Isidorus Lilijawa Pelajari Tata Kelola Sampah dan Air di Taiwan, Siap Bawa Inovasi ke Kupang

Kupang, nwartapedia.com  –  Direktur Perumda Air Minum Kota Kupang, Isidorus Lilijawa, S.Fil., MM, mempelajari inovasi tata kelola sampah dan air dalam kunjungannya ke Taiwan pada 5–8 Agustus 2026.

Kunjungan tersebut merupakan tindak lanjut kerja sama Taiwan–Indonesia di bidang inovasi teknologi, khususnya pengelolaan sampah, air, energi, dan lingkungan.

Kepada media ini, Kamis (6/8/2026), Isidorus mengatakan kesempatan tersebut menjadi pengalaman penting karena dirinya dapat melihat secara langsung teknologi dan sistem pengelolaan lingkungan yang diterapkan di Taiwan.

Sebelumnya, kerja sama tersebut telah dilakukan melalui seminar internasional di Kota Kupang pada Juni 2026.

Dalam kegiatan itu, Isidorus menjadi salah satu narasumber dan delegasi Taiwan juga melakukan kunjungan ke Perumda Air Minum Kota Kupang.

Selama berada di Taiwan, Isidorus bersama delegasi mengunjungi sejumlah fasilitas pengelolaan lingkungan.

Salah satunya pusat pengelolaan sampah di Taipei untuk melihat sistem pengolahan sampah, pemanfaatan energi, pengendalian emisi, pengelolaan air, serta aspek keselamatan.

Delegasi juga mengunjungi Taichung untuk melihat teknologi pengolahan sampah organik rumah tangga menjadi pupuk.

Isidorus mengatakan teknologi tersebut menarik untuk dipelajari karena sampah organik dapat diproses menjadi pupuk dalam waktu sekitar tiga jam.

“Kami melihat langsung bagaimana sampah organik dapat dikelola menjadi pupuk. Ini sangat bermanfaat bagi masyarakat dan dapat mendukung peningkatan hasil pertanian,” ujarnya.

Menurut Isidorus, pengalaman selama di Taiwan dapat menjadi referensi dalam memperkuat tata kelola sampah dan air di Kota Kupang.

Ia menegaskan, berbagai teknologi yang dipelajari tidak serta-merta diterapkan, tetapi akan dikaji dan disesuaikan dengan kebutuhan serta kondisi Kota Kupang.

“Dengan datang melihat langsung, mendengar dan berdiskusi, kita bisa mengambil hikmah dan mungkin menerapkan satu dua hal dalam konteks kita di Kota Kupang, khususnya berkaitan dengan tata kelola air maupun tata kelola sampah dan limbah,” katanya.

Isidorus berharap kerja sama Taiwan–Indonesia dapat terus berlanjut sehingga membuka peluang pertukaran pengetahuan, teknologi, dan pengalaman dalam pengelolaan sampah dan air yang berkelanjutan.

“Mudah-mudahan kerja sama ini terus berlanjut ke depan sehingga kita bisa mendapatkan manfaat dari momentum yang sangat luar biasa ini,” pungkasnya.