Kunjungi BPS NTT, Rachmat Pambudy Tekankan Pentingnya Data untuk Kebijakan Pembangunan

Kupang, nwartapedia.com — Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy bersama Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena mengunjungi Kantor BPS Provinsi NTT, Senin (14/9/2026).

Dalam kunjungan tersebut, Rachmat menekankan pentingnya pemanfaatan data BPS sebagai dasar pengambilan kebijakan dan arah pembangunan.

Menurut Rachmat, BPS tidak hanya bertugas mencatat kondisi daerah, tetapi juga menyediakan data yang dapat dimaknai untuk menentukan kebijakan secara tepat.

Ia mengibaratkan BPS sebagai “meteran pembangunan” yang digunakan untuk mengukur capaian dan mengevaluasi pembangunan.

Rachmat juga menilai NTT memiliki peluang pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan produktivitas pertanian.

Ia mencontohkan produktivitas jagung dari sekitar 2,6 ton menjadi 4 ton per hektare yang dinilai dapat memberikan dampak besar jika dilakukan secara luas.

Selain pertanian, Rachmat mendorong hilirisasi komoditas lokal seperti ikan, daging, cokelat dan hasil pertanian untuk meningkatkan nilai tambah masyarakat.

Untuk pengendalian inflasi, ia mendorong pemanfaatan data BPS dalam menentukan intervensi, termasuk penguatan koperasi nelayan, pabrik es dan cold storage untuk menjaga pasokan ikan.

Sementara itu, Gubernur Melki mengapresiasi peran BPS sebagai mitra pemerintah daerah dalam menentukan prioritas pembangunan.

“Data BPS menjadi penentu karena kami masih mengalokasikan sumber daya yang terbatas ini agar mampu menyentuh bidang-bidang pembangunan yang paling strategis,” kata Melki.

Dalam pertemuan tersebut, Kepala BPS NTT Matamira B. Kale memaparkan sejumlah indikator pembangunan.

Sektor pertanian masih menjadi salah satu kekuatan utama NTT dengan kontribusi sekitar 28–30 persen terhadap PDRB.

Sementara tingkat kemiskinan NTT berada pada angka 17,52 persen dan terus menunjukkan tren penurunan.

Pertemuan tersebut memperkuat komitmen pemerintah pusat dan daerah untuk menjadikan data BPS sebagai dasar pembangunan NTT yang lebih tepat sasaran dan terukur. **