Tahun 2026, Safari Pengembangan Jam’iyyah PERSIS Berakhir di Tanah Lewoleba

Lewoleba, nwartapedia.com — Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (PERSIS) Provinsi Nusa Tenggara Timur menutup rangkaian Safari Pengembangan Jam’iyyah tahun 2026 di Lewoleba, Kabupaten Lembata, Rabu (4/11/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas dan memperkuat organisasi PERSIS di berbagai kabupaten/kota di Nusa Tenggara Timur.

Ketua Pimpinan Wilayah PERSIS NTT, Mualim Chaniago, S.Ag., M.Pd., mengatakan bahwa pembentukan Pimpinan Daerah (PD) PERSIS di Kabupaten Lembata menjadi salah satu capaian penting dalam pengembangan organisasi.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya telah menyerahkan surat keputusan (SK) kepada pengurus terpilih yang dipercaya memimpin PERSIS di Lembata, yakni Haji Ismail Umar.

Menurut Mualim, pembentukan kepengurusan di Lembata merupakan bagian dari rangkaian pengembangan Jam’iyyah yang terus dilakukan selama masa kepemimpinannya.

Ia menjelaskan, hingga saat ini sekitar 50 persen wilayah kabupaten/kota di NTT telah memiliki kepengurusan PERSIS.

Sejumlah daerah yang telah menjadi bagian dari pengembangan organisasi tersebut meliputi Kabupaten Alor, Flores Timur, Sikka, Timor Tengah Selatan, Malaka, Belu, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, serta beberapa wilayah lainnya, termasuk Manggarai Timur.

Mualim menjelaskan, perjalanan Safari Jam’iyyah dilakukan secara bertahap dengan mengunjungi berbagai daerah di Pulau Timor dan Flores.

Setiap kunjungan diarahkan untuk membentuk kepengurusan, menyerahkan SK, sekaligus melantik pengurus daerah agar organisasi PERSIS semakin berkembang dan hadir lebih dekat dengan masyarakat.

Namun, agenda pengembangan organisasi di wilayah Manggarai Timur sempat mengalami penyesuaian akibat gempa bumi yang melanda wilayah tersebut pada Agustus 2026.

Kondisi itu menyebabkan rencana peresmian dan pelantikan yang sebelumnya dijadwalkan pada 20 Agustus 2026 harus ditunda.

Sebagai bentuk kepedulian, Pimpinan Wilayah PERSIS NTT kemudian melakukan peninjauan langsung ke wilayah terdampak pada 20–23 Oktober 2026.

PERSIS juga turut menunjukkan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak gempa bumi di Pulau Flores. Secara kelembagaan, Pimpinan Wilayah PERSIS NTT menyalurkan 300 paket bantuan kepada warga PERSIS di Kabupaten Sikka, khususnya Kota Maumere.

Selain itu, PERSIS juga membantu penyediaan hunian sementara dan rumah ibadah sementara bagi masyarakat di sejumlah wilayah terdampak gempa.

Kunjungan tersebut juga menjadi kesempatan untuk melihat kondisi masyarakat, rumah ibadah, dan fasilitas pendidikan yang terdampak bencana.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran PERSIS di Kabupaten Lembata sebenarnya telah berlangsung sejak tahun 1990-an.

“Seiring perkembangan waktu, organisasi tersebut terus bertumbuh, didukung keberadaan kader, pengurus, serta sejumlah masjid yang telah dibangun melalui dukungan dan bantuan PERSIS'”jelasnya..

Mualim juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat Lembata dan seluruh warga PERSIS di berbagai daerah di NTT yang telah memberikan sambutan serta dukungan terhadap pelaksanaan Safari Pengembangan Jam’iyyah.

Atas nama Pimpinan Wilayah PERSIS NTT, ia menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan Pusat PERSIS, khususnya Ketua Umum, Sekretaris Umum, Bendahara Umum, serta jajaran bidang garapan Jam’iyyah yang selama ini memberikan dukungan terhadap pengembangan organisasi di Nusa Tenggara Timur.

Lebih lanjut, Mualim mengungkapkan bahwa PERSIS NTT memiliki rencana untuk mengembangkan organisasi hingga ke negara tetangga, Republik Demokratik Timor-Leste (RDTL), melalui pembentukan Pimpinan Cabang Istimewa (PCI).

Menurutnya, komunikasi awal dengan sejumlah pihak di Kota Dili telah dilakukan. Bahkan, Pimpinan Pusat PERSIS juga beberapa kali berupaya menjajaki kemungkinan pengembangan organisasi di Timor-Leste.

Ia berharap rencana pembentukan PCI PERSIS Timor-Leste dapat terwujud dalam beberapa bulan mendatang sehingga pengembangan Jam’iyyah tidak hanya mencakup wilayah NTT, tetapi juga menjangkau masyarakat di negara tetangga.

Menutup keterangannya, Mualim menyampaikan rasa syukur kepada Allah SWT karena seluruh rangkaian Safari Pengembangan Jam’iyyah sepanjang 2026 dapat berjalan dengan baik, mendapatkan sambutan positif dari masyarakat, serta berlangsung tanpa hambatan berarti.

Ia berharap semangat kebersamaan dan dukungan seluruh pihak terus terpelihara sehingga PERSIS semakin berkembang, memperkuat kaderisasi, serta memberikan kontribusi positif bagi kehidupan keagamaan dan masyarakat di Nusa Tenggara Timur. (MI)