SPI Ungkap Kinerja Perumda Air Minum Kota Kupang Meningkat, Nilai Kesehatan Capai 2,90

Kupang, nwartapedia.com  –  Satuan Pengawas Intern (SPI) Perumda Air Minum Kota Kupang mengungkap adanya peningkatan kinerja perusahaan dalam satu tahun terakhir.

Hasil evaluasi menunjukkan Perumda Air Minum Kota Kupang tetap berada dalam kategori sehat dengan nilai kinerja yang meningkat dari 2,88 pada 2025 menjadi 2,90 pada semester pertama 2026.

Capaian tersebut disampaikan Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI) Perumda Air Minum Kota Kupang, Marius Robert Seran, SE, MM, dalam konferensi pers bertajuk “Setahun di Jalan, Kolaborasi Kinerja Nyata Perumda Air Minum Kota Kupang” yang berlangsung di Aula Tirta, Selasa, 28 September 2026.

Marius menjelaskan, evaluasi tingkat kesehatan perusahaan dilakukan berdasarkan sejumlah parameter yang mencakup empat aspek utama, yakni keuangan, pelayanan, operasional, serta sumber daya manusia.

Penilaian tersebut mengacu pada standar tingkat kesehatan berdasarkan Keputusan Ketua BPPSPAM Nomor 002/KPTS/K-6/IV/2010.

Dalam standar tersebut, perusahaan dengan nilai di bawah 2,2 masuk kategori sakit, nilai 2,2 hingga 2,8 masuk kategori kurang sehat, sedangkan nilai di atas 2,8 masuk kategori sehat.

“Pada tahun 2025 berdasarkan hasil evaluasi kinerja yang sudah divalidasi, Perumda Air Minum Kota Kupang berada pada kategori sehat dengan nilai 2,88. Untuk semester pertama 2026, berdasarkan capaian yang sudah diperoleh, kita melakukan penilaian kinerja mandiri dan masih berada dalam kategori sehat dengan peningkatan nilai menjadi 2,90,” jelas Marius.

Menurut Marius, salah satu perkembangan yang terlihat dalam evaluasi adalah dari sisi keuangan.

Pada 2025, Perumda Air Minum Kota Kupang masih mencatat kerugian sekitar Rp25 juta. Namun, hingga tahun berjalan 2026, perusahaan telah mencatat laba sekitar Rp137 juta.

Perubahan tersebut turut berpengaruh terhadap kemampuan operasional perusahaan.

Marius menyebut kemampuan operasional perusahaan yang sebelumnya sekitar Rp788 juta pada 2025, meningkat menjadi sekitar Rp1 miliar 58 juta pada 2026.

Menurutnya, peningkatan kemampuan keuangan menjadi salah satu faktor yang dapat memperkuat kapasitas perusahaan dalam menjalankan operasional dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Pada aspek pelayanan, SPI juga mencatat pertumbuhan jumlah pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Data evaluasi menunjukkan jumlah sambungan rumah (SR) pada 2025 sebanyak sekitar 17.991 SR. Sementara sampai dengan Agustus 2026 jumlah tersebut telah mencapai sekitar 19.995 SR.

Dengan demikian, terjadi peningkatan lebih dari 1.000 sambungan rumah.

Marius mengatakan pertumbuhan tersebut menjadi salah satu indikator positif dalam perkembangan pelayanan Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Penambahannya cukup signifikan, di atas 1.000 SR. Selama ini penambahan pelanggan paling sekitar 300 sampai 900, tetapi sampai Agustus sudah ada peningkatan yang cukup besar,” katanya.

Selain pertumbuhan pelanggan, SPI juga mencatat adanya peningkatan jam pelayanan air.

Pada 2025, jam pelayanan tercatat sekitar 11 jam. Sementara pada 2026 meningkat menjadi sekitar 16 jam.

Peningkatan jam pelayanan tersebut berkaitan dengan upaya perusahaan untuk memperbaiki kuantitas dan kontinuitas setra kualitas pengaliran air.

Marius menjelaskan, indikator pelayanan masih dapat berubah karena penilaian tahun 2026 belum mencakup keseluruhan tahun.

Begitu pula dengan aspek operasional, termasuk jumlah air yang didistribusikan, yang masih akan dihitung secara keseluruhan setelah memasuki akhir tahun.

Karena itu, hasil evaluasi semester pertama 2026 belum menjadi hasil akhir kinerja tahunan perusahaan.

Marius menegaskan, SPI memiliki peran melakukan pengawasan dan evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan di lingkungan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Berbagai program dan aktivitas yang dilaksanakan masing-masing bagian dievaluasi secara kelembagaan untuk melihat kesesuaiannya dengan kebijakan serta target perusahaan.

“Semua capaian dari setiap bagian akan kita evaluasi secara kelembagaan berdasarkan ketentuan dan parameter yang ada,” ujarnya.

Menurut Marius, capaian yang diperoleh perusahaan selama satu tahun merupakan hasil dari pelaksanaan kebijakan direktur yang diterjemahkan oleh masing-masing bagian sesuai tugas dan fungsi.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, dalam sambutannya mengatakan berbagai capaian yang disampaikan SPI merupakan bagian dari perjalanan perusahaan selama satu tahun kepemimpinannya.

Ia menegaskan, capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Memang satu tahun saya sebagai Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang. Perjalanan ini kita jalani bersama. Karena itu saya selalu mengajak teman-teman untuk sama-sama berada di jalan kolaborasi,” kata Isidorus.

Menurutnya, SPI memiliki posisi penting dalam memastikan setiap pelaksanaan program dan kegiatan perusahaan dapat diawasi serta dievaluasi secara internal.

Ia berharap hasil evaluasi SPI dapat menjadi bahan perbaikan untuk meningkatkan kinerja perusahaan pada tahun berikutnya.

Isidorus juga mengajak seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang untuk terus menjaga kerja sama dan memperkuat rasa memiliki terhadap perusahaan.

“Teman-teman di sini adalah bagian penting dari perusahaan ini. Karena itu kita harus bersama-sama melakukan yang terbaik agar apa yang kita kerjakan bisa dirasakan oleh masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap berbagai capaian selama tahun pertama dapat menjadi dasar untuk melakukan pembenahan dan peningkatan pelayanan pada tahun kedua dan seterusnya.

Dengan evaluasi yang dilakukan SPI serta kerja bersama seluruh bagian, Perumda Air Minum Kota Kupang diharapkan dapat terus memperkuat kinerja keuangan, pelayanan, operasional dan sumber daya manusia demi peningkatan pelayanan air minum kepada masyarakat. (MI)




Hari Jantung Sedunia, BPJS Kesehatan Catat 172,3 Juta Kasus Penyakit Jantung

Jakarta, nwartapedia.com – Peringatan Hari Jantung Sedunia menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung dan melakukan deteksi dini penyakit kronis.

BPJS Kesehatan mencatat sebanyak 172,3 juta kasus penyakit jantung telah dijamin sepanjang 2015 hingga 2025 dengan total biaya lebih dari Rp100 triliun.

Kepala Humas BPJS Kesehatan, Rizzky Anugerah, mengatakan penyakit jantung mengalami peningkatan jumlah kasus dan biaya pelayanan yang signifikan dalam satu dekade terakhir.

“Seiring dengan bertumbuhnya jumlah peserta, pemanfaatan Program JKN untuk membiayai penyakit jantung juga ikut bertambah,” kata Rizzky, Selasa (29/9/2026).

Pada 2015, BPJS Kesehatan mencatat sekitar 4,6 juta kasus penyakit jantung dengan biaya pelayanan mencapai Rp4,4 triliun.

Angka tersebut meningkat menjadi 29,8 juta kasus pada 2025 dengan biaya mencapai Rp17,4 triliun.

Dibandingkan sejumlah penyakit kronis lainnya, seperti gagal ginjal, stroke, dan kanker, penyakit jantung menjadi penyakit yang menyerap biaya terbesar BPJS Kesehatan dalam periode 2015-2025.

Untuk gagal ginjal, BPJS Kesehatan mengeluarkan total Rp83,8 triliun untuk membiayai 81,2 juta kasus. Sementara kanker menghabiskan sekitar Rp66 triliun untuk menjamin sekitar 45 juta kasus.

Pada 2025 saja, BPJS Kesehatan mengeluarkan Rp50,3 triliun untuk membiayai 59,9 juta kasus penyakit katastropik, termasuk penyakit jantung, gagal ginjal, kanker, stroke, dan penyakit lainnya.

Jumlah tersebut mencapai 26,42 persen dari total biaya pelayanan kesehatan yang dibayarkan BPJS Kesehatan.

Dalam memperingati Hari Jantung Sedunia, BPJS Kesehatan mengimbau masyarakat untuk mulai menerapkan pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Rizzky mengatakan penyakit jantung dan penyakit kronis lainnya kini tidak hanya menyerang kelompok lanjut usia, tetapi juga semakin banyak ditemukan pada masyarakat usia produktif.

Karena itu, BPJS Kesehatan menggagas Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Muda untuk mendorong pencegahan penyakit kronis pada masyarakat berusia di bawah 45 tahun.

Melalui Prolanis Muda, BPJS Kesehatan melibatkan komunitas masyarakat, fasilitas kesehatan, tenaga kesehatan, serta pemangku kepentingan Program JKN dalam memperkuat upaya promotif dan preventif.

“Mengadopsi pola hidup sehat dan aktif berolahraga adalah investasi terbaik untuk masa depan kesehatan kita lima atau sepuluh tahun mendatang,” ujar Rizzky.

Ia menekankan pentingnya komitmen dan konsistensi masyarakat dalam menjaga kesehatan, termasuk memanfaatkan layanan Skrining Riwayat Kesehatan yang disediakan BPJS Kesehatan.

Skrining Riwayat Kesehatan dapat dilakukan satu kali dalam setahun bagi peserta JKN berusia 15 tahun ke atas.

Layanan tersebut dapat diakses melalui aplikasi Mobile JKN, WhatsApp PANDAWA di nomor 08118165165, situs resmi BPJS Kesehatan, maupun dengan mendatangi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tempat peserta terdaftar.

Dalam skrining tersebut, peserta akan menjawab sejumlah pertanyaan mengenai pola hidup, riwayat penyakit pribadi, dan riwayat kesehatan keluarga.

Proses skrining berlangsung sekitar 5 hingga 10 menit.

“Makin cepat terdeteksi, makin cepat diantisipasi dan ditangani,” kata Rizzky.

Momentum Hari Jantung Sedunia diharapkan dapat mendorong masyarakat semakin peduli terhadap kesehatan jantung melalui pola hidup sehat, olahraga teratur, deteksi dini, serta pemeriksaan kesehatan secara berkala. ***




Setahun Kepemimpinan Isidorus Lilijawa, Kolaborasi Perumda Air Minum Kota Kupang Jangkau 21 Desa di NTT

Kupang, nwartapedia.com – Kiprah Perumda Air Minum Kota Kupang di bawah kepemimpinan Direktur Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., tidak hanya berfokus pada peningkatan pelayanan pelanggan dan kinerja perusahaan.

Melalui kolaborasi dengan Yayasan Solar Chapter, perusahaan daerah ini turut berbagi keahlian untuk mendukung keberlanjutan layanan air bersih di 21 desa di pelosok Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kolaborasi tersebut mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) bagi pengurus komite air di lima desa di Kabupaten Malaka dan 16 desa di Kabupaten Sumba Barat Daya.

Program kemitraan ini terungkap dalam konferensi pers bertajuk Setahun di Jalan Kolaborasi, Kinerja Nyata Perumda Air Minum Kota Kupang, yang berlangsung di Aula Tirta, Selasa (29/9/2026).

Dalam pemaparan capaian kemitraan selama setahun terakhir, Kepala Bagian Hubungan Langganan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdy Jermias, S.H, MH menjelaskan bahwa kerja sama yang dibangun perusahaan juga diarahkan untuk memberikan manfaat sosial bagi masyarakat di luar wilayah pelayanannya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap penyediaan air bersih di daerah terpencil, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, menugaskan Ferdy Jermias menjadi narasumber dalam kegiatan Kolaborasi Pelatihan Air Minum untuk Masyarakat Desa melalui program Solar Champions bersama Yayasan Solar Chapter.

Dalam kegiatan tersebut, Ferdy membagikan pengetahuan dan pengalaman praktis mengenai pengelolaan serta pemeliharaan infrastruktur air minum kepada para pengurus komite air.

Pelatihan ini bertujuan memperkuat kemampuan pengurus agar fasilitas air bersih yang telah dibangun dapat beroperasi dengan baik dan memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Yayasan Solar Chapter, yang dikoordinasikan oleh Mustika Wijaya, merupakan organisasi nirlaba yang membantu masyarakat di daerah terpencil memperoleh akses air bersih melalui pemanfaatan energi tenaga surya.

Melalui kemitraan ini, Perumda Air Minum Kota Kupang berkontribusi dalam penguatan kapasitas pengelola, sementara Solar Chapter berperan dalam pembangunan infrastruktur air bersih.

Isidorus Lilijawa menekankan pentingnya semangat berbagi pengetahuan dan pengalaman sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.

Saat menugaskan Ferdy Jermias menjadi narasumber, Isidorus berpesan bahwa keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan oleh besarnya pencapaian untuk diri sendiri, tetapi juga oleh manfaat yang dapat diberikan kepada orang lain.

Baginya, pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki harus dapat dibagikan untuk membantu meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat.

Prinsip tersebut menjadi salah satu dasar Perumda Air Minum Kota Kupang dalam membangun kemitraan dengan berbagai pihak.

Perusahaan berharap setiap kolaborasi mampu memberikan dampak positif, baik bagi peningkatan kinerja perusahaan maupun bagi masyarakat yang membutuhkan.

Sementara itu, Ferdy Jermias menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk terlibat dalam program tersebut.

Ia mengaku bangga dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan layanan air bersih yang lebih dekat dan mudah dijangkau masyarakat di daerah terpencil.

Keterlibatannya sebagai narasumber juga menjadi kesempatan untuk membagikan pengalaman pengelolaan air minum kepada para pengurus komite air desa.

Dengan meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pengurus, fasilitas air bersih yang telah dibangun diharapkan dapat terus beroperasi dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat.

Ferdy juga menyampaikan kebanggaannya karena Perumda Air Minum Kota Kupang turut memberikan kontribusi dalam mendukung akses air bersih bagi masyarakat di pelosok NTT.

Kolaborasi dengan Yayasan Solar Chapter menjadi salah satu wujud komitmen Perumda Air Minum Kota Kupang untuk menghadirkan kinerja nyata yang manfaatnya melampaui kepentingan perusahaan.

Memasuki tahun berikutnya, perusahaan berkomitmen untuk terus membangun kerja sama dengan berbagai pihak, baik dalam rangka meningkatkan pelayanan dan kinerja internal maupun mendukung kegiatan sosial.

Melalui penguatan kapasitas komite air di 21 desa, Perumda Air Minum Kota Kupang berharap pengetahuan dan pengalaman yang dibagikan dapat membantu masyarakat menjaga keberlanjutan infrastruktur air bersih.

Semangat kolaborasi ini sekaligus menunjukkan bahwa kontribusi perusahaan daerah tidak harus terbatas pada wilayah pelayanannya, tetapi juga dapat menjangkau masyarakat di pelosok NTT yang membutuhkan dukungan pengelolaan air bersih. (MI)