Promo Kemerdekaan Perumda Air Minum Kota Kupang Diminati, 104 Warga Daftar Sambungan Baru

Kupang, nwartapedia.com — Program Promo Kemerdekaan Perumda Air Minum Kota Kupang mendapat respons positif dari masyarakat. Sebanyak 104 calon pelanggan tercatat telah mendaftar, membayar biaya RAB dan siap mengikuti proses pemasangan sambungan rumah (SR) baru.

Promo tersebut merupakan program khusus dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Sebelumnya, biaya pemasangan sambungan baru yang normalnya Rp2,5 juta diberikan potongan menjadi Rp1,5 juta selama masa promo.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil, mengapresiasi antusiasme masyarakat yang memanfaatkan kesempatan tersebut.

Menurut Isidorus, jumlah calon pelanggan yang mendaftar menunjukkan kebutuhan masyarakat terhadap akses layanan air bersih masih cukup tinggi.

“Dari 104 yang mendaftar, membayar RAB-nya dan siap dipasang. Ini sebuah respons minat yang luar biasa,” ujar Isidorus kepada media ini, Senin (7/9/2026).

Ia menilai respons tersebut menjadi sinyal positif bagi Perumda Air Minum Kota Kupang untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.

Isidorus mengatakan, pihaknya akan menindaklanjuti proses pemasangan secara teknis sehingga calon pelanggan yang telah memenuhi persyaratan dapat segera mendapatkan layanan sesuai tahapan yang berlaku.

Ia juga mengajak masyarakat yang belum sempat mengikuti program Promo Kemerdekaan untuk terus mengikuti informasi melalui kanal resmi Perumda Air Minum Kota Kupang.

“Untuk keluarga yang belum mendapatkan kesempatan ini, selalu pantau kanal media kami. Nanti kita akan memunculkan lagi promo-promo seperti ini,” katanya.

Menurutnya, program serupa ke depan diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat melalui skema pemasangan yang lebih ringan dan tidak terlalu membebani calon pelanggan.

Sementara itu, Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdy Jermias, mengatakan tingginya minat masyarakat terhadap promo sambungan baru menunjukkan kepercayaan pelanggan terhadap Perumda mulai semakin baik.

“Biaya pemasangan SR yang diberikan diskon pada bulan Agustus menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat kepada Perumda Air Minum Kota Kupang dalam memenuhi kebutuhan air bersih saat ini semakin membaik,” ujar Ferdy.

Menurutnya, kondisi tersebut menjadi kebanggaan sekaligus tantangan bagi Perumda untuk mempertahankan dan terus meningkatkan kualitas pelayanan.

Ferdy juga berharap dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah maupun lembaga swasta, semakin diperkuat sehingga upaya peningkatan kualitas pelayanan air bersih di Kota Kupang dapat berjalan lebih maksimal.

“Dengan tingkat kepercayaan dari masyarakat seperti ini, kami berharap dukungan dari stakeholder eksternal lainnya seperti pemerintah maupun lembaga swasta juga dapat diberikan kepada Perumda Air Minum Kota Kupang,” katanya.

Perumda Air Minum Kota Kupang pun berkomitmen menjadikan respons positif masyarakat tersebut sebagai dorongan untuk terus berbenah, memperluas akses pelayanan, serta menghadirkan program yang memberikan kemudahan bagi masyarakat Kota Kupang. (MI)




Munas VIII PSMTI di Jakarta, Bobby Lianto Bawa Semangat Konsolidasi dari NTT

Jakarta, nwartapedia.com  – Musyawarah Nasional (Munas) VIII Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) menjadi momentum konsolidasi organisasi bagi para pengurus dari berbagai daerah, termasuk Nusa Tenggara Timur (NTT).

Wakil Sekretaris Umum PSMTI Pusat, Bobby Lianto, hadir bersama rombongan PSMTI NTT dalam agenda nasional yang berlangsung di Jakarta, Sabtu (5/9/2026).

Bobby menilai Munas VIII memiliki arti penting bagi keberlanjutan organisasi, terutama dalam memperkuat hubungan antara pengurus pusat dan daerah.

Menurutnya, PSMTI harus terus berkembang dengan membangun struktur organisasi yang kuat serta memperluas jangkauan pelayanan sosial di berbagai wilayah Indonesia.

“Ini merupakan momentum yang baik untuk kita bersama-sama memperkuat organisasi dan membangun kebersamaan,” ujar Bobby.

Dalam Munas VIII tersebut, Wilianto Tanta terpilih sebagai Ketua Umum PSMTI periode 2026–2030.

Bobby berharap kepemimpinan baru dapat membawa PSMTI semakin aktif dalam menjalankan berbagai program sosial sekaligus memperkuat komunikasi dengan masyarakat di daerah.

Kehadiran rombongan NTT dalam Munas VIII menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap konsolidasi PSMTI secara nasional.

Total terdapat sekitar 17 orang dari NTT yang menghadiri kegiatan tersebut. Rombongan dipimpin Ketua PSMTI NTT Hengky Lianto bersama istri.

Sejumlah pengurus PSMTI kabupaten/kota di NTT juga ikut hadir, di antaranya Ketua PSMTI Kota Kupang Deddy Gunawan Tanjung didampingi Sekretaris Ruddy Rikoni.

Turut hadir Ketua PSMTI Sumba Timur Erwin Karwelo, Ketua PSMTI Sumba Barat Teddy Tandoyo, serta Sekretaris PSMTI Rote Bruce K. Nitte.

Jajaran pengurus PSMTI NTT yang hadir antara lain Wakil Ketua Don Putra Gotama, Sekretaris Abimanyu, dan Bendahara Sonny Tamara. Kehadiran Koko Cici asal NTT, Koko Aldo dan Cici Lea, turut menambah semarak rombongan daerah tersebut.

Bobby yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KADIN Provinsi NTT mengatakan, penguatan organisasi di daerah perlu terus dilakukan agar keberadaan PSMTI semakin dirasakan masyarakat.

Ia menyebut, saat ini sudah terdapat delapan kepengurusan PSMTI tingkat kabupaten di NTT. Namun, masih ada sejumlah kabupaten dan kota yang belum memiliki kepengurusan.

“Daerah yang belum memiliki kepengurusan tentu menjadi perhatian kita. Ke depan kita dorong agar organisasi semakin berkembang dan hadir lebih luas,” katanya.

Bobby juga menekankan pentingnya semangat pembauran dalam kehidupan bermasyarakat. Menurutnya, PSMTI harus menjadi bagian dari upaya memperkuat persatuan dan kebersamaan sebagai sesama warga negara Indonesia.

Ia berharap PSMTI tidak hanya berkembang dari sisi organisasi, tetapi juga semakin banyak memberikan manfaat melalui kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

“Yang utama adalah bagaimana kita terus membangun persatuan, kebersamaan dan kecintaan kepada Tanah Air,” tegas Bobby.

Ia optimistis kepengurusan PSMTI periode 2026–2030 dapat melanjutkan konsolidasi organisasi sekaligus memperluas kontribusi sosial di berbagai daerah.

Sementara itu, penutupan Munas VIII berlangsung meriah dengan kehadiran sejumlah tokoh, di antaranya Hasyim Djojohadikusumo dan Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda.

Kehadiran pengurus PSMTI NTT dalam Munas VIII diharapkan semakin memperkuat komunikasi antardaerah serta membuka ruang kolaborasi untuk menghadirkan program-program yang bermanfaat bagi masyarakat. ***




DLHK Kota Kupang Dorong Warga Pilah Sampah dari Rumah, Manfaatkan Bank Sampah

Kupang, nwartapedia.com  – Dinas Kebersihan dan Lingkungan Hidup (DLHK) Kota Kupang terus mendorong masyarakat untuk mengambil peran dalam mengatasi persoalan sampah, terutama dengan membiasakan memilah sampah dari rumah.

Kepala Bagian Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (PSLB3) DLHK Kota Kupang, Meksy S. Pingak, mengatakan keterlibatan masyarakat menjadi salah satu kunci untuk meningkatkan pengelolaan sampah di Kota Kupang.

Kepada media ini, Senin (7/9/2026), Meksy menyampaikan bahwa saat ini sampah yang terkelola di Kota Kupang baru mencapai 33,26 persen.

Salah satu kendala yang masih dihadapi adalah rendahnya kesadaran masyarakat dalam memilah sampah sejak dari sumber. Saat ini, baru sekitar 20 persen masyarakat yang secara rutin melakukan pemilahan sampah dari rumah.

Untuk meningkatkan kesadaran warga, DLHK Kota Kupang mendorong penguatan pengawasan oleh Satgas Kelurahan. Selain itu, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan melalui pertemuan tatap muka maupun media.

Dorong Pemanfaatan Bank Sampah
Khusus sampah plastik, masyarakat yang menghasilkan sampah tersebut diedukasi agar tidak langsung membuangnya, tetapi membawa ke Bank Sampah untuk dikelola lebih lanjut.

Sementara untuk limbah bahan berbahaya dan beracun (B3), pelaku usaha didorong bekerja sama dengan pihak ketiga yang memiliki kemampuan dalam pengelolaan limbah B3.

Meksy mengatakan, target pengelolaan sampah Kota Kupang pada 2026 adalah meningkatkan jumlah sampah yang berhasil dikelola.

Karena itu, masyarakat diharapkan ikut berperan mulai dari lingkungan rumah tangga.

“Pilah sampah dari rumah masing-masing. Sampah yang bisa didaur ulang atau digunakan kembali dibawa ke Bank Sampah, pengepul dan fasilitas pengelolaan sampah lainnya,” imbaunya.

Menurutnya, kebiasaan memilah sampah dari rumah tidak hanya membantu mengurangi timbulan sampah, tetapi juga membuka peluang agar sampah yang masih memiliki nilai ekonomi dapat dimanfaatkan kembali. (MI)