Debit Air Menurun Saat Musim Kemarau, Perumda Air Minum Kota Kupang Minta Dukungan Pemerintah

Kupang, nwartapedia.com  – Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., meminta dukungan Pemerintah Kota Kupang untuk mengoptimalkan pelayanan air minum kepada masyarakat, terutama menghadapi penurunan debit sejumlah sumber air selama musim kemarau.

Hal tersebut disampaikannya usai audiensi dengan Wakil Wali Kota Kupang di Kantor Wali Kota Kupang, Senin (26/10/2026).

Isidorus menjelaskan bahwa audiensi tersebut menjadi kesempatan untuk memaparkan perkembangan kinerja Perumda Air Minum selama setahun kepemimpinannya sekaligus meminta arahan pemerintah terkait peningkatan pelayanan kepada pelanggan.

“Kami bertemu untuk menyampaikan progres kinerja Perumda Air Minum selama setahun saya menjabat sebagai direktur, sekaligus meminta arahan terkait pelayanan air minum di Kota Kupang,” ujarnya.

Selain membahas kinerja perusahaan, Isidorus menyampaikan bahwa Perumda Air Minum membutuhkan dukungan pemerintah pusat, khususnya untuk optimalisasi sistem penyediaan air minum melalui instansi terkait.

“Kami juga menyampaikan kebutuhan-kebutuhan Perumda yang memerlukan dukungan pemerintah untuk optimalisasi pelayanan air minum,” katanya.

Ia menambahkan bahwa pihaknya berharap Wakil Wali Kota Kupang dapat membantu mengomunikasikan kebutuhan tersebut melalui jalur pemerintah dan DPR RI agar memperoleh dukungan yang diperlukan.

“Kami juga meminta dukungan Ibu Wakil Wali Kota untuk bisa berkomunikasi melalui jalur DPR RI. Mudah-mudahan hal ini dapat menjawab kebutuhan Perumda Air Minum,” ungkapnya.

Di tengah upaya peningkatan pelayanan, Isidorus mengakui bahwa penurunan debit air menjadi tantangan serius bagi Perumda Air Minum Kota Kupang selama puncak musim kemarau.

“Pada puncak musim panas ini, ada beberapa sumber air kita yang mengalami penurunan debit, bahkan ada yang untuk sementara tidak kita operasikan karena debitnya sudah tidak mencukupi,” jelasnya.

Kondisi tersebut berdampak pada pelayanan kepada pelanggan sehingga perusahaan harus menyesuaikan jadwal distribusi berdasarkan ketersediaan air di setiap sumber.

“Pelayanan harus kita sesuaikan dengan kondisi debit air yang tersedia. Jika sebelumnya pengaliran dilakukan tiga kali seminggu, dalam kondisi tertentu kita mengaturnya kembali menjadi satu kali seminggu,” katanya.

Isidorus menegaskan bahwa penyesuaian jadwal pengaliran merupakan langkah yang harus dilakukan agar distribusi air dapat disesuaikan dengan kondisi sumber air yang tersedia.

Ia berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut sambil perusahaan terus berupaya menjaga pelayanan.

“Kita melakukan rekayasa pengaliran dengan menyesuaikan kondisi debit air agar pelayanan tetap berjalan,” ujarnya.

Meski menghadapi keterbatasan sumber air, Isidorus mengapresiasi dukungan Wakil Wali Kota Kupang terhadap upaya Perumda Air Minum dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

“Kami berterima kasih karena Ibu Wakil Wali Kota sangat mendukung upaya kami untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa proposal terkait kebutuhan optimalisasi pelayanan telah disampaikan dan diharapkan dapat menjadi dasar untuk memperoleh dukungan pemerintah.

“Kami berharap ada dukungan dari pemerintah untuk optimalisasi pelayanan air minum, melalui proposal yang sudah kami sampaikan,” ungkap Isidorus.

Isidorus berharap koordinasi antara Perumda Air Minum, Pemerintah Kota Kupang, dan pemerintah pusat dapat terus diperkuat untuk mengatasi tantangan penyediaan air minum, terutama selama musim kemarau.

“Harapan kami, melalui dukungan dan komunikasi yang baik, kebutuhan Perumda dapat ditindaklanjuti sehingga pelayanan air minum kepada masyarakat Kota Kupang semakin optimal,” tutupnya. (MI)