KPAD Kota Kupang bersama Srikandi Christian Serena Edukasi Pelajar SMA Santa Familia tentang HIV
Kupang, nwartapedia.com – Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kota Kupang bersama Srikandi Christian Serena Kota Kupang menggelar sosialisasi HIV dan AIDS bagi pelajar SMA Swasta Santa Familia Sikumana Kupang, Kamis (6/8/2026).
Kegiatan ini bertujuan memberikan pemahaman kepada generasi muda tentang HIV, cara penularan, pencegahan, pengobatan, serta pentingnya menghilangkan stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV.
Kepala SMA Swasta Santa Familia Sikumana Kupang, Sr. Maria Angela Rosa, PRR, menyampaikan terima kasih kepada KPAD dan Srikandi Christian Serena yang telah memberikan edukasi kepada para siswa.
Menurutnya, meski para remaja sudah sering mendengar tentang HIV, masih banyak yang belum memahami secara benar mengenai virus tersebut.
“Kami bersyukur dan berterima kasih karena hari ini Bapak dan Ibu hadir memberikan arahan dan penjelasan tentang HIV. Banyak anak-anak yang sudah mendengar, tetapi belum memahami dan mengerti secara baik,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Srikandi Christian Serena Kota Kupang, Petronela Riberu, mengatakan edukasi HIV sangat penting bagi generasi muda agar memiliki pengetahuan yang benar dan mampu mencegah penyebaran HIV.
“Atas nama pengurus dan anggota Srikandi Christian Serena Kota Kupang, kami menyampaikan terima kasih kepada KPAD atas kesediaannya berbagi pengetahuan, pengalaman dan edukasi mengenai HIV,” ujar Petronela.
Ia berharap kerja sama antara KPAD, SMA Santa Familia dan Srikandi Christian Serena dapat terus dilakukan melalui berbagai kegiatan edukatif.
“Semoga kerja sama ini terus terjalin demi menciptakan generasi yang sehat, peduli dan bertanggung jawab,” katanya.
Sekretaris KPAD Kota Kupang, Julius Tanggu Bore, yang akrab disapa James, dalam pemaparannya menjelaskan perbedaan HIV dan AIDS.
Menurutnya, HIV merupakan virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh, sedangkan AIDS merupakan kumpulan kondisi atau gejala yang dapat muncul akibat kerusakan sistem kekebalan tubuh karena HIV.
Julius menegaskan, orang yang terinfeksi HIV tidak selalu menunjukkan gejala sehingga dapat terlihat sehat. Karena itu, pengetahuan, pencegahan dan pemeriksaan kesehatan sangat penting.
Ia juga menjelaskan bahwa terapi antiretroviral (ARV) dapat menekan perkembangan HIV sehingga orang dengan HIV tetap dapat hidup sehat dan produktif. Namun, pengobatan harus dilakukan secara teratur sesuai petunjuk tenaga kesehatan.
Dalam kesempatan tersebut, Julius menyampaikan data kumulatif kasus HIV di Kota Kupang periode 2010 hingga Juni 2026 mencapai 2.697 orang.
Ia mengingatkan bahwa HIV dapat menular melalui paparan cairan tubuh tertentu, termasuk darah dan cairan seksual, terutama dalam perilaku seksual berisiko seperti berganti-ganti pasangan.
Selain itu, dalam sosialisasi turut disampaikan adanya temuan praktik prostitusi yang disebut menyasar anak usia SMP dan SMA di Kota Kupang.
Julius mengajak para pelajar untuk menjaga diri, membangun pergaulan sehat dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang keliru mengenai HIV.
Kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan generasi muda sekaligus mendorong upaya pencegahan HIV serta menghapus stigma dan diskriminasi terhadap orang dengan HIV di Kota Kupang.MI)

