Perumda Air Minum Kota Kupang Siap Aktifkan Kembali Sumur Bor dan Reservoir di Bello

Kupang, nwartapedia.com  — Perumda Air Minum Kota Kupang menyatakan kesiapannya untuk mengaktifkan kembali fasilitas sumur bor dan reservoir di kawasan Bello, Kota Kupang.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas pelayanan air bersih bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Kesiapan itu disampaikan Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Terminal Bello, Jumat (21/8/2026).

Dalam kunjungan tersebut, pihak Perumda melihat langsung kondisi sumur bor dan empat unit reservoir yang dibangun oleh Balai Besar Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BBWS NT II) melalui Satuan Kerja Pengeboran Air Tanah (PAT).

Fasilitas tersebut sebenarnya telah dibangun sejak 2015. Namun, operasional pompa terakhir berlangsung sekitar 2018 sebelum mengalami kerusakan teknis. Akibatnya, fasilitas sumur bor dan reservoir tidak lagi dimanfaatkan secara optimal selama beberapa tahun.

Padahal, keberadaan sumber air tersebut dinilai masih berpotensi membantu memenuhi kebutuhan warga di sekitar kawasan Bello yang selama ini membutuhkan akses air bersih.

Dalam kunjungan tersebut, Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang berdiskusi langsung dengan sejumlah warga yang sebelumnya pernah mendapatkan manfaat dari fasilitas sumur bor tersebut.

Dari pertemuan itu, warga dan Perumda membahas rencana pengaktifan kembali fasilitas agar dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.

Salah seorang tokoh masyarakat, Yoris, menjelaskan bahwa sistem pelayanan sebelumnya menggunakan pola komunal.

Air dari sumur bor dialirkan menuju beberapa reservoir kecil yang dilengkapi kran umum dan kemudian digunakan oleh sejumlah keluarga.

Saat ini, sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) di kawasan tersebut dinilai siap mendapatkan pelayanan air bersih apabila fasilitas kembali dioperasikan.

Warga berharap proses pengaktifan kembali sumur bor dapat segera direalisasikan sehingga sumber air yang tersedia tidak lagi terbengkalai dan bisa memberikan manfaat bagi masyarakat.

Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang menjelaskan, pihaknya telah berkomunikasi dengan BBWS NT II mengenai status fasilitas tersebut.

Berdasarkan hasil komunikasi, infrastruktur yang dibangun sebelumnya telah diserahkan kepada masyarakat untuk dikelola secara mandiri.

Namun, karena pengelolaan tidak lagi berjalan, Perumda dapat mengambil peran dalam pengelolaan dengan terlebih dahulu memperoleh persetujuan dari kelompok masyarakat.

BBWS NT II juga disebut siap membantu melakukan pembenahan terhadap fasilitas sebelum nantinya dikelola oleh Perumda Air Minum Kota Kupang.

Saat ini, pengurus warga meminta waktu sekitar satu minggu untuk melakukan koordinasi internal.

Setelah persetujuan warga diperoleh, komunikasi dengan pihak PAT dan BBWS NT II akan dilanjutkan untuk membahas proses perbaikan serta pengelolaan fasilitas.

Perumda Air Minum Kota Kupang tidak hanya menargetkan pengoperasian kembali sumur bor, tetapi juga berencana mengubah sistem pelayanan air bersih di kawasan tersebut.

Jika fasilitas sudah dapat beroperasi, distribusi air tidak lagi mengandalkan sistem komunal seperti sebelumnya.

Perumda berencana membangun jaringan perpipaan dan menyalurkan air langsung ke rumah-rumah warga melalui pemasangan Sambungan Rumah (SR).

Dengan pola tersebut, sekitar 200 KK yang telah menyatakan kesiapan untuk dilayani diharapkan dapat memperoleh akses air bersih secara lebih mudah dan teratur.

Pengaktifan kembali sumur bor dan reservoir di Bello diharapkan menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan sumber air yang tersedia sekaligus memperluas cakupan pelayanan air bersih Perumda Air Minum Kota Kupang. (MI)




Warga Naikoten 1 Apresiasi DLHK Kota Kupang Pangkas Pohon di Jalan Suharto

Kupang, nwartapedia.com — Warga Kelurahan Naikoten 1, Kota Kupang, mengapresiasi langkah Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Kupang yang melakukan pemangkasan pohon di sepanjang Jalan Suharto, tepat di depan Kampus Undana Lama, Jumat (21/8/2026).

Apresiasi tersebut disampaikan Rachel, salah seorang warga Naikoten 1, kepada media ini mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang melalui DLHK yang telah merespons kondisi pohon di sepanjang jalan tersebut.

Menurut Rachel, pemangkasan pohon penting dilakukan mengingat kondisi cuaca yang sering disertai angin kencang.

Kondisi tersebut dikhawatirkan dapat menyebabkan dahan maupun pohon tumbang dan membahayakan pengendara yang melintas.

“Terima kasih kepada Pemerintah Kota Kupang, khususnya DLHK, yang sudah memperhatikan kondisi pohon di sepanjang jalan ini. Apalagi saat angin kencang, tentu dapat membahayakan pengendara,” ujar Rachel.

Pantauan media ini di lokasi, terlihat sejumlah kendaraan operasional DLHK Kota Kupang dikerahkan untuk mendukung kegiatan tersebut.

Petugas juga tampak mengangkut ranting dan daun hasil pemangkasan untuk dibawa ke tempat pembuangan.

Salah seorang petugas DLHK, Linda, mengatakan pemangkasan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keamanan dan keselamatan masyarakat.

Ia menjelaskan, petugas DLHK turun langsung membersihkan dan memangkas pohon di sepanjang Jalan Suharto, depan Kampus Undana Lama, Naikoten 1.

Kegiatan tersebut berlangsung sejak siang hingga sekitar pukul 16.30 WITA.

Sementara itu, Sekretaris DLHK Kota Kupang, Ahmad Likur, mengatakan pemangkasan pohon tidak hanya bertujuan untuk penataan kota, tetapi juga untuk menjaga keselamatan para pengguna jalan.

“Selain untuk penataan kota, pemotongan pohon ini juga untuk menjaga keselamatan pengendara karena saat ini sering terjadi angin kencang,” katanya.

Ahmad mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan ketika melintas di lokasi yang banyak terdapat pepohonan, terutama saat cuaca buruk dan angin kencang.

“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati menghadapi ancaman pohon tumbang atau bahaya lainnya. Masyarakat harus selalu waspada,” pungkasnya. (MI)




BRI Peduli Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Flores, Layanan Perbankan Tetap Berjalan

Ruteng, nwartapedia.com – Gempa bumi yang melanda sejumlah wilayah di Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), meninggalkan duka bagi masyarakat terdampak.

Di tengah situasi tersebut, BRI menunjukkan kepedulian dengan menyalurkan bantuan sekaligus memastikan layanan perbankan tetap dapat diakses masyarakat.

Direktur Operation BRI Hakim Putratama dan Direktur Mikro BRI Akhmad Purwakajaya, didampingi Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya, hadir langsung di sejumlah wilayah terdampak untuk menyalurkan bantuan melalui program BRI Peduli.

Bantuan yang diberikan meliputi makanan siap saji, sembako, air bersih, selimut, tikar, masker, serta berbagai kebutuhan lainnya sesuai kondisi masyarakat di lapangan.

Penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah wilayah, di antaranya Kabupaten Sikka, Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo. BRI memastikan bantuan akan terus dipantau dan disalurkan secara bertahap sesuai kebutuhan masyarakat terdampak.

Selain membantu masyarakat, jajaran manajemen BRI juga memastikan kondisi Insan BRILiaN yang terdampak gempa.

Dukungan diberikan agar para pekerja tetap dapat menjalankan tugas dan memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Di tengah kondisi pascagempa, BRI juga memantau kesiapan unit kerja, jaringan layanan, serta AgenBRILink. Langkah tersebut dilakukan agar masyarakat tetap memiliki akses terhadap transaksi dan layanan keuangan yang dibutuhkan.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, kehadiran BRI merupakan bentuk komitmen perusahaan untuk membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana.

“Kami turut berduka atas musibah yang terjadi dan memahami bahwa gempa ini memberikan dampak yang tidak ringan bagi masyarakat. Karena itu, BRI hadir secara langsung untuk membantu meringankan beban masyarakat terdampak,” ujar Hery.

Menurut Hery, bantuan akan terus disesuaikan dengan kondisi serta kebutuhan masyarakat di masing-masing wilayah terdampak.

“Kami juga memastikan kondisi Insan BRILiaN yang terdampak serta kesiapan layanan BRI, termasuk AgenBRILink. Kami ingin memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan perbankan meskipun berada dalam situasi yang penuh tantangan,” tambahnya.

Hery menegaskan, penanganan pascabencana membutuhkan kolaborasi berbagai pihak. Karena itu, BRI akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait serta memantau perkembangan kondisi di wilayah terdampak.

“BRI akan terus hadir dan bergerak bersama masyarakat. Penyaluran bantuan akan kami lanjutkan sesuai kondisi serta kebutuhan yang ditemukan di lapangan,” pungkasnya. *