Solidaritas Gempa Flores, 38 BEM Nusantara NTT Alihkan Gerakan ke Aksi Kemanusiaan
Kupang, nwartapedia.com – Tragedi gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Flores mendorong mahasiswa di Nusa Tenggara Timur untuk mengutamakan gerakan kemanusiaan.
Sebanyak 38 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang tergabung dalam BEM Nusantara NTT memutuskan mengalihkan fokus gerakan mereka untuk membantu masyarakat Flores yang terdampak bencana.
Keputusan tersebut sekaligus membuat 38 BEM untuk sementara tidak mengambil bagian dalam berbagai aksi di daerah masing-masing.
Seluruh perhatian diarahkan pada upaya membangun solidaritas dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang sedang menghadapi dampak gempa.
Koordinator Daerah BEM Nusantara NTT, Andhy Umbu Sanjaya, mengatakan keputusan tersebut merupakan bentuk tanggung jawab moral mahasiswa ketika masyarakat sedang berada dalam situasi darurat.
“Ketika saudara-saudara kita di Flores sedang kehilangan rumah, kehilangan keluarga dan hidup dalam ketidakpastian akibat gempa, maka kemanusiaan harus menjadi prioritas,” kata Andhy.
Ia menegaskan, pilihan untuk fokus pada persoalan kemanusiaan tidak berarti mahasiswa berhenti bersikap kritis terhadap persoalan bangsa maupun daerah.
Menurutnya, gerakan mahasiswa memiliki ruang yang luas, termasuk menghadirkan kepedulian ketika masyarakat sedang mengalami bencana.
“Gerakan mahasiswa bukan hanya soal turun ke jalan dan menyuarakan kritik. Ketika rakyat sedang tertimpa bencana, mahasiswa juga harus hadir untuk mengulurkan tangan, menguatkan korban, dan memastikan mereka tidak menghadapi penderitaan sendirian,” ujarnya.
BEM Nusantara NTT kini mendorong 38 BEM yang tergabung di dalamnya untuk memperkuat solidaritas kemanusiaan melalui penggalangan bantuan serta dukungan bagi masyarakat terdampak gempa.
Selain itu, mahasiswa juga mengajak berbagai elemen masyarakat, organisasi kepemudaan, pemerintah daerah, pemerintah pusat dan pihak terkait untuk bersama-sama memberikan perhatian terhadap kondisi masyarakat Flores.
Andhy menilai, situasi yang dihadapi para korban membutuhkan keterlibatan nyata dari berbagai pihak.
“Flores sedang berduka. Saat ini yang dibutuhkan bukan hanya kata-kata simpati, tetapi tindakan nyata. Kami mengajak semua pihak untuk bersama-sama membantu saudara-saudara kita yang terdampak,” tegasnya.
Ia berharap solidaritas tersebut dapat terus berkembang sehingga masyarakat terdampak tidak merasa menghadapi bencana seorang diri.
BEM Nusantara NTT memastikan gerakan 38 BEM untuk sementara dipusatkan pada aksi kemanusiaan bagi korban gempa Flores.
“Hari ini, hati dan gerakan kami ada di Flores. Kami memilih untuk menunda keterlibatan dalam berbagai aksi, karena bagi kami, ketika rakyat sedang menderita akibat bencana, kemanusiaan harus berada di atas kepentingan apa pun,” pungkas Andhy. **
