Gempa Flores, Undana Kerahkan 75 Relawan dan Siapkan Bantuan UKT bagi Mahasiswa Terdampak

Kupang, nwartapedia.com — Universitas Nusa Cendana (Undana) mengambil langkah konkret menghadapi dampak gempa bumi di Flores. Sebanyak 75 relawan disiapkan untuk turun ke wilayah terdampak, sementara mahasiswa yang menjadi korban bencana mendapat skema relaksasi akademik dan bantuan UKT.

Keputusan tersebut ditetapkan dalam rapat Undana Disaster Relief Task Force (Satgas Penanganan Bencana) yang dipimpin langsung Rektor Undana, Prof. Dr. Ir. Jefri S. Bale, S.T., M.Eng., di Aula Dekanat Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Undana, Senin (17/8/2026).

Langkah Undana menyasar lima kabupaten terdampak, yakni Manggarai, Manggarai Timur, Nagekeo, Ende, dan Sikka.

Respons tersebut tidak hanya difokuskan pada pengiriman bantuan logistik, tetapi juga mencakup asesmen lapangan, layanan kesehatan, dukungan kemanusiaan, hingga perlindungan keberlanjutan pendidikan mahasiswa yang terdampak bencana.

Undana membagi mobilisasi relawan dalam dua gelombang utama. Gelombang pertama dijadwalkan berangkat Rabu (19/8/2026) menggunakan kapal feri DLU melalui Ende menuju wilayah Manggarai, Manggarai Timur, dan Nagekeo.

Tim respon awal dan asesmen cepat ini berjumlah 20 personel, terdiri dari 10 anggota Mapala, lima anggota Menwa, empat dosen pendamping lapangan, dan satu pengemudi. Tim membawa satu kendaraan logistik.

Selanjutnya, gelombang kedua dijadwalkan berangkat Sabtu (22/8/2026) melalui program KKN Tematik Proyek Kemanusiaan.

Sebanyak 55 personel akan dilibatkan, terdiri dari Tim Medis FKKH, dosen, dan mahasiswa relawan dengan perwakilan lima hingga tujuh orang dari setiap fakultas.

Dengan dua gelombang tersebut, total 75 personel Undana disiapkan untuk memperkuat respons kemanusiaan di wilayah terdampak.

Tidak hanya turun ke masyarakat, Undana juga memberikan perhatian khusus kepada mahasiswa yang terdampak langsung bencana.

Undana menetapkan relaksasi akademik berupa kompensasi dan fleksibilitas jadwal perkuliahan hingga awal September 2026 bagi mahasiswa asal Flores yang terdampak gempa.

Bagi mahasiswa aktif yang rumah atau kediamannya mengalami kerusakan total, Undana menyiapkan skema Beasiswa Bencana atau bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT).

Kebijakan ini menjadi bentuk perlindungan terhadap keberlanjutan pendidikan mahasiswa agar bencana tidak memaksa mereka menghentikan proses perkuliahan.

Rektor Undana menetapkan kebijakan pemotongan remunerasi jajaran pimpinan, mulai dari Rektor hingga Koordinator Program Studi dan Sub Koordinator.

Dana tersebut diarahkan untuk mendukung operasional Posko Undana dan kegiatan tim relawan di daerah terdampak.

Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan, Prof. Dr. Paul G. Tamelan, M.Si., menjelaskan bahwa Undana telah mencairkan Dana Taktis Pengabdian Masyarakat sebesar Rp100 juta.

Dana tersebut digunakan untuk membiayai lima proposal pengabdian KKN berdampak dan proyek kemanusiaan.

Selain dana universitas, gerakan solidaritas juga dihimpun melalui rekening resmi UndanaPeduli.

Per 17 Agustus 2026 pukul 23.00 WITA, dana yang telah terkumpul mencapai Rp53,5 juta.

Posko Utama Undana juga menerima bantuan fisik berupa 125 kilogram beras, 15 dus mi instan, 10 dus air mineral gelas, susu, ikan kaleng, biskuit, paket pampers, dan minyak tolak angin.

Wakil Rektor IV Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Prof. Dr. Philiphi de Rozari, S.Si., M.Si., Ph.D., mengatakan Undana menerapkan kebijakan local sourcing dalam pengadaan bantuan.

Pasokan sembako akan dibeli langsung dari distributor di Flores. Strategi ini ditujukan untuk menekan biaya logistik sekaligus menjaga agar perputaran ekonomi tetap terjadi di wilayah terdampak.

Sesuai rekomendasi BNPB, Undana menetapkan dua pusat distribusi utama.

Posko Maumere melayani Sikka, Nagekeo, dan Ngada, sedangkan Posko Labuan Bajo melayani Manggarai Barat, Manggarai, dan Manggarai Timur.

Untuk memastikan bantuan tepat sasaran, Undana memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah di Flores, BNPB, TNI/Polri, tenaga medis, dan Menwa.

Koordinasi tersebut mencakup distribusi logistik, asesmen kebutuhan masyarakat, layanan kesehatan fisik dan mental, serta dukungan bagi warga di lokasi terdampak.

Melalui langkah ini, Undana menegaskan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berperan dalam pendidikan dan penelitian, tetapi juga dapat bergerak langsung ketika masyarakat menghadapi situasi darurat.

Respons tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap agenda Kemdiktisaintek Berdampak, serta apresiasi Undana terhadap perguruan tinggi negeri di wilayah timur Indonesia yang turut mengirimkan relawan dan bantuan untuk masyarakat Flores. **