Resmi Dilantik, Julie Laiskodat Siapkan Perkemi NTT Cetak Atlet Berprestasi hingga Level Dunia
Kupang, nwartapedia.com — Julie Sutrisno Laiskodat resmi memimpin Pengurus Provinsi Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (Pengprov Perkemi) Nusa Tenggara Timur (NTT) masa bakti 2026-2030.
Di bawah kepemimpinannya, Perkemi NTT menargetkan penguatan pembinaan atlet dan peningkatan prestasi hingga tingkat internasional.
Pengukuhan dan pelantikan berlangsung di GOR Oepoi, Kota Kupang, Minggu (1/11/2026), dan dihadiri Ketua Umum Pengurus Besar (PB) Perkemi, Laksamana TNI (Purn) Prof. Dr. Agus Setiadji, S.P.A., M.H., bersama jajaran pengurus serta insan olahraga Kempo.
Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan peluncuran dan sosialisasi aplikasi My Perkemi, pembagian bonus atlet berprestasi, peringatan HUT Perkemi, serta Rapat Kerja Pengprov Perkemi NTT.
Dalam konferensi pers, Agus Setiadji menyampaikan bahwa NTT merupakan salah satu daerah yang memiliki kekuatan besar dalam pengembangan olahraga Shorinji Kempo di Indonesia.
Ia menilai potensi atlet dan sistem kaderisasi di NTT perlu terus diperkuat agar mampu melahirkan atlet yang bersaing di tingkat nasional maupun internasional.
Agus menjelaskan, Indonesia berhasil menempati posisi kedua pada Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo 2023 di Jepang dari 43 negara peserta dengan raihan empat medali emas dan sejumlah medali perak serta lima medali perunggu.
Ia juga mengungkapkan bahwa Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo berikutnya direncanakan berlangsung pada 27 Oktober 2027 di Nagoya, Jepang. Karena itu, ia berharap NTT dapat memberikan kontribusi lebih besar dengan mengirimkan atlet-atlet terbaik untuk memperkuat kontingen Indonesia.
Menurutnya, pembinaan yang konsisten dan dukungan kepengurusan daerah menjadi faktor penting dalam meningkatkan prestasi atlet. Ia optimistis NTT dapat menjadi salah satu kekuatan utama Indonesia dalam cabang olahraga Shorinji Kempo.
Sementara itu, Ketua Umum Pengprov Perkemi NTT, Julie Sutrisno Laiskodat, mengatakan dirinya menerima tanggung jawab memimpin organisasi tersebut karena melihat besarnya manfaat Shorinji Kempo dalam membangun karakter generasi muda.
Julie menilai olahraga Kempo bukan hanya mengajarkan kemampuan bela diri, tetapi juga membentuk kedisiplinan, mental, dan karakter anak-anak serta generasi muda.
Karena itu, ia ingin pembinaan Perkemi semakin menjangkau pelajar, mahasiswa, dan masyarakat di seluruh NTT.
Ia mengaku semakin optimistis setelah melihat langsung kemampuan atlet Kempo NTT yang telah menunjukkan prestasi membanggakan dalam berbagai kejuaraan.
Salah satu bukti prestasi tersebut terlihat pada Badung Cup 2026 di Bali. Kontingen NTT yang diperkuat 31 atlet berhasil membawa pulang 10 medali emas, sembilan medali perak, dan empat medali perunggu.
“Belum dilantik saja, atlet-atlet kita sudah menunjukkan prestasi yang luar biasa. Ini membuktikan bahwa NTT memiliki potensi besar dalam olahraga Kempo,” ungkap Julie.
Untuk target ke depan, Julie secara khusus menyoroti Kejuaraan Dunia Shorinji Kempo 2027 di Jepang.
Ia berharap atlet-atlet potensial dari NTT dapat masuk dalam kontingen Indonesia dan mempersembahkan prestasi terbaik.
“Target saya untuk Jepang bukan lagi tiga medali emas. Saya berharap minimal empat, tetapi target saya enam medali emas. Karena itu, saya membutuhkan dukungan semua pihak agar target ini bisa diwujudkan,” tegasnya.
Selain mengejar prestasi internasional, Julie juga berkomitmen memperkuat organisasi dan memperluas kaderisasi atlet di seluruh kabupaten/kota di NTT.
Ia berharap semakin banyak generasi muda tertarik bergabung dengan Perkemi melalui sosialisasi dan publikasi yang lebih luas.
Ia juga mengajak media massa untuk mengambil bagian dalam memperkenalkan olahraga Shorinji Kempo kepada masyarakat sehingga potensi atlet muda di NTT dapat terus berkembang.
Dengan kepengurusan baru periode 2026-2030, Julie berharap Perkemi NTT semakin berkembang sebagai organisasi olahraga yang mampu membangun karakter generasi muda sekaligus melahirkan atlet berprestasi yang mengharumkan nama daerah dan Indonesia di tingkat dunia. (MI)