Jaga Kebersihan Kota Kupang, Warga Lasiana Kelola 600 Kg Sampah Lewat Bank Sampah
Kupang, nwartapedia.com – Upaya menjaga kebersihan Kota Kupang terus dilakukan melalui gerakan masyarakat di tingkat kelurahan. Di Kelurahan Lasiana, warga mulai mengelola sampah secara mandiri melalui Bank Sampah Lasiana Ekoro.
Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Festival Budaya Kelurahan Lasiana, Ebet Robinson Sonlay, saat menyampaikan laporan panitia Festival Budaya Lasiana di Panggung Sasando, Pantai Lasiana, Rabu (7/10/2026).
Ebet mengatakan, Bank Sampah Lasiana Ekoro telah berjalan sekitar dua pekan dan berhasil mengumpulkan sekitar 600 kilogram sampah yang tidak lagi dibawa ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA).
“Kurang lebih 600 kilogram sampah sudah tidak lagi kami kirim ke TPA, dengan omzet kurang lebih Rp900 ribu,” kata Ebet.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa persoalan sampah dapat ditangani mulai dari tingkat kelurahan jika masyarakat diberikan ruang untuk terlibat secara langsung. Sampah juga dapat memiliki nilai ekonomi apabila dikelola secara bersama-sama.
Gerakan tersebut menjadi bagian dari semangat Festival Budaya Lasiana yang mengusung tema “Harmoni Budaya di Ujung Sunset Pantai Lasiana”. Festival tidak hanya menjadi ruang untuk menampilkan budaya lokal, tetapi juga mendorong kepedulian terhadap lingkungan, pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Ebet mengatakan, konsep pengelolaan sampah juga akan dikembangkan melalui rencana wisata Lasiana Eco Pay. Pengunjung nantinya dapat berkontribusi dengan membawa sampah yang memiliki nilai daur ulang untuk ditimbang dan dihargai.
“Kalau tidak ada uang, bisa bawa botol plastik, bisa bawa kardus bekas di rumah. Datang, langsung ditimbang sesuai harga,” ujarnya.
Konsep tersebut diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan wisatawan untuk menjaga kebersihan kawasan pantai sekaligus memberikan nilai ekonomi dari sampah.
Festival Budaya Lasiana juga diisi berbagai kegiatan, seperti tarian kebalai massal, lomba fashion show dan lomba tarian kebalai. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat promosi Pantai Lasiana sekaligus menggerakkan ekonomi pelaku UMKM.
Ebet menegaskan, gerakan yang dibangun warga Lasiana tidak hanya berorientasi pada budaya dan pariwisata, tetapi juga ingin menyatukan kebersihan lingkungan dan ekonomi masyarakat dalam satu gerakan bersama.
“Kami ingin budaya, wisata, lingkungan dan ekonomi masyarakat bisa berjalan bersama.” (MI)