Melki Laka Lena Ajak 556 Wisudawan UT Kupang Berkontribusi Nyata Bangun NTT
Kupang, nwartapedia.com – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena, mengajak 556 wisudawan dan wisudawati Universitas Terbuka (UT) Kupang untuk mengambil peran aktif dalam pembangunan daerah melalui inovasi, pemanfaatan teknologi digital, dan pengembangan potensi ekonomi lokal.
Ajakan tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menghadiri Upacara Wisuda Universitas Terbuka Kupang Program Magister, Sarjana, dan Diploma Tahun Akademik 2025/2026 Genap di Hotel Harper Kupang, Selasa (20/10/2026).
Wisuda yang diikuti lulusan dari 22 kabupaten/kota di NTT ini menjadi momentum bagi para lulusan untuk menerapkan ilmu pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh selama pendidikan demi menjawab berbagai tantangan pembangunan daerah.
Dalam sambutannya, Melki menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh wisudawan dan wisudawati.
Ia menegaskan bahwa kelulusan bukanlah akhir perjalanan pendidikan, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Atas nama masyarakat dan Pemerintah Provinsi NTT, saya mengucapkan selamat memasuki lapangan studi tanpa akhir bernama realitas bagi para wisudawan dan wisudawati yang hari ini lulus dari Universitas Terbuka. Mari bersinergi membangun Nusa Tenggara Timur,” ujar Melki.
Menurutnya, lulusan perguruan tinggi harus mampu menjadi sumber daya manusia yang produktif, adaptif, dan inovatif.
Pendidikan yang telah ditempuh perlu diwujudkan melalui tindakan nyata yang mendukung kemajuan daerah, sesuai semangat program Dasa Cita Ayo Bangun NTT.
Melki juga menilai Universitas Terbuka memiliki peran penting dalam memperluas akses pendidikan tinggi melalui sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh berbasis teknologi.
Sistem tersebut memberikan kesempatan kepada masyarakat di berbagai wilayah, termasuk daerah kepulauan, untuk memperoleh pendidikan tinggi.
Ia berharap para alumni UT mampu memanfaatkan pengalaman tersebut untuk memperkuat transformasi digital di NTT, terutama melalui peningkatan literasi digital, pemanfaatan teknologi, serta pengembangan pelayanan yang lebih efektif dan mudah dijangkau masyarakat.
Transformasi digital, lanjutnya, tidak cukup hanya ditandai dengan penggunaan perangkat teknologi.
Lebih dari itu, teknologi harus mampu menghadirkan solusi bagi persoalan masyarakat, meningkatkan produktivitas, dan mempercepat pembangunan di berbagai wilayah.
Melki turut menekankan pentingnya peran perempuan dan generasi muda dalam menggerakkan ekonomi lokal.
Dengan bekal pendidikan dan keterampilan, para lulusan diharapkan mampu mengembangkan usaha mikro, menciptakan peluang kerja, memperkuat kewirausahaan, serta mempromosikan potensi pariwisata dan budaya NTT.
Harapan tersebut sejalan dengan Dasa Cita ke-2 yang mendorong perempuan menjadi motor kreativitas lokal dan Dasa Cita ke-3 yang menempatkan pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.
Di sektor pertanian dan kelautan, para lulusan juga diharapkan mampu menghadirkan inovasi dalam pengolahan hasil produksi, memperbaiki rantai pasok, memperluas akses pasar, serta meningkatkan daya saing usaha masyarakat.
Upaya ini sejalan dengan Dasa Cita ke-1 yang menekankan modernisasi sektor pertanian, kelautan, dan pasar lokal.
Sementara itu, di bidang kesehatan, alumni yang tersebar di tengah masyarakat diharapkan berkontribusi melalui edukasi kesehatan, dukungan terhadap pelayanan posyandu, peningkatan kesadaran kesehatan ibu dan anak, serta upaya percepatan penurunan stunting.
Kontribusi tersebut menjadi bagian dari upaya mewujudkan Dasa Cita ke-5 untuk meningkatkan kesehatan dan kualitas hidup masyarakat NTT.
Melki juga mengingatkan para lulusan yang bekerja di sektor pemerintahan agar menjadikan pendidikan sebagai dasar peningkatan profesionalisme, integritas, dan kualitas pelayanan publik.
Menurutnya, peningkatan kualifikasi akademik harus diikuti perubahan nyata dalam pelaksanaan tugas, pengambilan keputusan, dan pelayanan kepada masyarakat. Hal ini sejalan dengan Dasa Cita ke-8 tentang penguatan tata kelola pemerintahan.
Ia menambahkan bahwa pembangunan infrastruktur dasar, seperti jalan, air bersih, listrik, dan rumah layak huni, juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia yang kompeten agar pelaksanaannya tepat sasaran dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Karena itu, Melki mengajak perguruan tinggi, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat memperkuat kolaborasi dalam menerjemahkan program pembangunan menjadi kegiatan konkret yang menjawab kebutuhan warga.
Sementara itu, Ketua Senat Akademik Universitas Terbuka, Prof. Dr. Chanif Nurcholis, M.Si., menyampaikan bahwa 556 wisudawan UT Kupang pada Periode II Tahun 2026 berasal dari 22 kabupaten/kota di NTT.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa pendidikan tinggi dapat diakses oleh masyarakat tanpa dibatasi ruang, waktu, usia, maupun kondisi geografis.
Chanif menjelaskan, Universitas Terbuka mengusung semangat Making Higher Education Open to All, yakni membuka kesempatan pendidikan tinggi bagi seluruh lapisan masyarakat.
Hingga 30 September 2026, Universitas Terbuka tercatat memiliki 856.444 mahasiswa aktif dan telah meluluskan lebih dari dua juta alumni yang tersebar di Indonesia serta 54 negara di dunia.
Di NTT, UT Kupang juga menerima 84 mahasiswa internasional berkewarganegaraan Timor-Leste sejak Tahun Akademik 2025/2026 Ganjil hingga 2026/2027 Ganjil.
Dalam wisuda tersebut, UT mengangkat tema “Penguatan Karakter dan Literasi Digital Generasi Emas Flobamorata: Tantangan dan Strategi Menghadapi Radikalisme di Ruang Siber”.
Chanif menilai penguatan karakter dan literasi digital semakin penting di tengah derasnya arus informasi.
Para lulusan perlu memiliki kemampuan berpikir kritis, memilah informasi, dan menggunakan teknologi secara bertanggung jawab agar tidak mudah terpengaruh konten yang bertentangan dengan nilai persatuan bangsa.
“Jadilah lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara karakter. Di era digital yang dibanjiri informasi dan gangguan digital, integritas adalah kompas yang akan menuntun Saudara,” pesannya.
Ia mengajak para lulusan untuk terus belajar sepanjang hayat, meningkatkan daya saing, serta menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk menciptakan solusi bagi masyarakat.
Chanif juga berpesan agar para wisudawan kembali ke lingkungan masing-masing dengan semangat Ayo Bangun NTT dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah maupun bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
Melalui kontribusi para lulusan, kolaborasi lintas sektor, serta pemanfaatan teknologi yang tepat, pendidikan tinggi diharapkan tidak hanya menghasilkan gelar akademik, tetapi juga melahirkan inovasi dan perubahan nyata bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur. **