan kerja di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) mencapai 3,11 juta orang pada Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat sebanyak 23,17 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.

Data yang dirilis secara resmi oleh BPS pada Kamis (5/11/2026) berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) itu juga menunjukkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) NTT sebesar 74,78 persen atau turun 0,77 persen poin dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Sementara itu, jumlah penduduk yang bekerja pada Agustus 2026 tercatat sebanyak 3,01 juta orang.

Angka tersebut mengalami peningkatan sebanyak 19,02 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.

Berdasarkan lapangan usaha, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di NTT, dengan jumlah mencapai 1,44 juta orang atau sebesar 47,72 persen dari total penduduk yang bekerja.

Di sisi lain, kondisi ketenagakerjaan juga menunjukkan adanya penurunan proporsi pekerja formal. Pada Agustus 2026, jumlah penduduk yang bekerja dalam kegiatan formal tercatat sebanyak 0,79 juta orang atau 26,14 persen. Angka tersebut turun 5,42 persen poin dibandingkan Agustus 2025.

Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di NTT pada Agustus 2026 tercatat sebesar 3,42 persen. Angka ini mengalami kenaikan sebesar 0,11 persen poin dibandingkan Agustus 2025.

Data tersebut memperlihatkan bahwa meskipun jumlah penduduk bekerja di NTT mengalami peningkatan, tantangan ketenagakerjaan masih perlu mendapat perhatian, terutama terkait penyerapan tenaga kerja formal dan pengendalian tingkat pengangguran. ***