Lurah Batuplat Apresiasi Lomba Kebersihan Kota Kupang, Hadiah Jadi Motivasi Warga Jaga Lingkungan

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kelurahan Batuplat mengapresiasi pelaksanaan Lomba Kebersihan Kota Kupang yang menjadi salah satu upaya mendorong partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan menciptakan lingkungan yang sehat.

Penghargaan serta hadiah yang diberikan pemerintah dinilai dapat menjadi motivasi bagi masyarakat, khususnya pengurus RT dan RW, untuk terus meningkatkan kualitas kebersihan di wilayah masing-masing.

Lurah Batuplat, Ebet L.A. Nenobais, S.I., menyampaikan bahwa kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan di wilayahnya sudah cukup baik, meskipun masih perlu ditingkatkan agar keterlibatan warga semakin merata.

Menurutnya, lomba kebersihan bukan sekadar ajang memperoleh penghargaan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi setiap wilayah untuk membenahi lingkungan, memperkuat gotong royong, dan membangun kebiasaan hidup bersih.

Ia mengapresiasi perhatian Pemerintah Kota Kupang terhadap upaya masyarakat menjaga kebersihan, termasuk pemberian penghargaan kepada wilayah yang menunjukkan peningkatan.

Ebet menilai, hadiah atau penghargaan yang diberikan dapat menjadi stimulus bagi RT dan RW agar semakin bersemangat merawat lingkungan.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Kupang atas dukungan yang diberikan melalui program tersebut.

Menurutnya, penghargaan perlu dipandang sebagai dorongan untuk terus berbenah, bukan semata-mata sebagai tujuan akhir dari kegiatan kebersihan.

Ebet menjelaskan, pada pelaksanaan sebelumnya, penghargaan yang diterima wilayahnya berupa bantuan fisik yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan lingkungan.

Ia berharap bentuk dukungan seperti itu dapat terus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Ia mengatakan, pihak kelurahan berupaya mengakomodasi kebutuhan RT dan RW sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

Sejumlah usulan masyarakat diarahkan pada kegiatan yang dinilai dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dan mendukung peningkatan kebersihan.

Namun, pelaksanaan berbagai kegiatan tetap harus mempertimbangkan ketersediaan anggaran serta kebutuhan masing-masing wilayah.

Karena itu, diperlukan koordinasi yang baik antara pemerintah kelurahan dan pengurus RT/RW agar program yang direncanakan dapat berjalan efektif.

Ebet berharap dukungan pemerintah melalui lomba dan penghargaan dapat mendorong semakin banyak warga untuk terlibat aktif, mulai dari menjaga kebersihan halaman rumah, membersihkan saluran air, hingga mengikuti kegiatan gotong royong di lingkungan masing-masing.

Meski menilai kesadaran masyarakat Batuplat cukup baik, Ebet mengakui bahwa masih ada warga yang perlu didorong agar lebih konsisten menjaga kebersihan.

Menurutnya, kebersihan lingkungan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah kelurahan atau petugas kebersihan. Peran aktif masyarakat menjadi faktor penting agar lingkungan yang telah dibersihkan tetap terawat.

Ia berharap Lomba Kebersihan Kota Kupang dapat terus menjadi pemicu semangat bagi seluruh RT dan RW untuk meningkatkan kualitas lingkungan secara berkelanjutan.

Melalui kerja sama pemerintah dan masyarakat, Kelurahan Batuplat berkomitmen mendorong budaya hidup bersih serta memperkuat partisipasi warga dalam menjaga lingkungan.

Ebet berharap, semangat yang tumbuh melalui lomba kebersihan tidak berhenti setelah pengumuman pemenang, tetapi terus berlanjut menjadi kebiasaan sehari-hari demi mewujudkan Kota Kupang yang lebih bersih, sehat, dan nyaman bagi seluruh masyarakat. (MI)




Lurah Batuplat Dorong Pemilahan Sampah dari Rumah dan Minta Perbaikan Kontainer Rusak

Kupang, nwartapedia.com  –  Lurah Batuplat, Ebet L.A. Nenobais, S.I., terus mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan melalui pemilahan sampah dari rumah tangga, kegiatan gotong royong, serta pengembangan sumur biopori.

Namun, upaya tersebut masih membutuhkan dukungan fasilitas, terutama penanganan kontainer sampah yang mengalami kerusakan.

Hal tersebut disampaikan Ebet L.A. Nenobais saat ditemui media ini, Senin (19/10/2026).

Ia menjelaskan, kegiatan pembersihan lingkungan dilakukan dengan melibatkan pihak kelurahan dan masyarakat melalui koordinasi bersama ketua RT dan RW.

Menurutnya, kegiatan kebersihan lingkungan biasanya dijadwalkan setiap minggu dengan menyesuaikan kesepakatan dan kesiapan masing-masing RT.

Pihak kelurahan juga rutin menjaga kebersihan kantor setiap hari, termasuk melakukan pembersihan pada Jumat sebelum jam kerja berakhir.

Selain itu, pemantauan kebersihan dilakukan pada ruas jalan utama di sekitar wilayah kelurahan agar lingkungan tetap terjaga.

Ebet mengakui, partisipasi masyarakat dalam menjaga kebersihan sudah cukup baik, tetapi masih perlu ditingkatkan.

Kesadaran membuang sampah pada tempatnya menjadi hal penting agar lingkungan yang telah dibersihkan tidak kembali dipenuhi sampah.

Dalam penanganan sampah, Kelurahan Batuplat menghadapi kendala berupa kontainer sampah yang mengalami kerusakan. Pihak kelurahan telah mengajukan permintaan penanganan kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Ia berharap pemerintah kota melalui dinas terkait dapat segera menindaklanjuti permintaan tersebut sehingga pelayanan pengangkutan dan penampungan sampah bagi masyarakat dapat berjalan lebih optimal.

Selain mengandalkan kontainer, pihak kelurahan juga mendorong pemilahan sampah sejak dari rumah tangga.

“Kantong sampah berwarna hijau telah dibagikan melalui RT untuk membantu proses pengumpulan sebelum sampah dijemput dan dibawa ke kontainer,”ungkapnya.

Ebet menjelaskan, program bank sampah pernah berjalan di wilayah Batuplat, tetapi pelaksanaannya belum konsisten.

Karena itu, ia menilai program tersebut perlu diperkuat melalui sosialisasi dan keterlibatan masyarakat secara berkelanjutan.

Menurutnya, bank sampah berpotensi mengurangi volume sampah yang dibuang sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, pemulung, dan pengepul melalui pengumpulan sampah yang masih memiliki nilai jual.

Selain bank sampah, pihak kelurahan juga pernah menjalin kerja sama dengan pihak Plan untuk pengembangan sumur biopori.

Program ini diharapkan membantu penyerapan air ke dalam tanah dan mendukung pengelolaan sampah organik menjadi kompos melalui metode yang tepat.

Ebet mengungkapkan, masih ditemukan sampah yang dibuang sembarangan, termasuk oleh orang yang melintas menggunakan kendaraan dan bukan merupakan warga setempat.

Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk membuang sampah pada tempat yang telah disediakan, memilah sampah sejak dari rumah, serta berpartisipasi dalam kegiatan gotong royong sesuai jadwal yang disepakati.

Menurutnya, dukungan fasilitas dari pemerintah harus berjalan seiring dengan perubahan perilaku masyarakat.

Ketersediaan kontainer yang memadai, pengangkutan yang terkoordinasi, serta kebiasaan memilah sampah merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.

Pemerintah Kelurahan Batuplat berharap kerja sama antara pemerintah, masyarakat, RT/RW, dan pihak terkait terus diperkuat agar penanganan sampah menjadi tanggung jawab bersama dan kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari. (MI)




Lurah Manulai II Harap Pemkot Kupang Bangun Bronjong dan Dorong Penanaman Pohon Cegah Longsor

Kupang, nwartapedia.com  –  Lurah Manulai II, Wihelmus Tuan, SP, berharap Pemerintah Kota Kupang memberikan perhatian terhadap kawasan rawan tanah longsor melalui pembangunan bronjong atau penahan tanah.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk mulai menanam pohon sebagai langkah pencegahan longsor pada akhir musim kemarau 2026, menjelang datangnya musim hujan.

Harapan tersebut disampaikan Wihelmus saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Senin (19/10/2026).

Menurutnya, langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini, terutama di wilayah yang berada di sepanjang tepian sungai dan kawasan dengan kondisi tanah yang rawan mengalami pergerakan.

Ia menjelaskan, sejumlah titik di Kelurahan Manulai II pernah mengalami longsor sehingga membutuhkan perhatian bersama, baik dari pemerintah maupun masyarakat.

Kondisi tersebut perlu diantisipasi sebelum curah hujan meningkat dan berpotensi memperburuk keadaan tanah di kawasan rawan.

“Kami berharap Pemerintah Kota Kupang dapat membantu pembangunan bronjong atau penahan tanah di sepanjang tepian sungai yang rawan longsor. Kami juga mengimbau masyarakat mulai menanam pohon sebagai langkah pencegahan sejak dini,” ungkap Wihelmus.

Ia mengatakan, upaya pencegahan tidak harus menunggu sampai musim hujan tiba. Pada akhir musim kemarau 2026 ini, masyarakat diharapkan mulai menjaga kondisi lingkungan, menanam vegetasi yang sesuai dengan kondisi lahan, serta membuat terasering pada area yang memungkinkan dan aman dilakukan.

Menurutnya, langkah tersebut perlu menjadi perhatian, khususnya bagi warga yang bermukim di sekitar tebing, tepian sungai, dan lokasi yang sebelumnya pernah mengalami longsor.

Wihelmus menyebutkan, beberapa kawasan, termasuk wilayah Kampung Lama dan sejumlah titik di sepanjang tepian sungai, perlu mendapat perhatian dalam upaya mengurangi risiko bencana.

Karena itu, ia berharap adanya peninjauan dan penanganan lebih lanjut dari instansi teknis untuk menentukan kebutuhan perlindungan pada setiap lokasi.

Selain penanaman pohon, masyarakat juga diimbau menjaga saluran air agar tidak tersumbat dan memperhatikan tanda-tanda awal pergerakan tanah, seperti munculnya retakan pada tanah atau perubahan kondisi lereng.

Jika ditemukan tanda-tanda tersebut, warga diminta segera melapor kepada pemerintah kelurahan atau instansi terkait.

Wihelmus menegaskan, pencegahan longsor membutuhkan kerja sama antara pemerintah dan masyarakat.

Dukungan pemerintah melalui pembangunan bronjong pada titik yang membutuhkan penguatan harus disertai partisipasi warga dalam menjaga lingkungan.

Ia berharap, melalui langkah antisipasi sejak akhir musim kemarau 2026, penanganan kawasan rawan dapat dipersiapkan lebih baik sehingga risiko tanah longsor menjelang musim hujan dapat dikurangi dan keselamatan masyarakat Kelurahan Manulai II tetap terjaga. (MI)




Lurah Manulai II Dorong Bank Sampah untuk Lingkungan dan Ekonomi Warga

Kupang, nwartapedia.com  – Mendukung program Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Serena C. Francis dalam meningkatkan kebersihan lingkungan, Lurah Manulai II, Wihelmus Tuan, SP, mendorong pembentukan bank sampah sebagai solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

Upaya tersebut menjadi salah satu langkah yang ingin dikembangkan Pemerintah Kelurahan Manulai II untuk meningkatkan kesadaran warga dalam memilah sampah sejak dari rumah, mengurangi penumpukan sampah, serta memanfaatkan sampah yang masih memiliki nilai ekonomis.

Menurut Wihelmus, jumlah kontainer tersebut belum mampu menjangkau seluruh wilayah Manulai II yang cukup luas. Kondisi itu menyebabkan masih adanya penumpukan sampah di sejumlah titik, termasuk di bahu jalan.

Ia mengatakan, keterbatasan armada menjadi salah satu kendala dalam pelayanan pengangkutan sampah, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di kawasan pinggiran dan jauh dari lokasi kontainer.

Karena itu, ia berharap Pemerintah Kota Kupang melalui dinas terkait dapat memberikan dukungan tambahan berupa kendaraan operasional dan tenaga pengangkut agar pelayanan kebersihan dapat menjangkau lebih banyak wilayah.

Wihelmus menilai, keberadaan kendaraan roda tiga di tingkat kelurahan akan sangat membantu pengangkutan sampah dari rumah warga menuju tempat penampungan. Dengan dukungan tersebut, pelayanan kebersihan diharapkan menjadi lebih efektif dan teratur.

Di tengah keterbatasan tersebut, Wihelmus berupaya mendorong pembentukan bank sampah dengan melibatkan masyarakat dan lembaga pendidikan.

Menurutnya, bank sampah dapat menjadi sarana untuk membangun kebiasaan memilah sampah sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga.

Ia mengaku telah melakukan pendekatan dengan sejumlah warga untuk menjajaki kerja sama dalam pengelolaan bank sampah. Selain itu, pihaknya juga telah menjalin komunikasi dengan SD Pelangi yang disebut telah menyatakan kesediaan untuk bekerja sama dalam mendukung program tersebut.

Melalui bank sampah, sampah yang masih memiliki nilai jual dapat dikumpulkan, dipilah, kemudian ditimbang untuk dimanfaatkan secara ekonomis. Sementara itu, sampah organik seperti dedaunan dapat diolah menjadi kompos.

Namun, rencana tersebut masih membutuhkan dukungan sarana pengangkutan agar pengumpulan sampah dari rumah warga dapat dilakukan dengan lebih mudah.

“Kalau ada kendaraan operasional, misalnya roda tiga, kami bisa mengumpulkan sampah dari rumah ke rumah, kemudian dikumpulkan dan ditimbang. Sampah yang memiliki nilai jual bisa memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat,” jelas Wihelmus.

Ia berharap rencana pembentukan bank sampah dapat segera ditindaklanjuti melalui kerja sama antara pemerintah kelurahan, masyarakat, sekolah, dan dinas terkait

Selain mendorong pembentukan bank sampah, Wihelmus mengimbau masyarakat agar turut menjaga kebersihan lingkungan dengan membuang sampah pada tempat yang telah disediakan dan melakukan pemilahan sejak dari rumah.

Ia juga mengingatkan warga untuk menghindari kebiasaan membakar sampah secara sembarangan.

Sampah organik, seperti dedaunan, dapat dimanfaatkan menjadi kompos sehingga lebih berguna dan membantu mengurangi volume sampah.

Menurutnya, keberhasilan program kebersihan membutuhkan kerja sama semua pihak. Dukungan pemerintah melalui penyediaan fasilitas dan armada harus diimbangi dengan kesadaran masyarakat untuk mengelola sampah secara bertanggung jawab.

Wihelmus berharap, melalui pembentukan bank sampah dan peningkatan pelayanan pengangkutan, Kelurahan Manulai II dapat mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tertata, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Ia menegaskan bahwa partisipasi warga menjadi bagian penting dalam mendukung upaya Pemerintah Kota Kupang membangun lingkungan yang bersih dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara berkelanjutan. (MI)