Kota Kupang Raih Dua Penghargaan Kinerja Pengelolaan Keuangan dari KPPN Kupang

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang melalui Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) meraih dua penghargaan dari Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kupang atas kinerja pengelolaan keuangan daerah Semester I Tahun Anggaran 2026.

Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas ketepatan administrasi, penyaluran anggaran, serta koordinasi antarperangkat daerah.

Dua penghargaan tersebut yakni Peringkat Pertama Kinerja Pengelolaan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Semester I Tahun Anggaran 2026 dan Peringkat Ketiga Kinerja Penyaluran Dana Transfer ke Daerah (TKD) Semester I Tahun Anggaran 2026. Penghargaan diserahkan oleh KPPN Kupang pada 21 Oktober 2026.

Capaian tersebut menunjukkan komitmen Pemerintah Kota Kupang dalam meningkatkan kualitas tata kelola keuangan daerah, khususnya dalam pengelolaan DAK Fisik dan penyaluran dana transfer dari pemerintah pusat.

Penilaian kinerja tidak hanya didasarkan pada tingkat penyerapan anggaran, tetapi juga mencakup realisasi penyaluran, efektivitas alokasi, pelaksanaan kegiatan,

capaian keluaran atau output, kelengkapan dokumen, kontrak kegiatan, administrasi, pelaporan, serta ketepatan waktu.

BKAD Kota Kupang menyampaikan bahwa ketepatan administrasi dan waktu menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaian tersebut.

Setiap tahapan pengelolaan DAK Fisik dipantau sejak awal, mulai dari penyiapan dokumen, proses pengadaan dan kontraktual, perekaman data kontrak, hingga pemenuhan persyaratan penyaluran sesuai ketentuan pemerintah pusat.

Keberhasilan ini juga merupakan hasil kerja bersama lintas organisasi perangkat daerah (OPD). OPD teknis bertanggung jawab terhadap pelaksanaan kegiatan dan penyiapan dokumen, BKAD berperan dalam pengelolaan keuangan, sedangkan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) menjalankan fungsi reviu dan pengawasan sesuai ketentuan.

Kualitas data dan pelaporan serta kesesuaian antara realisasi keuangan dan capaian output turut menjadi bagian penting dalam memastikan pengelolaan DAK Fisik berjalan secara tertib dan akuntabel.

Sesuai arahan Wali Kota Kupang, pengelolaan keuangan daerah harus dilaksanakan secara tertib, tepat, transparan, dan akuntabel serta berorientasi pada hasil yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dengan demikian, setiap anggaran yang dikelola pemerintah daerah tidak hanya harus dapat dipertanggungjawabkan secara administratif, tetapi juga perlu menghasilkan pembangunan dan peningkatan pelayanan publik yang dirasakan langsung oleh masyarakat.

Penghargaan tersebut tidak dipandang sebagai tujuan akhir. Pemerintah Kota Kupang menilai keberhasilan pengelolaan DAK Fisik harus diukur melalui penyelesaian kegiatan sesuai target, kualitas hasil pembangunan, ketepatan sasaran, serta manfaat yang dihasilkan bagi masyarakat.

Untuk mempertahankan dan meningkatkan capaian tersebut, Pemerintah Kota Kupang terus memperkuat koordinasi sejak awal tahun anggaran, melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala, meningkatkan koordinasi dengan KPPN Kupang, menertibkan dokumen dan data, serta memperkuat pengendalian internal.

Percepatan penyaluran anggaran juga terus diupayakan dengan tetap memperhatikan kepatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.

Sementara itu, penghargaan Peringkat Ketiga Kinerja Penyaluran TKD menunjukkan capaian Kota Kupang dalam memenuhi berbagai proses dan persyaratan penyaluran dana transfer dari pemerintah pusat kepada daerah.

Kinerja tersebut membutuhkan koordinasi yang baik, ketepatan administrasi, serta pemenuhan dokumen sesuai ketentuan.

Ke depan, Pemerintah Kota Kupang berkomitmen meningkatkan kualitas pengelolaan keuangan melalui perencanaan yang lebih matang, percepatan tahapan pelaksanaan dengan tetap menjaga kepatuhan, monitoring berbasis data, penguatan koordinasi dengan APIP dan KPPN, serta peningkatan transparansi dan akuntabilitas.

Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah, termasuk OPD pengelola DAK, pejabat pengelola keuangan, bendahara, pejabat teknis, APIP, Bappeda, dan jajaran BKAD Kota Kupang.

Pada akhirnya, penghargaan tersebut bukan semata-mata tentang peringkat pertama atau ketiga, melainkan menjadi dorongan untuk terus memperbaiki tata kelola keuangan daerah, memastikan dana transfer digunakan secara tepat, serta mendorong pembangunan yang berkualitas.

Pemerintah Kota Kupang berharap setiap rupiah anggaran dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui pembangunan yang tepat sasaran dan pelayanan publik yang semakin baik. **




Bobby Lianto Tuntaskan Roadshow KADIN NTT di Sumba, Dorong Investasi dan UMKM Naik Kelas

Kupang, nwartapedia.com  –  Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Nusa Tenggara Timur (NTT), Dr. (Cand.) Bobby Lianto, MM., MBA., menuntaskan rangkaian roadshow pelantikan pengurus KADIN di tiga kabupaten di Pulau Sumba pada 21–23 Oktober 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen KADIN NTT dalam memperkuat organisasi, mendorong investasi, serta mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di daerah.

Roadshow tersebut meliputi Kabupaten Sumba Barat Daya, Sumba Barat, dan Sumba Timur. Rangkaian ini sekaligus melengkapi kunjungan kerja Bobby Lianto bersama KADIN NTT ke berbagai wilayah, mulai dari Flores, Alor, Lembata, Timor, Rote, Sabu, hingga Sumba.

Pelantikan pengurus KADIN Sumba Barat Daya berlangsung di Hotel Sinar Tambolaka pada Rabu (21/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Roy Risaldi Eli dilantik sebagai Ketua KADIN Sumba Barat Daya, sedangkan Yosep Uma Kalada dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.

Kegiatan tersebut dihadiri Wakil Bupati Sumba Barat Daya Dominikus Alphawan Rangga Kaka, jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tokoh masyarakat setempat.

Agenda berlanjut pada Kamis (22/10/2026) melalui pelantikan pengurus KADIN Kabupaten Sumba Barat di Gedung Alpha Omega GMIT, Waikabubak. Franky Tarawatu Susanto resmi menjabat sebagai ketua, menggantikan Heri Susanto yang selanjutnya dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Sumba Barat menegaskan bahwa KADIN bukan sekadar organisasi yang menjalankan fungsi kelembagaan, melainkan mitra strategis pemerintah daerah dalam menggerakkan perekonomian masyarakat.

Sementara itu, pada Jumat (23/10/2026), Bobby Lianto melantik Elvis Carvelo untuk kembali memimpin KADIN Kabupaten Sumba Timur pada periode kedua. Pelantikan yang berlangsung di Gedung Nasional Umbu Tipuk Marisi, Waingapu, tersebut disaksikan Wakil Bupati Sumba Timur Jonathan Hani, jajaran Forkopimda, pimpinan perbankan, serta perwakilan instansi terkait.

Di sela-sela agenda di Waikabubak, Bobby Lianto juga meninjau sejumlah fasilitas Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Fasilitas tersebut dibangun oleh tim KADIN NTT di sejumlah desa, antara lain Wonokaka, Lolowano, dan Bondo Tera.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya melihat langsung perkembangan fasilitas pendukung program sekaligus memastikan kegiatan di daerah mendapat perhatian.

Pada malam harinya, Bobby menghadiri Chapter Meeting Full Gospel Business Men’s Fellowship International (FGBMFI) bersama para pengusaha muda di Waikabubak. Pertemuan ini menjadi kesempatan untuk memperkuat jejaring bisnis, bertukar pengalaman, dan memotivasi generasi muda agar berani mengembangkan kewirausahaan.

Bobby Lianto menegaskan bahwa penguatan KADIN di tingkat kabupaten dan kota harus diikuti dengan langkah nyata untuk mendampingi pelaku UMKM, memperluas peluang usaha, serta menciptakan iklim investasi yang kondusif.

Menurutnya, pengurus KADIN di setiap daerah perlu aktif membangun kolaborasi dengan pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan agar potensi ekonomi lokal dapat berkembang menjadi peluang usaha yang produktif.

Ia juga menyampaikan bahwa realisasi investasi NTT pada Kuartal I dan II tahun 2026 mencapai Rp2,6 triliun.

Investasi tersebut tersebar di berbagai wilayah, dengan lima daerah yang mencatat nilai investasi tertinggi, yakni Kabupaten Manggarai Barat, Kota Kupang, Kabupaten Sumba Timur, Kabupaten Sumba Barat, dan Kabupaten Rote Ndao.

“Capaian ini menjadi bukti nyata bahwa NTT semakin dilirik dan dipercaya oleh para investor. KADIN di setiap kabupaten/kota harus terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, mendorong UMKM lokal, dan membentangkan jalan bagi investasi baru demi mempercepat kebangkitan ekonomi NTT,” tegas Bobby.

Ia berharap keberadaan pengurus KADIN yang baru dapat memperkuat sinergi antara dunia usaha dan pemerintah daerah, sehingga potensi ekonomi masing-masing wilayah dapat dikembangkan secara optimal.

Selain mendorong investasi, KADIN NTT juga terus mengawal peluang pembentukan kawasan perdagangan bebas atau Free Trade Zone (FTZ) serta memperluas pendampingan bagi UMKM agar mampu meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan naik kelas.

Dengan berakhirnya roadshow di Pulau Sumba, seluruh rangkaian kunjungan kerja KADIN NTT ke berbagai daerah resmi dituntaskan. Selanjutnya, pada Sabtu (24/10/2026), Bobby Lianto dijadwalkan kembali ke Kota Kupang untuk menghadiri peluncuran buku Abraham Liyanto, Ketua Dewan Kehormatan KADIN NTT.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, KADIN NTT diharapkan semakin berperan sebagai penghubung antara pelaku usaha, pemerintah, dan investor dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi serta membuka peluang kesejahteraan bagi masyarakat di Nusa Tenggara Timur. ***