Warga Penfui Raup Rp600 Ribu dari Bank Sampah, Lurah Dorong Pemilahan dari Rumah

Kupang, nwartapedia.com  – Program bank sampah di Kelurahan Penfui, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang, mulai memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Salah satu warga berhasil mengumpulkan Rp600 ribu dari empat kali penimbangan sampah rumah tangga.

Lurah Penfui, Fransisco Dugis, mengatakan pihaknya terus mendorong masyarakat memilah sampah sejak dari rumah guna mengurangi volume sampah yang dibuang ke tempat pembuangan sementara (TPS).

Menurutnya, Pemerintah Kelurahan Penfui telah bekerja sama dengan Mutiara Bank Sampah di Sikumana selama dua tahun.

Kerja sama tersebut juga didukung Pertamina Patra Niaga dalam pengelolaan sampah berbasis masyarakat.

“Warga silakan melakukan pemilahan sampah dari rumah. Setiap dua minggu sekali kami berkoordinasi dengan Mutiara Bank Sampah untuk melakukan pengangkutan dan penimbangan,” ujar Fransisco pada Selasa (29/9/2026).

Ia menjelaskan, sampah yang telah dipilah akan diangkut dan ditimbang oleh petugas bank sampah. Hasil penimbangan kemudian dicatat sebagai saldo dalam buku rekening masing-masing nasabah.

Pemerintah kelurahan juga mengajak RT dan RW yang belum memiliki unit bank sampah untuk segera membentuk kelompok dan menentukan ketua.

Selanjutnya, pihak kelurahan akan memfasilitasi pertemuan dengan Mutiara Bank Sampah.

Selain pemilahan sampah, pemerintah kelurahan bersama RT dan RW telah menyepakati kegiatan pembersihan lingkungan secara rutin, minimal satu kali setiap bulan.

Sementara itu, Morgan Seran, salah satu warga Penfui yang menjadi nasabah bank sampah, mengaku telah merasakan manfaat ekonomi dari program tersebut.

Morgan mengumpulkan berbagai jenis sampah rumah tangga, seperti kardus, botol plastik, kursi plastik, dan ember rusak untuk dijual melalui bank sampah.

“Biasanya setiap bulan datang timbang. Akhir-akhir ini disepakati tergantung volume sampah. Nanti ketua kelompok koordinasi untuk timbang. Setelah ditimbang, mereka catat,” jelas Morgan.

Ia mengungkapkan, dari empat kali penimbangan sampah, dirinya telah memperoleh Rp600 ribu.

Penghasilan tambahan tersebut membantu memenuhi kebutuhan ekonomi keluarganya.

Fransisco berharap semakin banyak masyarakat bergabung menjadi nasabah bank sampah sehingga persoalan sampah dapat ditangani bersama sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi warga. (MI)




Setahun Dipimpin Isidorus Lilijawa, Perumda Air Minum Kota Kupang Bukukan Laba Rp461,97 Juta

Kupang, nwartapedia.com – Perumda Air Minum Kota Kupang mencatat perkembangan positif dalam kinerja keuangan selama satu tahun kepemimpinan Direktur Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM. Perusahaan berhasil membukukan laba sebesar Rp461.971.402,84 dari total pendapatan Rp15.840.985.731,26.

Capaian tersebut disampaikan dalam konferensi pers bertajuk “Setahun di Jalan Kolaborasi, Kinerja Nyata” yang berlangsung di Aula Kantor Perumda Air Minum Kota Kupang, Selasa (29/9/2026).

Konferensi pers ini menjadi momentum bagi jajaran manajemen untuk memaparkan berbagai capaian perusahaan, mulai dari perbaikan keuangan, peningkatan penerimaan, penguatan pelayanan pelanggan hingga pengembangan sumber daya manusia.

Dalam kegiatan tersebut, Isidorus didampingi Kepala Bagian Perekonomian Sekretariat Daerah (Setda) Kota Kupang, Eurike F. Daniela Adoe, S.E., S.ST., serta jajaran manajemen Perumda Air Minum Kota Kupang.

Turut hadir Kepala Bagian Teknik Elsy Evelyn Bengu, ST., M.Eng., Kepala Bagian Hubungan Langganan Ferdi Jermias, S.H., M.H., Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Desy Setiawati, SE., MM., serta Kepala Satuan Pengawas Intern (SPI) Marius Robert Seran, SE., MM.

Dalam sambutannya, Isidorus menegaskan bahwa berbagai capaian perusahaan selama satu tahun terakhir merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang.

Menurutnya, perjalanan memimpin perusahaan daerah tidak dapat dilakukan seorang diri. Dibutuhkan kolaborasi, komitmen dan rasa tanggung jawab seluruh pegawai untuk mencapai tujuan bersama.

Ia mengibaratkan Perumda Air Minum sebagai rumah kedua yang harus dijaga dan dicintai oleh seluruh pegawai.

Dengan membangun budaya kerja yang solid, Isidorus berharap perusahaan terus berkembang dan mampu memberikan pelayanan yang semakin baik kepada masyarakat.

Ia juga menekankan bahwa masa penugasannya selama lima tahun merupakan perjalanan panjang yang membutuhkan kerja sama seluruh jajaran.

Karena itu, berbagai capaian selama tahun pertama diharapkan menjadi fondasi untuk memperkuat kinerja perusahaan pada tahun kedua dan tahun-tahun berikutnya.

Kepala Bagian Administrasi dan Keuangan Perumda Air Minum Kota Kupang, Desy Setiawati, menjelaskan bahwa kondisi keuangan perusahaan mengalami perbaikan selama satu tahun terakhir.

Perusahaan berhasil membukukan laba sebesar Rp461.971.402,84 dari total pendapatan Rp15.840.985.731,26 dan total biaya atau pengeluaran sebesar Rp15.379.014.328,42.

Desy menjelaskan bahwa perbaikan tersebut menunjukkan perkembangan yang signifikan dibandingkan kondisi perusahaan pada September 2025 yang masih mencatat kerugian.

Salah satu langkah strategis yang dilakukan manajemen adalah pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Penagihan untuk mengoptimalkan penagihan piutang pelanggan.

Sebelum Satgas Penagihan dibentuk, penerimaan perusahaan setiap bulan berada pada kisaran Rp1,1 miliar hingga Rp1,2 miliar. Setelah pembentukan Satgas, penerimaan bulanan meningkat menjadi sekitar Rp1,4 miliar hingga Rp1,5 miliar.

Peningkatan penerimaan tersebut menjadi salah satu faktor yang mendukung perbaikan kondisi keuangan perusahaan.

Selain meningkatkan penerimaan, Perumda Air Minum Kota Kupang terus melakukan berbagai inovasi untuk memperkuat pengelolaan perusahaan dan meningkatkan pelayanan kepada pelanggan.

Sementara itu, Kepala Bagian Perekonomian Setda Kota Kupang, Eurike F. Daniela Adoe, menyampaikan apresiasi kepada Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang beserta seluruh jajaran atas berbagai capaian selama satu tahun terakhir.

Menurut Eurike, berbagai perkembangan positif yang dipaparkan menunjukkan pentingnya kolaborasi dalam pengelolaan perusahaan daerah.

Ia menjelaskan bahwa Bagian Perekonomian Setda Kota Kupang menjalankan fungsi pembinaan dan pengawasan terhadap badan usaha milik daerah (BUMD).

Dalam menjalankan fungsi tersebut, pihaknya melihat adanya perkembangan positif dalam pengelolaan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Eurike secara khusus mengapresiasi koordinasi yang terus dilakukan perusahaan dengan pemerintah daerah serta kedisiplinan dalam menyampaikan laporan untuk kepentingan evaluasi Dewan Pengawas.

Selain itu, ia menyoroti pertumbuhan pelanggan dan berbagai inovasi yang dikembangkan selama satu tahun kepemimpinan Isidorus Lilijawa.

Pemerintah Kota Kupang terus mendorong Perumda Air Minum untuk mempertahankan berbagai capaian tersebut sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Memasuki tahun kedua kepemimpinan Isidorus Lilijawa, Perumda Air Minum Kota Kupang menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mempertahankan perkembangan positif perusahaan.

Strategi tersebut mencakup upaya mempertahankan profitabilitas, mengoptimalkan penagihan piutang pelanggan, memperluas integrasi kanal pembayaran serta meningkatkan kompetensi pegawai.

Konferensi pers bertajuk “Setahun di Jalan Kolaborasi, Kinerja Nyata” sekaligus menjadi momentum evaluasi dan penguatan komitmen seluruh jajaran Perumda Air Minum Kota Kupang untuk menghadirkan pelayanan yang lebih baik pada tahun-tahun mendatang. (MI