KKBM Kupang Bantu Korban Gempa Palue, Salurkan Rp22 Juta
Kupang, nwartapedia.com — Komunitas Kita Bersaudara Maumere (KKBM) Kupang menunjukkan kepedulian terhadap warga Kabupaten Sikka yang terdampak bencana gempa bumi Flores pada 15 Agustus 2026, khususnya masyarakat di Pulau Palue.
KKBM Kupang menyalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp22 juta kepada umat terdampak melalui dua paroki, yakni Paroki Ave Maria Bintang Laut Uwa dan Paroki Sta. Familia Lei, Keuskupan Maumere.
Bantuan tersebut diserahkan oleh Wakil Ketua KKBM Kupang, Willem Enga, kepada pastor paroki dan perwakilan umat pada 4 September 2026.
Masing-masing paroki menerima bantuan sebesar Rp11 juta. Bantuan tersebut kemudian dipercayakan kepada pastor paroki untuk disalurkan kepada umat yang benar-benar membutuhkan berdasarkan data korban yang telah dimiliki masing-masing paroki.
Di Paroki Ave Maria Bintang Laut Uwa, bantuan diterima Pastor Rekan Romo Didit dan perwakilan umat yang mewakili Pastor Paroki Romo Rinto. Sementara di Paroki Sta. Familia Lei, bantuan diterima Pastor Paroki Pater Remi bersama perwakilan umat.
Romo Didit menyampaikan terima kasih kepada KKBM Kupang dan diaspora Maumere yang telah memberikan perhatian kepada umat terdampak gempa.
“Saya Romo Didit dan seluruh umat mendoakan semoga Tuhan memberkati dan memberikan rahmat serta kekuatan bagi bapa mama yang telah memberi perhatian dari Kupang. Terima kasih,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Pater Remi. Ia mengapresiasi kepedulian warga Maumere di Kota Kupang terhadap masyarakat Palue yang sedang menghadapi dampak bencana.
“Kiranya ini dapat meringankan beban umat kami. Mbola So untuk keluarga besar Maumere Kupang. Tuhan memberkati,” katanya.
Willem Enga mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian warga diaspora Maumere, Kabupaten Sikka, di Kota Kupang terhadap saudara-saudara di kampung halaman.
Dana tersebut dihimpun secara spontan melalui anggota KKBM Kupang, kelompok arisan, kas organisasi, donasi orang tua, para donatur asal Maumere di Kota Kupang serta sejumlah warga Maumere yang berada di luar NTT.
Total dana yang terkumpul mencapai Rp24.850.000. Dari jumlah tersebut, Rp22 juta disalurkan kepada korban gempa, sementara Rp2,85 juta digunakan untuk kebutuhan transportasi, akomodasi dan publikasi.
Menurut Willem, awalnya bantuan direncanakan diberikan langsung kepada sekitar 100 kepala keluarga terdampak. Namun karena lokasi warga tersebar dan berjauhan, penyaluran dipercayakan kepada pastor paroki agar lebih tepat sasaran dan tidak menimbulkan kecemburuan di antara umat.
Ketua KKBM Kupang, Agustinus Bajo, menyampaikan belasungkawa kepada seluruh keluarga yang terdampak gempa bumi Flores.
Ia berharap bantuan tersebut dapat sedikit meringankan beban warga sekaligus menjadi bentuk solidaritas warga Kabupaten Sikka di Kota Kupang terhadap masyarakat di kampung halaman.
KKBM Kupang juga masih membuka donasi tahap II yang akan difokuskan untuk membantu mahasiswa asal Kabupaten Sikka di Kota Kupang yang orang tuanya turut terdampak bencana. **