Undana Perluas Peluang Studi Global, Beasiswa Mesir hingga Irak Dibuka
Kupang, nwartapedia.com — Universitas Nusa Cendana (Undana) membuka akses informasi sejumlah beasiswa internasional bagi sivitas akademika dan masyarakat umum yang ingin melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
Peluang pendidikan tersebut berasal dari tiga negara, yakni Mesir, Belgia dan Irak, dengan pilihan program mulai dari kursus bahasa hingga jenjang Sarjana (S1) dan Master (S2).
Langkah ini menjadi bagian dari upaya Undana memperluas peluang studi global sekaligus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan jejaring akademik internasional.
Beasiswa Mesir
Salah satu peluang yang tersedia adalah EGYAID Scholarships untuk studi di berbagai universitas di Mesir di luar Al-Azhar.
Program tersebut juga menyediakan kelas bahasa Arab di Pusat Kebudayaan Mesir bagi penutur non-Arab. Calon peserta perlu menyiapkan CV dan surat rekomendasi sesuai ketentuan program.
Informasi dan pendaftaran dapat dilakukan melalui situs resmi Study in Egypt:
https://admission.study-in-egypt.gov.eg/
Beasiswa ARES Belgia
Peluang berikutnya berasal dari ARES Belgia, yang menyediakan beasiswa untuk program pendidikan dan pelatihan internasional. Laman resmi ARES saat ini mencantumkan pembukaan beasiswa untuk tahun akademik 2027–2028 dengan batas pendaftaran 18 September 2026 pukul 12.00 waktu Belgia.
Informasi lengkap persyaratan dan proses pendaftaran dapat diakses melalui:
ARES – International Training Scholarships
Beasiswa Study in Iraq
Sementara itu, program Study in Iraq menawarkan berbagai beasiswa bagi mahasiswa internasional pada sejumlah perguruan tinggi di Irak.
Program tersebut mencakup beasiswa penuh maupun sebagian untuk berbagai jenjang pendidikan.
Calon peserta dapat melihat universitas, program studi, persyaratan dan proses pendaftaran melalui situs resmi:
Study in Iraq – Portal Resmi
Undana berharap penyebaran informasi beasiswa tersebut dapat membantu sivitas akademika memperoleh akses pendidikan internasional yang lebih luas.
Kesempatan kuliah di luar negeri tidak hanya membuka ruang peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga memberikan pengalaman lintas budaya serta peluang membangun jejaring pendidikan dan riset di tingkat internasional. *