Tingkatkan Kemampuan Pegawai, Perumdam Kota Kupang Gelar Pelatihan Water Meter Tester Portable

Kupang, nwartapedia.com – Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Kota Kupang terus meningkatkan kemampuan pegawai melalui pelatihan penggunaan water meter tester portable.

Pelatihan yang berlangsung di Kantor Perumdam Kota Kupang, Rabu (26/8/2026), tersebut diikuti pegawai yang memiliki tugas dan fungsi berkaitan dengan pemeriksaan serta pelayanan meter air pelanggan.

Peserta berasal dari Bagian Teknik, Bagian Hubungan Langganan, dan Satuan Pengawasan Intern (SPI).

Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman dan keterampilan kepada pegawai agar mampu menggunakan water meter tester portable secara tepat dalam melakukan pemeriksaan meter pelanggan.

Direktur Perumdam Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM., mengatakan pelatihan tersebut menjadi kesempatan bagi pegawai untuk mendapatkan tambahan pengetahuan dan pengalaman, terlebih perangkat water meter tester portable merupakan alat baru yang mulai digunakan di lingkungan Perumdam Kota Kupang.

“Pelatihan ini sangat penting. Saya minta semua peserta untuk mengikutinya dengan baik, sehingga alat ini bisa digunakan dan berdampak untuk meningkatkan pelayanan Perumdam Kota Kupang,” ujar Isidorus.

Menurutnya, peningkatan kemampuan pegawai dalam mengoperasikan perangkat tersebut diharapkan dapat mendukung pemeriksaan meter secara lebih akurat dan presisi.

Selain meningkatkan kompetensi pegawai, penggunaan alat ini juga diharapkan membantu Perumdam Kota Kupang dalam memperoleh hasil pembacaan meter pelanggan yang lebih tepat serta mendukung upaya mengurangi Non-Revenue Water (NRW).

Pelatihan menghadirkan Saefudin dari PT Widya Makmur Bandung sebagai pemateri. Ia menjelaskan bahwa water meter tester portable dapat membantu petugas mengetahui tingkat akurasi meter sekaligus mempermudah proses pemeriksaan di lapangan.

“Alat ini pada dasarnya sangat berguna untuk Perumdam. Semoga selama masa pemakaian alat ini, kinerja perusahaan semakin baik dan tingkat akurasi pembacaan meter semakin optimal,” jelas Saefudin.

Ia mengatakan, perangkat tersebut telah tersertifikasi dan memiliki masa berlaku selama lima tahun. Karena bersifat portable, alat tersebut dapat dibawa dengan mudah oleh petugas untuk melakukan pemeriksaan langsung di lokasi.

Dalam pelatihan, pegawai mendapatkan materi mengenai cara penggunaan alat, termasuk pemeriksaan kecepatan aliran air, volume, dan tekanan.

Setelah menerima materi, peserta langsung mengikuti praktik penggunaan water meter tester portable di lapangan. Pada hari pertama, simulasi dilakukan di Zona Pelayanan Penfui, Liliba, dan Kelapa Lima.

Pelatihan berlangsung selama dua hari, mulai 26 hingga 27 Agustus 2026. Melalui kegiatan ini, Perumdam Kota Kupang berharap kemampuan pegawai dalam menggunakan perangkat pemeriksaan meter semakin meningkat sehingga dapat menunjang pelayanan kepada pelanggan secara lebih efektif, akurat, dan profesional. **




Genap Dua Tahun Jadi Wakil Rakyat, Ahmad Talib Tegaskan Komitmen Kawal Aspirasi Warga Kota Kupang

Kupang, nwartapedia.com – Genap dua tahun menjalankan amanah sebagai wakil rakyat dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Ahmad Talib menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat Kota Kupang, khususnya warga di daerah pemilihan Kota Raja dan Kota Lama.

Ahmad Talib mengungkapkan apresiasi tersebut sebagai bentuk penghargaan kepada masyarakat yang telah memberikan kepercayaan dan dukungan kepadanya selama menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Atas nama pribadi, saya menyampaikan banyak limpah terima kasih kepada Bapak, Ibu, basodara, keluarga, seluruh sahabat dan teman-teman,” ujar Ahmad Talib kepada media ini pada Rabu (26/8/2026).

Menurutnya, menjadi wakil rakyat merupakan sebuah amanah dari masyarakat yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab.

Karena itu, dirinya berkomitmen untuk terus memperjuangkan kepentingan masyarakat serta mengawal berbagai program pemerintah yang berdampak langsung bagi warga.

Ia juga mengakui masih terdapat harapan dan kebutuhan masyarakat yang belum seluruhnya dapat direalisasikan selama dua tahun masa pengabdiannya.

“Jika masih ada yang belum bisa terealisasi atau harapan masyarakat yang belum bisa terpenuhi, saya mohon dimaafkan. Semoga dalam sisa tiga tahun ini saya bisa terus berjuang mengawal program-program pemerintah untuk masyarakat Kota Kupang,” katanya.

Ahmad Talib menegaskan, dirinya terbuka terhadap kritik maupun masukan dari masyarakat. Menurut dia, kritik merupakan bagian penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.

“Saya sebagai wakil rakyat sangat siap untuk dikritik atau menerima masukan dari masyarakat terkait hal-hal yang menjadi kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Ia menambahkan, keterbukaan dan kejujuran menjadi prinsip penting dalam menjalankan tugas sebagai wakil rakyat. Menurutnya, masyarakat harus mendapatkan informasi secara terbuka mengenai hal-hal yang dapat maupun belum dapat diperjuangkan.

“Kritikan adalah sebuah masukan yang harus kita terima sebagai wakil rakyat. Apa yang bisa kita lakukan, kita harus berkata jujur, dan apa yang tidak bisa kita lakukan, kita juga harus terbuka kepada masyarakat,” pungkas Ahmad Talib.

Memasuki tiga tahun sisa masa pengabdiannya, Ahmad Talib berharap dapat terus membangun komunikasi dengan masyarakat serta memperjuangkan aspirasi warga Kota Kupang, khususnya masyarakat di wilayah Kota Raja dan Kota Lama. **




Wali Kota Kupang Christian Widodo Antar Langsung Bantuan Rp635 Juta untuk Korban Gempa Flores

Labuan Bajo, nwartapedia.com  – Wali Kota Kupang dr. Christian Widodo menunjukkan kepedulian langsung kepada masyarakat terdampak gempa Flores, Nusa Tenggara Timur, dengan menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Kota Kupang pada Selasa (25/8/2026).

Christian menempuh perjalanan dari Kupang menuju Flores untuk memastikan bantuan tersebut diterima langsung oleh masyarakat yang membutuhkan.

Sekitar pukul 15.00 WITA, Christian tiba di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat. Di lokasi tersebut, ia langsung menyerahkan bantuan kepada warga terdampak gempa.

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Ruteng, Kabupaten Manggarai. Setelah menempuh perjalanan darat sekitar empat jam melalui jalur berliku, Christian tiba sekitar pukul 21.00 WITA.

Meski perjalanan berlangsung hingga malam, Christian kembali mendatangi posko dan menyerahkan bantuan secara langsung kepada masyarakat terdampak gempa di Ruteng.

Dalam satu hari, dua wilayah menjadi tujuan kunjungan kemanusiaan Wali Kota Kupang, yakni Labuan Bajo pada sore hari dan Ruteng pada malam hari.

Total bantuan yang disiapkan Pemerintah Kota Kupang mencapai Rp635 juta. Dana tersebut terdiri dari Rp500 juta melalui Belanja Tidak Terduga (BTT) serta sekitar Rp135 juta dari donasi aksi sosial dan kontribusi ASN Pemerintah Kota Kupang.

Bantuan tersebut diarahkan untuk masyarakat terdampak gempa di enam kabupaten di Flores, yakni Manggarai Barat, Manggarai, Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo.

Christian mengatakan, bantuan tersebut bukan hanya soal nilai anggaran, tetapi juga menjadi bentuk solidaritas dan persaudaraan masyarakat Kota Kupang dengan warga Flores yang sedang menghadapi bencana.

“Kita ingin membangkitkan semangat kepedulian dan kemanusiaan agar kita bergotong royong. Walaupun kita tidak ikut merasakan saat bumi mengguncang, kita ingin menyampaikan bahwa basodara dong tidak sendiri. Ketong selalu ada bersama,” kata Christian.

Menurutnya, bencana tidak boleh membuat masyarakat merasa berjalan sendiri. Solidaritas dan kepedulian harus terus dibangun tanpa melihat batas wilayah administratif.

“Sebuah wilayah mungkin memiliki batas, bencana mungkin memiliki titik lokasi, tetapi rasa kemanusiaan tidak pernah mengenal batas wilayah,” ujar Christian.

Kehadiran langsung Wali Kota Kupang di Labuan Bajo dan Ruteng menjadi pesan bahwa Pemerintah Kota Kupang bersama masyarakatnya ikut merasakan duka yang dialami saudara-saudara mereka di Flores.

Dari Labuan Bajo hingga Ruteng, perjalanan tersebut menjadi bagian dari upaya Pemkot Kupang memastikan bantuan kemanusiaan hadir langsung bagi masyarakat terdampak gempa Flores. **