Dari Kupang ke Panggung Akademik Dunia, Heryon Mbuik Dipercaya Tinjau Jurnal Internasional

Kupang, nwartapedia.com — Kiprah akademisi Nusa Tenggara Timur (NTT) di tingkat internasional kembali mendapat perhatian. Dr. Heryon Bernard Mbuik, M.Pd., dosen Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Citra Bangsa (UCB) Kupang, kembali dipercaya menjadi peer reviewer pada jurnal internasional The JALT CALL Journal.

Kepercayaan tersebut dibuktikan melalui penerbitan Certificate of Reviewing oleh Castledown Publishers, Australia, tertanggal 2 November 2026.

Pengakuan ini diberikan atas kontribusi Heryon dalam melakukan penelaahan artikel ilmiah untuk mendukung kualitas publikasi akademik internasional.

Penugasan tersebut menjadi pencapaian tersendiri karena merupakan kali kedua sepanjang 2026 dirinya dipercaya oleh jurnal yang sama.

Berdasarkan rekam aktivitas editorial, Heryon telah menyelesaikan dua penugasan penelaahan artikel, masing-masing pada April dan November 2026.

The JALT CALL Journal merupakan jurnal internasional yang diterbitkan Castledown Publishers, Australia, dengan cakupan keilmuan meliputi aplikasi ilmu komputer, pendidikan, linguistik, dan bahasa.

Berdasarkan profil SCImago Media Rankings 2025 yang dilampirkan dalam dokumen pendukung, jurnal tersebut memiliki nilai SCImago Journal Rank (SJR) sebesar 0,564, berada pada kuartil Q1, serta memiliki H-index 20.

Keterlibatan dalam jurnal internasional bukan sekadar pengakuan profesional, melainkan juga bentuk kontribusi nyata seorang akademisi dalam menjaga kualitas perkembangan ilmu pengetahuan.

Melalui tugas peer review, seorang reviewer ikut menilai ketepatan metodologi, kekuatan argumentasi, integritas ilmiah, serta kebaruan hasil penelitian.

Bagi Heryon Bernard Mbuik, keterlibatan tersebut menjadi kesempatan untuk terus belajar, memperluas wawasan keilmuan, dan mengikuti perkembangan penelitian di tingkat internasional.

Peran dosen, menurut semangat yang tercermin dalam kiprahnya, tidak hanya terbatas pada kegiatan mengajar, tetapi juga mencakup penelitian, publikasi, dan kontribusi dalam komunitas ilmiah global.

Capaian ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi dosen Universitas Citra Bangsa untuk terus meningkatkan kompetensi akademik dan profesional sesuai bidang kepakaran masing-masing.

Kontribusi tersebut dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti penelitian, publikasi artikel ilmiah, pengembangan inovasi pembelajaran, penulisan buku, pengabdian kepada masyarakat, serta keterlibatan sebagai reviewer, editor, dan kolaborator dalam jejaring akademik nasional maupun internasional.

Khusus bagi lingkungan FKIP dan Program Studi PGSD, pengalaman ini menjadi pengingat pentingnya pengembangan kompetensi dosen dalam meningkatkan kualitas pendidikan calon guru sekolah dasar.

Dosen yang terus memperbarui pengetahuan dan mengembangkan kepakaran akan memiliki kemampuan lebih kuat dalam membimbing mahasiswa serta menjawab tantangan pendidikan kontemporer.

Selain menjadi pencapaian individu, keterlibatan dosen dalam ekosistem publikasi ilmiah internasional juga berkontribusi terhadap penguatan reputasi perguruan tinggi.

Reputasi akademik dibangun melalui konsistensi dalam menghasilkan penelitian berkualitas, meningkatkan produktivitas publikasi, memperluas kolaborasi lintas disiplin, dan mengembangkan sumber daya manusia.

Melalui momentum ini, Heryon berharap semakin banyak dosen berani mengambil peluang untuk mengembangkan diri, menunjukkan kompetensi keilmuan, dan memberikan kontribusi sesuai bidang kepakarannya.

Baginya, kualitas perguruan tinggi tidak hanya tercermin dari proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga dari karya, pemikiran, dan kontribusi akademik yang dihasilkan oleh para dosennya.

Profil Akademik

Dr. Heryon Bernard Mbuik, M.Pd. merupakan dosen tetap Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Citra Bangsa, Kupang.

Bidang perhatian akademiknya meliputi manajemen pendidikan, kepemimpinan pendidikan, teknologi pembelajaran, inovasi pendidikan, pendidikan karakter, serta integrasi kearifan lokal dalam pengembangan pendidikan. ***