Ahmad Talib Apresiasi LPM Cup Airmata U-12, Dorong Turnamen Futsal Tingkat Kecamatan

Kupang, nwartapedia.com – Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Talib, mengapresiasi panitia penyelenggara Turnamen Futsal LPM Cup Airmata U-12 pada Minggu (11/10/2026).

Kegiatan ini dinilai menjadi momentum penting untuk mendukung perkembangan bakat anak-anak di bidang olahraga, khususnya sepak bola.

Ahmad Talib menyampaikan dukungannya terhadap penyelenggaraan turnamen tersebut.

Menurutnya, kompetisi olahraga usia dini dapat menjadi wadah bagi anak-anak untuk mengembangkan kemampuan, membangun sportivitas, serta mempererat kebersamaan di lingkungan masyarakat.

Ia berharap turnamen LPM Cup Airmata tidak berhenti pada penyelenggaraan saat ini, tetapi dapat dikembangkan menjadi kompetisi yang melibatkan lebih banyak peserta.

“Kalau bisa, ke depan pertandingan seperti ini dilaksanakan hingga tingkat kecamatan,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia yang telah bekerja menyukseskan turnamen tersebut.

Dukungan terhadap kegiatan olahraga anak, menurutnya, perlu terus diperkuat agar semakin banyak generasi muda memperoleh kesempatan untuk mengembangkan potensi mereka.

Dalam turnamen LPM Cup Airmata U-12, RT 07 berhasil meraih juara pertama, disusul RT 04 sebagai juara kedua.

Sementara itu, RT 01 menempati posisi ketiga dan RT 05 meraih juara keempat.

Ahmad Talib berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari pembinaan olahraga sejak usia dini sekaligus mendorong lahirnya generasi muda yang sehat, disiplin, dan sportif. (MI)




Lurah Naikoten I Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah untuk Kurangi Beban TPS

Kupang, nwartapedia.com  –  Lurah Naikoten I, Constantinus Yerimias Mbana, SH., mengajak masyarakat untuk membiasakan pemilahan sampah sejak dari rumah tangga guna mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS).

Menurut Constantinus, pemilahan sampah dari rumah merupakan langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan Kelurahan Naikoten I.

Hal tersebut disampaikannya saat ditemui media ini pada Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, sampah yang memiliki nilai ekonomis, seperti botol plastik, dapat dipisahkan dan disalurkan melalui bank sampah.

Sementara itu, sampah yang tidak dapat dimanfaatkan dapat dibuang sesuai mekanisme pengangkutan yang tersedia.

Ia menilai, apabila setiap keluarga disiplin memilah sampah, jumlah sampah yang berakhir di TPS dapat berkurang secara bertahap.

Pemerintah Kelurahan Naikoten I juga terus mendorong edukasi kepada masyarakat agar pemilahan sampah menjadi kebiasaan sehari-hari.

Menurutnya, kesadaran harus dimulai dari lingkup terkecil, yakni keluarga.

Constantinus turut menyoroti perilaku sebagian orang yang membuang sampah di TPS tanpa memperhatikan aturan.

Karena itu, ia mengingatkan masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan dan tetap menjaga kebersihan lingkungan.

Ia menegaskan, lomba kebersihan harus menjadi dorongan untuk meningkatkan kepedulian masyarakat, bukan semata-mata mengejar gelar juara. Hal terpenting adalah menjaga lingkungan tetap bersih secara berkelanjutan.

“Kalau bukan kita yang menjaga, siapa lagi? Mari kita sama-sama memilah sampah dari rumah, karena pemilahan sampah rumah tangga sangat penting untuk mengurangi sampah yang dibuang ke TPS,” ujarnya.

Ia berharap, melalui keterlibatan seluruh warga dan pemanfaatan bank sampah, kebersihan Kelurahan Naikoten I dapat terus terjaga dan kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah semakin meningkat. (MI)




Pertahankan Juara II Kebersihan, Kelurahan Oepura Siapkan Bank Sampah

Kupang, nwartapedia.com  – Kelurahan Oepura, Kota Kupang, terus berupaya mempertahankan prestasi juara II lomba kebersihan melalui penguatan pengelolaan sampah dan peningkatan kesadaran masyarakat.

Lurah Oepura, Nehemia Sunbanu, S.Sos., mengatakan pihaknya sedang mempersiapkan pembentukan bank sampah yang ditargetkan mulai beroperasi pada akhir Oktober 2026.

Hal tersebut disampaikan Nehemia saat ditemui media ini pada Senin (12/10/2026).

Ia menjelaskan, persiapan bank sampah menjadi salah satu langkah untuk mendorong pengelolaan sampah yang lebih baik di lingkungan masyarakat.

Selain itu, pihak kelurahan terus memberikan imbauan kepada warga agar menjaga kebersihan dan membuang sampah pada tempatnya.

Edukasi dilakukan dalam berbagai kesempatan, termasuk kegiatan keagamaan, acara kemasyarakatan, maupun saat warga datang ke kantor kelurahan.

Menurut Nehemia, salah satu kendala yang dihadapi adalah keterbatasan tempat pembuangan sampah sementara (TPS).

Saat ini, lokasi pembuangan yang tersedia antara lain berada di kawasan terminal dan depan kantor kelurahan.

Meski demikian, pelayanan pengangkutan sampah yang kini dilakukan dua kali sehari, yakni pagi dan siang, dinilai membantu mengurangi penumpukan sampah.

Nehemia mengakui, kesadaran masyarakat dalam memilah sampah organik dan anorganik masih perlu ditingkatkan.

Padahal, pemilahan sejak dari rumah dapat memudahkan proses pengelolaan sampah dan mengurangi jumlah sampah yang dibuang ke TPS.

Karena itu, ia berharap setiap keluarga mulai membiasakan diri memilah serta mengelola sampah yang masih dapat dimanfaatkan sebelum membuang sisanya ke tempat penampungan.

Nehemia menegaskan, mempertahankan prestasi juara II lomba kebersihan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, bukan hanya pemerintah kelurahan.

“Kami terus mengimbau dan mengajak seluruh masyarakat agar tertib membuang sampah pada tempatnya. Setiap keluarga diharapkan dapat mengelola sampah yang masih bisa dikelola, sehingga lingkungan tetap bersih,” ujarnya.

Ia berharap, melalui persiapan bank sampah, edukasi berkelanjutan, dan partisipasi aktif warga, Kelurahan Oepura dapat mempertahankan prestasi sekaligus mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. ((MI)