Kejurda Atletik NTT 2026 Resmi Ditutup, Sumba Barat Daya Raih Juara Umum

Kupang, nwartapedia.com  —  Kejuaraan Daerah (Kejurda) Atletik Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026 memperebutkan Piala Wali Kota Kupang resmi ditutup di Stadion Oepoi Kupang, Kamis (13/8/2026).

Kejurda yang berlangsung selama dua hari, 12-13 Agustus 2026, menjadi ajang kompetisi sekaligus penjaringan atlet potensial dari berbagai kabupaten/kota di NTT.

Dari hasil keseluruhan perlombaan, Sumba Barat Daya keluar sebagai Juara Umum I, disusul Kota Kupang sebagai Juara Umum II, sementara Sumba Timur meraih Juara Umum III.

Hasil tersebut menunjukkan persaingan atletik antardaerah di NTT semakin kompetitif sekaligus menjadi gambaran perkembangan pembinaan atlet di masing-masing kabupaten/kota.

Ketua Panitia Kejurda Atletik NTT 2026, David Here, S.Pd., mengatakan pelaksanaan kejuaraan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat pembinaan atlet atletik di NTT.

Ia menjelaskan, sebanyak 11 kabupaten/kota ikut ambil bagian dengan total sekitar 129 atlet.

Para atlet berlaga pada nomor lintasan dan lapangan dengan kategori U-16, U-18, U-20 hingga senior.

Menurut David, Kejurda tidak hanya bertujuan mencari juara, tetapi juga menjaring atlet muda yang memiliki potensi untuk dibina menghadapi kompetisi yang lebih tinggi.

“Harapannya mereka menjadi atlet potensial NTT yang nantinya bisa berjuang di tingkat nasional, regional maupun internasional,” ujarnya.

Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Kupang, Marthin Alan Yoga Girsang, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi kepada PASI Provinsi NTT karena telah mempercayakan Kota Kupang sebagai tuan rumah.

Menurutnya, Pemerintah Kota Kupang berupaya memberikan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut meskipun dilakukan dalam kondisi keterbatasan anggaran.

Ia menilai keberhasilan Kejurda selama dua hari menjadi bukti kolaborasi antara PASI, pemerintah dan berbagai pihak dalam mendukung pengembangan olahraga di daerah.

“Kami sebagai tuan rumah tentu harus memberikan yang terbaik. Saya melihat selama dua hari pertandingan berjalan dengan baik,” katanya.

Ketua PASI Provinsi NTT, Ir. Theodorus Widodo, yang biasa disapa Theo Widodo, mengatakan pelaksanaan Kejurda Atletik 2026 di Kota Kupang menjadi momentum untuk menerapkan pola baru dalam penentuan tuan rumah.

PASI NTT berencana membuat pelaksanaan Kejurda berpindah dari satu kabupaten/kota ke daerah lainnya.

Untuk tahun 2027, Kabupaten Sikka melalui Kota Maumere telah ditetapkan sebagai tuan rumah.

Sementara untuk tahun 2028, PASI NTT berencana menawarkan kesempatan kepada daerah di daratan Sumba.

“Kita memulai tradisi baru bahwa tuan rumah tidak lagi hanya di Kota Kupang. Untuk 2027 sudah diputuskan Maumere dan 2028 akan ditawarkan ke Sumba,” jelas Theo Widodo.

Menurutnya, pola tersebut diharapkan dapat mendorong pemerataan pembinaan atlet, pengembangan fasilitas olahraga serta meningkatkan keterlibatan pemerintah kabupaten/kota.

Sekretaris PASI Kota Kupang, Edu Penu Weo, yang mewakili Ketua PASI Kota Kupang karena berhalangan hadir, menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada Kota Kupang.

Ia mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan dalam penyelenggaraan, namun panitia berusaha melaksanakan Kejurda sebaik mungkin.

Pada acara penutupan, dilakukan penyerahan kembali bendera tuan rumah dari PASI Kota Kupang kepada PASI Provinsi NTT sebagai simbol berakhirnya tanggung jawab Kota Kupang sebagai tuan rumah.

Bendera tersebut selanjutnya menjadi simbol estafet menuju pelaksanaan Kejurda Atletik NTT 2027 di Maumere.

Dengan berakhirnya Kejurda Atletik NTT 2026, PASI NTT selanjutnya akan melakukan pembinaan terhadap atlet-atlet terbaik yang memenuhi kriteria untuk dipersiapkan mengikuti kejuaraan tingkat nasional.

Sumba Barat Daya, Kota Kupang dan Sumba Timur menjadi tiga daerah dengan capaian terbaik dalam klasemen umum Kejurda Atletik NTT 2026.

Ajang Piala Wali Kota Kupang ini pun menjadi bagian dari langkah panjang NTT dalam menemukan dan membina talenta atletik daerah menuju prestasi yang lebih tinggi. (MI)




SMAN 1 Amarasi Barat Padukan HUT Sekolah dan HUT RI ke-81 Lewat Beragam Lomba

Kupang. nwartapedia.com — SMAN 1 Amarasi Barat memadukan peringatan hari ulang tahun sekolah dengan momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui berbagai kegiatan olahraga, seni dan sastra.

Rangkaian kegiatan yang dimulai sejak 8 Agustus 2026 tersebut dijadwalkan berakhir pada 15 Agustus 2026 dengan agenda pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah.

Kepala SMAN 1 Amarasi Barat, Thomas Doni, S.Pd., M.M, kepada media ini, Kamis (13/8/2026), mengatakan kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi ajang perlombaan, tetapi juga dirancang untuk membangun karakter dan jiwa nasionalisme peserta didik.

“Yang paling penting dari kegiatan ini adalah penguatan karakter anak-anak untuk memaknai dua momen penting ini, yakni bagaimana mereka terus memberikan motivasi dan menunjukkan sikap patriotisme serta nasionalisme sebagai masyarakat Indonesia,” ujar Thomas.

Beragam perlombaan digelar, antara lain sepak bola putra antarkelas, futsal putri, serta lomba story telling dalam bahasa Inggris dengan tema kemerdekaan.

Menurut Thomas, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan minat sekaligus membangun kebersamaan antarkelas.

Tidak hanya siswa, para guru juga turut ambil bagian. Tim futsal yang terdiri dari guru perempuan serta pertandingan sepak bola yang melibatkan guru laki-laki menjadi bagian dari kegiatan untuk memberikan motivasi kepada peserta didik.

Latih Disiplin Lewat Perlombaan

Thomas menjelaskan, pihak sekolah juga memanfaatkan rangkaian kegiatan tersebut sebagai sarana melatih kedisiplinan siswa.

Salah satu aturan yang diterapkan adalah kesepakatan antara guru, wali kelas dan siswa terkait ketepatan waktu mengikuti kegiatan.

“Melalui kegiatan ini kami dilatih untuk disiplin dan tepat waktu. Jadi bukan sekadar datang, bermain dan selesai, tetapi ada proses bagaimana menciptakan disiplin melalui kegiatan ini,” jelasnya.

Menurutnya, aturan tersebut mendapat respons positif dari siswa. Setiap pagi, siswa diwajibkan mengikuti apel atau upacara sebelum kegiatan perlombaan dimulai.

Pihak sekolah juga memberikan batas waktu kehadiran sehingga setiap kelas berusaha memastikan seluruh anggotanya hadir tepat waktu.

Anggaran Sekitar Rp8 Juta

Untuk mendukung seluruh rangkaian kegiatan, panitia menyiapkan anggaran sekitar Rp8 juta.

Dana tersebut digunakan untuk kebutuhan administrasi, akomodasi kegiatan, hadiah perlombaan serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya. Sumber pembiayaan berasal dari dana BOS dan Iuran Pengembangan Pendidikan (IPP) sekolah.

Kegiatan ini dirancang oleh Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Amarasi Barat, Anastasia Boleng Laka, S.H., sebagai bagian dari Rencana Kerja Tahunan bidang kesiswaan.

Sementara Falentina F.K. Ito, S.Pd. dipercaya sebagai Ketua Panitia.

Dalam laporan panitia, Falentina mendorong para siswa untuk memanfaatkan kegiatan tersebut sebagai kesempatan mengembangkan bakat dan minat yang dimiliki.

Ia juga mengajak para guru untuk terus menjadi pendidik yang mampu memahami tumbuh kembang dan talenta peserta didik serta mendukung proses belajar mereka.

Bangun Kebersamaan dan Nasionalisme

Anastasia Boleng Laka memberikan apresiasi kepada panitia, guru dan seluruh siswa yang telah terlibat dalam kegiatan.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan mampu membangun kebersamaan dalam keberagaman sekaligus menyatukan tekad seluruh warga sekolah dalam mencapai visi dan misi SMAN 1 Amarasi Barat.

“Mari dari anak-anak Amarasi kita buatkan sejarah untuk Indonesia, karena kita adalah Indonesia. Mimpi besar lahir dari sebuah langkah kecil,” pesannya.

Puncak kegiatan internal sekolah dijadwalkan berlangsung pada 15 Agustus 2026 melalui pengumuman dan penyerahan hadiah kepada para pemenang.

Sementara pada 17 Agustus 2026, seluruh satuan pendidikan dan masyarakat di Kecamatan Amarasi Barat akan mengikuti upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang dipusatkan di lapangan kecamatan.

Melalui rangkaian kegiatan tersebut, SMAN 1 Amarasi Barat berharap semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui perlombaan, tetapi juga diwujudkan dalam pembentukan karakter, kedisiplinan, kreativitas, sportivitas dan nasionalisme generasi muda. (MI)




Bank NTT Sosialisasikan KUR di Gedung Golkar, UMKM NTT Didorong Manfaatkan Pembiayaan

Kupang,nwartapedia.com  — Bank NTT bersama Partai Golkar menggelar sosialisasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Aula Gedung Golkar, Kamis (13/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mendapatkan informasi langsung mengenai program KUR Bank NTT, termasuk persyaratan, mekanisme pengajuan dan peluang pembiayaan bagi pelaku usaha produktif.

Sosialisasi ini menyasar terutama pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) serta masyarakat yang membutuhkan akses pembiayaan untuk mengembangkan usaha.

Dalam kegiatan tersebut, Bank NTT menjelaskan bahwa pada 2026 terdapat kuota pembiayaan sebesar Rp350 miliar yang akan disalurkan kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Dari jumlah tersebut, Rp200 miliar dialokasikan untuk KUR Kecil dengan plafon pembiayaan hingga Rp500 juta.

Selain itu, terdapat KUR Penempatan PMI sebesar Rp50 miliar yang ditujukan secara khusus bagi calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal NTT untuk membantu kebutuhan biaya pemberangkatan kerja ke luar negeri.

Program KUR Bank NTT tersebut menyasar sektor UMKM yang tersebar di 22 kabupaten/kota di NTT. Sementara KUR Penempatan PMI ditargetkan dapat menjangkau sedikitnya 1.000 debitur baru.

Direktur Kredit Bank NTT, Alloysius Nggeong, mengatakan tingginya antusiasme masyarakat menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap informasi dan akses pembiayaan KUR masih sangat besar.

“Dari target 2.500 peserta, ternyata yang ikut 2.800 peserta. Ini gambaran bahwa masyarakat memang sangat membutuhkan informasi terkait KUR,” ujar Alloysius.

Menurutnya, sosialisasi tersebut diharapkan membuat masyarakat lebih memahami ketentuan KUR sekaligus mempersiapkan usahanya dengan baik sebelum mengajukan pembiayaan.

Bank NTT Targetkan KUR Terserap hingga Akhir Tahun

Alloysius mengatakan, dari kuota KUR yang tersedia melalui Bank NTT, sekitar Rp20 miliar telah tersalurkan.

Bank NTT menargetkan seluruh kuota yang tersedia dapat terserap hingga akhir 2026 dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian dalam proses penyaluran.

Penyaluran KUR Bank NTT mulai berjalan efektif sejak Juni 2026 setelah adanya penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Pembiayaan (PKP) bersama Kementerian UMKM dan perbaikan integrasi sistem internal.

Bank NTT juga memastikan penyaluran dilakukan secara selektif untuk menjaga kualitas kredit dan memastikan pembiayaan diterima oleh debitur yang memenuhi ketentuan.

“Syarat kelayakan memperoleh KUR adalah bagi usaha yang sudah dan sedang berjalan serta punya tabungan aktif Bank NTT sebagai dasar penilaian kelayakan,” jelas Alloysius.

Realisasi KUR NTT Capai Rp1,714 Triliun

Secara keseluruhan, Kanwil Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi NTT mencatat realisasi KUR dari seluruh bank penyalur hingga akhir Juni 2026 telah mencapai Rp1,714 triliun.

Realisasi tersebut disalurkan kepada sekitar 33.460 debitur di seluruh wilayah NTT.

Kehadiran Bank NTT dalam penyaluran KUR diharapkan semakin memperluas akses permodalan bagi pelaku UMKM di 22 kabupaten/kota.

Melalui sosialisasi yang digelar bersama Partai Golkar tersebut, masyarakat juga diharapkan semakin memahami bahwa KUR bukan sekadar akses modal, tetapi pembiayaan yang harus didukung usaha yang berjalan dan memiliki prospek pengembangan.

Bank NTT menargetkan penyaluran KUR terus meningkat hingga akhir tahun sehingga dapat memberikan dampak terhadap pertumbuhan UMKM dan perekonomian masyarakat NTT. (MI)




KUR BRI Bantu Hana Kembangkan Usaha Kuliner hingga Rp2 Juta per Bulan

Kupang,nwartapedia.com  — Talenta memasak yang dimiliki Hana Agsamina Patttypelohi menjadi awal perjalanan dalam membangun usaha kuliner di Kota Kupang.

Melalui sebuah kantin di kompleks perkantoran Kantor Gubernur Lama, Hana kini mampu mengembangkan usahanya dengan dukungan pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) BRI.

Sebelum memiliki usaha sendiri, Hana sempat membantu adiknya berjualan di Kelurahan Airnona. Namun, setelah adiknya meninggal dunia pada 2019, Hana sempat berhenti berjualan.

Hana kemudian memilih bangkit dan kembali produktif dengan memanfaatkan kemampuan memasak yang dimilikinya. Pada 2023, ia mulai membuka usaha kantin.

“Saya berpikir, daripada duduk-duduk di rumah, lebih baik saya membuat usaha. Kebetulan saya bisa memasak, sehingga saya mulai usaha kantin pada tahun 2023,” ujar Hana.

Sejak beroperasi, usaha tersebut terus berjalan meski pendapatan belum selalu stabil. Dalam sebulan, Hana menyebut pendapatannya dapat mencapai sekitar Rp2 juta.
Makanan yang dijualnya juga mendapat respons positif dari pelanggan.

Bahkan, pada hari tertentu makanan yang disediakan dapat habis lebih cepat sehingga kantin sudah tutup sekitar pukul 13.00 WITA.

“Usaha Mama yang paling diminati. Walaupun penjual lain sudah buka, pelanggan tetap membeli. Kadang jam satu siang sudah tutup karena makanan sudah habis,” katanya.

Dalam sehari, kantin Hana dapat menghabiskan sekitar 7 hingga 8 kilogram beras. Untuk membantu menjalankan usaha, ia mempekerjakan dua orang tenaga kerja.

Hana saat ini menyewa tempat usaha dengan biaya sekitar Rp1 juta per bulan. Untuk memperkuat modal dan mengembangkan bisnisnya, ia memanfaatkan pembiayaan melalui KUR BRI.

Hana mengaku telah menjadi nasabah BRI selama kurang lebih lima tahun. Pembiayaan KUR pertama yang diajukannya sebesar Rp20 juta dengan jangka waktu dua tahun.

Seiring perkembangan usaha, Hana kembali mengajukan pembiayaan dengan nominal Rp100 juta dan Rp50 juta. Menurutnya, KUR BRI memberikan manfaat bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal.

“Saya merekomendasikan masyarakat yang ingin membangun usaha untuk mengajukan KUR karena sangat bermanfaat untuk membantu mengembangkan usaha,” ujar Hana.

Regional CEO BRI Region 17 Denpasar Hery Noercahya mengatakan, kisah Hana menunjukkan bahwa keberanian mengembangkan kemampuan yang dimiliki dapat menjadi langkah awal untuk membangun usaha.

“BRI senantiasa berkomitmen untuk mendukung pelaku usaha, khususnya sektor mikro dan kecil, agar dapat terus berkembang secara berkelanjutan,” ujar Hery.

Menurut Hery, talenta, keberanian untuk memulai dan kemauan untuk terus berusaha merupakan modal penting bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis.

Bagi Hana, menjalankan usaha bukan sekadar untuk memperoleh penghasilan. Ia ingin memanfaatkan kemampuan memasak yang dimilikinya agar menjadi sesuatu yang produktif dan bermanfaat.

“Kenapa Tuhan kasih talenta untuk berusaha? Daripada di rumah hanya duduk dan ngerumpi sana-sini, lebih baik kita gunakan talenta yang ada untuk usaha. Dengan berusaha, kita juga bisa mengenal banyak orang,” ungkapnya.

Perjalanan Hana menunjukkan bahwa usaha kuliner dapat dimulai dari kemampuan sederhana. Dengan ketekunan, keberanian mengambil peluang dan dukungan pembiayaan, usaha kecil dapat terus berkembang sekaligus membuka kesempatan kerja bagi orang lain. **




PT. Flobamor Mulai Bangkit: Hotel Sasando, KMP Sasando dan NTT Mart Jadi Tumpuan Bisnis 2026

Kupang,nwartapedia.com – Setelah melewati masa sulit dan sempat mengalami kondisi mati suri, PT Flobamor (Perseroda) mulai menata kembali arah bisnisnya. Perusahaan milik Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) itu menempatkan tiga lini usaha sebagai tumpuan utama pada 2026, yakni Hotel Sasando, bisnis perkapalan melalui KMP Sasando, dan pengembangan NTT Mart.

Strategi tersebut dipaparkan dalam konferensi pers yang digelar di Kantor PT Flobamor (Perseroda), Kota Kupang, Kamis (13/8/2026).

Konferensi pers tersebut mengangkat tema rencana bisnis PT Flobamor (Perseroda) tahun 2026/2027 dan pekerjaan rumah masa lalu.

Direktur Utama PT Flobamor (Perseroda), Dr. Dominggus Elcid Li, PhD, bersama jajaran direksi menyampaikan bahwa kebangkitan perusahaan tidak hanya bergantung pada pembukaan bisnis baru, tetapi juga pada kemampuan mengelola aset yang sudah dimiliki serta membenahi tata kelola.

Dari delapan rencana bisnis yang diajukan Direksi PT Flobamor, tiga di antaranya menjadi fokus yang akan dikerjakan dalam sisa 2026 setelah mendapat persetujuan Pemerintah Provinsi NTT dan DPRD Provinsi NTT.

Direktur Keuangan dan Operasional PT Flobamor, Maxi Julians Rihi Dara, mengatakan waktu yang tersisa pada 2026 akan dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memperbaiki kinerja perusahaan.

“Melalui rencana bisnis berbasis aset yang ada dan pembenahan tata kelola perusahaan secara keseluruhan, kami ingin memastikan dengan ruang waktu yang sedikit ini kami bisa tutup buku tahun 2026 dengan tidak defisit,” ujar Maxi.

Langkah pertama dilakukan melalui penataan kembali Hotel Sasando di Kota Kupang.

PT Flobamor resmi mengambil alih pengelolaan Hotel Sasando sejak 27 Juli 2026. Sebelumnya, pengelolaan hotel tersebut berada di bawah anak perusahaan PT Flobamorata Bangkit Internasional.

Tim transisi kini melakukan pendataan ulang terhadap fasilitas hotel sekaligus memastikan proses pengalihan pengelolaan berlangsung secara akuntabel.

Direktur Pengembangan Usaha PT Flobamor, Yose Rizal, mengatakan pembenahan Hotel Sasando akan dikombinasikan dengan pengembangan sektor pariwisata.

“Selain membenahi manajemen hotel, kami akan fokus pada pengembangan ekosistem wisata Kota Kupang melalui penyelenggaraan event kreatif,” kata Yose.

Hotel Sasando memiliki sejarah panjang sebagai salah satu hotel milik Pemerintah Provinsi NTT. Hotel tersebut pernah menjadi salah satu hotel yang dikenal di Kota Kupang pada era 1980-an hingga 1990-an.

Kini, PT Flobamor ingin mengembalikan fungsi hotel tersebut sebagai aset produktif yang mampu memberikan kontribusi terhadap pendapatan perusahaan dan PAD NTT.

Setelah sektor perhotelan, PT Flobamor mengarahkan perhatian pada bisnis perkapalan.

Perusahaan menyiapkan KMP Sasando untuk membuka kembali layanan transportasi laut pada rute Kupang-Semau.

Kapal tersebut memiliki kapasitas sekitar 76 orang dan direncanakan melayani perjalanan hingga delapan kali dalam sehari.

Tidak hanya penumpang, KMP Sasando juga dapat mengangkut puluhan sepeda motor serta dua mobil dalam satu perjalanan.

PT Flobamor berharap keberadaan kapal tersebut dapat memperlancar mobilitas masyarakat Pulau Semau, termasuk pelajar dan pegawai yang beraktivitas di Kota Kupang.

Konektivitas laut yang lebih baik juga diharapkan memberikan dampak terhadap perekonomian dan pariwisata Pulau Semau.

Rencana tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kabupaten Kupang. Bupati Kupang Yos Lede disebut mendukung penyediaan pelabuhan yang layak, sementara Wakil Bupati Kupang memberikan dukungan terhadap pengembangan pariwisata Pulau Semau.

Direktur Pengadaan Barang dan Jasa PT Flobamor, Frans Bata, menegaskan bahwa pengalaman buruk pengelolaan perkapalan pada masa lalu menjadi pelajaran penting.

“Belajar dari kesalahan fatal yang terjadi dalam periode sebelumnya, Direksi PT Flobamor bertekad memastikan seluruh keuangan perkapalan dijalankan secara digital agar mencegah kebocoran,” ujarnya.

Sektor ketiga adalah perdagangan melalui pengembangan NTT Mart.

PT Flobamor menargetkan tiga NTT Mart baru hadir di Kota Kupang pada September 2026.

Direktur Ekonomi Kerakyatan PT Flobamor, Leonardo A.R. Waleng, mengatakan NTT Mart akan diarahkan sebagai salah satu pintu masuk produk UMKM lokal ke pasar yang lebih luas.

Menurut Leonardo, pihaknya telah melakukan kurasi terhadap berbagai produk UMKM selama dua bulan terakhir.

“Kami ingin memastikan agar fokus program ekonomi kerakyatan yang digagas Gubernur NTT dapat diwujudkan secara maksimal,” ujarnya.

Tiga lokasi NTT Mart yang direncanakan berada di Jalan Basuki Rahmat kawasan kantor gubernur lama, NTT Mart Perikanan di kawasan pelabuhan perikanan dan NTT Mart di kompleks Kantor Gubernur NTT.

Untuk memperkuat kualitas produk UMKM, PT Flobamor juga menyiapkan Food Lab melalui kerja sama dengan Uma Kanaru Institute.

Laboratorium tersebut diharapkan dapat membantu menjaga kualitas produk makanan sekaligus memastikan aspek kehalalan.

“Kami berharap dengan adanya Food Lab, produk asal NTT bisa menembus pasar nasional dan dunia,” ujar Manager UMKM PT Flobamor, Angge Kandidatus.

PT Flobamor saat ini melakukan penataan terhadap struktur perusahaan dan enam anak perusahaan.

Langkah tersebut merupakan bagian dari keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) pada 20 Januari 2026.

Manajemen menilai evaluasi terhadap anak perusahaan penting dilakukan untuk mengetahui kesehatan bisnis, penggunaan modal dan potensi usaha masing-masing.

Direktur Utama PT Flobamor, Dr. Dominggus Elcid Li, PhD, mengatakan salah satu persoalan masa lalu adalah sejumlah anak perusahaan dibentuk tanpa didukung studi kelayakan yang memadai.

Kondisi tersebut dinilai berpengaruh terhadap penggunaan modal, peningkatan utang dan kinerja perusahaan.

Karena itu, manajemen kini membuka ruang kolaborasi dengan akademisi dan lembaga riset untuk mengkaji sejumlah rencana bisnis.

Beberapa gagasan yang sedang dikembangkan antara lain pabrik pakan, pengalengan daging dan ikan serta kemungkinan pembangunan galangan kapal.

“Kami berharap dengan pengetahuan yang memadai, proses industrialisasi di NTT bisa kita jalankan di masa depan,” kata Elcid.

Di balik rencana ekspansi bisnis, PT Flobamor masih harus menyelesaikan sejumlah persoalan lama.

Salah satunya menyangkut hak para eks Anak Buah Kapal (ABK) KMP Sirung dan KMP Pulau Sabu.

Manajemen mengaku telah melakukan dialog dengan para eks ABK dan serikat pekerja dalam sejumlah pertemuan.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pekerjaan rumah yang harus diselesaikan secara bertahap.

Manajemen menjelaskan, berdasarkan Perda Nomor 14 Tahun 2025, penyertaan modal yang bersumber dari APBD Provinsi NTT tidak diperkenankan digunakan untuk membayar utang.

Karena itu, perusahaan harus membangun kemampuan bisnis agar dapat memenuhi kewajiban tersebut.

“Mulai tahun ini kami tidak punya pilihan, Flobamor harus untung agar bisa membayar utang kepada para ABK,” tegas Dominggus Elcid Li.

Selain penyelesaian kewajiban, manajemen juga membuka kesempatan bagi para eks ABK untuk kembali bergabung dengan anak usaha yang sedang dirintis.

Anak-anak dari para eks ABK juga akan mendapat prioritas apabila memenuhi persyaratan untuk bekerja di unit usaha yang dikembangkan perusahaan.

Tiga lini bisnis yang dipilih PT Flobamor menunjukkan arah baru perusahaan pada 2026.

Hotel Sasando diarahkan menjadi aset produktif di sektor perhotelan dan pariwisata. KMP Sasando diproyeksikan memperkuat konektivitas Kupang-Semau sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat Pulau Semau.

Sementara NTT Mart ditargetkan menjadi ruang pemasaran bagi produk UMKM NTT.

Namun, ekspansi tersebut berjalan bersamaan dengan pekerjaan rumah berupa pembenahan tata kelola, evaluasi anak perusahaan dan penyelesaian kewajiban kepada eks ABK.

Manajemen PT Flobamor kini menghadapi tantangan untuk membuktikan bahwa perusahaan tidak hanya kembali beroperasi, tetapi mampu menghasilkan keuntungan, menjaga aset dan memberi kontribusi nyata bagi perekonomian Nusa TenggarTenggara. (MI)