Ahmad Atang: Jokowi Diterima sebagai Keluarga Raja di Timor, Bentuk Penghormatan dan Legitimasi Sosial

Kupang,nwartapedia.com  –  Pengamat Politik Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, menilai penerimaan mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), sebagai bagian dari keluarga raja-raja di Timor merupakan bentuk penghormatan adat sekaligus legitimasi sosial.

Pernyataan tersebut disampaikan Ahmad Atang kepada media ini, Minggu (2/8/2026), menanggapi prosesi pemberian gelar kehormatan kepada Jokowi dalam rangkaian kunjungannya di Kota Kupang.

Menurut Ahmad Atang, penghormatan yang diberikan para raja dan tokoh adat kepada Jokowi tidak semata-mata harus dipahami dari aspek gelar atau status kebangsawanan. Lebih dari itu, terdapat pesan sosial bahwa Jokowi diterima sebagai saudara dan bagian dari keluarga.

“Kalau orang Timor, ini bisa disebut sebagai penerimaan. Jokowi kemudian diterima sebagai saudara, sebagai bagian dari keluarga. Jadi bukan semata-mata soal keturunan, tetapi ada penghormatan karena kapasitas dan jasa seseorang,” ujar Ahmad Atang.

Ahmad Atang menjelaskan bahwa dalam tradisi masyarakat adat, penghormatan kepada seseorang dapat diberikan berdasarkan beberapa pertimbangan.

Ada seseorang yang memperoleh kedudukan adat karena faktor keturunan, baik dari garis keluarga maupun hubungan darah. Namun, terdapat pula penghormatan yang diberikan karena seseorang dianggap memiliki jasa, kontribusi atau hubungan yang baik dengan masyarakat adat.

Dalam konteks Jokowi, menurut Ahmad Atang, penerimaan sebagai keluarga raja di Timor lebih tepat dilihat dalam konteks penghormatan tersebut.

“Penobatan atau pemberian kehormatan itu tidak selalu berbicara tentang darah dan keturunan. Ada juga penghormatan kepada orang yang dianggap berjasa. Saya kira Jokowi ada dalam kapasitas itu,” jelasnya.

Ahmad Atang menilai penerimaan terhadap Jokowi juga tidak terlepas dari berbagai pembangunan yang dilakukan selama dirinya menjabat sebagai Presiden RI.

Menurutnya, masyarakat NTT, termasuk masyarakat di Pulau Timor, memiliki pengalaman langsung terhadap berbagai program pembangunan pemerintah selama satu dekade kepemimpinan Jokowi.

Karena itu, ketika Jokowi kemudian mendapatkan penghormatan dan diterima sebagai saudara atau bagian dari keluarga oleh para raja dan tokoh adat, hal tersebut dapat dilihat sebagai bentuk apresiasi atas hubungan yang telah terbentuk.

“Dalam kapasitas Jokowi, saya kira masyarakat Timor melihat beliau sebagai orang yang memang punya kepedulian terhadap NTT dan Timor khususnya,” katanya.

Lebih lanjut, Ahmad Atang menyebut penerimaan Jokowi sebagai bagian dari keluarga raja-raja di Timor sebagai legitimasi sosiologis.

Legitimasi tersebut, menurutnya, menunjukkan adanya penerimaan masyarakat terhadap seorang tokoh berdasarkan hubungan sosial, budaya dan pengalaman yang mereka rasakan.

“Bagi saya ini sebuah legitimasi sosiologis. Jadi wajar saja ketika orang Timor memberikan penghormatan kepada tokoh yang mereka anggap berjasa,” ungkapnya.

Menurut Ahmad Atang, gelar kehormatan yang diberikan kepada Jokowi juga menunjukkan bahwa hubungan antara seorang tokoh dengan masyarakat tidak selalu berakhir ketika jabatan formalnya selesai.

Ahmad Atang juga mengingatkan agar pemberian penghormatan kepada Jokowi tidak langsung dimaknai sebagai bagian dari kepentingan politik.

Menurutnya, masyarakat adat memiliki cara tersendiri dalam mengekspresikan penghormatan kepada seseorang yang dianggap memiliki jasa atau hubungan khusus dengan komunitas mereka.

“Kalau kita melihat gelar ini sebagai penghormatan, maka simbolnya adalah penerimaan. Tetapi kalau kemudian ditarik terlalu jauh sebagai instrumen politik, tentu harus dilihat dalam konteks yang berbeda,” ujarnya.

Ia menilai makna utama dari prosesi tersebut adalah adanya hubungan emosional dan sosial antara Jokowi dengan masyarakat yang memberikan penghormatan.

Ahmad Atang juga menyoroti antusiasme masyarakat saat menyambut kedatangan Jokowi di Kota Kupang.

Menurutnya, sambutan masyarakat bersama penghormatan dari para raja dan tokoh adat menunjukkan bahwa Jokowi masih memiliki tempat di hati sebagian masyarakat NTT.

“Jokowi sudah selesai menjadi Presiden, tetapi ketika datang ke NTT masih mendapatkan sambutan dan penghormatan. Itu menunjukkan bahwa secara psikologis masih ada hubungan yang kuat antara beliau dengan masyarakat,” katanya.

Ahmad Atang menegaskan, penerimaan Jokowi sebagai keluarga raja di Timor tidak harus dilihat semata-mata dari gelar yang disematkan, tetapi dari makna sosial di balik penghormatan tersebut.

“Yang penting bukan hanya gelarnya. Ada pesan bahwa orang tersebut diterima, dihormati dan dianggap sebagai bagian dari keluarga,” pungkasnya. (MI)




DPD IMM NTT Bantah Terlibat Flyer Penolakan Gelar Raja Timor untuk Jokowi

Kupang,nwartapedia.com  – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Nusa Tenggara Timur (NTT) angkat bicara terkait beredarnya flyer digital yang memuat penolakan terhadap penyematan gelar “Raja Timor” kepada mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

DPD IMM NTT secara tegas membantah keterlibatan organisasi dalam pembuatan maupun penyebaran flyer tersebut.

Organisasi menyatakan materi digital yang beredar bukan merupakan pernyataan resmi DPD IMM NTT.

Ketua Umum DPD IMM NTT, Chakti, mengatakan logo IMM yang tercantum dalam flyer tersebut digunakan tanpa sepengetahuan dan izin organisasi.

“Flyer digital yang beredar luas mengenai penolakan penyematan gelar ‘Raja Timor’ kepada mantan Presiden H. Ir. Joko Widodo bukanlah publikasi resmi DPD IMM NTT,” tegas Chakti, Minggu (2/8/2026) sore.

Chakti menjelaskan, DPD IMM NTT tidak pernah terlibat dalam proses penyusunan, pembahasan, persetujuan maupun penyebaran flyer yang beredar di media sosial tersebut.

Menurutnya, setiap sikap resmi organisasi harus melalui mekanisme internal dan disampaikan menggunakan saluran komunikasi resmi.

“Kami tidak terlibat dalam penyusunan, persetujuan maupun penyebaran flyer tersebut. Setiap sikap resmi organisasi selalu disampaikan melalui saluran komunikasi yang sah dan terkoordinasi,” jelasnya.

Dengan demikian, Chakti meminta masyarakat tidak mengaitkan isi flyer tersebut dengan sikap resmi DPD IMM NTT.

DPD IMM NTT juga mengingatkan masyarakat agar tidak langsung mempercayai setiap informasi yang beredar di media sosial, terutama materi yang menggunakan nama atau identitas organisasi.

Menurut Chakti, verifikasi menjadi penting agar informasi yang belum jelas sumbernya tidak menimbulkan kesalahpahaman maupun polemik di tengah masyarakat.

“Kami mengimbau kepada seluruh pihak untuk tidak mudah terprovokasi dan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi DPD IMM NTT,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa DPD IMM NTT memiliki mekanisme tersendiri dalam menyampaikan sikap organisasi kepada publik.

Karena itu, setiap pernyataan yang mengatasnamakan DPD IMM NTT perlu dipastikan terlebih dahulu sumber dan keabsahannya melalui kanal komunikasi resmi organisasi.

Klarifikasi ini disampaikan DPD IMM NTT untuk meluruskan informasi yang beredar sekaligus mencegah publik menganggap flyer tersebut sebagai sikap resmi organisasi.

DPD IMM NTT menegaskan bahwa penggunaan logo organisasi tanpa izin tidak serta-merta menjadikan sebuah materi sebagai produk atau pernyataan resmi IMM.

Organisasi mengajak seluruh pihak untuk menjaga ruang publik tetap kondusif dengan mengedepankan verifikasi informasi dan tidak menyebarkan materi yang belum diketahui sumber maupun keabsahannya.

Dengan klarifikasi tersebut, DPD IMM NTT menegaskan bahwa flyer penolakan gelar “Raja Timor” kepada Jokowi yang menggunakan logo IMM bukan merupakorganisasi.ppi resmi organisasi. ***




Sembilan Kerajaan Adat Sambut Jokowi di Kupang, Festival Gajah Penuh Kemeriahan

Kupang,nwartapedia.com  –  Kunjungan mantan Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), ke Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (1/8/2026), berlangsung dalam suasana penuh penghormatan dan nuansa budaya.

Sembilan kerajaan adat di Pulau Timor memberikan penghormatan kepada Jokowi dalam sebuah prosesi yang menjadi bagian dari rangkaian kunjungannya di Kota Kupang.

Kerajaan yang hadir dalam prosesi tersebut yakni Kerajaan Amanatun, Malaka, Amanuban, Mollo, Biboki, Bikomi Nilulat, Amfoang, Kupang dan Amarasi.

Para raja dan tokoh adat menyampaikan penghargaan terhadap Jokowi atas berbagai pembangunan yang dinilai telah memberikan manfaat bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur selama masa kepemimpinannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Salah seorang tokoh adat bahkan menyampaikan bahwa Jokowi secara simbolis dianggap sebagai bagian dari keluarga besar masyarakat adat di Pulau Timor.

“Kami menganggap beliau sebagai saudara keluarga karena selama memimpin, banyak pembangunan yang sudah kami rasakan di daerah ini,” ungkapnya.

Suasana semakin meriah ketika Jokowi tiba di lokasi acara. Warga yang telah menunggu sejak siang langsung menyambut kedatangan Jokowi dengan teriakan dan tepuk tangan. Nama Jokowi berkali-kali terdengar dari tengah kerumunan masyarakat.

Antusiasme warga terlihat dari padatnya lokasi acara. Masyarakat dari berbagai kalangan datang untuk melihat langsung mantan Presiden tersebut.

Tidak hanya orang dewasa, anak-anak juga terlihat ikut bersama orang tua mereka. Sebagian warga bahkan rela berdesak-desakan untuk dapat melihat Jokowi dari dekat dan mengabadikan momen tersebut.

Setelah prosesi penghormatan dari kerajaan dan tokoh adat, kegiatan dilanjutkan dengan Festival dan Karnaval Gajah di Lapangan Lai Lai Bissi Kopan (LLBK), Kota Kupang.

Festival tersebut menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan budaya khas Nusa Tenggara Timur.

Sejumlah tarian daerah ditampilkan dalam kegiatan tersebut, di antaranya Tarian Caci dari Manggarai, tarian khas Rote Ndao, serta berbagai pertunjukan budaya lainnya.

Penampilan tersebut membuat suasana semakin semarak sekaligus menjadi ruang bagi masyarakat untuk memperkenalkan keberagaman budaya NTT kepada para pengunjung.

Antusiasme masyarakat semakin terlihat ketika Jokowi membagikan kaos kepada warga.

Masyarakat yang telah menunggu sejak sekitar pukul 15.00 WITA langsung berebut mendekat ketika Jokowi membagikan kaos tersebut.

Momen itu disambut dengan sorak-sorai warga dan menambah kemeriahan kegiatan di kawasan LLBK.

Bagi masyarakat yang hadir, kesempatan melihat langsung dan berinteraksi dengan Jokowi menjadi salah satu momen yang dinantikan dalam rangkaian kunjungannya ke Kota Kupang.

Dalam kunjungan tersebut, Jokowi hadir bersama sejumlah jajaran Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Jokowi didampingi Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep, Sekretaris Jenderal PSI Raja Juli Antoni, serta jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PSI.

Turut mendampingi Ketua DPW PSI NTT yang juga Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.

Rangkaian kunjungan Jokowi di Kota Kupang berlangsung dalam suasana budaya dan kebersamaan. Penghormatan dari sembilan kerajaan adat, penampilan seni tradisional hingga antusiasme ribuan masyarakat memperlihatkan meriahnya penyambutan terhadap mantan Presiden RI tersebut.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum pertemuan antara tokoh nasional, masyarakat dan para pemangku adat dalam balutan budaya Nusa Tenggara Timur. **




Ribuan Pramuka Ramaikan Kota Kupang, Karnaval Jamda NTT 2026 Penuh Warna Budaya

Kupang,nwartapedia.com  –  Kota Kupang berubah semarak ketika ribuan anggota Pramuka turun ke jalan mengikuti Karnaval Budaya Jambore Daerah (Jamda) Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur (NTT) 2026.

Dengan mengenakan pakaian adat dan menampilkan beragam kesenian daerah, sekitar 5.000 peserta menyuguhkan parade budaya yang menjadi salah satu kegiatan menarik dalam rangkaian Jamda NTT 2026.

Karnaval berlangsung pada Sabtu (1/8/2026) mulai pukul 15.00 hingga 19.00 WITA, dengan mengambil titik awal dari Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur NTT dan berakhir di Saboak Taman Nostalgia Kota Kupang.

Peserta terdiri dari kontingen Jambore Daerah yang mewakili 17 Kwartir Cabang (Kwarcab) se-NTT, serta ribuan Pramuka Penggalang, Penegak dan Pandega dari berbagai Gugus Depan (Gudep) di Kota Kupang.

Sepanjang rute karnaval, masyarakat disuguhkan berbagai penampilan budaya dari kabupaten dan kota se-NTT.

Pakaian adat, tarian tradisional, atribut daerah dan berbagai kreativitas peserta tampil menghiasi barisan karnaval.

Keberagaman yang ditampilkan masing-masing kontingen menjadi gambaran kekayaan budaya Nusa Tenggara Timur yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Karnaval tersebut juga menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai sekaligus memperkenalkan budaya daerah kepada masyarakat luas.

Antusiasme masyarakat turut menambah kemeriahan. Warga memadati sejumlah titik sepanjang rute untuk menyaksikan parade budaya yang melibatkan ribuan anggota Pramuka.

Kehadiran ribuan peserta dan penonton tidak hanya menciptakan suasana meriah, tetapi juga memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat.

Area Saboak Taman Nostalgia yang menjadi titik akhir karnaval berubah menjadi salah satu pusat keramaian. Puluhan pelaku UMKM memanfaatkan momentum tersebut dengan menjajakan makanan, minuman, jajanan lokal hingga berbagai produk kerajinan.

Tingginya jumlah pengunjung memberikan peluang bagi pedagang untuk meningkatkan transaksi dibandingkan hari biasa.

Dampak ekonomi juga dirasakan penyedia jasa transportasi dan usaha perparkiran di sekitar jalur karnaval akibat meningkatnya mobilitas masyarakat. **

Ketua Kwarda NTT menilai kegiatan tersebut membuktikan bahwa gerakan Pramuka tidak hanya berkaitan dengan pembentukan karakter generasi muda, tetapi juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Selain menampilkan budaya, para peserta juga membawa berbagai pesan sosial melalui kreativitas masing-masing kontingen.

Sejumlah isu yang disampaikan meliputi pendidikan, lingkungan hidup, kesehatan, perlindungan anak dan ketahanan pangan.

Dalam bidang lingkungan, peserta mengangkat pentingnya penanganan sampah, menjaga kebersihan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap perubahan iklim.

Pada bidang kesehatan, pesan yang disampaikan antara lain pencegahan stunting dan perlindungan anak. Sementara dalam bidang pangan, peserta mendorong pemanfaatan potensi lokal NTT untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat.

Pesan tentang persatuan dalam keberagaman juga menjadi bagian penting dalam karnaval. Perbedaan budaya yang ditampilkan justru menjadi kekuatan untuk mempererat persaudaraan dan kebersamaan masyarakat NTT.

Karnaval Budaya Jamda NTT 2026 menunjukkan bahwa kegiatan Pramuka tidak hanya menjadi ruang pembentukan karakter, kedisiplinan dan kepemimpinan.

Melalui kegiatan tersebut, generasi muda juga diberikan ruang untuk menyampaikan gagasan dan kepedulian terhadap berbagai persoalan sosial yang terjadi di lingkungan mereka.

Dengan memadukan budaya, kreativitas dan pesan sosial, para peserta menegaskan peran Pramuka sebagai generasi muda yang dapat menjadi agen perubahan bagi masyarakat dan daerah.

Jambore Daerah NTT 2026 menjadi momentum penting bagi pembinaan generasi muda Pramuka di Nusa Tenggara Timur. Kegiatan tersebut memadukan semangat kemandirian, kebudayaan, kepedulian sosial dan pembentukan karakter.

Karnaval yang berlangsung di jalanan Kota Kupang akhirnya bukan hanya menghadirkan hiburan bagi masyarakat. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi panggung keberagaman budaya NTT sekaligus ruang bagi generasi muda untuk menyampaikan pesan sosial dan menunjukkan kepedulian terhadap daerahnya.

Melalui semangat kebersamaan dan keberagaman, Karnaval Jamda NTT 2026 diharapkan semakin menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya NTT serta memperkuat persatuan masyarakat di tengah keberagaman. **




Yuven Tukung: Kehadiran Jokowi Beri Energi Baru bagi PSI NTT

Kupang,nwartapedia.com  – Kehadiran Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) DPD PSI Kota Kupang di Hotel Harper, Sabtu (1/8/2026), dinilai memberikan energi baru bagi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), khususnya di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kader PSI Kota Kupang, Yuven Tukung, mengatakan kunjungan Jokowi menjadi momentum penting bagi kader untuk semakin memperkuat konsolidasi, membangun kedekatan dengan masyarakat, serta mempersiapkan diri menghadapi agenda politik ke depan, termasuk Pemilu 2029.

Menurut Yuven, kehadiran Jokowi di tengah kader PSI sekaligus menunjukkan adanya perhatian dan kedekatan yang masih kuat antara mantan Presiden tersebut dengan masyarakat NTT.

“Bagi kami, kehadiran Pak Jokowi memberikan energi baru bagi seluruh kader PSI. Ini menjadi motivasi untuk bekerja lebih keras dan semakin dekat dengan masyarakat,” ujar Yuven.

Yuven yang juga pernah menjadi Anggota DPRD Kota Kupang dari Partai NasDem menilai antusiasme masyarakat menyambut kedatangan Jokowi menjadi salah satu hal yang menarik dalam rangkaian kunjungan tersebut.

Menurutnya, sambutan masyarakat terlihat sejak kedatangan Jokowi di Bandara El Tari, pelaksanaan Rakorda DPD PSI Kota Kupang di Hotel Harper, kunjungan ke sejumlah wilayah, hingga kehadiran masyarakat dalam Carnaval Gajah di kawasan Lai Lai Bissi Kopan (LLBK) Kota Kupang.

Ia mengatakan antusiasme tersebut menunjukkan bahwa sosok Jokowi masih mendapatkan tempat tersendiri di hati sebagian masyarakat NTT.

“Respon masyarakat sangat luar biasa. Ini menunjukkan bahwa hubungan emosional masyarakat dengan Pak Jokowi masih terasa. Bagi kami di PSI, momentum seperti ini harus menjadi dorongan untuk semakin aktif bekerja di tengah masyarakat,” katanya.

Yuven menegaskan bahwa PSI perlu menjadikan momentum kehadiran Jokowi sebagai energi untuk memperkuat organisasi dan meningkatkan kerja-kerja politik di tingkat masyarakat.

Menurutnya, dukungan terhadap partai tidak cukup hanya mengandalkan popularitas figur, tetapi harus dibarengi dengan kerja nyata para kader.

“Kehadiran Pak Jokowi jangan hanya dilihat sebagai sebuah kegiatan seremonial. Ini harus menjadi energi bagi kader untuk turun ke masyarakat, mendengarkan aspirasi dan memperjuangkan kepentingan rakyat,” tegasnya.

Yuven optimistis PSI NTT dapat terus berkembang dan meningkatkan kekuatan politiknya menjelang Pemilu 2029.

Ia berharap PSI mampu memperbesar keterwakilan politik di berbagai tingkatan, termasuk membuka peluang untuk memperoleh kursi DPR RI dari daerah pemilihan NTT I dan NTT II.

“Target kita tentu bagaimana PSI bisa semakin besar dan mendapatkan kepercayaan masyarakat. Pemilu 2029 masih menjadi perjalanan panjang, sehingga dari sekarang kader harus bekerja dan membangun kepercayaan masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yuven menyebut generasi muda sebagai salah satu kekuatan penting PSI dalam menghadapi masa depan politik Indonesia.

Menurutnya, keterlibatan anak muda dalam politik harus terus diperluas karena generasi muda memiliki peran strategis dalam menentukan arah pembangunan bangsa.

“PSI harus terus memberikan ruang kepada generasi muda. Anak-anak muda tidak boleh hanya menjadi penonton dalam politik, tetapi harus berani mengambil bagian dan memberikan gagasan untuk pembangunan,” katanya.

Yuven berharap energi baru yang muncul setelah kunjungan Jokowi dapat diterjemahkan menjadi kerja nyata oleh seluruh kader PSI di NTT.

Ia mengajak kader untuk tidak berhenti pada momentum kunjungan, tetapi melanjutkannya dengan memperkuat struktur partai dan membangun komunikasi yang lebih intensif dengan masyarakat.

“Energi baru ini harus kita jaga. Kader harus semakin solid, semakin dekat dengan rakyat dan menunjukkan bahwa kehadiran PSI benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

Yuven juga mengajak masyarakat NTT, khususnya generasi muda, untuk ikut mengambil bagian dalam kehidupan politik dan pembangunan daerah melalui ruang-ruang partisipasi yang tersedia di PSI. **