Pemkot Kupang Ubah Pola Kelola Sampah, Pemilahan dari Rumah Jadi Prioritas

Kupang, nwartapedia.com  – Pemerintah Kota Kupang mulai mendorong perubahan besar dalam cara masyarakat menangani sampah.

Jika selama ini persoalan sampah lebih banyak berakhir pada proses pengangkutan dan pembuangan ke tempat pembuangan akhir, kini perhatian mulai digeser ke tingkat rumah tangga.

Melalui Gerakan “Satu Bina Satu”, Pemkot Kupang ingin membangun kebiasaan baru agar masyarakat memilah sampah sejak dari sumbernya.

Gerakan dengan pesan “Sampahmu, Tanggung Jawabmu” tersebut diperkenalkan dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Sampah Lingkup Kota Kupang yang berlangsung di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang, Kamis (3/9/2026).

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Kupang, Ignasius Repelita Lega, mengatakan persoalan sampah tidak bisa lagi hanya dibebankan kepada pemerintah.

Menurutnya, kondisi TPA Alak menjadi salah satu alasan penting mengapa pola pengelolaan sampah harus segera dibenahi. Sampah perlu dikurangi dan dipilah sebelum masuk ke sistem pengangkutan.

“Jangan menunggu sampah menjadi masalah. Pengelolaan sampah harus dimulai sejak dari sumbernya,” kata Ignasius.

Ia mengatakan, Gerakan “Satu Bina Satu” sebelumnya telah diuji coba di Kecamatan Oebobo. Hasil dari pelaksanaan tersebut akan menjadi bahan evaluasi sebelum gerakan diperluas ke wilayah lain di Kota Kupang.

Pemkot Kupang, kata dia, tidak ingin program tersebut hanya menjadi kegiatan seremonial. Ukuran keberhasilannya harus terlihat dari perubahan kebiasaan masyarakat dalam mengelola sampah sehari-hari.

Karena itu, rumah tangga, lingkungan, perkantoran maupun lembaga lainnya didorong mulai memisahkan sampah organik dan anorganik sejak awal.

Kepala Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup (Pusdal LH) Wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Ni Nyoman Santi, menyebut masih terdapat pekerjaan besar yang harus dilakukan Kota Kupang.

Capaian pengelolaan sampah Kota Kupang saat ini berada di kisaran 33,5 persen, sedangkan target nasional pada 2026 mencapai 63,4 persen.

Untuk mengejar ketertinggalan tersebut, penanganan sampah tidak cukup dilakukan di TPA. Pembenahan harus dilakukan mulai dari hulu hingga hilir.

Di tingkat hilir, perhatian diarahkan pada pembenahan TPA Alak, termasuk upaya perubahan sistem dari open dumping menuju controlled landfill.

Pada bagian tengah, sejumlah fasilitas pengelolaan sampah seperti MRF, TPST, TPS3R dan bank sampah perlu kembali dioptimalkan.

Sementara pada bagian hulu, pemilahan dari sumber menjadi kunci melalui Gerakan “Satu Bina Satu.”

Dengan pola tersebut, volume sampah yang masuk ke TPA diharapkan dapat ditekan. Sampah yang masih memiliki nilai guna juga dapat dipisahkan untuk diolah atau dimanfaatkan kembali.

Rapat koordinasi tersebut turut dihadiri jajaran DLHK Kota Kupang, camat dan lurah se-Kota Kupang, perwakilan lembaga keagamaan, instansi vertikal, UPT kementerian serta pengelola fasilitas pengelolaan sampah.

Kegiatan diawali dengan penyerahan bantuan alat pelindung diri (APD) dari Pusdal LH Bali dan Nusa Tenggara kepada Bank Sampah Muara Abu, kemudian dilanjutkan dengan pemaparan dan diskusi mengenai penguatan pengelolaan sampah di Kota Kupang. (MI)




71 Rumah di Bumi Fatukoa Indah Segera Nikmati Layanan Air Perumda Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Sebanyak 71 sambungan rumah di Perumahan Bumi Fatukoa Indah segera mendapatkan pelayanan air bersih melalui jaringan perpipaan Perumda Air Minum Kota Kupang.

Kesiapan pelayanan tersebut ditandai dengan pemeriksaan teknis yang dilakukan tim Perumda Air Minum Kota Kupang bersama tim teknis PT Gabriel Bangun Jaya pada Jumat, 4 September 2026.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kesiapan sumber air, sumur bor, kelistrikan, jaringan distribusi hingga sambungan rumah sebelum pelayanan berjalan secara penuh.

Kepala Bagian Hubungan Pelanggan Perumda Air Minum Kota Kupang, Ferdy Jermias, mengatakan hasil pemeriksaan menemukan beberapa hal teknis yang masih perlu dibenahi.

“Masih ada beberapa hal kecil yang perlu dibenahi sebelum operasionalisasi dilakukan secara penuh, sehingga pelayanan nantinya dapat berjalan maksimal,” ujar Ferdy.

Saat ini, kebutuhan air bersih warga masih dipenuhi menggunakan armada tangki. Namun, Perumda menargetkan kendala teknis segera diselesaikan agar pelayanan dapat dialihkan melalui jaringan perpipaan.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil, menyampaikan apresiasi kepada PT Gabriel Bangun Jaya yang telah memberikan kepercayaan kepada Perumda untuk mengelola pelayanan air bersih di kawasan tersebut.

Menurut Isidorus, kepercayaan pengembang menjadi tanggung jawab sekaligus motivasi bagi Perumda untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kepercayaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk melakukan pelayanan yang semakin profesional dan terus berinovasi,” katanya.

Isidorus juga mengajak pengembang perumahan lainnya di Kota Kupang untuk berkolaborasi dengan Perumda dalam menyediakan layanan air bersih bagi masyarakat.

Sementara itu, Direktur PT Gabriel Bangun Jaya, Maya Leonora Wila Tiro, berharap pengelolaan sumber air di Bumi Fatukoa Indah dapat dilakukan secara optimal.

Ia menyebutkan, debit sumber air di kawasan tersebut cukup besar sehingga diharapkan mampu mendukung pemenuhan kebutuhan air bersih warga.

Dengan adanya pengelolaan oleh Perumda Air Minum Kota Kupang, pelayanan air bersih di Bumi Fatukoa Indah diharapkan menjadi lebih teratur, profesional dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, Perumda dan pihak pengembang. (MI)