Perumda Air Minum Kota Kupang Siap Kelola Air Bersih Perumahan Bello Sejahtera

Kupang, nwartapedia.com — Perumda Air Minum Kota Kupang siap memperluas pelayanan air bersih ke kawasan Perumahan Bello Sejahtera melalui rencana kerja sama dengan PT Pembangunan Sehat Sejahtera atau Sejahtera Grup.

Rencana tersebut dibahas dalam pertemuan antara Perumda Air Minum Kota Kupang dan Sejahtera Grup di Kota Kupang, Rabu (19/8/2026).

Pertemuan dihadiri Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, didampingi Kepala Bagian Hubungan Langganan Ferdi Jermias, SH., MH., dan Kepala Bagian Teknik Elsy Evelyn Bengu, ST., M.Eng.

Sementara dari Sejahtera Grup hadir CEO PT Pembangunan Sehat Sejahtera, Bobby Lianto, MM., MBA.

Dalam pembahasan tersebut, Sejahtera Grup membuka peluang agar pengelolaan air bersih di kawasan Perumahan Bello Sejahtera dapat diserahkan kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Bobby Lianto menilai kerja sama tersebut dapat menjadi pilihan yang lebih efektif dibandingkan membangun sistem pengelolaan secara mandiri.

Hal ini mempertimbangkan jumlah penghuni perumahan yang saat ini belum terlalu banyak.

Ia juga meminta penjelasan Perumda mengenai mekanisme pengelolaan apabila kerja sama tersebut direalisasikan.

Menanggapi hal itu, Isidorus Lilijawa menjelaskan bahwa Perumda tidak mengambil alih kepemilikan aset yang dimiliki pengembang. Perumda hanya mengambil tanggung jawab terhadap pengelolaan dan pelayanan air bersih di kawasan perumahan.

“Prinsipnya memang kerja sama pengelolaan air bersih di Kota Kupang. Kita tidak mengambil alih kepemilikan, tetapi urusan air bersih di dalam rumah itu diserahkan kepada kita,” jelas Isidorus.

Apabila kerja sama disepakati, Perumda akan mengelola sumber air yang telah tersedia di kawasan Bello Sejahtera, termasuk sumur bor, reservoir, serta jaringan perpipaan yang sudah terpasang.

Perumda juga akan menangani pemasangan Sambungan Rumah (SR) bagi rumah yang belum mendapatkan sambungan air bersih.

Selain itu, pemeliharaan jaringan menjadi bagian dari pelayanan Perumda. Jika terjadi gangguan seperti kerusakan pompa atau kebocoran jaringan, Perumda akan melakukan penanganan dan perbaikan.

Isidorus menegaskan bahwa kerja sama tersebut tidak menggunakan sistem bagi hasil. Seluruh ketentuan mengenai pengelolaan, tanggung jawab, hak dan kewajiban kedua pihak akan diatur dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS).

“Nantinya ada PKS, di mana hak dan kewajiban akan diatur. Kalau sudah disepakati, akan ada draf yang disampaikan kepada pihak grup untuk dipelajari,” katanya.

Menurut Isidorus, rencana pengelolaan air bersih di Perumahan Bello Sejahtera juga sejalan dengan harapan Pemerintah Kota Kupang dalam mendorong pengelolaan Prasarana, Sarana, dan Utilitas Umum (PSU) secara lebih jelas dan terarah.
Ia menyambut positif kepercayaan Sejahtera Grup kepada Perumda Air Minum Kota Kupang.

Menurutnya, jika kerja sama tersebut terealisasi, Perumda tidak hanya mendapatkan tambahan wilayah pelayanan, tetapi juga berpotensi meningkatkan jumlah Sambungan Rumah dan cakupan pelayanan air bersih di Kota Kupang.

“Kami sangat senang jika Pak Bobby memberikan kepercayaan kepada Perumda Kota Kupang untuk mengelola air bersih. Tentunya kami sangat bersyukur, baik dari sisi cakupan kita bertambah maupun jumlah SR, dan tentunya berdampak pada persentase cakupan yang meningkat. Itu sangat penting bagi kami,” ungkap Isidorus.

Pembahasan ini menjadi langkah awal menuju kerja sama pengelolaan air bersih di Perumahan Bello Sejahtera. Selanjutnya, kedua pihak akan menyusun dan mempelajari draf PKS sebelum menentukan kesepakatan kerja sama.

Jika terealisasi, kerja sama tersebut diharapkan dapat memberikan kepastian pelayanan air bersih bagi penghuni Perumahan Bello Sejahtera sekaligus mendukung perluasan cakupan layanan Perumda Air Minum Kota Kupang. *




BPS NTT Perkuat Kolaborasi dengan Media, Dorong Penyebaran Data Statistik yang Akurat

Kupang, nwartapedia.com  — Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) memperkuat kolaborasi dengan media massa untuk meningkatkan penyebarluasan informasi statistik yang akurat, objektif, berkualitas, dan mudah dipahami masyarakat.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kegiatan diskusi BPS NTT bersama insan media dalam rangka meningkatkan pemahaman publik terhadap informasi statistik sekaligus mendukung terwujudnya Zona Integritas menuju tata kelola pemerintahan yang bersih dan melayani.

Kegiatan berlangsung di Kantor BPS NTT, Rabu (19/8/2026), dan dihadiri sejumlah insan media.

Statistisi Ahli Madya sekaligus Ketua Tim Pembina Statistik Sektoral dan Diseminasi BPS NTT, Indra Achmad Souri, S.Si., M.Si., mengatakan media memiliki posisi strategis sebagai mitra BPS dalam menyampaikan informasi statistik kepada masyarakat.

Menurutnya, data yang benar perlu disampaikan dengan cara yang sederhana agar dapat dipahami masyarakat dari berbagai latar belakang.

“Media adalah mitra literasi. Mari kita mencatat dengan benar, memberitakan dengan benar, dan membangun kebijakan berdasarkan keadaan yang benar,” ujar Indra dalam diskusi tersebut.

Informasi Keliru Bisa Menyebar Lebih Cepat

Indra mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan media sosial membuat informasi dapat menyebar dengan sangat cepat. Kondisi tersebut menjadi tantangan apabila informasi yang beredar tidak berdasarkan data dan fakta.

Satu informasi yang keliru, kata dia, dapat menyebar lebih cepat dibandingkan proses klarifikasinya.

Karena itu, media diharapkan melakukan verifikasi terhadap informasi sebelum disampaikan kepada masyarakat, khususnya informasi yang berkaitan dengan kondisi ekonomi dan sosial.

BPS juga membuka ruang kolaborasi dengan media agar informasi statistik tidak hanya dipublikasikan dalam bentuk angka, tetapi dapat diolah menjadi informasi yang menarik sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat.

Sensus Ekonomi 2026 Jadi Perhatian

Salah satu agenda penting yang dibahas dalam diskusi adalah pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.

Indra menjelaskan, Sensus Ekonomi merupakan kegiatan nasional yang bertujuan memotret kondisi dan aktivitas ekonomi masyarakat secara menyeluruh.

Pendataan tersebut mencakup berbagai kegiatan usaha, termasuk usaha kecil, usaha rumah tangga, usaha mandiri, hingga aktivitas ekonomi yang berkembang seiring kemajuan teknologi digital.

Menurutnya, pemetaan aktivitas ekonomi sangat penting karena banyak kegiatan usaha masyarakat yang selama ini belum sepenuhnya tergambarkan dalam data statistik.

“Kalau aktivitas ekonomi masyarakat tidak kita petakan, kita tidak bisa memperoleh gambaran ekonomi secara lengkap,” katanya.

Pelaku Usaha Diminta Tidak Takut Memberikan Data

BPS NTT juga mengajak pelaku usaha untuk tidak khawatir ketika didatangi petugas Sensus Ekonomi 2026.

Masyarakat diminta memastikan identitas dan perlengkapan petugas sebelum memberikan informasi yang dibutuhkan dalam proses pendataan.

Indra menegaskan bahwa partisipasi masyarakat sangat menentukan kualitas data yang dihasilkan.

Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk menggambarkan struktur ekonomi dan karakteristik usaha masyarakat sehingga pemerintah memiliki dasar yang lebih kuat dalam merancang berbagai program dan kebijakan.

“Jangan takut ketika petugas datang. Silakan tanyakan perlengkapan dan identitas tugasnya. Kalau sudah benar, tolong jawab semua pertanyaan dengan benar,” jelasnya.

Data Menentukan Arah Kebijakan

Lebih lanjut, Indra menjelaskan bahwa statistik tidak hanya berbicara mengenai angka, tetapi menjadi instrumen penting untuk memahami kondisi masyarakat.

Data mengenai usaha masyarakat, misalnya, dapat membantu pemerintah mengetahui sektor yang berkembang, sektor yang membutuhkan dukungan, hingga kebutuhan permodalan dan pengembangan usaha.

Dengan data yang lengkap, kebijakan pemerintah diharapkan dapat lebih tepat sasaran.

“Data ini bukan untuk mencari siapa yang salah, tetapi untuk memahami kondisi ekonomi masyarakat,” tegasnya.

Tiga Pilar Ekonomi Jadi Perhatian

Dalam pemaparan tersebut, BPS NTT juga menyinggung sejumlah sektor yang memiliki peranan penting dalam perekonomian, di antaranya pertanian, aktivitas usaha dan sektor pemerintahan.

Kondisi ekonomi masyarakat di daerah, menurut Indra, perlu dipahami berdasarkan karakteristik masing-masing wilayah.

NTT memiliki potensi ekonomi yang beragam sehingga membutuhkan data yang mampu menggambarkan kondisi setiap wilayah secara objektif.

Data tersebut penting agar berbagai potensi ekonomi dapat dikembangkan sekaligus menjadi dasar dalam menentukan kebijakan pembangunan.

BPS NTT Komitmen Berikan Pelayanan Andal

Selain meningkatkan kualitas data, BPS NTT menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang andal.

Komitmen tersebut sejalan dengan upaya BPS mewujudkan Zona Integritas menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

BPS NTT berharap keterlibatan media dan masyarakat dapat semakin memperkuat budaya penggunaan data dalam kehidupan publik.

Indra menutup dengan mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun ekosistem informasi yang sehat.

“Dengan data yang benar, pemberitaan yang benar, dan kebijakan yang berdasarkan keadaan yang sebenarnya, kita bisa membangun ekonomi dan masyarakat yang lebih baik,” pungkasnya




Peduli Korban Gempa Flores, BRI Salurkan Bantuan Pangan di Manggarai dan Manggarai Timur

Manggarai, nwartapedia.com — Kepedulian terhadap masyarakat terdampak gempa bumi di Flores terus ditunjukkan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk melalui program BRI Peduli.

BRI melalui Branch Office (BO) Ruteng menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat terdampak gempa di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur pada 16–17 Agustus 2026.

Bantuan yang disalurkan berupa nasi box, mie instan, telur, dan air mineral. Bantuan tersebut ditujukan untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat selama masa tanggap darurat pascabencana.

Branch Office Head BRI Ruteng, Akarius Armayadi P., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BRI sekaligus komitmen perusahaan untuk hadir bersama masyarakat dalam situasi sulit.

“Melalui BRI Peduli, kami berupaya hadir dan memberikan dukungan kepada masyarakat yang terdampak bencana gempa di Kabupaten Manggarai dan Manggarai Timur. Bantuan ini diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat, khususnya kebutuhan pangan, di tengah kondisi pascabencana,” ujar Akarius.

Akarius menambahkan, BRI terus memantau kondisi masyarakat di lokasi terdampak serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan bantuan yang diberikan sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

“BRI akan terus berupaya menyalurkan bantuan sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Kami berharap dukungan ini dapat membantu masyarakat dalam menghadapi masa tanggap darurat dan proses pemulihan pascabencana,” tambahnya.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari komitmen BRI Peduli dalam menjalankan kegiatan sosial dan kemanusiaan, khususnya membantu masyarakat yang membutuhkan akibat bencana.

BRI berharap bantuan pangan tersebut dapat meringankan beban masyarakat terdampak gempa di Manggarai dan Manggarai Timur serta mendukung kebutuhan mereka selama proses tanggap darurat dan pemulihan pascabencana. **