BPBD Kota Kupang Siapkan Distribusi Air Bersih untuk 51 Kelurahan

Kupang, nwartapedia.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang mulai mempersiapkan pendistribusian air bersih bagi masyarakat menghadapi puncak musim kemarau yang berlangsung di wilayah Kota Kupang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Ricko A. Umar, S.Sos., MM, mengatakan pihaknya saat ini sedang mempersiapkan langkah distribusi air bersih sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan.

Menurut Ricko, pendistribusian air bersih akan menyasar masyarakat di 51 kelurahan yang tersebar pada enam kecamatan di Kota Kupang.

“Kami sementara berproses untuk melaksanakan distribusi air bersih. Ini karena sudah masuk puncak musim kemarau,” kata Ricko saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2026).

Ia menjelaskan, pelaksanaan distribusi air bersih akan dilakukan berdasarkan data yang disampaikan melalui pemerintah kelurahan. BPBD kemudian akan melakukan pengecekan atau survei untuk memastikan kondisi di lapangan sebelum air didistribusikan.

Ricko mengatakan hingga saat ini sudah lebih dari 30 kelurahan yang masuk dalam pendataan untuk kebutuhan distribusi air bersih.

Sementara itu, terdapat dua kelurahan yang belum memasukkan data karena memiliki kondisi penanganan yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.

Ricko menegaskan, bantuan air bersih tidak diberikan secara perorangan, tetapi diarahkan kepada kelompok masyarakat atau beberapa keluarga yang membutuhkan.

Masyarakat yang membutuhkan dapat menyampaikan data melalui pemerintah kelurahan. Selanjutnya, BPBD akan melakukan verifikasi di lapangan sebelum menentukan lokasi distribusi.

“Misalnya ada ketua RT atau pemilik tandon maupun bak penampungan yang memasukkan data melalui kelurahan. Kemudian BPBD turun melihat dan melakukan survei apakah memang benar membutuhkan distribusi air,” jelasnya.

Setelah dilakukan verifikasi, air bersih akan disalurkan kepada keluarga atau kelompok masyarakat di sekitar lokasi yang membutuhkan.

Selain distribusi air bersih, Ricko mengatakan BPBD Kota Kupang pada beberapa tahun sebelumnya juga telah membantu menyediakan tandon air bagi masyarakat dan kelompok masyarakat di sejumlah kelurahan.

Tandon tersebut digunakan bersama oleh beberapa keluarga. Dalam satu tandon, air dapat dimanfaatkan sekitar empat hingga lima kepala keluarga sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi.

Menurut Ricko, pola tersebut menjadi salah satu upaya untuk membantu masyarakat menghadapi keterbatasan ketersediaan air selama musim kemarau.

Menghadapi puncak musim kemarau, BPBD Kota Kupang mengimbau masyarakat untuk menggunakan air secara bijak dan mengantisipasi kemungkinan berkurangnya sumber air di lingkungan masing-masing.

Masyarakat juga diminta berkoordinasi dengan pemerintah kelurahan apabila mengalami kesulitan mendapatkan air bersih sehingga kebutuhan tersebut dapat didata dan ditindaklanjuti sesuai kondisi di lapangan.

Ricko berharap koordinasi antara masyarakat, RT/RW, pemerintah kelurahan dan BPBD dapat terus diperkuat agar distribusi air bersih dapat dilakukan secara tepat sasaran selama musim kemarau. (MI)




BPBD Kota Kupang Gerak Cepat Evakuasi Pohon Tumbang Tutup Akses Jalan

Kupang, nwartapedia.com — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Kupang bergerak cepat menangani pohon tumbang yang menutup akses jalan utama di wilayah Kota Kupang, Jumat (18/9/2026).

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kota Kupang, Ricko A. Umar, S.Sos., MM, mengatakan pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima informasi mengenai pohon tumbang yang menghambat akses masyarakat.

Menurut Ricko, salah satu pohon tumbang berada di kawasan Sikumana dan menutup akses jalan. Pohon tersebut tumbang hingga bagian akarnya patah sehingga mengganggu kelancaran lalu lintas.

“Begitu mendapat informasi, kami bersama teman-teman tim langsung turun ke lokasi. Karena pohon tersebut menutup jalan, kami langsung melakukan penanganan untuk membuka kembali akses,” ujar Ricko saat ditemui media ini di ruang kerjanya, Jumat (18/9/2026).

Selain di Sikumana, BPBD juga menerima laporan pohon tumbang di kawasan Fontein. Karena terdapat dua lokasi yang harus ditangani, personel BPBD membagi tugas untuk mempercepat proses evakuasi.

Dalam proses penanganan pohon tumbang tersebut, BPBD Kota Kupang mendapat dukungan dari sejumlah pihak.

Ricko mengatakan penanganan di lapangan turut dibantu personel kepolisian dari Polsek Maulafa, Babinsa serta personel Polda NTT.

Dukungan tersebut mencakup personel dan peralatan yang digunakan untuk mempercepat proses pemotongan serta pembersihan pohon yang tumbang.

“Puji Tuhan, hari ini kami dibantu teman-teman dari Polsek Maulafa, Babinsa dan personel dari Polda dengan kendaraan serta peralatan. Jadi untuk dua lokasi ini kami turun bersama-sama,” katanya.

Menurut Ricko, kolaborasi antarpihak sangat membantu BPBD dalam menangani kejadian yang membutuhkan respons cepat, terutama ketika pohon tumbang menutup akses jalan masyarakat.

Ricko menjelaskan, BPBD Kota Kupang tetap membuka layanan penanganan keadaan darurat selama 24 jam setiap hari.

Petugas posko dibagi dalam dua sif, yakni mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WITA dan sif berikutnya pada malam hingga pagi hari. Layanan tersebut tetap berjalan termasuk pada Sabtu dan Minggu.

Masyarakat yang menemukan kejadian darurat dapat menyampaikan laporan kepada BPBD melalui layanan yang tersedia agar petugas dapat segera mengetahui lokasi dan melakukan penanganan.

“BPBD tidak pernah libur. Kami memiliki petugas posko yang bekerja 24 jam dan dibagi dalam dua sif setiap harinya,” jelas Ricko.

Dalam penanganan pohon tumbang, Ricko mengakui ketersediaan peralatan menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.

Menurutnya, peralatan untuk memotong atau memangkas pohon membutuhkan suku cadang, bahan bakar dan oli agar selalu dalam kondisi siap digunakan.

Ia menegaskan, kesiapan peralatan sangat menentukan kecepatan BPBD dalam merespons laporan masyarakat.

“Kalau peralatan dan BBM siap, sebesar apa pun kejadian pasti kami laksanakan. Teman-teman juga sudah cukup berpengalaman dan memiliki keterampilan dalam menangani kondisi seperti ini,” katanya.

Ricko berharap dukungan terhadap kebutuhan peralatan kebencanaan dapat terus diperhatikan sehingga BPBD dapat memberikan pelayanan secara maksimal ketika terjadi kejadian darurat di wilayah Kota Kupang.

Ia juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan pohon yang dinilai rawan tumbang, terutama yang berada di sekitar jalan dan kawasan yang banyak dilalui warga.

Dengan laporan lebih awal, kondisi pohon yang berpotensi membahayakan dapat diketahui dan ditindaklanjuti untuk mengurangi risiko bagi masyarakat dan pengguna jalan. (MI)




Ahmad Talib Apresiasi Kinerja Pemkot Kupang, Prestasi Terus Mengalir

Kupang, nwartapedia.com — Anggota DPRD Kota Kupang Ahmad Talib menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo dan Wakil Wali Kota Kupang Serena Francis.

Menurut Ahmad Talib, berbagai penghargaan yang diterima Pemerintah Kota Kupang dari pemerintah pusat menjadi salah satu indikator bahwa sejumlah kebijakan dan program yang dijalankan pemerintah daerah mendapat pengakuan.

Ia menilai, selama kepemimpinan Christian Widodo dan Serena Francis, Kota Kupang terus menunjukkan perkembangan melalui berbagai program yang menyentuh kepentingan masyarakat.

“Sebagai DPRD, kami terus menjalankan tugas pengawasan terhadap Pemerintah Kota Kupang. Namun, sepanjang kepemimpinan dokter Christian Widodo dan Serena Francis, yang baru berjalan kurang lebih dua tahun, penghargaan terus mengalir untuk Kota Kupang,” ujar Ahmad Talib.

Ahmad Talib juga menyebut Christian Widodo sebagai sosok pemimpin yang bekerja dan memberikan perhatian terhadap pelayanan kepada masyarakat.

Menurutnya, berbagai prestasi dan penghargaan yang diraih Kota Kupang maupun pemerintah daerah tersebut mencakup tingkat daerah, nasional hingga internasional.

Ia menegaskan, DPRD Kota Kupang akan terus menjalankan fungsi pengawasan sekaligus memberikan dukungan terhadap berbagai program pemerintah yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

“Wali Kota Kupang dokter Christian Widodo adalah sosok pemimpin yang melayani. Karena itu, sebagai wakil rakyat kami terus mendukung program-program pro rakyat yang dilakukan oleh kedua pemimpin, Christian dan Serena,” katanya.

Ahmad Talib berharap sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota Kupang dapat terus diperkuat sehingga berbagai program pembangunan dan pelayanan publik dapat berjalan secara berkelanjutan serta memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Kupang. **




Pemkot Kupang Raih Dua Apresiasi Kemendagri, Dapat Dukungan Rp6 Miliar

Jakarta, nwartapedia.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang, Nusa Tenggara Timur, meraih dua apresiasi dalam ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 Batch II Regional Maluku-Nusa Tenggara yang digelar Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kamis (17/9/2026).

Dua apresiasi tersebut diraih Pemkot Kupang pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan serta Implementasi Program 3 Juta Rumah.

Atas dua capaian tersebut, Kota Kupang memperoleh dukungan anggaran dengan total Rp6 miliar.

Pada kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan, Kota Kupang berada di peringkat ketiga, setelah Kota Bima di posisi pertama dan Kota Mataram di posisi kedua.

Sementara pada kategori Implementasi Program 3 Juta Rumah, Kota Kupang menempati peringkat kedua setelah Kota Mataram. Posisi ketiga diraih Kota Ternate.

Dukungan anggaran Rp6 miliar tersebut terdiri dari Rp1 miliar untuk kategori Akses dan Kualitas Layanan Kesehatan dan Rp5 miliar untuk Implementasi Program 3 Juta Rumah.

Anggaran Rp5 miliar akan dimanfaatkan untuk Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) melalui program bedah rumah bagi 250 unit rumah.

Ajang Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi 2026 merupakan bentuk penghargaan terhadap kinerja pemerintah daerah dalam memenuhi pelayanan dasar serta menghadirkan berbagai inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Untuk Batch II Regional Maluku-Nusa Tenggara, penilaian mencakup empat pilar, yakni akses penduduk terhadap layanan pendidikan, akses dan kualitas layanan kesehatan, pengelolaan sampah dan lingkungan asri, serta implementasi Program 3 Juta Rumah.

Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian sebelumnya menjelaskan bahwa apresiasi tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memberikan penghargaan kepada daerah atas capaian kinerja dan inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Proses penilaian dilakukan dengan melibatkan kementerian dan lembaga terkait sesuai dengan bidang yang dinilai.

Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pemerintah pusat atas penghargaan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada Pemerintah Pusat yang telah melakukan penilaian dan apresiasi ini. Kami yakin bahwa ini sangat objektif dan kompetitif. Ini akan menjadi motivasi bagi pemerintah dan masyarakat Kota Kupang,” ujar Christian.

Menurut Christian, dua apresiasi tersebut menjadi motivasi bagi Pemkot Kupang untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Kota Kupang atas doa dan dukungan dalam pelaksanaan berbagai program pemerintah.

Christian turut mengapresiasi jajaran Pemkot Kupang yang telah bekerja dalam menjalankan program-program pelayanan kepada masyarakat.

Dua apresiasi tersebut tidak hanya menjadi pengakuan atas capaian Pemkot Kupang, tetapi juga memberikan manfaat konkret melalui dukungan anggaran untuk memperkuat pelayanan kesehatan dan membantu masyarakat mendapatkan hunian yang lebih layak melalui program bedah rumah. ***