Yuventus Tukung: Nakes Korban Gempa Flores Butuh Dukungan dan Penambahan Tenaga Medis

Nagekeo, nwartapedia.com – Ketua Pemuda Katolik Komda NTT, Yuventus Tukung, meminta perhatian serius terhadap kondisi tenaga kesehatan (nakes) yang menjadi korban gempa Flores tetapi tetap harus memberikan pelayanan medis kepada masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Yuventus saat Relawan Kemanusiaan Gempa Flores dari Pemuda Katolik Komda NTT memberikan dukungan kesehatan jiwa dan psikososial bagi tenaga kesehatan di Puskesmas Kota Nagekeo, Senin (24/8/2026).

Yuventus mengatakan, para nakes di wilayah terdampak berada dalam situasi sulit. Mereka tidak hanya menghadapi dampak langsung bencana, tetapi juga harus tetap bekerja merawat masyarakat yang membutuhkan pertolongan medis.

“Kita tahu teman-teman nakes di wilayah terdampak mengalami tingkat stres tinggi. Di satu sisi sebagai korban terdampak langsung, di sisi lain mereka juga harus tetap menjalankan kewajiban profesinya untuk merawat para korban,” ujarnya.

Menurutnya, tekanan tersebut tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena dapat memengaruhi efektivitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana.

Yuventus pun mendorong pemerintah daerah, pemerintah provinsi hingga pemerintah pusat mengambil langkah cepat dengan memberikan kebijakan yang dapat meringankan beban para nakes korban gempa.

Salah satu langkah yang dinilai penting adalah memberikan kelonggaran jam kerja serta menambah tenaga kesehatan dari luar daerah untuk memperkuat pelayanan di puskesmas dan titik-titik terdampak.

“Harus ada intervensi pemerintah daerah, provinsi sampai pusat untuk dapat mengambil kebijakan taktis strategis, berupa memberikan kelonggaran jam kerja para nakes yang menjadi korban bencana,” jelasnya.

Ia menambahkan, penambahan tenaga kesehatan sangat diperlukan agar nakes yang terdampak tidak bekerja dalam tekanan berlebihan.

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 19 nakes dari RS Jiwa Naimata Kupang, Ikatan Perawat Kesehatan Jiwa Indonesia (IPKJI) Provinsi NTT, serta Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) Puskesmas Kapan, Timor Tengah Selatan, turut memberikan pendampingan kesehatan jiwa dan psikososial.

Ketua Tim Dukungan Kesehatan Jiwa Psikososial (DKJPS), Imakulata Bete, S.Kep., Ns., mengatakan nakes yang terlibat langsung dalam penanganan bencana rentan mengalami kelelahan emosional.

Karena itu, para nakes diberikan sejumlah teknik manajemen stres, di antaranya latihan napas dalam, relaksasi otot progresif, imagery, grounding, dan butterfly hug.

Selain pendampingan kepada tenaga kesehatan, relawan Pemuda Katolik Komda NTT juga diterjunkan ke sejumlah posko pengungsian dan membantu aktivitas dapur umum.

Yuventus mengatakan pihaknya membagi relawan dalam empat tim yang ditempatkan di beberapa lokasi untuk membantu kebutuhan masyarakat terdampak.

Pemuda Katolik Komda NTT juga membuka kesempatan bagi relawan lain yang ingin bergabung dalam aksi kemanusiaan membantu korban gempa Flores. **